cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): November" : 293 Documents clear
THE EFFECT OF PICTIONARY GAME INTEGRATED WITH BOARD RACE GAME ON STUDENTS' GRAMMAR MASTERY IN SD NEGERI 1 AND SD NEGERI 3 LOKAPAKSA IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Denok Admila Suci; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi menulis siswa yang diajar dengan Pictionary game yang diintegrasikan dengan Board Race game. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian diperoleh dengan cara cluster random sampling dan diperoleh kelas V di SD Negeri 1 Lokapaksa sebagai kelompok kontrol dan SD Negeri 3 Lokapaksa sebagai kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan Pictionary game yang diintegrasikan dengan Board Race game, sedangkan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skenario pengajaran dan post-test. Penelitian experimen ini mengimplementasikan desain penelitian post-test only control group. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa di kelas eksperimen mampu menunjukkan hasil yang lebih baik daripada kelompok siswa kelas control. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil t-test dimana nilai tobs adalah 2.816, sedangkan nilai tcv adalah 1.666 (tobs > tcv). Hal ini berarti bahwa penggunaan Pictionary game yang diintegrasikan dengan Board Race game mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada kemampuan menguasai grammar Bahasa Inggris pada siswa kelas lima SD.Kata Kunci : Board Race game, strategi konvensional, penguasaan grammar, Pictionary game This study aimed at investigating whether or not there was a significant effect on the use of Pictionary game integrated with Board Race game as a learning strategy towards the fifth grade students’ grammar mastery. This study was a quasi experimental one. The sample of this study was selected by using cluster random sampling technique and SD Negeri 1 Lokapaksa was decided as a control group while SD Negeri 3 Lokapaksa as an experimental group. The experimental group was taught by using Pictionary game integrated with Board Race game, while the control group was taught by using conventional strategy. The instrument used in this study were teaching scenario and post-test. This experimental research implemented post-test only control group design. The obtained data were analyzed descriptively and inferentially. The result showed that the group of students in experimental group could perform a better result rather than the group of students in the control group. It could be proven from result of the t-test in which the tobs was 2.816, meanwhile the tcv was 1.666 (tobs > tcv). It means that the use of Pictionary game integrated with Board Race game give significant effect toward the fifth grade primary school students’ English grammar mastery.keyword : Board Race game, Conventional strategy, Grammar Mastery, Pictionary game
THE USE OF JARGONS UTTERED BY FOOD AND BEVERAGE WORKERS AT PURI BAGUS LOVINA HOTEL ., Made Gede Viktor; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12130

Abstract

Dalam penelitian ini, penggunaan jargon yang diucapkan oleh para pegawai F&B servis di Puri Bagus Lovina Hotel diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dari jargon-jargon, arti dari jargon-jargon, dan fungsi dari jargon-jargon yang digunakan oleh pegawai tersebut. Sebuah desain penelitian yang digunakan dalam penyelidikan ini adalah pendekatan studi kasus. Tambahannya, teknik observasi, teknik rekaman, teknik transfer, dan teknik interview digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Hasil dari investigasi ini menunjukkan bahwa terdapat 104 jargon, yang termasuk: 6 singkatan, 1 akronim, 54 kata, dan 43 frase. Berhubungan dengan arti dari jargon-jargon yang digunakan, mereka mengenai arti-arti konotatif dari jargon-jargon yang diterapkan oleh para pegawai. Arti-arti tersebut terhubung dengan konteks-konteks tertentu dari jargon-jargon yang digunakan. Dalam kaitannya dengan fungsi dari jargon-jargon yang dipakai, ditemukan bahwa ada dua fungsi utama dari jargon-jargon tersebut, yaitu: ‘untuk berkomunikasi dengan efisien’ dan ‘untuk meningkatkan solidaritas internal group’. Jargon-jargon tersebut dikategorikan secara fungsional sebagai berikut; 7 jargon termasuk dalam fungsi jargon-jargon yang digunakan pertama, dan 97 jargon termasuk ke fungsi jargon-jargon yang digunakan kedua. Kata Kunci : jargon, pegawai F&B servis, Hotel Puri Bagus Lovina In this study, the use of jargons uttered by Food and Beverage (F&B) workers at Puri Bagus Lovina Hotel was investigated. The study aimed at investigating the forms of jargons, the meanings of jargons, and the functions of jargons applied by the F&B workers. The research design used in this investigation was case study approach. In addition, observation technique, recording technique, transferring technique, and interview