cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Hubungan Antara Jumlah Persalinan dengan Kejadian Preeklampsi di RSUD Tugurejo Semarang Merry Tyas Anggraini; Muhammad Irsam; Agus Sunarto
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.443 KB)

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan penyakit hipertensi disertai proteinuria dengan sistolik/diastolik ?140/90mmHg dan proteinuria ?300 mg/24 jam setelah kehamilan minggu ke-20. Faktor risiko terjadinya preeklampsia antara lainprimigravida, diabetes mellitus, multiparitas, usia, riwayat keluarga preeklampsia, riwayat hipertensi, obesitas, penyakitginjal dan penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jumlah persalinan dengankejadian preeklampsia di RSUD Tugurejo Semarang.Metode: Studi observasional dengan desain cross sectional dengan Uji Chi-square. Sampel sebanyak 59 sampel rekammedis ibu dengan preeklampsia periode Januari Desember 2014. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan carapurposive samplingHasil: Hasil analisis chi square hubungan antara jumlah persalinan dengan kejadian preeklampsi didapatkan nilai p=0,706.Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara jumlah persalinan dengan kejadian preeklampsi di RSUD Tugurejo Semarang.Kata Kunci : Preeklampsia, jumlah persalinan
Hubungan Fase Pengobatan dan Status Gizi Tuberkulosis Anak Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal Periode Januari 2011 – September 2011 Septia Putri Prayitami; Lilia Dewiyanti; Afiana Rohmani
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.464 KB)

Abstract

Latar belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular dan bersifat sistemik yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang mayoritas (>95%) menyerang paru. Pengobatan tuberkulosis terdiri dari dua fase yaitu fase awal selama 2 bulan dan fase lanjutan selama 6-12 bulan.Salah satu faktor yang mempengaruhi tuberkulosis yaitu status gizi. Anak balita merupakan kelompok paling rawan terhadap terjadinya kekurangan gizi. Anak yang sering terkena infeksi dan gizi kurang akan mengalami gangguan tumbuh kembang yang akan mempengaruhi tingkat kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas di masa depan.Tujuan : Mengetahui adakah hubungan fase pengobatan dengan status gizi tuberkulosis anak di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal periode Januari 2011-September 2011.Metode : Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional pada 117 anak penderita tuberkulosis yang menjalani rawat jalan diRumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal. Subyek dipilih dengan menggunakan tekhnik random sampling. Data didapatkan darirekam medis yang dianalisis menggunakan uji Chi Square. Status gizi dinilai berdasarkan baku rujukan WHO-NHCS dalam versi skor simpang baku (z score).Hasil : Sebagian besar anak berada pada fase lanjutan sebesar 54,7% dan mayoritas anak memiliki status gizi nomal sebesar 61,5%. Darihasil menunjukkan ada hubungan antara fase pengobatan dengan status gizi tuberkulosis anak. Uji statistic Chi Square didapatkan hasil p value < 0,05.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara fase pengobatan dengan status gizi tuberkulosis anak.Kata kunci : Fase pengobatan, status gizi
Faktor Resiko Kejadian Hipertensi dalam Kehamilan Afiana Rohmani; Muhamad Taufiqy Setyabudi; Diana Ratih Puspitasari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.216 KB)

