cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
THE IMPLEMENTATION OF PROJECT-BASED LEARNING IN TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM 2013 IN SMA N 4 SINGARAJA ., Kadek Widiani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas penerapan project based learning dalam pengajaran bahasa inggris di kelas X MIA 5 di SMA N 4 Singaraja. Jumlah subjek penelitian ini adalah 43 siswa, terdiri dari 22 perempuan dan 21 laki-laki. Pembahasan penilitian ini mencakup (1) topic-topik yang diajarkan dalam pengajaran bahasa inggris dengan menggunakan project based learning di SMA N 4 Singaraja, (2) langkah-langkah dalam pengajaran bahasa inggris dengan menggunakan projek based learning di SMA N 4 Singaraja, (3) jenis-jenis penilaian yang digunakan dalam pengajaran pengajaran bahasa inggris dengan menggunakan projek based learning di SMA N 4 Singaraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode observasi dan metode wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui data reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa topic-topik yang diajarkan dengan menggunakan project based learning adalah explanation text, recount text, narrative text dan expression of sympathy and invitation. Langkah-langkah pengajaran bahasa inggris dengan menggunakan speculation, designing the project activities, conducting the project activities and evaluation. Jenis penilaian yang digunakan adalah penilaian sikap, penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan. Hasil penelitian menenukan bahwa guru di sekolah SMA N 4 Singaraja menerapkan project based learning dengan baik Kata Kunci : kurikulum 2013, project based learning, pengajaran bahasa inggris This present study aimed at discussing the implementation of project based learning in teaching English in class X MIA 5 in SMA N 4 Singaraja. The number of the subjects were 43 students, consisted of 22 females and 21 males. The discussion includes (1) the topics that were taught by using project-based learning in teaching English in SMA N 4 Singaraja, (2) the steps in teaching English by using project-based in SMA N 4 Singaraja and (3) the assessment types used in teaching English by using project-based learning in SMA N 4 Singaraja. Research methods used were documentation method, observation method and interview method. The data obtained were analyzed descriptively through data reduction, data display, and conclusion drawing/ verification. The result of the study showed that the topics taught by using project based learning were explanation text, recount text, narrative text and expression of sympathy and invitation. There were four steps found in implementing project based learning by the teacher namely speculation, designing the project activities, conducting the project activities and evaluation. Meanwhile the assessment types used were affective assessment, cognitive assessment and psychomotor assessment. The result of the study showed that the implementation of project based learning was implemented well by the teacher in SMA N 4 Singaraja.keyword : Curriculum 2013, project based learning, teaching English
An Analysis of Character Values Inserted in Student English Textbook Curriculum 2013 for Grade X Semester 1 ., Kade Yogi Wirawan; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi nilai-nilai karakter dan (2) menganalisa strategi-stretegi yang digunakan untuk menyisipkan nili-nilai karakter tersebut pada Buku Siswa Pelajaran Bahasa Inggris Kurikulum 2013 Kelas X Semester 1. Penelitian ini didisain secara kualitatif menggunakan studi dokumen atau analisa isi. Data penelitian dikumpulkan melalui identifikasi, kategorisasi dan deskripsi dengan peneliti sebagai instrumen kunci. Validasi data didapatkan melalui triangulasi teori. Temuan menunjukkan terdapat 15 nilai-nilai karakter yang disisipkan pada Buku Siswa Pelajaran Bahasa Inggris Kurikulum 2013 Kelas X Semester 1 yaitu kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatifitas, kemandirian, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. Strategi-strategi yang digunakan untuk menyisipkan mereka adalah (1) menggunakan cerita sebagai instrumen pengajaran, (2) melibatkan orang tua dalam pembelajaran, (3) pertemuan atau diskusi kelas, (4) menggunakan strategi pembelajaran kooperatif, (5) mengajar untuk ketertarikan siswa, (6) memberikan PR, dan (7) bermain peran.Kata Kunci : nilai-nilai karakter, strategi, buku pelajaran This study aimed at (1) identifying the character values inserted and (2) analyzing the strategies to insert the character values in the Student English Textbook Curriculum 2013 for Grade X