technique were conducted to collect the data of this study. The result of this investigation shows that there were 104 jargons, which included: 6 abbreviations, 1 acronym, 54 words, and 43 phrases. In connection with the meanings of jargons used, they concerned the connotative meanings of jargons applied by the workers. The meanings were related to particular contexts of jargons implemented. In relation to the functions of jargons used, it was found that there were two main functions of jargons being used, namely: ‘to conduct an efficient communication’ and ‘to enhance in-group solidarity’. The jargons used by the workers were functionally categorized as follows; 7 jargons belonged to the first function of jargons used, and 97 jargons were in line with the second function of jargons used.keyword : jargon, food & beverage workers, Puri Bagus Lovina Hotel
The Relationship between Parental Involvement and Students’ English Achievement at 8th grade students in SMP Negeri 1 Singaraja in Academic Year 2017 ., Gede Agus Artasthana; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi signifikansi hubungan antara keterlibatan orang tua dan prestasi bahasa inggris dari siswa kelas 8 di SMP Negeri 1 Singaraja. Desain penelitian yang di gunakan adalah korelasi sederhana yang melibatkan 58 orang siswa dan orang tua mereka sebagai sample penelitian. Materi untuk kuesioner diadopsi dari jurnal artikel karya Shute et al. (2011) yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai keterlibatan orang tua di rumah, sedangkan data mengenai prestasi bahasa Inggrisnya didapatkan dengan melihat nilai rapor siswa. Investigasi hubungan antara keterlibatan orang tua di rumah dan prestasi bahasa Inggris siswa dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang positif dan signifikan diantara keterlibatan orang tua dan prestasi bahasa Inggris siswa, dengan nilai Pearson Correlation = 0.440 > 0.05.Kata Kunci : keterlibatan orang tua, prestasi, prestasi bahasa Inggris The purpose of this study is to investigate the significant relationship between parental involvement and students’ English achievement of 8th grade students in SMP Negeri 1 Singaraja. The design of this study is simple correlation involving 58 students and their parents as the sample. The material of the questionnaire was adopted from Shute et al.(2011) and was used to collect the data of the home – based parental involvement, while the data of the English achievement was collected from school principal. Pearson Product Moment Correlation was used to investigate the correlation between parental involvement and students’ English achievement. The result shows that parental involvement and students’ English achievement have a positive and significant correlation, with the Pearson Correlation value = 0.440 > 0.05. keyword : parental involvement, achievement, English achievement
THE USE OF PIDGIN ENGLISH UTTERED BY TOURISM POLICE AT LOVINA TOURISM AREA ., Luh Winda Cipta Pratiwi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk, makna, dan fungsi bahasa dari bahasa Inggris pidgin yang diucapkan oleh polisi pariwisata ketika berkomunikasi dengan turis berbahasa Inggris Penelitian ini dilaksanakan di kawasan wisata Lovina dan tiga polisi pariwisata dipilih sebagai subyek penelitian ini berdasarakan beberapa kriteria. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dan rancangan yang digunakan adalah studi kasus. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa ada beberapa penyimpangan terhadap bentuk-bentuk bahasa Inggris pidgin yang diucapkan oleh polisi pariwisata dalam hal tata bahasa, pengucapan, sintaksis, dan kosakata. Di samping itu, hasil lain dari analisis data menunjukkan bahwa makna dari bahasa Inggris pidgin yang diucapkan oleh polisi pariwisata di kawasan wisata Lovina ambigu karena kesalahan penggunaan kosa kata oleh polisi pariwisata. Sementara itu, ada beberapa fungsi bahasa yang digunakan oleh polisi pariwisata ketika berinteraksi dengan turis berbahasa Inggris seperti memberikan salam, menanyakan informasi, menanyakan pendapat, menyatakan pujian, memberikan informasi, arah, pendapat, menawarkan bantuan, memberikan pujian, salam perpisahan, dan mengucapkan terimakasih.Kata Kunci : Bahasa Inggris Pidgin, Bentuk, Fungsi Bahasa, Makna, Polisi Pariwisata This study aimed at analyzing the forms, meanings, and language functions of pidgin English uttered by tourism police when communicating to English-speaking tourists. This study was conducted at Lovina tourism area and three tourism police were chosen as the subjects of this study based on a set of criteria. This study employed descriptive qualitative approach and the design used was case study method. The results of the data analysis showed that there were several deviations in the forms of pidgin English uttered by the tourism police in terms of grammar, pronunciation, syntax, and vocabulary. On the other hand, another result of the data analysis indicated that the meaning of pidgin English uttered by the tourism police at Lovina tourism area was ambiguous because of the use of incorrect vocabulary by the tourism police. Meanwhile, there were several language functions used by the tourism police when interacting with the English-speaking tourists namely greeting, asking information, asking opinion, giving information, giving direction, giving opinion, offering a favor, praising, leave-taking, and thanking.keyword : Form, Language Function, Meaning, Pidgin English, Tourism police
