cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013): May" : 206 Documents clear
THE USE OF SPEECH ACTS AMONG PROSPECTIVE FRONT OFFICE STUDENTS OF SMK PARIWISATA DWI TUNGGAL TABANAN ., Ni Nyoman Sri Wahyu Puspitasari; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4405

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini terfokus pada analisis tindak tutur lokusi, jenis-jenis gaya bahasa yang berhubungan dengan kesopanan diantara siswa calon resepsionis SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan, dan kesalahan-kesalahan gaya bahasa yang berhubungan dengan tindak tutur lokusi dengan tugas-tugas serorang resepsionis. Ini merupakan penelitian kualitatif. Tehnik yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Data dari penelitian ini dikumpulkan dengan menugaskan setiap siswa untuk mengucapkan tugas-tugas dari seorang resepsionis. Data dari penelitian ini diolah secara deskriptif dengan berfokus pada tindak tutur lokusi, tingkat kesopanan, dan kesalahan yang ditemukan di setiap tugas. Penemuan yang pertama menunjukkan bahwa ada empat tindak tutur lokusi yang sering digunakan oleh calon resepsionis SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan. Penemuan yang kedua menunjukkan bahwa tindak tutur lokusi lebih banyak di ekspresikan secara sopan (98.5%) daripada tidak sopan(1.5%). Penemuan ketiga menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh siswa sering terjadi pada penyambutan tamu dan pencatatan identitas tamu. Saran diberikan kepada guru SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan untuk menggunakan tindak tutur lokusi secara variatif. Kata Kunci : tindak tutur lokusi, gaya bahasa, siswa calon resepsionis AABSTRACT This research focused on the types of locutionary acts, speech styles in terms of politeness used by the prospective front officers of SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan, and the errors committed in their speech styles in terms of the appropriateness of locutionary acts and their respondent task. This research was a qualitative research. It was an observational study using a survey technique. The data were collected by assigning each student to express each of front office tasks verbally. Data were analyzed descriptively in terms of locutionary acts categories, level of politeness, and types of errors of each front office task. The first finding shows; there are four locutionary acts more frequently used by prospective front officers of SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan when they were assigning each of front office tasks. The second finding shows; the locutionary acts were expressed more in polite style (98.5%) than impolite style (1.5%). The third finding shows; the frequent of errors committed were in the appropriateness of locutionary acts and their corresponding tasks. Errors were mostly found in welcoming guest and recording guest identity. The suggestion was given to the teacher of SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan to vary the used of five locutionary acts appropriately and properly. keyword : locutionary acts, speech styles, prospective front office students
IMPROVING STUDENTS’ WRITING COMPETENCY BY USING ‘THE IDEA-DETAILS’ TECHNIQUE IN CLASS XI IA 2 OF SMA NEGERI 4 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Ni Wayan Diantini; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4422

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kompetensi menulis siswa kelas sebelas bisa ditingkatkan dengan menggunakan teknik ide dan detel atau tidak. Penelitian ini megikutsertakan siswa dari kelas XI IA2 di SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2013/2014. Jumlah total dari siswa adalah 38 orang yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 28 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Ada beberapa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yakni skenario mengajar, tes tulis, dan kuesioner. Dalam pre-tes, jumlah siswa yang mencapai nilai standar yang diterapkan di SMA Negeri 4 Singaraja hanya 2 (6%) orang, dimana nilai rata-ratanya adalah 5.6 dengan standar deviasi 8.5. Jumlah tersebut meningkat pada pada hasil siklus 1. Terdapat 8 (21%) siswa yang memenuhi nilai standar, dimana nilai rata-ratanya mencapai 68 dengan standar deviasi 7.9. Bagaimanapun, dalam siklus terakhir atau siklus ke 2, jumlah siswa yang mencapai nilai standar sebanyak 29 (76%) orang. Nilai