Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Profil Berpikir Analitis Masalah Aljabar Siswa Ditinjau dari Gaya Kognitif Visualizer dan Verbalizer Ilma, Rosidatul; Hamdani, A Saepul; Lailiyah, Siti
JURNAL REVIEW PEMBELAJARAN MATEMATIKA Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrpm.2017.2.1.1-14

Abstract

This research aimed to describe the profile of the visualizer and verbalizer students to think analytically in solving mathematical problems. The subjects were 3 visualizer students and 3 verbalizer students obtained by VVQ questionnaire. The research data are the form of analytical thinking tests and interviews were then analyzed based on the indicators of analytical thinking in solving mathematical problems based on the stage Polya. The results obtained by the visualizer students mention known and asked by picture, modelize problem by picture, use any different strategies, and conclude by picture. In other hand, verbalizer students mention known and asked by words, modelize problem by word (symbol or alphabet), use same strategy, and conclude by words. In the final result, there is no difference ability between the visualizer and verbalizer students cognitive style to think analytically in solving the problem because both are quite good.
PROFIL BERPIKIR KRITIS CALON GURU MATEMATIKA DALAM PEMBUKTIAN TEOREMA GEOMETRI Siti Lailiyah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.135 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i1.2668

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan berpikir kritis mahasiswa calon guru matematika dalam membuktikan teorema geometri. Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad 21 terpenting yang dibutuhkan dunia kerja atau dunia industri, salah satunya adalah berpikir kritis. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripstif kualitatif dengan tiga subjek penelitian mahasiswa pendidikan matematika UIN Sunan Ampel Surabaya. Instrumen penelitian ini terdiri dari tes tulis dan wawancara yang selanjutnya data dikelompokkan dan dianalisis sesuai dengan indikator berpikir kritis. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan: (1) dua subjek dapat menuliskan dan menyebutkan apa yang dibuktikan pada masalah tersebut namun sebagian benar dan sebagian salah, hanya satu subjek yang menuliskan dengan benar dan lengkap, (2) semua subjek menggambarkan segitiga dengan benar dan simbol-simbol matematika yang ditulis tepat, (3) semua subjek dapat membuktikan teorema dengan cara benar dan sistematis, dan (4) dua subjek melakukan pengecekan kembali namun pengecekannya tidak lengkap dan tidak sistematis, sedangkan satu subjek tidak melakukan pengecekan pembuktian teorema. Jadi dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis mahasiswa calon guru matematika pada penelitian ini dalam membuktikan teorema geometri termasuk kategori sangat baik.AbstractThe purpose of this study is to describe the critical thinking of prospective mathematics teacher students in proving the geometry theorem. Critical thinking is one of the most important 21st-century skills needed by the world of work or industry, one of which is critical thinking. This type of research is a qualitative descriptive study with three research subjects mathematics education students of UIN Sunan Ampel Surabaya. The instrument of this study consisted of written tests and interviews in which the data were grouped and analyzed according to indicators of critical thinking. Based on the results of data analysis, it is found: (1) two subjects can write down and mention what is proven on the problem but some are correct and some are wrong, only one subject writes correctly and completely, (2) all subjects draw triangles correctly and mathematical symbols are written correctly, (3) all subjects can prove theorems correctly and systematically, and (4) two subjects re-check but the checks are incomplete and not systematic, while one subject does not verify the theorem. So it can be concluded that the critical thinking of prospective mathematics teacher students in this study in proving the geometry theorem is very good.
Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi dan Literasi Digital Peserta Didik Madrasah Ibtidaiyah Faridah, Nadia Risya; Afifah, Eka Nur; Lailiyah, Siti
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi dan literasi digital pada peserta didik madrasah ibtidaiyah. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain penelitian yang digunakan adalah control group pretest-posttest design. Dengan menggunakan teknik random sampling, diperoleh sampel untuk kelas eksperimen dan kontrol. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) dan pembelajaran konvensional dengan metode ceramah pada kelas kontrol. Data kemampuan literasi numerasi dan literasi digital tersebut diperoleh menggunakan tes tulis berupa angket yang didukung oleh pemberian soal pilihan ganda dan benar-salah pada peserta didik. Hasil dari penelitian yaitu penggunaaan model pembelajaran PjBL (project-based learning) efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi dan literasi digital pada peserta didik kelas V MI Al-Fithrah Surabaya. Dengan perolehan nilai signifikansi sebesar 0,107 < 0,05 menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independent (X) terhadap semua variabel dependen (Y1 dan Y2). Hal ini terlihat pada pengaruh yang terjadi di kelas eksperimen yang diberikan perlakuan model pembelajaran PjBL (project-based learning) lebih unggul dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional.
Efektivitas Model Hybrid Learning dan Blended Learning Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Sulthoniyah, Imroatus; Afianah, Vina Nur; Afifah, Kiki Rizkiatul; Lailiyah, Siti
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2379