Abstract

Latar Belakang : Kejadian hipertensi dalam kehamilan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor (multiple causation). Usia ibu (<20 atau ?35 tahun), primigravida, nulliparitas dan peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan faktor resiko untuk terjadinya hipertensi dalam kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor resiko dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan di bagian Obstetri dan Ginekologi RSUD Tugurejo Semarang Periode Oktober-Desember 2013.Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional dengan metode cross-sectional terhadap variabel usia maternal, graviditas dan indeks massa tubuh terhadap kejadian hipertensi dalam kehamilan. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang datang di Poli Rawat Jalan Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD Tugurejo Semarang pada bulan Oktober-Desember 2013. Sampel didapatkan dengan teknik total sampling , sebanyak 43 orang dari 531 ibu mengalami hipertensi dalam kehamilan.Hasil : Hasil analisis : variabel graviditas menunjukkan bahwa tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan(p=0,077). Sedangkan variabel usia maternal (OR=2,774; p = 0,004) dan indeks massa tubuh (OR = 2,602; p = 0,005) menunjukkan bahwa ada hubungan dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa variabel usia maternal) merupakan faktor risiko paling dominan (p=0,003) terjadinya hipertensi dalam kehamilan.Simpulan : Ada hubungan antara usia maternal dan indeks massa tubuh dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan dan tidak ada hubungan antara graviditas dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan.Kata kunci : Usia maternal, graviditas, indeks massa tubuh, hipertensi dalam kehamilan
Indeks Massa Tubuh pada Pasien DM Tipe 2 sebagai Faktor Resiko Terjadinya Tuberculosis Paru Setyoko .; Ika Dyah Kurniati; Dyah Dwi Putri Anggraini
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LatarBelakang: Tuberkulosis paru dan diabetes mellitus tipe 2 merupakan masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian tuberkulosis paru pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional. Data diambil dari rekam medis dengan sampel dalampenelitian ini sebanyak 53 sampel pasien diabetes mellitus tipe 2. Data yang diperoleh di analisis dengan uji statistik chi-square dengantingkat kemaknaan 95%.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 53 sampel pasien diabetes mellitus tipe 2 yang juga menderita tuberkulosis paru sebanyak 47(88,7%) sedangkan yang memiliki indek massa tubuh kurang sebanyak 41(77,4%). Hasil dari uji chi-square menunjukkan p= <0,001 yangmenunjukan ada hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian tuberkulosis paru pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Simpulan: Indeks massa tubuh merupakan faktor risiko kejadian tuberkulosis paru pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Kata kunci : indeks massa tubuh, tuberkulosis paru, diabetes melitus tipe 2
Sindroma Perimenopause pada Akseptor Kontrasepsi progesterone, Kombinasi, dan Non-hormonal Fajriana Marethiafani; Siti Moetmainnah P.; Merry Tiyas A.
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.421 KB)

Abstract

Latar Belakang       : Sindroma perimenopause merupakan kumpulan keluhan dan gejala meliputi psikologis, somato-vegetatif, dan urogenital pada wanita menjelang menopause. Meskipun mengalami penurunan kesuburan, pada masa ini wanita tetap membutuhkan kontrasepsi. Kontrasepsi oral kombinasi dapat meringankan sindroma perimenopause. Sediaan progesteron only dapat meringankan gejala vasomotor. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan membandingkan sindroma perimenopause pada akseptor kontrasepsi kombinasi, progesteron-only, dan non-hormonal. Metode : Desain penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional retrospektif. Sampel diperoleh dengan teknik total sampling sebanyak 100 wanita usia 48-45 tahun, guru di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang menjadi akseptor kontraepsi kombinasi, progesteron only, dan non-hormonal yang memenuhi kriteria inklusi.  Sindroma Perimenopause diukur dengan MRS melalui angket. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil : Sebesar  47,6% aksepor kontrasepsi kombinasi, 47,8% progesteron only, 46,4% non-hormonal tidak mengalami sindroma perimenopause. Tidak ada akseptor kontrasepsi kombinasi yang mengalami sindroma perimenopause berat, sedangkan progesteron only 3,4% dan non-hormonal 3,6%. Tidak terdapat perbedaan sindroma perimenopause (p=0,793), keluhan psikologis (p=0,567), somato-vegetatif (p=0,956), dan urogenital (p=0,835 yang bermakna pada akseptor kontrasepsi kombinasi, progesteron-only, dan non-hormonal. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan sindroma perimenopause pada akseptor kontrasepsi oral kombinasi, progesteron only dan non-hormonal sindroma perimenopause.
Hubungan Karakteristik Ibu terhadap Status Gizi Balita di Kabupaten Kendal Andra Novitasari; Hestu Waluyo; Aditya Yodha Anfasa
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.575 KB)

Abstract

Latar Belakang: Gangguan gizi pada balita dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik langsung maupun tidak langsung. Beberapa faktormerupakan karakteristik ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik ibu dengan status gizi pada anakbalita di Kabupaten Kendal.Metode Penelitian : Penelitian menggunakan metode analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional, populasi sebanyak 952 orang.Pengambilan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunakan pengukuranfisik dan kuesioner. Analisis data dengan menggunakan korelasi spearman rank.Hasil Penelitian : Sampel adalah 43 orang. Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita (p=0,000). Ada hubungan antaraparitas ibu dengan status gizi balita (p=0,000). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita (p=0,000).Kesimpulan : Ada hubungan antara pendidikan, paritas, dan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita.Kata Kunci : pendidikan, paritas, pengetahuan, status gizi
Perbedaan Tingkat Kecemasan dan Depresi Siswa Kelas Akselerasi dan Kelas Reguler SMP Negeri 2 Semarang Samtim Adhi; - Suprihhartini; Rahmi Handayani
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.21 KB)