rata-rata di siklus ke 2 mencapai 79 dengan standar deviasi 4. Hasil penelitian diatas menunjukan bahwa penerapan teknik ide dan detel dapat meningkatkan kompetensi menulis siswa. Dalam proses pembelajaran ini, siswa juga memeberikan respon yang baik.Kata Kunci : kompetensi menulis, teknik ide dan detel The study was conducted in order to know whether the writing competency of eleventh grade students could be improved by using the Idea-Details technique or not. The subjects of this study are the students in class XI IA2 at SMA Negeri 4 Singaraja in the academic year 2013/2014. There were 38 students in this class which consisted of 10 male students and 28 female students. The study was conducted using a classroom action research design. This study was done in two cycles. The instruments used in this study were teaching scenario, written test, and questionnaire. In the pre-test, the number of students who could pass the standard score was only 2 (6%) students, in which the mean score was 5.6 and the standard deviation was 8.5. In the first cycle, there were 8 (21%) students who were pass the standard score which is used in SMA Negeri 4 Singaraja, in which the mean score was 68 and the standard deviation was 7.9. However, in the last cycle or cycle 2, the number of students who could pass the standard score increased a lot. It was about 29 (76%) students who could pass the standard score. The mean score was 79 and the standard deviation was 4. The results of the study indicated that the use of the Idea-Details technique could improve students’ writing competency. The students also gave positive responses during the teaching-learning process.keyword : writing competency, the idea-details technique
TYPES OF REINFORCEMENT GIVEN BY A TEACHER IN TEACHING AT K2A CLASS IN TAMAN RAMA KINDERGARTEN ., Windy Louisa Rosang; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis penguatan yang digunakan oleh guru di Taman Rama Denpasar TK, (2) menggambarkan pada situasi seperti apa penguatan digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar, (3) mendeskripsikan efektivitas penguatan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah: panduan wawancara, perekam video, kamera, dan lembar observasi. Subjek penelitian ini adalah salah satu guru di Taman Rama Denpasar TK. Berdasarkan data yang dikumpulkan dalam studi ini ditemukan bahwa guru menggunakan empat jenis penguatan dalam proses belajar mengajar, mereka adalah hadiah, pujian, hak istimewa, penguatan negatif, dan hukuman yang digunakan untuk memberikan umpan balik kepada siswa yang bisa menjawab dengan benar, untuk membangun suasana yang positif di dalam kelas, untuk mengapresiasi siswa yang sudah melakukan tugas mereka dengan baik dan untuk menangani perilaku siswa yang menghambat proses pembelajaran di kelas. Dalam penelitian ini, pujian adalah penguatan yang paling sering digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar, sedangkan penguatan negatif cukup sering digunakan, dan tiga jenis penguatan lainnya jarang diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Strategi Penguatan terbukti efektif untuk diterapkan didalam mengelola kelas di TK Taman Rama karena siswa akan menjadi termotivasi dan terdorong untuk mengerjakan tugasnya dengan baik serta berperilaku tepat dalam kelas.Kata Kunci : Penguatan, Mengajar, TK This study aimed at (1) describing types of reinforcement using by the teacher in Taman Rama Kindergarten Denpasar, (2) describing the circumstances of certain types of reinforcement used by the teacher in teaching and learning process, (3) describing the effectiveness of reinforcement in teaching and learning process. This research was made in the form of descriptive qualitative. The instruments used in collecting the data were: an interview guide, video recorder, camera, and observation sheet. The subject of this study was one of teacher in Taman Rama Kindergarten Denpasar. The findings of the study shows that the teacher uses four types of reinforcement in teaching and learning process, namely reward, praise, privilege, negative reinforcement, and punishment which used in order to give feedback to the students who could answer correctly, to build positive atmosphere in classroom, to reward them for doing their task and to handle students’ inappropriate behaviors in classroom. In this study, praise was the most commonly reinforcement used by the teacher in teaching and learning process, while negative reinforcement was quite commonly used, and the other three are rarely applied by the teacher in the teaching and learning process. Reinforcement strategy was effectively applied in managing classroom at Taman Rama Kindergarten since the students began to be motivated and encouraged to keep on task and behave appropriately in the classroom.keyword : Reinforcement, Teaching, Kindergarten
