cover
Contact Name
Dr. Nani Radiastuti
Contact Email
n_radiastuti@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
alkauniyah@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
AL KAUNIYAH
ISSN : 19783736     EISSN : 25026720     DOI : 10.15408/kauniyah
Core Subject : Science,
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi (p-ISSN: 1978-3736, e-ISSN: 2502-6720) is an Open Access Journal published by Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta, and established since 2007. Since 2016 Al-Kauniyah has established a collaboration with the Association of Lecturer in Biology and Biology Education throughout the State Islamic Higher University (PTKIN) in Indonesia. Until 2015, Al-Kauniyah covered environmental biology solely, but since 2016 the journal has been extended to cover the entire field of biological science (bioscience). By publishing biannually, on April and October, Al-Kauniyah is intended to communicate original researches and current issues on the subject of biology. Since volume 9 issue 1 April 2016, Al-Kauniyah had been changes the layout. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Manuscripts can be submitted to AL-KAUNIYAH
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Optimasi Proses Biodegumming Serat Rami (Boehmeria nivea) Menggunakan Bakteri Pektinolitik Muhammad Abdul Aziz; Fauziatul Fitriyah; Priyono Priyono; Siswanto Siswanto
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.20386

Abstract

AbstrakProses degumming serat rami umumnya dilakukan menggunakan senyawa alkali dalam jumlah besar, sehingga dihasilkan limbah berlebih dan berakibat pada pencemaran lingkungan. Oleh sebab itu, metode alternatif dengan memanfaatkan agensia hayati untuk mengatasi permasalahan tersebut penting untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan seleksi kandidat bacterial degumming dari kulit batang rami serta optimasi metode biodegumming menggunakan isolat bakteri pektinolitik. Bakteri pektinolitik diisolasi dari kulit batang  rami yang terkomposkan menggunakan media seleksi pektinase (PSAM). Isolat bakteri yang diperoleh kemudian digunakan sebagai agensia biodegumming menggunakan beberapa parameter optimasi meliputi pH (8,5 dan 9), suhu (25 °C dan 37,5 °C), jenis isolat (Pe-Ku 1, Pe-Ku 4, dan Pe-Ku 6) dan jumlah inokulum (1/50 mL, 2/50 mL, dan 3/50 mL). Setelah inkubasi selama 3 hari, serat rami dicuci kemudian ditimbang bobot kering untuk mengetahui penurunan bobotnya. Analisis statistik dilakukan menggunakan two-way ANOVA dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa telah diperoleh 9 isolat bakteri pektinolitik sebagai agensia bacterial degumming. Berdasarkan optimasi metode biodegumming telah diperoleh kondisi optimum yaitu pada pH 8,5; suhu 37,5 °C; serta jumlah inokulum 3/50 mL dengan mengggunakan isolat Pe-Ku 6. Hal tersebut ditandai dengan penurunan bobot rami yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kombinasi perlakuan lain, yaitu sebesar 12,7%. Kata kunci: Bakteri degumming; Bakteri pektinolitik; Kulit batang rami; Serat rami AbstractThe degumming process of ramie fiber is generally carried out by using large amounts of alkaline compounds, causing excessive waste and environmental pollution. Therefore, it is essential to develop alternative methods by utilizing biological agents to overcome these problems. This study aimed to select candidates for bacterial degumming from ramie bark and to optimize the biodegumming method using pectinolytic bacterial isolates. Pectinolytic bacteria were isolated from composted ramie bark using pectinase screening agar medium (PSAM). The bacterial isolates were then used as biodegumming agents using several optimization parameters, including pH (8.5 and 9.0), temperature (25 °C and 37.5 °C), type of isolate (Pe-Ku 1; Pe-Ku 4; and Pe- Ku 6) and the amount of inoculum (1/50 mL, 2/50 mL, and 3/50 mL). After incubation for three days, the ramie fiber was washed, and then measured the dry weight to determine the weight reduction. The statistical analysis was performed using two-way ANOVA with Duncan as the post hoc test. The results showed that nine isolates of pectinolytic bacteria were obtained as bacterial degumming agents. In addition, based on the optimization of the biodegumming method, the optimum conditions were obtained at pH 8.5, temperature 37.5 °C, and the amount of inoculum 3/50 mL using the Pe-Ku 6 isolate. That was indicated by the percentage of ramie weight loss, which was significantly higher than the other combination treatments, 12,7%.
Analisis Empat Sekuen Barkode DNA Pada Pandan (Benstonea sp.) Asal Danau Kajuik, Riau Dewi Indriyani Roslim; Intan Sari Nuraini; Siti Nurhayati; Ciska Vivian Sianturi; At-Thahirah At-Thahirah; Herman Herman
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.21697

