cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN : 19784538     EISSN : 2527421X     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 294 Documents
Analisis Hubungan Self-Efficacy dan Representasi Matematis terhadap Pemecahan Masalah Matematis Supriadi, Nanang; Sari, Anggun Lupita; JL, Ana Risqa
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 18 No. 2: December 2023
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v18i2.64588

Abstract

Pemecahan masalah merupakan hal dasar yang seharusnya dimiliki siswa, terutama dalam mempelajari matematika, jika pemecahan masalah yang dimiliki baik maka kemampuan matematika nya juga akan baik. Penelitian ini memiliki  tujuan untuk mengetahui hubungan langsung maupun tidak langsung antara self-efficacy, dan representasi matematis terhadap pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa SMP Negeri di Kebupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu stratified random sampling jumlah strata sebanyak 3 dan untuk masing-masing strata berjumlah 24, 30 dan 26 siswa, kemudian dengan menggunakan rumus slovin maka diperoleh jumlah sampel sebanyak 60 siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa angket self-efficacy serta tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan representasi matematis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan langsung positif dan signifikan antara self-efficacy terhadap representasi matematis, serta representasi matematis  dan self-efficacy terhadap pemecahan masalah matematis, juga representasi matematis secara signifikan memediasi hubungan tidak langsung antara self-efficacy terhadap pemecahan masalah matematis. Problem-solving is a basic thing that students should have, especially in mathematics lessons, if the problem-solving they have is good then their math skills will also be good. This study aims to determine the direct or indirect relationship between self-efficacy and mathematical representation of students' mathematical problem-solving. This study uses a quantitative approach to the type of research ex post facto. The population in this study were all-state junior high school students in Pesawaran District, Lampung Province. The Slovin formula was used to determine the number of samples, a sample of 60 students was obtained and the sampling technique used was stratified random sampling. The instruments used in data collection were self-efficacy questionnaires and tests of mathematical problem-solving abilities and mathematical representations. The results of this study indicate that there is a direct relationship between self-efficacy on mathematical representations, as well as mathematical representations and self-efficacy on solving mathematical problems. Mathematical representations also significantly mediate the indirect relationship between self-efficacy on mathematical problem-solving.
Pengembangan Media Play Mathematics with Technology dalam Melatihkan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Siswa Lailiyah, Siti; Kusaeri, Kusaeri; Dina, Anni Mujahidad; Irmanila, Elmita; Nuryaningsih, Putri Dwi
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 18 No. 1: June 2023
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v18i1.50957

Abstract

Pendidikan abad 21 harus memfasilitasi pembelajaran jarak jauh dan siswa dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Oleh karena itu penting untuk mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis teknologi dalam melatihkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan pendekatan kuantitatif. Fase pengembangan terdiri dari 6 fase yaitu initiation, specification, design, production, review and evaluation, delivery and implementation. Pemilihan subjek penelitian yaitu 36 siswa kelas V, 27 siswa kelas IX, dan 30 siswa kelas XII. Instrumen penelitian yaitu lembar observasi, wawancara, angket respon, serta tes berpikir kritis dan pemecahan masalah. Analisis kevalidan dan kepraktisan media PHET yang dikembangkan dengan validitas produk dan materi media, serta analisis dari analisis angket respon siswa. Sedangkan analisis keefektifan media dengan analisis tes kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Pengembangan Media PHET yang dikembangkan melalui tahapan: (a) Menyesuaikan dengan kurikulum 2013, memilih materi dimana kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa masih rendah yaitu materi pecahan, pola bilangan, dimensi tiga, serta menganalisis sejauh mana kemampuan siswa, dan membuat media PHET yang mudah dioperasikan, (b) Menyusun storyboard, (c) Memilih karakter yang sesuai dengan karakteristik siswa di setiap jenjang, warna yang dapat meningkatkan semangat belajar, dan sound effect, (d) Pembuatan media PHET dengan Unity, (e) Penilaian oleh validator bahwa media PHET dan instrumen valid dan reliabel, dan (f) Implementasi media untuk setiap jenjang didapatkan jika media PHET praktis. Penerapan media PHET terhadap siswa juga dikatakan efektif karena dapat melatihkan kemampuan berpikir kritis dengan hasil tes pada kategori sedang dan tinggi. 21st century education must facilitate distance learning, and students are required to have critical thinking and problem-solving skills. Therefore, it is important to develop technology-based mathematics learning media in practicing critical thinking and problem-solving skills. This type of research is development research with a quantitative approach. The development phase consists of 6 phases: initiation, specification, design, production, review and evaluation, delivery and implementation. The selection of research subjects were 36 students of class V, 27 students of class IX, and 30 students of class XII. The research instruments are observation sheets, interviews, response questionnaires, and critical thinking and problem-solving tests. Analysis of the validity and practicality of PHET media developed with the validities of media products and materials, as well as analysis of student response questionnaire analysis. The analysis of the effectiveness of the media with the analysis of critical thinking skills and problem solving. The development of PHET Media which was developed through the following stages: (a) Adapting to the 2013 curriculum, choosing materials where students' critical thinking and problem solving skills are still low, namely fractional material, number patterns, three dimensions, as well as analyzing the extent of students' abilities, and making PHET media that easy to operate; (b) Prepare storyboards; (c) Choose characters that match the characteristics of students at each level, colors that can increase enthusiasm for learning, and sound effects; (d) Making PHET media with Unity; (e) Assessment by the validator that PHET media and instruments are valid and reliable; (f) Implementation of media for each level is obtained if PHET media is practical. The application of PHET media to students is also said to be effective because it can train critical thinking skills with test results in the medium and high categories.
Eksplorasi rumah adat mekongga sebagai konteks pembelajaran matematika Wangsa, Arma; Marniati, Marniati; Umasugi, Sitti Mutia
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 19 No. 2: December 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v19i2.77937

