cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2013)" : 47 Documents clear
Improving The Students Competence In Reading Comprehension Using Numbered Heads Together Strategy at Class VIII B of SMP N 5 Amlapura In The Academic Year of 2014/2015 ., Nyoman Gana Suputra; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam pemahaman membaca di kelas VIII B SMP N 5 Amlapura pada tahun ajaran 2014/2015. Subjek dari penelitian ini adalah 25 siswa: 12 laki-laki dan 13 perempuan. Nilai ketuntasan ditentukan oleh sekolah yang harus dicapai oleh siswa adalah ≥68. Berdasarkan guru bahasa Inggris yang mengajar kelas ini, kemampuan siswa dalam keterampilan membaca yang buruk dan harus ditingkatkan. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengamatan awal di mana lebih dari 48% dari siswa mendapatkan skor
GRAMMATICAL ERRORS ON NARRATIVE WRITING COMMITTED BY 8TH GRADE STUDENTS IN SMP N 5 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., Kadek Dwi Saptayani; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan didalam menulis teks naratif yang dilakukan oleh siswa kelas VIII di SMP N 5 Singaraja. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif sebagai kerangka penelitian. Subyek dari penelitian ini adalah dua kelas dengan jumlah keseluruhan 60 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kesalahan tata bahasa yang dilakukan oleh siswa yaitu kesalahan dalam bentuk kata kerja (26.78%), kesalahan kataganti (17.45%), kesalahan dalam menggunakan kata (14.95%), kesalahan penggunaan artikel (14.05%), kalimat yang tidak lengkap (9.73%), kesalahan ejaan (9.53%), kesalahan pada urutan kata (4.94%) dan kesalahan pada penggunaan kata depan (2.57%). Faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan adalah transfer bahasa, overgeneralisasi, ketidaktahuan tentang aturan tatabahasa dan ketidakpedulian dari siswa. Berdasarkan hasil penelitian, guru harus lebih peka dan sadar dengan kesulitan yang dihadapi siswa khususnya dalam penulisan tatabahasa. Guru bisa memberi lebih banyak latihan-latihan untuk siswa. Cara sederhana untuk belajar menulis secara gramatikal adalah dengan cara terus berlatih. Kata Kunci : kesalahan tatabahasa, penyebab kesalahan tatabahasa This study aimed to identify the types of errors in narrative writing done by the eighth grade students of SMP N 5 Singaraja. This study used qualitative descriptive research as the research design. The subjects of the study were two classes with the total number of 60 students. It was found that the grammatical errors done by the students were verb form error (26.78%), pronoun error (17.45%), wrong use of word (14.95%), article error (14.05%), incomplete sentence error (9.73%), spelling error (9.53%), word order error (4.94%) and preposition error (2.57%). The factors which caused them to do the errors were language transfer, overgeneralization, ignorance of the rule restrictions and carelessness of the students. Based on the result of the study, for the teachers, they should be more sensitive and aware about the difficulties that are faced by the students especially in grammar. The teacher can give some more exercises to the students. The simple way to learn in writing grammatically is through practicing. keyword : grammatical error, cause of error
A STUDY OF CODE SWITCHING USED BY ENGLISH TEACHER TRAINEE AT SMP NEGERI 2 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., May Anggara Jiwa Hanuraga; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis tipe dari alih kode bahasa, fungsi alih kode bahasa, dan alasan penggunaan alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris untuk mengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada kelas tujuh di SMP N 2 Singaraja pada tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah mixed method research. Subjek dari penelitian ini adalah seorang guru ppl perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perekam tape recorded, catatan, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua tipe alih kode bahasa yang digunakan oleh guru ppl bahasa Inggris. Mereka adalah intra-sentential alih kode bahasa (59%), dan inter-sentential alih kode bahasa (41%). Ada enam fungsi alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris; fungsi penekanan (33%), fungsi perhatian (32%), fungsi kebutuhan bahasa (2%), fungsi klarifikasi(29%), fungsi hiburan (1%), fungsi perintah (3%). Alasan penggunaan alih kode bahasa adalah untuk membicarakan suatu topik, menegaskan sesuatu, menyisipkan, pengulangan sebagai klarifikasi, maksud untuk menjelaskan isi pembicaraan pada pendengar, menyiapkan siswa untuk bekerja di kehidupan nyata, meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris, membantu siswa menangkap informasi yang diberikan guru, menciptakan atmosfir belajar yang menyenangkan, memberikan