cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Vini Vidi Vici
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 361 Documents
LATIHAN DASAR KEBUGARAN JASMANI DAN OLAHRAGA NILAI YANG BAIK TERKANDUNG DIDALAMNYA PADA SISWA KELAS V SDN INPRES KARANG MULIA KABUPATEN NABIRE Waita, Yahya Yoas; Rumondor, Djoni; Lomboan, Ellen
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 2 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengapa siswa terkesan takut dengan pembelajaran penjas dan untuk menentukan metode apakah siswa telah memahami benar tentang pentingnya pelajaran jasmani. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah  untuk mengetahui masalah apa yang menyebabkan siswa terkesan takut dengan pelajaran jasmani. Untuk menentukan metode yang tepat dalam pendekatan guru pada pembelajaran pendidikan jasmani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindakan pendekatans ecara individual, persoalan skorting problem dengan teknik pendekatan secara individual dapat menyampaikan segala beban dan permasalahan yang selama ini ada pada diri siswa seperti, takut panas matahari, takut cidera, takut berkeringat dan lain-lain. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Inpres Karang Mulia Nabire yang berjumlah 30 orang. Penelitian dilaksanakan setiap jam pelajaran penjas dalam setiap minggu. Berdasarkan permasalahan yang terungkap dan data yang diperoleh dapat di simpulkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan anak kurang senang mengikuti pelajaran pendidikan jasmani, dengan demikian perlu adanya suatu pembiasaan khusus anak-anak tersebut sehingga mereka dapat mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani perlu adnyainovasi tertentu untuk menarik minat dan kemauan siswa dalam berintegrasi dengan seluruh kegiatan pelajaran maka diperlukan pendekatan khusus untuk meyakinkan siswa bahwa belajar pendidikan jasmani sangat menyenangkan. Kata Kunci : Latihan, Kebugaran Jasmani, Olahraga
UPAYA PENINGKATAN PASSING BAWAH PERMAINAN BOLAVOLI DENGAN PENDEKATAN LATIHAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI INPRES LAGARI JAYA DISTRIK MAKIMI KABUPATEN NABIRE Palombu, Yohanis; Paturusi, Achmad; Piri, Nolfie
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 2 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumuskan masalah : Faktor apakah yang menyebabkan anak kesulitan melakukan passing bawah dan bagaimanakah cara mengatasi anak yang kesulitan melakukan passing bawah pada permainan bola voli di kelas IV SD Negeri Inpres Lagari Jaya. Tujuan yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar dengan metode bagian dan demonstrasi adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi pengajaran passing bawah permainan bola voli pada siswa kelas IV SD Negeri Inpres Lagari Jaya. Mengatahui faktor –faktor penghambat penguasaan passing bawah bola voli  yang baik dan benar pada siswa. Mencari cara mengatasi masalah  yang dihadapi siswa kelas IV SD Negeri Inpres Lagari Jaya. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang didalamnya terdapat empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tempat penelitian di SD negeri Inpres Lagari Jaya. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD negeri Inpres Lagari Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses latihan yang kondusif dapat meningkatkan keterampilan bola voli dan dapat menggunakan teknik pasing bawah dengan banar, keterampilan siswa meningkat karena siswa lebih aktif belajar dan tumbuhnya rasa percaya diri serta semangat di dalam kelompok bermain yang lebih tampak kekompakan dan kerja sama untuk memahami teknik passing bawah ini dengan memecahkan kesulitan secara bersama. Kesimpulan : faktor – faktor yang menghambat kemampuan teknik passng bawah pada permainan bola voli di kelas IV diantaranya, faktor kekuatan siswa belum mampu mengembalikan bola ketempat lawan secara teknik passing bawah dengan baik. Cara mengatasi kesulitan teknik passing bawah  bola voli yaitu memberikan latihan khusus diluar jam sekolah tentang penerapan gerakan teknik passing bawah bola voli agar lebih banyak mencoba dan bisa memecahkan masalah sendiri dengan bimbingan guru. Kata Kunci : Peningkatan, Passing Bawah, Bola Voli
HUBUNGAN KELENTUKAN PERGELANGAN TANGAN DAN KELINCAHAN DENGAN KEMAMPUAN PUKULAN DROPSHOT DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS PADA SISWA SMA NEGERI I LANGOWAN G. Rotti, Esriel; Sukadana, Bacillius; Potu, J.
