cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Perbedaan Kejadian Stres Antara Remaja Putra dan Putri dengan Obesitas di SMA Negeri 1 Wonosari, Klaten Dyah Kurnia Fitri; - Rihadini; Maya Dian Rakhmawatie
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.183 KB)

Abstract

Latar Belakang: Obesitas adalah penyakit multifaktorial yang terjadi akibat akumulasi jaringan lemak berlebihan, sehingga dapatmengganggu kesehatan. Obesitas merupakan suatu masalah yang cukup merisaukan di kalangan remaja. Obesitas dapat mengurangi hargadiri dan menyebabkan masalah emosional. Hal ini terutama terjadi pada perempuan. Anak perempuan obesitas lebih rentan terhadapgangguan psikologis seperti stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kejadian stres antara remaja putra denganremaja putri obesitas di SMA Negeri 1 Wonosari, Klaten.Metode: Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional.Instrumen penelitian yang digunakanadalah lembar persetujuan responden, skala Body Mass Index (BMI), kuesioner pengalaman kehidupan (life event), kuesioner perilaku tipe“A” dan kuesioner stres. Populasi dalam penelitian sebanyak 960 orang. Sampel dalam penelitian berjumlah 75 orang. Hasil penelitiantersebut dianalisis menggunakan pengolahan data statistik dengan uji chi-square.Hasil: Didapatkan p-value sebesar 0,001 yang berarti p<0,05, artinya terdapat perbedaan yang signifikan kejadian stres antara remaja putradengan remaja putri obesitas di SMA Negeri 1 Wonosari, Klaten.Kesimpulan: Kejadian stres pada remaja putra obesitas lebih rendah dibandingkan dengan remaja putri obesitas di SMA Negeri 1 Wonosari,Klaten.Kata kunci: Obesitas, Kejadian Stres, Remaja.
Profil Lipid sebagai Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Zulfachmi Wahab; Andra Novitasari; Nur Fitria W
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.343 KB)

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita diabetes mellitus (DM) meningkat setiap tahunnya. Kontrol glikemik yang buruk dapat menimbulkan kerusakan jangka panjang pada organ vital seperti ginjal, saraf, mata dan pembuluh darah. Penderita DM memiliki kecenderungan dislipidemia yang merupakan resiko terjadi penyakit kardiovaskuler. HbA1c merupakan kontrol glikemik jangka panjang DM. HbA1c diharapkan mampu berperan sebagai prediktor profil lipid dan kontrol glikemik pada pasien DM.Metode: Penelitian dengan observasi retrospektif bersifat analitik dengan pendekatan corss sectional. Data sekunder menggunakan data rekam medis. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Populasi adalah penderita DM tipe 2.Hasil : Data dari 63 responden penelitian didapatkan karakteristik mayoritas responden adalah perempuan 41 (65.1%). Sebagian besar responden termasuk kategori lansia akhir 19 (30.2%). Uji Chi square didapatkan p<0.1 pada hubungan HbA1c dengan kolesterol total pada usia lansia awal, lansia akhir dan manula baik perempuan dan laki laki. Hubungan HbA1c dengan Trigliserid pada usia lansia awal, lansia akhir dan manula nilai p<0.1. Hubungan kadar HbA1c dengan LDL pada ketegori usia manula dan dewasa berjenis kelamin laki-laki nilai p<0.1. Hubungan kadar HbA1c dengan HDL pada kategori usia manula berjenis kelamin laki laki dan perempuan nilai p<0.1.Simpulan: HbA1c dapat digunakan sebagai biomarker kontrol glikemik jangka panjang dan memprediksi keadaan profil lipid pada penderita DM tipe II. Kata kunci : DM tipe 2,dislipidemia, HbA1c, profil lipid.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gagal Ginjal Kronik Pada Pasien Hemodialisis Di RSUD Tugurejo Semarang Arief Tajally Adhiatma; Zulfachmi Wahab; Ibnu Fajar Eka Widyantara
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.933 KB)