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui efektivitas model hybrid lerning dan blended learning terhadap motivasi belajar siswa kelas IV MI Al-Karim Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen yang diberikan perlakuan model hybrid learning dan kelas kontrol yang diberikan perlakuan dengan model blended learning. Penelitian ini dilakukan di kelas IV MI Al-Karim Surabaya. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui penyebaran angket lewat google form. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda melalui aplikasi SPSS 22. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model hybrid learning dan blended learning terbukti memberikan pengaruh yang positif terhadap motivasi belajar siswa di MI Al-Karim Surabaya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model hybrid learning dan blended learning efektif memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar.
Efektivitas Penggunaan Media Youtube dan Quiziz dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Pangestu, Aji; Fatah, Muhammad Firman; Untsa, Ashfiyatul; Lailiyah, Siti
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3952

Abstract

Transisi pembelajaran menuju pasca pandemi mengubah metode pembelajaran dari daring menjadi luring. Hal ini menimbulkan perubahan kondisi belajar yang semula bebas menjadi terkontrol dan berimbas pada motivasi belajar siswa. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media youtube dan quizizz dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Tanada Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif one-shot case study design dengan sampel 20 siswa kelas IV B yang diberi perlakuan berupa penggunaan media youtube dan quizizz. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket. Analisis data menggunakan regresi linier berganda berbantu aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui uji F, diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan Fhitung lebih besar dari Ftabel (9451,133 > 3,55). Artinya, penggunaan media youtube dan quizizz terbukti efektif dan memiliki pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa.
Pengembangan Media Play Mathematics with Technology dalam Melatihkan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Siswa Lailiyah, Siti; Kusaeri, Kusaeri; Dina, Anni Mujahidad; Irmanila, Elmita; Nuryaningsih, Putri Dwi
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 18 No. 1: June 2023
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v18i1.50957

Abstract

Pendidikan abad 21 harus memfasilitasi pembelajaran jarak jauh dan siswa dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Oleh karena itu penting untuk mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis teknologi dalam melatihkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan pendekatan kuantitatif. Fase pengembangan terdiri dari 6 fase yaitu initiation, specification, design, production, review and evaluation, delivery and implementation. Pemilihan subjek penelitian yaitu 36 siswa kelas V, 27 siswa kelas IX, dan 30 siswa kelas XII. Instrumen penelitian yaitu lembar observasi, wawancara, angket respon, serta tes berpikir kritis dan pemecahan masalah. Analisis kevalidan dan kepraktisan media PHET yang dikembangkan dengan validitas produk dan materi media, serta analisis dari analisis angket respon siswa. Sedangkan analisis keefektifan media dengan analisis tes kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Pengembangan Media PHET yang dikembangkan melalui tahapan: (a) Menyesuaikan dengan kurikulum 2013, memilih materi dimana kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa masih rendah yaitu materi pecahan, pola bilangan, dimensi tiga, serta menganalisis sejauh mana kemampuan siswa, dan membuat media PHET yang mudah dioperasikan, (b) Menyusun storyboard, (c) Memilih karakter yang sesuai dengan karakteristik siswa di setiap jenjang, warna yang dapat meningkatkan semangat belajar, dan sound effect, (d) Pembuatan media PHET dengan Unity, (e) Penilaian oleh validator bahwa media PHET dan instrumen valid dan reliabel, dan (f) Implementasi media untuk setiap jenjang didapatkan jika media PHET praktis. Penerapan media PHET terhadap siswa juga dikatakan efektif karena dapat melatihkan kemampuan berpikir kritis dengan hasil tes pada kategori sedang dan tinggi. 21st century education must facilitate distance learning, and students are required to have critical thinking and problem-solving skills. Therefore, it is important to develop technology-based mathematics learning media in practicing critical thinking and problem-solving skills. This type of research is development research with a quantitative approach. The development phase consists of 6 phases: initiation, specification, design, production, review and evaluation, delivery and implementation. The selection of research subjects were 36 students of class V, 27 students of class IX, and 30 students of class XII. The research instruments are observation sheets, interviews, response questionnaires, and critical thinking and problem-solving tests. Analysis of the validity and practicality of PHET media developed with the validities of media products and materials, as well as analysis of student response questionnaire analysis. The analysis of the effectiveness of the media with the analysis of critical thinking skills and problem solving. The development of PHET Media which was developed through the following stages: (a) Adapting to the 2013 curriculum, choosing materials where students' critical thinking and problem solving skills are still low, namely fractional material, number patterns, three dimensions, as well as analyzing the extent of students' abilities, and making PHET media that easy to operate; (b) Prepare storyboards; (c) Choose characters that match the characteristics of students at each level, colors that can increase enthusiasm for learning, and sound effects; (d) Making PHET media with Unity; (e) Assessment by the validator that PHET media and instruments are valid and reliable; (f) Implementation of media for each level is obtained if PHET media is practical. The application of PHET media to students is also said to be effective because it can train critical thinking skills with test results in the medium and high categories.
The effectiveness of auditory intellectually repetition learning model in improving students' mathematical spatial abilities Kharisma, Nur Izzatul; Lailiyah, Siti
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2024): Januari - April 2024
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v10i1.2425

