cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013)" : 337 Documents clear
AN ANALYSIS OF TEACHING CHARACTER EDUCATION TO YOUNG LEARNERS AT AURA SUKMA INSANI KINDERGARTEN IN ACADEMIC YEAR 2015/ 2016: A CASE STUDY ., I Komang Dedik Susila; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pengajaran pendidikan karakter oleh guru dalam mengajar anak usia dini di TK Aura Sukma Insani pada tahun pelajaran 2015/ 2016. Penerapan pendidikan karakter dilihat dari (1) bagaimana guru merancang perencanaan pembelajaran berbasis pendidikan karakter, (2) bagaimana cara guru menerapkan rencana pembelajaran, dan (3) bagaimana cara guru menilai pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif masalah dimana memaparkan phenomena yang terjadi dalam penerapan pendidikan karakter di TK Aura Sukma Insani. Data dikumpulkan melalui metode observasi, merekam, analisis dokumen, dan wawancara. Hasil dari data analis adalah (1) guru merancang rencana pembelajaran berbasis pendidikan karakter yang dikembangkan dari kurikulum, Prosem (Semester program) dan RKM (Weekly program). Guru menentukan topik terlebih dahulu dan memasukan pendidikan karakter kedalam rencana pembelajaran. (2) Guru melaksanakan rencana pembelajaran dengan baik melalui beberapa metode yakni, budaya sekolah, cerita, nyanyian, permainan, demostrasi kelas, tugas, karyawisata, dan latihan. (3) Guru menilai pendidikan karakter dengan penilaian proses memafaatkan observasi, catatan anekdot, dan tugas. Jadi dapat disimpulkan guru-guru di TK Aura Sukma Insani telah menerapkan pendidikan karakter. Kata Kunci : pendidikan karakter, penerapan, anak usia dini This study aimed at describing the teaching of character education to young learners at Aura Sukma Insani Kindergarten in academic year 2015/ 2016. The teaching character education was described from (1) how the teachers conducted a character based lesson plan, (2) how the teachers practiced the lesson plan, and (3) how the teachers assessed the character education. This study was qualitative case study which described the phenomenon of character education implementation at Aura Sukma Insani Kindergarten. The subject of this study was two teachers at Aura Sukma Insani Kindergarten. The data were collected through observation, recording, document analysis, and interview. The finding shows that (1) the teachers conducts lesson plan/RKH by developing from curriculum, Prosem, and RKM. The teachers determine the topic then inserts character education on the topic. (2) The teachers practice the character based lesson plan well through various methods namely school culture, storytelling, singing, playing, classroom demonstration, giving project and task, travelling, and drilling. (3) The teachers assess the character education through process oriented assessment using observation, anecdote note, and task. Thus, the teachers of Aura Sukma Insani Kindergarten have implemented character education. keyword : character education, implementation, young learner
DEVELOPING CULTURE-BASED ENGLISH LANGUAGE ASSESSMENT INSTRUMENT FOR SECOND SEMESTER OF GRADE SEVEN OF JUNIOR HIGH SCHOOL IN BULELENG SUB-DISTRICT TO SUPPORT THE IMPLEMENTATION OF CURRICULUM 2013 ., Ida Ayu Utari Wasundari; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian berbasis budaya untuk semester genap kelas VII SMP di Kecamatan Buleleng untuk mendukung implementasii Kurikulum 2013. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian dan pengembangan. Model dari penelitian dan pengembangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu model penelitian dan pengembembangan oleh Peffers et al. (2007). Penelitian ini berdasarkan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Dewi dan Batan (2015). Instrumen penilaian Bahasa Inggris yang cocok untuk semester genap kelas VII SMP di Kabupaten Buleleng yaitu instrumen penilaian yang mengintegrasikan budaya lokal untuk mendukung pengembangan karakter siswa. Langkah-langkah pengembangan instrumen penilaian ini meliputi analisis tujuan, analisis standar penilaian, analisis silabus, analisis sumber bahan ajar, mendesain kisi-kisi, pengembangan instrumen penilaian, penilaian ahli, dan revisi. Pengembangan penilaian ini menghasilakan instrumen penilaian Bahasa Inggris yang digunakan untuk menilai ranah afektif, cognitif, dan psikomotor. Reliabilitas dan kualitas dari instrument penilaian yang telah dikembangakan diperoleh dengan memberikan lembar penilaian untuk ahli penilaian dan ahli pembelajaran Bahasa inggris. Nilai yang diberikan oleh kedua ahli yaitu ahli pertama memberikan nilai sebesar 650 dan ahli kedua memberikan nilaii sebesar 802. Berdasarkan hasil tersebut, kualitas instrumen peniaian yaitu sangat baik. Reliabilitas instrumen penilaian juga dikategorikan sangat baik dimana nilai dari Alpha Cronbach’s coefficient sebesar 0,9. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penilaian cocok digunakan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum 2013.Kata Kunci : Budaya Bali, Penilaian Bahasa Inggris, dan Kurikulum 2013 This research aimed at developing culture-based English language assessment instrument for the second semester of grade seven of junior high school in Buleleng Sub-district to support the implementation of Curriculum 2013. This research was categorized as research and development (RnD). Research and development model which was used in this research proposed by Peffers et.al (2007). This research was based on previous research which had been conducted by Dewi and Batan (2015). The suitable English assessment for the second semester of grade seven of junior high school was English assessment with integrated Balinese culture in order to support the development of character building. The steps of developing this English assessment instrument included assessment goal analysis, assessment standard analysis, syllabus analysis, learning source analysis, designing blue print, developing assessment, expert judgment, and revision. This research produced English assessment instrument which assessed students’ affective, cognitive, and psychomotor domains. The reliability and quality of the developed assessment instrument were found out by giving expert judgment form to the experts of assessment and English language teaching. The scores which were given by the two experts were 650 from the first expert and 802 from the second expert. Based on those scores, the quality of the developed English assessment instrument was categorized as excellent. The reliability of the data was categorized as excellent in which the score of Alpha Cronbach’s coefficient was 0.9. It means that the developed culture-based English assessment instrument was suitable to be used in teaching and learning process that implements Curriculum 2013 in Buleleng Sub-districtkeyword : Balinese culture, English assessment, and Curriculum 2013
An Evaluation Study of Scientific Approach in English Language Teaching at Grades VII in SMP Negeri 2 Singaraja ., I Gede Guna Parmanto; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6088

Abstract

The study aimed to (1) evaluate the implementation of scientific approach in the seventh grade performed by the English teachers at SMP Negeri 2 Singaraja, and (2) find out the problems that appeared during the implementation of scientific approach in seventh grade English teachers of SMP Negeri 2 Singaraja. The subjects of this study were two English teachers of the seventh grade at SMP Negeri 2 Singaraja. This study employed evaluation study using CIPP model. This study evaluated the implementation of scientific approach in forms of context and process. The techniques for collecting data were observation and interview. The result of the data showed that context evaluation was relevant to the lesson plan components in curriculum 2013. Meanwhile, in form of the process, both of the teachers conducted the relevant learning activities using scientific approach. But, it was not relevant to the lesson plan that they had arranged. The problems that were encountered by the teachers are in making assessment and inserting activity when they designed the lesson plan using scientific approach. In the implementation, encouraging students to ask questions and the limitation of times become problems in teaching and learning process using scientific approach. keyword : Curriculum 2013, Scientific Approach, Evaluation
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERROR ANALYSIS IN USING SIMPLE PAST TENSE IN WRITING RECOUNT TEXT MADE BY EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP N 1 TEJAKULA ., Komang Adi Arta; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6089

Abstract

