cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): November" : 180 Documents clear
Developing Storyjumper-Based Digital Media to Teach English for Sixth Grades in SDN 3 Banjar Jawa ., LUH DEVI FEBRIANTI; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media digital berbasis Storyjumper untuk mengajar bahasa Inggris. Subjek penelitian ini adalah 31 siswa kelas VI di SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja. Penelitian ini adalah penelitian desain dan pengembangan dan menggunakan model ADDIE yang diusulkan oleh Romiszowski (1996). Ada lima prosedur yang digunakan yaitu Menganalisis, Merancang, Mengembangkan, Menerapkan, dan Mengevaluasi. Ada beberapa instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini seperti angket siswa, analisis silabus, panduan wawancara guru, rubrik penilaian ahli, dan lembar observasi. Di akhir penelitian akan ada produk prototipe bernama digital storybook sebagai media digital dalam bentuk video. Hasil dari penelitian ini adalah buku cerita digital yang dikembangkan berdasarkan analisis silabus dan kebutuhan siswa. Media ni dikembangkan berdasarkan empat topik yaitu; makanan dan minuman, tempat umum, transportasi, olah raga dan hobi. Berdasarkan hasil rubrik penilaian ahli, produk dikategorikan sebagai media yang “excellent”. Dengan demikian, produk ini layak digunakan untuk belajar bahasa Inggris untuk siswa kelas enam.Kata Kunci : media digital, Storyjumper, pelajar usia dini. This research aimed to develop Storyjumper-Based digital media to teach English. The subject of this research was 31 students of sixth grade students in SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja. This reseacrh was design and development research nd used ADDIE model proposed by Romiszowski (1996). There were five procedures used namely Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. In collecting the data, some instruments were used to conduct this research. There were students’ questionnaire, syllabus analysis, teacher’s interview guide, expert judgment rubrics, and observation sheet. In the end of this research, there was a prototype product named digital storybook as digital media in form of video. The result of this research is digital storybook that is developed based on syllabus analysis and the students’ needs. It is developed based on four topics namely; food and beverages, public places, transportation, sports and hobbies. Based on the result of expert judgment rubrics, it is found that products are categorized as excellent media. Thus, this product is proper to use for learning English for sixth grade students.keyword : digital media, Storyjumper, young learners.
Lexical Comparison Between Gelgel Dialect and Tampekan Dialect: A Descriptive Qualitative Study ., Luh Widiyaswary; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.782 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan antara dialek gelgel dan dialek tampekan. Penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Pada penelitian ini, satu orang ditentukan sebagai informan utama dan 2 lain nya sebagai informan pembantu. Data yang diperoleh dikumpulkan melalui 4 teknik, antara lain: peneliti, observasi, rekaman, dan daftar kata. Terdapat 200 kata pada daftar kata swadesh dan 462 kata pada daftar kata nothofer yang diperoleh sebagai data pada penelitian ini. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat 98 kata yang mirip, 303 kata yang sama, dan 136 kata yang berbeda antara dialek gelgel dan dialek tampekan. Tipe-tipe perubahan leksikal yang muncul dari dialek gelgel ke dialek tampekan dapat dikategorikan sebagai berikut: 23 kata termasuk kedalam lexical borrowing (19 kata termasuk kedalam imfortation dan 4 kata termasuk kedalam loan blend), 8 kata termasuk kedalam lost word, 6 kata termasuk kedalam blend, dab 5 kata termasuk kedalam compression.Kata Kunci : Kata Kunci: Dialek, Perbedaan Leksikal, Persamaan Leksikal. This study aimed at describing the lexical comparison between Gelgel and Tampekan Dialect. This research was a descriptive qualitative research. There were three informants selected in each dialect. In this case, one sample was determined as the main informant and the other two were determined as secondary informants. The obtained data were collected based on four techniques, namely: the researcher, observation, recording, and wordlist. There were 200 words in Swadesh wordlist and 462 words in Nothofer wordlist that were obtained as the data in this study. The results of the data analysis showed that there were 98 words which were similar, 303 words which were the same, and 136 words which were the different between Gelgel and Tampekan dialect. The types of lexical changes which occur from Gelgel to Tampekan dialect can be categorized as follow: 23 words belong to lexical borrowing (19 words belong to importation and 4 words belong to loanblend), 8 words belong to lost word, 6 words belong to blend, and 5 words belong to compression.keyword : Key words: dialect, lexical differences, lexical similarities.
AN ANALYSIS OF ENGLISH TEXTBOOK USED FOR GRADE SEVEN OF SMP NEGERI 1 BANJAR USING NATIONAL EDUCATION STANDARD BOARD'S FRAMEWORK IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Luh Putu Mahachintya Supraptyanti; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12234