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 2 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah terdapat hubungan antara kelentukan pergelangan tangan dan kelincahan dengan kemampuan pukulan dropshot pada Siswa Putera SMA Negeri I Langowan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara kelentukan pergelangan tangan dan kelincahan secara bersama-sama dengan kemampuan pukulan dropshot pada Siswa Putera SMA Negeri I Langowan Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik korelasi. Populasi adalah seluruh siswa putra SMA Negeri I Langowan yang berjumlah 37 orang, dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 20 orang, yang diambil secara acak. Rancangan penelitian menggunakan : korelation product moment and multiple Hasil perhitungan analisis hubungan kelentukan pergelangan tangan (X1 ) dan kelincahan (X2) secara bersama-sama dengan kemampuan Pukulan dropshot Y menunjukkan besarnya harga Freg = 3,85. Untuk derajat kebebasan (db) sama dengan m lawan (n-m-1) atau 2 lawan 17 ada taraf nyata  = 0,05 diperoleh diperoleh harga F tabel (Ftab) = 3,59. Dari hasil ini menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh dari observasi adalah signifikan. Oleh karenanya dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara X1 dan Y atau antara kelentukan pergelangan tangan dan kemampuan Pukulan dropshot, X2 dan Y atau antara kelincahan dengan kemampuan pukulan dropshot adalah signifikan dan terdapat hubungan yang signifikan antara X1 dan X2 secara bersama-sama dengan pukulan dropshot. Kata kunci : Kelentukan pergelangan tangan, kelincahan, dropshot
HUBUNGAN ANTARA KELINCAHAN DAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA SISWA PUTRA SMA NEGERI 1 TONDANO Tempoh, Vrengki; Dj. Sumarauw, Fredrik; Ogi, E.
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 2 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat  hubungan antara kelincahan dan kordinasi mata-kaki dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola  siswa putra SMA Negeri 1 Tondano. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara kelincahan dan koordinasi mata-kaki dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola siswa putra SMA Negeri 1 Tondano. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik korelasi. Populasi adalah seluruh siswa putera kelas XA Dan XB SMA Negeri 1 Tondano yang berjumlah 30 orang. Rancangan penelitian menggunakan: correlation product moment and multiple. Berdasarkan hasil analisis pengujian antara kelincahan (X1) dan koordinasi mata- kaki(X2) dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap kemampuan menggiring bola(y). Dari hasil perhitungan koefisien korelasi ganda diperoleh besarnya Ry = 0,82 dengan koefisien determinasi korelasi ganda sebesar R2 = 0,3844. Dari hasil ini akan dapat diprediksi signifikan koefisien korelasi ganda, dimana hasil yang dicapai sebesar Fhit=8,43 jauh lebih besar dari F tabel atau Ftab (0,05;k,n-k-1) = 3,35. Dengan demikian berdasarkan kriteria pengujian maka tolak Ho dan terima Ha. Kesimpulan penelitian adalah secara bersama terdapat hubungan antara kelincahan dan koordinasi mata-kaki dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola siswa putra  SMA  Negeri 1 Tondano. Kata Kunci: kelincahan, koordinasi mata-kaki, kemampuan menggiring bola, dalam      permainan sepak bola
HUBUNGAN INDEKS GIZI DAN MOTIVASI DENGAN HASIL BELAJAR PENJAS ORKES SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SULUUN Wior, Mervita Ch.; Ogi, E.; Ompi, Serli
