cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): November" : 180 Documents clear
DEVELOPING GUESSING GAME FOR TEACHING VOCABULARY TO THE FIFTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI 5 KUBUTAMBAHAN ., Komang Gede Suardiyasa; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11181

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang menyangkut; Mengidentifikasi jenis kosa kata yang tepat untuk dikembangkan sebagai Guessing Game (GG) untuk pengajaran kosa kata ke kelas lima siswa SD Negeri 5 Kubutambahan. menganalisis kualitas dari Developing Guessing Game (GG) untuk mengajarkan kosakata ke kelas lima siswa SD Negeri 5 Kubutambahan. Penelitian ini mengikuti rancangan R & D yang diusulkan oleh Dick dan Carey (2005). Desain ini meliputi: analisis kebutuhan, analisis instruksional, lingkungan belajar dan pelajar, sasaran kinerja, rubrik penilaian, papan cerita, desain dan pengembangan, evaluasi formatif, revisi dan produk akhir. Subyek penelitian adalah siswa kelas lima dan guru SD Negeri 5 Kubutambahan. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, wawancara, review dokumen dan penilaian ahli. Data hasil observasi, kuesioner, wawancara dan kajian dokumen dianalisis dengan menggunakan Model Analisis Data Interaktif yang diajukan oleh Milles dan Huberman (1987). Hasil penilaian ahli dalam menganalisis kualitas permainan tebakan yang dikembangkan dianalisis dengan menggunakan Model Kesepakatan Interrater yang diajukan oleh Gregory (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada empat permainan menebak telah dikembangkan dengan empat tema berbeda yang bertujuan untuk digunakan sebagai media pengajaran kosakata pada semester pertama siswa kelas 5. Game menebak itu dirancang berdasarkan kriteria silabus bahasa Inggris kurikulum berbasis sekolah untuk semester pertama siswa kelas 5 dan juga berdasarkan kriteria aplikasi pendidikan oleh Lee & Cherner (2015). Produk permainan menebak dipresentasikan ke dalam CD dan buku panduan manual untuk guru. (2) kualitas keseluruhan permainan tebakan yang dikembangkan dari penilaian ahli dikategorikan sangat baik (2,73).Kata Kunci : guessing game, kosa kata, kelas lima This present study was a research and development (R&D) which concerned in; identifying the kinds of vocabulary were appropriate to be developed as Guessing Game (GG) for teaching vocabulary to the fifth grade of students of SD Negeri 5 Kubutambahan, analyzing the quality of the developed Guessing Game (GG) for teaching vocabulary to the fifth grade of students of SD Negeri 5 Kubutambahan. This study followed the R&D design proposed by Dick and Carey (2005). This design involves: need analysis, instructional analysis, learner and learning environment, performance objectives, assessment rubric, story board, design and develop, formative evaluation, revision and final product. The subjects of the study were students of fifth grade and the teacher of SD Negeri 5 Kubutambahan. the data were collected through observation, questionnaire, interview, document review and expert judgment. The data from the result of the observation, questionnaire, interview and document review were analyzed using Interactive Data Analysis Model proposed by Milles and Huberman (1987). The result of the expert judgment in analyzing the quality of the developed guessing game were analyzed using Interrater Agreement Model proposed by Gregory (2000). The result of the study shows that: (1) there were four guessing games have been developed with four different themes which were aimed to be used as a media for teaching vocabulary to the first semester of 5th grade students. Those guessing game were designed based on the criteria of English syllabus of school based curriculum for the first semester of 5th grade students and also based on criteria of educational app by Lee & Cherner (2015). The final of the guessing game were presented into CD and a manual guide book for teacher. (2) the overall quality of the developed guessing game from the judgment of experts was categorized as excellent (2.73).keyword : guessing game, vocabulary, fifth grade.
THE USE OF JARGONS UTTERED BY FOOD AND BEVERAGE WORKERS AT PURI BAGUS LOVINA HOTEL ., Made Gede Viktor; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12130

