cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): November" : 180 Documents clear
AN ANALYSIS OF SWEAR WORD USED BY BALI AGA PEOPLE IN SIDETAPA VILLAGE ., Made Ady Pradana Wiyasa; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18878

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kata-kata umpatan yang digunakan oleh orang-orang di desa Sidatapa. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, yang dilakukan dengan mengamati, mewawancarai subjek, dan rekaman audio. Subjek penelitian ini adalah 10 orang yang berasal dari desa Sidatapa. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kata-kata umpatan yang digunakan oleh orang-orang di desa Sidapa memiliki bentuk, referensi, dan fungsinya. Ada tiga bentuk kata-kata umpatan: (1) dalam bentuk kata-kata, yang dibagi menjadi dua: monomorphemic (sigug 'nakal', bancih 'waria', kables 'berhubungan seks', dll) dan polimorfik (bebereke 'putrid', nusuk 'aduk', ngamah 'makan', dll.), (2) dalam bentuk frasa (belog-beloge 'sangat bodoh', sedeng gati 'sangat gila', lengeh buah 'sangat bodoh', dll), dan (3) dalam bentuk klausa (buduh mene 'kamu bodoh', lengeh mene, 'kamu bodoh', ngamah gro gaen mene 'kamu selalu makan', dll). Referensi dari kata-kata umpatan itu terkait dengan: (a) aktivitas, (b) istilah hewan, (c) fungsi tubuh, (d) kotoran, (e) iblis, (f) kekerabatan, (g) penyakit mental, (h) penyakit mental, ) latar belakang pribadi dan (i) agama. Fungsi kata-kata umpatan adalah: (a) agresif, (b) integratif, (c) untuk membuat identifikasi antarpribadi, (d) untuk memberikan katarsis, (e) penekanan, (f) untuk memprovokasi, (g) untuk menarik perhatian, dan (h) regresif. Dalam hal ini, penggunaan kata makian di desa Sidatapa tidak hanya dalam bentuk makna negatif tetapi juga positif seperti, untuk mengurangi rasa sakit mereka dan juga kesusahan.Kata Kunci : bentuk, fungsi, kata umpatan The main objective of this study is to analyze the swear words used by people in Sidatapa village. To achieve this goal, this study used descriptive qualitative research, which was conducting by observing, interviewing the subjects, and audio recording. The subject of this study were 10 people originally from Sidatapa village. The results of this study found that swear words used by the people in Sidapa village have their forms, references, and functions. There are three forms of swear words: (1) in the form of words, which divided into two: monomorphemic (sigug ‘mischievous’, bancih ‘transvestite’, kables ‘having intercourse’, etc) and polymorphemic (bebereke ‘putrid’, nusuk ‘poke’, ngamah ‘eat’, etc.), (2) in the form of phrases (belog-beloge ‘very stupid’, sedeng gati ‘very crazy’, lengeh buah ‘very stupid’, etc.), and (3) in the form of clauses (buduh mene ‘you are stupid’ , lengeh mene , ‘you are stupid’, ngamah gro gaen mene ‘you always eat’, etc.). The references of the swear words were related to: (a) activity, (b) animal terms, (c) body function, (d) excrement, (e) devils, (f) kinship, (g) mental illness, (h) personal background and (i) religion. The functions of swear words were: (a) aggressive, (b) integrative, (c) to create interpersonal identification, (d) to provide catharsis, (e) emphasis, (f) to provoke, (g) to draw attention, and (h) regressive. In this case, the used of swear word in Sidatapa village was not only in the form of negative meaning but also positive such as, for reducing their pain and also distress.keyword : Keywords: forms, function, swear word
SOUND CHANGES OF THE BORROWING WORDS FROM ENGLISH INTO INDONESIAN IN ROOM DIVISION REGISTER ., Ni Made Eni Parwati; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Ida Ayu Made Istri Utami, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.673 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis perubahan suara dari kata-kata pinjaman dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dalam ranah divisi kamar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga teknik, seperti: wawancara, rekaman dan observasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada 48 kata pinjaman dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia yang digunakan sebagai jargon di Divisi Kamar. Ada 12 kata yang menjalani proses Cluster Reduction, ada 9 kata yang mengalami proses penthesis atau anaptyxis, ada 4 kata mengalami proses vokal atau diphthongization, ada 5 kata yang mengalami proses paragoge dan ada 24 kata yang mengalami proses monpthohngization.Kata Kunci : Perubahan bunyi, kata pinjaman, perubahan fonologis This study aimed at describing the types of the sound changes of the borrowing words from English into Indonesian in Room Division Register. This study, was a descriptive qualitative research. The data were collected by using three techniques, such as: interview, recording and observation. The results of the data analysis show that there were 48 borrowing words from English to Indonesian used as the jargon in Room Division. There were 12 words undergone Cluster Reduction process, there were 9 words undergone penthesis or anaptyxis process, there were 4 words undergone vowel breaking or diphthongization process, there were 5 words undergone paragoge process and there were 24 words undergone monpthohngization process. keyword : sound changes, borrowing words, phonological change
