cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2013): May" : 337 Documents clear
English Teachers' Materials Development at SMA Negeri Bali Mandara in Academic Year 2014 / 2015 ., Luh Ade Budanadi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi materi dan pengembangan materi yang digunakan dan dikembangkan oleh guru – guru Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 2 guru Bahasa Inggris di SMA Negeri Bali Mandara. Pengambilan data dilakukan dengan 3 metode penelitian, yakni: observasi, interview, dan dokumen analisis. Peneliti menggunakan beberapa instrumen untuk pengambilan data, diantaranya adalah: Peneliti sebagai kunci instrument, buku catatan, beberapa pedoman pertanyaan, dokumen materi dan lembar observasi. Untuk mencari data, ada beberapa alat yang digunakan diantaranya adalah kamera dan perekam dari Assus Zenfone 5, perekam video dan laptop. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat 28 materi yang digunakan dan dikembangkan dari sumber internet oleh kedua guru Bahasa Inggris tersebut. Guru bahasa inggris 1 menggunakan dan mengembangkan 3 topik diantaranya adalah : News Item, teks eksposisi dan teks report. Sedangkan guru bahasa Inggris 2 menggunakan dan mengembangkan 3 topik, diantaranya adalah: Teks explanation, discussion dan teks review. Adapun materi – materi yang digunakan dan dikembangkan diantaranya adalah : beberapa teks dari internet, berita dari Jakarta post, berita yang diambil dari youtube, video – video, dan film. Materi – materi yang digunakan dan dikembangkan dari kedua guru tersebut menggunakan metode adopsi dan adaptasi. Adopsi materi dilakukan dengan mengambil materi – materi tersebut dari sumber internet dan dikembangkan dengan memberikan beberapa aktivitas. Sedangkan adaptasi dilakukan dengan cara menyederhanakan, menghapus, mengganti, menambahkan materi dari sumbernya. Ada beberapa alasan dari kedua guru tersebut mengembangkan materi – materi tersebut. Adopsi materi dilakukan karena materinya harus disesuaikan dengan pengembangan materi, keahlian yang diajarkan, tujuan pembelajaran dan kosa katanya. Sedangkan adaptasi dilakukan dengan tujuan untuk membuat materinya sesuai dengan alokasi waktu, keahlian yang diajarkan, tingkat kesulitan dari materinya, dan persamaan materi dari satu teks dengan teks lainnya, dan keaslian materi.alat yang digunakan diantaranya adalah kamera dan perekam dari Assus Zenfone 5, perekam video dan laptop. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat 28 materi yang digunakan dan dikembangkan dari sumber internet oleh kedua guru Bahasa Inggris tersebut. Guru yang mengajar bahasa Inggris kelas X yang mengambil mata pelajaran bahasa Inggris untuk kelas XI disebut Bahasa Inggris 4. Sedangkan siswa kelas XI yang mengambil mata pelajaran Bahasa Inggris kelas XII disebut Bahasa Inngris 6. Terdapat 3 topik yang digunakan dan dikembangkan untuk bahasa Inggris 4, diantaranya adalah : News Item, teks eksposisi dan teks report. Sedangkan Bahasa inggris juga memeiliki 3 topik yang digunakan dan dikembangkan, diantaranya adalah: Teks explanation, discussion dan teks review. Adapun materi – materi yang digunakan dan dikembangkan diantaranya adalah : beberapa teks dari internet, berita dari Jakarta post, berita dari diambil dari youtube, video – video, dan film. Materi – materi yang digunakan dan dikembangkan dari kedua guru tersebut menggunakan metode adopsi dan adaptasi. Adopsi materi dapat dilakukan dengan mengembangkan beberapa aktivitas dari materi tersebut. Sedangkan adaptasi dapat dilakukan dengan cara menyederhanakan, menghapus, mengganti, menambahkan, materi dari sumbernya. Ada beberapa alasan dari kedua guru tersebut mengembangkan materi – materi tersebut. Adopsi materi dilakukan karena materinya harus disesuaikan dengan pengembangan materi, keahlian yang diajarkan, tujuan pembelajaran dan kosa katanya. Sedangkan adaptasi dilakukan dengan tujuan untuk membuat materinya sesuai dengan alokasi waktu, keahlian yang diajarkan, tingkat kesulitan dari materinya, dan persamaan materi dari satu teks dengan teks lainnya, dan keaslian materi.Kata Kunci : materi, pengembangan materi. This study aimed at investigating the materials and the materials development which were used and developed by English teachers. This study used a qualitative research design. The subjects of the study were two English teachers at SMA Negeri Bali Mandara. The data were obtained by conducting three methods