cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
PERAN PIMPINAN DALAM MENEGAKKAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN Usman, Muliati
Jurnal Mentari Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas peran pimpinan terhadap upaya penegakan disiplin kerja dalam suatu organisasi. Disiplin kerja adalah serangkaian aturan-aturan yang berlaku yang telah terlaksana dengan baik apabila anggota organisasi atau karyawan dengan kesadarannya sendiri melaksanakan peraturan yang telah ditetapkan tanpa adanya suatu paksaan. Idealnya seorang pimpinan dengan kemampuan manajerialnya harus  dapat menanamkan kedisiplinan kerja yang tinggi bagi para karyawan dengan tujuan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya.  Oleh sebab itu, dibutuhkan komitmen yang kuat dari pimpinan terhadap upaya penegakan disiplin kerja agar dapat terlaksana dengan baik. Tujuan akhir dari  penegakan disiplin kerja itu sendiri adalah untuk meningkatkan kinerja karyawan sehingga memberikan dampak positif terhadap pencapaian tujuan organisasi.   Kata kunci:  pimpinan, disiplin kerja, kinerja karyawan     DAFTAR PUSTAKA Fathoni, Abdurrahmat, 2006. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta. Hasibuan, Malayu, 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit Bumi Aksara Mathis, Robert L. & Jackson, John H, 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Salemba Emban Patria. Rivai, Veithzal, 2004.  Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Sastrohadiwiryo, Siswanto B, 2002.  Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Jakarta: PT Bumi Aksara.
PANDANGAN SOSIAL TERHADAP STRES DAN TRAUMA SETELAH BENCANA (Studi Kasus pada Masyarakat Aceh Pascabencana Gempa dan Tsunami Tahun 2004) Syahputra, Andi
Jurnal Mentari Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An individual or a communities that impact disaster will begin their new life, its mean to differ from condition likes before disaster was happened. This change is one of the condition which susceptible towards appearance many pressures in life to every human. Following the guidebook "self care-series Psycho-education" by Indonesia Red Cross cooperates with American Red Cross is mentioned that stress is condition which somebody have the body will react towards pressure/ difficultness/problems which it faced. And this reaction can be felted to each everybody. The painful’s event like natural’s disaster and/or armed conflict so more potential and risk full to get pressure/ stress and trauma in each people which were experienced. Stress can use much energy and also make somebody be weak because the bodies invulnerability system will descrease after experienced stress. The important of social support and religion character in return new spirit to life for Aceh’s society in continue the life has resqued many individual from stress or pressure which had experinced. Keyword: stress, trauma, social support, and religion character       DAFTAR  PUSTAKA Lim, P., 2008, To be number 1 - Stress Management, artikel On-Line. www.andriewongso.com. Tim Psikoedukasi PSP PMI, 2008, Seri Psikoedukasi – Peduli Diri, Mutual, Banda Aceh. Staff Psychology Today, 2006, Panic Disorder and Acute Stress Disorder, journal on-line. www. psychology today.com.