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 2 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah terdapat hubungan antara indeks gizi dengan hasil belajar penjasorkes, apakah ada hubungan antara motivasi dengan hasil belajar penjas orkes, apakah ada hubungan antara indeks gizi  dan motivasi secara bersama-sama dengan hasil belajar penjas orkes. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara indeks gizi dengan hasil belajar penjas orkes, untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara motivasi dengan hasil belajar penjas orkes, untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara indeks gizi  dan motivasi secara bersama-sama dengan hasil belajar penjas orkes. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik korelasi, Populasi adalah seluruh Siswa kelas VII SMP N 1 Suluun sebanyak 50 orang, Sampel sebanyak 20, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Untuk mengukur hasil belajar penjas orkes digunakan nilai raport, Untuk mengukur indeks gizi digunakan rumus : pelidisi , Untuk mengukur motivasi digunakan angket. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Corelation Product Moment And Multiple. Dari hasil perhitungan analisis pertama hubungan indeks gizi X1 dengan hasil belajar penjas orkes Y diperoleh koefisien korelasi = 0,43 atau (rx1y) = 0,43, sedangkan rtab = 0,388 dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara indeks gizi dengan hasil belajar penjas orkes, dengan besarnya determinasi r2 = 0,1849 menunjukkan bahwa indeks gizi dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap hasil belajar penjas orkes Siswa sebesar 18.49%, Analisis kedua hubungan motivasi X2 dengan hasil belajar penjas orkes Y diperoleh koefisien korelasi = 0,67 atau (rx2y) = 0,67, sedangkan rtab = 0,388 dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan hasil belajar penjas orkes, dengan besarnya determinasi r2 = 0,4489 menunjukkan bahwa motivasi dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap hasil belajar penjas orkes Siswa sebesar 44,89%%, Analisis ketiga hubungan X1 dan X2 secara bersama-sama dengan Y diperoleh harga F = 16.75. Harga F tabel (F) = 3,42. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh dan observasi adalah signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara X1 dan X2 dengan Y atau antara indeks gizi dan motivasi dengan hasil belajar penjas orkes adalah signifikan.Dengan demikian bahwa hasil belajar penjas orkes siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Suluun diprediksi dengan adanya indeks gizi dan motivasi. Kata Kunci :Indeks Gizi, Motivasi, Hasil Belajar Penjas Orkes
PENGARUH PENERAPAN METODE LATIHAN PROGRESIF TERDISTRIBUSI (DISTRIBUTED PROGRESSIVE) TERHADAP KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA SISWA SMA NEGERI 2 TONDANO Workala, Ricky; Legi, Berty; Pandaleke, Tony
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 2 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan metode latihan progresif terdistribusi terhadap keterampilan menggiring bola dalam permainan sepak bola pada siswa SMA Negeri 2 Tondano. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengkaji  pengaruh penerapan metode latihan progresif terdistribusi terhadap keterampilan menggiring bola dalam permainan sepak bola. Hipotesis penelitian ini adalah Penerapan metode latihan progresif terdistribusi memberikan pengaruh terhadap peningkatan keterampilan menggiring bola dalam permainan sepak pada siswa SMA Negeri 2 Tondano. Hasil Penelitian adalah thitung senilai 4,29. Berdasarkan tabel distribusi t pada  atau taraf kepercayaan 95% dengan dk n1 + n2 – 2 = 10 + 10 – 2 = 18 maka diperoleh ttabel senilai 2,101. Jadi thitung lebih besar dari ttabel, yaitu thitung = 4,29  ttabel = 2,101. Berdasarkan kriteria pengujian jika thitung lebih besar dari ttabel (thitung tabel ) maka Ho ditolak yang berarti HA diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian metode latihan progresif terdistribusi memberi pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan menggiring bola dalam permainan sepak bola kelompok eksperimen dari pada kelompok kontrol yang tidak di berikan perlakuan pemberian metode latihan progresif terdistribusi. Kata Kunci : Metode Latihan Progresif  Terdistribusi, Keterampilan Menggiring bola.