of data collection, they were: observation, interview, and the document analysis. The instruments whichwere used to help the researcher conducted the method of study, they were : the researcher as the key instrument, field note, questions guidelines, observation sheet, and the document study. The equipments used to obtain the data were: Assus Zenfone 5 camera and recorder, video recorder and laptop. From the result of study, the data showed that there were 28 different materials which were used and developed from the internet sources by both teachers. There were 3 topics that were used and developed by English Teacher 1 and 3 topics by English Teacher 2. The materials for English Teacher 1 were : News item, expositions text and report text. The materials for English Teacher 2 were: explanation, discussion and review text. The materials which were used and developed were: texts from the internet sources, news from Jakarta Post , news from Youtube, videos, and film. Those materials from both of the teachers were developed by adopting and adapting the materials. The adoption of the materials were taken from the internet sources and they were developed by giving some activities. However, the adaption of the materials were done by simplifying, deleting, replacing, and adding the materials from the source. There were some reasons that teachers have in order to develop those materials. The adoption of the materials were done because the teachers should make the materials appropriate with the activities developed, the skills that needed to be achieved, the purposes of the study and the vocabularies. Meanwhile the adaptation were done because the materials should be appropriate with the time allocation, the skills that had to be achieved, the level of difficulty of the materials, the similarities of the text with another text, and the authenticity of the materials. keyword : materials, materials development.
The Implementation of Audio Media Based On Scripted Songs upon the Fifth Grade Students' Competency in Primary Schools at Sub-Distric 1 Busungbiu, Buleleng in Academic Year 2014/2015 ., I Made Pasek Suwarbawa; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5377

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujan untuk menemukan efek signifikan dari pengimplementasian audio media berbasis lagu kreasi pada kemampuan kompetensi anak kelas 5 SD. Penelitian ini dilaksanakan pada Tahun ajaran 2014/2015 di Gugus 1 Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan adalah metode posttest only control group, dimana dihasil akhir akan membandingkan antara nilai sumatif siswa dengan nilai posttest siswa. Hasil analisis secara deskriptif dan inferential menunjukan bahwa nilai rata-rata dari kelas eksperiment menunjukan efek yang signifikan jika disbandingkan dengan kelas control dan dukung dengan hasil t-test yang sesuai. Hasil tersebut membuktikan bahwa pengimplementasian audio media berbasis lagu kreasi memberikan signifikan efek terhadap kompetensi siswa kelas 5 SD.Kata Kunci : audio media, kompetensi, lagu kreasi This experimental study aims at finding the significant effect of Audio Media based on Scripted Songs upon the fifth grade students’ competency in primary school at Sub-District 1 Busungbiu, Buleleng in academic year 2014/2015. The design of this study was post-test only control group design. The implementation of cluster random sampling technique administrated that SD N 1 Busungbiu as experimental group which was taught by using Audio Media based on Scripted Songs and SD N 3 Busungbiu as the control group which was taught by using conventional teaching technique .Both groups consisted of 22 students each. The results of data analysis show that the students who were taught by Audio Media based on Scripted Songs performed better than those who were taught by implementing conventional teaching technique. The mean score of experimental group was 82.9 and the control group was 70.28. It was proved by the results of t-test analysis shows that the tobs was 7.793. It was higher than the value of the tcv at 2.009 (α = 0.05). In conclusion, Audio Media based on Scripted Songs gave significant effect toward students’ English competencykeyword : audio media, competency, scripted songs