THE STUDY OF TPR IMPLEMENTATION IN TEACHING LISTENING AND SPEAKING FOR ELEMENTARY SCHOOL AT SD LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Ni Putu Ari Prananti; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4502

Abstract

Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif yang bertujuan mengetahui penggunaan metode TPR untuk mengajar menyimak dan berbicara, alasan-alasan mengapa guru memilih metode TPR dan apa saja masalah yang dihadapi guru dalam menggunakan metode TPR untuk mengajar menyimak dan berbicara. Subjek penelitian adalah seorang guru Bahasa Inggris dan 32 murid kelas 5A SD Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini berbentuk studi kasus. Data dikumpulkan menggunakan empat instrumen, yaitu; interview guide, observational checklist, recorders dan test untuk membuktikan pernyataan guru tentang peningkatan siswa. Data dikumpulkan, lalu dianalisis secara diskriptif. Ada tiga proses utama dalam menganalisis data: reduksi data, tampilan data, penggambaran simpulan/ verifikasi. Dari keseluruhan temuan, dapat disimpulkan bahwa TPR telah diimplementasikan sesuai dengan teori yang dikonsepkan oleh Larsen-Freeman (2000) dan Richards & Rodgers (2001) dan dikombinasikan dengan lagu. Berdasarkan pernyataan guru dan hasil tes, alasan- alasan mengapa metode TPR digunakan adalah karena dapat membuat siswa menikmati kelas, mudah memahami materi, dan guru mempertimbangkan bahwa TPR efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak dan berbicara siswa. Tetapi, ada sedikit masalah yang dihadapi guru saat mengimplementasikan TPR untuk mengajar menyimak dan berbicara, yaitu; siswa yang memiliki karakter pemalu kurang percaya diri dalam melakukan aktivitas TPR, dan TPR tidak fleksibel diimplementasikan untuk semua materi dan level siswa.Kata Kunci : Metode TPR, Menyimak, Berbicara This study was a descriptive qualitative research, which aimed to find out the implementation of TPR method for teaching listening and speaking, the reasons why the teacher chose TPR method and what the problems were faced by the teacher in implementing TPR method for teaching listening and speaking. The subjects of the study were the English teacher and the 32 students Class 5A, SD Laboratorium Undiksha Singaraja. This study was in the form of case study. The data were collected by using four instruments, interview guide, observational checklist, recorders and test in order to prove the teacher’s statement about students’ improvement. The data obtained were then analyzed descriptively. There were three main processes of data analysis: data reduction, data display and drawing conclusion/ verification. From the overall findings, it can be concluded that TPR method was implemented in accordance to the theory conceptualized by Larsen-Freeman (2000) and Richards & Rodgers (2001) and was combined with songs. Based on the teacher’s statement and test result, the reasons why TPR method was used because it made students enjoy the class, easy to understand the material and teacher considered TPR method was effective to improve students’ ability in listening and speaking. However, there were few problems faced by the teacher in implementing TPR for teaching listening and speaking, namely: The students’ characteristic affects their confidence in TPR activities, and TPR was not flexible to be implemented for all materials and students’ levels.keyword : TPR Method, Listening, Speaking
THE APPLICATION OF MULTIPLE INTELLIGENCE THEORY AT TK PELITA KASIH SINGARAJA CASE STUDY ., Dwi Susanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4619