AN ANALYSIS OF LANGUAGE FUNCTION AND EXPRESSION USED BY TOUR GUIDES AT BALI BEST MEMORY TOURS IN HANDLING TOURISTS ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan ungkapan bahasa yang digunakan oleh pemandu wisata di Bali Best Memory Tours dalam menangani wisatawan. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, yang dilakukan dengan mengamati, merekam audio, dan mewawancarai subjek. Subjek penelitian ini adalah 2 pemandu wisata di Bali Best Memory Tours. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 6 fungsi bahasa yang digunakan oleh pemandu wisata dalam menangani wisatawan, seperti: (1) fungsi untuk ucapan, (2) fungsi pemberian informasi, (3) fungsi untuk menawarkan sesuatu, (4). ) berfungsi untuk berterima kasih, (5) berfungsi untuk meminta maaf dan (6) berfungsi untuk mengucapkan selamat tinggal. Dari 6 fungsi bahasa, fungsi pemberian informasi banyak digunakan oleh pemandu wisata dalam menangani para wisatawan. Fungsi pemberian informasi sebanyak 58 kali (57%), kemudian dilanjutkan dengan fungsi untuk mengucapkan terima kasih sebanyak 11 kali (11%), berfungsi untuk menyapa 10 kali (10%), berfungsi untuk meminta maaf 9 kali (9%) dan berfungsi untuk menawarkan sesuatu 8 kali (8%). Fungsi bahasa yang paling sedikit yang digunakan oleh pemandu wisata adalah fungsi untuk mengucapkan selamat tinggal, yang muncul 5 kali (5%). Dalam mengekspresikan fungsi bahasa tersebut, pemandu wisata di Bali Best Memory Tours kebanyakan menggunakan ekspresi formal, yang digunakan 96% oleh kedua pemandu wisata. Dan ada 4% ekspresi informal yang digunakan oleh pemandu wisata dalam menangani para wisatawan.Kata Kunci : fungsi bahasa, ekspresi bahasa, pemandu wisata This study aimed at analyzing language functions and expressions used by the tour guides at Bali Best Memory Tours in handling tourists. To accomplish this goal, this study used a descriptive qualitative research, which was conducted by observing, audio recording, and interviewing the subjects. The subjects of this study were 2 tour guides at Bali Best Memory Tours. The results of the study show that there were 6 language functions used by the tour guides in handling the tourists, such as: (1) function for greeting, (2) function for giving information, (3) function for offering something, (4) function for thanking, (5) function for apologizing and (6) function for saying goodbye. Out of 6 language functions, function for giving information was mostly used by the tour guides in handling the tourists. Function for giving information was used 58 times (57%), then followed by function for thanking that occurred 11 times (11%), function for greeting 10 times (10%), function for apologizing 9 times (9%) and function for offering something 8 times (8%). Moreover, the least language function that was used by the tour guides was the function for saying goodbye, occurring 5 times (5%). In expressing those language functions the tour guides at Bali Best Memory Tours mostly used formal expression, which were expressed 96% by both of the tour guides. Moreover, there were 4% informal expressions committed by the tour guides while handling the tourists.keyword : language functions, language expressions, tour guides
DEVELOPING ENGLISH LEARNING MATERIALS SUPPLEMENTED BY E-LEARNING FOR THE TENTH GRADE NURSING DEPARTMENT STUDENTS OF SMK NEGERI 1 KUBUTAMBAHAN ., Eva Agustino; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12152

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk (1) mengembangkan materi Bahasa Inggris yang dibutuhkan oleh siswa kelas X Jurusan Keperawatan di SMK Negeri 1 Kubutambahan; (2) mengidentifikasi desain materi Bahasa Inggris; dan menentukan (3) kualitas materi Bahasa Inggris yang dikembangkan berdasarkan kriteria dari materi ESP yang baik dan kriteria e-learning yang baik. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada desain penelitian dan pengembangan oleh Lee & Owens (2004). Desain ini meliputi: need analysis, design dan development. Data dikumpulkan melalui observasi, rekaman, interview, dan uji ahli. Data yang didapatkan dari hasil observasi, rekaman dan interview selama proses need analysis, telah dianalisis secara deskriptif, sedangkan data yang didapatkan dari hasil uji ahli, dianalisis secara kuantitatif dengan mengikuti rumus dari Candiasa (2010). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa; (1) siswa kelas X Jurusan Keperawatan membutuhkan materi Bahasa Inggris yang spesifik sesuai dengan target pekerjaan yang mereka lakukan di masa depan; (2) materi Bahasa Inggris telah didesain menjadi beberapa unit, yaitu: General Assessment, Handling Patients, Patient’s Hygiene, Checking Vital Signs, dan Dimensions of Symptom; (3) dari hasil uji ahli yang berdasarkan dengan kriteria materi ESP yang baik dan kriteria e-learning yang baik, materi yang dikembangkan tergolong sangat bagus. Kata Kunci : need analysis, e-learning, materi bahasa inggris, R&D This study was a research and development (R&D) was aimed at (1) developing English learning material that are needed by the tenth grade of Nursing Department students at SMK Negeri 1 Kubutambahan; (2) describing the design of English learning material; and finding out (3) the quality of the developed material based on the criteria of good ESP material and good e-learning. This study followed the R&D design by Lee and Owens. This design involves: need analysis, design, and development. This study was conducted at SMK Negeri 1 Kubutambahan, the subjects of the study being the tenth grade of Nursing Department students. The data were collected through observation, recording, interview, and expert judgment. The data from the result of observation, interview and recording during the need analysis process were analyzed descriptively; the data from expert judge were analyzed quantitatively. The result of this study shows that: (1) the tenth grade of Nursing Department students need specific English materials that are related to their future job. The existing syllabus and material did not cover their needs; (2) the materials were designed into some unit based on the data gathered from the need analysis. Those units are: General Assessment, Handling Patients, Patient’s Hygiene, Checking Vital Signs, and Dimensions of Symptom; (3) from the result of the expert judgment based on the criteria of good ESP material and good e-learning material, the developed material was categorized into an excellent material.keyword : need analysis, e-learning, English learning material, R&D
The effectiveness of teacher and peer feedback techniques toward the writing achievement of the eleventh grade students of SMA Negeri 1 Gianyar ., I Kadek Dwi Armawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12156

Abstract

Feedback guru dan feedback teman sebaya berdasarkan penelitian sebelumnya merupakan teknik yang efektif untuk pembelajaran menulis kepada siswa EFL. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi keefektifan dari kedua teknik tersebut terhadap prestasi menulis dari siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Gianyar tahun akademik 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sampel ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, dimana dua kelas dipilih sebagai sampel dari penelitian. Melalui lotre, kelas XI MIPA 6 dan kelas XI MIPA 7 sebagai sampel dari penelitian ini. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data adalah test siswa (post-test) dan di bantu dengan rubrik penilaian menulis, tulisan siswa selama proses pengambilan data dan dibantu oleh rubric menulis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa feedback guru berkontribusi presentase lebih besar pada aspek ide, sedangkan feedback teman sebaya pada aspek mekanik. Kedua feedback tersebut juga berkontribusi positif pada grammar dan pilihan kata Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan SPSS 21.00 untuk Windows. Hasil dari analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari grup eksperimental adalah 85.46 dan nilai rata rata untuk grup control adalah 82.51. Berarti bahwa nilai rata-rata dari grup eksperimental lebih baik daripada grup control. Jadi, dapat disimpulkan bahwa feedback teman sebaya lebih efektif dari feedback guru.Kata Kunci : feedback guru, feedback teman sebaya, prestasi menulis Teacher and peer feedback based on the previous studies are effective techniques for teaching writing to ELF students. This study aimed to verify the effectiveness of both techniques toward the writing achievement of eleventh grade students of SMA Negeri 1 Gianyar in the academic year 2017/2018. This study was descriptive quantitative and qualitative research. The samples were determined by using cluster random sampling technique, whereby two classes were selected as the samples. Through the lottery, the class of XI MIPA 6 and XI MIPA 7 were chosen as the sample of the study. The instruments used to collect the data were student’s post-test completed with a writing rubric, students writing during the treatment assessed by writing rubric. The result indicated that the teacher feedback contributes higher percentage to the idea aspect, while peer feedback to mechanics aspect. Yet, both feedbacks also contribute positively on organization and diction aspects. Additionally, the data were analyzed descriptively with the help of SPSS 21.00 for Windows The result of descriptive statistical analysis shows that the mean score of the experimental group was 85.46 while the mean score of the control group was 82.51. It means that the experimental group was better than the control group in terms of their writing achievement. So, it can be concluded that peer feedback was more effective than teacher feedback.keyword : teacher feedback, peer feedback, writing achievement
