cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
PRESIDENTS AND LEADERSHIP IN STRATEGIC PLANNING AT A UNIVERSITY Mahdi, Sahed
Jurnal Mentari Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan masa depan universitas swasta dan negeri adalah kemampuan manajemen atau pimpinan institusi tersebut  dalam memformulasi  desain perencanaan strategis yang realistis dan inspiratif untuk untuk dicapai, di samping komitmen pimpinan institusi melaksanakan strategi tersebut. Dengan adanya perencanaan strategis yang baik,  pimpinan kampus mempunyai landasan berpijak dalam memimpin sebuah universitas yang dipimpin. Oleh karena itu, artikel ini membahas beberapa aspek penting dalam (strategic planning) yang umum diterapkan dalam dunia akademik. Salah satu hasil yang dapat disumpulkan adalah perlunya kesadaran dan kemampuan pimpinan kampus mengenali atau menggambar posisi kampusnya saat ini, dan mensinergikan sumber daya yang ada untuk mencapai visi kampus yang ditetapkan.     Kata kunci: pimpinan, kepemimpinan, perencanaan strategis     REFERENCES     Alfred, R. L. (2005). Managing the big picture in colleges and universities: From tactics to strategy. Westport, CT: Praeger. Bargh, C., Bocock, J., Scott, P., & Smith, D. (2000). University Leadership: The role of the chief executive. Philadelphia: The Society for Research into Higher Education & Open University Press. Bean J. P, & Kuh G. D. (1984). A typology of planning problems. Journal of Higher Education, 55(1), 35-55. Beatty, E. R., & Blau, P. (1973). The organization of academic work. New York: Wiley and Sons. Calareso, J. P. (2007, July-September). Successful processes to engender board ownership of strategic planning. Planning for Higher Education, 12-21. Dill, D. D. (1996). Academic planning and organizational design: Lessons from leading American universities. Higher Education Quarterly, 50(1). Flawn, P. T. (1990). A primer for university presidents: Managing the modern university. Austin, TX: University of Texas Press. Gumport, P. J. (2003). The demand-response scenario: Perspectives of community college presidents. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, 586, 38-57. Haas, R. M. (1997). Organizing the elements of planning. In Peterson, M. W. & Associates (Eds.), Planning and management for a changing environment: A handbook on redesigning postsecondary institutions (pp. 246-263). San Francisco: Jossey-Bass. Higgins, J. (1983). Public relations’ role in strategic planning for higher education. In M. S. Ensign & L. N. Adler (Eds.), Strategic planning contemporary viewpoints (pp. 181). Santa Barbara, CA: ABC-Clio, Inc. Keller, G. (1995). The vision thing in higher education. Planning for Higher Education, 23, 354-360. Keller, G. (1997). Examining what works in strategic planning. In Peterson, M. W. & Associates (Eds.), Planning and management for a changing environment: A handbook on redesigning postsecondary institutions (pp. 158-170). San Francisco: Jossey-Bass. Massey, W. F. (1994). Measuring performance: How colleges and universities can set meaningful goals and be accountable. Measuring Institutional Performance in Higher Education. Princeton, NJ: Peterson’s Guides. McClay, W. M. (2007). George Keller: Intellectual whirlwind. Chronicle of Higher Education, 54(13), B12. Millett, J. D. (1980). Management, governance, and leadership. New York: Amacom. Millett, J. D. (1976). The multiple roles of college and university presidents. (Office of Leadership Development in Higher Education). Washington, DC: American Council on Education. Morrison, J. L. (1992). Environmental scanning. In M. A. Whiteley, J. D. Porter, & R. H. Fenske (Eds.), The Primer for Institutional Research, Revised Edition, Association for Institutional Research. Neumann, A., & Larson, R. S. (1997). Enhancing the leadership factor in planning. In M. W. Peterson & Associates (Eds.), Planning and management for a changing environment: A handbook on redesigning postsecondary institutions (pp. 191-203). San Francisco: Jossey-Bass. Opatz, P., & Hutchinson, K. (Winter, 1998-99). Building trust through strategic planning. Planning for Higher Education, 27, 21-27. Perlman, B., Gueths, J., & Weber, D. A. (1988). The academic intrapreneur: Strategy, innovation, and management in higher education. New York: Praeger. Page, R. (2007). Leadership as place. In Wergin, J. F. (Ed.), Leadership in place: How academic professionals can find their leadership voice (pp. 192-223). Bolton, MA: Anker Publishing Company, Inc.   Rowley, D. J., Lujan, H. D., & Dolence, M. G. (1997). Strategic change in colleges and universities. San Francisco: Jossey-Bass. Ruben, B. D. (2005, August). The center for organizational development and leadership at Rutgers University: A case study. Advances in Developing Human Resources, 7(3), 368-395. Schmidtlein, F. A., & Milton, T. H. (1998-1999). College and university planning: perspectives from a nation-wide study. Planning for Higher Education, 17(3), 107-119. Schuster, J. H., Smith, D. G., Corak, K. A., & Yamada, M. M. (1994). Strategic governance: How to make big decisions better. Phoenix, AZ: American Council on Education and The Oryx Press. Weingartner, R. H. (1996). Fitting form to function: A primer on the organization of academic institutions. Phoenix, AZ: American Council on Education and The Oryx Press. Wilson, R. (2008). At Drake, leadership by example is effective. Chronicle of Higher Education, 54(45), B9.  