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik adalah gangguan fungsi ginjal yang bersifat progesif dan irreversibel. Gangguan fungsi ginjal initerjadi ketika tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. Faktor-faktor risiko sepertihipertensi, diabetes melitus, nefropati obstruksi, dan pielonefritis kronik dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal kronik. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gagal ginjal kronik pada pasien hemodialisis di RSUDTugurejo Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif yang dianalisis dengan uji statistik dengan tingkatkemaknaan 95% yang meliputi analisis univariat, bivariat dan multivariat pada pasien hemodialisis. Sampel diambil dari rekam medis padaperiode Januari-Desember 2014 dengan teknik Simple Random Sampling.Hasil: Hasil analisis bivariat variabel hipertensi, diabetes melitus, nefropati obstruksi dan pielonefritis kronik menunjukan ada hubungandengan kejadian gagal ginjal kronik. Hasil analisis multivariat menunjukan hipertensi merupakan variabel paling berpengaruh terhadapkejadian gagal ginjal kronik (OR=5,652; p=0,023).Kesimpulan: Hipertensi merupakan faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian gagal ginjal kronikKata kunci : Gagal ginjal kronik, Faktor risiko
Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi di Puskesmas Srondol Semarang Periode Bulan September – Oktober 2011 Idha Kurniasih; Muhammad Riza Setiawan
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.253 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas normal, yaitu 140/90 mmHg. Prevalensi penyakit kardiovaskuler di negara berkembang semakin meningkat setiap tahun. Berdasarakan data Global Health Risk tahun 2004, hipertensi merupakan faktor risiko utama penyebab kematian di dunia dengan presentase sebanyak 12.8%. Hipertensi adalah penyakit yang timbul akibat adanya interaksi berbagai faktor risiko yang dimiliki seseorang. Beberapa faktor risiko ini sering dikaitkan dengan perubahan gaya hidup. Tujuan : Mengetahui hubungan antara faktor-faktor risiko meliputi umur, jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga, obesitas, aktifitas fisik, dan perilaku merokok terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Srondol Semarang Metode : observasional analitik yang membandingkan kelompok berpenyakit dan tidak berpenyakit, metode yang digunakan adalah melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner dan pengukuran tekanan darah dengan rancangan kasus kontrol. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan multivariat analisis dengan metode regresi logistic, menggunakan program spss versi 17.0. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko hipertensi di Puskesmas Srondol Semarang adalah Usia (p=0,01) dan indeks massa tubuh (IMT) (p=0,002). Yang bukan faktor risiko adalah jenis kelamin (p=0,092), riwayat hipertensi di keluarga (p=0,176), level aktifitas fisik (0,549) dan perilaku merokok (0,057).
Efektivitas Pengobatan Kombinasi Rifampisin-Klaritromisin dengan MDT WHO terhadap Derajat Kesembuhan Pasien Lepra Tipe PB Fiska Rahmawati; Maya Dian Rakhmawatie; Retno Indrastiti
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.853 KB)

Abstract

Latar Belakang : Lama waktu pengobatan kusta membuat timbulnya permasalahan pada pelaksanaan program MDT (Multi Drug Therapy)-WHO, yaitu adanya pasien yang tidak patuh minum obat dan adanya resiko kemunculan resistensi. Pengobatan kombinasi rifampisin-klaritromisin dapat memperpendek durasi pengobatan kusta, oleh karena itu perlu dilakukan penilaian efektivitasnya untuk meningkatkan derajat kesembuhan pasien.Cara : Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Cara pengambilan sampel dengan cara total sampling, dengan memperhatikan kriteria inklusi dan ekslusi sehingga didapatkan 60 pasien kusta PB, yang terdiri atas 30 pasien dengan pengobatan MDT-WHO dan 30 pasien dengan pengobatan kombinasi rifampisin-klaritromisin. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil :Sebanyak 25 dari 30 (83,3%) pasien yang mendapat pengobatan kombinasi rifampisin-klaritromisin sembuh,sedangkan pada pengobatan MDT-WHO sebanyak 11 dari 30 (36,7%) pasien yang sembuh. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0.001 dan nilai OR = 8,6 artinya pasien yang mendapat pengobatan kombinasi rifampisin-klaritromisin mempunyai peluang 8,6 kali sembuh dibandingkan dengan pasien yang mendapat pengobatan MDT-WHO.Kesimpulan : Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan yaitu kombinasi rifampisin-klaritromisin lebih efektif dibandingkan dengan pengobatan MDT-WO dalam meningkatkan derajat kesembuhan klinis pasien kusta PB. Kata Kunci : kombinasi rifampisin-klaritromisin, MDT-WHO, paucilbacillary
Faktor Pengetahuan dan Pemakaian Botol Susu Steril yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Batita di Wilayah Puskesmas Wedung 1 Bela Bagus Setiawan; Rochman Basuki
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.004 KB)