Abstract

Dalam penelitian ini, penggunaan jargon yang diucapkan oleh para pegawai F&B servis di Puri Bagus Lovina Hotel diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dari jargon-jargon, arti dari jargon-jargon, dan fungsi dari jargon-jargon yang digunakan oleh pegawai tersebut. Sebuah desain penelitian yang digunakan dalam penyelidikan ini adalah pendekatan studi kasus. Tambahannya, teknik observasi, teknik rekaman, teknik transfer, dan teknik interview digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Hasil dari investigasi ini menunjukkan bahwa terdapat 104 jargon, yang termasuk: 6 singkatan, 1 akronim, 54 kata, dan 43 frase. Berhubungan dengan arti dari jargon-jargon yang digunakan, mereka mengenai arti-arti konotatif dari jargon-jargon yang diterapkan oleh para pegawai. Arti-arti tersebut terhubung dengan konteks-konteks tertentu dari jargon-jargon yang digunakan. Dalam kaitannya dengan fungsi dari jargon-jargon yang dipakai, ditemukan bahwa ada dua fungsi utama dari jargon-jargon tersebut, yaitu: ‘untuk berkomunikasi dengan efisien’ dan ‘untuk meningkatkan solidaritas internal group’. Jargon-jargon tersebut dikategorikan secara fungsional sebagai berikut; 7 jargon termasuk dalam fungsi jargon-jargon yang digunakan pertama, dan 97 jargon termasuk ke fungsi jargon-jargon yang digunakan kedua. Kata Kunci : jargon, pegawai F&B servis, Hotel Puri Bagus Lovina In this study, the use of jargons uttered by Food and Beverage (F&B) workers at Puri Bagus Lovina Hotel was investigated. The study aimed at investigating the forms of jargons, the meanings of jargons, and the functions of jargons applied by the F&B workers. The research design used in this investigation was case study approach. In addition, observation technique, recording technique, transferring technique, and interview technique were conducted to collect the data of this study. The result of this investigation shows that there were 104 jargons, which included: 6 abbreviations, 1 acronym, 54 words, and 43 phrases. In connection with the meanings of jargons used, they concerned the connotative meanings of jargons applied by the workers. The meanings were related to particular contexts of jargons implemented. In relation to the functions of jargons used, it was found that there were two main functions of jargons being used, namely: ‘to conduct an efficient communication’ and ‘to enhance in-group solidarity’. The jargons used by the workers were functionally categorized as follows; 7 jargons belonged to the first function of jargons used, and 97 jargons were in line with the second function of jargons used.keyword : jargon, food & beverage workers, Puri Bagus Lovina Hotel
The effectiveness of teacher and peer feedback techniques toward the writing achievement of the eleventh grade students of SMA Negeri 1 Gianyar ., I Kadek Dwi Armawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12156

Abstract

Feedback guru dan feedback teman sebaya berdasarkan penelitian sebelumnya merupakan teknik yang efektif untuk pembelajaran menulis kepada siswa EFL. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi keefektifan dari kedua teknik tersebut terhadap prestasi menulis dari siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Gianyar tahun akademik 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sampel ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, dimana dua kelas dipilih sebagai sampel dari penelitian. Melalui lotre, kelas XI MIPA 6 dan kelas XI MIPA 7 sebagai sampel dari penelitian ini. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data adalah test siswa (post-test) dan di bantu dengan rubrik penilaian menulis, tulisan siswa selama proses pengambilan data dan dibantu oleh rubric menulis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa feedback guru berkontribusi presentase lebih besar pada aspek ide, sedangkan feedback teman sebaya pada aspek mekanik. Kedua feedback tersebut juga berkontribusi positif pada grammar dan pilihan kata Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan SPSS 21.00 untuk Windows. Hasil dari analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari grup eksperimental adalah 85.46 dan nilai rata rata untuk grup control adalah 82.51. Berarti bahwa nilai rata-rata dari grup eksperimental lebih baik daripada grup control. Jadi, dapat disimpulkan bahwa feedback teman sebaya lebih efektif dari feedback guru.Kata Kunci : feedback guru, feedback teman sebaya, prestasi menulis Teacher and peer feedback based on the previous studies are effective techniques for teaching writing to ELF students. This study aimed to verify the effectiveness of both techniques toward the writing achievement of eleventh grade students of SMA Negeri 1 Gianyar in the academic year 2017/2018. This study was descriptive quantitative and qualitative research. The samples were determined by using cluster random sampling technique, whereby two classes were selected as the samples. Through the lottery, the class of XI MIPA 6 and XI MIPA 7 were chosen as the sample of the study. The instruments used to collect the data were student’s post-test completed with a writing rubric, students writing during the treatment assessed by writing rubric. The result indicated that the teacher feedback contributes higher percentage to the idea aspect, while peer feedback to mechanics aspect. Yet, both feedbacks also contribute positively on organization and diction aspects. Additionally, the data were analyzed descriptively with the help of SPSS 21.00 for Windows The result of descriptive statistical analysis shows that the mean score of the experimental group was 85.46 while the mean score of the control group was 82.51. It means that the experimental group was better than the control group in terms of their writing achievement. So, it can be concluded that peer feedback was more effective than teacher feedback.keyword : teacher feedback, peer feedback, writing achievement
IDENTIFICATION OF ENGLISH TEACHERS' AND STUDENTS’ READINESS TO IMPLEMENT ICT BASED INSTRUCTION IN PUBLIC JUNIOR HIGH SCHOOLS OF BULELENG SUB DISTRICT ., Ni Made Dian Damayanti; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.772 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15055