Abstract

Barkode DNA merupakan sekuen DNA berukuran pendek yang digunakan untuk identifikasi organisme secara molekuler. Penelitian bertujuan menganalisis empat barkode DNA pada tumbuhan pandan (Benstonea sp.) asal Danau Kajuik, Riau. Metode meliputi isolasi DNA, PCR, elektroforesis, purifikasi, sekuesing, serta analisis bioinformatika. Pada penelitian ini telah diperoleh sekuen DNA untuk atpB-rbcL IGS, trnV-ndhC IGS, ndhF-rpl32 IGS, dan trnQ-5’rps16 IGS sepanjang 812 pb, 924 pb, 952 pb, dan 886 pb, secara berturut-turut. Aksesi yang muncul paling atas pada analisis BLASTn pada keempat sekuen tersebut tidak ada yang memiliki kemiripan 100% dengan Benstonea sp. asal Danau Kajuik, Riau. Walaupun nilai query cover tinggi (93–100%) dan E-value sebesar 0,00. Pada keempat barkode DNA yang diteliti, terdapat beberapa perbedaan nukleotida yang disebabkan oleh mutasi insersi-delesi (indel) (6,99%) maupun subtitusi (4,96%). Mutasi indel paling banyak dijumpai pada sekuen trnV-ndhC IGS dan mutasi subtitusi paling banyak terjadi pada sekuen ndhF-rpl32 IGS. Nukleotida kritis yang menjadi penciri bagi Benstonea sp. asal Danau Kajuik, Riau, dijumpai pada sekuen ndhF-rpl32 IGS dan trnQ-5’rps16 IGS.  Simpulan, dua sekuen DNA yaitu ndhF-rpl32 IGS dan trnQ-5’rps16 IGS berpotensi menjadi barkode DNA untuk identifikasi tumbuhan ini secara molekuler. Ketersediaan barkode DNA pada database publik sangat diperlukan untuk menunjang identifikasi organisme secara molekuler.AbstractDNA barcode is a piece of short DNA that is developed for molecular identification of organisms. This study aims to analyze four DNA barcodes in pandan plant (Benstonea sp.) from Kajuik Lake, Riau. Methods included DNA extraction, PCR, electrophoresis, purification, sequencing, and bioinformatics analysis. The DNA sequences of atpB-rbcL IGS, trnV-ndhC IGS, ndhF-rpl32 IGS, and trnQ-5’rps16 IGS have been obtained with the length of 812 pb, 924 pb, 952 pb, and 886 pb, respectively. The top accession in BLASTn analysis results showed that there was no accession that had 100% similarity to Benstonea sp. from Kajuik Lake, Riau even though the query cover high (93–100%) and E-value of 0,00. There were some nucleotide variations caused by insertion-deletion (indel) mutation (6,99%) and subtitution (4,96%). Indel was most occur in trnV-ndhC IGS and subtitution in ndhF-rpl32 IGS. Critical nucleotides that were be a characteristic for Benstonea sp. from Kajuik Lake, Riau were seen in ndhF-rpl32 IGS and trnQ-5’rps16 IGS. Conclusion,  both of ndhF-rpl32 IGS and trnQ-5’rps16 IGS are potentially as DNA barcodes for molecular identification of this plant. The avaibility of the DNA barcodes is very important to support of organisms molecular identifications.
COVER AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI VOL. 16 NO. 1 APRIL 2023 Cover cover
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.35024

Abstract

Keanekaragaman dan Tipologi Mangrove di Area Konservasi Pulau Pahawang Provinsi Lampung Rizka Nabilah; Fajar Islam Sitanggang
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.18530