The Implementation of Problem-Based Learning in Teaching English in Aura Sukma Insani Kindergarten ., Kadek Kartika Suherma Yanthi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengimplementasian problem based learning dalam pengajaran Bahasa Inggris di TK Aura Sukma Insani yang menggunakan 5 tahapan pembelajaran seperti (1) mengidentifikasi masalah, (2) menggambarkan istilah yang berkaitan dengan masalah, (3) mengumpulkan strategi, (4) memilih strategi yang tepat, dan (5) melihat dampak dari strategi yang digunakan dalam memecahkan suatu permasalahan. Subjek daripenilitian ini adalah guru dan siswa kelas A1, A2, B1, dan B2. Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk observasi non-partisipan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap guru menggunakan rpp yang berbeda dalam mengajar disetiap kelasnya karena guru mengajarkan topik yang berbeda. Mereka memiliki wewenang untuk membuat rpp sendiri berdasarkan topik yang akan mereka ajar. Beberapa aktifitas sudah mengimplementasikan metode problem based learning untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar. Metode mpembelajaran Problem Based Learning yang diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris sangat efektif diterapkan di TK Aura Sukma Insani sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berfikir yang kritis dan siswa menjadi aktif serta mandiri dalam menerima ilmu dari guru selama proses pembelajaran berlangsung. Guru menilai siswa dari proses dan hasil yang telah dibuatnya dengan menggunakan penilaian secara holistik, dan memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif dan memiliki peningkatan dalam proses belajar. Penilaian yang diberikan dalam bentuk sertifikat dengan 14 katagori yang berbeda, cap, stiker, dan kertas yang digulung. Aura Sukma Insani menggunkan penilaian autektik yang terdiri dari penilaian penampilan dan penilaian portofolio.Kata Kunci : problem based learning, pembelajar bahasa inggris usia dini. This study aimed at finding the implementation of problem based learning in teaching English in Aura Sukma Insani Kindergarten which utilized 5 stages of teaching such as (1) identifying the problem, (2) defining terms, (3) exploring strategies, (4) acting on the strategy, and (5) looking at the effect. The subjects of the study were a teacher and students of A1, A2, B1, and B2 class. This study employed qualitative approach in the forms of nonparticipant observation. The result showed that every teacher used different lesson plan in teaching the students in every class because the teachers taught different topic. They had authority to arrange the lesson plan based on the material taught. Several activities were implemented using Problem Based Learning method (PBL) which increased the students’ activeness in learning. PBL learning method which was implemented in English learning was effectively conducted in Aura Sukma Insani Kindergarten so it could improve the students’ ability in thinking critically, participating actively and independently while following the teaching and learning process with the teachers. The teachers assessed the students by observing the process and final product by giving the score holistically, and the reward were given for those who were active and had improvement in the learning process. Those were in forms of certificate with 14 categories, stamp, sticker, and rolled paper. Aura Sukma Insani Kindergarten used authentic assessment in assessing the students’ achievement, such as: performance and portfolio assessment. keyword : problem based learning, young English learner
AFFIXATION OF GALUNGAN DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Ngurah Agung Riski Restuaji; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis prefix (awalan), suffix (akhiran) dan circumstance (awalan-akhiran), bagaimana imbuhan (affix) membentuk kata-kata dan jenis makna imbuhan (affix) apa yang terjadi pada Dialek Galungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dua sampel informan dari penutur Dialek Galungan dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan dua teknik, yaitu: observasi dan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat prefix (awalan), tiga suffix (akhiran), dan tiga circumstance (awalan-akhiran) pada Dialek Galungan. Adapun jenis awalannya (prefix) adalah {N-}, {ma-}, {pa-}, dan {ka-}. Jenis Akhiran (suffix) meliputi {-in}, {-ang}, dan {-ne}. Jenis awalan-akhiran (circumstance) yang terdapat pada dialek galungan adalah {N-in}, {N-ang}, dan {ma-an}. Prefix (awalan), suffix (akhiran), dan circumstance (awalan-akhiran) memiliki 21 jumlah makna. Adapaun