cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
A STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF ROLE PLAY TECHNIQUE IN TEACHING SPEAKING TO THE EIGHTH GRADERS OF SMP NEGERI 1 SUKASADA ., Ni Kadek Yuli Widyastuti; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknik role play dan mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh seorang guru bahasa Inggris dalam menerapkan teknik role play dalam pengajaran berbicara. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A yang berjumlah 33 siswa di SMP dan seorang guru bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif yang dilakukan dalam empat pertemuan, tiga pertemuan digunakan untuk mengamati teknik role play dan tes, dan satu pertemuan selanjutnya digunakan untuk wawancara dan kuesioner. Data diperoleh dengan menggunakan 5 jenis instrumen: lembar observasi, rekaman video, tes, wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa role play adalah teknik yang relevan dalam pengajaran berbicara. Skor posttest adalah 79,27 dan ini meunjukkan hasil yang baik. Hasil wawancara menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi oleh guru: 1) 10% siswa memiliki kemampuan yang berbeda. 2) Guru mendapat masalah dalam memberikan topik yang sesuai kepada siswa. 3) 10% siswa malu dan takut dalam berbahasa Inggris. 4) 5% siswa memiliki latar belakang pendidikan berbeda. 5) 5% siswa tidak memiliki motivasi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. 70% siswa yang memiliki kemampuan berbicara bahasa Inggris. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 53,7% berpendapat sangat setuju dengan profesionalisme guru menggunakan tehnik role play dalam pengajaran berbicara dan 62,1% menunjukkan bahwa siswa sangat menyukai pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan teknik role play. Dapat disimpulkan bahwa role play adalah suatu tehnik yang relevan dalam pengajaran berbicara. Namun, guru masih menemui beberapa masalah dalam pengimplementasian tehnik role play. Kata Kunci : teknik role play, berbicara This study aimed at analyzing the implementation of role play technique and identifying the problems encountered by an English teacher in implementing role play technique in teaching speaking. The subjects of this research were 33 eighth grade students of class A of SMP Negeri 1 Sukasada and an English teacher. This study was an evaluative study which was conducted in four meetings, three meetings were used to observe a role play technique and test and one meeting was used for administering interview and questionnaire. The data were obtained by using 5 kinds of instruments: an observation sheet, video recorder, a test, an interview guide and a questionnaire. The result of this study showed that role play is relevant technique in teaching speaking. The score of posttest was 79.27 and this was in good level. The result of interview guide showed that the problems faced by the teacher: 1) 10% students had different ability. 2) The teacher got problem in giving appropriate topic to their students. 3) 10% students were shy and afraid to speak English. 4) 5% students had different educational background. 5) 5% students had low motivation to improve their English speaking. The students who had the ability of speaking English are 70%. The result of questionnaire indicated that 53.7% strongly agreed of teacher performance during teaching and learning process and 62.1% students like learning English by using role play technique. It can be concluded that role play was relevant implement in teaching speaking. However, the teacher still encountered some problems in implementing it. keyword : role play technique, speaking
READING MOTIVATION AND THE STUDENTS’ READING COMPETENCY BASED ON THE 2013 CURRICULUM IN THE SENIOR HIGH SCHOOL ., Ketut Lediani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18805

Abstract

Tujuan penelitian dari penelitian ini difokuskan pada motivasi membaca siswa dan profil deskriptif kompetensi membaca serta hubungan antara dua variabel di SMAN 3 Singaraja. Desain penelitian penelitian ini adalah metodologi kuantitatif korelasional. Dua instrumen diberikan untuk mengukur motivasi membaca siswa dan kemampuan membaca mereka pada teks-teks bahasa Inggris tertulis. Dua instrumen terdiri dari angket motivasi membaca dan tes kompetensi membaca. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumeni. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah deskriptif dan Koefisien Korelasi Product Moment dari Pearson. Temuan penelitian menunjukkan bahwa motivasi membaca siswa dan kompetensi membaca masing-masing dikategorikan baik dan tinggi. Temuan penelitian menyiratkan bahwa pentingnya mengembangkan motivasi membaca sebagai kegiatan belajar sehari-hari di rumah dan / di sekolah akan meningkatkan kompetensi membaca pada saat yang tepat. Kata Kunci : Kata kunci: koefisien korelasi, kompetensi membaca, motivasi membaca The research objectives of this study were focused on the students’ reading motivation and reading competency descriptive profiles as well as the relationships between the two variables in SMAN 3 Singaraja. This research design of this study was a correlational quantitative methodology. Two instruments were administered to measure the students’ reading motivation and their reading competency on the written English texts. The two instruments consisted of reading motivation questionnaire and reading competency test. The data were gathered using these two instruments. The obtained data were analyzed using descriptive measures and Pearson’s Product Moment Correlation Coefficient. The research findings showed that the students’ reading motivation and reading competency were categorized as good and high respectively. The research findings imply that the importance of developing reading motivation as a day-to-day learning activities at home and/at school will enhance reading competency in due times. keyword : Keywords: correlation coefficient, reading competency, reading motivation