PERAN OLAHRAGA BELADIRI GARUDA PUTIH DALAM MEMINIMALISASI KEJAHATAN DAN KENAKALAN REMAJA Porajow, Reyner; Paturusi, Achmad; Supit, Frans
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 2 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pokok dalam penulisan ini adalah bagaimana peranan olahraga beladiri Garuda Putih di Kota Manado Provinsi Sulut dalam ikut meminimalisasi kejahatan dan kenakalan remaja. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui peran olahraga bela diri Garuda Putih di kota Manado dalam meminimalisasi kejahatan dan kenakalan Remaja. Metode yang digunakan dalam pembahasan karya ilmiah ini adalah dengan kajian studi pustaka, pengamatan langsung pada perkumpulan Garuda Putih di Kota Manado Propinsi Sulawesi Utara. Adapun kesimpulan makalah ini adalah sebagai berikut: 1) Upaya penanggulangan kejahatan di Kota Manado Provinsi Sulut masih bertumpu pada aparat penegak hukum dengan menggunakan sarana penal saja. Sedangkan pencegahan kejahatan yang dilakukan oleh aparat kepolisian masih menggunakan cara-cara sistem kepolisian seperti penjagaan, pengawalan, pengaturan, dan pratroli wilayah. 2) Pada kenyataannya organisasi perguruan beladiri Garuda Putih terbukti merupakan wacana baru dalam rangka penanggulangan kejahatan yang sangat efektif dan murah, sebagai sarana untuk mencegah dan menanggulangi kejahatan yang berada di masyarakat sebelum upaya-upaya penal dilakukan.3) Organisasi perguruan seni beladiri Garuda Putih adalah salah satu organisasi kemasyarakatan yang berperan sebagai infra struktur politik yang diharapkan bisa memberikan masukan pada supra struktur politik dalam rangka membuat suatu kebijakan yang berhubungan dengan upaya penanggulangan kejahatan dengan mengfungsikan dan memberdayagunakan kepandaian seni beladiri Garuda Putih. Kata Kunci :  Olahraga beladiri garuda putih, kejahatan dan kenakalan remaja
PENGARUH PENERAPAN GAYA MENGAJAR PERIKSA DIRI (SELF CHECK STYLE) TERHADAP HASIL BELAJAR LAY UP SHOOT DALAM PERMAINAN BOLA BASKET PADA SISWA PUTERA SMA NEGERI 1 TAMAKO Rodino, Roslin; Madea, Hans; Sattu, Yuliana
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 2 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: apakah penerapan gaya mengajar periksa diri (self check style) berpengaruh terhadap hasil belajar lay up shoot dalam permainan bola basket pada siswa SMA Negeri 1 Tamako. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan gaya mengajar periksa diri (self check style) terhadap hasil belajar lay up shoot dalam permainan bola basket pada siswa SMA Negeri 1 Tamako. Metode penelitian yang diterapkan adalah: Eksperimen dengan desain “Pre-test And Post-test Randomized Two Group Design”. Populasi berjumlah 89 siswa putera dengan sampel 20 siswa putera yang diambil secara acak dengan teknik undian. Sampel dibagi dalam dua kelompok yakni kelompok eksperimen 10 siswa dan kelompok kontrol 10 siswa. Instrument yang digunakan adalah: tes keterampilan lay up shoot yang dilakukan sebanyak 8 kali. Data yang dianalisis adalah tembakan yang sah masuk adalah langkah lay up betul dan bola masuk ke ring basket, maka dihitung dengan skor 1. Teknik analisa data dalam pengujian hipotesa digunakan statistik dengan uji-t. Dari hasil analisis pengujian hipotesa penelitian, diperoleh thitung senilai 4.10 sedangkan t tabel yang diperoleh dari dk n1 + n2 – 2 =10 +10 – 2 = 18 dengan taraf kepercayaan  adalah 2.101. Sesuai dengan kriteria pengujian jika t hitung lebih besar dari t tabel maka Ho ditolak yang berarti HA diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar lay up shoot dalam permainan bola basket kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan berupa penerapan gaya mengajar periksa diri (self check style) lebih baik dari pada rata-rata hasil belajar lay up shoot dalam permainan bola basket kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan berupa penerapan gaya mengajar periksa diri (self check style). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh penerapan gaya mengajar periksa diri (self check style) terhadap hasil belajar lay up shoot dalam permainan bola basket pada siswa SMA Negeri 1 Tamako. Kata unci : Self Check Style, Lay Up Shoot, Bola Basket
EFEKTIVITAS PERIODE PENUNDAAN UMPAN BALIK 15 DETIK SETELAH TERJADI KESALAHAN TERHADAP HASIL BELAJAR PASING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 TONDANO Kokeintjem, Abriyanto C.; Rambitan, M. A. S. F; Lengkong, Jan