Abstract

 AbstrakPulau Pahawang Provinsi Lampung memiliki area inti mangrove sekitar 30 ha, dengan pembagian area yang berfungsi sebagai area pemanfaatan dan area konservasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tipologi vegetasi mangrove di area konservasi Pulau Pahawang Provinsi Lampung. Hal tersebut perlu diketahui untuk menggali potensi dan pengelolaan area konservasi yang benar sesuai dengan kondisi alami vegetasi mangrove. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei jalur rute 50 m berdasarkan sampel random. Setelah menentukan plot, maka didapatkan data keanekaragaman hayati berupa data nama spesies dan familia. Selanjutnya, dikoleksi data tentang diameter batang, tinggi pohon, jumlah individu, kondisi vegetasi, dan data ligkungan. Data yang didapatkan berupa data keanekaragaman, dominansi relatif, dan data ukuran vegetasi. Area konservasi di Pulau Pahawang memiliki beberapa jenis mangrove, di antaranya Rizophora apiculata, Rizophora mucronata, Rizophora stylosa, Soneratia alba, dan Heritiera littoralis. Data menunjukkan bahwa R. stylosa mendominasi area dengan 18% penutupan serta indeks nilai penting 94,45% pada plot 10 x 10 m.AbstractPahawang Island has a mangrove area about 30 ha, with the devided functions as a utilization area and conservation area. The purpose of this study was to determine the diversity of mangrove vegetation in the Pahawang Island conservation area. This research for mapping potential and proper management of the conservation area in accordance with the natural conditions of the mangrove vegetation. The research method used is the survey method of the 50 m route based on a random sample. After determining the plot, biodiversity data were obtained in the form of stem diameter, tree height, number of individuals, vegetation conditions, and environmental data. The data obtained are in the form of data on diversity, density, and importance. The conservation area on Pahawang Island has several types of mangroves, including Rizophora apiculata, Rizophora mucronata, Rizophora stylosa, Soneratia alba, and Heritiera littoralis. The data showed that R. stylosa dominated the area with 18% cover and an important value index of 94.45% on a 10 x 10 meter plot.
Population Dynamics of Damselfly Agriocnemis femina (Odonata: Coenagrionidae) Inhabited Polluted Area In Padang, West Sumatra Muhammad Nazri Janra; Henny Herwina
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.19995

Abstract

 AbstractAgriocnemis femina known as variable wisp or pinhead wisp, is a damselfly from family Coenagrionidae which inhabits various aquatic habitats, including those affected by human. This study aimed to investigate the dynamics of variable wisp in polluted habitat. The tenerals, immature males, adult females and adult males of this damselfly were regularly counted from August 2018 until May 2019 at a 50 m ditch in a clustered settlement in Padang, West Sumatra. It was found that the ratio of teneral, immature male, adult female, and adult male was 1:3:2.4:13.3, implying that the population was dominated by males. Meanwhile, the ratio between female to male (which included the immature males) was 1:6.7. Comparing to the result of counting another population from a relatively clean area, variable wisp showed more dominance in polluted area rather than in clean waterbody. The presence of teneral also indicates that damselfly uses polluted ditch for its breeding site and habitat. The paper discussed the potential causes for damselfly's presence in polluted area, and therefore serves as baseline for future studies.AbstrakAgriocnemis femina, atau dikenal juga dengan nama capung-jarum centil, termasuk ke dalam keluarga Coenagrionidae yang menghuni beragam habitat perairan, termasuk yang telah mendapatkan pengaruh dari manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika capung-jarum centil pada habitat yang terpolusi di Kota Padang. Individu teneral, jantan muda, betina dewasa, dan jantan dewasa dari capung-jarum ini dihitung secara rutin dari Agustus 2018 sampai dengan Mei 2019 pada selokan sepanjang 50 m di sebuah kompleks perumahan di Kota Padang, Sumatra Barat. Rasio teneral jantan muda, betina dewasa, dan jantan dewasa yang ditemukan adalah 1:3:2,4:13,3, mengisyarakatkan bahwa individu jantan merupakan bagian yang dominan di dalam populasi capung-jarum ini. Sementara rasio antara betina dan jantan (termasuk jantan muda) adalah 1:6,7. Jika dibandingkan dengan hasil penghitungan jenis serupa yang dilakukan pada kawasan perairan yang lebih bersih, terlihat bahwa capung-jarum centil lebih dominan pada kawasan perairan yang mengalami polusi dibandingkan dengan yang bersih. Keberadaan individu teneral juga mengindikasikan bahwa capung-jarum ini berbiak pada selokan yang terpolusi tersebut, yang mungkin juga menjadi habitatnyat. Hal-hal yang menyebabkan capung-jarum ini dapat hidup pada kawasan yang terpolusi dibahas lebih lanjut di dalam paper ini.
Analisis Ekspresi Gen MmCu/Zn-SOD dan Ketahanan Tanaman Kentang Kultivar IPB CP3 Transgenik Terhadap Cekaman Herbisida Parakuat Muhammad Akbar Velayati; Suharsono Suharsono; Miftahudin Miftahudin
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i2.27468