diantaranya adalah: prefix (awalan) {N-} memiliki dua makna, {ma-} memiliki empat makna, {pa-} memiliki tiga makna, dan {ka-} memiliki dua makna. Suffix (akhiran): {-in} memiliki satu makna, {-ang} memiliki satu makna, dan {-ne} memiliki dua makna. Circumstance (awalan-akhiran): {N-in} memiliki tiga makna, {N-ang} memiliki satu makna, dan {ma-an} memiliki dua makna. Pada bab diskusi, juga dijelaskan tentang proses derivation (imbuhan yang mengubah kelas kata) dan inflection (imbuhan yang tidak mengubah kelas kata) serta proses morphophonemic dari Imbuhan (Affix).Kata Kunci : Dialek Galungan, imbuhan (affix), awalan (prefix), akhiran (suffix), awalan-akhiran (circumstance), derivation, inflection dan proses morphophonemic This study aimed at describing kinds of prefixes, suffixes and circumstances, how affixes construct the words and what kinds of affixation meaning occur in Galungan Dialect. This research is a descriptive qualitative research. Two informant samples of Galungan Dialect were chosen based on set criteria. The data were collected based on two techniques, namely: observation and interview technique. The results of the study show that there are four prefixes, three suffixes, and three circumstances existed in Galungan Dialect. The prefixes are {N-}, {ma-}, {pa-}, and {ka-}. The suffixes are {-in}, {-ang}, and {-ne}. The circumstance are {N-in}, {N-ang} and {ma-an}. Prefixes, suffixes, and circumstance have total 21 meanings. Prefixes: {N-} have two meanings, {ma-} have four meanings, {pa-} have three meanings, and {ka-} have two meanings. Suffixes: {-in} has one meaning, {-ang} has one meaning and {-ne} have two meanings. Circumstances: {N-in} have three meanings, {N-ang} has one meanings and {ma-an} have two meanings. On the discussion also talk about derivational and inflectional and also morphophonemic process of the affixes. keyword : Galungan dialect, Affixation, prefixes, suffixes, circumstances, derivational, inflectional, and Morphophonemic Process.
An Analysis of a Textbook Entitled “Step into the English World: A Character-Based English Textbook for Junior High School Grade VIII” Used in the Teaching English at the Eight Grade Students of SMP Negeri 2 Singaraja ., Wayan Cherrie Hana Melati; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5454

Abstract

Perubahan kurikulum di Indonesia memberi dampak yang signifikan pada sistem pendidikan serta pengembangan materi. Kurikulum 2013 yang mendasari perkembangan buku teks dalam pendidikan di Indonesia terlibat dalam polemik. Meski demikian terdapat banyak penelitian tentang pengembangan bahan ajar berdasarkan kurikulum ini, khususnya buku teks. Sebagai contoh, buku berjudul “Step into the English World: A Character-based Textbook for Junior High School Grade VIII” yang dikembangkan oleh seorang mahasiswa dari Universitas Pendidikan Ganesha berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini, sama halnya dengan penelitian sejenis terkait analisis buku teks bertujuan untuk mengetahui masalah yang guru dan siswa hadapi dalam pelaksanaan buku pelajaran, kualitas umum buku teks dan kesesuaiannya dengan penerapan kurikulum 2013. Penelitian ini menunjukkan bahwa buku teks yang berkualitas harus menekankan pada kelebihannya dan membatasi kekurangan berdasar teori Richards (2001). Selanjutnya, buku teks harus memenuhi kriteria buku teks yang baik untuk setiap aspek evaluasi yang tersaji pada checklist yang telah divalidasi oleh beberapa evaluator ahli. Temuan penelitian ini menentukan apakah buku teks yang dikembangkan berdasarkan kurikulum 2013 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap masalah pelaksanaan pada kurikulum ini. Hasil penelitian ini akan membawa beberapa kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia secara umum, dan khususnya dalam pengembangan buku teks berdasarkan kurikulum 2013.Kata Kunci : kurikulum 2013, analisis buku teks, kualitas buku teks, checklist The curriculum reform in Indonesia gave a significant effect on the education system as well as the material development. Although the latest change into the Curriculum 2013 which provides the blue print for the development of the textbooks nationally in Indonesian education is caught in polemic, there are many books designed in accordance with this curriculum. One of the examples was a textbook entitled “Step into the English World: A Character-based Textbook for Junior High School Grade VIII” which was