cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
POTRET KEHIDUPAN MASYARAKAT MISKIN DI DAERAH PERKOTAAN (Studi Kasus di Gampong Pineung Kota Banda Aceh) Muhammad Yunus
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potret kehidupan masyarakat miskin yang ada di daerah perkotaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, jenis studi kasus. Studi kasus dalam penelitian ini menggunakan studi kasus pada satu Gampong yang ada di Kota Banda Aceh. Hasil penilitian menunjukkan bahwa kemiskinan masih melanda kehidupan masyarakat diperkotaan. Masyarakat perkotaan masih memperlihat potret kehidupan yang masih belum layak; masih ada rumah masyarakat yang kurang layak huni, masih ada keluarga yang belum mampu memenuhi kebutuhan primer dan sekunder, masih ada masyarakat menetap yang pendapatan perkapita dibawah UMR Kota Banda Aceh, masih banyak penduduknya bekerja sebagai buruh, tukang, yang pekerjaan tidak didasarkan keahlian. Kondisi masyarakat miskin yang ada ternyata dikarenakan masih banyak penduduk asli atau pribumi yang masih dikatogorikan miskin, yang disebabkan oleh rendahnya jenjang pendidikan, kemampuan dan keterampilan yang belum dapat dijadikan sebagai modal untuk memperbaiki kehidupannya. Kata kunci: protret masyarakat miskin, daerah perkotaaan
PENGEMBANGAN FKIP MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Nasir Usman
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan FKIP melalui implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, dan kebijakan kurikulum potensial dalam suatu kegiatan pembelajaran, sehingga mahasiswa diharapkan dapat menguasai seperangkat kompetensi tertentu. Dengan begitu, pendekatan KTSP juga merupakan proses aktualisasi dari kurikulum tertulis. KTSP merupakan suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga lulusan FKIP dapat  memiliki sejumlah kompetensi yang sesuai kebutuhan di lapangan, khususnya yang dibutuhkan di era globalisasi. Kata Kunci: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA PENGGUNAAN BAHASA ACEH RAGAM LISAN SISWA KELAS VII SMPN KOTA LHOKSEUMAWE (The Over Code and the Mix Code of the Usage of Acehnese Language Variety Spoken for Students Class VII SMP Lhokseumawe) Juni Ahyar
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of local languages among teenagers, especially for students class VII SMP Negeri 7 Lhokseumawe, the spotlight observer language. Observers attempt to deduce a variety of language problems that occurred in the use of the vernacular. That is what researchers raise an issue in this study. This study aims to (1) describe the over code and mix code on the use of a variety of oral Acehnese language for students class VII SMP Negeri 7 Lhokseumawe and (2) describe social factors determining of the over code and mix code on the use of a variety of oral Aceh language for students class VII SMP Negeri 7 Lhokseumawe. Sources of data/data of this study is the students class VII of SMP Negeri 7 Lhokseumawe. The data was collected using observation techniques and interviews. These results indicate that the use of Acehnese language for students class VII of SMP Negeri 7 Lhokseumawe as seen from the base language obtained the over code and mix code in two variations, namely (1) the over code and mix code with the basic of Aceh language and (2) the over code and mix code with the basic of Indonesian language. Over code in students class VII SMP Negeri 7 Lhokseumawe there are several types of variations in the form of over code are (1) the over code of metaphorical, (2) the over code of situational, (3) the over code of internal, and (4) the over code of temporary. The mix code contained in students class VII SMP Negeri 7 Lhokseumawe only be inner code-mixing. Social factors that affect the over code either (1) speakers, (2) the opponent, (3) the presence of a third speaker, (4) the situation, and (5) the subject, while the social factors that influence the mix code are (1) the attitude of speakers and (2) the limitations of words. Key words: over code, mix code, Acehnese Language