Abstract

Penelitian analisis deskriptif ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan apakah buku teks “Bahasa Inggris When English Rings a Bell” memenuhi aspek kelayakan isi yang direkomendasikan oleh BSNP, 2) mendeskripsikan apakah buku teks “Bahasa Inggris When English Rings a Bell” memenuhi aspek kelayakan bahasa yang direkomendasikan oleh BSNP, 3) mendeskripsikan apakah buku teks “Bahasa Inggris When English Rings a Bell” memenuhi aspek kelayakan penyajian yang direkomendasikan oleh BSNP. Buku teks dipersiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu langkah implementasi Kurikulum 2013. Teori analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori direkomendasikan oleh BSNP. Teori ini terdiri dari analisis aspek kelayakan isi, aspek kelayakan bahasa, dan aspek kelayakan penyajian. Daftar cocok yang direkomendasikan oleh BSNP digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Hasil penelitiann menunjukkan bahwa 1) aspek kelayakan isi buku dikategorikan mempunyai kualitas yang tinggi. Akan tetapi, masih ada kekurangan dalam hal a) kelengkapan dari teks interpersonal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari siswa dalam tiap unit buku, b) kelengkapan dari teks fungsional di setiap unit dalam buku, c) pemaparan, dan d) penyimpanan. 2) aspek kelayakan bahasa buku teks dikategorikan mempunyai kualitas yang rendah karena bahasa dan pesan yang terdapat dalam buku tidak relevan dengan siswa dalam hal level sosial emosional remaja mereka dan penjelasan yang terdapat dalam buku seharusnya jelas dan mudah dimengerti. 3) aspek kelayakan penyajian buku dikategorikan mempunyai kualitas yang tinggi. Akan tetapi, buku teks hanya memiliki kelemahan dalam hal a) penyajian materi dalam pembelajaran mandiri mereka b) pembukaan, dan c) daftar kata.Kata Kunci : Analisis buku teks, Aspek kelayakan bahasa, Aspek kelayakan isi, Aspek kelayakan penyajian, Teori Badan Standar Nasional Pendidikan This descriptive analysis study aimed at 1) describing whether the textbook entitled “Bahasa Inggris When English Rings a Bell” meets the content aspect suggested by National Education Standard Board, 2) describing whether the textbook entitled “Bahasa Inggris When English Rings a Bell” meets the the language aspect suggested by National Education Standard Board, 3) describing whether the textbook entitled “Bahasa Inggris When English Rings a Bell” meets the presentation aspect suggested by National Education Standard Board. The textbook prepared from Ministry of Education and Culture as one step implementation of Kurikulum 2013. The analysis framework used in this study was proposed by National Education Standard Board. The framework consists of the analysis of content aspect, language aspect, and presentation aspect of the textbook. Checklist purposed by National Education Standard Board were used as the instruments. The result of analysis showed that 1) the content aspect of the textbook were categorized as very high quality. However, there is still lacking in term of a) the completeness of interpersonal texts related to learners’ daily life in each unit of the textbook b) the completeness of functional texts in each unit of the textbook c) exposure, and d) retention. 2) the language aspect of the textbook were categorized as low quality because the language and message are not relevant to the students in terms of their teenagers’ socio-emotional state and the explanation which should be clear and easily-understood. 3) the presentation aspect of the textbook were categorized as high quality. However, the textbook only has weaknesses in terms of a) the presentation of material on their self-learning b) introduction, and c) glossary.keyword : Content aspect, Language aspect, National Education Standard Board’s framework, Presentation aspect, Textbook analysis
A Study of Morphological Processes of Balinese Dialect Spoken by Klumpu Villagers ., M. Mas Gustrini Dewi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.945 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses morfologi pada dialek bahasa Bali yang digunakan oleh masyarakat desa Klumpu (BDK) di Nusa Penida, kabupaten Klungkung, provinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek di penelitian ini adalah pembicara asli dari dialek bahasa Bali di desa Klumpu. Subjek tersebut dibagi menjadi tiga area, yaitu lingkungan keluarga, tetangga, dan pertemanan. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi, wawancara, rekaman, dan elisitasi untuk mencapai kejenuhan data. Data yang sudah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menerapkan prosedur analisis data dari Miles dan Huberman (1994). Yang menjadi objek pada penelitian ini adalah proses morofologi itu sendiri yang mana terdiri dari infleksi, derivasi, afiksasi, pengulangan, kliping, blending, komponding, dan back formation. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat empat jenis prefiks infleksi: {me-}, {nge-}, {ng-}, {ny-} dan empat jenis sufiks infleksi: {-e}, {-an}, {-in}. Terdapat dua jenis prefiks derivasi: {me-} dan {ny-} dan dua jenis sufiks derivasi: {-te} dan {-an}. Terdapat lima jenis prefiks afiksasi {a-}, {me-}, {pe-}, {ng-}, {ny-}, satu jenis infiks afiksasi {-h-}, dan empat jenis sufiks afiksasi {-an}, {-ang}, {-ne}, dan {-e}. Ditemukan dua jenis reduplikasi yaitu reduplikasi dengan dan tanpa afiks. Terdapat empat jenis kata yang mengalami proses kliping. Ditemukan tiga kelas kata yang mengalami proses blending. Ditemukan pula bahwa terdapat satu kelas kata yang mengalami proses komponding yaitu kelas kata benda. Tidak ditemukannya kata-kata yang mengalami proses back formation dalam BDK. Kata kunci: dialek Klumpu, proses morfologi, infleksi, derivasi, afiksasi, reduplikasi, kliping, blending, kompon, back formasi Kata Kunci : afiksasi, back formasi, blending, derivasi, dialek Klumpu, infleksi, kliping, komponding, proses morfologi, reduplikasi. This study aimed at describing morphological processes of Balinese dialect of Klumpu villagers (BDK) in Nusa Penida, Klungkung regency, Bali province. This research was a qualitative descriptive study. Subjects of this study was the native speakers of the BDK. The subjects were divided into three areas namely family, neighbor, and friendship area. The data were collected by conducting observation, interview, recording, and eliciting technique for saturation. The obtained data were analyzed by using the procedure of data analysis suggested by Miles and Huberman, (1994). The object of this study was morphological processes of BDK that consisted of inflection, derivation, affixation, repetition, clipping, blending, compounding and back formation. The results of this research show that there were four kinds of inflectional prefixes: {me-}, {nge-}, {ng-}, {ny-} and four kinds of inflectional suffixes: {-e}, {-an}, and {-in} in BDK. There were two kinds of derivational prefixes: {me-} and {ny-} and two kinds of derivational suffixes: {-te} and {-an}. There were five kinds of prefixes of affixation: {a-}, {me-}, {pe-}, {ng-}, and {ny-}. One kind of infix of affixation: {-h-} and there were four kinds of suffixes of affixation: {-an}, {-ang}, {-ne}, and {-e}. There were two kinds of reduplication namely reduplication with and without any affixes. There were four kinds of word classes that underwent clipping process. There were three word classes that underwent blending process. There was one word class that underwent compounding process namely nouns. There was no any back formation word found in BDK. keyword : affixation, back formation, blending, clipping, compounding, derivation, inflection, Klumpu dialect, morphological processes, reduplication
THE ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERROR IN SPEAKING BY EIGHT GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., I Putu Surya Anggana; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11459