This study was a descriptive qualitative research which aimed at analyzing the grammatical error and the source of grammatical errors in writing a recount text. The subjects of this research were the eighth grade students of SMP N 1 Tejakula. The data were presented in the descriptive analysis way and the procedure of the error analysis used according to Dulay et al (1982). The result of the study the highest errors made by the students were in the errors of selection consisting of 172 errors or 71.4%. It was followed by the errors of omission consisting of 48 errors or 19.9%. Then, it was followed by the errors of addition consisting of 14 errors or 5.8% and the lowest errors were the errors of ordering consisting of 7 errors or 2.9%. The data also indicated that the inter-lingual transfer was the highest source of the errors. Based on the result, it can be concluded that the error of selection is the highest error made by the students and inter-lingual transfer is the highest source of error because it was caused by the mother tongue interference. Kata Kunci : Error analysis, simple past tense,recount text Penelitian ini adalah deskriptif qualitative yang bertujuan untuk menganalis kesalahan grammar dan sumber kesalahan dalam menulis teks recount. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMP N 1 Tejakula. Data disajikan dengan cara deskriptif analisis dan langkah-langkah yang digunakan untuk menganalisis kesalahan adalah teori dari Dulay et al (1982). Hasil dari penelitian ini menunjukakan bahwa kesalahan tertinggi yang dibuat oleh siswa adalah kesalahan selection yaitu 172 kesalahan atau 71,4 persen. Diikuti oleh kesalahan omission yaitu 48 kesalahan atau 19,9 persen. Kemudian diikuti oleh kesalahan addition yaitu 14 kesalahan atau 5,8 persen. Dan kesalahan yang paling sedikit adalah kesalaan ordering yaitu 7 kesalahan atau 2,9 persen. Data ini juga menunjukkan bahwa Inter-lingual transfer adalah sumber kesalahan tertinggi. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa kesalahan selection adalah kesalahan yang paling tinggi dibuat oleh siswa dan inter-lingual transfer adalah sumber kesalahan tertinggi karena disebabkan pengaruh dari bahasa ibu.keyword : analisis kesalahan, simpe past tense, teks recount
LANGUAGE USE: AN ANALYSIS OF DIRECTIVE ACTS USED BY THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 SERIRIT ., Iin Pramunistyawaty; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis tindakan direktif yang digunakan oleh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Seririt. Subyek penelitian ini adalah 41 siswa, terdiri dari 30 perempuan dan 11 laki-laki. Penelitian ini memanfaatkan metode deskriptif kualitatif, dimana data penelitian diperoleh melalui data yang elisitasi dan rekaman. Data yang dikumpulkan kemudian ditranskrip dan diklasifikasikan ke dalam 11 kategori tindak direktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tindakan direktif yang digunakan oleh siswa berurutan dapat disajikan sebagai berikut: perintah (236), permintaan (227), berdoa (219), untuk saran (196), untuk mengizinkan (49), kemudian diikuti oleh untuk bertanya dan memesan masing-masing (2) dari 931 ujaran. Setiap tindakan direktif muncul diwujudkan dengan menggunakan lebih dari satu pola kalimat yang berbeda, misalnya "(kata modal + S + vt. + N/P + (silakan/tolong)" yang digunakan dalam permintaan. Analisis gaya bahasa pada ujaran siswa menunjukkan bahwa gaya Bahasa (style) yang paling sering digunakan oleh siswa adalah informal, yang digunakan dalam perintah (633 ujaran), sedangkan yang kurang banyak digunakan adalah formal, yang digunakan dalam berdoa (298 ujaran). Kesalahan dalam hal tata bahasa dan diksi yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan direktif mereka adalah serupa jumlahnya, yang mana masing-masing memiliki 344 kesalahan. Dari 281 kesalahan yang terjadi pada 222 ujaran yang memiliki kesalahan, frekuensi tertinggi disebabkan oleh kesalahan Intralingua (255 kesalahan), sedangkan frekuensi terendah yakni dari kesalahan yang disebabkan oleh Developmental atau pengembangan ( hanya 13 kesalahan).Kata Kunci : deskriptif kualitatif, tindakan direktif, gaya bahasa, analisis kesalahan, sumber kesalahan The aim of this study was to analyze the types of directive acts used by the eleventh grade students of SMA Negeri 1 Seririt. The subjects of this study were 41 students, consisting of 30 females and 11 males. This study made use of a descriptive qualitative method. The data of the study were obtained through data elicitation and recording, then transcribed and classified into 11 categories of directive acts. The result of the analysis showed that the directive acts used by the students can sequentially be presented, as follows: to command (236 speeches), to request (227 speeches), to pray (219 speeches), to advice (196 speeches), to permit (49 speeches), then followed by to ask and to order (2 speeches) out of 931 speeches. Each of the directive act appeared was realized by using more than one different sentence patterns, for example “(modals + S + vt. + n/p + (please)” used in to request. The analysis of speech styles showed that the most style frequently used by the students was informal used in to command (633 speeches), meanwhile the less was formal used in to pray (298 speeches). The errors in terms of grammar and diction committed by the students in directing were similar in number, which is 344 errors each. From 281 errors occurred in 222 error speeches, the highest frequency of errors were caused by the Intralingua (225 errors), meanwhile the lowest frequency of errors were caused by the Developmental (13 errors only). keyword : descriptive qualitative, directive acts, speech styles, error analysis, sources of errors