KORELASI PRESTASI MAHASISWA DALAM MATA KULIAH MICROTEACHING DENGAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) FKIP UNSYIAH Sanusi -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prestasi mahasiswa dalam mata kuliah Microteaching dan prestasi rata-rata mata kuliah Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dan mengkorelasikan antara nilai mata kuliah Microteaching dengan mata kuliah PPL mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unsyiah.  Metode penelitian ini yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dalam bentuk korelasional antara mata kuliah Microteaching dengan mata kuliah PPL.  Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unsyiah angkatan 2004, 2005, dan 2006 yang telah mengambil mata kuliah Microteaching dan mata kuliah PPL, yang berjumlah 131 orang mahasiswa. Jadi, sampel dalam penelitian ini diambil 45.8% dari total populasi yaitu 60 orang mahasiswa. Untuk mengumpulkan data digunakan metode observasi dan dokumentasi dan untuk mengolah data digunakan teknik korelasi product moment. Untuk menguji hipotesis digunakan tes statistik uji–t. Hasil penelitian ini menunjukkan besarnya koefisien korelasi antara variabel independen prestasi mata kuliah Microteaching (x) terhadap variabel dependen prestasi mata kuliah PPL (y) sangat kuat, ini terbukti dari R=0.94 dan R2=0.88.  Sedangkan untuk mengetahui koefisien regresi dengan menggunakan regresi untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini dengan menggunakan uji–t.  Jika nilai thitung ttabel dengan tingkat signifikansi sebesar α = 5%, maka hipotesis diterima. Nilai thitung sebesar 20.46 sedangkan ttabel 2.00 dengan tingkat signifikansi α = 5%, maka hipotesis dalam penelitian ini diterima dan dapat diuji coba pada mata kuliah yang lain dengan populasi yang lain. Kata Kunci:    prestasi, microteaching, praktik pengalaman lapangan
MANAJEMEN PENGAWAS SEKOLAH DALAM MELAKSANAKAN SUPERVISI AKADEMIK PADA SMA NEGERI 4 BANDA ACEH Nurlaili -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan kontribusi penyusunan program, implementasi program dan kendala pengawas sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik pada SMA Negeri 4 Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara,  observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengawas sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, kepala pengajaran, koordinator MGMP dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penyusunan program supervisi akademik pengawas sekolah pada SMA Negeri 4 Banda Aceh disusun secara terinci dari program tahunan, semester, dan program mingguan. Mekanisme penyusunan program kerja pengawas melalui pokja (kelompok kerja) pengawas sekolah dan secara individu; dalam penyusunan program supervisi akademik pengawas sekolah melibatkan pengawas sekolah lainnya, dan pihak sekolah; 2) Implementasi program pengawas sekolah meliputi: penyampaian jadwal kunjungan; sosialisasi program kerja dan instrumen penilaian; mengunjungi sekolah binaan; melaksanakan kegiatan supervisi akademik; memberikan bimbingan dan pembinaan; serta pelaporan; 3) Kendala yang dihadapi pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik antara lain: jumlah pengawas masih kurang; banyaknya tugas tambahan pengawas sekolah selain tupoksi; masih ada guru yang tidak mau mencari ilmu  sehingga terkesan monoton dalam bekerja; kurangnya motivasi guru dalam mengikuti perkembangan zaman.           Kata kunci: manajemen pengawas sekolah, supervisi akademik
KINERJA GURU PASCASERTIFIKASI (Kebijakan Sertifikasi Guru dan Dampaknya Terhadap Kinerja Guru: Studi Kasus pada Madrasah di Kecamatan Darussalam dan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar) Rahmat Saleh