Abstract

Latar Belakang : Kecemasan dan Depresi merupakan salah satu gangguan yang sering timbul dan memberikan dampak luar biasa khususnya bagi pelajar Indonesia. Dengan adanya tuntutan pencapaian nilai yang hampir setiap tahun ditingkatkan oleh pemerintah tanpa disertai dukungan infrastruktur dan tenaga pengajar yang memadai, menjadikan gangguan yang muncul akan lebih tampak dan mengakibatkan daya serap dan konsentrasi siswa menjadi kurang optimal. Hal ini akan menjadi lebih berat dengan adanya pola kelas akselerasi, dimana pola pembelajaran kelas ini akan menimbulkan suasana yang jauh kompetitif dan memiliki porsi belajar lebih besar daripada kelas reguler, terlebih sekolah yang menyelenggarakan tidak memiliki wadah dalam pengelolaan kesehatan jiwa yang memadai, dalam hal ini peran guru BK / BP yang aktif dan berkelanjutan.Tujuan : Menguji perbedaan tingkat kecemasan dan depresi antara siswa kelas akselerasi dan kelas reguler di SMP Negeri 2 Semarang.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Dalam penelitian cross sectional digunakan pendekatan transversal, dimana observasi terhadap variabel bebas (faktor resiko) dan variabel terikat (efek) dilakukan hanya sekali pada saat yang sama. Analisis data menggunakan uji t-independent dengan hasil bermakna apabila p<0,05.Hasil : Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan (p=0,000) dan tingkat depresi (p=0,000) antara siswa kelas akselerasi dan kelas reguler di SMP Negeri 2 Semarang.Kata kunci : kecemasan, depresi, siswa SMP kelas akselerasi dan reguler.
Perbedaan Intelegensia Anak berdasarkan Status Gizi Galuh Ramaningrum; Ika Dyah Kurniati; Netra Mada Subiyanto
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.408 KB)

Abstract

Latar belakang: Status gizi anak yang baik akan menghasilkan derajat kesehatan dan tingkat kecerdasan yang baik pula. Gizi yang baik atau giziburuk yang dialami seorang anak merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan kesehatan dan kecerdasan mereka. Anak di SD NegeriKemijen 04 Semarang memiliki latar belakang status gizi yang serta memiliki intelektualitas anak yang berbeda-beda pula. Penelitian inibertujuan untuk mengetahuai hubungan antara status gizi dengan intelektualitas anak di SD Negeri Kemijen 04 Semarang. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan observational analitik dengan desain crossectional. Sampel penelitian ini adalah 58 siswa kelas 5 SDKemijen 04 Semarang dengan menggunakan alat ukur Tes IQ (CFIT dan WISC) dan pengukuran Z-Skor yang dikoreksi dengan NCHS. Datayang diperoleh di analisis menggunakan analisis korelasi pearson.Hasil: Status gizi dari 58 sampel, 3 anak kategori kurus (5,2%), 53 anak kategori normal (91,4%) dan 2 anak lainnya (3,4%), kategori gemuk.Tingkat intelegensi sebagian besar sampel 47 anak (81%) mempunyai tingkat intelegensi pada kategori rata-rata, sebanyak 5 anak (8,6%)memiliki tingkat intelegensi rata-rata tinggi, sedangkan sisanya memiliki tingkat intelegensi rata-rata rendah (10,4%). Nilai r sebesar 0,268,dengan nilai signifikansinya sebesar 0,042 (p< 0,05). Kesimpulan : Status gizi dapat mempengaruhi tingkat intelegensia anak.Kata kunci : status gizi, intelektualitas anak, tumbuh kembang anak.
Korelasi Tehnik Bermain dengan Cidera Bahu pada Pemain Bulu Tangkis Muhammad Riza Setiawan; Sigit Muryono; Indah Nurul Maghfiroh
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.991 KB)