he Effect of Metalinguistic Written Corrective Feedback on English Writing Competency of the Eighth Grade Students of SMPN 1 Abiansemal in Academic Year 2015/2016 ., Sinta Ary Gasella; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan pada kemampuan menulis siswa kelas delapan SMP yang diberikan metalinguistic written corrective feedback dan siswa yang tidak diberikan feedback. Penelitian experimental ini mengambil kelas VIII yaitu kelas VIII B sampai VIII F sebagai populasi dan sampel kelas VIII B dan VIII F yang dipilih melalui cluster random sampling, dimana kelas VIII B sebagai kelompok control dan kelas VIII F sebagai kelompol eksperimen. Desain penelitian ini adalah pretes-postes kontrol group. Data yang diperoleh yaitu nilai pretes dan postes siswa yang kemudian dianalisis dengan deskriptif statistik dan inferensial statistik. Dalam pengujian hipotesis, digunakan analisis ANACOVA dalam SPSS 17.0. Berdasarkan hasil uji ANACOVA, didapakan nilai signifikan pada kelompok adalah 0.024 yang merupakan lebih tinggi dari tingkat signIfikan 0.05. Hal tersebut berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, maka hipotesis nul ditolak. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat dampak berbeda antara siswa yang diberikan metalinguistic written corrective feedback dengan siswa yang tidak mendapakan feedback. Kata Kunci : metalinguistic written corrective feedback, kemampuan menulis The present study aimed at investigating whether or not there was a significant difference in writing competency between the eighth grade junior high school students who received metalinguistic WCF and those who did not receive any feedback. This experimental study took the eighth grade students in SMPN 1 Abiansemal as the population and VIIIB and VIIIF respectively as the control and experimental group through cluster random sampling. The design of the study was pretest-posttest control group design. The data were the students' pretest and posttest that were analyzed descriptively and inferentially. ANCOVA test was used in analyzing the data and to test the hypothesis. The result of the analysis using ANCOVA in SPSS 17.0 showed that the significance value of the group was 0.024 which was lower than the significance level 0.05. It means that the null hypothesis was rejected. It was concluded that there was a significant difference between students who received metalinguistic WCF and those who did not receive any feedback.keyword : metalinguistic written corrective feedback, writing competency
THE IMPLEMENTATION OF INSTRUCTIONAL STRATEGIES AND TEACHER’S ROLES IN CLASSROOM MANAGEMNET AT SECOND GRADE (A CLASS) OF ELEMENTARY STUDENTS IN CIS SCHOOL BALI IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Nengah Muriani; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6092

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategy mengajar dan peran guru dalam proses belajar mengajar yang digunakan di Sekolah CIS Bali. Subyek dari penelitian ini adalah guru dan siswa di kelas 2A sekolah dasar di sekolah CIS Bali tahun ajaran 2015/2016. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi, wawancara, dan kemudian dianalisis secara deskriptif. Terdapat empat alat yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya lembaran observasi, pedoman wawancara, catatan kecil dan handy cam. Penelitian ini menggunakan dua teori sebagai dasar dalam menganalisis data diantaranya teori strategi mengajar menurut Petrina (2007) dan teori tentang peran guru menurut Harmer (2007). Hasil dari penelitian ini adalah berbagai strategi mengajar dalam bentuk metode yg bervariasi telah diterapkan di sekolah CIS Bali kecuali strategi mengajar “indrirect instruction”. Diantara peran-peran guru yang digunakan, hanya satu peran guru yang tidak diterapkan di sekolah CIS Bali yaitu peran guru sebagai seorang “Tutor”. Strategi yang paling sering digunakan adalah strategi “direct instruction” dalam bentuk metode “didactic question” (64,45% dan diaplikasikan sebanyak 29 kali) dan strategi yang paling sedikit digunakan adalah strategi “independent study” (100 % dan diaplikasikan sebanyak 1 kali. Terkait dengan peran guru, peran yang paling sering digunakan adalah peran guru sebagai “organizer” (52,85% dan