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian Government through a Ministry of Culture and Education as well as a Ministry of Religions released a Teacher Certification Program in 2007. One side, the program has responded well to improve the quality of teachers’ prosperity by providing them additional allowance as much as their monthly salary. However, on the other side, several isssues have been arisen in the field which questioning wether the program has met goals well or not. Those issues such as bad practice in preparing portfolios, financial matter and technical aspect in withdrawing a stipend, impact toward teachers’ teaching competency, and including lack of capacity development program after teachers were declared as certified teachers.  This is a qualitative research with approach of public policy analysis. The research focuses on a case study in two sub-disctricts in Aceh Besar by conductiong in-depth interviews with purposed key informants representing the schools and policy makers. The result of this research does not have intention to generalize condition throughout Aceh province but could be a critical findings responding on Teacher Certification Program. Key words: certification program, to improve the quality
Hal-Hal yang perlu Diperhatikan dalam Pengembangan Bahan Ajar Ramli -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan belajar-mengajar. Tanpa bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar tidak dapat berlangsung dengan baik. Oleh karena itu, sebelum mengajar setiap guru diharapkan dapat menyiapkan bahan ajar.Banyak guru sudah menyiapkan bahan ajar ketika hendak mengajar. Akan tetapi, banyak pula yang masuk ke dalam kelas tanpa bahan ajar yang sengaja disiapkan. Karena bahan ajar tidak disiapkan, sang guru cenderung menceritakan pengalamannya atau member nasihat kepada siswa/mahaiswa sebagai pengganti bahan ajar. Fenomena ini sering terjadi pada jejang SD/SMP/SMA, bahkan pada Perguruan Tinggi. Ketika ditanyakan alasan tidak menyiapkan bahan, guru tipe ini menjawab bahwa bahan ajar tidak perlu disiapkan karena sudah ada buku teks.Sesungguhnya, guru bukan tidak mau menyiapkan bahan ajar, tetapi lebih banyak karena belum mengetahui tentang hakikat bahan ajar dan pengembangannya. Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan dibahas secara umum tentang alasan pengembangan bahan ajar, prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar, buku teks, dan latihan-latihan dalam mengembangkan bahan ajar.
STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN DI DAERAH PERKOTAAN (Studi Kasus di Gampong Pineung Kota Banda Aceh) Muhammad Yunus
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengentasan kemiskinan di daerah perkotaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripstif yang berjenis Studi kasus, yaitu studi  kasus pada Gampong Pineung, Kota  Banda Aceh. Hasil penilitian menunjukkan bahwa strategi pengentasan kemiskinan di gampong Pineung dilakukan dengan empat cara yaitu: Pertama, menciptakan kesadaran warga masyarakat untuk peduli terhadap program pengentasan kemiskinan melalui program pembangunan gampong. Kedua, adanya keterlibatan masyarakat dalam pengentasan kemiskinan antara lain dengan adanya upaya masyarakat yang berkemampuan tinggi untuk memberikan modal usaha secara mandiri kepada masyarakat miskin. Ketiga, aparatur gampong meningkatkan kesadaran masyarakat dan mensosialisasikan program pengentasan kemiskinan melalui pentingnya membayar zakat. Keempat, aparatur gampong mengajak semua komponen masyarakat untuk mendukung dan membantu untuk melakukan pengentasan kemiskinan dengan mengupayakan suksesnya program pemerintah.   Kata kunci: strategi, pengentasan kemiskinan, daerah perkotaaan