THE EFFECT OF COMPUTER-ASSISTED HIDDEN OBJECT GAME ON VOCABULARY MASTERY OF STUDENTS IN SMP N 3 SUKASADA ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., I Gede Widiarsa; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.803 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menguasai vocabulary Bahasa Inggris siswa kelas VII yang diajar dengan Computer-Assisted Hidden Object game. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian diperoleh dengan cara cluster random sampling dan diperoleh kelas VII B di SMP Negeri 3 Sukasada sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII C di SMP Negeri 3 Sukasada sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan Computer-Assisted Hidden Object game, sedangkan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test dalam bentuk tes pilihan ganda. Penelitian experimen ini mengimplementasikan desain penelitian post-test only control group. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa di kelas eksperimen mampu menunjukkan hasil yang lebih baik daripada kelompok siswa kelas control. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil t-test dimana nilai tobs adalah 3.3883, sedangkan nilai tcv adalah 1.677 (tobs > tcv). Hal ini berarti bahwa penggunaan Computer Assisted Hidden Object game mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada kemampuan menguasai vocabulary Bahasa Inggris pada siswa kelas VII SMP. Kata Kunci : Computer Assisted Hidden Object game, game vocabulary, penguasaan vocabulary This study aimed to investigate whether or not there was a significant effect on the use of Computer Assisted Hidden Object game towards the seventh grade students’ vocabulary mastery. This study was a quasi-experimental study. The sample of this study was administered using cluster random sampling technique and concluded that VII B students as a experimental group while VII C students as a control group. The experimental group was taught by using Computer-Assisted Hidden Object game, while the control group was taught by using conventional strategy. The instrument used in this study was post-test in a form of multiple choice test. This experimental research implemented post-test only control group design. The obtained data were analyzed descriptively and inferentially. The result showed that the group of students in experimental group could perform a better result rather than the group of students in the control group. It could be proven from result of the t-test in which the tobs was 3.3883, meanwhile the tcv was 1.677 (tobs > tcv). It means that the use of Computer-Assisted Hidden Object game gives significant effect toward the seventh grade junior high school students’ English vocabulary mastery. keyword : Computer Assisted Hidden Object game, vocabulary game, vocabulary mastery
SPEECH ACTS ANALYSIS IN EFL AT THE JUNIOR HIGH SCHOOL ., Kadek Boy Satriawan; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18875

Abstract

Penelitian ini fokus pada menganalisis penggunaan tindak tutur yang dihasilkan oleh guru bahasa Inggris dan siswa kelas tujuh di Sekolah Menengah Pertama. Ada tiga pertanyaan yang difokuskan oleh peneliti, yaitu tindakan locutionary (tindakan verbal), ilokusi (niat), dan perlocutionary (respon) yang dihasilkan selama kegiatan pembelajaran EFL di SMP N 6 Singaraja. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Peserta penelitian ini adalah dua guru bahasa ingris dan siswa kelas tujuh SMP N 6 SIngaraja. Tindak tutur terjadi hampir setiap saat dalam kegiatan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui mengamati proses pembelajaran dengan merekam audio-video. Data dianalisis secara deskriptif dengan cara mengamati, mengklasifikasikan, dan menarik kesimpulan. Penelitian menemukan bahwa bahwa guru Bahasa Inggris dan para siswanya menggunakan tindak tutur dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari mereka di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur yang paling dominan terjadi pada pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris di kelas ini adalah tipe arahan, khusunya dalam bentuk meminta. Itu diguakan untuk memberikan perintah, intruksi, saran, permintaan dan informasi kepada siswa.Kata Kunci : Kata kunci: tindak tutur, lokusi, ilokusi, perlokusi, EFL This study focused on analyzing the used of speech acts produced by English teachers and seventh grade students of Junior High School. There were three question that focused by the researcher, the locutionary (the verbal acts), illocutionary (the intention), and perlocutionary (the response) acts produced during EFL learning activities at SMP N 6 Singaraja. The research design was descriptive qualitative. The participants of the study were two teachers and seventh grade students of SMP N 6 Singaraja. The speech act occurred almost in every moment in learning activities. The data were collected through observing the learning process by recording an audio-video. The data were analyzed descriptively by observing, classifying, and drawing the conclusion. It was found that English teachers and their students used speech act in daily learning activity in the classroom. the result of the study showed that the most dominant type of speech acts which occurred was directive act which in the form requesting. It was used to give command, instruction, suggestion, request and information to the students.keyword : Key words: speech acts, locutionary, illocutionary, perlocutionary, EFL.