Semester 1. This study was designed qualitatively using document study or content analysis design. The data were collected through identification, categorization and description with the researcher as the key instrument. The data validation was gained through theory triangulation. The findings showed that there were fifteen character values inserted in Student English Textbook Curriculum 2013 for Grade X Semester 1 namely honesty, tolerance, discipline, hard work, creativity, independence, curiosity, patriotism, achievement respect, friendliness/ communicativeness, peace love, reading habit, environmental care, social care and responsibility. The strategies used to insert them were (1) using story as the teaching instrument, (2) involving parents in learning task, (3) class meeting or discussion, (4) using cooperative learning strategies, (5) teaching for students’ interest, (6) giving homework, and (7) role play.keyword : character values, strategies, textbook
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION AT VII. 4 CLASS OF SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., Kadek Agus Juniarta; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5375

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kategori interaksi kelas yang terjadi di kelas VII.4 di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja berdasarkan Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC). Kategori interaksi yang sering digunakan, bahasa yang dominan di gunakan dan alasan menggunakan bahasa tersebut dalam interaksi kelas. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas VII. 4 sebanyak 36 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) accepts feelings terjadi sebanyak 126 ucapan, praises atau encouragement terjadi sebanyak 177 ucapan, accepts atau uses ideas of students terjadi sebanyak 74 ucapan, asks questions terjadi sebanyak 407 ucapan, lecturing terjadi sebanyak 230 ucapan, giving directions terjadi sebanyak 469 ucapan, criticizing atau justifying authority terjadi sebanyak 80 ucapan, students’ talk response terjadi sebanyak 348 ucapan, students’ talk initiation terjadi sebanyak 79 ucapan, silence atau confusion terjadi sebanyak 226 ucapan. Kategori dari interaksi kelas yang paling sering terjadi yaitu giving direction. Bahasa yang dominan di gunakan adalah Bahasa Indonesia yang terjadi sebanyak 1027 ucapan sementara Bahasa Inggris terjadi sebanyak 963 ucapan, selanjutnya alasan menggunakan Bahasa Indonesia dalam interaksi kelas yaitu: (a) karena Bahasa Indonesia digunakan untuk mengklarifikasi instruksi berbahasa inggris. (b) Bahasa Indonesia digunakan untuk mengklarifikasi kata-kata asing bagi siswa. (c) Bahasa Indonesia digunakan untuk memberikan contoh-contoh. (d) Bahasa Indonesia digunakan untuk mengkritisi tingkah laku negatif siswa. (e) Bahasa Indonesia digunakan untuk memberikan feedback. (f) Bahasa Indonesia digunakan untuk bertanya. Kata Kunci : Interaksi Kelas, Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC). Abstract This research aimed at analyzing the classroom interaction category occurred at VII. 4 class of SMP Laboratorium Undiksha Singaraja based on Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC). The category which mostly used, the dominant language used and the reasons to use it. The subjects of the research were a teacher and 36 students of VII.4 class. This research employed qualitative research. The results of this research showed that: (1) accepts feelings occurred 126 utterances, praises or encouragement occurred 177 utterances, accepts or uses ideas of students occurred 74 utterances, asks questions occurred 407 utterances, lecturing occurred 230 utterances, giving directions occurred 469 utterances, criticizing or justifying authority occurred 80 utterances, students’ talk response occurred 348 utterances, students’ talk initiation occurred 79 utterances, silence or confusion occurred 226 utterances. (2) The category that mostly occurred was giving direction. (3) The dominant language used was Bahasa Indonesia which occurred 1027 utterances while English occurred 963 utterances, furthermore the reasons of using Bahasa Indonesia during classroom interaction were: (a) because Bahasa Indonesia was used to clarify English instruction. (b) Bahasa Indonesia was used to clarify unfamiliar words. (c) Bahasa Indonesia was used to give examples. (d) Bahasa Indonesia was used to criticize students’ bad behavior. (e) Bahasa Indonesia was used to give feedback. (f) Bahasa Indonesia was used to ask questions. keyword : Classroom Interaction, Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC).