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis kesalahan gramatikal dan untuk mengetahui jenis kesalahan tata bahasa yang sering dilakukan oleh siswa SMP dalam berbicara dala, bahasa Inggris. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan siswa kelas VIII semester dua SMP Negeri 4 Singaraja sebagai populasi dipilih dengan menggunakan cluster random sampling dan terdiri dari 33 siswa, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah perekam Video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melakukan kesalahan dalam omission, addition, misformation, dan misordering. Total kesalahan mencapai 61 kali. Frekuensi error tertinggi adalah omission dimana jumlah persentasenya mencapai 62,30%. Frekuensi error kedua adalah misordering dimana jumlah prosentase mencapai 18,4%. Frekuensi error ketiga adalah addition yaitu 14,75%. Frekuensi error yang terakhir adalah misformation yang memiliki angka rendah 4,91%.Kata Kata Kunci : Kesalahan tata bahasa, Berbicara, The purposes of this study are to analyze the types of grammatical errors and to know the types of grammatical error which are frequently made by the junior high school students in speaking English. This research design in this study was descriptive qualitative design with the eighth grade students in second semester of SMP Negeri 4 Singaraja as the population was chosen by using cluster random sampling and consist of 33 students, the instruments that were used to collect the data ware a video recorder. The result showed that students made error in omission, addition, misinformation, and misordering. The total of errors reaches 61 times. The highest frequency of error is omission which the number of percentage achieves 62.30%. The second frequency of error is misordering which the number of percentage achieves 18,4%. The third frequency of error is addition which is 14,75%. The last frequency of error is misformation which has low number 4,91%.keyword : Grammatical error, Speaking,
The Reinforcement Used By English Teacher In Eighth Grade Students Of SMP N 1 Kintamani ., NI WAYAN YULI ERAYANTI; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18796