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terintegrasi di dalam semua aspek pendidikan. Kurikulum di Indonesia yaitu kurikulum 2013 mengharuskan guru untuk menerapkan TIK di dalam kelas. Penggunaan TIK di dalam kelas sangatlah penting untuk memberikan siswa kesempatan belajar dan menerapkan keterampilan yang dibuperlukan untuk abad 21. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan guru bahasa Inggris dan siswa untuk menerapkan instruksi berbasis TIK pada SMP negeri di Kecamatan Buleleng dan untuk mengetahui jenis-jenis prasarana pendukung yang digunakan guru bahasa Inggris pada SMP negeri di kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara, hasil kuesioner dan wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Studi ini menunjukkan bahwa (1) guru bahasa Inggris dan siswa siap untuk menerapkan instruksi berbasis TIK dan 2) Laptop, LCD dan speaker adalah jenis-jenis prasarana pendukung yang paling sering digunakan oleh guru Bahasa InggrisKata Kunci : Kesiapan, TIK Information and Communication Technology (ICT) is integrated in all aspects of education. In Indonesia, the curriculum which is known as curriculum 2013 requires teacher to implement ICT in the classroom. The use of ICT in the classroom is important for giving students opportunities to learn and apply the required 21st century skills. Therefore, this study aimed at identifying the English teachers’ and students’ readiness to implement ICT based instruction in public junior high schools of Buleleng sub district and to describe kinds of infrastructures that use as supporting tools by the English teachers in public Junior high schools of Buleleng sub district. This study was a descriptive qualitative study. This study was done by using a descriptive qualitative method. The data of the research was collected by using questionnaire and interview, the result of questionnaire and interview were analyzed by using descriptive analysis. The study showed that (1) the English teachers and students were ready to implement ICT based instruction and 2) Laptop, LCD and speaker were kinds of infrastructures that mostly use as supporting tools by the English teacherskeyword : Readiness, ICT
DEVELOPING E- LEARNING ENGLISH MATERIAL OF FRONT OFFICE SUBJECT FOR ELEVENTH GRADE STUDENTS AT SMKN 2 SINGARAJA ., Gusti Ayu Made Dwi Adi Susanti; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11242

