cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Hubungan Faktor Risiko dan Kejadian Mioma Uteri di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang Devy Isella Lilyani; Muhammad Sudiat; Rochman Basuki
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.592 KB)

Abstract

Latar belakang: Mioma uteri adalah tumor jinak otot polos uterus yang terdiri dari sel-sel jaringan otot polos, jaringan pengikat fibroid dankolagen. Kejadian mioma uteri di Indonesia sebesar 2,39%-11,70% pada semua penderita ginekologi yang dirawat. Faktor-faktor risikoseperti umur, paritas, umur menarche dan status haid dapat menyebabkan terjadinya mioma uteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan kejadian mioma uteri di RSUD Tugurejo Semarang.Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitic dengan pendekatan retrospective. Waktu penelitian dimulai dari bulan Oktober hingga Desember 2011. Berdasarkan perhitungan, besar sampel minimal dalam penelitian ini adalah 68 orang yang diambil menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Analisis yang digunakan adalah uji statistik Chi Square/ Fisher’s Exact Test.Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara umur dengan kejadian mioma uteri (p = 0,007), tidak terdapat hubungan bermakna antara paritasdengan kejadian mioma uteri (p = 0,186), terdapat hubungan bermakna antara umur menarche dengan kejadian mioma uteri (p = 0,007) danterdapat hubungan bermakna antara status haid dengan kejadian mioma uteri (p = 0,004).Kesimpulan: Hasil penelitian membuktikan bahwa faktor-faktor risiko seperti umur ≥40 tahun, umur menarche normal (≥10 tahun) danjuga wanita yang masih haid merupakan faktor yang dapat menyebabkan terjadinya mioma uteri.Kata kunci: Mioma Uteri, Faktor Risiko
Karakteristik Demam Berdarah Dengue pada Anak di Rumah Sakit Roemani Semarang Wiwik Durrotun Nisa; Harsoyo Notoatmojo; Afiana Rohmani
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.658 KB)

Abstract

Pendahuluan : Jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Semarang tahun 2010 mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan periode tahun lalu. Jika pada 2009 jumlah penderita DBD sebanyak 3883 orang, pada 2010 ini naik menjadi 5556 kasus. Kota Semarang  menduduki peringkat pertama di Jawa Tengah. Usia  yang paling sering terkena DBD adalah 5 – 15 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien demam berdarah dengue di Rumah Sakit Roemani Semarang periode Januari – Juni 2011 Metode : Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien anak yang menderita DBD yang dirawat di bangsal anak Rumah Sakit Roemani Semarang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 pasien anak yang menderita DBD yang dirawat di bangsal anak RS. Roemani Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil : kelompok umur tertinggi yang menderita DBD adalah 1–3 tahun sebanyak 24 pasien (27,9%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 41 pasien (47,7%) dan perempuan 45 pasien (52,3%), jumlah trombosit penderita saat masuk RS terbanyak pada kelompok 100.000-150.000/mm3 sebanyak 26 pasien (30,2%), kadar hematokrit terbanyak saat masuk RS pada kelompok 35,1-39,9 sebanyak 47 (54,7%), lama perawatan rata-rata 4,26 hari (4 hari), keadaan saat pulang tertinggi adalah pulang dengan keadaan sembuh sebanyak 83 pasien (96,5%). Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan kelompok usia penderita DBD terbanyak 1 – 3 tahun,  laki-laki 41 anak dan perempuan 45 anak, jumlah trombosit terbanyak pada kelompok 100.000-150.000 sebanyak 26 pasien, kadar hematokrit terbanyak saat masuk RS pada kelompok 35,0-39,9 sebanyak 45 pasien, lama perawatan rata-rata 4,26 hari dan lama rawat inap paling singkat 1 hari sedangkan paling lama 9 hari, keadaan saat pulang tertinggi dengan keadaan sembuh 83 pasien, pulang permintaan sendiri 3 pasien, dan meninggal tidak ada.
Pengaruh Depresi Terhadap Kepatuhan Minum OAT pada Penderita TB Rochman Basuki; Rihadini -; Eko Budhiarti
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.525 KB)