TRADITIONAL BUDGETING OR BEYOND BUDGETING? Muniruddin, Said
Jurnal Mentari Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penganggaran adalah topik paling banyak diteliti dalam akuntansi manajemen. Kini ada saran untuk meninggalkan proses penganggaran (traditional to move beyond budgeting). Tulisan ini memiliki tiga tujuan. Pertama, mendiskusikan alasan penganggaran menjadi topik paling banyak dikaji dalam akuntansi manajemen. Kedua, meringkas berbagai arus utama penelitian tentang penganggaran. Ketiga, mengevaluasi secara kritis argumen yang menyarankan setiap organisasi untuk meninggalkan praktik penganggaran tradisional. Melalui analisis deskriptif terhadap sejumlah literatur, diperoleh beberapa hasil. Pertama, penganggaran menjadi subjek paling sering diteliti karena luasnya topik penganggaran juga terkait dengan topik akuntansi manajemen lainnya. Karena kompleksitas aktivitas dalam penganggaran, maka penelitian tentang ini pun dilakukan secara komprehensif, di samping penganggaran tidak hanya berkaitan dengan angka, melainkan juga ketaatan terhadap nilai-nilai. Dalam hasil reviu juga ditemukan tiga arus utama penelitian terhadap penganggaran: ‘perspektif ekonomi’, ‘perspektif psikologi’, serta ‘perspektif sosiologi’. Telaah ini juga menemukan bahwa faktor seperti lamanya proses dan besarnya biaya penyusunan anggaran, terlalu berfokus kepada capaian angka daripada kebutuhan aktualisasi diri para pekerja, menjadi saran untuk meninggalkan praktik-praktik penganggaran tradisional. Meski anggaran didebat masih berfungsi sebagai alat kontrol utama perusahaan, sejumlah entitas bisnis telah meninggalkan praktik ini dengan mengadopsi ‘beyond budgeting’ sehingga menjadi organisasi yang fleksibel dan lebih meningkatkan prestasi perusahaan. Kata kunci: penganggaran biasa, penganggaran bayangan   REFERENCES Argyris, C (1953) Human problems with Budgets, Harvard Business Review, Jan-Feb 1953, 97-110 Covaleski, M.A., Evans, J.H., Luft, J.L., and Shields, M.D. (2003) Budget research: three theoretical perspectives and criteria for selective integration, Journal of Management Accounting Research, 15, 3-49. Dugdale, D. and Lyne, S. (2004) The changing roles of company budgets, paper presented at the Management Accounting Research Group Conference, University of Aston, September 9-10. Hansen, S.C and Van der Stede, W.A. (2004) Multiple facets of budgeting: an exploratory analysis, Management Accounting Research, 15, 415-439. Hope, J. and Fraser, R. (2003) Beyond Budgeting, Harvard Business School Press. Hope, J. and Fraser, R. (2003) Who needs budgets? Harvard Business Review, February, 108-115. Hope, J. and Fraser, R. (2003) Figures of Hate. Financial Management, February, 22-25. Horngren, C.T., Bhimani, A., Datar, S.M., and Foster, G (2005) Management and Cost Accounting (3rd Ed), New Jersey: FT Prentice Hall. Lyne, S.R (1992) Perception and Attitude of Different User-groups to the Role of Budget, Budget Pressure and Budget Participation, Accounting and Business Research, Vol.22 No.88, 357-369. Luft, J., and M.D. Shields (2003) Mapping management accounting: Graphic and guidelines for theory-consistent empirical research. Accounting, Organization and Society, 28 (2-3): 49-64 Mintzberg, H (1979) The Structure of Organizations, Prentice-Hall International, Inc., Englewood Cliffs, New Jersey Shields, J.F and Shields, M.D (1998) Attecedents of Participative Budgeting, Accounting Organization and society, 23 (1), 49-76 Wilhelmi, M. and Kleiner, B.H. (1995) New development in budgeting. Management Research News, 18 (3-5): 78  
KETERAMPILAN BERMAIN BOLA BASKET MELALUI METODE DUPLIKASI DENGAN PENGGUNAAN MULTIMEDIA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 KOTA BANDA ACEH Bustamam, Bustamam