perintah atau instruksi. Kata Kunci : Alih Kode Bahasa, Guru Bahasa Inggris This study aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by English teacher trainee at SMP N 2 Singaraja in academic year 2014/2015.This research is mixed method. The subject of this study is a female teacher trainee. The instruments used in this study are tape recorder, a field note, and an interview guide. The results of this study show that there are two types of code switching used by the English teacher trainee. They are intra-sentential code switching (59%), and inter sentential code switching (41%). There are six functions of code switching used by the English teacher trainee; emphasis function (33%), attention function (32%), lexicalization function (2%), clarification function (29%), sociolinguistic play function (1%), instruction function (3%). The reasons of using code switching are the students had lack of register, students had lack of confident to participate, increasing motivation in learning English, creating a fun learning atmosphere, and giving command or instruction.keyword : Key Words : Code Switching, English Teacher Trainee
The Implementation of Problem-Based Learning in Teaching English in Aura Sukma Insani Kindergarten ., Kadek Kartika Suherma Yanthi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengimplementasian problem based learning dalam pengajaran Bahasa Inggris di TK Aura Sukma Insani yang menggunakan 5 tahapan pembelajaran seperti (1) mengidentifikasi masalah, (2) menggambarkan istilah yang berkaitan dengan masalah, (3) mengumpulkan strategi, (4) memilih strategi yang tepat, dan (5) melihat dampak dari strategi yang digunakan dalam memecahkan suatu permasalahan. Subjek daripenilitian ini adalah guru dan siswa kelas A1, A2, B1, dan B2. Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk observasi non-partisipan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap guru menggunakan rpp yang berbeda dalam mengajar disetiap kelasnya karena guru mengajarkan topik yang berbeda. Mereka memiliki wewenang untuk membuat rpp sendiri berdasarkan topik yang akan mereka ajar. Beberapa aktifitas sudah mengimplementasikan metode problem based learning untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar. Metode mpembelajaran Problem Based Learning yang diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris sangat efektif diterapkan di TK Aura Sukma Insani sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berfikir yang kritis dan siswa menjadi aktif serta mandiri dalam menerima ilmu dari guru selama proses pembelajaran berlangsung. Guru menilai siswa dari proses dan hasil yang telah dibuatnya dengan menggunakan penilaian secara holistik, dan memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif dan memiliki peningkatan dalam proses belajar. Penilaian yang diberikan dalam bentuk sertifikat dengan 14 katagori yang berbeda, cap, stiker, dan kertas yang digulung. Aura Sukma Insani menggunkan penilaian autektik yang terdiri dari penilaian penampilan dan penilaian portofolio.Kata Kunci : problem based learning, pembelajar bahasa inggris usia dini. This study aimed at finding the implementation of problem based learning in teaching English in Aura Sukma Insani Kindergarten which utilized 5 stages of teaching such as (1) identifying the problem, (2) defining terms, (3) exploring strategies, (4) acting on the strategy, and (5) looking at the effect. The subjects of the study were a teacher and students of A1, A2, B1, and B2 class. This study employed qualitative approach in the forms of nonparticipant observation. The result showed that every teacher used different lesson plan in teaching the students in every class because the teachers taught different topic. They had authority to arrange the lesson plan based on the material taught. Several activities were implemented using Problem Based Learning method (PBL) which increased the students’ activeness in learning. PBL learning method which was implemented in English learning was effectively conducted in Aura Sukma Insani Kindergarten so it could improve the students’ ability in thinking critically, participating actively and independently while following the teaching and learning process with the teachers. The teachers assessed the students by observing the process and final product by giving the score holistically, and the reward were given for those who were active and had improvement in the learning process. Those were in forms of certificate with 14 categories, stamp, sticker, and rolled paper. Aura Sukma Insani Kindergarten used authentic assessment in assessing the students’ achievement, such as: performance and portfolio assessment. keyword : problem based learning, young English learner
