cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Keperawatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN LUKA PERINEUM DAN STATUS GIZI DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA Yayat Suryati; Eni Kusyati; Witry Hastuti
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.729 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tindakan episiotomi seringkali harus dilakukan untuk mencegah terjadinya ruptur perineum. Ibu nifas dengan luka perineum harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang cara merawat luka perineum dan faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka. Selain itu status gizi ibu nifas harus diperhatikan sejak masa kehamilan. Karena zat gizi sangat dibutuhkan untukmemulihkan kesehatan ibu setelah melahirkan, untuk memenuhi produksi air susu dan penyembuhan luka perineum. Bila ibu nifas mampu melakukan perawatan luka perineum dengan benar selama di rumah ditunjang dengan status gizi yang cukup, maka resiko terjadinya infeksi masa nifas bisa dihindari. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum dan status gizi dengan proses penyembuhan luka di Poli KIA RS.Pantiwilasa Citarum. Metodologi penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu-ibu nifas dengan luka perineum di poli KIA RS Panti Wilasa Semarang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Hasil penelitian : Uji korelasi menggunakan Chi Square diperolehhasil sinifikan dengan (P value 0.030) dan (P value 0.008) Kesimpulan : Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum dengan proses penyembuhan luka. Juga ada hubungan status gizi dengan proses penyembuhan luka di poli KIA rumah sakit Panti Wilasa Semarang.Kata kunci : Pengetahuan ,status gizi,proses penyembuhan luka
Gambaran Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Mahasiswa Dalam Menghadapi Praktik Klinik Keperawatan Di Institusi Pendidikan Swasta Di Semarang Rindayati Rofiah; Achmad Syaifudin
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.624 KB)

Abstract

Latar Belakang : Stres telah menjadi mimpi buruk bagi mahasiswa, Salah satunya banyak dialami oleh mahasiswa yang menjalankan praktek klinik. Kondisi stress juga mendorong terjadinya perubahan perilaku pada mahasiswa D3 keperawatan seperti penurunan minat dan aktivitas, penurunan energi, tidak masuk atau terlambat. Pembelajaran pada program D3 keperawatan juga dapat memicu stres karena menjadi kegiatan yang sulit bagi mahasiswa. Umumnya kesulitan-kesulitan yang ada berkaitan pada masalah interpersonal, perasaan frustasi dan perasaan lelah yang muncul pada saat kebutuhan mahasiswa teridentifikasi dengan baik, serta situasi nyata di lapangan yang tidak sekedar menggambarkan situasi dalam teori Tujuan: memberikan gambaran fakto - faktor yang berhubungan dengan stres mahasiswa dalam menghadapi praktek klinik keperawatan. Metode :Jenis penelitian adalah deskriptip kuantitatif. Instrumen/ alat penelitian yang digunakan. adalah kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester IV yang sedang melakukan praktek klinik keperawatan sebanyak 62 mahasiswa. Sampel sebanyak 62 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah simple ramdom sampling. Analisa data dalam penelitian ini adalah analisa univariat. Hasil Penelitian: 62 responden, diperoleh umur mahasiswa sebagian besar adalah umur 17 –20 tahun (87,1%), jenis kelamin sebagian besar adalah berjenis kelamin perempuan sebanyak 43 responden (69,4%), sosial ekonomi mahasiswa sebagian besar tinggi (61,3%), tingkat stres pada mahasiswa sebagian besar mengalami stres ringan (74,2%). Simpulan dan saran :Sebagian besar mahasiswa berumur < 20 tahun, sebagian besar berjenis kelamin perempuan, sebagian besar mahasiswa mempunyai sosial ekonomi yang tinggi dan sebagian besar mahasiswa mengalami stres ringan. Sebelum melaksanakan praktek klinik keperawatan hendaknya mahasiswa harus mempunyai bekal yang cukup seperti teori dan skill yang cukup sebagai bekal dalam menjalankan praktek klinik keperawatan.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT SWASTA DI DEMAK Maryanto -; Tri Ismu Pujiyanto; Singgih Setyono
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.925 KB)

Abstract

Kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Kepuasan kerja perawat merupakan sasaran penting dalam manajemen sumber daya manusia. Kepuasan kerja karyawan banyak dipengaruhi sikap pimpinan dalam kepemimpinannya. Hasil survey awal tahun 2010 terdapat 6 tenaga keperawatan keluar dari Rumah Sakit Swasta di di Demak dan BOR turun 25 % dari tahunsebelumnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Swasta di di Demak. Metode penelitian adalah jenis penelitian ini adalah analitik korelasional dengan desain cross sectional, teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 43 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian adalah menunjukkan ada hubungan yang signifikan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat dengan p – value 0,005. Kesimpulan adalah  penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kepala ruang dalam menampilkan gaya kepemimpinannya sehingga terwujud kepuasankerja para anggotanya.
Caring Dimensions Inventory Dalam Tatanan Pelayanan Keperawatan Renny Triwijayanti
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.071 KB)