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 2 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar efektifitas periode penundaan umpan balik sebelum 15 detik terhadap hasil belajar pasing bawah dalam permaianan bola voli pada siswa SMA Negeri 2 Tondano. Penelitian ini bertujuan Untuk  mengkaji  efektivitas periode  umpan  balik  tertunda selama 15  detik terhadap hasil belajar pasing  bawah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen. Teknik analisa data dalam penelitan ini adalah mengunakan statistik uji t. Dengan rata-rata (mean) hasil belajar pasing bawah. Dari hasil analisa data, diperoleh thitung senilai 3,16. Berdasarkan tabel distribusi t pada  atau taraf kepercayaan 95% dengan dk n1 + n2 – 2=10 +10 – 2 = 18 maka diperoleh t tabel senilai 2,101 jadi thitung lebih besar dari t tabel, yaitu thitung = 3,16 ttabel = 2,101. Berdasarkan kriteria pengujian jika thitung lebih besar dari ttabel (thitung tabel ) maka Ho ditolak yang berarti HA diterima. t tabel, yaitu thitung = 3,16 ttabel = 2,101. kesimpulan penelitian adalah pemberian periode penundaan umpan balik selama 15 detik  setelah terjadi kesalahan, efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar pasing bawah dalam permainan bola voli kelompok eksperimen dari pada kelompok kontrol yang tidak di berikan perlakuan pemberian periode penundaan umpan balik 15 detik setelah terjadi kesalahan. Kata Kunci: Umpan Balik 15 Detik,  Hasil  Belajar  Pasing Bawah
HUBUNGAN ANTARA PANJANG TUNGKAI, KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH PADA SISWA SMP N 3 MELONGUANE KABUPATEN. TALAUD Leleran, Evendy; Rumondor, Djonir; makadada, Frans
Jurnal Vini Vidi Vici Vol 2, No 2 (2014): Ilmu Keolahragaan
Publisher : Jurnal Vini Vidi Vici

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah  terdapat  hubungan  antara  panjang  tungkai, kekuatan  otot  tungkai dengan  kemampuan    lompat  jauh pada  siswa  SMP 3  Melonguane ? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa besar hubungan antara panjang tungkai, kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan Lompat Jauh pada siswa SMP N 3 Melonguane Kabupaten Talaud. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Deskriptif dengan analisis korelasi dan rancangan penelitianya adalah korelasionalPopulasi dalam penelitian ini adalah siswa putera SMP N 3 Melonguane kelas I, II, III sebanyak 125 orang, Banyaknya sampel yaitu 40 orang diambil secara acak dengan teknik undian. Hipotesis dalam penelitian ini: 1). Terdapat hubungan antara panjang tungkai dengan hasil lompat jauh siswa Putera SMP N 3 Melonguane. 2). Terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan hasil lompat jauh siswa Putera SMP N 3 Melonguane. 3). Terdapat hubungan antara panjang tungkai,kekuatan otot tungkai dengan hasil lompat jauh siswa Putera SMP N 3 Melonguane Hasil perhitungan diperoleh r observasi sebesar rob = 0,99 jika dibandingkan dengan r tabel (n; α = 0,05) diperoleh sebesar rtab = 0,4101. Dari hasil ini menunjukkan bahwa nilai rob = 0,99 > nilai rtab = 0,4901 ini berarti bahwa H0 ditolak dan diterima Ha yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara panjang tungkai (X1) dengan kemampuan lompat jauh (Y) . Hasil perhitungan diperoleh r observasi sebesar rob = 0,69 jika dibandingkan dengan r tabel (n; a = 0,05) . bahwa nilai rob = 0,69 > nilai rtab = 0,4101 ini berarti bahwa Ho ditolak dan diterima Ha yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai (X2) dengan kemampuan lompat jauh (Y), diperoleh sebesar rtab = 0,4101. Dari hasil perhitungan serta berdasarkan kriteria pengujian, maka dapat simpulkan bahwa tolak Ho dan terima Ha yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara panjang tungkai (X1) dan kekuatan otot tungkai (X2) secara bersama-sama dengan kemampuan lompat jauh (Y) pada siswaSMP Negeri 3 Melonguane Kesimpulan : 1). Terdapat hubungan antara panjang tungkai dan kemampuan lompat jauh pada siswa SMP Negeri 3 Melonguane. 2).Terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan lompat jauh pada siswa SMP Negeri 3 Melonguane.3). Terdapat hubungan antar panjang tungkai dan kekuatan otot tungkai secara bersama-sama kemampuan lompat jauh pada siswa SMP Negeri 3 Melonguane Kata Kunci:Panjang Tungkai, Kekuatan Otot Tungkai, Lompat jauh.