cover
Contact Name
Fidrayani
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
psga@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender
ISSN : 14122324     EISSN : 26557428     DOI : 10.15408/harkat
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender is published by the Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. the journal has been issued two times a year. Harkat invites scholarly articles on gender and child studies from multiple disciplines and perspectives, including religion, education, psychology, law, social studies, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
Relasi Gender Dalam Membentuk Keluarga Harmoni : Upaya membentuk keluarga Bahagia Abdul Aziz
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 13(1), 2017
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.642 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v13i1.7713

Abstract

Artikel ini menelisik akar dari sumber perdebatan dan perbedaan pandang tentang realitas pola relasi keluarga patriarkhis yang mendikotomikan peran antara laki-laki (suami) dan perempuan (isteri) dalam rumah tangga, dimana suami adalah kepala keluarga (public) dan isteri adalah ibu rumah tangga (domestic). Pola relasi keluarga yang dikotomis, mengakibatkan ketidakadilan dan ketidaksetaraan gender. Kondisi tersebut tentunya memerlukan konstruksi pola relasi yang berbasis pada keadilan dan kesetaraan gender, sehingga terwujud kemitraan gender menuju keluarga yang harmonis. Konstruksi pola relasi gender yang berkeadilan dan berkesetaraan gender, terwujud jika ada kerjasama dan pembagian peran yang setara dan adil antara suami dan isteri, yang merujuk pada perencanaan dan pelaksanaan manajemen sumberdaya keluarga, sehingga anggota keluarga mempunyai pembagian peran dalam berbagai aktivitas (domestik, publik, dan kemasyarakatan).
KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM FIKIH DAN PROBLEMATIKA KEADILAN GENDER Rosdiana Rosdiana
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 11 (2), 2015
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3573.401 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v11i2.10441

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi kedudukan perempuan dalam fikih dan problematika gender. Wacana gender secara subtansi bukanlah hal yang baru dalam Islam. Hakikatnya derajat manusia dihadapan Allah sama, maka seyogyanya laki-laki dan perempuan mampu menjalin hubungan kerja sama yang baik tanpa merugikan salah satu pihak. Namun, terjadinya kesan bias gender bagi kedudukan perempuan dalam fikih merupakan akibat dari keragaman opini hukum. Bias gender pun terjadi karena kekeliruan konstruk pemahaman dalam menafsirkan firman Allah dan Hadis Nabi yang kemudian dilegitimasi dengan produk fikih. Untuk itu, reinterpretasi secara kontekstual terhadap setiap dalil yang bias gender mutlak dilakukan. Reinterpretasi tersebut mempertimbangkan kondisi kekinian dan prinsip kemaslahatan bersama, sehingga melahirkan makna dan paradigma baru yang berkeadilan gender serta selaras dengan nilai universal Islam.
IMPLEMENTASI LINGKUNGAN KERJA RAMAH PEREMPUAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERAN SERTA PEKERJA PEREMPUAN DENGAN STUDI KASUS RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG Maulida Ayu
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 11 (1), 2015
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2883.255 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v15i1.10432

Abstract

Penelitian ini membahas tentang implementasi lingkungan kerja ramah perempuan dan implikasinya terhadap peran serta pekerja perempuan. Penelitian dilakukan di pada tanggal 20-21 September 2015 dengan dengan subjek penelitian adalah pekerja wanita di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat hal-hal yang sudah diimplementasikan oleh RSKIA Kota Bandung untuk menciptakan lingkungan kerja ramah perempuan yaitu terdapat wanita memperoleh hak dan kesempatan yang sama dalam organisasi, memperoleh fasilitas ramah perempuan dan banyak positif lainnya sehingga mampu mengkompensasi beban kerja serta meningkatkan produktifitas dan performa karyawan.
Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Ekologi Keluarga Sebagai Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Ina Salmah Febriany
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12(1), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2944.382 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i1.7577

