cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013): May" : 206 Documents clear
English Teachers' Materials Development at SMA Negeri Bali Mandara in Academic Year 2014 / 2015 ., Luh Ade Budanadi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi materi dan pengembangan materi yang digunakan dan dikembangkan oleh guru – guru Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 2 guru Bahasa Inggris di SMA Negeri Bali Mandara. Pengambilan data dilakukan dengan 3 metode penelitian, yakni: observasi, interview, dan dokumen analisis. Peneliti menggunakan beberapa instrumen untuk pengambilan data, diantaranya adalah: Peneliti sebagai kunci instrument, buku catatan, beberapa pedoman pertanyaan, dokumen materi dan lembar observasi. Untuk mencari data, ada beberapa alat yang digunakan diantaranya adalah kamera dan perekam dari Assus Zenfone 5, perekam video dan laptop. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat 28 materi yang digunakan dan dikembangkan dari sumber internet oleh kedua guru Bahasa Inggris tersebut. Guru bahasa inggris 1 menggunakan dan mengembangkan 3 topik diantaranya adalah : News Item, teks eksposisi dan teks report. Sedangkan guru bahasa Inggris 2 menggunakan dan mengembangkan 3 topik, diantaranya adalah: Teks explanation, discussion dan teks review. Adapun materi – materi yang digunakan dan dikembangkan diantaranya adalah : beberapa teks dari internet, berita dari Jakarta post, berita yang diambil dari youtube, video – video, dan film. Materi – materi yang digunakan dan dikembangkan dari kedua guru tersebut menggunakan metode adopsi dan adaptasi. Adopsi materi dilakukan dengan mengambil materi – materi tersebut dari sumber internet dan dikembangkan dengan memberikan beberapa aktivitas. Sedangkan adaptasi dilakukan dengan cara menyederhanakan, menghapus, mengganti, menambahkan materi dari sumbernya. Ada beberapa alasan dari kedua guru tersebut mengembangkan materi – materi tersebut. Adopsi materi dilakukan karena materinya harus disesuaikan dengan pengembangan materi, keahlian yang diajarkan, tujuan pembelajaran dan kosa katanya. Sedangkan adaptasi dilakukan dengan tujuan untuk membuat materinya sesuai dengan alokasi waktu, keahlian yang diajarkan, tingkat kesulitan dari materinya, dan persamaan materi dari satu teks dengan teks lainnya, dan keaslian materi.alat yang digunakan diantaranya adalah kamera dan perekam dari Assus Zenfone 5, perekam video dan laptop. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat 28 materi yang digunakan dan dikembangkan dari sumber internet oleh kedua guru Bahasa Inggris tersebut. Guru yang mengajar bahasa Inggris kelas X yang mengambil mata pelajaran bahasa Inggris untuk kelas XI disebut Bahasa Inggris 4. Sedangkan siswa kelas XI yang mengambil mata pelajaran Bahasa Inggris kelas XII disebut Bahasa Inngris 6. Terdapat 3 topik yang digunakan dan dikembangkan untuk bahasa Inggris 4, diantaranya adalah : News Item, teks eksposisi dan teks report. Sedangkan Bahasa inggris juga memeiliki 3 topik yang digunakan dan dikembangkan, diantaranya adalah: Teks explanation, discussion dan teks review. Adapun materi – materi yang digunakan dan dikembangkan diantaranya adalah : beberapa teks dari internet, berita dari Jakarta post, berita dari diambil dari youtube, video – video, dan film. Materi – materi yang digunakan dan dikembangkan dari kedua guru tersebut menggunakan metode adopsi dan adaptasi. Adopsi materi dapat dilakukan dengan mengembangkan beberapa aktivitas dari materi tersebut. Sedangkan adaptasi dapat dilakukan dengan cara menyederhanakan, menghapus, mengganti, menambahkan, materi dari sumbernya. Ada beberapa alasan dari kedua guru tersebut mengembangkan materi – materi tersebut. Adopsi materi dilakukan karena materinya harus disesuaikan dengan pengembangan materi, keahlian yang diajarkan, tujuan pembelajaran dan kosa katanya. Sedangkan adaptasi dilakukan dengan tujuan untuk membuat materinya sesuai dengan alokasi waktu, keahlian yang diajarkan, tingkat kesulitan dari materinya, dan persamaan materi dari satu teks dengan teks lainnya, dan keaslian materi.Kata Kunci : materi, pengembangan materi. This study aimed at investigating the materials and the materials development which were used and developed by English teachers. This study used a qualitative research design. The subjects of the study were two English teachers at SMA Negeri Bali Mandara. The data were obtained by conducting three methods of data collection, they were: observation, interview, and the document analysis. The instruments whichwere used to help the researcher conducted the method of study, they were : the researcher as the key instrument, field note, questions guidelines, observation sheet, and the document study. The equipments used to obtain the data were: Assus Zenfone 5 camera and recorder, video recorder and laptop. From the result of study, the data showed that there were 28 different materials which were used and developed from the internet sources by both teachers. There were 3 topics that were used and developed by English Teacher 1 and 3 topics by English Teacher 2. The materials for English Teacher 1 were : News item, expositions text and report text. The materials for English Teacher 2 were: explanation, discussion and review text. The materials which were used and developed were: texts from the internet sources, news from Jakarta Post , news from Youtube, videos, and film. Those materials from both of the teachers were developed by adopting and adapting the materials. The adoption of the materials were taken from the internet sources and they were developed by giving some activities. However, the adaption of the materials were done by simplifying, deleting, replacing, and adding the materials from the source. There were some reasons that teachers have in order to develop those materials. The adoption of the materials were done because the teachers should make the materials appropriate with the activities developed, the skills that needed to be achieved, the purposes of the study and the vocabularies. Meanwhile the adaptation were done because the materials should be appropriate with the time allocation, the skills that had to be achieved, the level of difficulty of the materials, the similarities of the text with another text, and the authenticity of the materials. keyword : materials, materials development.
The Implementation of Audio Media Based On Scripted Songs upon the Fifth Grade Students' Competency in Primary Schools at Sub-Distric 1 Busungbiu, Buleleng in Academic Year 2014/2015 ., I Made Pasek Suwarbawa; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5377

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujan untuk menemukan efek signifikan dari pengimplementasian audio media berbasis lagu kreasi pada kemampuan kompetensi anak kelas 5 SD. Penelitian ini dilaksanakan pada Tahun ajaran 2014/2015 di Gugus 1 Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan adalah metode posttest only control group, dimana dihasil akhir akan membandingkan antara nilai sumatif siswa dengan nilai posttest siswa. Hasil analisis secara deskriptif dan inferential menunjukan bahwa nilai rata-rata dari kelas eksperiment menunjukan efek yang signifikan jika disbandingkan dengan kelas control dan dukung dengan hasil t-test yang sesuai. Hasil tersebut membuktikan bahwa pengimplementasian audio media berbasis lagu kreasi memberikan signifikan efek terhadap kompetensi siswa kelas 5 SD.Kata Kunci : audio media, kompetensi, lagu kreasi This experimental study aims at finding the significant effect of Audio Media based on Scripted Songs upon the fifth grade students’ competency in primary school at Sub-District 1 Busungbiu, Buleleng in academic year 2014/2015. The design of this study was post-test only control group design. The implementation of cluster random sampling technique administrated that SD N 1 Busungbiu as experimental group which was taught by using Audio Media based on Scripted Songs and SD N 3 Busungbiu as the control group which was taught by using conventional teaching technique .Both groups consisted of 22 students each. The results of data analysis show that the students who were taught by Audio Media based on Scripted Songs performed better than those who were taught by implementing conventional teaching technique. The mean score of experimental group was 82.9 and the control group was 70.28. It was proved by the results of t-test analysis shows that the tobs was 7.793. It was higher than the value of the tcv at 2.009 (α = 0.05). In conclusion, Audio Media based on Scripted Songs gave significant effect toward students’ English competencykeyword : audio media, competency, scripted songs
AFFIXATION OF GALUNGAN DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Ngurah Agung Riski Restuaji; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis prefix (awalan), suffix (akhiran) dan circumstance (awalan-akhiran), bagaimana imbuhan (affix) membentuk kata-kata dan jenis makna imbuhan (affix) apa yang terjadi pada Dialek Galungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dua sampel informan dari penutur Dialek Galungan dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan dua teknik, yaitu: observasi dan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat prefix (awalan), tiga suffix (akhiran), dan tiga circumstance (awalan-akhiran) pada Dialek Galungan. Adapun jenis awalannya (prefix) adalah {N-}, {ma-}, {pa-}, dan {ka-}. Jenis Akhiran (suffix) meliputi {-in}, {-ang}, dan {-ne}. Jenis awalan-akhiran (circumstance) yang