AN ANALYSIS OF SCHOOL PROGRAM INVOLVING PARENTS AND ITS IMPACT TOWARD THE STUDENTS’ ENGLISH EARLY LITERACY ACHIEVEMENT AT AURA SUKMA INSANI BILINGUAL KINDERGARTEN SINGARAJA ., Ni Luh Putu Sri Natalia; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Dr. Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program sekolah yang melibatkan orang tua dalam pelaksanaanya dan dampaknya terhadap prestasi literasi bahasa inggris siswa di taman kanak kanak dwi bahasa Aura Sukma Insani Singaraja. Program sekolah yang melibatkan orang tua di analisis menggunakan kerangka keterlibatan orangtua oleh Epstein et al.(2002), sedangkan dampaknya terhadap prestasi literasi dini bahasa inggris akan dilihat melalui penilaan oleh guru di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk menganalisis program sekolah dan dampaknya pada prestasi literasi dini bahasa inggris siswa kelas B1 di Aura Sukma Insani TK dwibahasa Singaraja. Hasil dari temuan, menyatakan bahwa (1) ada 12 program sekolah yang melibatkan orang tua di Aura Sukma Insani Bilingual kindergarten, yaitu academic counseling, parents conferences, parents meeting, and parents interview, memo book, teller book, students’ portfolio, report book, observation day for parents, book week, introductory to library, weekly assignment, individual learning plan, and school outing, dan (2) dampaknya terhadap prestasi literasi bahasa inggris siswa yaitu dapat membuat prestasi literasi dini bahasa Inggris menjadi sangat baik, dikarenakan orang tua menjadi sadar terhadap kemampuan yang dimiliki setiap anak.Kata Kunci : program sekolah, keterlibatan orang tua, prestasi literasi dini bahasa inggris This study aimed at analyzing the school programs involving parents in Aura Sukma Insani bilingual kindergarten Singaraja, and analyzing its impact toward the students’ English early literacy achievement. The school programs involving parents in this study were analyzed by using framework of Epstein et al. (2002) of six types of parental involvement. The present study used descriptive qualitative research design to analyze the school program and the English early achievement of the B1 class students. The data were collected by interviewing the school head, and teacher’s assessment on literacy worksheet analysis. By the end of data collection, it was found that (1) there are 12 school programs involving parents in Aura Sukma Insani; academic counseling, parents conferences, parents meeting, and parents interview, memo book, teller book, students’ portfolio, report book, observation day for parents, book week, introductory to library, weekly assignment, individual learning plan, and school outing. (2) The impact of school program toward the students’ English early literacy of the students in Aura Sukma Insani bilingual kindergarten is the increasing awareness of the parents about their children ability in learning which can eventually support the students English Early literacy achievement.keyword : Schook program Involving Parents, English Early Literacy Achievement
THE CULTURAL EXPERIENCES OF THE ENGLISH TEACHER VOLUNTEERS IN BUMI SEHAT’S YOUTH CENTER UBUD ., Gusti Ngurah Nyoman Ariana; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengalaman budaya yang dialami oleh sukarelawan guru bahasa Inggris dan gejala syok budaya yang dihadapi oleh sukarelawan guru bahasa Inggris di Bumi Sehat’s Youth Center. Peneliti menggunakan metode fenomenologis dan pendekatan kualitatif untuk mengetahui jawaban permasalahan dari penelitian ini. Data diambil dari tiga sukarelawan guru bahasa Inggris melalui wawancara dan kuesioner. Analisis tersebut menunjukkan bahwa ada sepuluh pengalaman budaya yang dialami oleh sukarelawan guru bahasa Inggris di Bumi Sehat’s Youth Center. Relawan guru bahasa Inggris mengalami pengalaman budaya yang mengacu pada kejutan budaya (fisik, kognitif atau perilaku) saat mereka masuk dalam budaya atau lingkungan baru yang dimana lingkungan mereka berbeda dengan kota asal mereka. Kesepuluh pengalaman budaya yang dialami oleh sukarelawan guru bahasa Inggris adalah makanan yang berbeda, dua masalah orang Bali, lingkungan, transportasi, perbedaan budaya, masalah tidur, depresi, laju kehidupan, dan iklim. Di sisi lain, relawan guru bahasa Inggris