AN ANALYSIS OF STUDENTS' GRAMMATICAL ERRORS IN WRITING RECOUNT TEXT OF EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMPN 2 SERIRIT IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Putu Tri Martya Ersa Fridayanthi; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan kesalahan yang sering dilakukan dalam menulis teks recount oleh siswa kelas delapan di SMPN 2 Seririt; dan (2) menemukan sumber kesalahan yang dilakukan dalam menulis teks recount oleh siswa kelas delapan di SMPN 2 Seririt. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah analisis dokumen. Instrumen yang digunakan adalah peneliti dan sampel tulisan siswa. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Terdapat 30 tulisan siswa yang dianalisis berdasarkan taksonomi strategi permukaan (surface strategy taxonomy) yang diajukan oleh Dulay et al. (1981). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 170 kesalahan yang dilakukan oleh subjek yakni kesalahan pengurangan (omission) 131 (77,01%), kesalahan penempatan (misordering) 14 (8,23%), kesalahan bentuk (misformation) 13 (7.64%), dan kesalahan penambahan (addition) 12 (7,12%). Kelalaian pengurangan (omission) menjadi kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa. Namun, ada tiga jenis sumber kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu transfer intralingual (90,96%), transfer interlingual (7,22%), dan konteks pembelajaran (1,8%).Kata Kunci : analisis kesalahan, kesalahan tata bahasa, teks recount The study aimed at (1) finding the errors commonly made in writing recount text by eighth grades students at SMPN 2 Seririt; and (2) finding the sources of the errors committed in writing recount text by eighth grades students at SMPN 2 Seririt. This study was designed as descriptive qualitative study. The methods used to collect data was document analysis. The instruments used were the researcher and the sample of writing. The data in this study were analyzed descriptively. There were 30 students’ writing which analyzed based on surface strategy taxonomy proposed by Dulay et al. (1981). The result of this study shows that, there are 170 errors committed by the subject including 131 (77.01%) omission errors, 14 (8.23%) misordering errors, 13 (7.64%) misformation errors, and 12 (7.12%) addition errors. Omission error becomes the most frequent errors committed by the students. However, there were three types of errors sources found in this study, those are intralingual transfer (90.96%), interlingual transfer (7.22%), and context of learning (1.8%). keyword : error analysis, grammatical error, recount text
THE EFFECT OF PROJECT-BASED FLIPPED LEARNING ON WRITING COMPETENCE OF THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMA N 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Kadek Ari Yuliani; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.186 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13274

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Yang pertama adalah untuk menyelidiki tingkat kesiapan siswa kelas 11 SMA N 4 Singaraja terhadap pelaksanaan e-learning. Yang kedua adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja setelah menggunakan project based-flipped learning. Dan yang ketiga adalah mengamati persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran project based-flipped learning. Metode penelitian yang digunakan adalah Explanatory Sequential Mix Method Design. Populasi adalah siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja. Dua kelas digunakan sebagai sampel penelitian baik, dimana kelompok eksperiment diberikan pembelajaran berbasis project based-flipped learning dan kelompok control diberikan pembelajaran berbasis conventional teaching. Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan SPSS 22.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja siap melaksanakan pembelajaran berbasis e-learning. Selain itu, hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa dalam kelompok kontrol. Hal itu dibuktikan dengan hasil analisis statistik deskriptif yang menunjukkan skor rata-rata kelompok eksperimen yaitu 79,75 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 73,10. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai t-observation (tobs) adalah 3,465 dan nilai t-critical value (tcv) adalah 2,024. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis siswa antara siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang diajar dengan menggunakan media konvensional. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis project-based flipped learning.Kata Kunci : Kesiapan terhadap penggunaan e-learning, pembelajaran berbasis project-based flipped learning, kompetensi menulis, persepsi terhadap project-based flipped learning. This present study had three aims. The first was to investigate the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja readiness level of the implementation of e-learning. The second was to determine whether there is a significant difference on writing competence of the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja after the implementation of Project based-flipped learning. And the third was to observe students’ perception toward the implementation of project-based flipped learning. The research design of this study was explanatory sequential mixed methods design. The population was the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja. Two classes were used as the sample of this study. One class was assigned to the experimental group and treated by using project based-flipped learning. Meanwhile, the other class was assigned to the control group and treated by using conventional teaching. The quantitative data that collected in this study were analyzed by SPSS 22.0. The result of the data analysis showed that the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja are ready for the implementation of e-learning. Besides, the result of the quantitative data analysis it showed the experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of a descriptive statistical analysis that showed the mean score of the experimental group was 79.75 while the mean score of the control group was 73.10. The result of the t-test also showed that the value of t-observed (tobs) was 3.465 and the value of t-critical value (tcv) was 2.024. It showed that the value of tobs was higher than the value of tcv. Therefore, it can be concluded that there was a significant difference on students writing competency between students taught by using Project based-learning and students taught by using conventional media. In addition, the result of the interview showed that the students’ had a positive perception toward the implementation of project based-flipped learning.keyword : E-learning readiness, project-based flipped learning, writing competence, students’ perception of project-based flipped learning.
The Implementation of Mobile Assisted Language Learning (MALL) Strategy through Quizizz Application in Grammar Class of English Language Education UNDIKSHA ., Nyoman Ayu Purnama Dewi; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18782

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengimplementasian strategi MALL (Mobile Assisted Language Learning) melalui aplikasi Quizizz di kelas grammar (mata kuliah Complex English Grammar) dan mengetahui bagaimana respons siswa terhadap penggunaan strategi MALL melalui aplikasi Quizizz di kelas grammar (mata kuliah Complex English Grammar). Penilitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk memberikan deskripsi detail tentang proses pembelajaran di kelas tentang pengimplementasian strategi MALL melalui aplikasi Quizizz di kelas bedasarkan data yang didapatkan melalui kelas observasi dan juga digunakan untuk mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan strategi MALL melalui aplikasi Quizizz di kelas yang didapatkan melalui jurnal refleksi siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas grammar (mata kuliah Complex English Grammar) di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA. Hasil dari penitian yakni; siswa-siswa mengikuti aktivitas pembelajaran dan pengajaran yang konsisten yang mana proses pembelajaran bedasarkan prosedur pembelajaran dan pengajaran, namun terdapat sedikit perbedaan pada pengadaan kuis menggunakan aplikasi Quizizz yaitu waktu yang ditentukan untuk mengerjakan kuis, topik dan sesi aktivitasnya. Sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap penggunaan strategi MALL melalui aplikasi Quizizz yaitu mereka merasa senang, tidak bosan, terhibur dan lain lain. Mereka juga mengaggap bahwa aplikasi Quizizz adalah aplikasi tambahan yang penting digunakan pada pembelajaran grammar. Namun, koneksi, kuota internet dan juga waktu yang terbatas dalam pengerjaan kuis menjadi hambatan dan kelemahan pada aplikasi Quizizz bagi sebagian besar siswa. Kata Kunci : Aplikasi Quizizz, Complex English Grammar, Mobile Assisted Language Learning, Strategi MALL This study aimed at describing the implementation of MALL (Mobile Assisted Language Learning) strategy through Quizizz application in grammar class and the students responses toward the use of MALL strategy through Quizizz application in grammar class (Complex English Grammar course). A descriptive