cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2023)" : 10 Documents clear
Ketidakpuasan terhadap Tubuh dan Indeks Masa Tubuh sebagai Prediktor terhadap Perilaku Makan Intuitif Remaja Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti; Immanuel, Aria Saloka; Gagahriyanto, Muhammad Anjar
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p04

Abstract

Abstrak Idealnya perilaku makan dalam keseharian individu dapat memberikan dampak sehat secara fisik maupun psikososial. Namun, terkadang individu berperilaku makan semata-mata dilakukan karena ketidaknyamanan kondisi psikologis dan sosial, ataupun sebaliknya, perilaku makan yang berdampak pada kondisi fisik dan psikososial yang kurang sehat. Perilaku makan intuitif menjadi salah satu alternatif perilaku makan yang lebih adaptif karena lebih mengandalkan sinyal fisiologis rasa lapar dan rasa kenyang, untuk makan maupun menghentikan aktivitas makan. Agar individu dapat intuitif dalam berperilaku makan dibutuhkan faktor-faktor tertentu. Faktor yang dipertimbangkan dalam perilaku makan remaja adalah ketidakpuasan terhadap tubuh dan indeks massa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ketidakpuasan terhadap tubuh dan indeks massa tubuh terhadap perilaku makan intuitif pada remaja. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Perilaku Makan Intuitif, Skala Ketidakpuasan terhadap Tubuh, pada remaja sebanyak 135 orang. Reliabilitas Skala Perilaku Makan Intuitif adalah 0,625, dan reliabilitas dimensi kognitif, afektif, serta perilaku pada Skala Ketidakpuasan terhadap Tubuh berkisar antara 0,689-0,835. Hasil uji regresi berganda menunjukkan model prediksi ketidakpuasan terhadap tubuh F(4,130)=5,205, p<0,05, yang mengindikasikan bahwa ketidakpuasan terhadap tubuh dan indeks massa tubuh secara bersama-sama berperan terhadap perilaku makan intuitif, meskipun kemudian ditemukan bahwa hanya dimensi perilaku dari ketidakpuasan terhadap tubuh (beta=-0,391, p<0,05) yang secara signifikan memprediksi perilaku makan intuitif jika dibandingkan dengan prediktor lainnya dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, patut dipertimbangkan faktor ketidakpuasan terhadap tubuh yang lebih rendah guna membantu perilaku makan remaja yang lebih intuitif sehingga diperolehnya kondisi fisik dan psikososial yang lebih sejahtera. Kata kunci: indeks massa tubuh, ketidakpuasan terhadap tubuh, perilaku makan intuitif, remaja Abstract Ideally, eating behavior should be beneficial for individuals’ physical and psychosocial well-being. However, individuals sometimes exhibit eating behavior that is motivated by psychological and social discomforts, or vice versa, where eating behavior causes unhealthy conditions. In this study, intuitive eating behavior could be one of the alternatives for a more adaptive way of eating because it relies on the physiological cues of hunger and satiety for the individuals to eat or stop eating. There are some known factors for individuals to eat intuitively, such as body dissatisfaction and body mass index. This study aims to investigate the role of body dissatisfaction and body mass index in adolescents’ intuitive eating behavior. There were two instruments employed in this study, namely the Intuitive Eating Behavior Scale and Body Dissatisfaction Scale, which were administered to 135 participants. Reliability for the Intuitive Eating Behavior Scale was 0.625, while the cognitive, affective, and behavioral dimensions of Body Dissatisfaction Scale were ranging from 0.689-0.835. The multiple regression analysis showed a predictive model of body dissatisfaction [F(4,130)=5.205, p<0.05], which indicates that body dissatisfaction and body mass index simultaneously affect intuitive eating behavior, although it was later found that only the behavior dimension of body dissatisfaction (beta=-0,391, p<0,05) that could significantly predict intuitive eating behavior compared to the other predictors in this study. Therefore, it is recommended that the behavioral aspect of body dissatisfaction should be considered as an important factor in adolescents’ intuitive eating behavior in order to achieve a better physical and psychosocial well-being. Keywords: body mass index, body dissatisfaction, intuitive eating behavior, adolescents
Hubungan Citizen Trust to Government Dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19 Furqon, Hafidh; Herani, Ika
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p01