Abstract

Fenomena kekerasan terhadap perempuan dan anak yang telah ada jauh sebelum agama Islam lahir adalah bentuk kekejaman yang semestinya kita hentikan. Praktik perbudakan zaman Jahiliyah, sebagai bukti adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak kini muncul kembali dalam bentuk baru; trafficking perempuan dan anak, pelecehan seksual hingga kasus yang terjadi sepanjang April 2016 ini; perkosaan sekaligus pembunuhan sadis oleh belasan lelaki (sebagian dari mereka masih berstatus pelajar), terhadap anak di bawah umur (Yuyun, 14), kasus perkosaan terhadap bayi 2,5 tahun hingga meninggal dunia oleh paman temannya sendiri saat ia bermain tanpa pengawasan juga kasus Enno (19) yang diperkosa secara bergilir oleh ketiga teman lelakinya hingga meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan; kemaluan korban ditusuk gagang cangkul hingga tembus ke paru-paru sedalam puluhan meter. Mattensich dan Hill mengungkapkan bahwa fungsi keluarga terdiri atas pemeliharaan fisik sosialisasi dan pendidikan, akuisisi anggota keluarga baru melalui prokreasi atau adopsi, kontrol perilaku sosial dan seksual, pemeliharaan moral keluarga dan pendewasaan anggota keluarga melalui pembentukan pasangan seksual, dan melepaskan anggota keluarga dewasa. Sebab keluarga menjadi salah satu kontrol perilaku sosial dan seksual, maka sudah saatnya kita ‘kembali’ dan memulai pendidikan dari keluarga untuk pertahanan dan penguatan sosial masyarakat. Hal ini penting mengingat keluarga sebagai unit sosial-ekonomi terkecil dalam masyarakat yang merupakan landasan dasar dari semua institusi.
URGENSI REVITALISASI DAYCARE DALAM LINGKUNGAN KERJA RAMAH ANAK Lulu El Maknun
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 14(2), 2018
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2455.525 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v14i2.12818

Abstract

Abstract. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Daycare was established not only as a day care center, but also as a laboratory for the development of childcare at the beloved UIN campus. But in practice, Daycare seems to only run the work program of the Gender and Children's Study Center. Many things have been a factor in the narrowing of the opinion of the academic community on the connotation that UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Daycare is only a formality and has not been able to accommodate the needs of its employees. To assess the urgency of Daycare revitalization, SWOT analysis is carried out which is commonly done at each institution. After getting the results of the analysis, the author recommends important points that are expected to revitalize Daycare, including improving quality, improving the system, adding infrastructure and evaluating. In conclusion, UIN Jakarta Daycare is very likely to become a childcare laboratory, but it requires the application of noble values such as courage and openness in carrying out management functions (POAC) for the creation of a child-friendly work environment at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Abstrak. Daycare UIN Syarif Hidayatullah Jakarta didirikan bukan hanya sebagai tempat penitipan anak semata, tetapi merupakan laboratorium pengembangan pengasuhan anak di kampus UIN tercinta. Namun pada prakteknya, Daycare seolah hanya menjalankan program kerja Pusat Studi Gander dan  Anak. Ada banyak hal yang menjadi faktor mengerucutnya opini civitas akademika pada konotasi bahwa Daycare UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hanya formalitas dan belum mampu mengakomodir kebutuhan pegawainya. Untuk mengkaji sejauh mana urgensi revitalisasi Daycare dilakukan analisis SWOT yang lazim dilakukan pada setiap lembaga. Setelah  mendapatkan hasil analisis, penulis merekomendasikan poin-poin penting yang diharapkan dapat merevitalisasi Daycare, di antaranya peningkatan mutu, perbaikan sytem, penambahan infrastruktur dan evaluasi. Kesimpulannya Daycare UIN  Jakarta sangat mungkin untuk menjadi laboratorium pengasuhan anak, namun  dibutuhkan aplikasi nilai-nilai luhur seperti keberanian dan keterbukaan dalam menjalankan fungsi managemen (POAC) demi terciptanya atmosfir  lingkungan kerja ramah anak di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 
Program Sekolah dalam Upaya Pencegahan NAPZA Fidrayani Fidrayani; Desiana Utami
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 14(1), 2018
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3596.588 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v14i1.10406