CLASSROOM INTERACTION IN A BILINGUAL KINDERGARTEN: A CASE STUDY IN AURA SUKMA INSANI BILINGUAL KINDERGARTEN SINGARAJA ., Ida Bagus Gede Suaditya; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kategori dari interaksi kelas yang muncuk di kelas B1 di Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten Singaraja berdasarkan dari Flander Interaction Analysis Categories (FIAC) System, dan interaksi yang memberi dampak pada tingkah laku siswa. Subjek dari penelitian ini adalah seorang guru dan 33 siswa di kelas B1. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukan: (1) semua kategori dari interaksi kelas berdasarkan Flander Interaction Analysis Categories (FIAC) System muncul dalam proses pembelajaran, meliputi: accepting feeling sebanyak 9.6%, praising or encouraging sebanyak 3.5%, accepting ideas sebanyak 0.6%, asking questions sebanyak 12.3%, lecturing sebanyak 11,3%, giving directions sebanyak 11%, criticizing or justifying authority sebanyak 2%, students’ talk response sebanyak 45,6%, students’ talk initiation sebanyak 2.2%, and silence or confusion sebanyak 1,9%. (2) Interaksi antara guru dan siswa berjalan sangat aktif dan lancar. Melalui interaksi kelas, semua siswa memperoleh hasil pembelajaran yang baik dan bertingkah laku dengan sangat baik di setiap proses belajar.Kata Kunci : Interaksi Kelas, Taman kanak-kanak dua bahasa, pelajar anak-anak, Flander Interaction Analysis Categories (FIAC) System. This study aimed at finding the classroom interaction categories occurring in the B1 class at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten Singaraja based on Flander Interaction Analysis Categories (FIAC) System, and how the interaction give impacts to the students’ achievement and behavior. The subjects of the study were one teacher and 33 students in B1 class. This study was designed by using descriptive qualitative research. The result of the research shows that: (1) all categories of classroom interaction based on Flander Interaction Analysis Categories (FIAC) System exist during teaching and learning process. Those are accepting feeling was 9.6%, praising or encouraging was 3.5%, accepting ideas was 0.6%, asking questions was 12.3%, lecturing was 11.3%, giving directions was 11%, criticizing or justifying authority was 2%, students’ talk response was 45.6%, students’ talk initiation was 2.2%, and silence or confusion was 1.9%. (2) The interaction between teacher and students run very active and smoothly. Through the classroom interaction, all of the students get good achievement and they behave very well in every meeting.keyword : Classroom Interaction, Young Learners, Flander Interaction Analysis Categories (FIAC) System.
