cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
AN ANALYSIS OF INSTRUCTIONAL MEDIA USED BY THE ENGLISH TEACHER IN RELATION TO STUDENTS’ LEARNING INTEREST AND MOTIVATION IN SMP LABORATORIUM UNDIKSHA ., Ida Bagus Made Ari Dwitya Senjaya; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.262 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15069

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menyelidiki jenis media pembelajaran yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam kaitannya dengan minat dan motivasi siswa, dan masalah yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris dalam menggunakan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif (Sandelowski, 2000) dan data dikumpulkan dengan observasi, kuesioner, dan wawancara untuk mendapatkan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris menggunakan enam jenis media pembelajaran, seperti (1) Slides power point, (2) Real Object, (3) Motion Picture (Video), (4) Menggambar, (5) Peta, dan (6) Internet. Penggunaan media pembelajaran memiliki hubungan dengan respon siswa pada minat dan motivasi belajar mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa persentase minat siswa adalah positif (78, 5%) dan motivasi siswa positif (85, 6%) untuk belajar menggunakan media pembelajaran. Ada masalah umum yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris dalam menggunakan media pembelajaran yaitu pemeliharaan alat yang digunakan untuk membantu guru bahasa Inggris untuk menunjukkan media pembelajaran.Kata Kunci : Media pembelaran, minat, motivasi. This study intends to investigate the types of instructional media used by the English teacher in relation to the students’ interest and motivation, and the problems encountered by the English teacher in using instructional media. This study used descriptive qualitative design (Sandelowski, 2000) and the data were collected from observations, a questionnaire, and an interview to obtain the data. The result of this study showed that the English teacher used six types of instructional media, such as (1) Slides of power point, (2) Real Object, (3) Motion Picture (Video), (4) Drawing, (5) Map, and (6) Internet. The used of instructional media had a relation to the students’ responses on their learning interest and motivation. The result showed that the percentage of the students’ interest was positive (78.5%) and the students’ motivation was positive (85.6%) to study using instructional media. There was a general problem encountered by the English teacher in using instructional media that is the maintenance of the tool that is used to help the English teacher to show the instructional media.keyword : Instructional media, interest, motivation.
An Analysis of Communication Strategies Used in the Ngidih Procession of Wedding Ceremony in Galungan Village: A Sociolinguistic Study ., Gusti Komang Dewi Tirtayani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis strategi komunikasi yang digunakan oleh Prajuru (kepala desa, kepala desa adat, dan delegasi pengantin pria) di prosesi Ngidih pada upacara pernikahan di desa Galungan, (2) mendeskripsikan bentuk strategi komunikasi yang digunakan oleh Prajuru, (3) menjelaskan motif dari Prajuru dalam menerapkan strategi komunikasi selama prosesi Ngidih dalam upacara pernikahan di desa Galungan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dimana data tersebut dijelaskan secara deskriptif. Subjek penelitian ini adalah tiga orang yang terlibat dalam prosesi Ngidih dalam upacara pernikahan di desa Galungan. Ditemukan bahwa ada lima macam strategi komunikasi yang digunakan oleh prajuru, yaitu, turn taking behavior, fillers, questioning, repetition, and paralinguistic behavior. Ada lima puluh sembilan bentuk strategi komunikasi yang ditemukan di tiga prosesi Ngidih dari upacara pernikahan di desa Galungan. Motif mereka dari penggunaan strategi komunikasi adalah untuk menekankan makna, untuk menghindari kesalahpahaman, dan untuk membuat komunikasi berjalan lancar.Kata Kunci : komunikasi, strategi komunikasi, pernikahan This research aimed at (1) describing the kinds of communication strategies used by the Prajuru (the head of the village, the head culture and tradition of the village, and the groom’s delegation) in Ngidih procession of wedding ceremony in Galungan village, (2) describing the forms of communication strategies used by the Prajuru, (3) describing the motives of the Prajuru in applying the communication strategies during Ngidih procession of wedding ceremony in Galungan village. This study was a qualitative study in which the data was described descriptively. The subject of this study was three people who were involved in Ngidih procession of wedding ceremony in Galungan village. It was found that there are five kinds of communication strategies used by the Prajuru, namely, turn taking behavior, fillers, questioning, repetition, and paralinguistic behavior. There are fifty nine forms of communication strategies found in the three Ngidih procession of wedding ceremony in Galungan village. Their motives of the use of communication strategies are to emphasize the meaning, to avoid misunderstanding, to make the communication run smoothly.keyword : communication, communication strategy, wedding
