cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
TEACHING ENGLISH VOCABULARY BY USING PUPPET TO THE FOURTH GRADERS OF SD INSAN MANDIRI AMLAPURA ., Ni Wayan Widiasih; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.10959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengajaran kosakata bahasa Inggris dengan menggunakan boneka kepada siswa sekolah dasar. Pengajaran kosakata bahasa Inggris dianalisis dari (1) cara guru mengajar kosakata bahasa Inggris dengan menggunakan boneka, dan (2) cara guru menilai prestasi siswa. Penelitian ini merupakan studi kasus kualitatif yang menganalisis fenomena pengajaran kosakata bahasa Inggris dengan menggunakan boneka oleh guru di SD Insan Mandiri Amlapura. Subjek penelitian ini adalah seorang guru SD Insan Mandiri Amlapura. Data dikumpulkan melalui observasi, analisis dokumen, dan wawancara. Berdasarkan temuan pada penelitian tersebut, diperoleh data sebagai berikut (1) guru mengajarkan kosakata bahasa Inggris kepada siswa dengan menggunakan suara yang berbeda untuk setiap wayang dan dapat membuat siswa termotivasi untuk belajar, (2) guru menilai prestasi siswa melalui penilaian secara holistik yang meliputi dua bagian yaitu: tertulis (tugas yang diberikan selama proses pembelajaran di ruang kelas, dan pekerjaan rumah), dan lisan (berbicara) siswa disuruh kedepan kelas untuk berdialog bersama temannya. Dapat disimpulkan bahwa guru SD Insan Mandiri Amlapura dapat menggunakan boneka untuk mengajarkan kosa kata bahasa Inggris kepada siswa untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan pembelajaran yang menarik, dan menyenangkan. Sehingga siswa mudah memahami materi yang sampaikan.Kata Kunci : Boneka, kosa kata bahasa inggris, siswa. This research aimed at studying the teaching of English vocabulary by using puppet to elementary school students. The teaching of English vocabulary was analyzed from (1) the way the teacher teaches English vocabulary using puppet, and (2) the way the teacher assess the students’ achievement. This study was a qualitative case study which analyzed the phenomenon of teaching English vocabulary by using puppets by the teacher in SD Insan Mandiri Amlapura. The subject of this study was one teacher of SD Insan Mandiri Amlapura. The data were collected through observation, document analysis, and interview. Based on the findings of the study, the following data were obtained (1) the teacher taught students English vocabulary using different voice for each puppets, and can make students 'learning motivation (2) the teacher assesses the students’ achievement through a holistic assessment which covered two parts namely: written (assignment given during the learning process in the class room, and home work) and oral (speaking) the student came front of the class to dialogued with his friends. It can be concluded that the teachers of SD Insan Mandiri Amlapura can use puppets to teach English vocabulary to students to improve students' learning motivation with interesting, fun and enjoyable learning. So that students easily understand the material conveyed.keyword : Puppet, English vocabulary, young learners.