AN ANALYSIS OF SPEAKING FLUENCY LEVEL OF THE SIXTH SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH LANGUAGE EDUCATION DEPARTMENT IN GANESHA UNIVERSITY OF EDUCATION (UNDIKSHA) ., Hidayatul Mairi; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., UNDIKSHA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.272 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15176

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yang pertama ialah untuk mendeskripsikan kemampuan kefasihan mahamahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dalam berbicara dalam bahasa Inggris. Dan tujuan selanjutnya ialah untuk mengetahui faktor-faktor ketidak-fasihan yang mereka hadapi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat VI jurusan Pendidikan Bahasa Inggris pada tahun 2015 Fakultas Bahasa dan Kesenian, Universitas Pendidikan Ganesha. Sampel penelitian ini adalah 27 orang yang dipilih dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui dua instrumen, yaitu tes bicara dan kuesioner. Dalam tes berbicara, mahasiswa diberi lima topik untuk dipilih dan diminta untuk berbicara selama dua menit untuk kemudian direkam. Selain itu, dalam kuesioner yang digunakan ada 20 pertanyaan dengan 5 pilihan jawaban yang semua pertanyaan ini termasuk 5 penyebab utama ketidakpatuhan: tugas yang sulit, tidak fokus, kurang penekanan, kurangnya perencanaan dan persiapan, dan pengulangan tugas. Data penelitian berupa transkrip dari rekaman berbicara singkat dan jawaban mahasiswa terhadap kuesioner yang telah didistribusikan. Dari penelitian ini ditemukan bahwa kemampuan bahasa atau tingkat kefasihan dalam berbicara mahasiswa dalam berbahasa Inggris “baik” atau pada tingkat 3. Faktor penyebab ketidak-fasihan yang dihadapi mahasiswa meliputi tingkat kesulitan, aspek makna fokus, dan batas waktu pengerjaan aktivitas kefasihan berbicara. Kata Kunci : Kefasihan berbicara, tingkat kefasihan, ketidak-fasihan, factor ketidak-fasihan. The aim of this research was to describe speaking fluency of English Language Education Department students in speaking English, and to know the factors of disfluency faced by them. This research was designed by using descriptive qualitative research. The subjects of this research were the sixth-semester students of English Language Education Department 2015, Faculty of Language and Arts, Ganesha University of Education. The samples of this research were 27 students. The data were collected using two instruments namely speaking test and questionnaire. In the speaking test, students were given five topics to choose and they were asked to deliver a short talk for about 2 minutes that would be recorded. Meanwhile, in the questionnaire there were 20 questions with 5 optional answers in which all the questions included 5 aspects of the main causes of disfluency: the difficult task, not focused on the meaning, the absence of temp speaking pressure, the lack of planning and preparation and unrepeated task. The data of this research were the transcription of short talk recording and the students’ answers of questionnaire which have been distributed. This research found that students fluency in speaking English was good that was at level 3. The factors of disfluency faced by students those were level of difficulty, meaning-focused aspect, and time limit of work of speaking fluency.keyword : Speaking fluency, fluency level, disfluency, disfluency factor
AN ANALYSIS OF LANGUAGE LEARNING STRATEGIES USED BY THE 10th GRADE STUDENTS AT SMK NEGERI 2 SINGARAJA ., Nyoman Suci Triasih; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe strategi belajar siswa yang di gunakan oleh siswa laki-laki dan perempuan di kelas 10, dan alasan siswa menggunakan strategi pembelajaran bahasa dalam pembelajaran bahasa inggris. Analisis pada penelitian ini berdasarkan klasifikasi yang disarankan oleh Oxford (1990). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan observasi, SILL kuesioner versi 7.0 yang dikembangkan oleh Oxford (1990), dan wawancara sebagai metode pengambilan data. Subyek pada penelitian ini adalah kelas XAP3 yang terdiri dari tiga puluh lima siswa. Kuisioner diberikan kepada tiga puluh lima siswa dan data diproses dengan menggunakan SPSS untuk menemukan jumlah dan persentase pilihan siswa dalam setiap soal pada kuisioner. Oleh karena itu, ada dua metode digunakan oleh peneliti untuk menemukan tipe-tipe strategi pembelajaran bahasa yang digunakan oleh siswa seperti observasi dan kuisioner. Kemudian, hasil dari penelitian ini menunjukkan siswa di kelas XAP3 menggunakan semua tipe-tipe strategi pembelajaran bahasa tetapi strategi kognitif merupakan strategi yang paling sering dan diikuti oleh strategi sosial, afektif, kompensasi, memory, dan metakognitif. Disisi lain, berdasarkan hasil wawancara, ada beberapa faktor yang membuat siswa menggunakan strategi pembelajaran bahasa seperti gaya belajar, umur, sosial ekonomi, lingkungan, motivasi, waktu belajar dan latar belakang budaya. Kata Kunci : strategi pembelajaran bahasa, jenis kelamin, faktor dalam pemilihan strategi The aims of this study were to investigate the types of language learning strategies used by the 10th grade male and female students, and the reasons of the students used language learning strategy in English learning. The analysis was based on the classification framework suggested by Oxford (1990). This study was qualitative descriptive