Abstract

Latar belakang: Depresi merupakan salah satu gangguan mood yang ditandai dengan perasaan sedih, hilangnya minat dan kesenangan, adanya perasaan bersalah, rendah diri, gangguan tidur dan gangguan makan. Penderita biasanya mengalami kelelahan yang menerus meskipun tidak melakukan aktivitas, konsentrasi berkurang sampai adanya keinginan untuk bunuh diri. Depresi yang dialami oleh penderita TB (tuberkulosis) sering kali menyebabkan halangan dalam proses pengobatan. Salah satu kunci keberhasilan pengobatan TB adalah adanya kepatuhan minum obat. TB merupakan penyakit menular dan kronis sehingga ketidak patuhan penderita terhadap pengobatan dapat meningkatkan risiko morbiditas, mortalitas dan resistensi obat pada penderita.Tujuan : menganalisis pengaruh depresi dengan kepatuhan minum obat penderita TB.Metode:Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimen dengan metode korelasional dan menggunakan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner zung self depression rating scale dan kuesioner morisky medication adherence scale 8-items. tehnik pengambilan sampel didapat secara purposive sampling. Seluruh proses pengolahan dan analisis data menggunakan program komputer. Statistik univariat , bivariat dengan uji korelasi rank spearman untuk analisis data penelitian.Hasil:Total sampel yang diambil yaitu sebanyak 60 responden. Berdasarkan 60 sampel yang diteliti, terdapat 2 responden dengan depresi berat dengan prosentase 3,3% ,4 responden dengan depresi sedang dengan prosentase 6,7%, 34 responden dengan depresi ringan dengan prosentase 56,7% dan terdapat 20 responden yang tidak mengalami depresi dengan prosentase 33,3%. Pada tingkat kepatuhan minum obat, terdapat 17 responden dengan kepatuhan minum obat yang rendah dengan prosentase 28,3% , 24 responden dengan kepatuhan minum obat yang sedang dengan prosentase 40%, dan 19 responden dengan kepatuhan minum obat yang tinggi dengan prosentase 31,7%. Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi rank spearman p <0,05 dengan koefisien korelasi (r) didapat 0,752 yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan kepatuhan minum obat penderita TB dan berpola linier positif yaitu semakin tinggi tingkat depresi maka akan semakin tinggi ketidakpatuhan minum obat penderita TB.Kesimpulan: Ada hubungaan pengaruh depresi terhadap kepatuhan minum obat penderita TB.Kata kunci: depresi, TB, kepatuhan minum obat
Hiperuresemia Meningkatkan Risiko Hipertensi Andra Novitasari; Setyoko .; Bintang Tatius
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.951 KB)

Abstract

Latar Belakang: Hiperurisemia sering dihubungkan dengan peningkatan prevalensi hipertensi dan penyakit kardiovaskuler lainnya.Hipertensi merupakan penyakit yang memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Namunmekanisme patofisiologis asam urat dalam meningkatkan tekanan darah masih belum jelas dan dalam perdebatan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengkaji apakah hiperuresemia meningkatkan risiko hipertensi.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian inidilaksanakan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Tugurejo Semarang pada periode Agustus-September 2014. Teknik pengambilan sampelpurposive sampling. Responden diberi informed consent kemudian diukur IMT, tekanan darah, dan kadar asam urat. Pengolahan dan analisisdata dilakukan mengunakan program komputer.Hasil Penelitian: Sampel penelitian adalah 65 responden. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara hiperurisemia denganhipertensi (p=0.000, OR=7.875).Simpulan Penelitian: Hiperuresemia meningkatkan risiko hipertensi. Risiko lebih tinggi pada responden perempuan, berusia muda, danmemiliki obesitas.Kata Kunci : asam urat, tekanan darah, hiperurisemia, hipertensi
Hubungan Antara Pengetahuan, lingkungan Sosial, dan Pengaruh Iklan Rokok dengan Frekuensi Merokok (Studi pada Siswa Kelas 3 SMK Negeri 2 Kendal) Diky Sukma Wibawa; Margo Utomo; Merry Tiyas Anggraini
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.435 KB)

Abstract

Latar Belakang : Merokok merupakan salah satu penyebab terjadinya 90% kanker paru pada laki laki dan 70% pada perempuan, 22% dari penyakit jantung, kanker mulut dan tenggorokan, kanker esofagus, kanker kandung kemih, serangan jantung dan berbagai penyakit yang lain seperti penyempitan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, jantung, paru – paru. Banyak alasan yang menyebabkan remaja merokok, beberapa sebabnya adalah kurangnya pengetahuan secara mendalam akan akibatnya, melihat dan mengikuti kebiasaan di lingkungannya (misalnya orang tua, teman, guru), identitas diri, menyangkut rasa kedewasaan dan harga diri, terpengaruh oleh iklan-iklan rokok, memperoleh rasa tenang ketika merokok, serta merokok sudah lumrah bagi manusia. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara pengetahuan, lingkungan sosial dan pengaruh iklan rokok dengan frekuensi merokok terhadap siswa kelas 3 SMK Negeri 2 Kendal. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian explanatory research yaitu menjelaskan ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat melalui pengkajian hipotesis. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Kendal dengan menggunakan metode survei yang dilakukan dengan pemberian kuisioner pada masing-masing siswa dari masing-masing kelas yang telah ditentukan dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas 3 SMK Negeri 2 Kendal yang berjumlah 310 orang yang terbagi menjadi 9 kelas dengan besar sampel minimal dalam penelitian ini adalah 74 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik proportional stratified random sampling. Hasil Penelitian : Hasil uji statistik Rank Spearman menunjukkan bahwa nilai p < 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan siswa mengenai rokok dengan frekuensi merokok, ada hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial dengan frekuensi merokok, serta ada hubungan yang signifikan antara pengaruh iklan rokok dengan kejadian frekuensi merokok.
Analisis Kadar Ph Darah pada Tikus Wistar (Rattus Norvegiccus) yang Diberi Formalin Peroral Afiana Rohmani; Sri Latiyani Djamil; Dienia Nop Ramliana
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.177 KB)