Abstract

Abstract. Narcotics in unattended use can have a negative impact. The impact is potential to destroy the youth generation. It is necessary to hold the drug prevention programs, especially in schools as one of ways to prevent the widespread negative impact. The prevention can be through the role of parents, teachers and stakeholders as part of the community. The teachers’ role is divided into four sub-role, namely as educators, as advisors, as mentors, and particularly as problem solvers. The role of teachers certainly will not have power if it is not supported by the role of schools. Effots that are conducted by school stakeholder are as follow: a) compose the school rules; b) conduct inspections intensively and spontaneously; c) cooperate with related institutions for counseling and socialization; d) utilize extracurricular activities as means of prevention; e) integrate drug awareness into learning curriculum; (f) maximize the tasks as the effort of drug abuse prevention. Expectedly, these drug prevention efforts can be implemented by all schools as one of ways to prevent the destruction of the nation through NAPZA. Abstrak. Narkoba dalam penggunaan yang tidak diawasi dapat menimbulkan dampak negatif. Dampak tersebut tidak menutup kemungkinan dapat merusak generasi muda. Salah satu cara agar bahaya tersebut tidak meluas dampaknya, maka perlu program pencegahan terutama di sekolah. Pencegahan tersebut dapat melalui peran orang tua, guru dan pemangku kebijakan sebagai bagian dari masyarakat. Peran guru dibagi dalam empat yakni sebagai pendidik, penasehati, pembimbing dan lebih utama lagi sebagai problem solver. Peran guru ini tentu tidak akan memiliki kekuatan jika tidak didukung oleh peran sekolah. Upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah a) membuat tata tertib sekolah, b) melakukan razia intensif dan spontan, c) bekerjasama dengan instansi terkait guna penyuluhan dan sosialisasi, d) menggunakan ekstrakurikuler sebagai sarana pencegahan, e) memasukkan materi tentang narkotika ke dalam kurikulum pengajaran, f) memaksimalkan tugas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Diharapkan agar upaya pencegahan tersebut dapat diikuti oleh semua sekolah sebagai salah satu usaha untuk mencegah rusaknya anak bangsa melalui NAPZA. 
AL KAAFFAH BRAIN SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN MENGATASI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN Sitti Rabiah Yusuf
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (2), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2555.716 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i2.7566

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengintegrasikan antara dua pemahaman yang saling berbeda atau menyatukan variasi pemikiran yang berbeda dalam satu pemahaman yang utuh melalui konsep pemikiran holistik atau disebut al Kaaffah Brain. Manfaatnya adalah untuk memperkuat peran pendidikan dalam menyelesaikan berbagai masalah. Al Kaaffah Brain adalah sebuah konsep atau gagasan pendidikan yang dihasilkan dari gabungan sifat penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Konsep ini melalui pengamatan yang mendalam terhadap berbagai teks dan kehidupan sosial di lingkungan sekitar berupa al-Qur’an, hadis, buku-buku pendidikan, pengalaman, pemberitaan di media, tulisan-tulisan organisasi dan aksi-aksi sosial. Gagasan ini terus sedang dieksperimen dan dievaluasi. Landasan teori yang digunakan yaitu teori pembelajaran otak kanan, teori kreativitas, teori tafsir, teori penelitian dan pendidikan. Pemikiran holistik sensitif pula terhadap masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satu wujudnya dengan membangun kesadaran melalui integritas kurikulum dan perubahan frekuensi dakwah. Menyatukan al-Qur’an dan ilmu pengetahuan sebagai landasan dalam berfikir terhadap semua materi belajar khususnya materi aktivitas dosen yang memiliki peran penting membentuk guru di sekolah maupun guru di lingkungan sosial. Penceramah atau pendakwah tidak menjadikan dakwah sebagai jalan mencari rezki tapi rezki sebagai jalan untuk berdakwah. Dosen, guru,orang tua dan penceramah bersama-sama pada satu tujuan yaitu Islam dalam makna keselamatan.
PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENDONGKRAK KECERDASAN BAHASA MELALUI KEGIATAN MENDONGENG Nur Syamsiyah
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 13(1), 2017
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.333 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v13i1.7718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemerolehan bahasa anak usia 2-3 tahun pada tataran morfologi (kelas kata verba dan nomia) dan mengetahui hubungan mendongeng dengan kecerdasan bahasa anak. Penelitian ini terfokus pada pemerolehan bahasa Dzakiyaturrohmah Hardiyana anak usia 2 tahun 11 bulan hingga usia 3 tahun 5 bulan yang diberikan stimulasi berupa kegiatan mendongeng dalam kegiatan bermain dan pola pengasuhan selama proses penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
DILEMA PEMBANGUNAN BERWAWASAN GENDER: ANTARA PEMBERDAYAAN DAN EKSPLOITASI PEREMPUAN Munafaroh Tamami
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 11 (2), 2015
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3641.891 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v11i2.10437