terdapat pada dialek galungan adalah {N-in}, {N-ang}, dan {ma-an}. Prefix (awalan), suffix (akhiran), dan circumstance (awalan-akhiran) memiliki 21 jumlah makna. Adapaun diantaranya adalah: prefix (awalan) {N-} memiliki dua makna, {ma-} memiliki empat makna, {pa-} memiliki tiga makna, dan {ka-} memiliki dua makna. Suffix (akhiran): {-in} memiliki satu makna, {-ang} memiliki satu makna, dan {-ne} memiliki dua makna. Circumstance (awalan-akhiran): {N-in} memiliki tiga makna, {N-ang} memiliki satu makna, dan {ma-an} memiliki dua makna. Pada bab diskusi, juga dijelaskan tentang proses derivation (imbuhan yang mengubah kelas kata) dan inflection (imbuhan yang tidak mengubah kelas kata) serta proses morphophonemic dari Imbuhan (Affix).Kata Kunci : Dialek Galungan, imbuhan (affix), awalan (prefix), akhiran (suffix), awalan-akhiran (circumstance), derivation, inflection dan proses morphophonemic This study aimed at describing kinds of prefixes, suffixes and circumstances, how affixes construct the words and what kinds of affixation meaning occur in Galungan Dialect. This research is a descriptive qualitative research. Two informant samples of Galungan Dialect were chosen based on set criteria. The data were collected based on two techniques, namely: observation and interview technique. The results of the study show that there are four prefixes, three suffixes, and three circumstances existed in Galungan Dialect. The prefixes are {N-}, {ma-}, {pa-}, and {ka-}. The suffixes are {-in}, {-ang}, and {-ne}. The circumstance are {N-in}, {N-ang} and {ma-an}. Prefixes, suffixes, and circumstance have total 21 meanings. Prefixes: {N-} have two meanings, {ma-} have four meanings, {pa-} have three meanings, and {ka-} have two meanings. Suffixes: {-in} has one meaning, {-ang} has one meaning and {-ne} have two meanings. Circumstances: {N-in} have three meanings, {N-ang} has one meanings and {ma-an} have two meanings. On the discussion also talk about derivational and inflectional and also morphophonemic process of the affixes. keyword : Galungan dialect, Affixation, prefixes, suffixes, circumstances, derivational, inflectional, and Morphophonemic Process.
An Analysis of a Textbook Entitled “Step into the English World: A Character-Based English Textbook for Junior High School Grade VIII” Used in the Teaching English at the Eight Grade Students of SMP Negeri 2 Singaraja ., Wayan Cherrie Hana Melati; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5454

Abstract

Perubahan kurikulum di Indonesia memberi dampak yang signifikan pada sistem pendidikan serta pengembangan materi. Kurikulum 2013 yang mendasari perkembangan buku teks dalam pendidikan di Indonesia terlibat dalam polemik. Meski demikian terdapat banyak penelitian tentang pengembangan bahan ajar berdasarkan kurikulum ini, khususnya buku teks. Sebagai contoh, buku berjudul “Step into the English World: A Character-based Textbook for Junior High School Grade VIII” yang dikembangkan oleh seorang mahasiswa dari Universitas Pendidikan Ganesha berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini, sama halnya dengan penelitian sejenis terkait analisis buku teks bertujuan untuk mengetahui masalah yang guru dan siswa hadapi dalam pelaksanaan buku pelajaran, kualitas umum buku teks dan kesesuaiannya dengan penerapan kurikulum 2013. Penelitian ini menunjukkan bahwa buku teks yang berkualitas harus menekankan pada kelebihannya dan membatasi kekurangan berdasar teori Richards (2001). Selanjutnya, buku teks harus memenuhi kriteria buku teks yang baik untuk setiap aspek evaluasi yang tersaji pada checklist yang telah divalidasi oleh beberapa evaluator ahli. Temuan penelitian ini menentukan apakah buku teks yang dikembangkan berdasarkan kurikulum 2013 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap masalah pelaksanaan pada kurikulum ini. Hasil penelitian ini akan membawa beberapa kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia secara umum, dan khususnya dalam pengembangan buku teks berdasarkan kurikulum 2013.Kata Kunci : kurikulum 2013, analisis buku teks, kualitas buku teks, checklist The curriculum reform in Indonesia gave a significant effect on the education system as well as the material development. Although the latest change into the Curriculum 2013 which provides the blue print for the development of the textbooks nationally in Indonesian education is caught in polemic, there are many books designed in accordance with this curriculum. One of the examples was a textbook entitled “Step into the English World: A Character-based Textbook for Junior High School Grade VIII” which was written by a student of Ganesha University of Education. The recent study was aimed at finding out the problems that the teacher and students encountered in the