Abstract

Abstrak Virus corona telah bermutasi menjadi varian tipe baru yaitu Omicron dengan tingkat penularan yang tinggi. Bahaya varian jenis ini tidak diimbangi dengan peningkatan Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19 yang telah ditetapkan pemerintah sehingga menyebabkan naiknya kasus positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan warga kepada pemerintah dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan COVID-19. Partisipan berjumlah 214 orang yang diambil menggunakan metode kuantitatif non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Alat ukur untuk penelitian ini menggunakan Citizen Trust in Government Organization Scale dan Skala Kepatuhan menggunakan COVID-19 Prevention Guidelines Scale. Hasil analisis product moment Pearson dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara Citizen Trust to Government dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19. Kata kunci: Citizen Trust to Government; COVID-19; kepatuhan; protokol kesehatan Abstract The coronavirus has mutated into a new type variant, namely Omicron with a high transmission rate. The danger of this type of variant is not matched by increased compliance with the COVID-19 health protocol that has been set by the government, causing an increase in positive cases. This study aims to determine the relationship between citizens' trust in the government and compliance with the COVID-19 health protocol. Participants amounted to 214 people who were taken using a quantitative non-probability sampling method with an accidental sampling approach. The measuring instrument in this study used the Citizens Trust Scale in Government Organizations and the Compliance Scale used the COVID-19 Prevention Guidelines Scale. The results of Pearson's product moment analysis can be concluded that there is a positive relationship between citizens' trust to the government and compliance with health protocol COVID-19. Keywords: Citizen Trust to Governmen;, compliance; COVID-19; health protocol
Flexible work arrangement dan work-life balance pada generasi milenial Dewi, Desak Nyoman Arista Retno; Kinasih Widyanti, Priscila Rosa
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p02

Abstract

Currently, millennial generation employees are the working group that dominates employment in Indonesia. Millennial generation employees are characterized by their awareness of getting work-life balance. This is in line with the survey results which show that the majority of millennial employees want a balance between their personal and work lives. The opportunity to apply flexible work arrangements is believed to have an effect on employees' work-life balance conditions. In the COVID-19 pandemic situation, the application of working from home makes implementing flexible work arrangements a challenge to be able to get a work-life balance. This is because the actual working hours exceed the supposed working hours. The purpose of this study is to analyze the effect of implementing flexible work arrangements on work-life balance conditions for millennial employees. This research is a quantitative research with work-life balance as dependent variable and flexible work arrangement as independent variable. The data collection method used a Likert scale with five alternative answer choices. The research subjects are millennial generation employees who work with a hybrid system or a combination of work from home and work from office. Data analysis used non-parametric Kendall's tau-b correlation test because one of the assumption tests was not met. The results showed a significance value of 0.332 > 0.05, which means that there is no influence between flexible work arrangements and work-life balance. There are other factors that are more personal in nature that can support the achievement of work-life balance for millennial generation employees.
Penyesuaian Diri Orangtua dalam Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Belajar dari Rumah selama Pandemi Covid-19 Agustina, Anita; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p05

Abstract

Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar bagi bidang pendidikan. Pemerintah melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menerbitkan kebijakan belajar dari rumah. Belajar dari rumah memberikan tuntutan bagi semua orangtua terlebih orangtua ABK untuk meluangkan waktu dan tenaga ekstra mendampingi anak belajar di rumah. Orangtua perlu melakukan penyesuaian diri untuk menghadapi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian diri yang dilakukan orangtua selama mendampingi ABK belajar dari rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Responden penelitian ini adalah orangtua dari anak dengan ADHD dan Asperger’s Disorder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri yang dilakukan orangtua meliputi aspek koping, self-knowledge, dan komunikasi interpersonal. Orangtua dari anak ADHD cenderung menggunakan emotional focused coping yang kurang efektif dilihat dari perilaku yang muncul yaitu membentak, menangis, memukul, dan memilin telinga ABK. Orangtua dari anak dengan Asperger’s Disorder mampu mengendalikan diri dan menggunakan strategi koping yang efektif. Self-knowledge yang dimiliki tentang dirinya dan ABK membantu orangtua dari anak Asperger’s Disorder melakukan penyesuaian. Kedua orangtua mampu menjalin komunikasi interpersonal yang baik dengan semua pihak yang terlibat dalam proses belajar dari rumah. Faktor-faktor yang memengaruhi penyesuaian diri orangtua yaitu kondisi fisik orangtua, dukungan sosial, dan pengalaman masa lalu.
Corrigendum: Model Process-Person-Context-Time (PPCT) Bronfenbrenner Pada Kesehatan Mental Konteks Kebencanaan Omega, Petrayuna Dian
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p03

