cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2017): " : 22 Documents clear
The Effect of The Use of ICT-Based Interactive Game on Achievement Motivation and English Achievement of 4th Grade Elementary School Students in Cluster V of Sukasada District in Academic Year 2016/2017. ., Md Yudyantara Risadi; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh dari permainan interatif berbasis ICT terhadap motivasi prestasi, prestasi Bahasa Inggris, dan secara simultan terhadap motivasi prestasi dan prestasi Bahasa Inggris siswa. Penelitian eksperimental ini mengambil 228 siswa sekolah dasar sebagai populasi di gugus V kecamatan Sukasada, kabupaten Buleleng tahun akademik 2016/2017, dimana 48 siswa yang melibatkan 24 siswa dari SD Negeri 4 Panji menjadi control group dan 24 siswa dari SD Negeri 2 Panji sebagai experimental group. Mereka dipilih sebagai sampel penelitian melalui teknik cluster random sampling. Data telah dikumpulkan melalui kuisioner motivasi prestasi dan post-test. Data tersebut dianalisis menggunakan ANOVA satu jalan dan MANOVA dengan SPSS 22.0. hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) siswa yang diajarkan permainan interaktif berbasis ICT memiliki motivasi prestasi yang lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan teknik konvensional, 2) siswa yang diajarkan permainan interaktif berbasis ICT memiliki prestasi Bahasa Inggris yang lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan teknik konvensional, dan 3) terdapat pengaruh simultan dari permainan interaktif berbasis ICT terhadap motivasi prestasi dan prestasi Bahasa Inggris siswa.Kata Kunci : Motivasi Prestasi, Permainan Interaktif Berbasis ICT, Prestasi Bahasa Inggris This study aimed at investigating the effect of ICT-based interactive game on students’ achievement motivation, English achievement, and simultaneously on students’ achievement motivation and English achievement. This experimental study employed 228 4th grade elementary school students as the population in cluster V of Sukasada district, Buleleng regency in academic year 2016/2017 wherein 48 students involving 24 students from SD Negeri 4 Panji as control group and 24 students from SD 2 Panji as experimental group. They were chosen as the sample through cluster random sampling. The data were collected through achievement motivation questionnaire and post-test. Those data were analyzed by using one-way ANOVA and MANOVA assisted by SPSS 22.0. the findings showed that 1) the students who were taught by ICT-based interactive game achieved better achievement motivation than those who were taught by conventional teaching, 2) students who were taught by ICT-based interactive game achieved better English achievement than those who were taught by conventional teaching, and 3) there was simultaneous effect of ICT-based interactive game on students’ achievement motivation and English achievement.keyword : Achievement Motivation, English Achievement, ICT-based Interactive Game
DEVELOPING E-LEARNING BASED ENGLISH MATERIALS WITH THE INSERTION OF BALINESE CULTURE FOR THE TENTH GRADE STUDENTS OF TOUR AND TRAVEL DEPARTMENT AT SMKN 1 SINGARAJA ., I Gede Oka Yasa Aryawan; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi jenis materi Bahasa Inggris yang diperlukan untuk siswa kelas 10 jurusan Unit Perjalanan Wisata (UPW) di SMK N 1 Singaraja; (2) mengidentifikasi desain materi Bahasa Inggris Inggris yang diperlukan untuk siswa; (3) mengukur kualitas produk e-learning untuk siswa Jurusan UPW; (4) mengidentifikasi respon guru dan murid terhadap produk yang dikembangkan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada desain penelitian dan pengembangan oleh Lee & Owen (2004). Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumen, angket, uji ahli dan uji lapangan. Data dianalysis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, model analisis data interaktif, dan Inter-rater Agreement Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa membutuhkan materi Bahasa Inggris yang sesuai dengan jurusannya dan pekerjaan mereka; (2) desain materi dikembangkan berdasarkan kebutuhan siswa; (3) materi Bahasa Inggris dengan tambahan budaya Bali berbasis e-learning untuk siswa jurusan UPW dikategorikan sebagai materi berkualitas tinggi; dan (4) perspektif guru dan murid terhadapa produk menunjukan respon yang positifKata Kunci : R & D, e-learning, ESP, Tour and Travel, Balinese Local Culture This study was a Research and Development (R&D) study which aimed at: (1) identifying kinds of English materials needed for