Affixation System In Penglipuran Dialect: A Descriptive Study of Derivational and Inflectional Processes ., I Wayan Wikajaya; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran dari Dialek Penglipuran yang memiliki proses derivasi dan infleksi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga teknik yaitu teknik observasi, teknik rekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Tiga narasumber dari Penglipuran dipilih sesuai dengan kriteria. Kriterianya yaitu narasumber yang cerdas, mempunyai kompetensi dalam berbicara, mempunyai pengetahuan yang cukup tentang topik tersebut, narasumber adalah pembicara asli dari Desa Penglipuran, sabar, perhatian yang tinggi, dan mempunyai cukup waktu untuk diwawancarai, tidak memiliki gangguan pada organ bicara, memiliki pendengar yang baik dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan, percaya diri dan bangga bahasa dan budayanya. Hasil penilitian menunjukan bahwa ada enam jenis awalan dalam Dialek Penglipuran yaitu {mə-}, {m-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, and {ə-} dan ada tiga jenis akhiran dalam Dialek Penglipuran yaitu {-Λŋ}, {-In} and, {-ɔ}. Awalan dan akhiran dalam Dialek Penglipuran yang termasuk dalam proses derivasi yaitu awalan {mə-} and {m-} dan akhiran {-Λŋ} and {-Ιn}. Awalan dan akhiran di Dialek Penglipuran yang termasuk dalam proses infleksi yaitu awalan {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {ə-} dan akhiran {-ɔ}, {-Λŋ}, dan {-In}.Kata Kunci : imbuhan, dialek penglipuran, proses derivasi dan infleksi This study aimed at describing the prefixes and suffixes in Penglipuran Dialect which belong to derivation and inflection. This research was a descriptive qualitative research. The data were collected using three techniques, namely observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. Three informants sample from Penglipuran were chosen based on criteria. The criteria were the informants are smart, have comunicative competence, have enough knowledge about the topic, the informants are the native speaker of the Penglipuran village, patient, high-attention, and have enough time to be interviewed, not having disturbances related to speech organs, a good listener and able to answer the questions, and confident and proud of their language and culture. The results of the study showed that there were six kinds of prefixes in Penglipuran Dialect were prefix {mə-}, {m-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, and {ə-} and there were three kinds of suffixes in Penglipuran Dialect were {-Λŋ}, {-In} and, {-ɔ}. Prefixes and suffixes in Penglipuran Dialect which belong to derivation were prefix {mə-} and {m-} and suffix {-Λŋ} and {-Ιn}. Prefixes and suffixes in Penglipuran Dialek which belong to inflection were prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {ə-} and suffix {-ɔ}, {-Λŋ}, and {-In}.keyword : affixation, penglipuran dialect, derivational and inflectional processes
THE EFFECT OF GENRE-BASED APPROACH TOWARDS STUDENTS’ WRITING COMPETENCY IN THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 4 SINGARAJA IN ACADEMIC 2014/2015 ., Ni Made Ayu Vinandari Safitri; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Drs.Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed at finding out whether there was significant difference in writing competency of eleventh grade students of SMA N 4 Singaraja between those who were taught using Genre-based Approach and those who were taught using Conventional Writing Strategy. The research was designed by using posttest only control group design. The population of this study was the students of class XI. There were two groups of samples in this research, which were selected by cluster random sampling. Class XI MIA 6 was assigned as the experimental group and treated by using Genre-Based Approach. Another class, XI MIA 5 was assigned as the control group and treated by using Conventional Writing Strategy. The treatments were conducted sixth times for each. At the end of the treatments period, the posttest was administrated. The result of posttest IS analyzed descriptively and inferentially. The result of this study showed that the experimental group performed better competency in writing rather than the control group. It was proven by the result of their posttest. The descriptive analysis shows that the mean score of experimental group 77.9 was higher than the control group 68.4. The inferential analysis also shows that t_o was 4.865. It was higher than the value t_cv at 1.99 (P = 0.05). It could also be seen that the significance value of the two tailed independent sample t-test (equal variance assumed) showed the value of 0.000 (less than 0.05). On the basic result of the study above, it can be concluded that the alternative hypothesis (Ha) used in this study was approved. It means that there was a significant difference