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan aplikasi teory MultipleIntelligence oleh guru dan juga untuk menemukan hambatan yang dihadapi oleh guruTK Pelita Kasih dalam mengimplementasikan teori Multiple Intelligence ini. SubyekPenelitian ini adalah guru yang mengajar TK A dan Play Group di TK Pelita Kasihpada tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah sebuah penelitian kualitatif dan dilaksankan di dalamkelas. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui melakukan observasi, merekamdan wawancara terhadap subyek penelitian dan juga melakukan analisis dokumen.Data yang diperoleh adalah hasil bagiaman aplikasi Multiple Intelligence di dalamkelas dan hambatan yang dihadapi guru saat mengaplikasikannya. Lalu, data yang telah didapatkan dianalisis secara deskriptif. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa guru yang mengajar siswa TK A dan Play Group di TK Pelita Kasih tahun ajaran 2013/2014 telah mengaplikasikan Multiple Intelligence dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan pada observasi dan wawancara, ditemukan bahwa inteligensi linguistik dan kinestetik yang paling sering dipergunakan dalam instruksi pembelajaran. Dalam pengaplikasiannya, guru sangat kekurangan waktu dan juga menemukan kesulitan dalam memilih aktifitas pembelajaran yang mengaplikasikan semua inteligensi. Tetapi,guru telah mencoba untuk mengkombinasikan kegiatan dengan tujuan mengembangkan dan mengeksplorasi intelegensi siswa. Kata Kunci : Kata Kunci: Multiple Intelligences, anak-anak dan hambatan. This study was conducted to describe the application of Multiple Intelligence theory by the teachers and also to find out the barriers faced by the teachers at TK Pelita Kasih, Singaraja. The subjects of this study were the teachers who teach TK A and Play Group students at TK Pelita Kasih in the academic year of 2013/2014.This study was a qualitative study and was conducted in the classroom. The data were obtained through conducting observation, recording and interview to the subject of the study, and also analyzing documents. The data collected were the result of how application of Multiple Intelligence in the classroom and the barriers faced by the teachers. Then, the data obtained were descriptively analyzed. The findings of the study showed the teachers who teach TK A and Play Group students at TK Pelita Kasih in the academic year of 2013/2014 had conducted the application of Multiple Intelligence in the teaching and learning process. Based on the observation and interview it was found that linguistics and bodily-kinesthetic intelligence were mostly exploited in instruction. In applying Multiple Intelligence in classroom activity, teachers had lack of time and also found difficulties in choosing the activities which included all intelligences. However, teachers tried to combine and mix the activity in order to develop and explore students’ intelligences. keyword : Key Terms: Multiple Intelligences, Young Learners, and Barriers
CLASSROOM INTERACTION IN ENGLISH LANGUAGE INSTRUCTION USING FLINT SYSTEM AS THE BASIS OF ANALYSIS IN RELATION TO STUDENT’S COMPETENCY AT ELEVENTH GRADE IN SMA N 4 SINGARAJA ., Wisnu Saputra; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kategori dari interaksi kelas yang terjadi di kelas sebelas SMA N 4 Singarja berdasarkan Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System, kategori yang paling sering muncul, dan level dari kompetensi siswa setelah proses belajar mengajar. Subjek dari penelitian ini adalah dua orang guru dan siswa di kelas XI MIA 2 dan XI MIA 3. Peneliatian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menjunjukkan bahwa: (1) seluruh kategori dari interaksi kelas berdasarkan FLINT system ditemukan selama proses belajar mengajar. Kategori-kategori kersebut adalah Deals with Feeling, Praise and Encourages, Jokes, Uses Ideas of Student, Repeats Student Response Verbatim, Asks questions, Gives information, Corrects without Rejection, Gives Direction, Direct Pattern Drills, Criticizes Student Behavior, Criticizes Student Response, Student Response Specific, Student Response Choral, Student Response Open-Ended or Student Initiated, Silence, Silence AV, Confusion Work-Oriented, Confusion non work-oriented, Laughter, Uses of Native Language and Nonverbal. (2) Kategori dari teacher talk yang sering terjadi adalah asking question sedangkan kategori dari student talk yang sering muncul adalah student response, open ended or student initiated. (3) rata-rata nilai dari kompetensi siswa dari seluruh observasi adalah 79. Itu berarti kategori dari nilai tersebut adalah B-. Walaupun hasil dari observasi menujukkan bahwa student talk lebih dari teacher talk, namun penggunaan bahasa ibu sangat sering digunakan ketika observasi.Kata Kunci : Foreign Language Interaction (FLINT) system, Interaksi Kelas, Kompetensi Bahasa Inggris, Pembelajaran Bahasa Inggris This study aimed at finding the classroom interaction categories occurring in the eleventh grade of SMA N 4 Singaraja based on Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System, category which most frequently occurred, and level of the student’s competency after teaching and learning process. The subjects of the study were two teachers and students in XI MIA 2 and XI MIA 3. This study was designed by using descriptive qualitative research. The result of the research shows that: (1) all categories of classroom interaction based on FLINT system exist during the teaching learning process. Those are Deals with Feeling, Praise and Encourages, Jokes, Uses Ideas of Student, Repeats Student Response Verbatim, Asks questions, Gives information, Corrects without Rejection, Gives Direction, Direct Pattern Drills, Criticizes Student Behavior, Criticizes Student Response, Student Response Specific, Student Response Choral, Student Response Open-Ended or Student Initiated, Silence, Silence AV, Confusion Work-Oriented, Confusion non work-oriented, Laughter, Uses of Native Language and Nonverbal. (2) The teacher talk category that mostly occurs is asking question while student talk category that mostly appears is student response, open ended or student initiated (3) the average score of the students’ competency from all of the observation is 79. It means the category of the average score was B-. Even the result of all the observation shows that the students talk more than the teacher talk, but the use of native language is very highly used in the observation.keyword : Classroom interaction, English Language Instruction, English Language Competency, Foreign Language Interaction (FLINT) system
A Study of Code Switching Used by English Teacher as Communication Strategy in Teaching English as a Foreign Language at SMK N 2 Seririt in Academic Year 2014/2015 ., Gede Irwandika; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4770

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis tipe dari alih kode bahasa, fungsi alih kode bahasa, dan alasan penggunaan alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris sebagai strategy komunikasi untuk mengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada kelas sepuluh di SMK N 2 Seririt pada tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah seorang guru laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perekam MP3, catatan, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga tipe alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Mereka adalah intra-sentential alih kode bahasa (61%), inter-sentential alih kode bahasa (34%), dan inter-personal alih kode bahasa (5%). Ada tujuh fungsi alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris; fungsi pengaturan (4%), fungsi penekanan (18%), fungsi perhatian (6%), fungsi kebutuhan bahasa (32%), fungsi klarifikasi(34%), fungsi hiburan (3%), fungsi perintah (3%). Alasan penggunaan alih kode bahasa adalah untuk membicarakan suatu topik, menegaskan sesuatu, menyisipkan, pengulangan sebagai klarifikasi, maksud untuk menjelaskan isi pembicaraan pada pendengar, menyiapkan siswa untuk bekerja di kehidupan nyata, meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris, membantu siswa menangkap informasi yang diberikan guru, menciptakan atmosfir belajar yang menyenangkan, memberikan perintah atau instruksi. Kata Kunci : Alih Kode Bahasa, Guru Bahasa Inggris, Strategi Komunikasi, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing Kata Kunci : Kata Kunci : Alih Kode Bahasa, Guru Bahasa Inggris, Strategi Komunikasi, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing This study aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by English teacher as a Communication Strategy to teach English as a Foreign Language in grade ten at SMK N 2 Seririt in academic year 2014/2015.This study is a descriptive qualitative research. The subject of this study is a male teacher. The instruments used in this study are MP3 recorder, a field note, and an interview guide. The results of this study show that there are three types of code switching used by the English teacher. They are intra-sentential code switching (61%), inter sentential code switching (34%), and inter-personal code switching (5%). There are seven functions of code switching used by the English teacher; regulatory