INVESTIGATING LEARNING MATERIALS AND STRATEGIES FOR TEACHING LISTENING FOR THE SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMPN 2 SAWAN ., Ni Komang Dina Kristina Dewi; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.204 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bahan ajar dan strategi pengajaran untuk mendengarkan siswa kelas tujuh SMPN 2 Sawan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk menyelidiki materi pembelajaran dan strategi untuk siswa kelas tujuh. Data dikumpulkan dengan mengamati, mewawancarai guru bahasa Inggris, dan dokumentasi untuk mengambil foto materi pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajar mendengarkan dan aktivitas siswa selama kelas berlangsung. Pada akhir pendataan, ditemukan bahwa (1) ada 3 jenis materi pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk pengajaran mendengarkan di SMPN 2 Sawan, yaitu gambar, buku, dan lembar kerja. (2) Ada beberapa strategi yang diterapkan pada bagian pendengaran yang digunakan oleh guru, yaitu: pengelompokan, pengaplikasian gambar, pengulangan, penerjemahan, pencatatan, peringkasan, perhatian, aking pertanyaan dan kerja sama dengan orang lain.Kata Kunci : Bahan Belajar, Strategi Mendengarkan This study aimed at investigating learning materials and strategies for teaching listening for the seventh-grade students at SMPN 2 Sawan. The present study used descriptive qualitative research design to investigate the learning materials and strategies for the seventh-grade students. The data were collected by observing, interviewing the English teacher, and documentation for taking photos of learning material used by the teacher in teaching listening and the activity of the students during the class. By the end of data collection, it is found that (1) there are 3 kinds of learning material used by the teacher for teaching listening at SMPN 2 Sawan, namely picture, book, and worksheet. (2) There are several strategies that implemented in listening part used by the teacher, namely: grouping, applying image, repeating, translating, note-taking, summarizing, paying attention, aking question and cooperating with others.keyword : Learning Material, Strategies for Teaching Listening
AN ANALYSIS OF THE PHONOLOGICAL AND LEXICAL CHANGES FROM TIGAWASA DIALECT TO DENCARIK DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Komang Bramawan; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan fonologis dan leksikal dialek Tigawasa ke Dencarik. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan 3 informan dari masing masing dialek, yang dibagi atas satu orang ditunjuk sebagai informan utama, sedangkan 2 orang ditunjuk sebagai informan pendamping Data diperoleh dengan mengunakan 4 teknik, yaitu: peneliti, observasi, rekaman, dan daftar kata Swadesh dan Nothofer. Dialek di desa Tigawasa dan Dencarik unik karena situasi dan kondisi desa tersebut. Hasil menunjukkan bahwa 4 kata apocope, 4 kata syncope, 10 suku kata (haplology), 3 kata epenthesis, 3 kata prothesis, 3 kata paragoge, dan 48 kata termasuk kategori perubahan bunyi abnormal. Perubahan leksikal yang terdapat dari dialek Tigawasa ke dialek Dencarik dapat dikategorikan sebagai berikut: 10 kata termasuk penyalinan leksikal, 10 kata termasuk kata yang sudah punah, 4 kata yang di kompres, dan 4 kata yang dicampur.Kata Kunci : dialek, perubahan fonologi, perubahan leksikal This study aimed at describing the phonological and lexical changes from Tigawasa to Dencarik dialect. This research was a descriptive qualitative research. In this study, there were three informants selected for each dialect, One person was appointed as the main informant, where as two others were appointed as the secondary informants. The obtained data were collected by using these techniques, namely: the researcher, observation, recording, and Swadesh’s and Nothofer’s wordlist. The results of the data analysis show that there were four words which were categorized as deletion in the final word position (apocope), four words as deletion in the middle word position (syncope), ten words were as deletion of syllable in the word (haplology), three words as addition in the middle word position (epenthesis), three words were as addition in the initial word position (prothesis), three words were as addition in the final word position (paragoge), forty eight words as abnormal sound change. The lexical changes which occur from Tigawasa dialect to Dencarik dialect were categorized as follows: ten words were categorized as lexical copying, ten words were as lost words, four words were as compressions (initials) and four words were as blends.keyword : dialect, phonological changes, lexical changes