Jurnal Mentari Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas metode duplikasi dengan menggunakan multimedia di dalam peningkatan keterampilan dalam permainan Bola basket. Penelitian ini merupakan suatu bentuk penelitian berkaitan dengan hubungan sebab-akibat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu dengan menggunakan pretest dan postest design. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Banda Aceh yang berjumlah 36 orang siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setelah diuji dengan t-test diperoleh t-hitung tes keterampilan bermain bola basket sebesar 2,40 dan t-tabel pada taraf signifikansi 95% sebesar 2,04. Dengan demikian, t-hitung lebih besar daripada t-tabel. Oleh karena itu, terdapat pengaruh yang signifikan antara latihan dengan menggunakan metode duplikasi terhadap peningkatan keterampilan bermain bola basket. Metode pembelajaran duplikasi dengan menggunakan multimedia sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan bermain bola basket. Kata Kunci:    Keterampilan bermain bola basket, metode Duplikasi, penggunaan multimedia     DAFTAR PUSTAKA   Abidin, A. (1999). Bola Basket Kembar. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Al-Khalili, A. (2005). Mengembangkan Kreativitas Anak. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Arikunto, S. (1991). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: PT Rineka Cipta. Arsyad, A. (2005). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Depdikbud. (1987). Tes Keterampilan Bermain Bola Basket untuk SLTA Putra. Jakarta: Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi. Depdiknas. (2007). Naskah Pengembangan Model-Model Pembelajaran Bola Basket: Diklat Instruktur Tingkat Lanjutan Guru Penjasorkes SMA. Dinata, M. (2003). Dasar-dasar Mengajar Bola Basket. Bandar Lampung: Cerdas Jaya. Dwijowinoto, K. (1993). Dasar-dasar Ilmiah Kepelatihan, IKIP Semarang Press, Semarang. Faisal, S. (1982). Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional. Harsono. (1988). Coaching dan Aspek-Aspek Psikologis dalam Coaching. Jakarta: Dekdibud P2LPTK. Harun, Jamaluddin. (2003). Multimedia Dalam Pendidikan, www.jz-media.com. Internet. Lulus, Priyoananto. (2007). PTK Matematika SMA. http://www. sman3 blitar.net Lutan, R. (1988). Belajar Keterampilan Motorik, Pengantar Teori dan Metode. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti. Nasution, S. (2002). Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara. Raharjo. (1991). Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah. Jurnal: www.google.com Sadiman, A. (2005). Media Pendidikan. Jakrta: PT Rajagrafindo Persada. Sajoto, M. (1988). Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Jakarta: Ditjen Dikti Depdikbud. Satria, Riri. (2001). Sistem Multimedia dan Keberaksaraan, Harian Umum Sore Sinar Haran, www. Sinar Harapan. Com. Singgih, Gunarsa. (2004). Psikologi Olahraga Prestasi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia. Siregar, M. F. (1981). Ilmu Pengetahuan Pelatih. Jakarta: Proyek Pembinaan Olahraga. Sukardi. (2003). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara. Suryabrata, S. (1981). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara. --------------, (1982). Psikologi Pendidikan, Materi Pendidikan Program Bimbingan Konseling di Perguruan Tinggi. Yogyakarta. Syarifuddin, A. (1996), Ilmu Kepelatihan Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti. Vannier, F. (1957). Teaching Physical Education. Phyladelphia and London: WB Sannders Company. Wahjoedi. (2001). Landasan Evaluasi Pendidikan Jasmani. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.  