in writing competency of grade eighth students of SMA N 4 Singaraja between those who were taught using Genre-Based Approach and those who were taught using Conventional Writing Strategy.Kata Kunci : Writing Competency and Genre-Based Approach Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perbedaan pengaruh terhadap kemampuan menulis siswa di SMA N 4 Singaraja terhadap pengajaran mengunakan Genre-Based Approach dan strategi biasa. Penelitian ini di bentuk dengan menggunakan posttest only control group design. Populasi yang digunakan di penelitian ini adalah siswa kelas XI. Ada dua sample yang digunakan di penelitian ini, yang mana dipilih dengan cara cluster random sampling. Kelas XI MIA 6 dijadikan grup eksperimental dan XI MIA 5 dijadikan grup control. Masing-masing grup diajar selama 6 kali dan terkahir diberikan tes yang disebut posttest. Hasil dari posttest dianalis secara deskriptif dan inferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukan grup eksperimental memiliki kemampuan menulis yang lebih baik. Ini ditunjukan dari hasil posttest. Analisis secara deskriptif menunjukan nilai rata-rata grup eksperimental adalah 77.9 dan grup kontrol 68.4. Analisis secara inferensial menunjukan t_o sebesar 4.865. itu lebih besar dari t_cv yg mana hanya 1.99 (P = 0.05). Ini juga bisa dilihat dalam pengaruh nilai dari two tailed independent sample t-test (equal variance assumed) menunjukan nilainya adalah 0.000 (lebih sedikit dari 0.05). Hasil diatas menunjukan bahwa alternative hypothesis (Ha) dalam penelitian ini diterima. Ini berarti, ada perbedaan pengaruh terhadap kemampuan menulis siswa di SMA N 4 Singaraja terhadap pengajaran mengunakan teknik Genre-Based Approach dan stategi biasa.keyword : Kemampuan Menulis dan Genre-Based Approach
THE EFFECT OF MAKE A MATCH TECHNIQUE WITH FLASHCARD ON SPEAKING ACHIEVEMENT OF GRADE EIGHT STUDENTS OF SMP NEGERI 2 SERIRIT IN ACADEMIC YEAR OF 2015/2016 ., Ida Bagus Putu Eka Prayoga; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi dalam berbicara antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan tehnik make a match dengan flashcard dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan tehnik menghafal dialog. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 2 Seririt. Kelas VIIIF digunakan sebagai kelas ekperimen dimana menggunakan tehnik make a match dengan flashcard dan kelas VIIID digunakan sebagai kelas kontrol dimana menggunakan tehnik memorization dialogue. Hasil dari analisa data menunjukan siswa di grup ekperimen medapatkan hasil yang lebih baik daripda siswa grup control. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa di kelompok eksperimen mencapai hasil yang lebih baik daripada siswa di kelompok kontrol. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan mean skor kelompok eksperimen adalah 74,46 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 74,35. Hasil dari uji test juga menunjukkan bahwa nilai tob lebih rendah dari tcv tersebut. Nilai tob itu 0,092, sedangkan nilai Tcv adalah 1,999. Ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap prestasi berbicara antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan tehnik make a match dengan flashcard dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan tehnik menghafal dialogKata Kunci : Tehnik make a match dengan flashcard, Tehnik menghafal dialog, Prestasi dalam berbicara. This study aimed at investigating whether or not there was significant difference in speaking achievement between students taught by using makes a match technique with flashcard and those taught by using memorization dialogue technique. The research design used was Post-test Only Control Group Design. The population was eighth grade students of SMP Negeri 2 Seririt. Cluster Random Sampling was assigned to select the sample of the study. Class VIII F was assigned as the experimental group which was taught by using “make a match technique with flashcard” and class VIII D as the control group which was taught by using “memorization dialogue technique”. The result of the data analysis showed that students in experimental group achieved better result than students in control group. It was proven by the result of descriptive statistics that showed the mean score the experimental group was 74.46 while the mean score of control group was 74.35. The result of the t-test also showed that the value of the tob was lower than the tcv. The value of the tob was 0.092, while the value of the tcv was 1.999. It means that there is no significant difference on speaking achievement between students who were taught using memorization dialogue technique with students who were taught using memorization dialogue technique.keyword : Make a match technique with flashcard, Memorization dialogue technique, Speaking achievement.