study which uses observation, SILL questionnaire version 7.0 which is developed by Oxford (1990), and interview as the methods of collecting the data. The subjects of this study were XAP3 class which consists of thirty five students. The questionnaires were administrated to thirty five students and the data were processed by using SPSS to found the number and percentage of students’ choice in each items of the questionnaire. Therefore, there were two methods used by the researcher to find the types of language learning strategies which were used by students like observation and questionnaire. Then, the result of this study showed students in XAP3 class used all types of language learning strategies but cognitive strategy as the most frequently strategy used, and followed by social, affective, compensation, memory, and metacognitive strategy. On the other hand, based on the result of interviews, there were several factors which make students used language learning strategies such as learning styles, age, social economic, environment, motivation, times of learning, and cultural background. keyword : language learning strategies, gender, factors in strategies choice
Affixation of Balinese Language Sembiran Dialect A descriptive Study ., NI LUH MIA ADNYANI; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis afiks dan proses morfologi yang ditemukan dalam dialek Sembiran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tiga contoh informan dipilih berdasarkan kriteria. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara. Beberapa instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu alat perekam, peneliti itu sendiri, panduan wawancara dan observasi. Ada empat proses dalam menganalisis data, diantaranya koleksi data, data reduction, data display dan conclusion drawing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 jenis afiks yang memiliki aturan penting dalam mengkonstruksi kata dalam dialek Sembiran. Ada empat jenis awalan yaitu {ke}, {n-}, {ma-}, dan {pati-}. Akhiran {-a}, {-an}, {-ang}, {-ȇ}, {-in}, {-nȇ} dan {-nya}. Confix {ma-an} dan {ma-ang}. Tidak ada infix ditemukan dalam dialek Sembiran. Imbuhan yang termasuk dalam proses turunan yaitu awalan {ma-} dan {n-}, { akhiran {-an}, {-ang}, {-in} dan confix {ma-an} yang termasuk dalam proses derivasi. Sementara itu, ada empat awalan, enam sufiks dan dua konfiks yang merupakan bagian dari proses infleksional dalam dialek Sembiran. Awalannya adalah {ke}, {ma-}, {n-} dan {pati-}, sufiksnya adalah {-a}, {-ang}, {-ȇ}, {-in}, {-nȇ}, {-nya}, dan konfigurasinya adalah {ma-an} dan {ma-ang}.Kata Kunci : Dialek Sembiran, Derivasi Morfologis, Infeksi Morfologis, Jenis-jenis afiks. The study aimed at describing the kinds of affixation and the morphological process are found in Sembiran dialect. This research is a descriptive qualitative research. There are three informant samples chosen based on a set of criteria. The obtained data are collected based on three techniques, namely: observation, recording, and interview techniques. The instruments used to collect the data are tape recorder, the researcher, interview guide and observation. There are four steps of analyzing the data, those are: data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verifying. The results of this study show that there are three kinds of affixes which have important rules in constructing the word in Sembiran dialect. Such as four kinds of prefix include {ke}, {n-}, {ma-}, and {pati-}. Suffix {-a}, {-an}, {-ang}, {-ȇ}, {-in}, {-nȇ}, and {-nya}. Confix {ma-}+{-an} and {ma-}+{-ang}. There is no infix found in Sembiran dialect. However the affixes which are belonged to derivational process such as prefix {ma-}, and {n-}, suffix {-an}, {-ang}, {-in} and confix {ma-an} which belong to a derivational process. Meanwhile, there are four prefixes, six suffixes and two confixes that belonged to an inflectional process in Sembiran dialect. The prefixes were {ke}, {ma-}, {n-} dan {pati-}, the suffixes were {-a}, {-ang}, {-ȇ}, {-in}, {-nȇ}, {-nya}, and the confixes were {ma-an} and {ma-ang}.keyword : The kinds of affixation, Sembiran dialect, Morphological derivational, Morphological Inflectional
DEVELOPING PROBLEM BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., I Gede Aan Somara Dyaksa; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.224 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah video instruksional pembelajaran berbasis masalah dengan buku manualnya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan. D & D yang mengadaptasi model Dick dan Carey adalah desain yang digunakan dalam peneletian ini. Dalam mengumpulkan data analisis kebutuhan, tiga guru SMA adalah subjeknya sedangkan dua dosen dari Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA adalah subjek dalam mengumpulkan data terkait dengan kualitas video yang dikembangkan. Objek penelitian ini adalah video pembelajaran berbasis masalah. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan Lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubric penilaian. Data dari penelitian ini dianalisis secara kualitatif and kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video yang dikembangkan mempunyai spesifikasi sebagai berikut; 1) format dari video adalah mp4 dan kualitasnya full HD 2) audio dari video berkualitas stereo dan spesifikasi dari buku manual adalah; 1) terdapat beberapa pertanyaan latihan untuk diskusi guru 2) terdapat langkah–langkah dari problem based learning model yang digunakan di video. Selanjutnya, rata-rata dari kedua ahli adalah 4.35. Itu berarti bahwa video instruksional ini termasuk dalam kategori baik dan dapat dilanjutkan ketahapan yang selanjutnya.