Abstract

Latar Belakang: Olahraga bulutangkis merupakan suatu usaha untuk menjatuhkan shuttlecock didaerah permainan lawan dan berusaha agar lawan tidak memukul shuttlecock kembali dan menjatuhkannya di daerah permainan sendiri. Bulutangkis merupakan olahraga yang banyak menggunakan kemampuan lengan dimana penggunaan lengan secara berlebihan dan berulang-ulang dan dengan frekuensi tinggi akan menyebabkan timbulnya otot bekerja berlebihan, tidaklah mengherankan apabila dalam olahraga bulutangkis seorang pemain bulutangkis sangat rentan terhadap terjadinya cedera. Cedera menjadi suatu risiko bagi siapa saja yang berolahraga baik pemain biasa ataupun atlet.Tujuan :Menganalisis korelasi antara teknik bermain dengan cedera pada bahu (cingulum membri superioris) akibat aktivitas olahraga bulutangkis di Kota Semarang.Metode:Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif atau survey analitik, dengan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilaksanakan di tiga puluh klub bulutangkis di Kota Semarang.Tekhnik pengambilan sampel dengan proporsional random sampling, dimana didapatkan sebanyak 80 sampel. Seluruh proses pengolahan dan analisis data menggunakan program komputer.Hasil :Berdasarkan 80 sampel pemain bulutangkis, sebanyak 54 pemain (67.5%) pernah mengalami cedera bahu. Dan dari 54 pemain yang mengalami cedera bahu, sebanyak 48 (88.9%) disebabkan karena teknik keliru. Untuk hasil bivariat dengan chi square didapatkan hasil, ada hubungan yang signifikan antara teknik keliru dengan kejadian cedera bahu (p = 0,000). Sedangkan jenis cedera yang sering terjadi yaitu spasme otot (45%), sprain (8.8%), strain (6.3%), dislokasi (5%), subluksasio (1.3%) dan ruptur ligamentum (1.3%).Simpulan : Teknik bermain yang salah pada olahraga bulu tangkis mempengaruhi terjadinya cidera bahu.Kata kunci:Teknik Bermain, cedera bahu (cingulum membri superioris), olahraga bulutangkis
Risiko Gangguan Pernapasan Pada Bayi Dengan Riwayat Kelahiran Prematur Kanti Ratnaningrum; Erwin Santosa
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.345 KB)

Abstract

Latar belakang: Kelahiran bayi prematur masih menjadi salah satu kasus yang sangat tinggi di Indonesia. Insidensi prematur BBLR (BeratBadan Lahir Rendah) di Indonesia menurut World Health Organization (WHO) tahun 1990 adalah 14%. Prematur menyebabkanketidakmatangan organ sedangkan ketidakmatangan paru dapat menimbulkan gangguan pernapasan. Oleh karena itu penulis inginmengetahui apakah prematuritas dapat mengakibatkan gangguan pernapasan.Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara kelahiran prematur dengan risiko terjadinya gangguan pernapasan dan membandingkaninsidensi gangguan pernapasan antara bayi prematur sesuai masa kehamilan (SMK) dan prematur kecil masa kehamilan (KMK).Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode crossectional menggunakan data sekunder rekam medis.Hasil penelitian: Dari 86 sampel penelitian, 80 sampel yang memenuhi kriteria inklusi, diperoleh hasil 44 sampel (55%) mengalamigangguan napas dan 36 sampel (45%) tidak mengalami gangguan napas. Dari hasil analisis Chi Square Test, p = 0,442. Ini menunjukkantidak ada peningkatan gangguan pernapasan yang bermakna secara statistik (p>0,05) pada bayi dengan riwayat kelahiran prematur. 80sampel penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu KMK dan SMK. Dari 14 sampel KMK diperoleh hasil 64,3% mengalami gangguannapas dan 35,7% tidak mengalami gangguan napas. 66 sampel SMK diperoleh hasil 53% mengalami gangguan napas dan 47% tidakgangguan napas. dari perhitungan OR yang diperoleh hasil bahwa insidensi gangguan napas pada KMK meningkat 1,594x (nilai OR standarsebesar 2) dibanding SMK. Ini menunjukkan tidak terdapat peningkatan insidensi ganggauan napas yang bermakna antara bayi prematurKMK dibanding bayi prematur SMK.Kesimpulan: pada kasus serial di RSUD Wates ditemukan bahwa tidak ada peningkatan risiko gangguan pernapasan pada bayi denganriwayat kelahiran prematur dan tidak ada perbedaan insidensi gangguan pernapasan yang bermakna antara bayi prematur SMK dan KMK.Kata kunci: prematur, gangguan napas, SMK, KMK

Page 8 of 13 | Total Record : 126