English Teachers' Materials Development at SMA Negeri Bali Mandara in Academic Year 2014 / 2015 ., Luh Ade Budanadi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi materi dan pengembangan materi yang digunakan dan dikembangkan oleh guru – guru Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 2 guru Bahasa Inggris di SMA Negeri Bali Mandara. Pengambilan data dilakukan dengan 3 metode penelitian, yakni: observasi, interview, dan dokumen analisis. Peneliti menggunakan beberapa instrumen untuk pengambilan data, diantaranya adalah: Peneliti sebagai kunci instrument, buku catatan, beberapa pedoman pertanyaan, dokumen materi dan lembar observasi. Untuk mencari data, ada beberapa alat yang digunakan diantaranya adalah kamera dan perekam dari Assus Zenfone 5, perekam video dan laptop. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat 28 materi yang digunakan dan dikembangkan dari sumber internet oleh kedua guru Bahasa Inggris tersebut. Guru bahasa inggris 1 menggunakan dan mengembangkan 3 topik diantaranya adalah : News Item, teks eksposisi dan teks report. Sedangkan guru bahasa Inggris 2 menggunakan dan mengembangkan 3 topik, diantaranya adalah: Teks explanation, discussion dan teks review. Adapun materi – materi yang digunakan dan dikembangkan diantaranya adalah : beberapa teks dari internet, berita dari Jakarta post, berita yang diambil dari youtube, video – video, dan film. Materi – materi yang digunakan dan dikembangkan dari kedua guru tersebut menggunakan metode adopsi dan adaptasi. Adopsi materi dilakukan dengan mengambil materi – materi tersebut dari sumber internet dan dikembangkan dengan memberikan beberapa aktivitas. Sedangkan adaptasi dilakukan dengan cara menyederhanakan, menghapus, mengganti, menambahkan materi dari sumbernya. Ada beberapa alasan dari kedua guru tersebut mengembangkan materi – materi tersebut. Adopsi materi dilakukan karena materinya harus disesuaikan dengan pengembangan materi, keahlian yang diajarkan, tujuan pembelajaran dan kosa katanya. Sedangkan adaptasi dilakukan dengan tujuan untuk membuat materinya sesuai dengan alokasi waktu, keahlian yang diajarkan, tingkat kesulitan dari materinya, dan persamaan materi dari satu teks dengan teks lainnya, dan keaslian materi.alat yang digunakan diantaranya adalah kamera dan perekam dari Assus Zenfone 5, perekam video dan laptop. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat 28 materi yang digunakan dan dikembangkan dari sumber internet oleh kedua guru Bahasa Inggris tersebut. Guru yang mengajar bahasa Inggris kelas X yang mengambil mata pelajaran bahasa Inggris untuk kelas XI disebut Bahasa Inggris 4. Sedangkan siswa kelas XI yang mengambil mata pelajaran Bahasa Inggris kelas XII disebut Bahasa Inngris 6. Terdapat 3 topik yang digunakan dan dikembangkan untuk bahasa Inggris 4, diantaranya adalah : News Item, teks eksposisi dan teks report. Sedangkan Bahasa inggris juga memeiliki 3 topik yang digunakan dan dikembangkan, diantaranya adalah: Teks explanation, discussion dan teks review. Adapun materi – materi yang digunakan dan dikembangkan diantaranya adalah : beberapa teks dari internet, berita dari Jakarta post, berita dari diambil dari youtube, video – video, dan film. Materi – materi yang digunakan dan dikembangkan dari kedua guru tersebut menggunakan metode adopsi dan adaptasi. Adopsi materi dapat dilakukan dengan mengembangkan beberapa aktivitas dari materi tersebut. Sedangkan adaptasi dapat dilakukan dengan cara menyederhanakan, menghapus, mengganti, menambahkan, materi dari sumbernya. Ada beberapa alasan dari kedua guru tersebut mengembangkan materi – materi tersebut. Adopsi materi dilakukan karena materinya harus disesuaikan dengan pengembangan materi, keahlian yang diajarkan, tujuan pembelajaran dan kosa katanya. Sedangkan adaptasi dilakukan dengan tujuan untuk membuat materinya sesuai dengan alokasi waktu, keahlian yang diajarkan, tingkat kesulitan dari materinya, dan persamaan materi dari satu teks dengan teks lainnya, dan keaslian materi.Kata Kunci : materi, pengembangan materi. This study aimed at investigating the materials and the materials development which were used and developed by English teachers. This study used a qualitative research design. The subjects of the study were two English teachers at SMA Negeri Bali Mandara. The data were obtained by conducting three methods of data collection, they were: observation, interview, and