function (4%), emphasis function (18%), attention function (6%), lexicalization function (32%), clarification function (34%), sociolinguistic play function (3%), instruction function (3%). The reasons of using code switching are talking about particular topic, being emphatic about something, interjection, repetition used for clarification, intention of the speech content for the interlocutor, preparing students to work in real life, increasing motivation in learning English, helping students to catch the information given by the teacher, creating a fun learning atmosphere, and giving command or instruction.keyword : Key Words : Code Switching, English Teacher, Communication Strategy, English as a Foreign Language
Improving Students’ Speaking Competence through Paper Puppet Show (A Classroom Action Research on the Tenth Grade Students at SMA Karya Wisata Singaraja) in the Academic Year 2013/2014 ., Ida Bagus Komang Priotama; ., Drs.Sudirman, M.L.S; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4799

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan pertunjukan wayang kertas dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X5 di SMA Karya Wisata Singaraja pada tahun akademik 2013/2014 yang terdiri dari 42 (empat puluh dua). Penelitian tindakan kelas ini berdasarkan yang masing-masing terdiri dari empat tahap; perencanaan, bertindak, observasi, dan refleksi per-siklus. Dalam mempertahankan hasil penelitian, dua jenis data yang dikumpulkan; data kualitatif yang berasal dari observasi dan wawancara terhadap siswa dan guru juga. Di sisi lain, data kuantitatif yang diperoleh dari hasil uji; pre-test dan hasilnya post test. Ada ditemukan 15 poin dari peningkatan skor rata-rata siswa, 9 poin berasal dari post test I menghasilkan, dan 6,76 poin berasal dari post test II setelah menggunakan "Kertas Puppet Show". Rata Persentase siswa berbicara di dalam kelas telah membaik setelah boneka diberikan. Hal ini didukung oleh hasil yang berbeda signifikan dari pre-test yang lebih rendah (59,52%) dibandingkan post-test II (88,09%) yang berarti bahwa sebagian besar X5 kelas siswa harapan yang sangat baik skor sekolah standar (75). Berdasarkan kuesioner, sebagian besar siswa mengatakan bahwa penggunaan "Kertas Puppet Show" dapat membantu mereka dalam meningkatkan kompetensi berbicara. Berdasarkan hasil tersebut, ada 37 dari 42 siswa lulus KKM, dan itu berarti penelitian ini berhasil.Kata Kunci : Wayang Kertas, Kopetensi Berbicara The objective of the research is to know whether the use of the paper puppet show can improve students’ speaking competence. The subject of this study is students class X5 at SMA Karya Wisata Singaraja in the academic year 2013/2014 which consists of 42 (forty two). This classroom action based research which each consists of four phases; planning, acting, observing, and reflecting per-cycle. In sustaining the research result, two types of data are collected; qualitative data that derived from observation and interview toward the students and the teacher as well. On the other hand, the quantitative data that derived from the test result; pre-test and post test result. There were found 15 points of improvement of students’ mean score, 9 points were derived from post test I result, and 6.76 points were derived from post test II after using “Paper Puppet Show”. The percentage score of students’ speaking in the classroom has improved after the puppets were given. It was supported by the significant different result of the pre-test that was lower (59.52%) than post-test II (88.09%) which means that most of the students class X5 were very good expectation of standard school scores (75). Based on the questionnaire, most of the students said that the use of “Paper Puppet Show” could help them in improving speaking competency. Based on those results, there were 37 of 42 students passed the KKM, and it is meant this action research is successful.keyword : Paper Puppet Show, Speaking Competency
THE EFFECT OF PROJECT-BASED LEARNING ON STUDENTS’ SPEAKING ACHIEVEMENT (An Experimental Research Conducted at Eleventh Grade Students of SMK Negeri 1 Singaraja in the Academic Year 2014/2015). ., I Komang Agus Giska Adinatha; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Drs.Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4800

Abstract