THE EFFECT OF ICT-BASED INTERACTIVE GAME ON FOURTH-GRADE STUDENTS' ENGLISH ACHIEVEMENT ., I Wayan Agus Budiarta; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12489

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ICT-based interactive game memberikan pengaruh yang signifikan pada prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas empat di gugus IV kecamatan Sukasada. Penelitian ini merupakan penelitian semu yang menggunakan post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah 174 siswa dari delapan sekolah dasar di gugus IV kecamatan Sukasada. Sampel dalam penelitian ini adalah 23 siswa dari SDN 3 Sukasada dan 23 siswa dari SDN 4 Sukasada yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil dari uji hipotesis (independent t-test) menunjukkan bahwa to=2,838>tcv = 2,015 dan nilai signifikasi dari data adalah 0,007 lebih rendah dari α = 0,05. Dapat dibuktikan bahwa ICT-based interactive game memberikan pengaruh yang signifikan pada prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas empat. Kesimpulannya, ICT-based interactive game merupakan media pembelajaran yang efektif. Kata Kunci : prestasi siswa, ICT-based interactive game, pelajar usia dini The aim of this study was to justify whether ICT-based interactive game gave the significant effect on fourth grade students’ English achievement in cluster four in Sukasada district. It was a quasi-experimental research which used post-test only control group design. The population of this study was 174 students from eight elementary schools in cluster four in Sukasada district. The samples of this study were 23 students from SDN 3 Sukasada and 23 students from SDN 4 Sukasada which were selected by using cluster random sampling technique. The data were analyzed quantitatively by using descriptive and inferential statistics analysis. The result of hypothesis testing (independent t-test) shows that to=2.838>tcv = 2.015 and the significance value of the data was 0.007 lower than α = 0.05. It can be proved that ICT-based interactive game gives a significant effect towards students’ English achievement. In conclusion, ICT-based interactive game is an effective teaching media.keyword : English achievement, ICT-based interactive game, young learners
DEVELOPING BILINGUAL STORYBOOKS AS SUPPLEMENTARY MATERIALS FOR TEACHING ENGLISH VOCABULARY FOR ELEMENTARY STUDENTS GRADE 4 AT SDN 6 BANYUNING ., Gusti Ayu Yulia Andarini; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan bilingual storybooks sebagai materi tambahan untuk mengajar kosa kata bahasa Inggris untuk kelas 4 SDN 6 Banyuning, dan (2) menganalisis kualitas dari pengembangan bilingual storybooks. Desain penelitian ini mengadaptasi dari model Dick dan Carey (2001). Prosedur yang digunakan adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran, menganalisis pembelajaran, menganalisis pelajar dan konteks, menulis tujuan kinerja, mengembangkan instrumen penilaian, mengembangkan desain produk, mengembangkan produk, melaksanakan penilaian formative dan merevisi produk. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas 4 yang berjumlah 23 orang, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui lembar observasi, panduan wawancara, kuisioner dan rubrik. Bilingual storybooks dikembangkan berdasarkan 5 tema, sehingga, terdapat 5 buah prototype produk di akhir penelitian ini. Bilingual storybooks dikembangkan dalam format small book (A5) dengan full-text translation. Validasi dari uji ahli menentukan bahwa pengembangan bilingual storybooks sebagai kategori yang baik. Sedangkan dari penilaian pengguna, buku dikategorikan sangat baik. Analisis dari kuisioner siswa menyatakan bahwa buku mudah untuk dibaca dan memotivasi mereka untuk belajar. Sehingga, bilingual storybooks cocok digunakan sebagai materi tambahan untuk mengajar kosa kata bahasa Inggris bagi siswa kelas IV di SDN 6 Banyuning. Kata Kunci : bilingual storybooks, mengajar kosa kata, pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak This study aimed at (1) developing bilingual storybooks as supplementary materials for teaching English vocabulary for Grade 4 SDN 6 Banyuning, and (2) analyze the quality of bilingual storybooks developed. This research was R & D (research and development) which adapted from Dick and Carey model (2001). The procedures used namely, identifying instructional goals, conducting instructional analysis, analyzing learner