Affixation of Depaha dialect ., Ngurah Putra Bayu Krisna; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.213 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15111

Abstract

This study aimed at 1) describing inflectional and derivational prefixes and suffixes 2) determining prefixes and suffixes which belong to inflectional morpheme and 3) determining prefixes and suffixes which belong to derivational morpheme . This research was a descriptive qualitative research. The informant sample were chosen based on set criteria and one of the important criteria was the informant must belonged to the original people of Depaha village. The data were collected based on three instruments, namely: researcher as the main instruments, tape recorder and word list. The results of the study show that there are no prefix and three suffixes in Depaha dialect. The suffixes are {-nine}, {-an}and {-nane}. All suffixes were not change the part of speech which means all suffixes belonged to derivational morpheme. There was no indication of prefixes because some words Depaha dialect were influenced by another language. Kata Kunci : Depaha dialect, Affixation, Prefixes, Suffixes, Morpheme This study aimed at 1) describing inflectional and derivational prefixes and suffixes 2) determining prefixes and suffixes which belong to inflectional morpheme and 3) determining prefixes and suffixes which belong to derivational morpheme . This research was a descriptive qualitative research. The informant sample were chosen based on set criteria and one of the important criteria was the informant must belonged to the original people of Depaha village. The data were collected based on three instruments, namely: researcher as the main instruments, tape recorder and word list. The results of the study show that there are no prefix and three suffixes in Depaha dialect. The suffixes are {-nine}, {-an}and {-nane}. All suffixes were not change the part of speech which means all suffixes belonged to derivational morpheme. There was no indication of prefixes because some words Depaha dialect were influenced by another language. keyword : Depaha dialect, Affixation, Prefixes, Suffixes, Morpheme
AN ANALYSIS OF PIDGINIZED ENGLISH USED BY SELLERS IN TULAMBEN BEACH ., I Kadek Tubuh Aryana; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11447

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menganalisa karakteristik dan faktor yang menyebabkan Bahasa Inggris Pidgin yang digunakan oleh para pedagang di pantai Tulamben. Subyek penelitian ini adalah tujuh pedagang berusia antara 35-45 tahun. Instrumen yang digunakan berupa peneliti sendiri, alat perekam, lemba robservasi, dan daftar wawancara. Data yang terkumpul dianalisa berdasarkan langkah-langkahan alisa yang diajukan oleh Gale, dkk (2013). Analisa karakteristik Bahasa Pidgin di dasarkan pada teoriIsa, Halilu, & Ahmed (2015) dan Holmes (1992). Sedangkan analisa factor penyebab Bahasa Pidgin didasarkan pada teori Richard dan Schmidt (2002 dalam Setiyono, 2012). Penelitian ini menemukan bahwa Bahasa Inggris Pidgin di pantai Tulamben sudah memenuhi criteria untuk bias diangap sebagai Bahasa Pidgin dengan mempertimbangkan fungsi bahasa, struktur bahasa dan ucapan yang digunakan. Sedangkan factor penyebabnya di identifikasi ada tiga faktor, yaitu factor bahasa, ekonomi dan pendidikan. Berdasarkan temuan tersebut maka disarankan kepada Pemda Karangasem untuk menyediakan pendidikan informal kepada para pedagang tersebut untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka menjadi Bahasa Inggris standar. Kata Kunci : pantai Tulamben, pidgin This study was a descriptive qualitative study aimed at analysing the characteristics and factors creating Pidgin English used by sellers in Tulamben Beach. There are seven sellers aged 35 – 45 years old as the subjects of this study. The instruments of this study were the researcher, recorder, observation sheet, and interview guide. The collected data were analyzed based on the steps of data analysis proposed by Gale, et