mengalami gejala syok budaya dalam dua minggu pertama. Semua relawan guru bahasa Inggris merasa rindu rumah dan salah satu dari mereka jatuh sakit.Kata Kunci : pengalaman berbudaya, syok budaya The study aimed at investigating the cultural experiences that experienced by English teacher volunteers and the symptoms of culture shock faced by English teacher volunteers in Bumi Sehat’s Youth Center. The researcher used phenomenological method and qualitative approach in finding out the answer of the problems of the study. The data were taken from three English teacher volunteers through interview and questionnaire. The analysis reveals that there are ten cultural experiences that the English teacher volunteers experienced in Bumi Sehat’s Youth Center. The English teacher volunteers experienced the cultural experiences that refers to culture shock (physical, cognitive or behavior) when they were entering in a new culture or environment where was different with their home town. Those ten cultural experiences that experienced by English teacher volunteers are different food, two Balinese people problems, environment, transportation, cultural differences, sleep problem, depression, pace of life, and climate. On the other hand, English teacher volunteers were faced symptom of culture shock in first two week. All of the English teacher volunteers were felt homesick and one of them get sick.keyword : cultural experience, culture shock
Positive and Negative Reinforcement Used By Teacher During Teaching and Learning Process at SMP Negeri 2 Singaraja ., Ni Nyoman Arsini; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Dr. Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu jenis-jenis penguatan yang digunakan oleh guru di kelas VII di SMP Negeri 2 Singaraja khususnya kelas VII.1 dan VII.5 selama proses belajar mengajar, jenis jenis penguatan yang paling sering digunakan, alasan dari guru dalam menggunakan penguatan, dan respon siswa terhadap penguatan yang digunakan. Subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa Inggris kelas VII di SMP Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif. Metode pengumpulan data meelalui observasi dan wawancara. Penemuan menunjukan bahwa guru menggunakan dua jenis penguatan yaitu penguatan positif dan negatif. Guru menggunakan dua cara pada masing-masing jenis penguatan yang disebut: penguatan verbal positif (49.48%), penguatan non-verbal positif (43.29%), penguatan verbal negatif (2.06%), dan penguatan non-verbal negatif (5.15%). Penguatan positif adalah jenis penguatan yang paling sering digunakan dengan total terjadi (92.77%) dari pada penguatan negatif dengan total terjadi (7.21%). Ada dua alasan utama kenapa guru menggunakan jenis-jenis penguatan yaitu: penguatan dapat memotivasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan membantu siswa membangun kepercayaan diri selama pelajaran. Implikasi dari penelitian ini dibagi menjadi tiga : dapat mengubah perilaku buruk siswa, dapat mengubah perilaku buruk siswa, dapat dijadikan referensi untuk guru selama mengajar, dan dapat dijadikan referensi tambahan oleh peneliti lain dengan penelitian yang sama.Kata Kunci : Penguatan, penguatan verbal dan non-verbal, respon. This study aimed at finding out the types of reinforcement used by teacher in grade 7 of SMP Negeri 2 Singaraja especially in class VII.1 and VII.5 during the teaching and learning process, the type of reinforcement strategies used most frequently by teacher, the teacher’s reasons in applying reinforcement during teaching and learning process, and students’ responses toward the reinforcement used. The subject of this study was an English teacher on grade 7 in SMP Negeri 2 Singaraja. The present study employed qualitative design, in which the data were collected through observation and interview. The findings showed that the teacher used two types of reinforcement such as positive and negative reinforcement. The teacher used two ways each of them namely: positive verbal reinforcement (49.48%), positive non-verbal reinforcement (43.29%), negative verbal reinforcement (2.06%), and negative non-verbal reinforcement (5.15%). Positive reinforcement was the type of reinforcement which was used most frequently with total occurrence (92.77%) rather than negative reinforcement with total occurrence (7.21%). Two main reasons why the teacher applied types of reinforcement were found, those are: reinforcement motivated the students during the learning process and helped the students in building self-confidence during the lesson. The implications of this study are divided into three: can change the students’ misbehavior, can be a reference for the teacher during teaching, and can be an addition reference for another researcher who conduct the same study. keyword : Reinforcement, positive and negative reinforcement, response.

Page 9 of 30 | Total Record : 293