the tenth grade students majoring in Tour and Travel at SMK N 1 Singaraja; (2) identifying the design of English materials needed by the students (3) measuring the quality of the E-learning English materials; (4) identifying students’ and teachers’ response toward the implementation of the developed e-learning materials. This study was conducted based on the research and development design proposed by Lee and Owens (2004). The data of the research were collected from an interview, observation, document analysis, questionnaire, expert judgments, and field test. The data were analyzed by using descriptive qualitative analysis, Interactive data analysis model, and inter-rater agreement model. The study showed that (1) the students need English materials that were appropriate to their major and with their career in the future; (2) the design of the materials was developed based on the students’ needs; (3) the e-learning based English materials with the insertion of Balinese local culture for students of Tour and Travel Department were categorized as highly qualified; and 4) teachers’ and students’ perspectives toward the product showed positive response.keyword : R & D, e-learning, ESP, Tour and Travel, Balinese Local Culture
AN ANALYSIS OF USING VIDEO ON TEACHING SPEAKING IN EFL CLASSROOM OF THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMA N 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Gede Tegar Kriswinardi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.84 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama adalah untuk menyelidiki keuntungan penggunaan video dalam mengajar berbicara Bahasa Inggris pada kelas EFL di kelas XI SMA N 4 Singaraja. Kedua adalah untuk mengetahui kerugian dalam penggunaan video dalam mengajar berbicara Bahasa Inggris pada kelas EFL di kelas XI SMA N 4 Singaraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Penelitian ini menggunakan lembar observasi dan lembar kuisioner yang diberikan ke siswa sebagai instrument penelitian. Subjek yang dipilih dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 1 di SMA N 4 Singaraja dengan jumlah 30 siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa salah satu keuntungan adalah 1) Video dapat mewakili situasi komunikatif yang nyata bagi siswa; 2) Video membantu siswa untuk mempelajari budaya baru berdasarkan apa yang mereka lihat dalam video; 3) Video membantu siswa melihat beberapa gerakan dalam video; 4) Video dapat memperkuat proses pembelajaran; 5) Video dapat menghibur siswa dalam proses pembelajaran; 6) Informasi dapat disajikan secara bersamaan pada saat yang bersamaan; 7) Video menyajikan suara dan juga gerakan saat ditampilkan oleh guru; 8) Video memungkinkan siswa untuk belajar materi secara mandiri; 9) Video dapat menampilkan fenomena yang sulit dilihat dalam istilah nyata; 10) Menggunakan media video dalam pembelajaran, dapat mengembangkan hasil belajar siswa; 11) Para siswa lebih suka belajar bahasa Inggris dengan menggunakan video daripada belajar bahasa Inggris hanya dengan mengajar dari guru; dan 12) Dengan menggunakan video, ini dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Sedangkan kerugian yang ditemukan adalah 1) Video akan berfungsi jika kualitas videonya bagus; 2) Peralatan dibutuhkan dan juga disiapkan sebelum menggunakan video untuk menghemat waktu; 3) Video tidak akan membantu siswa jika bahasa yang digunakan dalam video sulit dimengerti; 4) Para siswa tidak dapat memahami materi dalam video jika konten dalam video tidak sesuai dengan materi. Hasil Ini menunjukkan bahwa terdapat keuntungan dan kerugian dalam proses penggunaan video sebagai media pembelajaran. Kata Kunci : video, berbicara Bahasa Inggris, EFL This study has two purposes. The first was to investigate the advantages of using video in teaching English speaking in EFL classes in grade XI SMA N 4 Singaraja. The second was to find out the disadvantages in using video in teaching English speaking in EFL class in grade XI SMA N 4 Singaraja. The research design was a Mixed Method Design. This study used observation sheet and questionnaire given to the students as the research instruments. The subjects were the students of class XI MIA 1 in SMA N 4 Singaraja with the number of 30 students. The result revealed that the advantages were 1) Video represents a real communicative situation to the students; 2) Video helps the students to learn a new culture based on what they see in the video; 3) Video helps the students to see some gestures in the video; 4) Video strengthens the learning