implementation of the textbook, the textbook’s general quality and its suitability to the recently applied curriculum 2013. This research found out that there were still many problems in the implementation of the textbook, even though the textbook’s general quality was classified as good and was relevant with the curriculum 2013. This study suggests that in order to bring out a quality textbook, the advantages of the textbook should be strengthened and the disadvantages should be limited. Furthermore, textbook should meet the criteria of good textbook for each the evaluated aspects presented on checklist which had been validated by some judges. The findings of this research will be significant in determining whether or not the textbook developed laid down by the curriculum 2013 contributes a significant effect to the current issues of the curriculum 2013 implementation problems. The result will bring out some significant contributions on the development of the Indonesian education in general, the textbook development in regard to the curriculum 2013 in particular.keyword : curriculum 2013, textbook analysis, quality textbook, checklist
ANALYZING METHODS OF TEACHING MICROTEACHING COURSE TO TEACH SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS FOR ENGLISH EDUCATION DEPARTMENTS IN BALI ., Made Metha Suadnyani; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah dan kebutuhan yang dihadapi oleh dosen mata kuliah Microteaching. Selain itu, metode mengajar, pendekatan, dan teknik dalam mata kuliah ini berdasarkan Kurikulum 2013 juga dianalisis. Penelitian ini adalah bagian dari sebuah penelitian yang lebih besar yang menggunakan model instruksi yang dikembangkan oleh Dick dan Carrey. Karena penelitian ini hanya menganalisa, instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan panduan wawancara. Subjek penelitian ini adalah dosen Microteaching di Bali Untuk masalah dan kebutuhan dalam mata kuliah Microteaching, para responden menyatakan adanya masalah dan kebutuhan yang menyangkut ketersediaan materi dan media yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Pendekatan yang dipilih oleh responden adalah konstruktivisme yang merupakan pembentukan pengetahuan oleh siswa dan humanisme yang merupakan pembelajaran oleh siswa sebagai manusia serta pandangan interaksional dan fungsional. Ada empat belas metode yang dianalisa. Menurut para responden, metode-metode yang telah disebutkan di atas dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran secara khusus. Untuk membuka pelajaran, metode yang paling cocok adalah problem-based, project-based, dan CLT. Untuk melaksanakan kegiatan inti, metode yang cocok adalah CLT, problem-based, dan inquiry-based learning. Untuk menutup pelajaran, metode tercocok adalah CLT. Teknik mengajar Microteaching yang sesuai adalah teknik kedua yang terdiri dari dari pemberian input, praktik, dan sesi pre-microteaching. Pada akhirnya, hasil akhir dari penelitian ini bisa dijadikan referensi bagi dosen mata kuliah Microteaching.Kata Kunci : Kurikulum 2013, metode pembelajaran, pendekatan pembelajaran, mata kuliah Microteaching, teknik Microteaching. This research aimed at analyzing the problems and needs of Microteaching course that were encountered by Microteaching course lecturers. Besides, the appropriate Microteaching course learning methods, approaches, and techniques according to Curriculum 2013 were also analyzed. This research was a part of a bigger research that was using the instructional model of Dick and Carrey. Since this research only aimed to analyze, the instruments were questionnaire sheet and an interview guide. The research subject was Mircoteaching lecturers in Bali. As for the problems and needs, respondent stated that the problems were about the unavailable material and media relevant to Curriculum 2013. The approaches were constructivism meaning the construction of student's own knowledge and humanism meaning students as human being and also interactional view and fungsional view. There are fourteen methods in the course. According to the respondents, those methods were appropriate to be used in certain activities in a lesson. For opening a lesson, the most appropriate methods are problem-based, project-based, and CLT. For conducting the whilst-activity, the appropriate methods are CLT, problem-based, and inquiry-based learning. In closing a lesson the most appropriate method is CLT. The cycle chosen by the respondents was the second cycle that consists of giving input, practice, and pre-microteaching session. The end result is expected to be a reference to Microteaching course lecturers to be able to conduct the course appropriately.keyword : Curriculum 2013, learning approach, learning method, Microteaching course, Microteaching technique.