Abstract

 AbstrakPenggunaan herbisida parakuat untuk mengendalikan pertumbuhan gulma telah menjadi metode yang paling umum. Namun, penggunaan herbisida juga dapat menyebabkan kematian sel tanaman kentang yang sedang dibudidayakan, karena herbisida parakuat dapat menginduksi pembentukan senyawa Reactive Oxygen Species (ROS) yang dapat merusak sel tanaman. Ekspresi berlebih dari gen MmCu/Zn-SOD diharapkan dapat memberikan ketahanan tanaman terhadap cekaman herbisida parakuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekspresi gen MmCu/Zn-SOD pada kentang transgenik IPB CP3 kultivar dan ketahanannya terhadap cekaman herbisida parakuat. Perlakuan herbisida parakuat dengan konsentrasi 75 µM pada tanaman transgenik (P3SOD6, P3SOD9, P3SOD17) dan non-transgenik (NT) secara in vitro menunjukkan bahwa semua tanaman transgenik lebih tahan terhadap cekaman parakuat dibandingkan tanaman non-transgenik. Klon P3SOD9 paling tahan terhadap herbisida parakuat, dengan perbandingan 10 tanaman hidup dari 12 tanaman yang diuji. Ekspresi gen MmCu/Zn-SOD pada galur transgenik lebih tinggi dibandingkan galur non-transgenik. Ekspresi relatif gen MmCu/Zn-SOD pada P3SOD9, P3SOD6, dan P3SOD17 secara berturut-turut lebih tinggi 233,22; 127,62; dan 3,18 kali dibandingkan ekspresi gen tersebut pada NT. Semakin tinggi ekspresi gen MmCu/ZnSOD, semakin tinggi ketahanan terhadap cekaman herbisida parakuat.AbstractThe use of paraquat herbicide to control weed growth has become the most common method. However, using the herbicide can also cause cell death in potato plants that are being cultivated because it can induce the formation of Reactive Oxygen Species (ROS) compounds that can damage plant cells. Overexpression of the MmCu/Zn-SOD gene is expected to provide resistance to paraquat herbicide stress. The study aimed to analyze the expression of the MmCu/Zn-SOD gene in transgenic potato cultivar IPB CP3 and its resistance to paraquat herbicide stress. In vitro treatment of transgenic (P3SOD6, P3SOD9, P3SOD17) and non-transgenic (NT) potato with 75 µM paraquat herbicide showed that all transgenic plants were more resistant to paraquat stress than that non-transgenic plants. The P3SOD9 clone was the most resistant to paraquat herbicide, with a ratio of 10 surviving plants of the 12 tested plants. The expression of MmCu/Zn-SOD in transgenic lines was higher than that in non-transgenic lines. The relative expressions of MmCu/Zn-SOD gene in P3SOD9, P3SOD6, and P3SOD17 were 233.22; 127.62; and 3.18 times higher than that of NT, respectively. The expression level of MmCu/ZnSOD correlates with the level of resistance to paraquat herbicide stress.
COVER AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI VOL. 16 NO. 2 OKTOBER 2023 Cover cover
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i2.35536

Abstract

Potensi Cendawan Xylaria sp. Sebagai Sumber Antioksidan Handika Dwi Prasetyo; Sri Listiyowati; Irmanida Batubara
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i2.27386