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian case study deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis penguatan yang digunakan oleh guru bahasa Inggris, (2) alasan guru menggunakan penguatan tersebut, dan (3) keefektifan penguatan guru pada siswa. Subjek penelitian adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa kelas delapan SMP N 1 Kintamani. Metode pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi serta wawancara. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris siswa di kelas delapan SMP N 1 Kintamani lebih banyak menggunakan penguatan positif (79.39%) dan diikuti oleh penguatan negatif (20.61%) selama proses belajar mengajar. Penguatan positif yang diberikan oleh guru adalah tangible reinforcement (72.38%), social reinforcement (27.07%), dan privilege reinforcement (0.55 %). Penguatan negatif yang digunakan oleh guru menyebut nama siswa (46.81%), reminders, prompt and cues (21.28%), proximity (17.02%), gesture (10.64%) dan kontak mata (4.25%). Alasan guru menggunakan penguatan itu adalah karena penguatan itu bisa memotivasi siswa serta membuat siswa tetap memperhatikan pelajaran. Penguatan positif yang diberikan oleh guru efektif pada siswa karena dapat membuat siswa aktif di kelas. Sementara, untuk penguatan negatif, tidak semua dari mereka efektif.Kata Kunci : penguatan, sekolah menengah pertama This research was a descriptive case study study aimed at describing (1) kinds of reinforcement used by english teacher, (2) the reason of teacher using those reinforcements, and (3) the effectiveness of the teacher’s reinforcements on students. The subject of the study was an english teacher and the eighth grade students of SMP N 1 Kintamani. The method of data collection were observation and documentation as well as interview. The data were analyzed quantitatively and qualitatively. The result of the study showed that the english teacher in eighth grade students of SMP N 1 Kintamani mostly used positive reinforcement (79.39%) followed by negative reinforcement (20.61%) during the teaching and learning process. Positive reinforcement given by the teacher were tangible reinforcement (72.38%), social reinforcement (27.07%), and privilege reinforcement (0.55 %). Negative reinforcement used by the teacher were mention students’ name (46.81%), reminders, prompt and cues (21.28%), proximity (17.02%), gesture (10.64%) and eye contact (4.25%). The reason of teacher using those reinforcement was because those reinforcement could motivate the students as well as keep them on track. Positive reinforcement given by the teacher was effective on students because it could make students active in the classroom. While, for the negative reinforcement, not all of them were effective.keyword : junior high school, reinforcement
THE ANALYSIS OF SPEECH ACTS IN CLASSROOM MANAGEMENT APPROACH (A CASE STUDY ON ENGLISH TEACHER AT SDN 1 PEMARON) ., Ni Luh Sukareni; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11081

Abstract

Studi ini bertujuan uantuk menganalisis penggunaan tindak tutur dalam pengaturan kelas oleh guru bahasa Inggris di SDN 1 Pemaron. subjek dalam studi ini yaitu guru bahasa inggris dan siswa SDN 1 Pemaron pada akademik 2016/2017. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskripsi studi kasus yang focus pada kualitative data. Data dari studi ini dikumpulkan melalui observasi, perekaman, pencatatan, dan data transkrip. Studi ini menemukan empat tipe speech acts yaitu assertive, directive, expressive, and commissive yang muncul pada pengaturan kelas oleh guru bahasa inggris di SDN 1 Pemaron. 229 ungkapan telah dianalisis sebagai kategori tindak tutur. Dalam studi ini, tindak directive adalah penggunaan terbanyak dalam pengaturan kelas yaitu 161 ungkapan. Ungkapan-ungkapan tersebut berdampak mengurangi penyimpangan perilaku siswa ketika belajar mengajar.Kata Kunci : pengaturan kelas, tindak tutur This study aimed to analyze the speech acts used in classroom management approach that applied by the English teacher on SDN 1 Pemaron. The subject was the English teacher and students at SDN 1 Pemaron in the academic year of 2016/2017. This research was categorized as descriptive case-study research in which this research focuses on qualitative data. The data of this study were collected through observation, recording, note taking, and data transcription. This study found four types of speech acts namely assertive, directive, expressive and commisive which appeared on classroom management by the English teacher at SDN 1 Pemaron. 229 utterances were analyzed as speech acts category. In this study, directive acts were the most use in classroom management which was 161 utterances.Those utterances reduced student’s misbehaviour during teaching and learning.keyword : classroom management approaches,speech acts
LANGUAGE USE: AN ANALYSIS OF ASSERTIVE ACTS USED BY THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 3 SINGARAJA ., Made Githa Swami Mardawati; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.849 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12600

