cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
PENGELOLAAN SANGGAR CUT NYAK DHIEN DALAM MENGEMBANGKAN KEBUDAYAAN ACEH (CUT NYAK DHIEN ATELIER MANAGEMENT IN DEVELOPING ACEH CULTURES) Tengku Hartati
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atelier is one of container in developing and preserving region cultures. This atelier aim is to preserving and developing region cultures by guiding and traditional art training to young generation. Its decrease and increase are depend on the human resource quality and others supporting means. Management knowledge is needed in atelier managing in order to get the maximal aim. This research aim is to know Cut Nyak Dhien atelier management in developing Aceh culture which relate to planning, implementation, organization, and supervision at Cut Nyak Dhien atelier Banda Aceh. This research uses qualitative approach with descriptive analysis method. The data collecting technique was done by interview, observation, and documentation study. The research subjects are atelier head, trainer, manager, and Cut Nyak Dhien atelier’s elements. The research output shows: (1) Cut Nyak Dhien Atelier planning involve atelier head, trainer, and atelier managers. The program planning is according to its need and atelier aim. (2) In applying atelier program, the head, trainer, managers, and elements always have coordination. (3) Organizing is done with gather and arrange all resource which is needed include the human resource. (4) Supervision is done directly and indirectly by the head and Cut Nyak Dhien atelier coordinator. Keyword: atelier management and cultures development
ADAPTASI DAN FLEKSIBILITAS NILAI KOPERASI DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL Ishak Hasan
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu sektor atau pelaku ekonomi, koperasi didirikan dan dipacu di atas landasan nilai dan prinsipnya tersendiri. Berbeda dengan bentuk perusahaan non-koperasi. Dalam kenyataan koperasi sebagai pelaku ekonomi  sampai saat ini masih jauh tertinggal dari pelaku ekonomi lainnya. Hal ini tentu ada faktor yang menyebabkannya. Dari sekian banyak faktor yang diperkirakan menghambat kemajuan koperasi salah satunya adalah kekakuan nilai dan prinsip koperasi yang dianut serta diterapkan. Dalam menghadapi persaingan global, lingkungan ekonomi yang dihadapi suatu masyarakat sudah jauh berubah. Persaingan dalam memperoleh manfaat ekonomi semakin tajam. Berdasarkan itu, sudah saatnya koperasi perlu untuk mengadaptasi ulang nilai-nilai dan prinsipnya secara fleksibel, agar koperasi tidak tertinggal dengan bentuk badan usaha lainnya.  Kata Kunci:nilai dan prinsip koperasi, persaingan global.
INDONESIAN CLASSROOM MANAGEMENT BY TWO NONNETIVE SPEAKER TEACHERS TO SECOND LANGUAGE LEANERS Elfia -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan ini mengkaji metode-metode pengelolaan kelas oleh dua guru yang bukan berbahasa Indonesia  saat mengajar bahasa tersebut. Dalam studi ini keduanya menunjukkan kecakapan mereka dalam mengajar pelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah.Tujuan dari laporan ini untuk memberikan sebuah pengetahuan kepada guru bahasa asing lainnya dalam hal pengajaran bahasa di  dalam kelas bahasa kedua mareka, yaitu bahasa Indonesia. Data yang dikumpulkan untuk studi initer masuk catatan observasi, rekaman audio, dan wawancara. Analisa tersebut menyatakan bahwa peningkatan kemampuan berbaha saamat dipengaruhi oleh peran yang dimainkan guru. Untuk mewujudkan sebuah praktik berbahasa yang nyata, guru harus lebih sering menggunakan bahasa kedua dalam aktivitas kelas untuk merangsang ketertarikan siswa terhadap bahasa daripada sebaliknya yang mungkin telah mareka lakukan.