written by a student of Ganesha University of Education. The recent study was aimed at finding out the problems that the teacher and students encountered in the implementation of the textbook, the textbook’s general quality and its suitability to the recently applied curriculum 2013. This research found out that there were still many problems in the implementation of the textbook, even though the textbook’s general quality was classified as good and was relevant with the curriculum 2013. This study suggests that in order to bring out a quality textbook, the advantages of the textbook should be strengthened and the disadvantages should be limited. Furthermore, textbook should meet the criteria of good textbook for each the evaluated aspects presented on checklist which had been validated by some judges. The findings of this research will be significant in determining whether or not the textbook developed laid down by the curriculum 2013 contributes a significant effect to the current issues of the curriculum 2013 implementation problems. The result will bring out some significant contributions on the development of the Indonesian education in general, the textbook development in regard to the curriculum 2013 in particular.keyword : curriculum 2013, textbook analysis, quality textbook, checklist
THE IMPLEMENTATION OF PARENTAL INVOLVEMENT IN SUPPORTING THE STUDENTS' ENGLISH LITERACY ACHIEVEMENT OF THE FOURTH GRADE STUDENTS AT NBBS SINGARAJA ., Ni Putu Ayu Surya Utari Dewi; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan keterlibatan orangtua dalam mendukung prestasi literasi bahasa Inggris siswa di NBBS Singaraja dan faktor yang mendukung suksesnya penerapan keterlibatan orangtua tersebut. Analisis keterlibatan orangtua dalam penelitian ini didasari oleh enam kerangka keterlibatan orangtua oleh Epstein (2009). Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian yaitu siswa kelas IV di North Bali Bilingual School (NBBS) Singaraja, sementara obyek penelitian ini adalah keterlibatan orangtua yang diterapkan melalui program-program sekolah untuk mendukung prestasi literasi bahasa Inggris siswa di NBBS Singaraja. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa: (1) keterlibatan orangtua di NBBS diterapkan melalui beberapa strategi yaitu melalui perseorangan (konseling dan parent’s conference) dan pertemuan (English Day Camp). Beberapa usaha juga dilakukan sekolah untuk melibatkan orangtua dalam mendukung literasi siswa yaitu dengan adanya Book Week, Memo Book, Class News, Reading Log Book dan Studi Lapangan. (2) faktor yang mempengaruhi suksesnya penerapan keterlibatan orangtua dalam mendukung prestasi literasi bahasa Inggris siswa di NBBS Singaraja adalah konsistensi orangtua dalam mengikuti sistem/aturan sekolah sehingga terbentuk suatu kebiasaan bagi siswa. Kata Kunci : Keterlibatan Orangtua, Literasi Bahasa Inggris, Prestasi Literasi Bahasa Inggris Siswa. This study aimed at analyzing the implementation of parental involvement in supporting the students’ English literacy achievement of the fourth grade students at NBBS Singaraja and factors that support the success of the implementation of parental involvement in supporting the students’ English literacy achievement at NBBS Singaraja. Parental involvement activities in this study was analyzed based on Epstein’s six types of parental involvement framework (2009). This study used a descriptive qualitative research design by involving the fourth grade students at NBBS Singaraja. The object of this study was parental involvement which is practiced through the school’s programs. The data were collected by conducting an interview and document analysis. Based on the result of the data analysis, it was found that (1) parental involvement in NBBS is practiced through many strategies like in person (counseling and parents’ conference) and in gathering (English Day Camp). Some efforts were also done to get parents involved in their children’s literacy activities through the existence of Book Week event, Memo book, Memo Book, Class News, Reading Log Book, and Field Study. (2) Factor that supports the success of the implementation of parental involvement in supporting the students’ English literacy achievement at NBBS Singaraja was the parents’ consistency in following the school’s system, so that the students’ habit can be built. keyword : Parental Involvement, English Literacy, Students’ English Literacy Achievement.