qualitative analysis was used in this study to give detailed description about the implementation of MALL strategy through Quizizz application in the classroom based on the data collected from classroom observation and the students responses toward the use of MALL strategy through Quizizz application in teaching and learning process based on the data collected from students reflective journal. This study was conducted in a grammar class (Complex English Grammar course) of English Language Education UNDIKSHA. The results showed that; in implementing MALL strategy through Quizizz application in grammar class, the students followed consistent activity in which the teaching and learning process based on the teaching and learning procedure, but how the Quizizz application implemented were slightly different in terms of time allocated, topic and the session of activity to conduct Quizizz application. Most of students gave positive responses toward the use of MALL strategy through Quizizz application such as felt excited, happy, fun, not boring, entertaining, etc and also considered Quizizz as an important supplementary tool in learning grammar. However, internet connection, quota and time limitation given in answering questions became the weaknesses and limitations of Quizizz application for them. keyword : Complex English Grammar, MALL strategy, Mobile Assisted Language Learning, , Quizizz Application
AN ANALYSIS OF THE MYTH OF CONVENIENCE ON THREE TRAVELOKA ADVERTISEMENTS ., I Ketut Restu Cahyadiarta; ., Dr. Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd, M.Hu; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.695 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi mitos kenyamanan yang ditemukan dalam tiga iklan Traveloka yang berjudul “Mudik Tapi Rumah Penuh, Traveloka Dulu”, “Susahnya Cari Tiket Mudik, Traveloka Dulu”, “Liburan Harus Tertunda, Untung Pakai Traveloka” melalui analisis tekstual dengan menggunakan pendekatan teori mitologi Roland Barthes. Penelitian ini juga berfokus pada beberapa aspek, yakni aspek sinemathography dan mise-en-schene yang mendukung konsep mitos kenyamanan dalam iklan Traveloka. Dari data hasil penelitian, ditemukan bahwa mitos kenyamanan pada tiga iklan traveloka disampaikan melalui tiga konsep, yakni kenyamanan dalam kemudahan aksessibilitas, kenyamanan yang dalam penghematan uang, serta kenyamanan dalam memberikan pelayanan yang reliabel. Terdapat lima kategori kenyamanan terkait kemudahan aksessibilitas yang diperlihatkan dalam iklan Traveloka, diantaranya akses tanpa batasan jarak, akses tanpa batasan waktu, akses layanan tatap muka yang mudah untuk dipahami, dan pelayanan terpadu satu tempat. Penghematan uang disignifikasikan tanpa ada biaya pembatalan, harga murah untuk daerah tujuan yang populer, pemesanan dengan ‘harga spesial’ setiap hari, dan harga jujur tanpa biaya tambahan. Mitos pelayanan yang reliabel, ditunjukkan melalui transaksi yang terjamin keamanannya dan fitur baru yang bernama “easy reschedule”. Kemudahan aksesibilitas dengan harga yang terjangkau, serta adanya fitur yang memanjakan konsumen berhasil melahirkan nilai baru yakni meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam melakukan transaksi online untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.Kata Kunci : iklan televisi, mitos kenyamanan, teori mithologi Roland Barthes. This study was aimed to investigate convenience myth signified in three Traveloka advertisements entitled “Mudik Tapi Rumah Penuh, Traveloka Dulu”, “Susahnya Cari Tiket Mudik, Traveloka Dulu”, “Liburan Harus Tertunda, Untung Pakai Traveloka” through textual analysis by using Roland Barthes’ theory of mythology. This study also focused to dicover the other aspects in the form of chinemathography and mise-en-schene which were supported the convenience myth in Traveloka advertisement. From the data, it found that the convenience myth of three Traveloka advertisements could be divided into three aspects, that were convenience in ease of access, convenience in money saving, and convenience in reliable service. In convenience ease of access, it could be divided into five chategories, that are no space boundary, no time boundary, user friendly interface, and one stop transaction. In convenience of money saving, it signified without any cancelation fee, low price for popular destination, ‘special deals’ book for less any day, and honest price without service fee. The myth of reliable service showed through a secure transaction guarantee and a new “easy reschedule” feature. The ease accessibility with an affordable price, supported with features that pampered the costumer has succeed in creating a new value to increase public trust in conducting online transaction on daily activity. keyword : myth of convenience, Roland Barthes’ theory of mythology, television’s advertisement.