TRADITIONAL BUDGETING OR BEYOND BUDGETING? Sayed Muniruddin
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penganggaran adalah topik paling banyak diteliti dalam akuntansi manajemen. Kini ada saran untuk meninggalkan proses penganggaran (traditional to move beyond budgeting). Tulisan ini memiliki tiga tujuan. Pertama, mendiskusikan alasan penganggaran menjadi topik paling banyak dikaji dalam akuntansi manajemen. Kedua, meringkas berbagai arus utama penelitian tentang penganggaran. Ketiga, mengevaluasi secara kritis argumen yang menyarankan setiap organisasi untuk meninggalkan praktik penganggaran tradisional. Melalui analisis deskriptif terhadap sejumlah literatur, diperoleh beberapa hasil. Pertama, penganggaran menjadi subjek paling sering diteliti karena luasnya topik penganggaran juga terkait dengan topik akuntansi manajemen lainnya. Karena kompleksitas aktivitas dalam penganggaran, maka penelitian tentang ini pun dilakukan secara komprehensif, di samping penganggaran tidak hanya berkaitan dengan angka, melainkan juga ketaatan terhadap nilai-nilai. Dalam hasil reviu juga ditemukan tiga arus utama penelitian terhadap penganggaran: ‘perspektif ekonomi’, ‘perspektif psikologi’, serta ‘perspektif sosiologi’. Telaah ini juga menemukan bahwa faktor seperti lamanya proses dan besarnya biaya penyusunan anggaran, terlalu berfokus kepada capaian angka daripada kebutuhan aktualisasi diri para pekerja, menjadi saran untuk meninggalkan praktik-praktik penganggaran tradisional. Meski anggaran didebat masih berfungsi sebagai alat kontrol utama perusahaan, sejumlah entitas bisnis telah meninggalkan praktik ini dengan mengadopsi ‘beyond budgeting’ sehingga menjadi organisasi yang fleksibel dan lebih meningkatkan prestasi perusahaan.  Kata kunci: penganggaran biasa, penganggaran bayangan
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA ACEH UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM Ramli -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to develop the learning materials which are integrated of language skills: listening, speaking, reading, and writing, and the component of vocabulary and language structure. This research was carried out at the fourth year of the elementary school, ‘Sekolah Dasar Negeri 1’ Banda Aceh and ‘Sekolah Dasar Muhammadiyah 1’ Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam in September 2003 and from July to December 2007. Research methodology used is the research and development (RD) by Dick and Carey. Instruments used to collect data were questionnaire, interview, and test. Then, the data analyzed qualitatively and quantitatively. The findings of the research are two units of learning materials which is each of it consist of four topics of materials. This research concludes that the product of the development of learning materials of Acehnese language is effective to be applied in elementry school.
WHAT FACTORS INFLUENCE THE USE OF FORMAL AND INFORMAL LANGUAGE IN DAILY COMMUNICATION? Sarair -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam berkomunikasi sehari-hari kita menggunakan bahasa baik secara formal maupun informal sesuai dengan situasi, kondisi, lawan bicara serta tempat dimana kita berada. Bahasa formal biasanya digunakan pada acara-acara formal dan bahasa tidak formal digunakan pada saat kita berbicara dengan teman atau sahabat dekat. Penggunaan bahasa formal dan tidak formal tidak dapat dilakukan sekehendak hati kita karena dapat menyebabkan konflik dengan lawan bicara. Tulisan ini akan mengemukakan faktor-faktor seseorang menggunakan bahasa formal dan informal dalam percakapan sehari-hari dan juga kebanggan mereka dalam menggunakan bahasa formal dan informal, yaitu covert dan overt prestige. Juga penyesuaian bahasa yang digunakan agar dapat memperkecil jarak atau mengeratkan hubungan antara si pembicara dan lawan bicara.  Kata kunci: bahasa formal dan informal, gengsi yang tersembunyi atau tampak, komunikasi 
KONSEP UMUM PROSES BELAJAR MENGAJAR Ramli Abdullah
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka pelaksanaan fungsi dan tugas instruksional, guru menempatkan kedudukan sebagai figur sentral. Di tangan para gurulah terletak kemungkinan berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan di sekolah, serta di tangan mereka tumpuan harapan orang tuanya. Sedangakan konsep belajar itu selalu menunjuk kepada suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktek atau pengalaman tertentu. Sedangkan mengajar seperti yang dikatakan adalah membimbing. Berbeda dengan petani yang “membimbing” alam, guru harus membimbing pikiran. Guru bukanlah buku yang bisa bicara atau siaran televisi yang hidup, tapi guru harus bisa menciptakan dialog. Guru adalah orang dewasa yang karena jabatannya secara formal selalu mengusahakan terciptanya situasi yang tepat (mengajar) sehingga memungkinkan terjadinya proses pengalaman belajar (learning experiences) pada diri siswa, dengan mengerahkan segala sumber (learning resources) dan menggunakan strategi belajar mengajar (teaching-learning strategy) yang tepat (appropriate) Kata kunci : Belajar, mengajar, siswa, guru