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah masih cenderung menggunakan konteks-konteks yang kurang dipahami secara mendalam oleh peserta didik. Oleh karena itu, inovasi konteks dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan, salah satunya dengan menggunakan rumah adat sebagai representasi geometri yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi rumah adat Mekongga di Kabupaten Kolaka sebagai konteks pembelajaran geometri. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk mengeksplorasi replika rumah adat Mekongga. Eksplorasi dilakukan dengan memilih dua informan secara purposive, yaitu masyarakat dan pakar budaya Mekongga. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis untuk menemukan konsep-konsep matematika yang terkandung dalam desain rumah adat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah adat Mekongga dapat diintegrasikan sebagai konteks pembelajaran geometri di sekolah, khususnya pada konsep bangun dua dimensi, seperti segitiga, kesebangunan segitiga, persegi, persegi panjang, dan belah ketupat. Selain itu, konteks ini juga relevan untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran konsep transformasi geometri, mencakup refleksi, rotasi, dan translasi, serta pengenalan bangun tiga dimensi seperti balok dan prisma segitiga. Dengan demikian, menggunakan rumah adat Mekongga sebagai konteks pembelajaran tidak hanya memperkaya konteks materi matematika, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada peserta didik.
Efektivitas Pembelajaran berbasis Infographic Project ditinjau dari Statistical Reasoning dan Learning Persistence Yuntari, Yustina Hilda; Hamdi, Syukrul
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 19 No. 1: June 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v19i1.76174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pembelajaran berbasis infographic project ditinjau dari statistical reasoning dan learning persistence siswa SMA pada materi Penyajian Data Statistika. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan model pretest-posttest control group design sehingga terdapat kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran berbasis infographic project, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran ekspositori. Populasi penelitian adalah siswa kelas X di SMA Angkasa Adisutjipto Yogyakarta dengan cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, pretest-posttest kemampuan statistical reasoning, dan angket learning persistence siswa, yang telah divalidasi. Analisis data yang digunakan adalah uji beda rata-rata multivariat T2 Hotteling's dan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat ≥ 75% siswa tuntas mencapai KKTP (minimal 75) dalam kemampuan statistical reasoning; (2) terdapat ≥ 75% siswa memiliki learning persistence pada kategori tinggi (skor angket > 70); (3) terdapat perbedaan rata-rata nilai posttest kedua kelas yaitu rata-rata statistical reasoning dan learning persistence kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol; (4) nilai rata-rata posttest statistical reasoning kelas eksperimen sebesar 83,27 ≥ 75 (KKTP); dan (5) nilai rata-rata postscale angket learning persistence siswa sebesar 81,44 mencapai kategori tinggi (>70). rata-rata nilai posttest statistical reasoning kelas eksperimen (≥ 75 mencapai KKTP), Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis infographic project efektif ditinjau dari statistical reasoning dan learning persistence siswa SMA.
Memetakan Pedagogical Content Knowledge (PCK) Guru Matematika SMP: Sebuah Studi Komparatif Rapa, Zulfahmi Mustapa; Husniati, Andi
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 19 No. 2: December 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v19i2.73186