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan keperawatan didukung oleh pengembangan teori-teori keperawatan, salah satunya adalah teori Caring. Menurut Jean Watson meyakini bahwa praktik caring adalah inti dari keperawatan, hal ini merupakan fokus pemersatu dalam keperawatan. Intervensi keperawatan yang terkait dengan perawatan manusia disebut sebagai carrative factors, yakni panduan yang disebut Watson sebagai “Inti Keperawatan”. Perawat merupakan tenaga kesehatan dengan proporsi terbanyak di rumah sakit dan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan dapat terwujud dengan asuhan keperawatan yang professional meliputi intelektual, tehnikal, dan interpersonal yang mencerminkan perilaku caring. Sebagai pembeda antara perawat dengan profesi lain adalah dalam hal kemampuan caring, sehingga mengubah keperawatan menjadi profesi yang lebih terhormat. Perilaku caring perawat dapat dilihat melalui dimensi caring yang dikembangkan oleh Watson & Lea, dimensi caring yang dikembangkan ini terdiri dari 25 dimensi yang dapat menumbuhkan perilaku caring perawat sehingga meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang berorientasi kepada pasien. pencapain pelayanan keperawatan yang profesional mutu dari tenaga perawat lebih diperhatikan sehingga akan mencapai suatu standar dalam pelayanan keperawatan melalui caring. Caring dimensi inventori dapat diterapkan dalam pelayanan keperawatan dan sebagai salah satu indicator dalam pencapain kepuasan pasien dan dapat dipakai sebagai standar recruitment pegawai dimana dalam standar profesi perawat dapat dilaksanakan menggunakan dimensi caring. Sehingga didapatkan perawat professional dalam tatanan pelayanan keperawatan.
PENGARUH PROGRAM MENTORING TERHADAP PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN Devi Nurmalia; Hanny Handiyani; Hening Pujasari
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.431 KB)

Abstract

Budaya keselamatan pasien merupakan dasar utama dalam keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program mentoring terhadap penerapan budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap di salah satu rumah sakit swasta di Semarang. Metode penelitian ini menggunakan quasi experiment design: pretest-posttest with control group design, sampel yang digunakan 90 perawat (45 pada kelompok intervensi dan 45 pada kelompok kontrol). Hasil menunjukkan terdapat pengaruh antara penerapan budaya kelompok kontrol dengan kelompok intervensi sesudah progam mentoring (p= 0.056,2=  4.5 ???? = 0.1) dan RR 2.5. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok yang tidak mendapatkan program mentoring akan beresiko mengalami penurunan dalam penerapan budaya keselamatan pasien sebesar 2.5 kali lebih besar dibandingkan kelompok yang mendapatkan program mentoring keperawatan.
Jangka Waktu Yang Diperlukan Pasien Untuk Pelayanan Di Bagian Rawat Jalan Pada Rumah Sakit Pemerintah Di Semarang Muhamad Rofi’i; Sri Jarihatunningsih
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.405 KB)

Abstract

Standard of hospital services is the authority given by government to the hospital to provide maximum services at patients. Service time to the patient affect the level of patient satisfaction. Purpose is to find out the patient service time at the outpatient unit. Survey research methods with quantitative approaches. Population consist of all outpatient both new and old at Hospital in Semarang. Sampling using non probability sampling, specifically purposive sampling. Respondents totaled 108 people. The results showed that the factors affecting the waiting time of service. The total service time of registration less than 10 minutes, as many as 34 (31.48%) and more than 10 minutes as many as 74 (68.52%). Total care clinic less than 30 minutes by 50 (46.29%) and more than 30 minutes were 58 (53.70%). Total pharmacy service time less than 30 minutes by 82 (75.92%) and more than 30 minutes by 26 (24.07%). The total financial service time is less than 5 minutes by 51 (47.22%) and more than 5 minutes total of 57 (52.77%). The results of factor analysis of hospital outpatient services Semarang still need to improve the quality of care by improving the performance of human resource system and better equipment.
Metode Jigsaw Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ditinjau Dari Kemapuan Metakognitif Dewi Wulandari
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.221 KB)

Abstract

Latar Belakang : Materi ilmu kedokteran sulit dipahami tetapi harus dikuasai mahasiswa keperawatan. Dalam praktiknya, hasil belajar yang diperoleh lebih rendah jika dibandingkan dengan bidang ilmu keperawatan. Dosen perlu melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan menerapkan metode jigsaw. Penelitian ini bertujuan mengetahui efekfitas penerapan metode jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar ditinjau dari kemampuan metakognitif. Subyek dan Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan Factorial Designs. Populasi penelitian sebanyak 68 orang. Sampelnya 58 mahasiswa Program Studi D III Keperawatan tahun 2013, 29 responden dikenai metode jigsaw dan 29 responden metode ceramah. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random sampling. Cara pengumpulan data dengan tes hasil belajar dan kuesioner kemampuan metakognitif. Teknik analisis data menggunakan Two ways ANOVA. Hasil : 1) Tidak ada perbedaan signifikan metode jigsaw dan ceramah terhadap hasil belajar mahasiswa (CI : 95%, p = 0,133) dengan F hitung sebesar 2,325 2) Ada perbedaan signifikan antara kemampuan metakognitif rendah dan tinggi terhadap hasil belajar dengan F hitung sebesar 66,228 dan nilai signifikasi sebesar 0,000 (p < 0,005). 3) Ada pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan kemampuan metakognitif dengan harga F hitung sebesar 11,168 dan nilai signifikasi sebesar 0,002 (p < 0,005). Simpulan : Metode jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar pada mahasiswa yang mempunyai kemampuan metakognitif tinggi.
PENINGKATAN SOFTSKILL PERAWAT MELALUI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA RUANG PADA RS SWASTA DI SEMARANG Tri Hartiti
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.776 KB)