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk: (1) mengembangkan materi Bahasa Inggris dalam bentuk e-learning untuk pelajaran Front Office bagi siswa kelas 11 jurusan Akomodasi Perhotelan di SMK N 2 Singaraja; (2) mengukur kualitas produk e-learning. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada desain penelitian dan pengembangan oleh Lee & Owen (2004). Data penelitian dikumpulkan melalui analisis wawancara, observasi, dokumen, angket, uji ahli dan uji lapangan. Hasil data dari analisis wawancara, observasi, dokumen, dan angket dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, data dari uji ahli dianalisis dengan menggunakan Interrater Agreement Model, dan data dari studi lapangan dianalisis melalui hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas 11 dalam pelajaran Front Office membutuhkan materi Bahasa Inggris khusus dalam bentuk e-learning dan dapat diintegrasikan dengan menggunakan Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK); (2) materi Bahasa Inggris khusus dalam bentuk e-learning dikategorikan sebagai materi berkualitas tinggi berdasarkan validitas isi dan uji lapangan. Kata Kunci : R & D, e-learning, Front Office This study is research and development study. This study aimed at developing good E-Learning English of Front Office Subject for Eleventh Grade Students at SMKN 2 Singaraja, and knowing the quality of e-learning product. This study was done by using the research and development design of Lee & Owen (2004). The data of the research was collected by using interview analysis, observation analysis, document analysis, questionnaire, expert judgments, and field test. The result of interview analysis, observation analysis, document analysis, and questionnaire were analyzed by using descriptive analysis, the data of expert judgments were analyzed by using Inter-rater Agreement Model, and the result of field study were analyzed by using questionnaire result. The study showed that (1) the students need English material that appropriate with their major department and appropriate with their career target in the future; (2) the e- learning English materials of Front Office subject for eleventh grade students at SMKN 2 Singaraja categorized as high quality based on content validity and field test. keyword : R & D, e-learning, Front Office
A STUDY OF MORPHOLOGICAL PROCESSES ON BALINESE DIALECT OF KEDISAN ., Ni Kadek Winda Arianti; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.874 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses morfologi dialek Bahasa Bali di Kedisan yang meliputi afiksasi, kata majemuk, pengulangan kata, pemotongan kata, dan kata pinjaman. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian deskripsi. Penelitian ini mengunakan tiga ranah dalam mengumpulkan data yang meliputi ranah keluarga, ranah tetangga, dan ranah pertemanan. Data didapatkan dengan menggunakan empat tehnik yang meliputi observasi, interview, rekaman, dan elisitasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat enam proses morfologi dalam dialect Bahasa Bali yang diucapkan oleh penduduk di Kedisan Kelod. Morfologi proses meliputi afixasi, kata majemuk, pengulangan kata, pemotongan kata, dan kata pinjaman. Penelitian ini menemukan tiga proses afiksasi meliputi awalan, akhiran, awalan – akhiran. Affiksasi ini mengalami dua proses yakni proses derivasi dan proses infleksi. Terdapat 3 awalan derivasi me-}, {a-}, dan {ng-}, dua akhiran derivasi {-ang} dan{-in}, dan awalan – akhiran derivasi {pe-an}. Disamping itu juga, terdapat empat awalan infleksi {me-}, {ke-}, {N-}, dan{ng-}, empat akhiran infleksi {-ne}, {-e}, {-ang}, dan {-an}, dan satu awalan – akhiran infleksi {ke-an}. Penelitian ini juga menemukan dua jenis pengulangan kata yaitu pengulangan kata persis dan pengulangan kata ablaunt. Disamping itu, ditemukan juga kata majemuk, pemotongan kata, dan kata pinjaman.Kata Kunci : Proses morfologi, afiksasi, kata majemuk, pengulangan kata, pemotongan kata, dan kata pinjaman. This study aimed at analyzing a morphological process on Balinese dialect of Kedisan which covered affixation, compounding, reduplication, clipping, and borrowing. The subjects of this study was Kedisan villagers especially in Banjar Kedisan Kelod. This study is a descriptive qualitative research. In this case, three domains are used in collecting the data which covered family domain, neighbor domain, and friendship domain. The obtained data were collected based on four techniques, namely observation, interviewing, recording, and elicitation. The results of this study show that there were five kinds of morphological process on Balinese Dialect of Kedisan. The morphological processes are affixation, compounding, reduplication, clipping, and borrowing. There were three kinds of affixation found in Balinese dialect of Kedisan. Those are prefixes, suffixes, and circumfixes. These affixes have two roles called derivational affixes and inflectional affixes. There were three derivational prefixes {me-}, {a-}, and {ng-}, two derivational suffix {-ang} and{-in}, and one derivational circumfix {pe-an}. In addition, there were four inflectional prefixes {me-}, {ke-}, {N-}, and {ng-}, four inflectional suffixes {-ne}, {-e}, {-ang}, and {-an}, and one inflectional circumfix {ke-an}. Reduplication includes exact reduplication and ablaut reduplication. There are some words found as compound word, clipping, and borrowing. Key words: Morphological process, affixation, compounding, reduplication, clipping, borrowing keyword : Morphological process, affixation, compounding, reduplication, clipping, borrowing
AN ANALYSIS OF ERRORS IN THE USE OF GRAMMATICAL COHESIVE DEVICES BY THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 SERIRIT IN THEIR NARRATIVE WRITING ., I Gusti Agung Putu Samiasri; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12173