Abstract

Latar Belakang : Formalin sering disalahgunakan untuk pengawetan industri makanan rumahan, dan sering tidak terpantau oleh DEPKES dan BPOM. Formalin yang masuk ke dalam tubuh dimetabolisme menjadi asam format yang mengakibatkan asidosis sehinggan merubah kadar pH darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar pH darah pada tikus wistar yang diberi formalin 200mg/kgBB/hari secara oral selama 2 minggu.Metode : Penelitian ini merupakan True Experimental Laboratorium dengan desain post test control group. Jumlah sampel sebanyak 20 ekor tikus Wistar yang telah memenuhi kriteria Ekslusi dan inklusi. Tikus diadaptasi selama 7 hari, pada hari ke-8 tikus Wistar dibagi secara simple random sampling menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol diberi placebo peroral. Kelompok Perlakuan diberi formalin peroral 0.1mL/kgBB/hari, Setelah 2 minggu semua sampel penelitian dilakukan pemeriksaan kadar pH darah. Analisa pada penelitian ini menggunakan uji Chi Square.Hasil : Terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar pH darah antara tikus wistar kelompok yang diberi formalin dengan kelompok kontrol (p = 0,002 dan RR = 5,5 (95% CI : 1,570-19,266)).Kesimpulan : Terdapat kadar pH darah tikus wistar pada pemberian formalin peroral lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol placebo. (p=0,002) Kata kunci : Formalin peroral, pH darah
Gambaran Klinis Tuberkulosis Paru di RSUP Dr. Kariadi Semarang Periode Januari – Juni 2011 Rosy Mutiara Tsani; - Kasno
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.719 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis Paru (TB Paru) adalah suatu infeksi kronik jaringan paru terutama menyerang parenkim paru dan penyebabnya adalah Mycobacterium Tuberculosae. TB Paru merupakan suatu penyakit infeksi kronik yang telah lama dikenal oleh manusia. Penyakit kebanyakan menyebar melalui droplet orang yang terinfeksi basil Tuberkulosis. Seiring dengan  Penyakit Malaria dan HIV/AIDS, TB Paru menjadi salah satu penyakit yang pengendaliannya menjadi komitmen global dalam program MDGs (Millenium Development Goals).Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis TB Paru di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode Januari-Juni 2011Metode : Penelitian ini berupa penelitian observasional berbentuk retrospektif disajikan dalam bentuk deskriptif. Sampel menggunakan penderita TB Paru di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode Januari – Juni 2011. Data berupa data sekunder dari catatan medik pasien di bagian rawat jalan, kemudian dilakukan editing, koding dan tabulating.Hasil : didapatkan 140 penderita TB Paru yang diambil berdasarkan kriteria inklusi. Penderita perempuan lebih banyak dari penderita laki-laki. Penderita perempuan sebanyak 77 orang. Umur penderita terbanyak yaitu 21 – 35 tahun. Hasil anamnesis semua penderita didapatkan batuk dua minggu atau lebih dan demam sub febris, terbanyak selanjutnya yaitu nyeri dada, batuk dara dan malaise. Pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah normal sebanyak 118 penderita, nadi normal (30-40mmHg) 115 penderita, suhu tubuh 37,5 °C 133 penderita, RR >21X/menit sebanyak 90 penderita, BMI <17 sebanyak 117 penderita, pemeriksaan sputum BTA S-P-S + + + sebanyak 95 penderita, hasil pemeriksaan radiologi terbanyak yaitu bercak seperti awan berbatas tidak tegas sebanyak 72 penderita, komplikasi terbanyak pleuritis 23 penderita dan 72 penderita tidak memiliki komplikasi penyakit, penyakit penyerta terbanyak vertigo sebanyak 20 penderita dan 52 penderita tidak memiliki penyakit penyerta, diagnosis akhir BTA + sebanyak 95 penderita.  Kata kunci : Tuberkulosis Paru, Gambaran Klinis
Diabetes Mellitus Tipe II sebagai Faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Iskemik Hema Dewi Anggraheny; Setyoko -; Septi Kusuma
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.577 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penyakit jantung iskemik (PJI) meningkat setiap tahunnya. Diabetes meliitus (DM) merupakan salahsatu faktor risiko PJI baik sebagai faktor risiko independen maupun bersama dengan faktor risiko lain. Penelitian i nibertujuan meneliti hubungan DM tipe II dengan kejadian PJI.Metode :Metode penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan retrospektif pada populasi yang menjadiobjek penelitian untuk mencari hubungan antara variabel bebas (DM tipe 2) dengan variabel terikat (PJI). Sampel dalampenelitian ini 38 catatan medik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling.Uji statistik denganuji chi square.Hasil :Hasil penelitian didapatkan mayoritas pasien adalah 20 orang perempuan dengan prosentase 52,6 %. Gambarandistribusi usia pasien PJI terbanyak adalah kelompok usia risiko tinggi (?40 tahun) 36 orang. Analisis bivariat untuk jeniskelamin dan kelompok usia dengan kejadian PJI masing-masing didapatkan p-value : 0,745 dan 0,486 dimana nilai p> 0,05yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna. Hasil analisis antara kejadian DM tipe 2 dengan PJI diperoleh p-value :0,021 95% CI : 1,517 27,244 menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara DM tipe 2 dengan kejadian PJI diRSUD Tugurejo Semarang.Simpulan : Penderita DM tipe 2 berisiko 6,429 kali untuk menderita PJI.Kata kunci : diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung iskemik
ASI Eksklusif Menurunkan Kejadian ISPA pada Bayi Usia 0-6 Bulan Rochman Basuki; Lilia Dewiyanti; Yunita Elfia
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.735 KB)