Abstract

Abstrak Petra Yuna Dian Omega menemukan kesalahan pada penulisan artikel yang telah terbit yakni ”Model Process Person-Context-Time (PPCT) Bronfenbrenner Pada Kesehatan Mental Konteks Kebencanaan”, Dian Omega, Petrayuna (2023). Dalam catatan ini kami menerbitkan kembali naskah yang telah dikoreksi dalam versi terbaru. Bencana alam dapat menyebabkan masalah kesehatan mental. Kesehatan mental merupakan hal penting untuk menghadapi situasi tak terduga. Teori kesehatan mental dari Bronfenbrenner khususnya teori proses proksimal Bronfenbrenner dengan model Process-Person-Context-Time (PPCT) dapat memprediksi kesehatan mental karena teori ini dapat mendeteksi hubungan antara faktor-faktor proksimal dan berbagai luaran kesehatan mental. Bronfenbrenner tidak banyak membahas mengenai objek-objek dan simbol-simbol dalam risetnya dimana hanya satu artikel yang mengupas hal tersebut. Jika dibandingkan dengan interaksi interpersonal, interaksi dengan objek dan simbol dapat terjadi tanpa melibatkan orang lain, sehingga sumber daya dan kepemilikan seseorang berperan besar dalam memengaruhi kekuatan dan arah proses proksimal. Penelitian ini menggunakan Diskusi Kelompok Terarah dengan partisipan 10 orang wanita dewasa penyintas bencana alam di Palu Sulawesi Tengah tahun 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan pada kondisi bencana banyak orang kehilangan objek dan simbol berharga dalam hidupnya sehingga perlu mengeksplorasi lebih lanjut kesesuaian model PPCT dalam kesehatan mental konteks kebencanaan. Penelitian ini membutuhkan studi lebih lanjut untuk memastikan kesesuaian penggunaan model PPCT dalam kesehatan mental konteks kebencanaan. Kata kunci: bencana; kesehatan mental; model PPCT; simbol dan objek Abstract Natural disasters can cause mental health problems. Mental health is important for dealing with unexpected situations. Mental health theory from Bronfenbrenner especially Bronfenbrenner's proximal process theory with the Process-Person-Context-Time (PPCT) model can predict mental health because this theory can detect the relationship between proximal factors and various mental health outcomes. Bronfenbrenner doesn't talk much about objects and symbols in his research where only one article explores them. When compared with interpersonal interaction, interaction with objects and symbols can occur without involving others, so that one's resources and possessions play a big role in influencing the power and direction of proximal processes. This study used a Focus Group Discussion with participants of 10 adult women survivors of natural disasters in Palu, Central Sulawesi in 2018. The results of this study show that in catastrophic conditions many people lose valuable objects and symbols in their lives so it is necessary to further explore the suitability of the PPCT model in mental health in the context of disaster. This research requires further studies to ascertain the suitability of the use of the PPCT model in mental health disaster contexts. Keywords: disaster; mental health; PPCT model; symbol and object
A Efektifitas Cognitive Behaviour Therapy (CBT) Sebagai Intervensi Trauma Related Symptomps: Studi Meta Analisis Moza, Benazir; Yudiarso, Ananta
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p08