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perangkat kohesif gramatikal yang digunakan oleh siswa dalam teks naratif, kesalahan dan sumber kesalahan dalam perangkat kohesif gramatikal yang dilakukan oleh siswa dalam teks naratif mereka di SMP Negeri 1 Seririt. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Ada 30 tulisan naratif yang ditulis oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seririt, yang dianalisis dengan menggunakan teori dari Halliday dan Hasan (1976). Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teori Halliday dan Hasan tentang perangkat kohesif gramatikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 738 item kohesif gramatikal yang digunakan oleh siswa. Referensi adalah item yang paling dominan digunakan oleh siswa, dan diikuti oleh penggunaan kata penghubung dan elipsis. Penggunaan substitusi tidak ditemukan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada 69 kesalahan yang diidentifikasi pada tulisan siswa tersebut termasuk kesalahan penggunaan referensi dengan 43 kejadian (62,31%) dan kata penghubung dengan 26 kejadian (37,68%). Sumber kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah factor interlingual dan factor intralingual.Kata Kunci : perangkat kohesif gramatikal, penulisan naratif, kesalahan, sumber kesalahan The aim of this study was to find out the grammatical cohesive devices used by the students in their narrative texts, the errors and the sources of error in grammatical cohesive devices committed by the students in their narrative texts in SMP Negeri 1 Seririt. This study was a descriptive qualitative study. There were 30 narrative writings written by the eighth grade students of SMP Negeri 1 Seririt, which were analyzed using the theory from Halliday and Hasan (1976). The data obtained were analyzed qualitatively by using Halliday and Hasan’s theory of grammatical cohesive devices. The result of this study showed that there were 738 grammatical cohesive items used by the students. The reference was the most predominant item used by the students, and it was followed by the use of conjunction and ellipsis. The use of substitution was not found. The result also showed that there were 69 errors identified in those students’ writings including errors on the use of reference with 43 occurences (62.31%) and conjunction with 26 occurences (37.68%). The sources of error found in this study were interlingual transfer and intralingual transfer.keyword : grammatical cohesive devices, narrative writing, errors, source of errors
AN ANALYSIS OF AUTHENTIC MATERIALS USED BY SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS IN SINGARAJA ., Yogi Mahendra; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.965 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15065

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2017 dengan melibatkan tiga orang guru bahasa Inggris di tiga sekolah menengah atas dan kanjuruhan di Singaraja. Penelitian ini dilakukan di tiga kelas. Penelitian ini terkait dengan jenis materi autentik yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris dan implementasi materi autentik tersebut dalam proses belajar mengajar di kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu tentang jenis materi autentik yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris di Singaraja dan implementasi materi autentik tersebut di kelas. Data diambil dari semua elemen proses belajar mengajar antara guru dan siswa, dan pendukung laiinya yaitu beberapa buku dan rpp. Penilitian ini menggunakan metode deskriptif yang menggunakan wawancara, dokumentasi dan obsrvasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang tidak mencakup perhitungan dan langkah-langkah statistik. Hasil dari pelitian ini yaitu ada tiga macam materi autentik yang digunakan oleh guru yaitu cartoon movie, brochure, dan short animated video. Dalam penelitian ditemukan bahwa penggunaan materi autentik sangat efektif dalam proses belajar – mengajar serta mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Kata Kunci : autentik material, Guru Bahasa Inggris This study was conducted on October 2017 by involving three English teachers at three Senior High School in Singaraja. This research was observed in three classrooms. The research focuses on the kind of authentic materials used by English teachers and the implementation of authentic materials in teaching and learning process. The purpose of this research is to identify kinds of authentic materials used by English teachers and the implementation of authentic materials in teaching and learning process. The data are taken from all elements of teaching-learning process committed by the teacher and the students and other sources such as books, and lesson plan. The method of collecting data is descriptive method by employing interview, documentation and observation. This research is descriptive research which does not include any calculation or statistic procedure. The result of the research is there are three kinds of authentic material used by the teacher that is cartoon movie, brochure, and short animated video. This research also found that the use of authentic material is very effective in teaching and learning process and able to increase students' motivation in learning English.keyword : Authentic Materials, English teacher
AN ANALYSIS OF AMBIGUITY IN ONLINE RECIPES ., Kadek Eddy Prasetyawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.216 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13390