and context, writing performance objective, developing assessment instrument, developing design product, developing the product, conducting formative evaluation and revise the product. The subject of this research was 23 students comprising 14 males and 9 females. The data of this research were obtained by using observation sheet, interview guide, questionnaire and rubric. There were 5 prototype products which were developed based on 5 themes in the end of this research. Bilingual storybooks were developed in the form of small book (A5) and presented with full-text translation. Expert judge’s validation found that developed bilingual storybooks were in a good category. Meanwhile, from the user judges, the books were categorized into very good category. The analysis of students questionnaire reveals that the books were easy to read and motivating to learn. Thus, the bilingual storybooks were proper to be used as supplementary materials for teaching vocabulary for fourth Grade students at SDN 6 Banyuning. keyword : bilingual storybooks, teaching vocabulary, teaching English for young learners
THE ANALYSIS OF AFFIXATION IN BALINESE TIYINGTALI DIALECT: DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL MORPHEME ., Ni Putu Anggie Orchidiani; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.071 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14959

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran pada dialek Tiyingtali BTD) yang termasuk derivasi dan infleksi. Dua narasumber dari BTD dipilih berdasarkan ruang lingkup: keluarga, kekerabatan, dan tetangga. Data dikumpulkan berdasarkan dua teknik, yaitu: observasi dan wawancara. Beberapa instrument yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu: peneliti sendiri, Daftar kosakata swadesh and nothofer daftar kata. Ada tiga proses dalam menganalisa data, yaitu: data reduction, data display and drawing conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan pada BTD. Awalan itu adalah: {mә-}and {n-} dan ada tiga jenis akhiran yang ditemukan dalam dialek Tiyingtali . Akhiran itu adalah : {­ᴧŋ}, {­mә}, and {­nә}. Selain itu, ada dua awalan yang mengalami derivasi yaitu {mә-} and {n-} dan ada dua macam akhiran ditemukan pada dialek Tiyingtali yang diklasifikasikan sebagai akhiran derivatif. Akhiran itu adalah : {­ᴧŋ} and {­In}. Sementara itu, awalan yang mengalami infleksi adalah {n-} dan akhiran yang mengalami infleksi adalah {­ᴧŋ}{­In}{­nә}Kata Kunci : morfem derivasi, morfem infleksional, Tiyingtali Dialek (TD) This descriptive qualitative research aimed at describing the prefixes and suffixes in Balinese Tiyingtali Dialect which belong to derivational and inflectional morphemes. Two informants sample of BTD were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on two techniques, namely: observation and interview (listening and noting). The results of the study showed that there were six types of prefix found in Tiyingtali dialect. Those prefixes are: {mә-} and {n-}. Also there were three types of suffixes found existing in Tiyingtali dialect. Those suffixes are: {-ᴧŋ}, {-In}, and {-nә}. Moreover, there are two prefixes belong to derivational prefix, they are: {mә-} and {n-}. There were two kinds of suffixes found in TD that classified as derivational suffix. They are: {-ᴧŋ} and {-In}. Meanwhile, inflectional prefixes are {n-} and inflectional suffixes are {ᴧŋ-}, {In-}, {nә-}.keyword : derivational morpheme, inflectional morpheme, Tiyingtali Dialect (TD)
THE EFFECT OF ICT-BASED INTERACTIVE GAME ON STUDENTS’ ENGLISH ACHIEVEMENT OF THE FOURTH GRADE OF PRIMARY SCHOOL CLUSTER 5 IN SUKASADA DISTRICT ., I Gde Panji Naraswara; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas empat sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment yang mengimplementasikan desain penelitian ¬post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas empat sekolah dasar di kluster V kecamatan Sukasada. Penelitian ini menggunakan cluster random sampling untuk menentukan sampel pada penelitian ini. Hasil dari melaksanakan teknik tersebut yakni sample pada penelitian ini adalah 24 siswa kelas empat SD Negeri 2 Panji dan 24 siswa kelas empat SD Negeri 4 Panji. Independent sample t-test dilaksanakan guna memastikan kesetaraan dari dua gup tersebut. Maka dari itu, SD Negeri 2 Panji ditentukan sebagai grup eksperiment dan SD Negeri 4 Panji sebagai grup control. Perlakuan diberikan