Abstract

Latar Belakang :Diare hingga saat ini masih merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian hampir di seluruh daerah geografis di dunia dan semua kelompok usia bisa diserang oleh diare, tetapi penyakit berat dengan kematian yang tinggi terutama terjadi pada bayi dan anak balita. Pengetahun ibu tentang diare yang tepat dapat mengurangi atau mengatasi terjadinya diare pada anak usia 0-3 tahun, dimana ibu mengetahui gejala dan tanda diare maka dengan baik pula ibu dapat melakukan penanganan diare,begitupun juga sebaliknya. Pada pemakaian botol susu steril Jika cara pembuatan susunya salah dan kurang bersih, bayi menjadi kurus dan mencret.Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan dari pengetahuan dan pemakaian botol susu steril yang berhubungan dengan kejadian diare studi pada batita di wilayah puskesmas Wedung 1Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian  deskriptif–analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi 300 batita dan didapatkan  sampel sebanyak 71 batita dengan variabel  bebas kejadian diare dan variabel terikat pengetahuan ibu tentang diare dan pemakaian botolsusu steril melalui pengkajian hipotesis dan uji statistik chi square.Hasil Penelitian :Responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 21 (35.5%), tidak memberikan ASI ekslusif sebanyak  21 (33,9%), tidak melakukan sterilisasi pada botol susu sebanyak 14 (22.6%), mengalami diare sebanyak 49 (79.0%), hubungan pengetahuan ibu tentang diare yang berhubungan dengan kejadian diare studi pada batita (p=0.23), hubungan pemakaian botol susu steril yang berhubungan dengan kejadian diare studi pada batita (p=0.29).Kesimpulan :ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang diare yang berhubungan dengan kejadian diare studi pada batita,  serta ada hubungan antara pemakaian botol susu steril yang berhubungan dengan kejadian diare studi pada batita. Kata Kunci :Pengetahuan mengenai diare,  ASI ekslusif, pemakaian botol susu steril, kejadian diare.
Status Gizi Baik Meningkatkan Kelincahan pada Anak Merry Tyas Anggraini; Lilia Dewiyanti; Nur Anita Setyaningrum
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.448 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh status gizi. Perkembangan anak mencakup banyak area seperti personal sosial, motorik halus, bahasa dan motorik kasar, motorik kasar anak usia sekolah mencakup kelincahan.Anak sekolah di SD Negeri Kemijen 04 Semarang memiliki latar belakang status gizi yang serta memiliki kelincahan yang berbeda-beda pula. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara status gizi dengan kelincahan anak di SD Negeri Kemijen 04 Semarang. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu siswa kelas 3, 4 dan 5 SD Kemijen 04 Semarang yang berjumlah 420 anak dengan sampel 58 anak menggunakan simple random sampling dan uji hipotesis menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil:Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai r = 0,329, yang artinya nilai korelasi lebih besar daripada r tabel yakni 0,254 (0,329 > 0,254). Sedangkan nilai p = 0,012 (< 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kelincahan anak di SD Negeri Kemijen 04 Semarang. Gizi yang baik mempengaruhi kelincahan anak. Kata kunci : status gizi, kelincahan, anak.
Faktor Prediktor Sindrom Stevens-Johnson dan Nekrolisis Epidermal Toksik Retno Indrastiti; Andra Novitasari; Cyntia Arum
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.851 KB)