Abstract

 AbstrakPencegahan radikal bebas di dalam tubuh dapat dilakukan dengan menggunakan antioksidan. Cendawan Xylaria memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berasal dari metabolit sekunder yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami baru. Penelitian ini bertujuan menentukan potensi Xylaria sp. (strain F, D, C) sebagai sumber antioksidan melalui pengukuran aktivitas antioksidan dan kandungan total flavonoidnya. Cendawan ditumbuhkan pada media Potato Dextrose Yeast Extract Broth (PDYEB) dan diinkubasi 14 hari dengan kondisi gelap dan statis. Miselium cendawan digerus dengan bantuan nitrogen cair, kemudian ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut metanol sebanyak dua kali ulangan. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan kandungan total flavonoid ditentukan menggunakan metode alumunium klorida (AlCl3) yang dinyatakan ekuivalen kuersetin (QE). Seluruh sampel Xylaria sp. memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dan kandungan flavonoid yang juga rendah. Xylaria sp. strain F memiliki aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 1915,14 ± 24,73 µg/mL dan Xylaria sp. strain D memiliki kandungan total flavonoid tertinggi sebesar 2,41 ± 0,09 mg QE/g ekstrak. Senyawa flavonoid pada sampel Xylaria sp. tidak menjadi senyawa utama yang menunjukkan aktivitas antioksidannya.AbstractPrevention of free radicals in the body can be done by using antioxidants. Xylaria fungus contains bioactive compounds derived from secondary metabolites that have the potential as a source of new natural antioxidants. This study aims to determine the potential of Xylaria sp. (strains F, D, C) as a source of antioxidants by measuring their antioxidant activity and total flavonoid content. The fungus was grown on Potato Dextrose Yeast Extract Broth (PDYEB) and incubated for 14 days in dark and static conditions. The mycelium of the fungus was crushed with the help of liquid nitrogen, then the extraction was carried out using methanol as a solvent for two repetitions. Antioxidant activity was determined using the 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method and the total flavonoid content was determined using the alumunium chloride (AlCl3) method which is expressed as quercetin equivalent (QE). All samples of Xylaria sp. have the weakest antioxidant activity and lowest flavonoid content. Xylaria sp. strain F had the highest antioxidant activity of 1915,14 ± 24,73 µg/mL and Xylaria sp. strain D had the highest total flavonoid content of 2,41 ± 0,09 mg QE/g extract. The flavonoid compounds in the sample Xylaria sp. did not become the main compound showing antioxidant activity.
Pengelolaan dan Pengayaan Koleksi Biji Begonia di Bank Biji Kebun Raya Cibodas Jawa Barat Intani Quarta Lailaty; Yulita Ratna Mufida; Vandra Kurniawan; Muhammad Efendi
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i2.24265

Abstract

AbstrakBank biji merupakan salah satu solusi yang baik dalam pemeliharaan plasma nutfah secara ex-situ, karena dianggap lebih efektif dan efisien dalam penyimpanan. Bank biji di Kebun Raya Cibodas (KRC) telah mengoleksi 147 jenis biji dari 102 marga dan 61 suku. Penyimpanan biji ukuran kecil masih menjadi suatu tantangan dan peluang tersendiri untuk diteliti dan dikembangkan. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai pengelolaan dan pengayaan koleksi biji ukuran kecil, seperti Begonia, di bank biji KRC. Prosedur pengelolaan biji di bank biji KRC meliputi pemanenan, pemrosesan, pengujian, dan penyimpanan biji. Tiap jenis biji akan diberi nomor koleksi sesuai prosedur di bank biji. Pengujian viabilitas biji menggunakan metode cut test dan uji Triphenyl Tetrazolium Chloride (TTC). Biji-biji yang dikoleksi di bank biji KRC berasal dari tumbuhan koleksi kebun dan hasil eksplorasi biji secara khusus di wilayah Jawa dan Sumatra. Terdapat 12 penambahan jenis biji Begonia di bank biji KRC, antara lain Begonia multangula, B. muricata, B. isoptera, B. areolata, B. stictopoda, B. repanda, B. chiasmogyna, dan B. atricha yang berasal dari Gunung Tilu, Jawa Barat dan Gunung Slamet, Jawa Tengah. Uji viabilitas menggunakan TTC menunjukkan warna merah dengan perlakuan perendaman 24 jam dan pre-treatment pada B. repanda. B. longifolia memiliki karakter simpan serupa biji ortodoks berdasarkan studi literatur dan 100 seed test termodifikasi.AbstractSeed bank is a good solution for ex-situ germplasm maintenance. It is considered more effective and efficient in storage. The seed bank at Cibodas Botanic Gardens (CBG) has collected 128 types of seeds from 102 genera and 61 families. Storage of microscopic seeds still be a challenge and opportunity to be observered and developed. In this paper, we will discuss the management and enrichment of microscopic seed collections, such as Begonia, at the CBG’s seed bank. Seed management procedures at the CBG’s seed bank include harvesting, processing, testing and storage of seeds. Each type of seed will be assigned a collection number according to the procedure at the seed bank. The seed viability test used the cut test method and the Triphenyl Tetrazolium Chloride (TTC) test. The seeds collected from collection plants of CBG and seed exploration specifically in Java and Sumatra. There are 12 additional species of Begonia seeds in the CBG’s seed bank, including Begonia multangula, B. muricata, B. isoptera, B. areolata, B. stictopoda, B. repanda, B. chiasmogyna, and B. atricha from Mount Tilu, West Java and Mount Slamet, Central Java. Viability test using TTC showed a red color with 24 hours immersion treatment and pre-treatment on B. repanda. B. longifolia has storage characteristics similar to orthodox seeds based on literature studies and 100 modified seed tests.
Optimization of Composting Growing Media Time and Rice Husk Addition in Auricularia auricula Cultivation Dionysius Subali; Vasya Theodora Givianty; Anastasia Tatik Hartanti; Listya Utami Karmawan
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i2.30991