Abstract

Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisa jenis kata yang ambigu secara leksikal, jenis kata yang ambigu secara rujukannya, dan jenis kalimat atau frase yang ambigu secara struktural yang terdapat di resep online http://www.bonappetit.com. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan ambigu yang dominan yang muncul pada resep online. Subjek dari penelitian ini adalah 20 resep yang terbit pada edisi bulan Januari 2017 sampai Mei 2017. Instrument penelitian ini terdiri dari peneliti dan buku catatan. Data di kumpulkan melalui studi kepustakaan. Data dianalisa menurut ambiguity theory oleh Kriedler (1998). Kemudian peneliti menampilkan hasil analisis dalam bentuk data diskripsi dan presentase. Hasil dari analisis mengungkapkan bahwa terdapat 34 kata dan frase yang ambigu yang terdiri atas 9 ambigu leksikal (26,47%), 2 ambigu rujukan (5,88%), dan 23 ambigu struktural (67,64%). Ambigu struktural muncul sebagai jenis ambigu yang paling dominan dalam resep online http://www.bonappetit.com.Kata Kunci : ambiguitas, ambigu leksikal, ambigu rujukan, ambigu struktural This was qualitative research design which aimed at analyzing the types of ambiguity namely lexical ambiguity, referential ambiguity and syntactic ambiguity that occurred on the online recipes at http://www.bonappetit.com. Besides, the current study also identified the most dominant ambiguity that was found on the online recipes at http://www.bonappetit.com. The subjects of the study were 20 online recipes within five months editions from January 2017 until May 2017. The instruments of the study were the researcher and note. The data were collected by applying the documentary method. The data analysis was conducted by using ambiguity theory proposed by Kriedler (1998). The data were presented by data description and percentage. The result of the study shows that there are 34 total occurrences of ambiguity. The lexical ambiguity occurs 9 times (26,47%). Then, the referential ambiguity occurs 2 times (5,88%). Moreover, the syntactic ambiguity occurs 23 times (67,64%). It obviously shows that syntactic ambiguity is the most dominant ambiguity on the online recipes at http://www.bonappetit.com.keyword : ambiguity, lexical ambiguity, referential ambiguity, syntactic ambiguity
AN ANALYSIS OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS' WRITING DEFICIENCY AT SMP NEGERI 5 MELAYA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Kadek Nelly Yuniartini; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12228

Abstract

This study aimed at analyzing (1) the deficiencies which are found in the students’ writing different text genres and (2) the causes of deficiencies found in the students’ writing different text genres of grade VIII Negeri 5 Melaya in academic year 2016/2017. The instrument used for data collection were writing task, rubrics and interview guideline. The methods of data collection were analyzing students’ writing task and interview. The result of the study showed that most of students’ writing descriptive and recount text contained of grammatical and mechanics deficiency. The causes of students’ writing deficiency that were mostly found such as minimum knowledge of how to write a good paragraph, lack of feedback from the teacher, confusion in choosing verb tense and students’ carelessness of punctuation in writing text. Kata Kunci : Descriptive text, Recount Text, and Writing Deficiency. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) kekurangan yang ditemukan pada penulisan teks berbeda genre dan (2) penyebab kekurangan yang ditemukan pada penulisan teks berbeda genre siswa kelas VIII Negeri 5 Melaya pada tahun akademik 2016/2017. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah penulisan tugas, rubrik dan pedoman wawancara. Metode pengumpulan data menganalisis tugas dan wawancara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tulisan teks deskriptif dan recount siswa mengandung kekurangan gramatikal dan mekanika. Penyebab kekurangan menulis siswa yang banyak ditemukan seperti pengetahuan minimal tentang bagaimana menulis paragraf yang baik, kurangnya umpan balik dari guru, kebingungan dalam memilih kata kerja dan kecerobohan siswa dalam penulisan tanda baca pada teks.keyword : Teks Deskriptif, Teks Recount, dan Kekurangan Penulisan.

Page 9 of 18 | Total Record : 180