CONVERSATIONAL GREETINGS IN DIFFERENT CULTURE
Jurnal Mentari Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata sapaan adalah kata-kata yang kita ucapkan apabila kita bertemu dengan seseorang. Setiap negara berbeda cara menyapakan, baik yang disebabkan oleh perbedaan budaya maupun gaya hidup (individualisme dan berkelompok). Apabila kita berkunjung ke negara lain, kita harus mengetahui perbedaan ini agar tidak terjadi kesalahpahaman. Tulisan ini akan mengemukakan perbedaan-perbedaan yang terdapat di berbagai tempat seperti Bukerebe, Yoruba, China, Spanyol, Indonesia dan Aceh dengan negara yang berbahasa Inggris seperti Australia. Tujuan penulisan adalah agar orang-orang mengerti perbedaan yang terjadi sehingga dapat menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Kata Kunci : Kata Sapaan, Budaya   REFERENCES   Akhimien, EP 2004, ‘The use of ‘How are you?’ in Nigerian society’, Journal of Pragmatics, vol. 36, pp. 2055 – 2058, retrieved 15 May 2010, Linguistics and Language Behavior Abstracts. Akindele, F 1990, ‘A sociolinguistic analysis of Yoruba greetings’, African Languages and Cultures, vol. 3, no. 1, pp. 1 – 14, retrieved 15 May 2010, Linguistics and Language Behavior Abstracts. Badt, KL 1994, “A world of difference greetings!” Children Press, Chicago. Béal, C 1992, ‘Did you have a good weekend? Or why there is no such thing as a simple question in cross-cultural encounters?’ Australian Review of Applied Linguistics, vol. 15, no. 1, pp. 23 – 52. Golebiowski, Z 2010, ‘Conversational routines’, Topic 8, Intercultural communication, Study Guide, Deakin University. Kezilahabi, E 2001, ‘A phenomenological interpretation of Kerebe greetings’, Journal of African Cultural Studies, vol. 14, no. 2, pp. 181 – 192, retrieved 15 May 2010, Linguistics and Language Behavior Abstracts. Lee, C.F.K 2004, “Written request in emails sent by adult Chinese Learners of English”, Language Culture and Curriculum, vol. 17, no. 1, pp. 58 – 72, retrieved June 23, 2009, from Taylor & Francis database. Pinto, D 2008, ‘Passing greetings and interactional style: a cross-cultural study of American English and Peninsular Spanish’, Multilingua, vol. 27, pp. 371 – 388, retrieved 15 May 2010, Linguistics and Language Behavior Abstracts. Schleicher, AF 1997, ‘Using greetings to teach cultural understanding’, The Modern Language Journal, vol. 8, no. 3, pp. 334 – 343, retrieved 15 May 2010, Linguistics and Language Behavior Abstracts. Song-Cen, C 1991, ‘Social distribution and development of greeting expressions in China’, Int’l. J. Soc. Lang, vol. 92, pp. 55 – 60, retrieved 15 May 2010, Linguistics and Language Behavior Abstracts. Tiono, NI 2002, ‘Language and culture in relation to intercultural communication in a business context’, Puslit Petra, vol. 4, no. 1, retrieved 30 May 2010 <http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/ index.php/ing/article/viewfile/15484/15476>.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA PENGGUNAAN BAHASA ACEH RAGAM LISAN SISWA KELAS VII SMPN KOTA LHOKSEUMAWE (The Over Code and the Mix Code of the Usage of Acehnese Language Variety Spoken for Students Class VII SMP Lhokseumawe) Ramli, Ramli
Jurnal Mentari Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Juni Ahyar Unimal, Lhokseumawe Ramli FKIP Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh   ABSTRACT The use of local languages ​​among teenagers, especially for students class VII SMP Negeri 7 Lhokseumawe, the spotlight observer language. Observers attempt to deduce a variety of language problems that occurred in the use of the vernacular. That is what researchers raise an issue in this study. This study aims to (1) describe the over code and mix code on the use of a variety of oral Acehnese language for students class VII SMP Negeri 7 Lhokseumawe and (2) describe social factors determining of the over code and mix code on the use of a variety of oral Aceh language for students class VII SMP Negeri 7 Lhokseumawe. Sources of data/data of this study is the students class VII of SMP Negeri 7 Lhokseumawe. The data was collected using observation techniques and interviews. These results indicate that the use of Acehnese language for students class VII of SMP Negeri 7 Lhokseumawe as seen from the base language obtained the over code and mix code in two variations, namely (1) the over code and mix code with the basic of Aceh language and (2) the over code and mix code with the basic of Indonesian language. Over code in students class VII SMP Negeri 7 Lhokseumawe there are several types of variations in the form of over code are (1) the over code of metaphorical, (2) the over code of situational, (3) the over code of internal, and (4) the over code of temporary. The mix code contained in students class VII SMP Negeri 7 Lhokseumawe only be inner code-mixing. Social factors that affect the over code either (1) speakers, (2) the opponent, (3) the presence of a third speaker, (4) the situation, and (5) the subject, while the social factors that influence the mix code are (1) the attitude of speakers and (2) the limitations of words. Key words: over code, mix code, Acehnese Language  DAFTAR  PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Bloomfield, Leonard. 