THE EFFECT OF INFORMATION-GAP GAME ON SPEAKING COMPETENCY OF THE TENTH GRADE STUDENTS IN SMA NEGERI 1 SAWAN ., Ni Wayan Lestari; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan dari penerapan information-gap game terhadap kemampuan berbicara siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sawan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan posttest-only control group design. Sample penelitian ini adalah 25 orang siswa kelas X2 yang digunakan sebagai kelompok kontrol dan 28 orang siswa kelas X3 yang digunakan sebagai kelompok eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah speaking test dalam bentuk performance test. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 82,7, sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 79,1. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai dari thitung lebih besar dari nilai ttabel (2,625 > 1,675). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari information-gap game terhadap kemampuan berbicara siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sawan.Kata Kunci : berbicara, information-gap game The aim of this study was to investigate whether or not there is significant effect of information-gap games technique on the speaking competency of the tenth grade students of SMA Negeri 1 Sawan. The present study was an experimental research which used posttest-only control group design. The samples of this study were X2 and X3, where X3 that consisted of 28 students as the experimental group and X2 that consisted of 25 students as the control group. The instrument used for collecting data in this study was speaking test in form of performance test. The data were analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis. The result of the study showed that the mean of experimental group was 82.7, while the mean of control group was 79.1. Then, the result of hypothesis testing showed that the value of tobservedwas higher that the value of tcritical value (2.625 > 1.675). Based on the result, it can be concluded that there is significance effect of information-gap game on speaking competency of the tenth grade students in SMA Negeri 1 Sawan. keyword : information-gap game, teaching speaking, speaking
THE ANALYSIS OF PARENTS' INVOLVEMENT TOWARD STUDENTS' ENGLISH LITERACY AT SMKN 1 SINGARAJA ., Putu Yuni Damayanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18868

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis keterlibatan orang tua terhadap literasi bahasa Inggris siswa di SMKN 1 Singaraja yang meliputi analisis terhadap pelaksanaan keterlibatan orang tua, persepsi orang tua terhadap keterlibatan orang tua dan tantangan yang dihadapi oleh guru. Analisis keterlibatan orang tua dalam penelitian ini didasari oleh enam kerangka keterlibatan orang tua oleh Epstein. Penelitian ini menggunakan model penelitian embedded mix methods. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, komite sekolah dan lima guru bahasa Inggris yang mana terlibat dalam keterlibatan orang tua. Obyek penelitian ini adalah keterlibatan orang tua yang diterapkan disekolah. Data dikumpulkan melalui analysis dokumen, wawancara dan kuesioner. Data dianalysis melalui pendeketan kualitative dan kuantitative. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa: (1) keterlibatan orang tua di SMKN 1 Singaraja diterapkan melalui beberapa strategi yaitu: workshop, pelatihan orang tua, konferensi orang tua, talkshow dan distribusi buku. Beberapa usaha juga dilakukan sekolah untuk melibatkan orang tua dalam mendukung literasi siswa yaitu dengan mengundang orang tua siswa, pengambilan raport, majalah sekolah/tabloid, sukarelawan, pemberian tugas, komite sekolah dan studi lapangan. (2). Pendapat orang tua mengenai keterlibatan orang tua sangat positif, mereka percaya bahwa program keterlibatan orang tua bisa meningkatkan prestasi siswa, sikap positif dan peningkatan literasi bahasa Inggris siswa. (3). Tantangan dikategorikan menjadi dua aspek berdasarkan tempatnya.Kata Kunci : Keterlibatan orang tua, Literasi bahasa Inggris This study is intended to analyze parents’ involvement toward students’ English literacy at SMKN 1 Singaraja which includes the analysis toward the implementation of parents’ involvement, the parents’ perception toward parents’ involvement, and the challenges faced by the teacher. Parents’ involvement activities in this study were analyzed based on Epstein’s six types of parental involvement framework. This study used embedded mixed method research design. The subjects of the study were a headmaster, school committees, and five English teachers involved in parents’ involvement. The object of the study was parents’ involvement which is practiced through the school programs. The data were collected by doing document study, interviews, and questionnaires. The data were analyzed through a qualitative and quantitative approach. The result showed that (1). Parents’ involvement at SMKN 1 Singaraja was practiced through many strategies such as a workshop, parents’ training, parents’ conference, talk show, and book distribution. Some efforts are also done to get parents involved in their children’s literacy activities through inviting parents formally, discussing about rapport, school’s tabloid/magazine, WhatsApp group, classroom volunteer, weekly homework/follow-up activities, school committee, and field study. (2). Parents’ perception toward parents’ involvement was positive, they believed that parents’ involvement program can foster students’ academic success, positive behavior, and improve students’ English literacy as well. (3). The challenges were categorized from two aspects based on the place (area). keyword : English literacy, Parents’ involvement