Developing Computer-Based Reading Materials for Teaching Reading to the Eighth Graders of the Second Semester at SMP Negeri 2 Banjar ., Gede Anna Putra; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media membaca Bahasa Inggris berbasis komputer untuk siswa kelas VIII semester II yang dapat digunakan untuk memotivasi siswa dalam belajar membaca Bahasa Inggris. Penelitian ini memakai desain R & D yang diajukan oleh Dick, Carey and Carey pada tahun 2005. Dalam penelitian ini, desain tersebut diterjemahkan ke dalam tiga tahap utama, diantaranya: (1) menganalisis masalah, (2) mengembangkan produk, dan (3) mengevaluasi produk. Untuk mengevaluasi konsep produk awal, penelitian ini memakai dua orang ahli, dan setelah itu uji coba terbatas dilakukan sebagai bagian dari evaluasi. Pada tahap evaluasi dari para ahli, penelitian ini memakai 2 orang ahli untuk mengevaluasi tiga aspek yaitu isi, instruksi, dan multimedia dengan memakai rubrik yang berbeda untuk tiap aspek pada materi membaca berbasis komputer. Hasil dari penilaian ahli menunjukkan bahwa kualitas materi membaca berbasis komputer tergolong sangat bagus dengan nilai rata-rata 4,46 dalam rentang nilai 5,0. Sementara itu, tahap uji coba terbatas memakai 15 siswa sebagai peserta dan hasil dari angket yang diberikan kepada siswa menunjukkan bahwa 57,3% dari jawaban keseluruhan menandakan bahwa kualitas materi membaca Bahasa Inggris berbasis computer adalah bagus dan 22.67% menandakan kualitas materi membaca Bahasa Inggris berbasis computer adalah sangat bagus. Hasil dari penilaian ahli dan uji coba terbatas menandakan bahwa materi membaca Bahasa Inggris berbasis komputer yang dikembangkan mungkin bisa digunakan sebagai materi membaca tambahan dan bisa memotivasi siswa dalam pembelajaran membaca.Kata Kunci : Membaca dalam Konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, Materi Membaca Berbasis Komputer, Motivasi Siswa, Sekolah Menengah Pertama This study aimed at developing computer-based English interactive reading materials for eighth graders of junior high school in the second semester that can be used to motivate the students in their learning of English reading. This study adopted the Research and Development design proposed by Dick, Carey and Carey in 2005. In this study, the design was translated into three major steps, i.e.: (1) needs analysis, (2) product development, and (3) product evaluation (formative evaluation). To evaluate the initial draft of the product, this study employed two experts, and after that a limited field try-out was conducted as part of the formative evaluation. In the stage of experts’ judgment, this study used two experts to evaluate three domains namely content, instruction and multimedia through different English interactive reading materials assessment rubrics for each domain. The results of experts’ judgment showed a very good quality of the draft with the mean score of 4.46 out of the 5.0 range of score. Meanwhile, the limited field try-out employed 15 students as the participants and the results from the questionnaires given to the students showed that 57.3% of total responses indicated a good quality and 22.67% indicated a very good quality of the computer-based English interactive reading materials. Both the results of the experts’ evaluation and the limited field try-out indicated that the computer-based English interactive reading materials developed are feasible to be used as supplementary reading materials and are able to motivate the students in their learning of reading.keyword : Efl Reading, Computer-Based Reading Materials, Students’ Motivation, Junior High School
AN ANALYSIS OF THE RELEVANCE OF INSTRUCTIONAL MATERIALS AND THE TYPE OF TEACHING STRATEGIES USED FOR ADVANCED READING COURSE IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT ., Luh Melin Udayanti; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5463