The Naturalness of Translation in Translating Short Story Entitled "Drupadi" from Indonesian into English ., Ni Luh Putu Vita Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberterimaan terjemahaan dan menemukan persetanse dari keberterimaan terjemahaan tersebut dalam cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah dua native speakers yang berasal dari native area. Sedangkan, objek dalam penelitian ini yaitu cerita pendek yang berjudul “Drupadi” khususnya kalimat-kalimat yang terdapat dalam kedua versi cerita. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Larson sebagai teori acuan penelitian untu menganalisis keberterimaan terjemahaan cerita pendek yang berjudul “Drupadi” dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Tterdapat dua cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yiatu dengan menggunakan checklist dan melakukan interview. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 131 kalimat dan data tersebut di analisis secara descriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang tergolong dalam tingkat “unnatural” sebanyak 0%, 2.29% untuk data yang tergolong dalam tingkat “less natural”, 13.74% untuk data yang tergolong dalam tingkat “natural”, dan 83.97% untuk data yang tergolong ke dalam tingkat “highly natural”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan oleh Tom Hunter dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris tergolong dalam tingkat “highly natural” dan cerita pendek tersebut dalam digunakan sebagai bahan ajar oleh guru yang mengajar bahasa, khususnya dalam bidang terjemahaan. Kata Kunci : terjemahaan, cerita pendek, keberterimaan. This study aimed at analyzing the naturalness of translation and finding the percentage of the naturalness of translation in translating short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The subjects of this study were two native speakers which are come from the native area. Meanwhile, the object of this study was a short story entitled “Drupadi” especially the sentences in both Indonesian and English version. In this study, the researcher used Larson’s theory as the reference of the study in order to analyze the naturalness of translation in short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The data were obtained by two methods of data collection, namely checklist and interview. The total of the data in this study was 131 sentences and it was analyzed descriptively. The result of this study showed that, 0% of the data is considered to fall into “unnatural” level, 2.29% are considered to fall into “less natural” level, 13.74% of the data belong to the “natural” level, and 83.97% of the data is classified as “highly natural”. Based on the result, it can be concluded that the short story entitled “Drupadi” which has been translated by Tom Hunter from Indonesian into English was in “highly natural” level and it can be used as teaching material for the teacher who teaches language, especially translation. keyword : translation, short story, the naturalness
An Analysis of Code Switching Used by Lecturer of English Education Department at Ganesha University of Education ., Danu Wijaya; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe dari alih kode bahasa, fungsi alih kode bahasa, dan alasan penggunaan alih kode bahasa yang digunakan oleh dosen bahasa Inggris sebagai strategi komunikasi untuk mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing di semester II Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah dosen laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perekam MP3, catatan lapangan, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua jenis alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Mereka adalah intra-sentential alih kode bahasa (52%) dan inter sentensial alih kode bahasa (48%). Ada tujuh fungsi alih kode bahasa yang digunakan oleh dosen bahasa Inggris; fungsi klarifikasi (36%), fungsi penekanan (29%), fungsi perhatian (12%), fungsi instruksi (9%), fungsi kebutuhan bahasa (8%), fungsi regulasi (3%) dan fungsi hiburan (3% ) . Alasan penggunaan alih kode bahasa adalah untuk membicarakan topik tertentu, menegaskan sesuatu, pengulangan yang digunakan untuk klarifikasi, maksud untuk menjelaskan isi