Abstract

Gejala trauma merupakan efek yang sangat umum dirasakan bagi orang-orang yang pernah mendapati diri menghadapi peristiwa yang negative bagi dirinya. Gejala trauma bentuk munculnya berbeda-beda dari mulai gejala ringan saja seperti yang dihadapi individu itu sendiri atau bahkan menunjukkan gejala yang dapat mengganggu kehidupan sosialnya seperti kecemasan berlebih (anxiety), gangguan trauma, hingga PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder yang merupakan gangguan psikologis dari trauma hebat atau berkepanjangan yang dirasakan seseorang. Perlu adanya intervensi untuk mengatasi gejala trauma yang dialami indivdu, salah satu metodenya adalah Cognitive Behavioural Therapy atau CBT namun banyak penelitian yang mengemukakan hasil berbeda terhada efektifitasnya. Maka dari itu peneltian ini menggunakan metode meta-analysis untuk meninjau 12 jurnal international yang bersifat eksperimen dan melibatkan kelompok eksperimen juga control secara random. Didapati hasil effect size medium to large dengan nilai -0,736 (95% CI= -1,827 hingga -0,355) dengan moderator jenis CBT yang digunakan dalam penelitian juga bias publikasi yang berasal dari perbedaan hasil efektifitas jurnal yang direview. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi CBT cukup mampu mengatasi trauma related symptomps namun harus dipertimbangkan jenis CBT apa yang diberikan mengingat tingkat efektifitasnya dapat berbeda-beda. Kata kunci: CBT, Kecemasan, Meta-Analysis, PTSD, Trauma ? Abstract Trauma related symptomps are known effects felt by people who have encountered potentially traumatic or negative events in their life. Trauma related symptomps can surface differently according to those who experienced them. From minor symtomps that an individual may experienced themselves or major symptomps which interrupt one’s social life such as anxiety, heavy trauma, or even PTSD Post Traumatic Stress Disorder. An intervention is needed to help treat these trauma related symtomps, one of the available intervention method is Cognitive Behavioural Therapy or CBT. but there are different results on how effective CBT is to treat trauma relate symtomps, so therefore this research is going to use meta-analysis to review 12 existing international randomized controlled trial journals that uses the design of having experimental and controlled group. The results of this research shows large to medium effect size with the score of -0,736 (95% CI= -1,827 hingga -0,355) that includes moderating factor of the CBT kind that is used in each journal and a publication bias because of the result of different kinds of CBT resulting in different level of its effectiveness in treating trauma related symtomps. This results indicated that CBT is quite effective on treating trauma related symtomps but the kind of CBT used must be taken into consderations in regards of different kinds of CBT resulted in different level of effectiveness. Keywords: Anxiety, CBT, Meta-analysis, PTSD, Trauma
Marriage satisfaction in early adult women in long distance marriage Hermansyah, Muhamad Taufik
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p09

Abstract

Abstrak Kepuasan pernikahan merupakan isu penting untuk dibahas beberapa dekade ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pada wanita dewasa awal yang tengah menjalani pernikahan jarak jauh. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan desain fenomenologi, untuk melihat bagaimana pengalaman partisipan dan esensi dari pengalaman tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling dengan memilih partisipan sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima tema dalam kepuasan pernikahan, yaitu understanding, komunikasi, kebutuhan materi, kebutuhan psikologis dan cinta bertanggung jawab. Penelitian ini secara empirik dapat memberikan gambaran dan pengetahuan mengenai kepuasan pernikahan pada wanita dewasa awal yang tengah menjalani pernikahan jarak jauh dapat dilihat dari lima tema yang akan dibahas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan keilmuan psikologi, khususnya dalam bidang psikologi keluarga. Perlunya penelitian lebih lanjut untuk memberikan pengembangan dalam ilmu psikologi keluarga. Kata Kunci: Dewasa awal; kepuasan pernikahan; pernikahan jarak jauh; pasangan hidup Abstract Marriage satisfaction is an important issue to discuss in recent decades. This study aims to explore the experiences of early adult women who are undergoing long-distance marriage. This research method uses qualitative with a phenomenological design, to see how the participants experience and the essence of that experience. The data collection technique used purposive sampling by selecting participants according to the research criteria. The results showed that there were five themes in marriage satisfaction, namely understanding, communication, material needs, psychological needs and responsible love. This research can empirically provide an overview and knowledge of marriage satisfaction in early adult women who are undergoing long-distance marriage. It can be seen from the five themes that will be discussed. The results of this study are expected to develop psychological science, especially in the field of family psychology. The need for further research to provide development in family psychology. Keywords: Early adult, marriagel satisfaction, long distance marriage, spouse
Job Crafting dan Work Engagement pada Wanita Karir Saputri, Okta Silvyana; Prahara, Sowanya Ardi
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p07