PARTICIPATION IN STRATEGIC PLANNING: IMPLICATIONS FOR ACADEMIA Armia, Saed
Jurnal Mentari Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Well design of strategic planning is highly vital for higher education institution. This strategic planning becomes important foundation of how the universities/colleges leaders move their organization forward and on the track.  Therefore, one of important thing needed to be considered is engagement of important stake holders in formulation strategic planning such as lecturers, students, administration staffs are important groups that determine institution sustainability. To implement this process is not easy way out because each group has different interests that must be synergize to succeed strategic planning implementation. Although researches in this area are still limited, but one of important consideration we draw that it is important to have strong commitment support of top campus management to create an adaptive strategic plan.   Keywords: Strategic planning, constituent engagement, and academia     REFERENCES   Alfred, R.L. (2006). Managing the big picture in colleges and universities: From tactics to strategy. Westport, CT: Praeger Publishers. Allen, D.K. (2003). Organisational climate and strategic change in higher education: Organisational insecurity. Higher Education, 46, 61-92. Bryson, J.M. & Bromley, P. (1993, July). Critical factors affecting the planning and implementation of major projects. Strategic Management Journal, 14(5), 319-337. Kezar, A. (2006, September/October). Redesigining for collaboration in learning initiatives: An examination of four highly collaborative campuses. The Journal of Higher Education, 77(5), 804-838. Kotler, P. & Murphy, P.E. (1981, September/October). Strategic planning for higher education. The Journal of Higher Education, 52(5), 470-489. Lerner, A.L. (1999). A strategic planning primer for higher education. Retrieved November 11, 2008, from California State University, College of Business Administration and Economics Web site: http://www.atlm.edu/irpa/publications/Strategic_Planning_Primer.pdf Marcus, L.R. (1999). The micropolitics of planning. The Review of Higher Education,23(1), 45-64. Oswald, S.L, Mossholder, K.W. & Harris, S.G. (1994, July). Vision salience and strategic involvement: Implications for psychological attachment to organization and job. Strategic Management Journal, 15(6), 477-489. Philpott, J.L & Strange, C. (2003, January/February). On the road to Cambridge: A case study of student affairs in collaboration. The Journal of Higher Education, 74(1), 77-95. Rutgers University (2007). Strategic planning in higher education: A guide for leaders. Retrieved November 11, 2008, from Rutgers University, Center for Organizational Development and Leadership Web site:  http://www.odl.rutgers.edu VanWagoner, R.J. (2001). A framework for academic planning: Engaging faculty in strategic dialogue (Report No. JC 010 508). Omaha, NE: Metropolitan Community College. (ERIC Document Reproduction Service No. ED454919).
EVALUASI PROGRAM IMPLEMENTASI KTSP PADA MATA PELAJARAN PENJASORKES DI SMP NEGERI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2011 Marlina, Yeni
Jurnal Mentari Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengembangan KTSP pada mata pelajaran penjasorkes di SMPN di kota Banda Aceh, 2) mengetahui guru penjasorkes membuat persiapan untuk proses pembelajaran penjasorkes sesuai dengan sarana dan prasarana, 3) mengetahui guru penjasorkes melaksanakan proses pembelajaran penjasorkes sesuai standar proses, 4) mengetahui hasil pembelajaran penjasorkes yang dicapai oleh siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru penjas. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru penjas. Pengambilan data dengan  teknik  wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah evaluatif deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa tahap (context), aspek sumber daya manusia: 1)pemahaman guru tentang KTSP, dari 19 sekolah 74% guru memahami KTSP dengan baik dan 26% masih kurang. 2) penerapan KTSP, dari 19 sekolah 74% telah di terapkan dengan baik dan 26% masih kurang. Aspek dukungan pemerintah dan masyarakat: 1)dukungan pemerintah, dari 19 sekolah 63% sudah baik dan 37% masih kurang. 2) dukungan masyarakat dari 19 sekolah 5% sudah baik  dan 95% masih kurang. Tahap input, aspek sarana dan prasarana: 1) ketersediaan sarana dan prasarana, dari 19 sekolah, 47% sarana dan prasarana sudah baik dan 53% masih kurang. 2) tingkat kelayakan sarana dan prasarana, dari 19 sekolah 47% sudah baik dan 53% masih kurang. Aspek pengembangan bahan ajar: 1)membuat perangkat kurikulum, dari 19 sekolah 53% sudah baik dan 47% masih kurang. 2) membuat model pembelajaran, dari 19 sekolah 74% sudah baik dan 26% masih kurang. Tahap proses, aspek pelaksanaan KTSP: 1)pelaksanaan KTSP, dari 19 sekolah 84% sudah baik dan 16% masih kurang. 