1995. Language ‘Bahasa’. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal.   Jakarta: Rineka Cipta. Finoza, Lamuddin. 2004. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Diksi. Ibrahim, Ridwan dan Wildan (Ed.). 2003. Bahasa Indonesia Perguruan Tinggi.  Banda Aceh: Geuci. Iskandar, Denni. 2010. “Menunda Punahnya Bahasa Aceh”. Dalam Serambi           Indonesia, Edisi 12 Juni 2010. Diakses tanggal 10 Oktober 2011. http://gemasastrin.wordpress.com. Keraf, Gorys. 2004. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Kushartanti dkk.. 2005. Pesona          Bahasa Langkah Awal Memahami     Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Mahsun, 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Nababan, P.W.J. 1993. Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia. Ohoiwutun, Paul. 2002. Sosiolinguistik: Memahami Bahasa dalam Konteks Massyarakat dan Kebudayaan. Jakarta: Visipro. Rahardi,  R.  Kumjana.  2001.  Sosiolinguistik,  Kode  dan  Alih  Kode.      Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Rahardi, Kunjana. 2010. Kajian Sosiolinguistik: Ihwal Kode dan Alih Kode.   Bogor: Ghalia Indonesia. Sibarani, Robert. 1992. Hakikat Bahasa. Bandung: Citra Aditya Bakti. Sumarsono dan Paina Partama. 2004. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan Sabda. Suwito. 1996. Sosiolinguistik Pengantar Awal. Surakarta: Henary Offset.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP HUBUNGAN ANTARA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN DAN KINERJA MANAJERIAL (Studi pada Perguruan Tinggi Swasta di Kota Banda Aceh) Syamsidar, Syamsidar
Jurnal Mentari Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is conducted at Private Universities in Banda Aceh and aimed at knowing the influence of the management accounting information system on the managerial performance as well as knowing that the organization culture strengthens the relationaship between the  management accounting information system  and the managerial performance at Private Universities in Banda Aceh. The respondents in this research include authorities at faculty and university levels at Private Universities in Banda Aceh. This research users 54 samples from a population of 116 people who are chosen through cluster random sampling. The data used are primary data which are collected through questionnaires distributed directly to the respondents. The technique of the data analysis used is multiple linear regression. The result of this research shows that the management accounting information system  has negative influence on the managerial performance at Private Universities in Banda Aceh. The organization culture strengthens the relationship between the accounting information system and the  managerial performance. Keywords: Management accounting information system, organization culture and managerial performance     DAFTAR PUSTAKA   Chenhall, R.H dan Morris, (1986), The Impact of Structure, Environment and Interpdence on The Perceived Usefulness of Management Accounting System. The Accounting Review Vol 61. No. 1 Evelyne dan Juniarti, 2002, Hubungan karakteristik informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial pada perusahaan-perusahaan manufaktur di Jawa Timur, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 5 No. 2 Nopember 2003 Faisal, 2006, Analisis Pengaruh Intensitas Persaingan dan Variabel Kontekstual terhadap Penggunaan Informasi Sistem Akuntansi Manajemen dan Kinerja Unit Bisnis dengan Pendekatan Partial least Square, Simposium Nasional Akuntansi IX Garrison, Noroen, Brewer, 2006, Manajerial Accounting, Edisi 11 Buku 1, Jakarta, Salemba empat Laksamana, Arsono, Muslichah, 2002, Pengaruh Teknologi informasi, saling ketergantungan, Karakteristik Sistem Akntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial, Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 4 No. 2 Nopember : http;//puslit.petra.ac.id/journals/accountins/ Mahoney, Thomas, T.H, Jerdee, dan S.J. Carroll, (1963), Development of Managerial Performance A Research Approach, South Western Publishing. Maryasih Lilis dan Fazli Syam BZ, 2006, Sistem Akuntansi Manajemen, Perspesi ketidakpastian lingkungan, desentralisasi dan kinerja organisasi (studi empiris pada perusahaan manufaktur di Provinsi NAD, Simposium Nasional Akuntansi ke-9 Padang Mia, L., Rodert H. Chenhall (1994), The Usefulness of Management Accounting System, Functional Different And Managerial Effectiveness, Accounting, Organization and Society, Vol 19 No. 1 Mulyadi, 2001, Akuntansi Manajemen, konsep manfaat dan rekayasa, edisi ketiga, Jakarta : salemba empat.