pada kedua grup yang mana grup eksperimen dibelajarkan menggunakan permainan interaktif berbasis ICT. Sedangkan grup control dibelajarkan dengan menggunakan media conventional. Pada akhir dari perlakuan, post-test dilaksanakan kepada kedua grup. Hasil dari post-test dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan mengaplikasikan independent sample t-test. Sesuai dengan hasil dari statistik deskriptif, hal tersebut membuktikan bahwa siswa yang berada dalam grup eksperimen mampu meraih pencapaian yang lebih baik daripada siswa yang berada dalam grup control. Selain itu, hasil dari statistik inferensial memperlihatkan bahwa berdasarkan hasil dari t-test yang mana tobs lebih besar daripada tcv. Hal ini berarti bahwa penggunaan permainan interaktif berbasis ICT mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas empat sekolah dasar pada kluster 5 di kecamatan Sukasada, kabupaten Buleleng pada tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : prestasi bahasa Inggris, permainan interaktif berbasis ICT, pebelajar anak-anak This research purposed to investigate whether or not there was a significant effect on the use of ICT-based interactive game on students’ English achievement of the fourth grade of primary school. This was quasi-experimental research implemented post-test only control group design. The population of this research was all the fourth grade of primary school in cluster 5 in Sukasada district. This research administered cluster random sampling to determine the sample of this research. As the result of administering cluster random sampling, the sample of this study was 24 students of fourth grade students in SD Negeri 2 Panji and 24 students of fourth grade in SD Negeri 4 Panji. The independent sample t-test as part of the preliminary research administered to examine the equality of both groups. Therefore, SD Negeri 2 Panji became the experimental group and SD Negeri 4 Panji as the control group. The treatment was given to both group in which the experimental group treated by using ICT-based interactive game. Meanwhile, the control group was treated by using conventional teaching media. At the end of the treatment, the post-test was administered to both groups. The result of the post-test was analyzed using descriptive and inferential statistics by applying independent sample t-test. Based on the result of the descriptive analysis, the result revealed that the students in experimental group could gain better achievement than the students in control group. Moreover, the result of inferential analysis shows that the result of the independent sample t-test which tobs was higher than tcv. It means that the use of ICT-based interactive game contributes significant effect to students’ English achievement of fourth grade of primary school cluster 5 in Sukasada district, Buleleng regency in academic year 2016/2017.keyword : English achievement, ICT-based interactive game, young learners
AN ANALYSIS OF JARGON USED BY RECEPTIONISTS IN FRONT OFFICE AT VILLA SEMANA RESORT AND SPA UBUD ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan bentuk-bentuk linguistik, makna, dan fungsi jargon yang digunakan oleh resepsionis di kantor depan di Villa Semana Resort and Spa Ubud. Jargon yang digunakan oleh resepsionis dianalisis masing-masing dengan menggunakan teori Allan & Burridge (2006) yang didukung oleh teori Yule's (2006), dan teori Chaer & Agustina (2010). Penelitian ini dilakukan dengan metode qulitatif. Jargon kantor depan diselidiki dalam bentuk lisan dan tulisan mereka. Subjek penelitian ini adalah resepsionis di departemen front office di Villa Semana Resort and Spa Ubud. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Studi ini menemukan bahwa 186 jenis jargon digunakan oleh resepsionis di kantor depan. Ditemukan bahwa jargon dalam bentuk frase kata benda dengan jumlah total 60 item (32,3%), kata benda 40 item (21,6%), singkatan 29 item (15,6%), kata kerja 13 item (7%), pinjaman 12 item (6,5%), afiksasi 8 item (4,3%), kata sifat 6 item (3.2%), kliping 4 item (2,2%), akronim 3 item (1,6%), koin 3 item (1,6%), frase preposisi 3 item (1,6%), konversi 2 item (1%), frase kata 2 item (1%), dan pencampuran 1 item (0,5%). Arti dari 186 jargon diidentifikasi dengan menyelidiki makna teknis. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa ada dua fungsi jargon. Pertama, menyediakan bahasa spesialis teknis untuk membuat komunikasi lebih efisien. Kedua, hal itu mendorong solidaritas kelompok. Kata Kunci : jargon, resepsionis, departemen front office, vila semana resort dan spa ubud This study aimed at identifying and describing the linguistic forms, the meanings, and the functions of jargons used by receptionists in front office department at Villa Semana Resort and Spa Ubud. The jargons used by the receptionists were analyzed respectively using Allan & Burridge’s (2006) theory which is supported by Yule’s (2006) theory, and Chaer & Agustina’s (2010) theory. This study was conducted in qulitative method. The front office jargons were investigated in their spoken and written forms. The subjects of this study were receptionists of the front office department at Villa Semana Resort and Spa Ubud. The methods of data collection were observation, interview, and documentation. This study found that 186 types of jargon were used by receptionists in front office department. It was found that the jargons were in the form of noun phrase with the total number of 60 items (32.3%), noun 40 items (21.6%), abbreviation 29 items (15.6%), verb 13 items (7%), borrowing 12 items (6.5%), affixation 8 items (4.3%), adjective 6 items (3.2%), clipping 4 items (2.2%), acronym 3 items (1.6%), coinage 3 items (1.6%), preposition phrase 3 items (1.6%), conversion 2 items (1%), verb phrase 2 items (1%), and blending 1 item (0.5%). The meanings of 186 jargons were identified by investigating technical meaning. Besides, this study found that there were two functions of the jargons. First, it provides a technical specialist language to make communication more efficient. Second , it encourages group solidarity.keyword : jargon, receptionist, front office department, villa semana resort and spa ubud
THE PHONOLOGICAL SYTEM OF BALINESE LANGUAGE OF KUTUH DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Komang Evayanti; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.871 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15052

Abstract

Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kualitatif yang menggambarkan sistem fonologi Kutuh dialek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah fonem dan distribusinya. Penelitian ini hanya berfokus pada fonem segmental dalam Kutuh Dialek. Ada tiga informan yang dipilih berdasarkan satu set kriteria. Data dikumpulkan berdasarkan tiga daftar kosakata, yaitu: Swadesh, Nothofer, dan Holle. Tiga teknik digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu observasi, rekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kutuh dialek memiliki 50 fonem dan tidak semua fonem memiliki distribusi lengkap (awal, tengah, posisi akhir). Fonem dapat diklasifikasikan menjadi: enam vokal; ʌ /, / i /, u /, / e /, / o /, / ə /, sebelas diftong; / ʌi /, / iʌ /, / ʌu /, / uʌ /, /uə /, / ʌə /, / ʌɛ /, / ʌɔ /, / ui /, / iu /, / iə /, lima geminate vokal; / ʌʌ /, / ʊʊ /, / ɔɔ /, / ɪɪ /, / əə /, sembilan belas konsonan; / p /, / b /, / t /, / m /, / d /, / g /, / h /, / c /, / r /, / s /, / n /, / y /, / j /, / w /, / ʔ /, / k /, / l /, / ŋ /, / ñ /, dan sembilan konsonan cluster; / kr /, / pr /, / br /, bl /, / kl /, / tl /, / ml /, / sl / dan / pl /.Kata Kunci : kualitatif, fonem, sistem fonologis, dialek This study was designed in form of descriptive qualitative that described Kutuh Balinese phonological system. This study aimed at describing the number of phonemes and their distributions. This study focused only on the segmental phonemes in Kutuh Dialect (KD). There were three informants chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three word lists, namely: Swadesh’, Nothofer’s, and Holle’s. Three techniques were used to collect the data, namely observation, recording, and interview technique (listening and note-taking). As the result of this study, it shows that Kutuh Dialect has 50 phonemes and not all of phonemes have complete distribution(initial, middle, final position). The phonemes could be classified into: six vowels; ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ə/, eleven diphthongs; /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /uə/, /ʌə/, /ʌɛ/, /ʌɔ/, /ui/, /iu/,/iə/, five geminate vowels; /ʌʌ/, /ʊʊ/, /ɔɔ/, /ɪɪ/, /əə/, nineteen consonants; /p/,/b/, /t/, /m/, /d/, /g/, /h/, /c/, /r/, /s/, /n/ ,/y/, /j/, /w/, /ʔ/, /k/, /l/, /ŋ/, /ñ/, and nine consonant clusters; /kr/, /pr/, /br/, /bl/, /kl/, /tl/, /ml/, /sl/ and /pl/. keyword : qualitative, phoneme, phonological system, dialect