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis relevansi bahan ajar dan jenis strategi pengajaran yang digunakan untuk perkuliahan lanjutan Advanced Reading dalam jurusan pendidikan bahasa inggris. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa yang telah mengambil perkuliahan lanjutan dari reading 1, reading 2, dan reading 3, dan dosen yang telah mengajar mata kuliah Advanced Reading di jurusan pendidikan bahasa inggris. Data dikumpulkan berdasarkan checklist, serta kuesioner dosen dan, dan juga hasil penilaiian dari para ahli serta diskusi kelompok dengan mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar dan silabus yang digunakan dalam perkuliahan Advanced Reading dikatakan "Sedikit relevan" untuk digunakan sebagai sumber belajar di jurusan pendidikan bahasa inggris. Strategi pengajaran yang sering digunakan dalam perkuliahan Advanced Reading adalah Diskusi. Hasil kuesioner dan diskusi kelompok dengan mahasiswa dari 6 (enam) kelas yang berbeda menunjukkan fokus tujuan pembelajaran Advanced Reading yang berbeda di setiap kelasnya disebabkan karena perbedaan materi pembelajaran yang diberikan oleh dosen. Penggunaan strategi pengajaran tidak memenuhi kriteria pelajar dewasa sehingga pembelajaran dianggap gagal untuk mendorong motivasi siswa dalam belajar.Kata Kunci : keterampilan membaca, bahan ajar, relevansi pembelajaran dan strategi mengajar This study was a descriptive qualitative research which aimed to analyze the relevance of instructional materials and the type of teaching strategies used for Advanced Reading course in English Education Department. The purpose was to describe the relevance of the syllabus and instructional materials, as well as the quality of these learning materials, and to find out the students perception of Advanced Reading course. The subjects of this research were the students who have taken Advanced Reading course and the lecturer who have taught Advanced Reading course in English Education Department. This research was a descriptive qualitative research which was utilizing checklist and questionnaire. The data collected from the expert judges’ checklist, as well as lecturer questionnaire and checklist, and also students’ questionnaire and focus group discussion. The data obtained were descriptively analyzed. The finding of the research showed the relevance of Instructional Materials and the Advanced Reading syllabus was said “Slightly Relevant” to be used as learning resource for English Education Department students. It showed that all experts choose more than 44% of criteria which had been reached. The teaching strategies that used frequently in Advanced Reading course was Discussion. The questionnaire result and the focus group discussion with the students from 6 (six) different classes showed different focus of learning objectives acquired by the students of each classes due to the differences of the learning material provided by the lecturer. The use of teaching strategies which also did not meet the criteria of adult learners was failed to encourage students’ motivation of learningkeyword : reading skill, advanced reader, instructional materials, relevance materials, and teaching strategies
Developing Assessment Instrument for Microteaching Course to EED for Universities in Bali ., Fitri Adji Rarasati; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5466

Abstract

Jumlah mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dari tahun ke tahun terus bertambah. Mahasiswa tersebut disiapkan untuk menjadi guru Bahasa Inggris yang terampil dalam mengajar. Agar mampu menjadi alumni yang terampil, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris perlu mensimulasikan seluruh keterampilan Pengajaran Mikro pada mata kuliah Pengajaran Mikro. Namun, jurusan Pendidikan Bahasa Inggris masih kekurangan tenaga dosen Pengajaran Mikro yang professional. Mengingat mata kuliah Pengajaran Mikro itu sifatnya kompleks maka diperlukan alat penilaian yang mumpuni. Namun, banyak dosen merasa bingung dengan sistim penilaian yang digunakan dalam kurikulum saat ini karena perubahan kurikulum. Maka dari itu, artikel ini dimaksudkan untuk menciptakan alat penilaian yang digunakan pada mata kuliah Pengajaran Mikro di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang ada pada universitas-universitas di Bali. Penelitian ini mengunakan rancangan R&D dimana akan dihasilkannya suatu produk yang berbentuk alat penilaian. Subyek dari penelitian ini adalah para ahli pengajaran Bahasa Inggris dan 9 dosen Pengajaran Mikro pada Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di universitas-universitas di Bali. Hasil penelitian ini adalah berupa 12 alat penilaian yang perlu dikembangkan yang meliputi lembar penilaian untuk penilaian kinerja, evaluasi diri, penilaian teman sejawat, catatan anekdot, tes tulis, lembar