process; 5) Video entertains the students in learning process; 6) The information in the video is presented simultaneously at the same time; 7) Video serves voices and also the movements while it is displayed by the teacher; 8) Video lets the students to learn a material independently; 9) Video displays a phenomenon that is difficult to see in real terms; 10) Using video media in learning, it increases students’ speaking achievement; 11) The students prefer learning English by using video rather than learning English by only lecturing from the teacher; and 12) By using video, it increases students’ motivation in learning. While the disadvantages were 1) Video will work if the quality of the video is good; 2) The equipment is needed and also well-prepared before using video; 3) Video will not help the students if the language used in the video is difficult to understand; and 4) The students cannot understand the material in the video if the content in the video does not match with the material. These results indicate that there are advantages and disadvantages in the process of using video as a media of learning.keyword : video, English Speaking, EFL
THE EFFECT OF EXPERIENTIAL LEARNING MODEL TOWARD STUDENTS’ WRITING COMPETENCE AT THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Ida Ayu Md Friska Setiawati; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.968 KB)

Abstract

Abstrak Penelitiani ni bertujuan untuk mengetahu iadanya pengaruh signifikan terhadap kompetensi menulis siswa antara siswa yang diajar dengan menerapkan experiential learning dan mereka yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan kelompok posttest sebagai metode penelitian. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja pada tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan cluster random sampling untuk mengetahui sampel. Terdapat 27 siswa XI MIA 5 sebagai kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan experiential learning dan 26 siswa XI MIA 6 sebagai kelompok kontrol yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistic deskriptif dan inferensial. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen mencapai hasil yang lebih baik dar siswa dalam kelompok kontrol. Temuan tersebut diyakinkan oleh hasil kelompok eksperimen yaitu 87,52, sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 81,23. Selanjutnya, hasi lanalisis statistic inferensial juga membuktikan pernyataan di atas, yang hasil tob adalah 4,107 dan nilai tcv adalah 1,6579. Ini menunjukkan bahwa nilai tob lebih tinggi dari pada tcv. Karena hasil tob lebih tinggi dari pada tcv, sehingga hipotesisnya diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi menulis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja yang diajar dengan menerapkan experiential learning. Kata Kunci : Kata Kunci: experiential learning, kompetensi menulis. Abstract This study aims to investigate whether or not there is a significant effect of students’ writing competence between students who were taught by implementing experiential learning and those who were taught by using conventional learning. This was an experimental research with posttest only group design as the research method. The population of this study wasthe eleventh-grade students of SMA N 1 Singaraja in academic year 2017/2018. This research administered cluster randomsampling to determine the sample. There were 27 students of XI MIA 5 assigned as the experimental group who were taught by using experiential learning and 26 students of XI MIA 6 were treated as the control group who were taught by using conventional learning. The derived data were analyzed by using descriptive as well as inferential statistics analysis. The result of the data analysis showed that students in experimental group achieved better result than students in control group. The findings were convinced by the result of descriptive statistics analysis which showed the mean score of experimental group was 87.52, meanwhile the mean score of control group was 81.23. Furthermore, the result of the inferential statistics analysis also proven statement above, which the result of tob was 4.107 and the value of tcv was 1.6579. It showed that the value of tobwas higherthanthetcv. Since the tob was higherthanthetcv, the hypothesis is accepted. It can be concluded that there was significanteffectof students’writingcompetenceoftheeleventh-gradestudents of SMA N 1 Singaraja who were taught by using experiential learning. keyword : Key words: experiential leaning, writing competence.