Abstract

Studi ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa beberapa siswa mengalami kesalahan konsep (miskonsepsi) dalam materi bilangan pecahan. PCK guru sangat berperan penting dalam pengetahuan konsepsi siswa. Oleh karena itu, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan profil pengetahuan konten pedagogik (PCK) guru matematika sertifikasi dan nonsertifikasi dengan komponen pengetahuan konten dan siswa (KCS) mengenai bilangan pecahan konsep relasi bagian-keseluruhan setting tertulis di UPT SPF SMP Negeri Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini mendeskripsikan apa adanya profil PCK guru matematika komponen KCS terhadap bilangan pecahan konsep relasi bagian-keseluruhan. Penelitian ini dilaksanakan dengan bantuan lembar tes pemahaman konsep siswa, dan pedoman wawancara vignette. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek guru matematika sertifikasi cenderung memiliki secara keseluruhan KCS pada bilangan pecahan konsep relasi bagian-keseluruhan yang terdiri dari model daerah, model pengukuran, dan model himpunan. Sedangkan subjek guru matematika nonsertifikasi masih terbatas dalam memiliki KCS dengan materi yang sama. KCS yang dimiliki oleh guru sangat berdampak pada pengetahuan konsepsi siswa pada materi. Minimnya pengetahuan konsepsi siswa tentunya akan berpengaruh pada hasil belajar. Alternatif untuk meningkatkan PCK guru khususnya KCS adalah dengan mengikuti program sertifikasi.
Model Klasik dan Model Fraksional untuk Dinamika Penyebaran Virus Covid-19 Berbasis Model Lotka-Volterra Suparno, Suparno; Jamal, Sri Wahyuni; Safitri, Riski
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 19 No. 2: December 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v19i2.76358

Abstract

Covid-19 telah menjadi pandemi global sejak pertama kali muncul pada akhir tahun 2019. Pandemi ini ditandai dengan penyebarannya yang cepat dan gejalanya yang tidak muncul dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penyebaran virus Covid-19 menggunakan pendekatan model Lotka-Volterra. Model yang diusulkan melibatkan model turunan klasik yang memuat  order bilangan bulat dan model turunan fraksional dengan order fraksional. Model matematika yang terbentuk memiliki dua titik ekuilibrium yang berbeda: titik ekuilibrium trivial dan titik ekuilibrium tak nol. Untuk model klasik, kestabilan titik ekuilibrium trivial adalah saddle, sedangkan titik ekuilibrium tak nol bersifat stabil asimptotik lokal. Selanjutnya, stabilitas lokal untuk model fraksional juga dibahas berdasarkan kondisi stabilitas Matignon. Karena melibatkan efek memori, model turunan fraksional memberikan gambaran yang lebih memadai dan realistis mengenai fenomena alam yang timbul dari model tersebut. Selain itu, hasil numerik menunjukkan bahwa parameter fraksional berpengaruh terhadap dinamika penyebaran Covid-19. Hasil ini mungkin dapat digunakan sebagai sebuah strategi bagi para pemangku jabatan dalam mengendalikan penyebaran pandemi.
Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis dan Literasi Matematika: Penerapan Desain Instruksional Pengintegrasian PBL dan ClassPoint Sumarna, Nana; Rusnawati, Rusnawati; Rahmawati, Ice
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 19 No. 2: December 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v19i2.78000

Abstract

Berpikir kritis dan literasi matematika merupakan aspek penting dalam pendidikan matematika di sekolah dasar, yang mendukung siswa dalam pemecahan masalah, penalaran logis, serta penerapan matematika dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bahan ajar (modul pengajaran, materi, dan asesmen) dengan mengintegrasikan Problem-Based Learning (PBL) dan ClassPoint, kemudian menerapkan desain tersebut dalam eksperimen semu. Penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas IV di SD Negeri 6 Kendari, dengan teknik purposive sampling untuk memilih kelas eksperimen (IVa) dan kelas kontrol (IVb dan IVc). Hasil analisis ANOVA dua arah menunjukkan bahwa desain instruksional yang mengintegrasikan PBL, ClassPoint, dan buku teks secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi matematika siswa, dengan nilai p (Sig.) sebesar 0.000 dan Partial Eta Squared sebesar 0.562. Penelitian ini mengonfirmasi efektivitas model tersebut dalam menciptakan perbedaan yang substansial antara kelompok perlakuan (PBL+ClassPoint+Buku Teks) dan kelompok kontrol. Hal ini menyoroti dampak positif dari integrasi PBL dan ClassPoint terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis dan literasi matematika siswa.
Gamifying Mathematics: A Hermeneutic Phenomenological Study Focused on Role-Playing Games in Linear Equations Fardian, Dilham; Herman, Tatang; Suryadi, Didi; Prabawanto, Sufyani
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 19 No. 1: June 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v19i1.74146