pembicaraan pada pendengar, meningkatkan motivasi dalam belajar bahasa Inggris, membantu siswa untuk menangkap informasi yang diberikan oleh pengajar, menciptakan suasana yang menyenangkan belajar, dan memberikan perintah atau instruksiKata Kunci : Alih Kode Bahasa, dosen Bahasa Inggris, Strategi Komunikasi, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing This study is aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by English lecturer as a Communication Strategy to teach English as a Foreign Language in second semester of English Education Department at Ganesha University of Education.This study is a descriptive qualitative research. The subject of this study is a male lecturer. The instruments used in this study are MP3 recorder, a field note, and an interview guide. The results of this study show that there are two types of code switching used by the English teacher. They are intra-sentential code switching (52%) and inter sentential code switching (48%). There are seven functions of code switching used by the English lecturer that are; clarification functions (36%), emphasis function (29%), attention function (12%), instruction function (9%), lexicalization function (8%), regulatory function (3%) and sociolinguistic play function (3%).The reasons of using code switching are talking about particular topic, being emphatic about something, repetition used for clarification, intention of the speech content for the interlocutor, increasing motivation in learning English, helping students to catch the information given by the lecturer, creating a fun learning atmosphere, and giving command or instructionkeyword : Code Switching, English Lecturer, Communication Strategy, English as a Foreign Language
Improving the Achievement of the Fifth Grade Students of SDN 1 Sebatu in English Vocabulary by Using Puppets as Teaching Media ., Pande Made Ari Saguna; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi kosa kata bahasa inggris murid kelas 5 SDN 1 Sebatu dengan menggunakan wayang sebagai media.Subjek dari penelitian ini adalah kelas 5 SDN 1Sebatu dengan jumlah 41 murid. Penelitian ini menggunakan prosedur Classroom Action Research (PTK) dan Diselesaikan dalam dua siklus. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan wayang sebagai media dapat meningkatkan prestasi kosa kata murid kelas 5 SDN 1 Sebatu. Hasil post-test II menunjukan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh dari murid kelas 5 berjumlah 82.31.Sedangkan hasil test awal (pre-test) nilai rata-rata yang diperoleh berjumah 51.00. Persentase jumlah murid yang lulus tes juga meningkat dari 39.03% menjadi 58.54%. Hasil dari pecentase kelulusan yang diperoleh dari post-test II dengan jumlah 97.56% sudah melebihi dari target yang ditetapkan dengan jumlah 85.00%. Hasil kuesioner juga menunjukan bahwa murid memberikan kesan yang positif terhadap pembelajaran bahasa inggris dengan menggunkan wayang sebagai media. Pembelajaran bahasa inggris menggunakan wayang sebagai media dapat meningkatkan motivasi dan konsentrasi belajar.Kata Kunci : wayang, prestasi kosa kata This study aimed at improving the achievement of the fifth grade students of SDN 1 Sebatu in English vocabulary by using puppets as teaching media. The subjects of this study were the fifth grade students of SDN 1 Sebatu which consisted of 41 students. The study was conducted by following the action research procedures and it was completed in two cycles. The result of the study showed that achievement of the fifth grade students in English vocabulary could be improved by using puppets. The result of post-test II showed that the students’ mean score was 82.31 which significantly improved from the pre-test result that was 51.00. The class percentage of the students passing the test also improved from 39.02% to 58.54%. The total class percentage of the students passing the test was 97.56 % which was beyond the expected target which was 85.00%. Based on the questionnaire result, the students also had positive response towards the implementation of the puppets. The result showed that learning English using puppets could improve their motivation, interest, attention, and concentration.keyword : puppets, vocabulary achievement