al (2013). The analysis of characteristics of Pidgin is based on the theory proposed by Isa, Halilu, & Ahmed (2015) and Holmes (1992). Meanwhile, the analysis of factors creating Pidgin is based on theory proposed by Richard and Schmidt (2002, in Setiyono, 2012). This study found that Pidgin in Tulamben Beach has fulfilled the criteria of being pidgin which were considered from its language function, structure and pronunciation. There were three factors creating Pidgin in Tulamben, namely language, economic, and educational factors. Related to these findings, it is suggested that the government of Karangasem Regency should provide the sellers informal education in order to improve their English to be Standard English. keyword : pidgin, Tulamben beach
TENTH GRADE STUDENTS’ PERCEPTION TOWARD MOBILE ASSISTED LANGUAGE LEARNING (MALL) IN LEARNING ENGLISH IN BULELENG REGENCY IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Putu Agus Widiana; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.064 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13459

Abstract

Perkembangan mobile technology telah mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia. Penggunaan mobile technology seperti smartphone dan tablet dalam pendidikan akan mengatasi masalah keterbatasan kesempatan dalam belajar bahasa Inggris di negara-negara dimana bahasa Inggris merupakan bahasa asing. Dengan menggunakan smartphone, siswa dapat mengakses informasi dan mengembangkan informasi tersebut kapanpun dan dimanapun serta membentuk komunitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas sepuluh terhadap penggunaan smartphone dalam belajar bahasa Inggris (Mobile Assisted Language Learning/MALL) dan membandingkan persepsi antara siswa yang mempunyai smartphone dengan siswa yang tidak memiliki smartphone di kabupaten Buleleng. 174 siswa di enam sekolah di kabupaten Buleleng digunakan sebagai sampel penelitian. Kuisioner di Unified Theory of Accept and Use Technology (UTAUT) dikembangkan dan digunakan sebagai instrument dalam mengumpulkan data. Persepsi siswa terhadap penggunaan smartphone dalam belajar bahasa Inggris di pengaruhi oleh tiga dimensi yaitu Performance Expectancy, Effort Expectancy, dan Social Influence. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa kelas sepuluh di kabupaten Buleleng mempunyai persepsi yang positif terhadapa penggunaan smartphone dalam belajar bahasa Inggis. Siswa yang mempunyai smartphone cendrung mempunyai persepsi yang lebih positif dari pada siswa yang tidak mempunyai gadget. Dalam penelitian ini, Performance Expectancy adalah factor yang paling kuat dalam menentukan persepsi siswa. Jadi dapat diimplikasikan bahwa pembelajaran bahasa Inggris harus lebih sering mengintegrasikan penggunaan smartphone untuk meningkatkan fungsi dari smartphone dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris. Kata Kunci : Persepsi, Mobile technology, m-learning, MALL, UTAUT. The characteristics of today’s mobile technology (Smartphone) which are wireless, personal, networking, and ubiquitous have influence every aspect of human life. Using mobile technology in learning would decrease learning English problems in EFL setting, including lack of opportunity to learn. By using Smartphone, the learners could access information and develop it across space and connected to the others. This study aimed at investigating tenth grades students’ perception toward Mobile Assisted Language Learning (MALL) in learning English and comparing the perception between the students who had mobile technology and the students who had no mobile technology in Buleleng regency. This study was quantitative research design which employed Cross-sectional survey as the method. The study involved 174 tenth grades students in six schools in Buleleng regency. The questionnaire on Unified Theory of Accept and Use Technology (UTAUT) was developed and used as instrument of collecting data in this study. The students’ perception toward MALL respected to three dimensions of UTAUT theory (Performance Expectancy, Effort Expectancy, and Social Influence). As the result, tenth grades students in Buleleng regency had positive perception toward MALL in learning English. Students who had mobile technology tend to have more positive perception rather than students who had no mobile technology. This study also confirmed that Performance Expectancy was the stronger factor of students’ perception on MALL in learning English. Thus, MALL should be integrated in learning English process since it is perceived to be useful in students’ performance in learning English. keyword : Perception, Mobile technology, m-learning, MALL, UTAUT.