the document analysis. The instruments whichwere used to help the researcher conducted the method of study, they were : the researcher as the key instrument, field note, questions guidelines, observation sheet, and the document study. The equipments used to obtain the data were: Assus Zenfone 5 camera and recorder, video recorder and laptop. From the result of study, the data showed that there were 28 different materials which were used and developed from the internet sources by both teachers. There were 3 topics that were used and developed by English Teacher 1 and 3 topics by English Teacher 2. The materials for English Teacher 1 were : News item, expositions text and report text. The materials for English Teacher 2 were: explanation, discussion and review text. The materials which were used and developed were: texts from the internet sources, news from Jakarta Post , news from Youtube, videos, and film. Those materials from both of the teachers were developed by adopting and adapting the materials. The adoption of the materials were taken from the internet sources and they were developed by giving some activities. However, the adaption of the materials were done by simplifying, deleting, replacing, and adding the materials from the source. There were some reasons that teachers have in order to develop those materials. The adoption of the materials were done because the teachers should make the materials appropriate with the activities developed, the skills that needed to be achieved, the purposes of the study and the vocabularies. Meanwhile the adaptation were done because the materials should be appropriate with the time allocation, the skills that had to be achieved, the level of difficulty of the materials, the similarities of the text with another text, and the authenticity of the materials. keyword : materials, materials development.
The Implementation of Audio Media Based On Scripted Songs upon the Fifth Grade Students' Competency in Primary Schools at Sub-Distric 1 Busungbiu, Buleleng in Academic Year 2014/2015 ., I Made Pasek Suwarbawa; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5377

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujan untuk menemukan efek signifikan dari pengimplementasian audio media berbasis lagu kreasi pada kemampuan kompetensi anak kelas 5 SD. Penelitian ini dilaksanakan pada Tahun ajaran 2014/2015 di Gugus 1 Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan adalah metode posttest only control group, dimana dihasil akhir akan membandingkan antara nilai sumatif siswa dengan nilai posttest siswa. Hasil analisis secara deskriptif dan inferential menunjukan bahwa nilai rata-rata dari kelas eksperiment menunjukan efek yang signifikan jika disbandingkan dengan kelas control dan dukung dengan hasil t-test yang sesuai. Hasil tersebut membuktikan bahwa pengimplementasian audio media berbasis lagu kreasi memberikan signifikan efek terhadap kompetensi siswa kelas 5 SD.Kata Kunci : audio media, kompetensi, lagu kreasi This experimental study aims at finding the significant effect of Audio Media based on Scripted Songs upon the fifth grade students’ competency in primary school at Sub-District 1 Busungbiu, Buleleng in academic year 2014/2015. The design of this study was post-test only control group design. The implementation of cluster random sampling technique administrated that SD N 1 Busungbiu as experimental group which was taught by using Audio Media based on Scripted Songs and SD N 3 Busungbiu as the control group which was taught by using conventional teaching technique .Both groups consisted of 22 students each. The results of data analysis show that the students who were taught by Audio Media based on Scripted Songs performed better than those who were taught by implementing conventional teaching technique. The mean score of experimental group was 82.9 and the control group was 70.28. It was proved by the results of t-test analysis shows that the tobs was 7.793. It was higher than the value of the tcv at 2.009 (α = 0.05). In conclusion, Audio Media based on Scripted Songs gave significant effect toward students’ English competencykeyword : audio media, competency, scripted songs