Developing E-Learning Based English Materials for Teaching the Tenth Grade Students of Light Vehicle Department at SMK N Bali Mandara ., Dwi Putri Widiantari Ni Made; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi materi Bahasa Inggris berbasis e-learning yang dibutuhkan oleh siswa kelas sepuluh jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK N Bali Mandara; (2) mengidentifikasi desain dari materi Bahasa Inggris berbasis e-learning untuk siswa kelas sepuluh jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK N Bali Mandara; (3) mengukur kualitas materi Bahasa Inggris berbasis e-learning untuk siswa kelas sepuluh jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK N Bali Mandara. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada desain penelitian dan pengembangan (R&D) oleh Lee dan Owens (2004). Data penelitian dikumpulkan melalui analisis dokumen, angket dan uji ahli. Hasil data dari analisis dokumen dan angket dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, data dari uji ahli dianalisis secara kuantitatif dengan formula dari Candiasa (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas sepuluh jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK N Bali Mandara masih diajarkan dengan materi Bahasa Inggris umum, dan siswa membutuhkan pengembangan materi Bahasa Inggris yang sesuai dengan jurusannya; (2) desain materi Bahasa Inggris berbasis e-learning untuk siswa kelas sepuluh jurusan Teknik Kendaraan Ringan berdasarkan standar kompetensi yang harus dicapai siswa; (3) materi Bahasa Inggris berbasis e-learning untuk siswa kelas sepuluh jurusan Teknik Kendaraan Ringan dikategorikan sebagai materi yang berkualitas sangat baik berdasarkan hasil uji ahli.Kata Kunci : R & D, e-learning, materi Bahasa Inggris This study aimed at: (1) identifying e-learning based English materials which were needed by the tenth grade students of Light Vehicle Department at SMK N Bali Mandara; (2) identifying the design of the e-learning based English materials for the tenth grade students of Light Vehicle Department at SMK N Bali Mandara; (3) measuring the quality of the e-learning based English materials for the tenth grade students of Light Vehicle Department at SMK N Bali Mandara. This study applied Research and Development designed by Lee and Owens (2004). The data of the study were collected through document analysis, questionnaire, and expert judge. The results of the data from the document analysis and questionnaire were analyzed descriptively; the data from expert judge was analyzed quantitatively by using a formula proposed by Candiasa (2010). The result of the study showed that (1) the tenth grade students of Light vehicle Department at SMK N Bali Mandara were still taught using general English and the students needed English materials which were developed in accordance with their expertise program; (2) the design of the e-learning based English materials for the tenth grade students of Light Vehicle Department was developed based on the basic competencies; (3) the e-learning based English materials for the tenth grade students of Light Vehicle Department was categorized as very good material based on the result of expert judgment.keyword : R&D, e-learning, English material
THE EFFECT OF DIGITAL FLASHCARD ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF THE FOURTH GRADE STUDENTS AT SD NEGERI 1 & 2 PAKET AGUNG IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Putu Kusumawati; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13322

Abstract

THE EFFECT OF DIGITAL FLASHCARD ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF THE FOURTH GRADE STUDENTS AT SD NEGERI 1 & 2 PAKET AGUNG IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 Oleh Putu Kusumawati, NIM 1312021225 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Ganesha, ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh signifikan media digital flashcard pada pembelajaran Vocabulary terhadap siswa kelas 4 di SD Negeri 1 & 2 Paket Agung dalam tahun akademik 2016/2017. Desain dari penelitian ini menggunakan Post test only control group dari model Quasi Experimental Research. Adapun populasi dari penelitian ini melibatkan siswa SD Negeri 1 & 2 Paket Agung. Selain itu sampel dari penelitian tersebut terdiri dari 38 siswa kelas 4 di SD Negeri Paket Agung sementara