2)kendala dalam penerapan KTSP, dari 19 sekolah 47% tidak ada kendala dan 53% masih ada kendala. Tahap Product, aspek hasil belajar: 1)keberhasilan penerapan KTSP, dari 19 sekolah 95% sudah baik dan 5% masih kurang. 2)hasil penerapan KTSP dari 19 sekolah 58% sudah baik dan 42% masih kurang. Kata kunci: Evaluasi implementasi KTSP, pendidikan jasmani, olahraga  dan kesehatan.   DAFTAR PUSTAKA   Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi VI. Jakarta: PT Rineka Cipta Arikunto, Suharsimi dan Abdul Jabar, Cepi Safruddin. 2009. Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoretis Praktis Bagi mahasiswa dan Praktisi Pendidikan. Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara Arifin, Zainal. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Aqib, Zainal. 2009. Menjadi Guru Profesional Berstandar Nasional. Bandung: Yrama Widya Departemen Pedidikan Nasional. 2003. Standar Kompetensi. Jakarta. Djaali et.al, 2000. Pengukuran Dalam Bidang Pedidikan. Jakarta: PPs UNJ. Daryanto, 2010. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Hamalik dalam Mulyasa (2005). Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hasan, Hamid. 2008. Evaluasi Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rodaskarya. Joanne L Sobeck ect. 2005. Lessons Learned From Implementing School-Based Substance Abuse Prevention Curriculums. Departement Of Psychiatry, Wayne State University. Kunandar, (2007). Guru Professional.  Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Mulyasa, E. 2009. Menjadi Guru Professional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan Cetakan Kedelapan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya ________. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sebuah Panduan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. ________. 2010. Implementasi KTSP Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah Cetakan Keempat. Jakarta: PT Bumi Aksara Marlis, Alen dkk. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Penjasorkes. 2warna design & offset Lutan, Rusli et. al. 2004. Supervisi Pendidikan Jasmani Konsep dan Praktik. Depdiknas dan Ditjen Olahraga Ruslan, 2009. Evaluasi Program Pembinaan Olahraga Sepak Takraw Di PPLP Gorontalo. Program Studi Olahraga PPs UNNES Syaodih Sukmadinata, Nana. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rodaskarya Sukardi. 2009. Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara.
HUKUM SEJARAH: KAJIAN FILOSOFIS TERHADAP PEMIKIRAN MUHAMMAD BAQIR AL-SHADR Ismail, Sanusi
Jurnal Mentari Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu klasik dalam filsafat sejarah yang senantiasa menyita perhatian para filsuf, sejarawan, dan ilmuwan sosial adalah adakah hukum sejarah yang menguasai jalannya proses atau peristiwa-peristiwa yang berkait dengan manusia. Di antara mereka banyak yang berpandangan bahwa hukum sejarah itu ada, dan sebaliknya banyak pula yang berpandangan bahwa hukum sejarah itu tidak ada. Masing-masing pandangan ini membawa konsekuensi masing-masing. Kalau hukum sejarah ada, berarti sejarah bersifat deterministik dan dilandasi asas kausalitas, dan konsekuensinya tidak ada kebebasan buat manusia dalam sejarah, sebaliknya kalau tidak ada hukum sejarah berarti manusia bebas menentukan jalannya sendiri dalam sejarah. Muhammad Baqir al-Shadr memiliki pandangan yang sintetik mengenai hal ini. Ada hukum sejarah dan ada pula kebebasan. Hukum sejarah itu terdiri atas tiga macam, yaitu hukum sejarah hipotetis, orientatif, dan kategoris (determinatif-fatalistik). Dua yang pertama menyediakan ruang kebebasan buat manusia, sementara yang kategoris tidak. Dengan demikian, manusia punya peran aktif dalam kesejarahannya. Gerak sejarah ditentukan oleh jiwa, gagasan, semangat dan perjuangan kolektif. Perubahan subjektif mendahului dan merupakan dasar buat perubahan eksternal (realitas objektif).   Kata kunci: Filsafat sejarah, kausalitas, kebebasan.         DAFTAR PUSTAKA   Mallat, Chibli. 2001.   Menyegarkan Islam: Kajian Komprehensif Pertama Atas Hidup dan Karya Muhammad Baqir al-Shadr, (Penerjemah: Santi Indra Astuti). Bandung: Mizan.   Muthahhari, Murthada. 2001. Manusia dan Alam Semesta: Konsepsi Islam tentang Jagad Raya, (Penerjemah: Ilyas Hasan). Jakarta: Lentera.   Popper, Karl. 1991. The Poverty of Historicism. London and New York: Roudledge.   Popper, Karl. 2002. Masyarakat Terbuka dan Musuh-Musuhnya, (Penerjemah: Uzair Fauzan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.   Shadr, Muhammad Baqir. 1992, Pedoman Tafsir Modern: Buku Pegangan Mahasiswa dan Para Peneliti al-Qur’an serta Masalah-Masalah Keislaman, (Penerjemah: Hidayaturakhman). Jakarta: Risalah Masa.   Shadr, Muhammad Baqir. 1999, Falsafatuna, (Penerjemah: M. Nur Mufid bin Ali). Bandung: Mizan.   Shadr, Muhammad Baqir. 1984. Manusia Masa Kini dan Problema Sosial, (Penerjemah: M. Hashem). Bandung: Pustaka.  