The Morphological Processes of Balinese Dialect Spoken by Timbrah Villagers ., Ni Made Sariningsih; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.202 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya proses pembentukan kata yang terjadi pada bahasa Bali yang digunakan di desa Timbrah. Penelitian ini merupakan Deskriptif Kualitatif. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode observasi dan metode interview. Data dikumpulkan berdasarkan 3 domain, yaitu: keluarga, pertemanan dan lingkungan. Peneliti mengumpulkan data berdasarkan prosedur penelitian menggunakan data analisis oleh Miles dan Huberman (1994). Objek penelitian ini adalah proses pembentukan kata bahasa bali pada desa timbrah. Adapun 2 macam dari proses morfologi yaitu: awalan dan akhiran. Adapun 6 pembentukan kata yaitu: gabungan kata, pengulangan kata, campuran kata, pemotongan kata, peminjaman kata dan akronim. Hasil penelitian ini menunujukan adanya tiga jenis awalan yang merupakan proses pembentukan suatu jenis kata {me-}, {N-} allomorph |ny| and {N-} allomorph |m|. Tujuh jenis akhiran yang dapat membentuk perubahan kata adalah jenis suffix {-an}, {-nye}, {-ne}, {-e}, {-ane}, {-ku} dan {-mu}. Lima jenis awalan yang tidak merubah kelas kata {me-}, {N-} allomorph |ng|, {N-} allomorph |n|, {a-} and {nge-}. Tiga jenis kata akhiran yang tidak merubah kelas kata {-e}, {-ang} dan {-in}. Adapun proses penambahan affiks salah satunya adalah prefiks {me-}, {N-} allomorph |ny|, {N-} allomorph |ng| and {a-} dan sufiks {-an}, {-ang} and {-in}. Adapun contoh dari penggabungan kata: kaje kangin dan kaje kauh. Pemendekan kata: au, ko, to dan jae. Blending kata: bangku, jangku, karjae dan binpuan. Pengulangan kata: dadong-dadong, ujan-ujan and kunang-kunan. Peminjaman kata: buku, kamar mandi dan baju. Singkatan kata: UNDIKNAS dan UNDIKSHAKata Kunci : Bahasa Bali, Perubahan Kata,Timbrah Dialek,. The aim of this study was to find about the morphological processes of Balinese dialect spoken by Timbrah villagers. The research was a descriptive qualitative research which used observation method and interview method. The data were collected in three different domains, namely: Family, Friendship and Neighborhood. The researcher collected the data based on the research procedure by using data analysis suggested by Miles and Huberman (1994). The object of the study was the morphological processes of Balinese Dialect in Timbrah village. There were two kinds of morphological processes, namely: Preixation and Suffixation. There were six kinds of word formation, namely: compounding, reduplication, blending, clipping, borrowing and acronym. There are three kinds of derivational prefixes, namely {me-}, {N-} allomorph |ny| and {N-} allomorph |m|. There are seven kinds of derivational suffixes, namely {-an}, {-nye}, {-ne}, {-e}, {-ane}, {-ku} and {-mu}. There are five kinds of inflectional prefixes, namely {me-}, {N-} allomorph |ng|, {N-} allomorph |n|, {a-} and {nge-}. There are three kinds of inflectional suffixes, namely {-e}, {-ang} and {-in}. There are Affixation process, namely prefixation of affixation {me-}, {N-} allomorph |ny|, {N-} allomorph |ng| and {a-}. Suffixation of affixation {-an}, {-ang} and {-in}. There were found compounding: kaje kangin and kaje kauh; clipping: au, ko, to, and jae; blending: bangku, jangku, karjae, and binpuan; reduplication: dadong-dadong, ujan-ujan, and kunang-kunang; borrowing: buku, kamar mandi, and baju; and acronym: UNDIKNAS and UNDIKSHA.keyword : Balinese Language , Timbrah Dialect, Morphological Process.