REQUEST ACTS AMONG EFL STUDENTS AT SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KUTA UTARA ., Ni Made Dwi Puji Antari; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.982 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan jenis kalimat dan strategi tindak tutur permintaan lokusi dan perlokusi dari tindak tutur permintaan (request acts) diantara siswa pelajar bahasa inggris sebagai bahasa asing. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Atas di kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Data penelitian ini dikumpulkan dengan mengobservasi simulasi percakapan yang dilakukan siswa melalui bermain peran dengan lima situasi sosial yang berbeda. Data yang diperoleh dianalisis dideskripsikan dengan cara identifikasi, pengelompokan, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa lebih sering menggunakan kalimat pertanyaan untuk menyatakan permintaan daripada kalimat pernyataan dan perintah. Namun, siswa lebih sering menggunakan kalimat pernyataan untuk merespon permintaan. Strategi yang lebih dominan digunakan oleh siswa adalah query prepatory dan tidak ada satupun siswa menggunakan mild hint strategi dalam membuat kalimat permintaan. Selanjutnya, strategi tindak tutur permintaan perlokusi lebih didominasi oleh strategi penolakan, khususnya strategi penolakan tidak langsung. Penelitian ini dibatasi oleh simulasi percakapan melalui permainan peran yang mengacu pada lima situasi. Kata Kunci : tindak lokusi, tindak perlokusi, jenis kalimat, dan strategi This study was aimed at describing locutionary acts, perlocutionary acts ( sentence types/forms) and request strategies among the English as Foreign Language students. The research used a descriptive qualitative design. The subjects of this study were senior high school students in EFL class at Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kuta Utara.The data of this study were collected by observing simulated speech role play encounters under five different social situations.The collected data were analyzed descriptively through identifying and classifying locutionary acts, perlocutionary acts and request strategies and drawing a conclusion. The result of this study showed that the students more frequently used interrogative sentences than imperative and declarative sentences in performing a request act. On the other hand, they most frequently used declarative sentences in responding a request. The strategy that was dominantly used by the students was query preparatory and none of them used mild hint strategy in making the request. Finally, perlocutionary request act strategieswere dominated by refusal strategies, especially indirect strategy. This study was limited to the use of simulated role play encounters in five situations.keyword : locutionary acts, perlocutionary acts,sentences types (foms), and strategy.
Teachers' and Students' Perception on the Use of ICT Based Interactive Game in 4th Grade of Elementary School in Sukasada District in Academic Year 2016/2017 ., Luh Putu Yogi Indah Purnami; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti persepsi guru dan siswa kelas 4 sekolah dasar dalam menggunakan Permainan Interaktif berbasis ICT. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan survey sebagai metode penelitian. Populasi dari penelitian ini adalah enam guru Bahasa Inggris dan 179 siswa kelas 4 sekolah dasar di Gugus IV dan V di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, tahun ajaran 2016/2017. Sekolah yang digunakan antara lain SD Negeri 1 Sukasada, SD Negeri 2 Sukasada, SD Negeri 3 Sukasada, SD Negeri 1 Panji, SD Negeri 2 Panji, and SD Negeri 3 Sambangan. Penelitan ini menggunakan sampel jenuh untuk menentukan sampel penelitian, dimana seluruh populasi menjadi sampel dalam penelitian ini. Data diperoleh melalui penyebaran kuisioner yang diukur dengan 3-point Likert scale. Data yang diperoleh dari guru adalah persepsi guru dalam menggunakan Permainan Interaktif berbasis ICT sebagai media pembelajaran. Sementara itu, data yang diperoleh dari siswa berupa persepsi siswa dalam menggunakan Permainan Interaktif berbasis ICT dalam motivasi belajar siswa dan prestasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Hasil dari data yang diperoleh kemudian di analisis untuk mendapatkan persentase dari kuisioner. Temuan hasil analisis menunjukkan 99,17% guru setuju dengan penggunaan Permainan Interaktif berbasis ICT sebagai media pengajaran. Selanjutnya, 81,92% siswa setuju dengan penggunaan Permainan Interaktif berbasis ICT pada motivasi belajar siswa dan 79,17% pada prestasi belajar Bahasa Inggris siswa. Temuan ini berarti bahwa