Abstract

Kepemimpinan transformasional merupakan kepemimpinan yang dapat diterapkan dengan karakteristik kharismatik, pengaruh idealis, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, serta konsiderasi individu. Softskill adalah keterampilan kecakapan hidup baik untuk diri sendiri, berkelompok atau bermasyarakat yaitu berupa keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill) maupun keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intra personal skill) agar mampu mengembangkan produktifitas kerja secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepemimpinan transformasional kepala ruang dan kemampuan softskill dari perawat pelaksana serta hubungan keduanya.Penelitian ini dilakukan pada Rumah Sakit Swasta di Semarang, terhadap 18orang perawat sebagai kepala ruang, dan 80 orang perawat pelaksana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif korelasi dengan pendekatan crossectional. Hasil dari penelitian ini didapatkan 4 orang (22%) kepala ruang yang telah memiliki kemampuan kepemimpinan transformasional baik , sedangkan 14 orang (78%) belum baik,  didapatkan 20 orang (25%) perawat pelaksana yang telah memiliki softskill yang baik, sedangkan 60 orang (75%) memiliki softskill yang kurang baik. Terdapat hubungan antara kepemimpinan transformasional kepala ruang dengan softskill perawat pelaksana dengan p=0,018
Penilaian Prestasi Kerja Perawat Dengan Sistem Komputer Sederhana Fitria Purnamawati
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.28 KB)

Abstract

Kinerja perawat merupakan tindakan yang dilakukan oleh seorang perawat dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya, tidak melanggar hukum sesuai dengan moral dan etika.Metode penilaian kinerja seorang perawat yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) adalah dengan menggunakan metode penilaian prestasi kerja. Penilaian prestasi kerja PNS merupakan suatu proses penilaian secara sistematis serta obyektif, terukur, akuntabel, partisipasi dan transparan yang dilakukan oleh pejabat penilai terhadap sasaran kerja pegawai (SKP) dan perilaku kerja PNS dengan bobot penilaian masing-masing unsur SKP sebesar 60% dan perilaku kerja sebesar 40%.Penilaian prestasi kerja PNS dilaksanakan oleh pejabat penilai sekali dalam 1 (satu) tahun. Untuk membantu dalam penilaian prestasi kerja perawat yang berstatus PNS, penulis mengembangkan aplikasi sederhana dengan menggunakan komputer melalui program excel, dengan menyusun SKP sebagai perencanaan awal tahun dan memasukkan realisasi kegiatan yang sudah dilakukan dan tercatat dalam logbook perawat selama 1 (satu) tahun maka secara otomatis pengukuran SKP sekaligus penilaian prestasi kerja pegawai dapat diselesaikan dengan lebih mudah dan cepat. Penilaian prestasi kerja inidiharapkan mampu menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan oleh pihak manajemen yang berkaitan dengan kegiatan manajemen sumber daya manusia (SDM) seperti perencanaan SDM, penarikan dan seleksi, pengembangan SDM, perencanaan dan pengembangan karir, penghargaan, promosi, pensiun serta penghentian SDM.
PENGARUH BERMAIN BANANA BOAT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA REMAJA DI AREA WISATA PANTAI BANDENGAN JEPARA Joko Septian Wahyogo; Eni Kusyati; Sri Indah Ekowati
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.279 KB)

Abstract

Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif Indonesia secara resmi mengeluarkan tagline yang diberi nama “Wonderful Indonesia”. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, sudah tidak diragukan lagi potensi pariwisata di Indonesia. Salah satunya adalah wisata air banana boat, wahana ini merupakan atraksi air yang membutuhkan nyali besar bagi semua orang yang mencobanya, terutama pada remaja. Atraksi ini dapat memacu adrenalin sehingga menimbulkan kepuasan tersendiri bagi para remaja. Selain itu juga dapat memicu perubahan tekanan darahakibat atraksi yang menegangkan ini. Penelitian ini nantinya untuk mengetahui pengaruh bermain banana boat terhadap tekanan darah pada remaja di area wisata pantai bandengan Jepara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment (eksperimen semu) dengan kelompok kontrol. Jumlah responden sebanyak 20 orang. Instrument yang digunakan untuk mengukur tekanan darah adalah tensi meter digital. Pengumpulan data dilakukan sendirioleh peneliti dan data yang diperoleh dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukan (p-value 0,000, α=0,05). Artinya ada pengaruh bermain banana boat terhadap tekanan darah pada remaja di area wisata pantai bandengan Jepara.Kata Kunci : Tekanan darah, banana boat, perahu dayung. Daftar Pustaka 22 (2001-2012).