Abstract

Kemiskinan dan perempuan merupakan dua isu penting yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hal ini dikarenakan perempuan merupakan kelompok yang paling rentan mengalami kekerasan dan penindasan akibat kemiskinan. Dalam rangka peningkatan ekonomi perempuan, pemerintah mencanangkan program PEP (Pemberdayaan Ekonomi Perempuan) yang diinstruksikan berdasarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. Pembangunan yang dimaksudkan di sini adalah pembangunan ekonomi yang berwawasan gender. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi yang berwawasan gender tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya, salah satu penyebabnya adalah adanya bias gender dalam pandangan masyarakat terutama terkait dengan arti gender itu sendiri. Sehingga hal ini melahirkan pembidangan tugas-tugas berdasarkan jenis kelamin, yang kemudian membuat perempuan memiliki beban ganda (double burden). Beban ganda yang dipikul dan ditanggung perempuan ini kemudian membuat perempuan menjadi korban dari eksploitasi ekonomi. Perempuan-perempuan yang sebenarnya sudah diekspolitasi, terkadang justru tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka telah dieksploitasi, hal ini dikarenakan bentuk-bentuk dari eksploitasi itu sendiri sudah dibentuk sedemikian rupa oleh para kaum pemodal sehingga tidak tampak sebagai eksploitasi terhadap perempuan. Pemberian beban ganda maupun eksploitasi ekonomi tersebut jelas bertentangan dengan apa yang telah diatur dalam hukum Islam maupun hukum positif. Karena dalam dua instrumen hukum tersebut, eksploitasi ekonomi terhadap perempuan tidak dapat dibenarkan.
Islam, Gender, dan Kewirausahaan dalam Pespektif Budaya Muslim Indonesia: Kendala dan Strategi Peningkatan Partisipasi Perempuan Nur Hidayah
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12(1), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5158.185 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i1.7582

Abstract

Paper ini berupaya menganalisa rendahnya tingkat partisipasi perempuan di sektor wirausaha di Indonesia dari perspektif budaya Muslim Indonesia. Penulis berargumen bahwa diperlukan transformasi budaya Muslim di Indonesia ke arah yang lebih progresif untuk menumbuh-kembangkan budaya wirausaha di kalangan Muslim Indonesia dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam berwirausaha. Berbagai kendala yang diidentifikasi diupayakan dicarikan solusi dan strategi untuk mengeliminir kesenjangan gender di bidang ini. Paper ini berupaya melakukan kritik terhadap wacana keagamaan dan budaya Muslim di Indonesia yang mengindikasikan masih rendahnya budaya kewirausahaan di kalangan umat Islam. Selanjutnya paper ini berupaya menggali khazanah nilai-nilai Islam dan budaya Muslim di Indonesia beserta preseden historisnya untuk direvitalisasi dan dijadikan landasan bagi transformasi nilai-nilai dan lembaga-lembaga keagamaan Islam sehingga dapat lebih mendorong kewirausahaan di kalangan umat Islam, termasuk perempuan, dalam rangka mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih berkeadilan dan berkesetaraan

Page 6 of 16 | Total Record : 156