Abstract

Tujuan penelitian yaitu menjelaskan penerapan pembelajaran, aktivitas siswa, dan menilai efektivitas model AIR untuk menunjang peningkatan kemampuan spasial matematika siswa. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Subjeknya yaitu kelas VIII-D UPT SMPN 10 Gresik. Lembar observasi dan pretest-posttest merupakan instrumen penelitian. Materi yang diujikan pada tes adalah bangun ruang yang memuat 3 soal uraian berbeda. Data dianalisis menggunakan uji T dan uji Gain dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian memperlihatkan jika keterlaksanaan pembelajaran yang dilangsungkan dalam dua pertemuan terkategori sangat baik di mana nilainya sama yaitu besarnya 3,74 atau 93,5%. Aktivitas siswa terkategori aktif, dengan nilai sebesar 64,27% dan 65,32%. Nilai rata-rata kemampuan spasial matematika siswa mengalami peningkatan yang awalnya memiliki nilai 32,7645 menjadi 61,7087. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi , sehingga diterima. Hasil uji gain normal besarnya 0,4305 sehingga meningkatnya kemampuan spasial matematika siswa dikategorikan sedang. Maka model pembelajaran AIR dikatakan efektif dalam menunjang peningkatan kemampuan spasial matematika siswa. Dengan demikian, model pembelajaran AIR bisa diimplementasikan dalam menunjang kemampuan spasial matematika siswa.
Student’s ways of thinking and ways of understanding analysis in solving mathematics problems in term of adversity quotient Lailiyah, Siti; Fitria Anis Kurlillah; Kusaeri
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 16 No. 2 (2023): Beta November
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v16i2.567