Positive and Negative Reinforcement Used By Teacher During Teaching and Learning Process at SMP Negeri 2 Singaraja ., Ni Nyoman Arsini; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Dr. Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu jenis-jenis penguatan yang digunakan oleh guru di kelas VII di SMP Negeri 2 Singaraja khususnya kelas VII.1 dan VII.5 selama proses belajar mengajar, jenis jenis penguatan yang paling sering digunakan, alasan dari guru dalam menggunakan penguatan, dan respon siswa terhadap penguatan yang digunakan. Subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa Inggris kelas VII di SMP Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif. Metode pengumpulan data meelalui observasi dan wawancara. Penemuan menunjukan bahwa guru menggunakan dua jenis penguatan yaitu penguatan positif dan negatif. Guru menggunakan dua cara pada masing-masing jenis penguatan yang disebut: penguatan verbal positif (49.48%), penguatan non-verbal positif (43.29%), penguatan verbal negatif (2.06%), dan penguatan non-verbal negatif (5.15%). Penguatan positif adalah jenis penguatan yang paling sering digunakan dengan total terjadi (92.77%) dari pada penguatan negatif dengan total terjadi (7.21%). Ada dua alasan utama kenapa guru menggunakan jenis-jenis penguatan yaitu: penguatan dapat memotivasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan membantu siswa membangun kepercayaan diri selama pelajaran. Implikasi dari penelitian ini dibagi menjadi tiga : dapat mengubah perilaku buruk siswa, dapat mengubah perilaku buruk siswa, dapat dijadikan referensi untuk guru selama mengajar, dan dapat dijadikan referensi tambahan oleh peneliti lain dengan penelitian yang sama.Kata Kunci : Penguatan, penguatan verbal dan non-verbal, respon. This study aimed at finding out the types of reinforcement used by teacher in grade 7 of SMP Negeri 2 Singaraja especially in class VII.1 and VII.5 during the teaching and learning process, the type of reinforcement strategies used most frequently by teacher, the teacher’s reasons in applying reinforcement during teaching and learning process, and students’ responses toward the reinforcement used. The subject of this study was an English teacher on grade 7 in SMP Negeri 2 Singaraja. The present study employed qualitative design, in which the data were collected through observation and interview. The findings showed that the teacher used two types of reinforcement such as positive and negative reinforcement. The teacher used two ways each of them namely: positive verbal reinforcement (49.48%), positive non-verbal reinforcement (43.29%), negative verbal reinforcement (2.06%), and negative non-verbal reinforcement (5.15%). Positive reinforcement was the type of reinforcement which was used most frequently with total occurrence (92.77%) rather than negative reinforcement with total occurrence (7.21%). Two main reasons why the teacher applied types of reinforcement were found, those are: reinforcement motivated the students during the learning process and helped the students in building self-confidence during the lesson. The implications of this study are divided into three: can change the students’ misbehavior, can be a reference for the teacher during teaching, and can be an addition reference for another researcher who conduct the same study. keyword : Reinforcement, positive and negative reinforcement, response.
AN ANALYSIS OF INTERLANGUAGE OF SMKN 1 SINGARAJAS STUDENTS IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT ., Luh Putu Dewi Ariani; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.371 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tipe-tipe dan sumber interlanguage yang dinuat oleh siswa-siswa kelas X di SMKN 1 Singaraja dalam menulis teks deskriptif. Keseluruhan data dianalisis menggunakan teori dari Azar dalam mengklasifikasikan tipe-tipe eror yang dibuat oleh siswa. Berdasarkan data dari analisis penelitian ini, terdapat 14 tipe eror yang dibuat oleh siswa yang termasuk: verb tense (16.61%), capitalization (14.70%), omit a word (11.50%), add a word (10.86%), singular-plural (8.31%), run-on sentence (6.39%), word choice, word order dan spelling (5.75%), punctuation (4.79%), word form (3.51%), article (2.56%), meaning not clear (1.92%), dan yang terakhir yaitu incomplete sentence (1.60%). Berkaitan dengan sumber-sumber eror, hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa sumber terbesar dari eror adalah communication strategy (46.33%)Kata Kunci : teks deskriptif, interlanguage, tulisan This research aimed at investigating the types and sources of interlanguage committed by the students of class X in SMKN 1 Singaraja in writing descriptive text. All data were analyzed by using Azar’s theory in classifying the types of error committed by the students. Based on the analysis of this study’s data, there were 14 types of errors committed by the students, which includes: verb tense (16.61%), capitalization (14.70%), omit a word (11.50%), add a word (10.86%), singular-plural (8.31%), run-on sentence (6.39%), word choice, word order and spelling (5.75%), punctuation (4.79%), word form (3.51%), article (2.56%), meaning not clear (1.92%), and the last was incomplete sentence (1.60%). In terms of error sources, the result of this study indicated that the major source of errors was communication strategy (46.33%).keyword : descriptive text, interlanguage, writing
The Codes Used By Balinese-Javanese Mixed Marriage Families In Pulukan Village, Jembrana Regency ., Ni G. A. Kd Sukma Dwijayanti; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kode yang digunakan oleh keluarga perkawinan campuran Bali-Jawa di Desa Pulukan,Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kode apa saja yang digunakan oleh keluarga perkawinan campuran Bali-Jawa di Desa Pulukan, Kabupaten Jembrana dan bagaimana mereka menggunakan kodenya. Instrumen dalam penelitian ini adalah: peneliti itu sendiri, alat perekam, catatan. Subjek penelitiannya adalah keluarga perkawinan campuran Bali-Jawa di Desa Pulukan. Sementara itu ranah-ranah yang dijadikan sebagai bahan penelitian meliputi ranah keluarga, ranah tetangga, dan ranah pertemanan. Temuan penelitian ini menyatakan bahwa ada dua kode yang digunakan, yaitu alih kode dan campur kode. Campur kode terjadi secara dominan (44.54%) jika dibandingkan dengan alih kode dari percakapan di tiga ranah yang diteliti dibandingkan dengan alih kode yang digunakan (42.00%) dari percakapan pada tiga domain yang diteliti.Kata Kunci : alih kode, campur kode, perkawinan campuran Bali-Jawa, desa Pulukan This study aimed at describing how codes are used by Balinese-Javanese mixed marriage families in Pulukan village,Pekutatan district,Jembrana regency. The purposes of this research are to know what codes are used by Balinese-Javanese mixed marriage families in Pulukan village, Pekutatan district, Jembrana regency and how they use them. The instruments in this study were: the researcher herself , recorder device, and note taking. The subjects of the research were Balinese-Javanese mixed marriage families in Pulukan village. Meanwhile, the domains of the research that had been conducted covered family domain, neighborhood domain, and friendship domain. The finding of this research revealed that there were two codes used Balinese-Javanese mixed marriage families in Pulukan, that is code switching and code mixing. The code mixings occurred dominantly (44.54%) as compared to code switching (42.00%) from the conversations of three domains studied. keyword : code switching, code mixing, Balinese-Javanese mixed marriage, Pulukan village
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN SPEAKING COMMITTED BY THE STUDENTS OF TOUR AND TRAVEL CLASS AT SLC SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., I Gede Shasy Bagus; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa-siswi untuk Tour dan Travel-Sun Lingua College (SLC) Singaraja pada Tahun Akademik 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Ini menggunakan purposive sampling dan subjeknya terdiri dari 24 siswa dan 1 guru tour dan travel. Data dikumpulkan melalui rekaman, penyebaran kuesioner dan wawancara dan dianalisis dengan menggunakan Surface Strategy Taxonomy oleh Dulay, Burt dan Krashen (1982). Ini tentang mengidentifikasi kesalahan, mengklasifikasikan kesalahan, menghitung kesalahan, menganalisis kuesioner dan hasil wawancara, melaporkan hasil analisis dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat jenis kesalahan: kelalaian, penambahan, misformasi dan salah urut, yang dilakukan oleh siswa-siswi. Jumlah kesalahan total adalah 520 yang terdiri dari 43,9% kesalahan kelalaian, 30,8% kesalahan misformasi, 18,9% sebagai penambahan kesalahan, dan 6,6% kesalahan salah urut. Penelitian tersebut menemukan bahwa sumber kesalahan adalah kesalahan