Abstract

Abstrak Perkembangan era digital dan globalisasi membawa dampak kenaikan tenaga kerja wanita di Indonesia yang terserap di beberapa sektor industri, khususnya sektor formal. Pekerja wanita di sektor formal cenderung memiliki aturan yang lebih mengikat. Aturan yang mengikat dan tuntutan untuk mengurus pekerjaan rumah seringkali membuat perempuan lebih bermasalah dalam bekerja. Oleh karena itu wanita bekerja menerapkan job crafting untuk menumbuhkan motivasi, lebih berkembang, profesional, dan lebih engage dengan pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara job crafting dan work engagement pada wanita karir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode uji korelasi. Responden dalam penelitian ini adalah wanita karir yang bekerja di sektor formal di PT. X yang telah bekerja minimal 1 tahun (n=86) yang diperoleh melalui teknik analisis regresi linear berganda. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Job Crafting dan Skala Work Engagement. Hasil analisis dengan analisis regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi sebesar 0,345 (p<0,050). Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif signifikan antara job crafting dan work engagement pada wanita karir di PT.X.
Hubungan Dark Triad dengan Kecenderungan Perilaku Bullying Mahasiswa Universitas Nusa Cendana Damayanti, Yeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p10

Abstract

Abstrak Kejadian bullying yang terjadi di lingkungan institusi pendidikan menjadi perhatian berbagai kalangan. Seseorang yang melakukan bullying memiliki sifat suka mendominasi, suka memanfaatkan orang lain, sulit melihat situasi dari titik pandang orang lain, serta haus akan perhatian. Dark triad adalah sisi gelap manusia yang mendukung terjadinya perilaku bullying. Dark triad erat hubungannya dengan sikap eksploitatif, manipulatif, dan sifat yang tidak berperasaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dark triad dengan kecenderungan perilaku bullying mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jumlah subjek sebanyak 269 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan alat ukur yang terdiri dari dua skala yaitu, Dark Triad of Personality (D3-Short) dan skala Adolescent Peer Relations Instrument (APRI). Hasil uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan bahwa machiavellianism, narcissism, dan psychopathy memiliki hubungan yang positif dengan kecenderungan perilaku bullying (machiavellianism r=0,374; narcissism r=0,334; psychopathy r=0,484 ). Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi machiavellianism, narcissism, dan psychopathy mahasiswa, maka semakin tinggi kecenderungan perilaku bullying mahasiswa, begitu juga sebaliknya. Kata kunci: Dark triad, kecenderungan perilaku bullying, machiavellianism, narcissism, psychopathy
Peran dukungan sosial dan motivasi berprestasi terhadap kesejahteraan psikologis pada siswa sekolah menengah atas (SMA) di Bali Gayatri, Ni Made Adi; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p06

Abstract

Tuntutan akademis, berada pada tahap perkembangan remaja akhir, serta pembelajaran yang berfokus pada teori dapat memengaruhi taraf kesejahteraan psikologis siswa SMA. Beberapa insiden pada siswa SMA yang terjadi di Bali mengindikasikan taraf kesejahteraan psikologis yang rendah. Dengan demikian, kesejahteraan psikologis pada siswa SMA perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya dampak negatif yang tidak diinginkan. Kesejahteraan psikologis dapat dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial dan motivasi berprestasi terhadap kesejahteraan psikologis pada siswa SMA di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis data regresi berganda. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah two stage cluster sampling. Subjek penelitian dalam penelitian ini merupakan 254 siswa SMA di Provinsi Bali. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala kesejahteraan psikologis (?=0,945), skala dukungan sosial (?=0,898), dan skala motivasi berprestasi (?=0,918). Hasil dari uji regresi berganda menunjukkan bahwa dukungan sosial dan motivasi berprestasi berperan secara simultan dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis pada siswa SMA (R=0,662; R2=0,438; p=0,000<0,05). Dukungan sosial dan motivasi berprestasi juga berperan secara parsial dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis pada siswa SMA (dukungan sosial: ?=0,302, p=0,000; motivasi berprestasi: ?=0,440, p=0,000). Implikasi penelitian ini yaitu dapat memberikan gambaran tentang peran dukungan sosial dn motivasi berprestasi terhadap kesejahteraan psikologis siswa SMA di Bali. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan salah satu rujukan dalam rangka meningkatkan dan menjaga kesejahteraan psikologis siswa SMA selama menempuh pendidikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10