URGENSI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIK DI SEKOLAH DALAM ERA GLOBALISASI Ema Sulastri
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan TIK adalah hal yang wajib dilaksanakan di Dalam Era Teknologi dan Informasi Ini. Para guru dan siswa amat penting dalam memahami TIK sehingga tidak kalah dalam persaingan global. Penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu dalam keefektifan proses pembelajaran di sekolah. Para guru akan lebih mudah mengajar materi, sedangkan siswa lebih mudah memahami sebuah pembahasan. Penggunaan internet di sekolah akan sangat membantu siswa. Siswa dapat melakukan program e-learning, yaitu dapat melakukan pembelajaran jarak-jauh dengan guru. Program e-learning juga memudahkan siswa dalam melakukan hubungan dengan siswa lain yang jauh tempat tinggalnya walaupun berbeda negara domisili. Secara umum media pembelajaran TIK mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut: a) memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka); b) mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera; c) dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik; d) dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Dengan adanya penggunaan media pembelajaran disekolah, peningkatan mutu pendidikan akan dapat terlaksana dengan baik.  Kata kunci : media pembelajaran dan TIK
INVASI AKASIA BERDURI (ACACIA NILOTICA) (L.) WILLD EX DEL. DI TAMAN NASIONAL BALURAN JAWA TIMUR DAN STRATEGI PENANGANANNYA Djufri -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acacia nilotica is a thorny wattle native species in India, Pakistan and much of Africa. This Acacia is widely distributed in tropical and subtropical Africa from Egypt and Mauritania to South Africa. The invasion of A. nilotica has resulted in the reduction of savannah wide in Baluran National Park reaching about 50%. Presure to the savannah has a great impact on the balance and preservation of whole ecosystem in Baluran. Some efforts have been to fight against the wide-spreading of invasion of A. nilotica for example eradication chemically use Indamin 72 HC and 2,4 D Dinitropenol, but result is not effective. And so it is with eradication in the mechanic use bulldozer appliance, and cut away to burn, not yet given optimal result, proven invasion of A. nilotica in this time not yet deductible, exactly growing wide. For the reason, require to be looked for alternative is way of the other eradication, so that the wide-spreading of preventable invasion A. nilotica. Otherwise hence the possibility of big savannah exist in National Park of Baluran metamorphose to become forest of A. nilotica. Kata kunci: invasi, akasia berduri, dan strategi penanganan. 
FILSAFAT IDEALISME DAN REALISME: SUATU PERSPEKTIF PENDIDIKAN Saiful -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran filsafat Idealisme merupakan suatu aliran filsafat yang mengagungkan jiwa. Pertemuan antara jiwa dan cita melahirkan suatu angan-angan, yaitu dunia idea. Pokok pemikiran Idealisme ialah (1) menyakini adanya Tuhan sebagai ide tertinggi dari kejadian alam semesta ini. (2) Dunia adalah suatu totalitas, suatu kesatuan yang logis dan bersifat spiritual. (3) Kenyataan sejati ialah bersifat spiritual (4) Idealisme berpendapat bahwa manusia menganggap roh atau sukma lebih berharga dan lebih tinggi dari pada materi bagi kehidupan manusia. (5) Idealisme menganggap bahwa pengetahuan adalah sesuatu yang muncul dan terlahir dari kejadian di dalam jiwa manusia. (6) Menurut idealisme, tujuan pendidikan untuk menciptakan manusia yang berkepribadian mulia dan memiliki taraf kehidupan rohani yang lebih tinggi dan ideal serta memiliki rasa tanggung jawab kepada masyarakat. Aliran filsafat realisme adalah suatu aliran filsafat yang memandang bahwa dunia materi sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Dunia ini mempunyai hakikat realitas terdiri dari dunia fisik dan dunia rohani. Pokok pemikiran realisme yaitu (1) pengetahuan adalah gambaran atau kopi yang sebenarnya dari apa yang ada dalam alam nyata. Hal ini tidak ubahnya seperti sebuah gambar hasil lensa kamera yang merupakan representasi dari gambar aslinya. (2) Suatu teori dianggap benar bila memang riil, dan secara subtantif ada, dan memang benar, bukan menyajikan fiksi. (3). Konsep filsafat menurut realisme adalah Metafisika-realisme, Humanologi-realisme; Epistemologi-realisme, Aksiologi-realisme. (4) Hakikat realitas adalah terdiri atas dunia fisik dan dunia rohani. (5) Pendidikan lebih dihargai dari pada pengajaran sebab pendidikan mengembangkan semua kemampuan manusia  Kata kunci: idealisme, realisme, dan pendidikan