Abstract

 AbstractAuricularia auricula is a wood mushroom that is commonly consumed and is in demand by the people as a food ingredient because it contains many nutrients and health benefits. Cultivation of A. auricula was carried out using growing media and controlled environmental conditions. This study objective to determine the optimal combination of composting time and the rice husks addition in the A. auricula production. The treatment in this study was the composting time of the growing media for 0, 2, 4, 6, and 8 days, as well as the addition of rice husks as much as 0, 25, and 50%. This research consisted of the preparation of growing media, spawning and incubation of A. auricula, and harvesting of fruit bodies. The success of mushroom cultivation is seen from the value of biological efficiency in each treatment. The combination treatment of 8 days composting time with the addition of 50% rice husk resulted in A. auricula production as much as 52.37%, while the combination of 4 days composting time treatment and the addition of 25% rice husks resulted in the best production of A. auricula, as it produced the mushroom weight of 340 ± 16.95 g with biological efficiency value as much as 68% for five harvest durations within four months after first watering. The treatment of composting media tie and the addition of rice husks to A. auricularia’s were successfully carried out.AbstrakAuricularia auricula merupakan jamur kayu yang umum dikonsumsi dan diminati oleh masyarakat sebagai bahan pangan karena mengandung nutrisi dan banyak manfaat. Budi daya A. auricula dilakukan dengan menggunakan media tanam dalam kondisi lingkungan yang terkontrol. Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi perlakuan waktu pengomposan dan penambahan sekam padi yang optimum terhadap produksi A. auricula. Perlakuan pada penelitian ini adalah waktu pengomposan media tanam selama 0, 2, 4, 6, dan 8 hari, serta penambahan sekam padi sebanyak 0, 25, dan 50%. Penelitian ini tersusun atas pembuatan media tanam, pembibitan dan inkubasi A. auricula, dan pemanenan tubuh buah. Keberhasilan budi daya jamur dilihat dari nilai efisiensi biologi pada setiap perlakuan. Kombinasi perlakuan pengomposan 8 hari dengan penambahan sekam padi 50% menghasilkan produksi A. auricula sebesar 52,37%, sedangkan kombinasi perlakuan waktu pengomposan 4 hari dan penambahan sekam padi 25% menghasilkan produksi A. auricula terbaik karena menghasilkan berat jamur sebanyak 340 ± 16,95 g dengan nilai efisiensi biologi sebesar 68% selama lima durasi panen dengan waktu empat bulan setelah dilakukan penyiraman pertama. Secara keseluruhan, perlakuan waktu pengomposan media dan penambahan sekam padi pada media pertumbuhan A. auricula berhasil dilakukan.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 18 No. 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 18, No 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 18 No. 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 17, No 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 17 No. 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 16 No. 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 15, No 2 (2022): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 15, No 1 (2022): AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 13, No 1 (2020): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 12, No 2 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 12, No 1 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 11, No 1 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 10, No 2 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 10, No 1 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 9, No 2 (2016): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 9, No 1 (2016): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 8, No 2 (2015): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 8, No 1 (2015): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 7, No 2 (2014): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 7, No 1 (2014): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 6, No 2 (2013): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 6, No 1 (2013): Al-Kauniyah Jurnal Biologi More Issue