SD Negeri 2 Paket Agung terdiri dari 40 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dari penelitian tersebut dianalisis dengan menggunakan descriptive and inferential statistical analysis. Berdasarkan hasil perhitungan hipotesis (independent t-test) menunjukkan bahwa hasil dari tobs = 3754>tcv = 2.000 sementara nilai signifikan data tersebut adalah .000 yang nilainya lebih rendah dari ɑ = 0.05. Hasil analisis data tersebut mengindikasikan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media Digital Flashcard terhadap penguasaan kosakata. Kata Kunci : Anak-anak, Kosakata, Media Digital Flashcard THE EFFECT OF DIGITAL FLASHCARD ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF THE FOURTH GRADE STUDENTS AT SD NEGERI 1 & 2 PAKET AGUNG IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 by Putu Kusumawati, NIM 1312021225 English Education Department, Ganesha University of Education, ABSTRACT The aim of this study was to investigate the significance effect of digital flashcard media on the vocabulary mastery of the fourth grade students at SD Negeri 1 & 2 Paket Agung in the academic year 2016/2017. The design of this study used post test only control group of quasi experimental research. Therefore the population of this study was SD Negeri 1 & 2 Paket Agung. The samples of this study were 38 students of fourth grade in SD Negeri 1 Paket Agung and 40 students of fourth grades in SD Negeri 2 Paket Agung selected by using simple random sampling technique. The data were analysed by using descriptive and inferential statistical analysis. The result of the hypothesis testing (independent t-test) showed that the tobs = 3754>tcv = 2.000 and the significance value of the data was .000 lower than ɑ = 0.05. It indicated that there is a significance effect of digital flashcard towards students’ vocabulary mastery. keyword : Digital flashcard media, Vocabulary mastery, Young learners
ROSE AS A SYMBOL OF KNOWLEDGE IN BURNS' A RED, RED ROSE, O'REILLY'S A WHITE ROSE AND HERRICK'S HOW ROSES CAME RED ., Ni Ketut Ayu Diah Oktariani; ., Dr. Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd, M.Hu; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna kata “rose” pada tiga jenis puisi yang berjudul “A Red, Red Rose”, “A White Rose” dan “How Roses Came Red”. Makna kata “rose” pada tiga puisi tersebut disampaikan melalui figurative languages dan tone. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah textual analysis. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa makna kata “rose” pada tiga puisi tersebut adalah pengetahuan. Selain itu, ketiga puisi ini menyampaikan hal yang sama, yaitu antusiasme. Antusiasme merupakan hal yang sangat penting dalam mencapai sebuah pengetahuan. Antusiasme berperan sebagai usaha yang dilakukan oleh speaker dalam mendapatkan sebuah pengetahuan. Dalam prosesnya, speaker juga menghadapi beberapa hambatan. Semua hambatan tersebut hanya mampu dilewati dengan memiliki antusiasme. Tanpa adanya antusiasme maka sangatlah mustahil untuk bisa mendpatkan pengetahuan. Pengetahuan yang dimaksud adalah puisi. Puisi merupakan salah satu subjek yang mampu menyampaikan pengetahuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan adalah hal yang indah, manis, abadi dan antusias. Kata Kunci : rose, symbol, puisi The purpose of this study was to identify the meaning of rose in three poems entitled “A Red, Red Rose”, “A White Rose” and “How Roses Came Red”. This study used textual analysis as the method for analyzing the meaning of rose in three poems as delivered through figurative languages and tone at each poem. The result of analysis showed the meaning of rose was knowledge. Furthermore, these poems also delivered the same point. It was passion. Passion was highly needed to get the knowledge. The passion acted as the effort of the speaker to have the knowledge. The passion directed the speaker to do something. It helped the speaker to get the knowledge easier. In the process of getting the knowledge, the speaker found some obstacles. All the obstacles could only be passed by having the passion. Without having passion, it was impossible for getting the knowledge. The knowledge meant in this study was poetry. Poetry was one of the subjects which delivered the knowledge. This study showed the knowledge was very beautiful, sweet, eternal and passion. keyword : rose, symbol, poetry

Page 3 of 28 | Total Record : 271