antarbahasa serta kesalahan intrabahasa.Kata Kunci : tata bahasa, kesalahan-kesalahan, kesalahan antarbahasa, kesalahan intrabahasa This study aimed at analyzing the types and sources of errors committed by the students of Tour and Travel–Sun Lingua College (SLC) Singaraja in Academic Year of 2017/2018. This study is a descriptive qualitative research. It applied purposive sampling and the subjects of which consisted of 24 students and 1 tour and travel teacher. The data were collected through recording, distributing questionnaire and interview and analyzed by using Surface Strategy Taxonomy by Dulay, Burt and Krashen (1982). It was about identifying the errors, classifying the errors, calculating the errors, analyzing the questionnaire and the result of the interview, reporting the result of the analysis and drawing the conclusion. The results of the study show that there were four types of errors: omission, addition, misformation and misordering, committed by the students. The total numbers of errors were 520 which consisted of 43.9% in omission errors, 30.8% in misformation errors, 18.9% in addition errors, and 6.6% in misordering errors. The study found that the sources of errors were interlingual error as well as intralingual error.keyword : grammar, errors, interlingual error, intralingual error
The Phonological Changes from Gelgel Dialect to Tampekan Dialect: A Descriptive Qualitative Study ., Kadek Puspa Ariantini; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.258 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bahasa dari dialek Gelgel ke dialek Tampekan. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Peneliatian ini mengambil tempat di desa Gelgel, kecamatan Klungkung, kabupaten Klungkung dan di desa Tampekan, kecamatan Banjar, kabupaten Buleleng. Ada tiga informan yang dipilih ditiap desa. Satu orang sebagai informan yang utama, dua orang lainnya sebagai informan yang membantu. Data dianalisis berdasarkan teori tipe perubahan bahasa yang disarankan oleh Crowley (1992), Keraf (1996), and Fruehwald (2013). Data diperoleh berdasarkan daftar kata Swadesh dan daftar kata Nothofer. Hasil dari data analisis menunjukan bahwa ada 8 kata yang mengalami aphaeresis (menghilangnya fonem di depan kata), 10 kata yang mengalami syncope (menghilangnya fonem di tengah kata), 2 kata yang mengalami apocope (menghilangnya fonem diakhir kata), 7 kata yang mengalami haplology (menghilangnya suku kata dalam sebuah kata), 7 kata yang mengalami epenthesis (penambahan fonem di depan kata), 2 kata yang mengalami prosthesis (penambahan ditengah kata), 4 kata yang mengalami paragoge (penambahan fonem di akhir kata), 6 kata yang mengalami assimilation (sebuah fonem yang mengubah fonem lainnya dan terdengan mirip), and 7 kata yang mengalami dissimilation (perubahan fonem yang tidak mirip dari sebelumnya).Kata Kunci : fonologi, perubahan bunyi, dan dialek. This study aimed at describing the phonological changes from Gelgel dialect to Tampekan dialect. This study is a descriptive qualitative study. It took place in Gelgel village, Klungkung district, Klungkung regency and Tampekan village, Banjar district, Buleleng regency. There were three informants selected in each dialect. One person was appointed as main informant, and the other two were determined as the supporting informants. The data were analyzed based on the theory of types of phonological changes suggested by Crowley (1992), Keraf (1996), and Fruehwald (2013).The data were collected based on two wordlists, namely Swadesh and Nothofer. The result of data analysis showed that there are 8 words which undergoing aphaeresis (loss of the phoneme in the beginning of the word), 10 words which undergoing syncope (loss of the phoneme in the middle of word), 2 words which undergoing apocope (loss of the phoneme in the final of the word), 7 words which undergoing haplology (loss of syllable in the word), 7 words which undergoing epenthesis (addition in the middle word position), 2 words which undergoing prosthesis (addition in the initial word position), 4 words which undergoing paragoge (addition in the final word position), 6 words which undergoing assimilation (one phoneme changes another phoneme to be more similar), and 9 words which undergoing dissimilation (a sound change to be unlike the sound before it).keyword : Keywords: Phonology, Phonological Changes, Dialect

Page 1 of 3 | Total Record : 22