Penelitian eksperimental ini bertujuan menyelidiki efek dari menggunakan Pembelajaran Berbasis Proyek pada pencapaian berbicara. Untuk mengelola penelitian ini, 112 siswa kelas XI dari SMK N 1 Singaraja pada tahun akademik 2014/2015 yang dipilih untuk menjadi sampel. Desain kelompok kontrol posttest-only diimplementasikan dalam percobaan ini yang berlangsung dari 2 September 2014 hingga 28 November 2014. Penelitian ini menemukan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi berbicara antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan Pembelajaran Berbasis Proyek dan yang diajarkan dengan menggunakan metode konvensi. Hal itu diketahui dari nilai probabilitas atau Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang lebih rendah dari 0,05. Rerata siswa berprestasi berbicara diajarkan oleh Project Based Learning (81,48) lebih tinggi dari rata-rata siswa berprestasi berbicara diajarkan dengan metode konvensional (75,13). Ini berarti bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek mempengaruhi lebih baik daripada metode konvensional terhadap prestasi berbicara siswa.Kata Kunci : Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Proyek, Prestasi Berbicara. This experimental study aims at investigating the effect of using Project Based Learning on the speaking achievement. To administer this research, 112 eleventh grade students of SMK N 1 Singaraja in the academic year 2014/2015 were selected to be the sample. Posttest-only control group design is implemented in this experiment which is lasted from 2 September 2014 until 28 November 2014. This research discovers that there was a significant difference in speaking achievement between the students taught by using Project Based Learning and those taught by using convention method. It was known from the probability value or Sig.(2-tailed) of 0.000 which is lower than 0.05. The mean of the students’ speaking achievement taught by Project Based Learning (81.48) is higher than the mean of the students’ speaking achievement taught by conventional method (75.13). It means that Project Based Learning gives better effect on students’ speaking achievement than conventional method.keyword : Key Terms: Project Based Learning, Speaking Achievement.
The Effect of Communicative Language Teaching ”Role Play” On The Students Speaking Competency Of Grade X In SMA N 1 Kubu in Academic Year 2013/2014 ., I Kadek Suarsana; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4801

Abstract

Ini adalah penelitian eksperimen, dimana bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada berbicara siswa yang diajar dengan tehnik Role Play dan tehnik konvensional di siswa kelas 10. Cluster Random Sampling adalah tehnik pengambilan sampel yang digunakan dalam studi ini, dimana dua kelas dipilih secara acak sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil dari descriptive statistics menunjukan hasil rerata nilai kelompok eksperimen 73.96 dan kelompok control 64.58. Lebih lanjut, analisis secara statistik inferensial menunjukan nilai t observed (to) adalah 3.198. Nilai tersebut lebih besar dari nilai t critical value (tcv) yaitu 1.67 (α = .05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, bisa di simpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada hasil berbicara siswa yang diajarkan dengan menggunakan tehnik Role Play dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan tehnik konvensional. Kata Kunci : Keywords: Role Play, Conventional, Speaking Achievement This research was an experimental research, which was aimed at investigating whether there was a significant difference in students' speaking achievement taught by using Role Play Technique and Conventional Technique in tenth grade students. Cluster random sampling was used as sampling technique in this study, in which two classes were selected randomly as the samples of the study. The result of descriptive statistics shows that the mean score of experimental group was 73.96 while the control group was 64.58. Furthermore, from the analysis by using inferential statistic, it was found that the value of t observed (to) was 3.198. It was higher than t critical value (tcv) which was 1.67 (α = .05). Based on the data, it can be concluded that there is significant difference in speaking achievement of the students who are taught through Role Play Technique and the students who are taught by using conventional technique. keyword : Keywords: Role Play, Conventional, Speaking Achievement

Page 10 of 21 | Total Record : 206