diaplikasikan sebanyak 158 kali) dan peran guru yang paling sedikit digunakan adalah peran guru sebagai “assessort” (5,35% dan diaplikasikan sebanyak 16 kali). Dengan mengkombinasikan strategi mengajar dan peran guru dalam proses belajar mengajar, guru di kelas 2A sekolah dasar di sekolah CIS Bali mampu mengelola kelas dengan baik, hal itu terlihat dari keefektifan dari proses belajar mengajar yg dilakukan oleh guru di dalam kelas. Kata Kunci : Manajemen Kelas, Strategi Mengajar, Peran Guru ABSTRACT The purpose of this study were to describe instructional strategies and teacher’s roles in teaching and learning process which were frequently used in CIS School Bali. The subject of the study were the teacher and the students at second grade (A class) elementary of CIS School Bali in the academic year 2015/2016. The data was collected through observations, documentation, and interview and then analyzed descriptively. There were four instruments which used in this study such as, observation sheets, interview guide, field notes, and handy cam in which triangulation was used for the trustworthiness of this research. There were two theories used in this study as the basis of analyzing the data, instructional Strategies proposed by Petrina (2007) and teacher’s roles stated by Harmer (2007). The results of the study were various instructional strategies were implemented in CIS School Bali in the form of various instructional methods except one instructional strategy namely: indirect instruction strategy. Among various teacher’s roles which were used only teacher’s role as a tutor which was not implemented in CIS School Bali. The most used instructional strategy was direct instruction in the form of didactic question method (64,45% and applied 29 times) and the least frequently used was independent study (100% and applied 1 time). Related to the teacher’s roles, the most role was implemented was teacher’s role as an organizer (52,85% and applied 158 times) and the least implemented was teacher’s role as assessor (5,35% and applied 16 times). Finally, by combining instructional strategies and teacher’s roles in teaching and learning process, the teacher at second grade (A class) of elementary students in CIS School Bali was able to manage the class well which could be seen from the effectiveness of the teaching and learning process which done by the teacher in the classroom. keyword : Key words: Classroom Management, Instructional Strategies, Teacher’s Roles
A Study of Code Switching Used by English Teachers as a Strategy for Teaching EFL Students at SMP N 3 Mendoyo ., Gusti Ayu Putu Shintia Anggrakusuma; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6093

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris sebagai strategi untuk mengajar bahasa Inggris untuk bahasa asing siswa kelas VIII di SMP N 3 Mendoyo tahun akademik 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas delapan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai instrument utama, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis alih kode yang digunakan oleh guru yaitu,alih kode Inter-personal (35,1%) alih kode inter-sentential (33,8%) dan, alih kode intra-sentential (31,2%). Ada lima fungsi alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris yaitu, fungsi emphasis ( 36,4%), fungsi clarification (24,4%), fungsi instruction (16,2%), fungsi sosiolinguistics play (13,0%), dan fungsi attention (10,1%). Alasan untuk menggunakan alih kode adalah membantu siswa untuk memahami pelajaran dengan mudah, strategi komunikasi dan pemahaman, membantu guru untuk menarik perhatian siswa, membantu guru untuk memberikan instruksi yang jelas, dan membantu guru untuk membuat sebuah lelucon.Kata Kunci : alih kode, strategi pengajaran, bahasa Inggris sebagai bahasa asing This descriptive qualitative study aimed at analyzing code switching used by the English teachers as a strategy for teaching English for foreign language at eighth grade students at SMP N 3 Mendoyo in the academic year 2015/2016. The subjects of this study were English teachers who taught eighth grade students. This study was descriptive qualitative research. The instruments used in this study were the researcher as main instrument and an interview guide. The result of this study showed that there were three types of code switching used by the teachers. They were inter-personal code switching (35.1%) inter-sentential code switching (33.8%) and, intra-sentential code switching (31.2%,. There were five functions of code switching used by the English teachers. They were emphasis function (36.4%), clarification function (24.4%), instruction function (16.2%),sociolinguistics play function (13.0%), and attention function (10.1%). The reasons for using code switching were helping the students to understand the lesson easily, communication strategy, helping the teacher to attract the students’ attention, helping the teacher to give clear instruction, and helping the teacher to make a joke.keyword : code switching, teaching strategy, English as foreign language