observasi untuk diskusi siswa, tanya jawab, kinerja wicara, daftar cek, skala penilaian, tugas, hasil dan portofolio. Semua alat penilaian ini dianggap sebagai alat penilaian yang sangat relevan untuk menilai siswa didalam mata kuliah Pengajaran Mikro.Kata Kunci : Mata kuliah Pengajaran Mikro, instrumen penelitian, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Year by year, there are an increasing number of English Education Department students in which they are planned to be skilful English teachers in the future. In order to create a skilful alumna, the students of English Education Department need to practice all teaching skills in Microteaching course. However, the department still has lack number of professional Microteaching lecturers. Considering that Microteaching course is a concrete one, therefore a reliable assessment instrument is badly needed. But, many lecturers are confused with the assessment used in the curriculum right now due to the changes of the curriculum. This paper is, therefore, intended to develop assessment instrument used in Microteaching course to English Education Department for universities in Bali. The study was part of a bigger study conducted at English Education Department in Bali. This study used R&D design in which it will produce a product in the form of assessment instrument. The subjects of this study are English learning expert and 9 Microteaching lecturers of English Education Department in Bali. The result has showed that there are 12 assessment instruments which need to be developed including; observation sheet on performance assessment, self assessment, peer assessment, anecdotal record, written test, observation sheet toward students’ discussion, Q&A, oral performance, checklist, rating scale, project, product, and portfolio. All assessment instruments were categorized as a very relevant assessment instrument to assess students in Microteaching course. keyword : Microteaching course, assessment instrument, English Education Department
AN ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF CURRICULUM 2013 AT SEVENTH GRADE ENGLISH TEACHERS AT SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Luh Indrayani; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum 2013 dalam hal perencanaan pembelajaran, implementasi di dalam proses belajar mengajar, masalah yang dihadapi dalam implementasi Kurikulum 2013 serta solusi untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh guru-guru di SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian ini adalah guru-guru yang mengajar kelas tujuh dan siswa kelas VII A1 yang berjumlah 30 orang. Data-data yang dibutuhkan dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, serta analisis dokumen. Data-data yang dikumpulkan kemudian dideskripsikan berdasarkan hasil analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan hasil analisis implementasi di dalam proses belajar mengajar di kelas. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan Kurikulum 2013 terdiri dari identitas sekolah, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, aktifitas pembelajaran, media pembelajaran, sumber pembelajaran, dan penilaian. Namun dalam penyusunan RPP oleh guru-guru kelas tujuh di SMP Negeri 1 Singaraja masih menemui permasalahan dalam merencanakan tujuan pembelajaran,metode pembelajaran, aktifitas pembelajaran, dan penyisipan nilai karakter. Hal itu disebabkan karena guru-guru kelas tujuh salah mengerti mengenai konsep perencanaan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 dan (2) implementasi Kurikulum 2013 dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup, dan penilaian, namun dalam implementasinya guru-guru kelas tujuh masih menemui kesulitan dalam melakukan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, seperti menanya, mengeksplorasi, dan mengasosiasi, kegiatan penutup, penyisipan nilai karakter melalui materi pembelajaran dan strategi pembelajaran, dan penilaian otentik. Masalah tersebut muncul dikarenakan guru-guru kelas tujuh salah mengerti mengenai proses pembelajaran di dalam kelas berdasarkan konsep Kurikulum 2013. Disarankan kepada guru-guru kelas tujuh untuk belajar dalam merencanakan RPP dan pengimplementasiannya di dalam proses belajar mengajar. Kata Kunci : Kurikulum 2013, Pendekatan Saintifik, Karakter dalam Pembelajaran This study aims at analyzing the