A COMPARATIVE STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF VARIOUS SEATING ARRANGEMENT TECHNIQUES TOWARD TEACHING LEARNING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE IN SMA KARYA WISATA ., Komang Widia Helena Arisandi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengimplementasian bermacam teknik pengaturan tempat duduk terhadap pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris sebagai sebuah bahasa asing. Subjek dalam penelitian ini yaitu 41 siswa di kelas XI IPB 2. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Terdapat beberapa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini seperti: catatan, kuisioner, pedoman wawancara dan alat penelitian seperti: kamera dan perekam vidio. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbandingan yang penting antara bermacam teknik pengaturan tempat duduk (horseshoe, modular, dan circle) dengan teknik traditional. Perbandingan itu memberikan perubahan situasi pembelajaran yang membuat semua siswa ikut serta dalam pelajaran (2) pengimplementasian bermacam teknik pengaturan tempat duduk memberikan pengaruh terhadap pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris yang diimplementasikan oleh guru. Itu bisa dilihat dari mengobservasi siswa dalam mencapai indikator dari RPP guru. (3) Berdasarkan hasil data yang diperoleh dari wawancra dan menjawab kuisioner, terdapat 40 siswa (97%) menyukai dan menyetujui pengimplementasian pengaturan tempat duduk dalam bentuk horseshoe dan modular yang memberikan cara yang menarik dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. Sedangkan 38 siswa (92%) menyukai dan menyetujui pengimplementasian teknik pengaturan tempat duduk dalam bentuk circle.Kata Kunci : Bermacam Teknik Pengaturan Tempat Duduk (Horseshoe, Modular dan Circle), Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai sebuah Bahasa Asing This research aimed at describing the implementation of various seating arrangement techniques toward teaching learning English as a foreign language. The subjects of the study were 41 students of XI IPB 2 class. This research used descriptive qualitative research. There were several instruments used in this research such as: field note, questionnaire, interview guide and the research equipments; video recording and camera. The results of this research showed that: (1) there were crucial comparison between various seating arrangements (horseshoe, modular, and circle) and traditional seating arrangement. It gave the changes of learning situation which made all students involved to the lesson. (2) The implementation of the various seating arrangement techniques gave the effect on teaching learning process of English which were implemented by the teacher. It could be seen from observing the students in achieving the achievement of the indicator based on teacher’s lesson plan. (3) Based on the data gained through interviewing and answering the questionnaire, there were 40 students (97%) liked and agreed with the implementation of horseshoe and modular seating arrangement techniques which gave the interesting ways in learning process of English in classroom. Meanwhile, there were 38 students (92%) liked and agreed with the implementation of circle seating arrangement technique. keyword : Various Seating Arrangement Techniques (Horseshoe, Modular and Circle), Teaching Learning English as a Foreign Language.
an analysis of instructional material and the types of strategies that used for reading 2 course in english education department ., I Wayan Edi Gunawan; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5457

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis relevansi bahan ajar dan jenis strategi pengajaran yang digunakan untuk Membaca 2 kursus dalam bahasa Inggris Departemen Pendidikan. Subyek penelitian ini adalah siswa yang telah diambil Membaca 2 kursus dan dosen yang telah mengajar Reading 2Course dalam bahasa Inggris Departemen Pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang memanfaatkan checklist dan kuesioner. Data yang dikumpulkan dari para juri ahli 'checklist, serta kuesioner dosen dan checklist, dan juga siswa diskusi kuesioner dan focus group. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan relevansi Bahan Ajar dan Reading 2 silabus dikatakan "Sedikit relevan" untuk digunakan sebagai sumber belajar bahasa Inggris Departemen Pendidikan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa semua ahli memilih lebih dari 46% dari kriteria yang telah dicapai. Strategi pengajaran yang sering digunakan di Reading 2 saja wereDiscussion dan Instruksi Langsung. Hasil kuesioner dan diskusi kelompok terfokus dengan siswa dari 9 kelas yang berbeda menunjukkan fokus yang berbeda dari tujuan pembelajaran yang diperoleh oleh siswa dari setiap kelas karena perbedaan materi pembelajaran yang diberikan oleh dosen. Penggunaan strategi pengajaran yang juga tidak memenuhi kriteria pelajar dewasa ini gagal untuk mendorong motivasi siswa belajar. Kata Kunci : Kata kunci: keterampilan membaca, pembaca menengah, bahan ajar, bahan relevansi, dan strategi pengajaran. ABSTRACT This study was a descriptive qualitative research which aimed to analyze the relevance of instructional materials and the type of teaching strategies used for Reading 2 course in English Education Department. The purpose was to describe the relevance of the syllabus and instructional materials, as well as the quality of these learning materials, and to find out the students perception of Reading 2 course. The subjects of this research were the students who have taken Reading 2 course and the lecturer who have taught Reading 2 Course in English Education Department. This research was a descriptive qualitative research which was utilizing checklist and questionnaire. The data collected from the expert judges’ checklist, as well as lecturer questionnaire and checklist, and also students’ questionnaire and focus group discussion. The data obtained were descriptively analyzed. The finding of the research showed the relevance of Instructional Materials and the Reading 2 syllabus was said “Slightly Relevant” to be used as learning resource for English Education Department students. It showed that all experts choose more than 46% of criteria which had been reached. The teaching strategies that used frequently in Reading 2 course wasDirect Instruction. The questionnaire result and the focus group discussion with the students from 9 different classes showed different focus of learning objectives acquired by the students of each classes due to the differences of the learning material provided by the lecturer. The use of teaching strategies which also did not meet the criteria of adult learners was failed to encourage students’ motivation of learning. keyword : Keywords: reading skill, intermediate reader, instructional materials, relevance materials, and teaching strategies.
TEACHING STRATEGIES FOR STUDENT WITH ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) IN TODDLER INCLUSIVE CLASS OF AURA SUKMA INSANI KINDERGARTEN ., Komang Ayu Dian Pertiwi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengajaran yang digunakan untuk siswa berkebutuhan khusus, yang menderita ADHD di kelas Toddler (inklusi) yang mencangkup perencanaan, implementasi dan penilaian yang di gunakan khusus untuk anak ADHD di TK Aura Sukma Insani dan pencapaian hasil belajar siswa yang di ambil melalui analisis rapot semester ganjil. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif dengan subyek penelitian yaitu siswa ADHD yang berada di kelas Toddler di TK Aura Sukma Insani Singaraja, sementara obyek penelitian ini adalah strategi pembelajaran yang digunakan untuk anak ADHD. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa: (1) untuk perencanaan pembelajaran, guru melakukan evaluasi dari kebutuhan siswa kemudian memilih strategy yang sesuai berdasarkan kebutuhan siswa dan menselaraskannya dengan program pendidikan individu (IEP). Untuk pelaksanaan pembelajaran, guru mengguakan 2 sistem yaitu system Pull-Out dan system Integrasi/Inklusi. Untuk penilaian hasil belajar, guru menggunakan penilaian mingguan, penilaian bulanan dan penilaian semester (2) pencapaian hasil belajar siswa yang dianalis dari rapot semester menunjukkan bahwa pada aspek kognitif dan affektif, siswa menunjukkan perkembangan yang baik, namun untuk aspek psikomotor siswa masih perlu bimbingan guru dan orang tua. Untuk laporan perkembangan pendidikan karakter, terdapat 10 karakter yang mulai terliht dan 8 karakter yang sudah mulai berkembang.Kata Kunci : Strategi Pembelajaran, Siswa ADHD, Kelas Inklusi This study aimed at describing the teaching strategies for ADHD student in Toddler Inclusive Class including planning, implementation and assessment used for ADHD student in Toddler Inclusive Class of Aura Sukma Insani Kindergarten, Singaraja and Learning Achievement for ADHD student which were taken from student final report. This study used a descriptive research design by involving the ADHD student in Toddler Inclusive Class. The objects of this study were the teaching strategies for ADHD