PETA KOMPETENSI SISWA SMA/MA DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN HASIL UJIAN NASIONAL DI KABUPATEN ACEH BARAT DAN NAGAN RAYA Iskandar, Denny
Jurnal Mentari Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah terpetakannya kompetensi siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/MA di Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya. Basis utama data penelitian sebagai dasar pemetaan kompetensi adalah hasil Ujian Nasional Bahasa Indonesia siswa SMA/MA tahun 2008, 2009, dan 2010. Peta kompetensi yang diperoleh kemudian dijadikan dasar penentuan model perlakuan peningkatan dan pembinaan profesionalisme guru.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Kaway XVI dan SMAN 1 Meulaboh untuk Kabupaten Aceh Barat serta MAN Jeuram dan SMAN 2 Darul Makmur  untuk Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, angket, dan wawancara. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 9 rumpun KD (tersebar dalam 23 KD) yang diuji dalam UN 2007, 2008, dan 2009, di Aceh Barat ada 1 bidang KD, yaitu tentang karya tulis atau karya ilmiah yang pencapaiannya di bawah 60 atau berkategori buruk. Di Kabupaten Nagan Raya, ada 2 rumpun KD yang pencapaiannya di bawah 60, yaitu KD tentang paragraf/teks nonsastra dan karya tulis. Hal ini mengindikasikan bahwa kompetensi siswa tentang paragraf/teks nonsatra dan karya tulis tergolong buruk.   Kata Kunci: pemetaan, kompetensi, ujian nasional, siswa SMA/MA   DAFTAR PUSTAKA Agrawal, Mamta. 2004. “Curricular reform in schools: the importance of evaluation.” J. Curriculum Studies. May 2004, vol. 36, No. 3, 361-379. Awandana. 2011. “Guru yang Berkualitas”. Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/1905151-guru-yang-berkualitas/#ixzz1NWcOPeR2. Diakses tanggal 27 Mei 2011. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BSNP. Barrows, Stephanie. (…). Daniel Stufflebeam’s Contribution to Program Evaluation. University of the Witwatersrand. Diakses tanggal 29 Mei 2011 dari http://www.aseesa-edu.co.za/bullh.htm. Bloom, B S., Hasting, J.T., Madaus, G.F. 1971. Handbook onFormative and Summative Evaluation of Student Learning. New York: McGraw-Hill. Candlin, C.N. and Edelhoff, C. 1982. Challenges: Teacher’s Guide. London: Longman. Higgins-D’Alessandro. (2005). The Importance of Evidance-based Evaluation in Character Education and A Brief History of Character and Moral Education in the United States. U.S. Departement of Education, Office of Safe and Drug-free Schools Partnership in Character Education Program annual Grantee Meeting, October 19, 2005, pp. 2-3. www.communityofcaring.org/.../PlenaryHigginsDAlessandro1005.doc. Diakses tanggal 28 Mei 201 Nuh, Muhammad. 2011. Pidato Menteri 23 Mei 2011. Dalam www.kemdiknas.go.id, diakses 27 Mei 2011. Reardon, S.F., Scott, K. and Verre, J. (1994). Symposium: equity in educational assessment. Havard Educational Review, 64 (1), 1-4. SNMPTN Aceh. 2009. Hasil SNMPTN Aceh Ranking 30 Nasional. www.sman2-tsm.sch.id/2009 diakses 27 Mei 2011. Stufflebeam, D.L., Foley, W.J., Gephart, W.J., Guba, E.G., Hammond, R.L., Merriman, H.O., and Provus, M.M. (1971). Educational Evaluation and Decision Making. Illinois: F.E. Peacock. Stufflebeam, D.L. 1983. “The CIPP Model for Program Evaluation”. In G.F. Madus, M. Scriven, and D.L. Stufflebeam (Eds.), Evaluation Models: Viewpoints on Educational and Human Service Evaluation. Boston: Kluwer Nijhof. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Yayasan Purna Usaya Tama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Jatim. Surabaya: PT Gradita Utama. 