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Stevens-Johnson (SSJ) dan Nekrolisis Epidermal Toksik (NET) adalah penyakit mukokutaneus yang bersifatakut dan mengancam nyawa dengan karakteristik berupa nekrosis dan pelepasan dari lapisan epidermis yang luas dan mayoritasberhubungan dengan konsumsi obat. Faktor-faktor yang dapat dianggap sebagai penyebab SSJ dan NET antara lain alergi obat, infeksi, danidiopatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor prediktor SSJ dan NET.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan uji korelasi chi square.Hasil : Analisis bivariat dari 27 sampel antara lain 24 pasien SSJ dan 3 pasien NET diperoleh melalui total sampling yang memenuhikriteria inklusi, menunjukkan bahwa tidak ada hubungan usia dengan kejadian SSJ dan NET(p=0.209), tidak ada hubungan riwayat atopidengan kejadian SSJ dan NET(p=1,000), tidak ada hubungan riwayat penggunaan obat dengan kejadian SSJ dan NET(p=0.690). (p>0.05)Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang meliputi usia,riwayat atopi, dan riwayat penggunaan obat tidakmempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian SSJ dan NET.Kata kunci: Sindrom Stevens-Johnson,Nekrolisis Epidermal Toksik,usia,atopi,obat
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Balita di Posyandu Mawar RW 05 Kelurahan Wonodri Dadan Fakhrurijal; - Darmono SS; Rochman Basuki
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.47 KB)

Abstract

Latar Belakang : Status gizi balita dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sangat kompleks dan dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung seperti konsumsi makanan dan penyakit infeksi, sedangkan faktor tidak langsung seperti pola asuh,tingkat pendidikan ibu, tingkat pendapatan keluarga, aktivitas ibu, jumlah anggota keluarga dan budaya pantangan makanan, jarak kelahiran anak yang terlalu rapat, sanitasi lingkungan, pelayanan kesehatan, dan stabilitas rumah tangga. Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis beberapa faktor yang berhubungan dengan status gizi pada balita di Posyandu Mawar RW 05 Kelurahan Wonodri. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini  menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel sebanyak 51 balita. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dengan panduan kuesioner dan observasi. Analisis data dengan menggunakan korelasi spearman dan chi-square.Hasil Penelitian : Pada penelitian ini didapatkan ada hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan dengan status gizi sedangkan untuk hubungan antara penyakit infeksi dengan status gizi tidak ditemukan hubungan yang signifikan.Kata Kunci : Konsumsi makanan, penyakit infeksi, status gizi.
Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kematian Bayi Asfiksi Agus Saptanto; Hema Dewi Anggraheny; Rofiqo Umania R
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.016 KB)

Abstract

Latar Belakang : Lebih dari 3 juta bayi meninggal setiap tahun. Sebagian besar penyebab kematian bayi adalah masalah pada asfiksia neonatorum. Penelitian ini bertujuan meneliti faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kematian bayi asfiksia di RSUD Tugurejo Semarang.Metode : Jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data berdasarkan data rekam medis pasien asfiksia neontarum dari 1 Januari 2012 31 Desember 2012 di RSUD Tugurejo dengan pengambilan sampel secara simple random sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sample 141. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan uji Fishers Exact kemudian variabel yang memenuhi syarat dilanjutkan ke dalam uji regresi logistik.Hasil : Faktor yang berhubungan dengan terjadinya kematian pada asfiksia neonatorum antara lain riwayat kematian neonatus sebelumnya (p=0,008), sosial ekonomi ibu (p=0,008), rujukan (p=0,000), usia kelahiran (p=0,001), berat bayi lahir (p-value=0,000), derajat asfiksia (p=0,006), komplikasi (p=0,000), sepsis (p=0,000). Dan yang paling dominan berpengaruh terhadap kematian asfiksia neonatorum adalah faktor rujukan yang memiliki risiko kematian 7 kali lebih besar dibandingkan faktor lainnya.Simpulan : Faktor rujukan, faktor berar bayi lahir, faktor komplikasi dan faktor sepsis memiliki risiko kematian lebih besar pada asfiksia neonatorum.Kata kunci : kematian bayi, asfiksia neonatorum.

Page 7 of 13 | Total Record : 126