Abstract

The aim of this study is to investigate how the integration of technology, particularly games, in mathematics education serves as an innovation in mathematics learning. The focus of this research is on the integration of technology in mathematics education, particularly concerning the topic of algebra, specifically linear equations in one variable, using gamification media with the assistance of RPG Maker MV application. This research employs a hermeneutic phenomenological approach to understand the subjective meanings contained in individual experiences related to the use of gamification in a learning context. A total of 39 seventh-grade students and 2 educators from a public junior high school in Luwuk were selected as subjects for this study. The research utilized both test and non-test instruments. Data analysis followed the Miles and Huberman model, involving three stages, namely data reduction, data presentation, conclusion drawing. The results showed that the integration of technology, particularly the use of gamification in mathematics education, has received a positive response from students especially in the field of students' interest, collaboration, and motivation and serves as an innovation in mathematics learning. RPG games have great potential to be used as an interactive learning tools in the classroom because they contain various interesting features that support the psychological and cognitive development of students. Researchers are recommended to design a didactic design that integrate technology, ensuring that educational practices are both engaging and effective in enhancing students' learning experiences.
Analisis Kasus Kecanduan Media Sosial Menggunakan Metode Runge-Kutta Orde 15 Fatahillah, Arif; Pradista, Vyke Triawilly; Prihandini, Rafiantika Megahnia; Setiawani, Susi; Monalisa, Lioni Anka
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 19 No. 2: December 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v19i2.75754

Abstract

ecanduan media sosial adalah salah satu kasus yang dapat dianalisis menggunakan matematika. Kasus ini dapat dikemas menjadi model matematika. Model matematika yang digunakan pada penelitian ini adalah SEARQ. Metode runge-kutta orde 15 adalah metode numerik yang digunakan untuk menyelesaikan kasus kecanduan media sosial pada penelitian ini. Penelitian ini menganalisa konvergensi, efektivitas, dan efisiensi metode runge-kutta orde 15 serta melakukan simulasi numerik untuk melihat perilaku penyebaran kasus kecanduan media sosial. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil kuesioner dan metode dokumentasi. Hasil dari penelitian ini mendapatkan dua formula metode runge-kutta orde 15 yang dinamakan RK15X dan RK15Y. Hasil analisa kasus kecanduan media sosial secara numerik menunjukkan bahwa kasus kecanduan media sosial ini bersifat endemik. Kecanduan media sosial dapat menjadi kasus yang merebak dan menetap dari waktu ke waktu.
Modeling Human Development Index of East Java Using Spatial Autoregressive and Spatial Error Ensemble Jelita, Nadia Aulia; Handajani, Sri Sulistijowati; Susanto, Irwan
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 19 No. 2: December 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v19i2.78621

Abstract

The human development index (HDI) is an indicator used to monitor the government's success in developing the quality of human life. East Java Province's HDI is the lowest compared to other provinces on Java Island. Therefore, it is necessary to improve human development in this province. Attention must be paid to all aspects of human development, including the relationship between neighboring regions. The spatial regression method is an analysis method that considers the spatial dependency of the data. Ensemble spatial regression combines several spatial models by adding noise to the response variable, which is expected to reduce the diversity in the data. This research aims to use ensemble spatial regression to examine the East Java HDI. East Java HDI has spatial lag and spatial error dependence, modeled with SAR and SEM. Queen contiguity is used as a spatial weight. The SEM model does not fulfill the homogeneity assumption, so it is continued with the ensemble method. The ensemble method is proven to reduce diversity, so  SEM Ensemble fulfills the assumption of homoscedasticity. After analysis using SAR and SEM Ensemble, the SAR model was chosen as the best model with the largest  and lowest AIC value. Significant variables on East Java HDI are life expectancy, expected years of schooling, average years of schooling, and expenditure per capita.