guru Bahasa Ingris dan siswa kelas 4 sekolah dasar di Gugus IV dan V di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, tahun ajaran 2016/2017memiliki persepsi positif terhadap penggunaan Permainan Interaktif berbasis ICT.Kata Kunci : motivasi belajar, permainan interaktif berbasis ICT, persepsi, prestasi belajar Bahasa Inggris The study aimed at investigating elementary school English teachers’ and 4th grade students’ perception on the use of ICT based Interactive Game. This was a quantitative research with survey as the research method. The population was six English teachers and 179 4th grade students from six elementary schools in cluster IV and V in Sukasada District, Buleleng Regency in academic year 2016/2017. The schools were SD Negeri 1 Sukasada, SD Negeri 2 Sukasada, SD Negeri 3 Sukasada, SD Negeri 1 Panji, SD Negeri 2 Panji, and SD Negeri 3 Sambangan. This research administered saturated sampling to determine the sample, in which all members of the population became the sample of the study. The data were collected by using questionnaire measured by 3-point Likert scale. The data collected from the English teachers were the teachers’ perception on the use of ICT based Interactive Game as teaching media. Meanwhile, the data collected from the students were students’ perception on the use of ICT based Interactive Game on their learning motivation and English learning achievement. The result of the derived data were analyzed by using Microsoft Office Excel in order to find the percentages and averages of each dimension of the questionnaires. The findings showed that 99.17% teachers agreed on the use of ICT based Interactive Game as teaching media. Furthermore, 81.92% students agreed on the use of ICT based Interactive Game on learning motivation and 79.17% on English learning achievement. It means that elementary school English teachers and 4th grade students in cluster IV and V in Sukasada District in academic year 2016/2017 had positive perception on the use of ICT based Interactive Game.keyword : English learning achievement, ICT based Interactive Game, learning motivation, perception
THE EFFECT OF DIARY WRITING METHOD ON STUDENTS' WRITING COMPETENCY IN RECOUNT TEXT ON THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 3 MANGGIS IN THE ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Ni Wayan Erarani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan dari penerapan metode menulis diari terhadap kompetensi menulis teks recount siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Manggis tahun ajaran 2017/2018.. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan posttest-only control group design. Sample penelitian ini adalah 36 orang siswa kelas VIII G yang digunakan sebagai kelompok kontrol dan 36 orang siswa kelas VIII F yang digunakan sebagai kelompok eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tulis. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 76.05, sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 68.13. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai dari thitung lebih besar dari nilai ttabel (4.895 > 1.994). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari metode menulis diari terhadap kompetensi menulis teks recount siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Manggis tahun ajaran 2017/2018. Kata Kunci : metode menulis diari, kompetensi menulis This research was aimed to investigate whether there was a significant effect of diary writing method on students’ writing competency in recount text on the eighth grade students of SMP Negeri 3 Manggis. The present study was an experimental research which used posttest-only control group design. The samples of this study were class VIII F and VIII G, where class VIII F consisted of 36 students as the experimental group and VIII G consisted of 36 students as the control group. The instrument used for collecting data in this study was writing test. The data were analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis. The result of the study showed that the mean score of the experimental group was 76.05, while the mean score of the control group was 68.13. The result of the hypothesis testing showed that the value of t – observed (tobs ) was higher than the value of t – critical value (tcv) (4.895 > 1.994). Based on the result, it can be concluded that there was a significant effect of diary writing method on students’ writing competency in recount text on the eighth grade students of SMP Negeri 3 Manggis in the academic year 2017/2018. keyword : diary writing method, writing competency

Page 9 of 28 | Total Record : 271