MELATIH AKHLAK DALAM PROSES MENDIDIK ANAK Abfa, Rusziati
Jurnal Mentari Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era teknologi informasi ini banyak permasalahan mengenai anak yang dihadapi oleh orang tua, masyarakat, termasuk para guru. Permasalahan utama bukan lagi bertumpu pada proses pemerolehan ilmu pengetahuan, tetapi berkenaan dengan prilaku anak dalam kehidupan sehari-hari. Banyak anak saat ini yang menampakkan prilaku menyimpang dari tuntunan agama, dalam hal ini agama Islam. Akhir-akhir ini, di beberapa kota besar dikenal komunitas punk yang hidup sebagai manusia bebas nilai (free value). Mereka beryakinan boleh mengekspresikan apa pun yang mereka inginkan, tanpa dibatasi oleh norma-norma yang hidup dalam sebuah masyarakat beradab. Kondisi seperti ini dapat menggiring anak-anak lain yang masih dalam keadaan labil. Oleh karena itulah, orang tua, masyarakat, dan terutama guru sangat patut menerapkan prinsip-prinsip pelatihan dalam memperbaiki akhlak anak sejak dini dan berkesinambungan.   Kata kunci: akhlak, proses mendidik, pendidikan formal, pendidikan nonformal     DAFTAR PUSTAKA Al-Ghazali, Imam. 1995. Mengobati Penyakit Hati. Cet.I. Jakarta: Pustaka Amani. Ahnan, Maftuh & Nuris, Anwar. 2000. Husmul Khotimah (Menuju Kemenangan Sampai Akhir Kehidupan). Cet. I. Surabaya: Terbit Terang. Daradjat, Zakiah. 1970. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang. Daradjat, Zakiah. 1972. Membina Nilai-Nilai Moral  di Indonesia. Jakarta: Bulan Bintang. Hanafi, RMA. 2001. Pendidikan Agama Islam (untuk Perguruan Tinggi). Cet. I. Yogyakarta: Medprint Offset. Margiono. 2007. Aqidah & Akhlak (untuk Madrasah Aliyah Kelas X). Cet. 2. Yudhistira. Mulyadi & Alfat, Masan. 2003. Aqidah Akhlak (Untuk Madrasah Aliyah Kelas Dua). Semarang: PT. Toha Putra. Mustofa, A. 2010. Akhlak Tasawuf. Cet. V. (Revisi). Bandung: Pustaka Setia. Muchtar, Heri Jauhari. 2005. Fikih Pendidikan. Cet. 1. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Ritonga, Rahman A. 2005. Akhlak (Merakit Hubungan dengan Sesama Manusia). Cet. 1. Surabaya: Amelia. Tim Dosen agama Islam Universitas Negeri Malang. 2002. Pendidikan Agama Islam Untuk Mahasiswa. Cet. 1. Malang: Universitas Negeri Malang.
PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI KEUANGAN MATERI JURNAL KHUSUS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE JIGSAW Amrusi, Amrusi
Jurnal Mentari Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Rata-rata prestasi belajar   Akuntansi Keuangan materi jurnal khusus dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mahasiswa Pendidikan Ekomomi FKIP Unsyiah, 2) Suasana kelas saat berlangsungnya proses pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi kelas akuntansi angkatan 2010/2011 yang berjumlah 25 orang. Untuk mengumpulkan data terlebih dahulu mahasiswa diajarkan materi tentang jurnal  khusus  dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Kemudian, diberikan tes dalam bentuk essay untuk melihat hasil belajar. Di samping itu, dilakukan observasi kelas, guna memantau suasana kelas saat berlangsung proses belajar. Data yang telah dikumpulkan diolah dengan menggunakan rata-rata atau (mean) dan persentase untuk mengukur daya serap yang dicapai manusia. Data yang telah diolah tersebut, selanjutnya, disajikan secara deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata prestasi belajar mata kuliah Akuntansi Keuangan pada pokok bahasan jurnal khusus dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah 71. Ini menunjukkan pula bahawa sebesar 71% materi kuliah akuntansi keuangan dapat diserap oleh mahasiswa. Ini berarti rata-rata prestasi belajar mahasiswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang dicapai oleh mahasiswa sudah baik dan memuaskan. Adapun suasana kelas saat berlangsungnya proses belajar mengajar adalah suasana kelas cukup menyenangkan, santai, dan mahasiswa cukup aktif dan kreatif. Kata kunci: prestasi belajar, akuntasi keuangan, materi khusus jurnal     DAFTAR PUSTAKA As’ari, Abdur Rahman. (2003). Jigsaw Pembelajaran Struktur Aljabar I dengan    Cooperatif Learning Model. Yogyakarta: UGM. Depdiknas. (2004). Model-Model Pembelajaran Matematika. Jakarta: Direktorat JendralPendidkan Tinggi. Djamarah, Syaiful Bahri. (2002). Psikologi Belajar. Jakarta: Cipta. Hamalik, Omar. (2010). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Pajriana, Elisa. (2006). “Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Akuntansi Pada SMA Negeri 8 Banda Aceh.” Skripsi, FKIP Unsyiah, Banda Aceh. Ratumanan, Gerson, Tanwey. (2004). Belajar Dan Pembelajaran. Unesa University Press. Slamento. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Reneka Cipta. Syah, Muhibdin. (2006). Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Tim Urge. (1997). Petunjuk Pelaksanaan Pembelajaran Kooperatif. Program Pascasarjana. Surabaya: IKIP. Tu’u, Tulus. (2004). Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Belajar. Jakarta: Gramedia Indon.
LANGUAGE AND CULTURE (SAPIR-WHORF HYPOTHESIS) Heriansyah, Hendra
Jurnal Mentari Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Tidaklah dapat dipungkiri bahwa antara bahasa dan budaya mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain nya dalam hubungan interaksi komunikasi dan sosial baik secara individu maupun kelompak di dalam masyarakat. Artikel ini mendiskusikan hubungan antara bahasa dan budaya yang dihubungkan dengan Sapir-Whorf hipotesis. Diskusi difokuskan terhadap dua versi dari Sapir-Whorf hipotesis yaitu linguistic relativity dan linguistic determinism termasuk juga contoh-contoh yang mendukung kedua versi tersebut. Lebih jauh paper ini juga membahas permasalahan yang muncul dari Sapir-Whorf hipotesis dan kiritikan yang diberikan oleh ahli linguistik dan psikolog terhadap hipotesis tersebut. Kata kunci: bahasa, budaya, Sapir-Whorf hypothesis, linguistic relativity, linguistic determinism     REFERENCES     Blount, Ben G. (1974). Language, Culture and Society. Cambridge: Winthrop Publishers, Inc. Brown, Steven; Eisterhold, Jodi. (2004). Topics in language and Culture for Teachers. Michigan: The University of Michigan Press. Cerezo, David. (2004, February). On the Sapir-Whorf hypothesis and its relation to programming languages. Retrieved Oct 8, 2009, from http://www.cerezo.name/archives/000005.html Decapua, A; & Wintergerst, A. C. (2004). Crossing Culture in the language Classroom. Michigan: The University of Michigan Press. Henle, Paul. (1965). Language, Thought, and Culture. Michigan: The University of Michigan Press. Hoijer, Harry. (1954). Language in Culture. Chicago: The University of Chicago Press. Howel, Richard W; & Vetter, Harold J. (1976). Language in Behavior. United States of America: Human Sciences Press. Kramsch, Claire. (1998). Language and Culture. Oxford: Oxford University Press. Orwel, George (1984). The Sapir-Whorf Hypothesis. New York: New American Library. Richards, Platt & Weber. (1985). Longman Dictionary of Applied Linguistics. Great Britain: Longman Group Limited. Risager, Karen. (2006). Language and Culture. Great Britain: Cromwell Press Ltd. Linguistic relativity, (n.d.). Retrieved Oct 8, 2009, from http://www.en.wikipedia.org/wiki/Linguistic_relativity.html
MEMBANGUN KEBIASAAN MENULIS DI SEKOLAH Subadiono, Subadiono
Jurnal Mentari Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran menulis yang perlu dilakukan oleh guru  bukan sekedar menginstruksikan agar pemelajar membiasakan diri menulis dan menulis, tetapi lebih dari itu. Guru perlu memfasilitasi apa yang akan ditulis, bagaimana cara mengungkapkan gagasan dalam kalimat atau paragraf, bagaimana, mengembangkan gagasan, dan bagaimana mengorganisasi gagasan sesuai dengan konvensi tata tulis yang berlaku. Tahapan inilah yang perlu dibangun dalam membiasakan menulis di sekolah. Kata kunci:  gagasan, pengungkapan, pengembangan, dan pengorganisasian dalam menulis  DAFTAR PUSTAKA Beare, Kenneth. 2007. (http://esl.about.com/library/lessons/ blwriteparagraph.htm). Diakses 31-5-2007. Harmer, Jeremy. 2004. How to Teach Writing. Edinburgh: Pearson Education Limited. Hill, Susan. 2008. Developing EarlyLiteracy Assessment and Teaching. Hongkong: Eleanor Curtain Publishing. Kurland, Daniel J. The Need to Improve Your Writing. (http://www. criticalreading.com/improve_writing.htm). Diakses 21-1-2009. Lumsden, Gay dan Donald Lumsden. 1996. Communicating with Credibelity and Confidence. Albany: Wadsworth Publishing Company. Muschla, Cary Robert. 2006. Teach Terrific Writing. New York: McGraw Hill.
URGENSI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIK DI SEKOLAH DALAM ERA GLOBALISASI Sulastri, Ema
Jurnal Mentari Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan TIK adalah hal yang wajib dilaksanakan di Dalam Era Teknologi dan Informasi Ini. Para guru dan siswa amat penting dalam memahami TIK sehingga tidak kalah dalam persaingan global. Penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu dalam keefektifan proses pembelajaran di sekolah. Para guru akan lebih mudah mengajar materi, sedangkan siswa lebih mudah memahami sebuah pembahasan. Penggunaan internet di sekolah akan sangat membantu siswa. Siswa dapat melakukan program e-learning, yaitu dapat melakukan pembelajaran jarak-jauh dengan guru. Program e-learning juga memudahkan siswa dalam melakukan hubungan dengan siswa lain yang jauh tempat tinggalnya walaupun berbeda negara domisili. Secara umum media pembelajaran TIK mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut: a) memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka); b) mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera; c) dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik; d) dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Dengan adanya penggunaan media pembelajaran disekolah, peningkatan mutu pendidikan akan dapat terlaksana dengan baik. Kata kunci : media pembelajaran dan TIK     DAFTAR  PUSTAKA   Arsyad, Azhar. 2005. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.   Harun, Cut Zahri. (2009) Manajemen Sumber Daya Pendidikan. Yogyakarta: Pena Persada Dekstop Publisher.   Ibrahim, H., et.al. 2006. Media pembelajaran: Bahan sajian program pendidikan akta mengajar. FIP UM. Mulyasa,E. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.   Prawidilaga, Dewi Salma & Siregar, Eveline. (2007). Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana.   Sadiman, et.al (2006) Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.   Satyasa, I Wayan, 2007. Landasan Konseptual Media Pembelajaran, Universitas Pendidikan Ganesha.   Uno, Hamzah.B dan Lamatenggo, Nina (2010) Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.   Zahridani, M., 2009. Guru dan Keterampilan Komputer, Serambi Pendidikan/ majalah LPMP. Banda Aceh.  

Page 10 of 29 | Total Record : 286