student. The data were collected by conducting interviews and document analysis. Based on the result of the data analysis, it were found that (1) For planning, the teacher did an evaluation on the Childs’ Individual Needs; Selecting appropriate instructional practices which appropriate with the student characteristic and needs; and Integrating appropriate practices within an IEP to meet the students’ needs. For implementation, the teacher used 2 systems; Pull-Out System and Integrated/Inclusive System. The assessment, it were in the form of weekly report, monthly report and semester report. (2) Students’ learning achievement showed a good improvement in cognitive and affective domain. However, he still needs more exercise in psychomotor domain from teachers and parents. In addition, for the report of character education development, there were 10 characters seen and 8 characters developing.keyword : Teaching Strategies, ADHD Student, Inclusive Class
TEACHERS’ PERCEPTION TOWARD THE USE OF SCIENTIFIC APPROACH IN TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM 2013 IN RELATION TO STUDENTS’ COMPETENCY AT SMA NEGERI 1 SAWAN ., Ni Made Ayu Ratna Sulistya Dewi; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan persepsi guru- guru terhadap penggunaan pendekatan sientifik dalam mengajar bahasa inggris berdasarkan kurikulum 2013 yang berhubungan dengan kompetensi siswa-siswa di SMAN 1 Sawan dan kompetensi ssiwa setelah diajar menggunakan pendekatan sientifik berdasrkan kurikulum 2013. Subjek dari penelitian ini adalah dua orang guru dan 52 siswa di kelas XI BABUD 1 dan XI BABUD 2. Peneliatian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menjunjukkan bahwa: (1) guru-guru memiliki perspesi yang positive terhadap terhadap penggunaan pendekatan sientifik dalam mengajar bahasa inggris berdasarkan kurikulum 2013 yang berhubungan dengan kompetensi siswa-siswa di SMAN 1 Sawan. Guru-guru tersubut juga sudah mengimplementasikan konsep dari pendekatan sientifik dan konsep dari kurikulum 2013 pada proses belajar mengajar mereka. Skore komulative juga menunjukan bahwa guru-guru tersebut memiliki perspsi yang positive terhadap penggunaan pendekatan sientifik dalam mengajar bahasa inggris berdasarkan kurikulum 2013 yang berhubungan dengan kompetensi siswa-siswa, (2) hasil nilai afektif, kognitive, dan psikomotor dari siswa-siswa guru 1 dan 2 buruk. Hasil dari kompetensi siswa-siswa guru 1 menunjukan bahwa murid-murid mendapatkan kategori C- untuk nilai kognitive mereka berdasarkan nilai rata-rata. Mereka juga mendapatkan kategori B- untuk nilai psikomotor mereka dan kategori C (cukup) untuk nilai afektive mereka. Hasil dari kompetensi siswa-siswa guru 2 menunjukan bahwa murid-murid mendapatkan categoro B- untuk nilai psikomotor mereka, kategori B untuk nilai kognitive mereka, dan kategori C (cukup) untuk nilai afektive mereka. Kata Kunci : Persepsi guru-guru, Pendekatan sientifik, Kurikulum 2013, Kompetensi Bahasa Inggris This study aimed at finding the teachers’ perception toward the use of scientific approach in teaching English based on Curriculum 2013 in relation to students’ competency at SMA Negeri 1 Sawan and the student’s competency after teaching and learning process using scientific approach based on Curriculum 2013. The subjects of the study were two teachers and 52 students in XI BABUD 1 and XI BABUD 2. This study was designed by using descriptive qualitative research. The result of the research shows that: (1) the teachers had positive perception toward the use of scientific approach in teaching English based on curriculum 2013 in relation to students’ competency at SMA Negeri 1 Sawan. Those teachers had also implemented the concept of scientific approach and Curriculum 2013 in their teaching learning process. The cumulative score also showed that those teachers had a very positive perception toward the use of scientific approach in teaching English based on Curriculum 2013 in relation to students’ competency, (2) the T1 and T2’s students affective, cognitive, and psychomotor result was bad. The result of T1’s competency of students showed that the students got C- category for their cognitive from their average score. They also got B- for their psychomotor and C (sufficient) for their affective. The T2’s competency of students showed that the students got B- for their psychomotor category, B category for their cognitive and C (sufficient) category for their affective.keyword : Teachers’ Perception, Scientific Approach, Curriculum 2013, Students’ English Language Competency