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Pembelajaran Bahasa Inggris, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Berpusat padaSiswa, Video Instruksional This present study was aimed atdeveloping and describing the features of the problem-based learning instructional video with its manual book based on the needs analysis conducted and describingthe features as well as the quality of the video. D&D Method adapted from Dick and Carey (2001) was the research design used in this study. In gathering needs analysis data, three senior high school English teachers were the subject of the study meanwhile two college university lecturers of English Education Department UNDIKSHA were the subject in collecting the data about the quality of the product developed. The object of the study was Problem-based learning instructional video. The data were collected by using observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric, and were analyzed qualitatively and quantitatively. The results of the study indicated that the video developed has the following specifications; 1) the video is full HD in mp4 format and 2) the audio is stereo. While the specifications of the manual book are 1) there are several questions of teacher training discussion and 2) it shows the steps of problem based learning model used in video. Furthermore, it was also shown that the quality of the video with its manual book is categorized as good with a mean of 4.35 out of the maximum score 5.0. As far as the result of the expert judgment is concerned, it could be said that the D&D process could convincingly be continued to the next phases. keyword : Curriculum 2013, English Language Teaching (ELT), Instructional Video, Problem-based Learning, Students-centered Instruction (SCI)
THE ANALYSIS OF PARENTS’ INVOLVEMENT TOWARD STUDENTS’ ENGLISH LITERACY AT SMA LABORATORIUM UNDIKSHA ., Luh Gede Ayu Devitasari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlibatan orang tua terhadap literasi Bahasa Inggris siswa, persepsi orang tua tentang perlibatan orang tua dan tantangan yang dihadapi oleh guru saat mengimplimentasikan program ini di SMA Laboratorium UNDIKSHA. Penelitian ini menggunakan desain embedded mixed method yang mencangkup data kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif adalah data utama dan kuantitatif adalah data yang mendukung data pertama. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara dan kuesioner. Sampel dari penelitian ini dipilih melalu teknik purposive sampling dan diperoleh 11 orang yang berkaitan langsung dengan program keterlibatan orang tua, yaitu kepala sekolah, enam komite dan empat guru Bahasa Inggris. Data kualitatif dianalisis menggunakan teori Mile’s and Huberman, sedangkan data kualitatif menggunakan penghitungan Microsoft Excel. Hasil yang didapat dari data kualitatif menunjukan ada tiga belas program yang berkaitan dengan perlibatan orang tua, yaitu seminar, pelatihan orang tua, rapat orang tua, surat, rapot, majalah sekolah, sukarelawan kelas, pekerjaan rumah, program penilaian tugas, penentuan komite sekolah, program sosial, studi lapangan dan undangan alumni. Beberapa kendala juga ditemukan saat melakukan program ini. Selanjutnya, berdasarkan hasil kuesioner, dapat disimpulkan bahwa program perlibatan oang tua memberikan manfaat dan mereka setuju dengan program tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini, dsarankan untuk mengimplementasikan program perlibatan orang tua di sekolah.Kata Kunci : perlibatan orang tua, literasi Bahasa Inggris siswa This study aimed at analysis the parents’ involvement implemented toward students’ English literacy, parents’ perception about parents’ involvement and the challenges faced by the teachers in conducting parents’ involvement at SMA Laboratorium UNDIKSHA. This study used embedded mixed method design which included qualitative and quantitative data. Qualitative was the main data of the study, while quantitative was supportive data. The instruments used in this study were interview guidelines and questionnaires. The samples were 11 participants that directly involved in parents’ involvement program which includes headmaster, six committees and four English teachers. Purposive sampling technique was used in choosing the samples. The qualitative data were analyzed by Mile’s and Huberman data analysis and Microsoft Excel calculation for quantitative data. The result of qualitative data shows that SMA Laboratorium implemented several programs related to the parents involvement, namely seminar, parents’ training, parents’ conference, letter, rapport, school’s magazine, classroom volunteer, homework, task scoring program, involving parents in deciding school’s committee, social program, field study and inviting alumni. Several challenges were found in conducting these programs. The result of the questionnaires show that parents’ involvement programs give useful benefit for parents. From the result of the study, it is recommended to implement parents’ involvement programs at senior high school.keyword : parents’ involvement, students’ English literacy