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit menular yang angka morbiditas dan mortalitasnya masih tinggi.Di Indonesia kasus kematian karena penyakit ISPA masih cukup tinggi yaitu sekitar 4 dari 15 juta perkiraan kematian (usia < 5 tahun) setiaptahunnya, dua pertiganya terjadi pada bayi. Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan utama dan satu-satunya makanan yang sempurna dan terbaikuntuk bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa ASI Eksklusif dapat menurunkan kejadian ISPA pada bayi usia 0-6 bulan.Metode : Penelitan ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain korelasi, retrospektif, dan pendekatan cross sectional.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi berusia 0-6 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dan diperoleh48 pasien yang memenuhi kriteria penelitian. Instrumen penelitian yang di gunakan adalah lembar kuesioner.Hasil : Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat, sedangkan uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasilpenelitian dengan uji chi square didapatkan p value = 0,024.Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna bahwa ASI Eksklusif dapat menurunkan kejadian ISPA pada bayi usia 0-6 bulan.Kata kunci : ISPA, ASI Eksklusif, bayi usia 0-6 bulan
Pelayanan Obstetri Emergensi dan Kejadian Kematian Maternal di RSUD Tugurejo Muhamad Taufiqy; Merry Tyas Anggraini; Shinta Dewi Wulandari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.185 KB)

Abstract

Latar Belakang. Kematian maternal masih menjadi permasalahan di RSUD Tugurejo. Salah satu intervensi kunci untuk menurunkankematian maternal adalah pelayanan obstetri emergensi. Pelayanan obstetri emergensi penting karena skrining kasus berisiko tinggi danpeningkatan status kesehatan ibu sebelum dan selama hamil tidak akan menghilangkan komplikasi yang mungkin terjadi secara total.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pelayanan obstetri emergensi dan kejadian kematian maternal di RSUDTugurejo.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Besar sampel dalampenelitian ini adalah 20 orang.Hasil. Hasil pengamatan menunjukkan terdapat 8645 kasus persalinan, persentase penanganan komplikasi obstetri meningkat dari 10,47%menjadi 18,55%, %, terdapat 26 kasus kematian meternal, proporsi kematian maternal tetap dalam kisaran 0,30%, proporsi SC meningkatdari 15,62% menjadi 33,65%, CFR akibat komplikasi obstetri menurun hingga mencapai 0%, proporsi kematian maternal akibat penyebabtidak langsung berkisar 15,38%, preeklampsia/eklampsia merupakan penyebab terbanyak kasus kematian maternal (38,46%), semuapenanganan obstetri emergensi telah memenuhi >50% (total) SPO yang berlaku (100%), dan data lengkap tentang kematian maternal tidakcukup mudah didapatkan karena kelengkapan data kurang atau penyimpanan yang kurang baik.Kesimpulan. Pelaksanaan pelayanan obstetri emergensi di RSUD Tugurejo sudah optimal. Terjadi kecenderungan penurunan kejadiankematian maternal.Kata Kunci: pelayanan obstetri emergensi, kematian maternal

Page 6 of 13 | Total Record : 126