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa jenis-jenis tindak tutur asertif dan gaya ujaran yang digunakan oleh siswa kelas sebelas di SMA Negeri 3 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa, yang terdiri dari 13 perempuan dan 17 laki-laki. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, data penelitian ini diperoleh melalui metode elisitasi data, merekam dan wawancara. Data yang terkumpulkan selanjutnya ditranskripsi dan digolongkan berdasarkan 6 kategori tindak tutur asertif menurut Searle. Hasil analisa menunjukkan bahwa tindak tutur asertif siswa dapat dihadirkan secara berurutan, sebagai berikut: menyatakan (38.0%), mengeluh (27.12%), menyarankan (16.60%), melaporkan (11.64%), menuntut (3.70%), lalu diikuti oleh membual (3.01%) dari 730 ujaran. Masing-masing tindak tutur aserif didapati menggunakan lebih dari satu pola kalimat yang berbeda-beda, contohnya, ada 21 jenis pola yang digunakan dalam tindak tutur asertif menyatakan. Analisa gaya ujaran menunjukkan bahwa gaya ujaran yang paling sering digunakan siswa adalah tidak resmi yang digunakan dalam tindak tutur menyatakan (36.98%), sementara gaya ujaran yang paling sedikit digunakan adalah resmi yang digunakan dalam tindak tutur menyarankan (0.13%).Kata Kunci : deskriptif kualitatif, tindak tutur asertif, gaya ujaran The intention of this research was to analyze the types of assertive acts and the speech styles used by the eleventh grade students of SMA Negeri 3 Singaraja. The subjects of this study were 30 students, consisting of 13 females and 17 males. This research was a qualitative research, in which the data of the research were obtained through data elicitation, recording and interview. The data gathered were then transcribed and classified based on the 6 categories of assertive acts according to Searle. The results of the analysis showed that the assertive acts used by the students can sequentially be presented, as follows: to state (38.00%), to complain (27.12%), to suggest (16.60%), to report (11.64%), to claim (3.70%), then followed by to boast (3.01%) out of 730 speeches. Each of the assertive acts was realized by using more than one different sentence patterns, for instance, 21 kinds of patterns were used in to state. The analysis of speech styles showed that the most style frequently used by the students was informal that was used in to state (36.98%), meanwhile the less style was formal that was used in to suggest (0.13%). keyword : descriptive qualitative, assertive acts, speech styles
DEVELOPING ENGLISH LITERACY-BASED ACTIVITIES FOR THE FIRST SEMESTER OF 4TH GRADE ELEMENTARY STUDENTS ., Dewa Ayu Novi Kusumawardani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Luh Gd Rahayu Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis kegiatan literasi bahasa Inggris di kelas 4 SD semester ganjil; (2) lembar kerja berbasis kegiatan literasi bahasa Inggris untuk siswa kelas 4 SD sesmeter ganjil yang tervalidasi ; (3) menguji kualitas lembar kerja berbasis kegiatan literasi bahasa Inggris yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan model Design & Development (D&D). Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara: 1). Observasi; 2). Studi dokumen; 3). Kuisioner (Checklist); dan 4). Uji lapangan di Sekolah Dasar. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif (uji-t). Hasil dari penelitian ini adalah: (1) deskripsi produk akhir berupa Lembar kerja Kegiatan Peserta Didik berbasis kegiatan literasi bahasa Inggris untuk siswa kelas 4 SD semester ganjil; (2) produk akhir yang dihasilkan dinyatakan valid berdasarkan penilaian ahli sebesar 140,0 yang tergolong kategori sangat baik; (3) hasil uji lapangan terbukti efektif meningkatkan keterampilan literasi bahasa Inggris siswa yang ditunjukkan melalui hasil uji-t, yaitu sebesar 6.43. Nilai uji t yang diperoleh adalah 0,000
Classroom Interaction Analysis Viewed from Information Sources at SMAN 2 Singaraja ., Ni Made Budi Artati; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.802 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13461

Abstract

This study aimed at analyzing the implementation of classroom interaction characteristics in writing at SMAN 2 Singaraja viewed from information sources and the description of constrains were found in implementing multi-way interaction in writing at SMAN 2 Singaraja viewed from information sources. The subject of the study were a teacher and 34 students.Kata Kunci : Classroom Interaction, Information Sources This study aimed at analyzing the implementation of classroom interaction characteristics in writing at SMAN 2 Singaraja viewed from information sources and the description of constrains were found in implementing multi-way interaction in writing at SMAN 2 Singaraja viewed from information sources. The subject of the study were a teacher and 34 students.keyword : Classroom Interaction, Information Sources