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MATEMATIKA SMP SE-KOTA BANDA ACEH Budiman -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi profesional guru matematika SMP se-Kota Banda Aceh yang sudah lulus sertifikasi dan mereka yang belum lulus sertifikasi. Kompetensi profesional yang diteliti mencakup tiga aspek, yaitu kompetensi merancang RPP, kompetensi melaksanakan pembelajaran matematika, dan kompetensi merancang LKS. Populasi penelitian adalah guru matematika SMP se-Kota Banda Aceh, dengan syarat SMP yang diambil adalah ada guru yang lulus sertifikasi, dan diambil 15 SMP, dan setiap SMP diambil dua orang guru, masing-masing 15 orang yang sudah lulus sertifikasi, dan 15 orang yang belum lulus sertifikasi. Data dikumpulkan dengan tiga macam instrumen, yaitu: instrumen kompetensi membuat perencanaan pembelajaran (RPP), instrumen kompetensi melaksanakan pembelajaran, dan instrumen kompetensi membuat LKS, semuanya dengan rentangan nilai 1 – 5. Data yang diperoleh diolah dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Data tersebut menunjukkan bahwa semua indikator yang dinilai umumnya pada skor 3 (cukup) dan 4 (baik). Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa (1) Kompetensi guru matematika yang sudah lulus sertifikasi dalam aspek membuat RPP, melaksanakan pembelajaran, dan membuat LKS semuanya berada pada tingkat baik dengan rata-rata masing-masing 3,6; 3,6 dan 3,5; (2) Kompetensi guru matematika yang belum lulus sertifikasi dalam aspek membuat RPP, dan melaksanakan pembelajaran, berada pada tingkat baik dengan rata-rata masing-masing 3,6 dan 3,5, sementara kompetensi mereka dalam membuat LKS berada pada tingkat kurang baik dengan rata-rata 3,4; (3) Secara keseluruhan, kompetensi profesional guru matematika SMP se-Kota Banda Aceh yang sudah lulus sertifikasi maupun yang belum lulus sertifikasi berada pada tingkat baik, dengan rata-rata skor masing-masing 3,6 dan 3,5; dan (4) Tidak ada perbedaan kompetensi profesional guru matematika SMP se-Kota Banda Aceh yang sudah lulus sertifikasi dengan mereka yang belum lulus sertifikasi Kata kunci: kompetensi, profesional, guru, sertifikasi, RPP, LKS
PENGARUH KETIDAKPAHAMAN KERJA TERHADAP KETIDAKPUASAN KERJA KARYAWAN PT BANK BPD ACEH SYARIAH CABANG BANDA ACEH - Nuzulman Nuzulman -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karyawan merupakan sumber daya yang paling penting dalam operasi perusahaan. Oleh sebab itu, manajemen haruslah memperhatikan kebutuhan karyawan agar karyawan juga memberikan apa yang diharapkan perusahaan kepadanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketidakamanan kerja terhadap ketidakpuasan karyawan pada PT. Bank BPD Aceh Syariah Cabang Banda Aceh. Persepsi ketidakamanan kerja ini timbul biasanya karena adanya restrukturisasi manajemen, dan faktor kompensasi yang merupakan balas jasa yang diberikan perusahaan kepada karyawan yang dapat dinilai dan mempunyai kecenderungan yang diberikan secara tetap. Dengan adanya kompensasi yang tinggi dapat memicu karyawan untuk bekerja lebih giat, jika terjadi sebaliknya atau kompensasi yang terlalu rendah maka kinerja karyawan akan menurun. Dari hasil penelitian diperoleh koefisien determinan (R2) bernilai 0,748 atau 74,8 % yang menunjukkan bahwa ketidakamanan kerja berpengaruh terhadap ketidakpuasan kerja karyawan PT. Bank BPD Aceh Syariah Cabang Banda Aceh sebesar 74,8 % dan sisanya 25,2 persen dipengaruhi oleh variabel lainnya di luar model penelitian ini. Sedangkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,865 menggambarkan bahwa ketidakamanan kerja sangat kuat hubungannya terhadap ketidakpuasan kerja karyawan sebesar 86,5 %. Berdasarkan perhitungan t-hitung = 11,300 dan t-tabel = 2, 0154 maka t-hitung t-tabel, berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian ketidakamanan kerja berpengaruh baik secara universal maupun secara partial terhadap ketidakpuasan kerja karyawan PT. Bank BPD Aceh Syariah Cabang Banda Aceh. Pelaksanaan restrukturisasi dan pemberian kompensasi oleh pihak perusahaan harus disesuaikan dengan kemampuan dan keinginan karyawan sehingga akan meningkatkan kepuasan kerja yang tinggi bagi karyawan. Kata kunci: ketidakamanan kerja, ketidakpuasan kerja