implementation of Curriculum 2013 in terms of designing lesson plan and its implementation in classroom learning activities, problems encountered during the implementation and its solutions at seventh grade English teachers at SMP Negeri 1 Singaraja. The data were collected through descriptive qualitative method with subjects of this study were two seventh grade English teachers and 30 students in VIIA1 at SMPN 1 Singaraja. The data were collected by doing observation, interview, and document analysis. The data were described based on the analysis of the lesson plan and the implementation in teaching learning activities. The result of this study was concluded as follows (1) the English subject lesson plan based on Curriculum 2013 consisted of subject identity, core competency, basic competency, indicators, learning objectives, learning materials, learning method, learning activities, leaning media, learning sources, and assessment, but the seventh grade English teachers were having problems in designing learning objectives, learning method, learning activities, and the insertion of character values. It was because the seventh grade English teachers had misconception about the concept in designing lesson plan based on Curriculum 2013 and (2) The implementation of Curriculum 2013 by seventh grade English teachers was conducted in the form of pre-activities, whilst-activities, post-activities, and assessment, however the seventh grade English teachers were having problems in conducting pre-activities, whilst-activities, i.e. questioning, exploring, and associating, post-activities, inserting character values through learning materials and learning strategies, and authentic assessment. It was because the seventh grade English teachers had misconception about the concept in the implementation of Curriculum 2013. It is suggested that the seventh grade English teachers need to learn more how to design the lesson plan and its implementation accordingly.keyword : Curriculum 2013, Scientific Approach, Character in Education.
AFFIXATION OF TIGAWASA DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Putu Edi Kusuma; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5641

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang fokus pada analisis morphology dari kata imbuhan di dialek Tigawasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran. infleksi dan awalan dan akhiran derivasi dari Dialek Tigawasa di desa Tigawasa. Dua contoh informan dari Dialek Tigawasa dipilih berdasarkan kriteria yang ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan di Dialek Tigawasa yang termasuk derivasi, awalan {m∂-}, {ŋ∂-}. Ada lima jenis awalan di Dialek Tigawasa yang termasuk infleksi, awalan {ŋ-}, {n}, {ñ-}, {m-} dan {kʌr-}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Tigawasa yang termasuk derivasi, akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Tigawasa yang termasuk infleksi, akhiran {-ʌn } dan {-Ʌ}. Awalan dan akhiran di Dialek Tigawasa yang termasuk derivasi adalah awalan {m∂-}, {ŋ∂-}, akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Awalan dan akhiran di Dialek Tigawasa yang temasuk infleksi adalah awalan {ŋ-}, {n-}, {ñ-}, {m-}, and {kʌr-} dan akhiran {-ē} dan {-Ʌ}.Kata Kunci : Awalan dan Akhiran Derivasi, Awalan dan Akhiran Infleksi, Dialek Tigawasa This is a qualitative research concerning the morphological analysis of affixation in Tigawasa dialect. The study aimed at describing inflectional prefixes and suffixes and derivational prefixes and suffixes in Tigawasa dialect. Two informant samples of Tigawasa Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there are two kinds of derivational prefixes in Tigawasa Dialect such as prefix {m∂-}, {ŋ∂-}. There were five kinds of inflectional prefixes in Tigawasa Dialect; prefix {ŋ-}, {n-}, {ñ-}, {m-} and {kʌr-}. There were two kinds of derivational suffixes in Tigawasa Dialect; suffix {-Λŋ} and {-In}. There were two kinds of inflectional suffixes; suffix {-ʌn} and {-Ʌ}. Prefixes and suffixes in Tigawasa Dialect which belong to derivation are: prefix {m∂-}, {ŋ∂-}, and suffix {-Λŋ} and {-In}. Prefixes and suffixes in Tigawasa Dialect which belong to inflection are: prefix {ŋ-}, {n-}, {ñ-}, {m-}, and {kʌr-} and suffix {-ʌn} and {-Ʌ}.keyword : Derivational Prefixes and Suffixes, Inflectional Prefixes and Suffixes, Tigawasa Dialect