DEVELOPING ICT-BASED LEARNING MEDIA USING CAMTASIA FOR FOURTH GRADE ELEMENTARY SCHOOL IN SD 3 BANJAR JAWA ., Ni Luh Tresnia Widyantari; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Putu Astiti Pratiwi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18771

Abstract

The use of ICT-based learning media were rarely used to present learning material especially in the form of video made by using Camtasia Studio. The purpose of this study is to develop learning media in form of video made by using Camtasia Studio and to identify the quality of Camtasia video as learning media for fourth grade student. Thirty students of fourth grade students in SD 3 Banjar Jawa involved in implementation. Questionnaire was used to get response from the students and their English teacher. The result is significance and gets positive respond from the students and the teacher. The quality of the media assessed by three experts is excellent, good, and average. It suggested for the teachers to involve this media in learning process. It also suggested to the next researcher to conduct the related study in depth.Kata Kunci : Camtasia Studio, media for learning, young learner Penggunaan media pembelajaran berbasis ICT jarang digunakan dalam menyampaikan materi pembelajaran khususnya media dalam bentuk video yang dibuat menggunakan aplikasi Camtasia Studio. Penelitian ini bertijuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk video yang dibuat menggunakan Camtasia Studio dan untuk mengidentifikasi kualitas dari video tersebut sebagai media pembelajaran.untuk siswa kelas empat. Tiga puluh siswa dari kelas empat di SD 3 Banajr Jawa terlibat dalam proses implementasi. kuisioner digunakan untuk mendapatkan tanggapan dari siswa dan guru bahasa Inggris, Hasil dari penelitian ini signifikan dan mendapat tanggapan positif dari para siswa dan guru. Kualitas dari media tersbut yang dinilai oleh tiga ahli dinilai semua sangat baik, baik, dan rata-rata. Disarankan kepada para guru untuk melibatkan media daam proses belajar. Hal ini pula disarankan pula untuk peneliti lainnya untuk melakukan penelitian sejenis lebih dalam lagi.keyword : Camtasia Studio, media pembelajaran, pelajar muda
Developing Literacy-based Activities in Teaching English as a Foreign Language for Toddlers ., Luh Putu Swasti Ayuningtyas; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Luh Gd Rahayu Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18866

Abstract

Literasi bahasa Inggris telah dianggap sebagai keterampilan yang penting bagi anak-anak. Akan tetapi, hal ini belum mendapat perhatian yang cukup dalam penerapannya, karena literasi Bahasa Inggris saat ini cenderung kurang berkaitan dengan literasi dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aktivitas literasi dalam mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing untuk anak-anak, khususnya untuk siswa PAUD. Penelitian ini menggunakan Rancangan dan Pengembangan (D&D) sebagai desain, dimana model Richey dan Klein (2007) digunakan sebagai model dalam melakukan penelitian ini. Model ini dibentuk dalam empat tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi. Guru dan siswa PAUD menjadi subjek dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah silabus dari TK Dwi Bahasa Aura Sukma Insani dan lembar evaluasi produk. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kegiatan literasi dalam mengajar bahasa Inggris telah sesuai untuk tingkat PAUD. Ini diperoleh dari perhitungan yang menghasilkan skor 4.7 yang diklasifikasikan sangat baik. Dengan produk yang dikembangkan diharapkan buku untuk guru dapat digunakan dalam pengajaran bahasa Inggris, serta dapat meningkatkan keterampilan literasi bahasa Inggris bagi mereka.Kata Kunci : Aktivitas literasi, PAUD, buku guru. English literacy has been considered as a crucial life skill for young learners. However, this has not been given adequate attention on its implementation, as so far it was not connected to the real-world literacy. This study aimed at developing literacy activities in teaching English as a foreign language for young learners, especially for toddlers. The study used Design and Development (D&D) as the design, in which the model of Richey and Klein (2007) was used as the model in having this research done. This model consisted of four steps namely analysis, design, development, and evaluation. Teacher and students of toddlers became the subjects in this research. The instruments used in collecting the data were the analyzed syllabus from Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten and product evaluation sheet. This study found that the developed literacy activities for teaching has been suitable for the level of toddlers. This is confirmed from the calculation of product evaluation in the score of 4.7, meaning it is classified as Excellent. With the product developed, it was gratefully expected that the teacher’s book could be used in teaching English, as well as improving their English literacy skill.keyword : Literacy activities, toddlers, teacher’s book