KEWENANGAN PEMBENTUKAN PANITIA PENGAWAS PEMILU (PANWASLU) ACEH DITINJAU DARI ASPEK HUKUM ADMINISTRASI NEGARA Iqbal, Muhammad
Jurnal Mentari Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilu memiliki peran yang strategis dalam menentukan arah dan kehidupan bangsa. Salah  satu lembaga yang terlibat dalam pemilu adalah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Pembentukan Panwaslu Aceh tidak sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2007 tentang Pemilu. Keputusan Bawaslu memilki cacat hukum formal karena tidak sesuai dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku. Meskipun begitu Keputusan/ketetapan (beshikking) Harus dianggap sah sebelum adanya pembatalan dari lembaga negara. Ketetapan Bawaslu dianggap sah demi kepentingan umum (doelmatigheid) Kata kunci: penetapan Bawaslu, cacat hukum formal, dan kepentingan umum     DAFTAR PUSTAKA A. Buku-Buku Teks   Bachsan Mustafa. 1984. Pokok- Pokok Hukum Administrasi Negara. Bndung: Alumni. Diana Halim Koentjoro. 2004. Hukum Administrasi Negara. Bogor Selatan: Galia Indonesia. Didik Supriyanto. 2007. Menjaga Independensi Penyelenggara Pemilu. Jakarta: Perludem. Hans Kelsen, General Theory of Law and State. 1961. Translated by Anders Wedberg. New York: Russel and Russel. Indroharto, Usaha. 1993. Memahami Undang-Undang tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Jimly Asshiddiqie. 2006. Cet. I. Perihal Undang-Undang. Jakarta: Konstitusi Press. _________. 2007. Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi. Jakarta:  PT Bhuana Ilmu Populer. Marbun S.F. 1997. Peradilan Administrasi dan Upaya Administratif di Indonesia. Yogyakarta: Liberty. _________. 2001. (Penyunting). Dimensi-Dimensi Pemikiran Hukum Administrasi Negara. Yogyakarta: UII Press. Nazir Moh. 2003. Metode Penelitian.  Jakarta: Ghalia Indonesia. Paulus Effendi Lotulung. 1993. Beberapa Sistem tentang Kontrol  Segi Hukum Terhadap Pemerintah.  Bandung: Citra Adtya Bakti. Perludem. 2006. Efektifitas Penwas: Evaluasi Pengawasan Pemilu 2004. Jakarta: Penerbit USAID-Perludem, DRSP. Philipus M. Hadjon, et al. 1993. Pengantar Hukum Adiminstrasi Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Ridwan H.R. 2006. Hukum Administrasi Negara. Jakarta:  PT Raja Gravindo Persada. Sjachran Basah. 1989. Eksistensi dan  Tolok Ukur Badan Peradilan Administrasi Negara di Indonesia. Bandung: Alumni. Sunindhia Y.W. dan Ninik Widiyanti. 1992. Cetakan Ke-II. Administrasi Negara dan Peradilan Administrasi. Jakarta: Rineka Cipta. Syamsuddin Haris, (ed.). 1998 Menggugat Pemilihan Umum Orde Baru. Jakarta:  Yayasan Obor Indonesia. Utrecht E. 1988. Pengantar Hukum Administrasi Negara Indonesia. Surabaya: Pustaka Tinta Emas. Philipus M. Hadjon. Tentang Wewenang. Surabaya. Artikel Yuridika, No.5 Tahun XII, September- Desember 1997. Depdikbud Republik Indonesia. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cet. Kedua. Jakarta: Balai Pustaka.   B. Peraturan Perundang-undangan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Pengadilan Tata Usaha Negara (Lembaran Negara RI Tahun 1986  Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3854). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang  Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 225, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4437). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 5,  Tambahan Lembaran Negara RI Nomor    4355). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006  tentang Pemerintahan Aceh. (Lembaran Negara RI Tahun 2006  Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4633) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4721). Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 14 Tahun 2008 tentang Pedoman Seleksi Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/ Kota dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum. Surat Edaran Bersama KPU dan Bawaslu Nomor 206/SKB/KPU/Tahun 2008 dan Nomor 01/SE/Bawaslu/2008 tentang Pembentukan Panwaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota. Qanun Aceh Nomor 7 tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Aceh (Lembaran Daerah Tahun 2007 Nomor 07, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 03).