Abstract

[English]: There are two categories of thinking skills that influence each other in mathematical knowledge, namely a thinking process called ways of thinking (WoT) and ways of understanding (WoU). This study aims to describe students' WoT and WoU in solving mathematics problems in terms of adversity quotient (AQ). This research is descriptive and qualitative. The participants of this study were students at MTs Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo. The subjects were selected based on the results of the adversity response profile test using a purposive sampling technique, so there were 3 climbers, 3 campers, and 2 quitter. The written test and interview data were analyzed according to the WoT and WoU indicators. The results of this study indicate that the WoT climber students tend to have one strategy in solving mathematical problems that leads to the correct solution, an empirical WoT, and a very good belief in mathematical concepts. Meanwhile, the WoT campers and quitters tend to have one strategy that leads to wrong solutions, and beyond belief WoT. The camper students have good confidence, while quitter students have less confidence in mathematical concepts. The WoU climber students are in the very good category, camper students are enough, and quitter students are in the less category. The WoT and WoU of climber students are better than those of camper and quitter students. [Bahasa]: Terdapat dua kategori keterampilan berpikir yang saling mempengaruhi dalam pengetahuan matematika yaitu proses berpikir yang disebut ways of thinking (WoT), dan cara pemahaman siswa yang disebut dengan ways of understanding (WoU). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan WoT dan WoU siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari adversity quotient (AQ). Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini merupakan siswa di MTs Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo. Subjek dipilih berdasarkan hasil tes adversity respons profile menggunakan teknik purposive sampling, sehingga didapatkan 3 siswa climbers, 3 campers dan 2 quitters. Data tes tulis dan wawancara dianalisis sesuai indikator WoT dan WoU. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa WoT siswa climber dalam menyelesaikan masalah matematika cenderung memiliki satu strategi yang mengarah pada solusi benar, cara berpikir empiris, dan memiliki keyakinan yang sangat baik terhadap konsep matematika. Sedangkan WoT siswa camper dan quitter cenderung memiliki satu strategi yang mengarah pada solusi salah, dan cara berpikir luar keyakinan. Siswa camper memiliki keyakinan yang baik, sedangkan siswa quitter memiliki keyakinan yang kurang terhadap konsep matematika. WoU siswa climber berkategori sangat baik, siswa camper berkategori cukup. dan siswa quitter berkategori kurang. WoT dan WoU siswa climber lebih baik dibandingkan siswa camper dan quitter.
Exploring Reading Comprehension and Speed: A Study of SMAN 1 Mojo Students Lestari, Nurul Dwi; Azizah, Syafrinnissa; Lailiyah, Siti; Yulaikha, Siti
Indonesian Journal of Multidisciplinary Educational Research Vol. 1 No. 1: April 2023
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ijomer.v1i1.913

Abstract

The problem being analyzed during this research is dissimilarity in the effective reading ability between one student and others and the factors that affect the effective reading speed. The method used was a case study method combined with a quantitative methodology. Twenty-seven students were involved as the research subjects. The data were obtained from observation text entitled "D'topeng Museum Angkut" read by the students. The process of calculating reading time was calculated independently by the students using a stopwatch. The results showed that (1) the average reading speed of the students was in the moderate or sufficient speed category; (2) the reading speed per student was in the adequate category (250 – 350 wpm). Even three students were in the effective category (above 350 wpm); and (3) concentration was one of the factors that influenced the effective reading speed. It can be concluded that in the analysis of the effective reading speed in class XI IPS 1 at SMAN 1 MOJO, the students had a moderate or adequate reading speed.
PROFILE OF STUDENTS’ MATHEMATICAL CONNECTION IN SOLVING ETHNOMATHEMATICS PROBLEMS IN TERMS OF HIGH MATHEMATICAL ABILITY : PROFIL KONEKSI MATEMATIKA MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ETNOMATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI Siti Lailiyah; Aning Wida Yanti
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 12 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2024v12n1a2

Abstract

Mathematical connections are one of the five standards in mathematics learning and must have by students in the 21st century. Mathematics learning using culture (ethnomathematics) has a positive impact on students' mathematical understanding. Therefore, this research focuses on students' mathematical connections in solving ethnomathematics problems in terms of high mathematical abilities. This research aims to describe students' mathematical connections in solving ethnomathematics problems in terms of high mathematical abilities. This type of research is descriptive qualitative research. The subjects of this research were four mathematics education students at UIN Sunan Ampel Surabaya who had the highest Grade Point Average (GPA) of more than 3,5. Data was collected through written tests and interviews. The written test was used to reveal students' mathematical connection skills in solving Arek culture ethnomathematics problems. The interview used data triangulation by comparing students' answers when completing the test with what is revealed and deepening the results of the written test if there is something that needs to be confirmed. Next, the data is grouped and analyzed according to mathematical connection indicators. Based on the results of this analysis, it was found that the mathematical connections of students who had high mathematical abilities in solving ethnomathematics problems were in the less and very less categories. Meanwhile, the types of mathematical connections in the four subjects in solving ethnomathematics problems are procedural connections, comprehension connections, and equivalent representation connections.