THE EFFECT OF CLUSTERING TECHNIQUE COMBINED WITH PEER ASSESSMENT UPON STUDENTS’ WRITING COMPETENCY OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS ON SMP NEGERI 3 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Putu Eka Novitri; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang berarti antara siswa yang diajarkan dengn menggunakan Teknik Clustering dikombinasikan dengan Peer Assessment dan siswa yang diajarkan dengan menggunakana teknik menulis yang konvensional. Rancangan penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas delapan di SMP Negeri 3 Singaraja. Sampel penelitian ini berjumlah 68 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil analisis memperlihatkan bahwa ada perbedaan yang berarti dalam kemampuan menulis antara siswa yang diajarakan dengan menggunakan teknik clustering dikombinasikan dengan peer assessment dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik menulis konvensional (tobs = -7.322, Sig. 0.001) diaman siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik clustering dikombinasikan dengan peer assessment memiliki kemampuan menulis yang lebih baik.Kata Kunci : Kemampuan menulis, Teknik Clustering dan Peer Assessment This study was aimed at investigating whether there was a significant difference in writing competency of students who were taught by using Clustering Technique combined with Peer Assessment and those who were taught by using Conventional Writing Technique. The research design of this study was Posttest Only Control Group Design. The population of this study was the eighth grade students of SMP Negeri 3 Singaraja. The sample of this study was 68 students which were selected by using random sampling technique. Result of analysis show that there is a difference in writing competency between students taught by using Clustering Technique combined with Peer Assessment and those taught by using conventional writing technique, (tobs = -7.322, Sig. 0.001) in which the students taught by using Clustering Technique combined with Peer Assessment achieve better in writing achievement.keyword : Writing Competency, Clustering Technique, and Peer Assessment
THE EFFECT OF PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL (PWIM) UPON STUDENTS’ WRITING COMPETENCY OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 6 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Wayan Rusmala Dewi; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang berarti dalam kemampuan menulis antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan Picture Word Inductive Model (PWIM) dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik menulis yang konvensional. Rancangan dari penelitian ini yaitu Post-test Only Control Group Design. Populasi yang digunakan yaitu siswa kelas delapan di SMP Negeri 6 Singaraja. 72 siswa dipilih sebagai subjek penelitian dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil dari analisis memperlihatkan bahwa ada perbedaan yang berarti dalam kemampuan menulis antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan Picture Word Inductive Model (PWIM) dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik menulis yang konvensional (tobs = -7.022, Sig. 0.001) dimana siswa yang diajarkan dengan menggunakan Picture Word Inductive Model (PWIM) memiliki kemampuan menulis yang lebih baik.Kata Kunci : picture word inductive model, kemampuan menulis This study was aimed at investigating whether or not there was a significant difference in writing competency between the students taught by using Picture Word Inductive Model (PWIM) and those taught by using conventional writing technique. The research design of this study was Post-test Only Control Group Design. The population was the eighth grade students of SMP Negeri 6 Singaraja. 72 students were selected as sample of the study by using random sampling technique. The results of analysis show that there is a difference in writing competency between students taught by using Picture Word Inductive Model (PWIM) and those taught by using conventional writing technique (tobs = -7.022, Sig. 0.001) in which the students taught by using Picture Word Inductive Model (PWIM) achieve better in writing competency. keyword : picture word inductive model, writing competency