ANALISIS KERJA WANITA PETANI PADI DI KECAMATAN PIDIE KABUPATEN PIDIE Raihani, Raihani
Jurnal Mentari Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the activities will be undertaken by a woman who worked as rice farmers in the district of Pidie and determine the pattern of working hours of women working as rice farmers in the district of Pidie. The study population was female rice farmers in the district of Pidie. Given the population that much, then researchers took the women rice farmers in the district of Pidie as many as 40 people sampled in this study. The data was collected by spreading questionnaire and observation and data processing method using a percentage formula. Based on the results of research that has been done can be concluded that the type of work outside the hours of farming respondents were household activities (reproduction), looking for additional income, basic activities and social events. The pattern of working hours to activities highest respondent base is 8 hours, both household activities that is 5.5 hours, all three activities seek additional revenue that is 3 hours and for social activities is 0.5 hours. Key words: working hours, women rice farmersDAFTAR PUSTAKA Arintadinata, S. 1982. Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Pertanian. Jakarta: BLPP. Arikunto, Suharsimi.  2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Arivia, Gadis. 1999. “Politik Susu”. Pemberontakan Ruang Publik, dalam Suara Perduli 1999. Catatan Perjalanan Suara Ibu Perduli. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan. Astiti, Ni Wayan Sri. Tanpa Tahun. Partisipasi Perempuan Dalam Pengelolaan System Irigasi Subak di Bali. Skripsi. (http://e.journal.unud.ac.id/abstrak/partisipasi%20subak,%20subak%20 psw.pdf, diakses 20 Oktober 2010) Kasimin, dkk. 1998. Analisis Curahan Jam Kerja Wanita Dalam Rumah Tangga dan Masyarakat (Studi Kasus Kotamadya Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar). Banda Aceh: Laporan Penelitian. Ihromi, TO. 1980. Kajian Wanita dalam Pembangunan. Jakarta: Penerbit Yayasan Obor Indonesia. Sajogyo, Pudjiwati. 1983. Peranan Wanita dalam Perkembangan Masyarakat Desa. Jakarta: YIIS. Simanjuntak, Tuti.2007. Analisis Curahan Tenaga Kerja dan Pendapatan Petani Dafep pada Usaha Tani Padi Sawah. Skripsi. (http://repository.usu.ac.id. Diakses 2 Oktober 2010) Riningsih. 2005. Pengaruh Modal Kerja dan Satuan Jam Kerja terhadap Pendapatan pada Industry Kecil Pengrajin Genting di Desa Karang Asem Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan. Skripsi. (http://digilib.unnes.ac.id. Diakses 3 oktober 2010).
PETA KOMPETENSI SISWA PADA UN MATA PELAJARAN EKONOMI-SMA DI KABUPATEN BIREUEN Ruaida, Ruaida
Jurnal Mentari Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the basic competencies of what is problematic in the National Examination for Economic Subjects at secondary schools in Bireuen district. Another objective of this study is to determine the response of principal´s, economics teacher, and supervisor (stakeholders) about the causes of low student competence in each of the national examination result, as well as the recommended model for problem solving. The samples of this research are SMAN 1 Bireuen, SMAN 1 Jangka, and SMAN 1 Ganda Pura that are taken purposively. The data collection techniques used are documentation techniques, and focus group discussions (FGD) with stakeholders in each school. Data processing techniques used in this study is descriptive analysis. The results showed that there are 15 basic competitions that the accomplishments still have problems or<60 on the national exam of economic subjects in secondary school in the Bireuen district. This is due to the professional competence and teachers pedagogic for instance mastery of the material, how to motivate students, the use of methods, and instructional media, IT mastery,remainsproblematic. Another factor is the low awareness of parents in children´s learning process and school environments that have not been well ordered. In line with these factors, then the problem-solving model is the provision of the teachers professionalism training, such as stabilization of hard materials, stabilization of the pedagogic and IT mastery, and the provision of learning CD, it will be better if learning economics is hold in teams and involving at least two teachers in the study. In addition, it is needed for teacher to have assistance program in designing and implementing learning, and maximize the function of the school committee as a forum for parents to take care and contributeto the education of theirchildren. Key words: student competence, national exam in Economics Lesson     DAFTAR PUSTAKA   Badan Standar Nasional Pendidikan, 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta Badan Standar Nasional Pendidikan, 2007. Petunjuk Teknis Pengembangan Silabus dan Contoh/Model Silabus Mata Pelajaran Ekonomi SMA/MA. Jakarta Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, 2006. Peraturan Menteri Pendidkan Nasional Repoblik Indonesia No 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta Departemen Pendidikan Nasional.2008. Perangkat pembelajaran KTSP SMA, Jakarta Departemen Pendidikan Nasional, 2008. Panduan Pengembangan Indikator, Jakarta Departemen Pendidikan Nasional DirektoratTenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikdan Tenaga Kependidikan 2008.Strategi Pembelajaran dan Pemilihannya. Jakarta E. Mulyana, 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Sebuah Panduan Praktis). PT Remaja Rosda Karya Bandung Neti Budiawati, Leni Permana, 2010 Perencanaan Pembelajaran Ekonomi, Laboratorium Pendidikan Ekonomi dan Koperasi Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.  

Page 8 of 29 | Total Record : 286