The Implementation of Problem-Based Learning in Teaching English in Aura Sukma Insani Kindergarten ., Kadek Kartika Suherma Yanthi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengimplementasian problem based learning dalam pengajaran Bahasa Inggris di TK Aura Sukma Insani yang menggunakan 5 tahapan pembelajaran seperti (1) mengidentifikasi masalah, (2) menggambarkan istilah yang berkaitan dengan masalah, (3) mengumpulkan strategi, (4) memilih strategi yang tepat, dan (5) melihat dampak dari strategi yang digunakan dalam memecahkan suatu permasalahan. Subjek daripenilitian ini adalah guru dan siswa kelas A1, A2, B1, dan B2. Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk observasi non-partisipan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap guru menggunakan rpp yang berbeda dalam mengajar disetiap kelasnya karena guru mengajarkan topik yang berbeda. Mereka memiliki wewenang untuk membuat rpp sendiri berdasarkan topik yang akan mereka ajar. Beberapa aktifitas sudah mengimplementasikan metode problem based learning untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar. Metode mpembelajaran Problem Based Learning yang diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris sangat efektif diterapkan di TK Aura Sukma Insani sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berfikir yang kritis dan siswa menjadi aktif serta mandiri dalam menerima ilmu dari guru selama proses pembelajaran berlangsung. Guru menilai siswa dari proses dan hasil yang telah dibuatnya dengan menggunakan penilaian secara holistik, dan memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif dan memiliki peningkatan dalam proses belajar. Penilaian yang diberikan dalam bentuk sertifikat dengan 14 katagori yang berbeda, cap, stiker, dan kertas yang digulung. Aura Sukma Insani menggunkan penilaian autektik yang terdiri dari penilaian penampilan dan penilaian portofolio.Kata Kunci : problem based learning, pembelajar bahasa inggris usia dini. This study aimed at finding the implementation of problem based learning in teaching English in Aura Sukma Insani Kindergarten which utilized 5 stages of teaching such as (1) identifying the problem, (2) defining terms, (3) exploring strategies, (4) acting on the strategy, and (5) looking at the effect. The subjects of the study were a teacher and students of A1, A2, B1, and B2 class. This study employed qualitative approach in the forms of nonparticipant observation. The result showed that every teacher used different lesson plan in teaching the students in every class because the teachers taught different topic. They had authority to arrange the lesson plan based on the material taught. Several activities were implemented using Problem Based Learning method (PBL) which increased the students’ activeness in learning. PBL learning method which was implemented in English learning was effectively conducted in Aura Sukma Insani Kindergarten so it could improve the students’ ability in thinking critically, participating actively and independently while following the teaching and learning process with the teachers. The teachers assessed the students by observing the process and final product by giving the score holistically, and the reward were given for those who were active and had improvement in the learning process. Those were in forms of certificate with 14 categories, stamp, sticker, and rolled paper. Aura Sukma Insani Kindergarten used authentic assessment in assessing the students’ achievement, such as: performance and portfolio assessment. keyword : problem based learning, young English learner
AFFIXATION OF GALUNGAN DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Ngurah Agung Riski Restuaji; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis prefix (awalan), suffix (akhiran) dan circumstance (awalan-akhiran), bagaimana imbuhan (affix) membentuk kata-kata dan jenis makna imbuhan (affix) apa yang terjadi pada Dialek Galungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dua sampel informan dari penutur Dialek Galungan dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan dua teknik, yaitu: observasi dan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat prefix (awalan), tiga suffix (akhiran), dan tiga circumstance (awalan-akhiran) pada Dialek Galungan. Adapun jenis awalannya (prefix) adalah {N-}, {ma-}, {pa-}, dan {ka-}. Jenis Akhiran (suffix) meliputi {-in}, {-ang}, dan {-ne}. Jenis awalan-akhiran (circumstance) yang terdapat pada dialek galungan adalah {N-in}, {N-ang}, dan {ma-an}. Prefix (awalan), suffix (akhiran), dan circumstance (awalan-akhiran) memiliki 21 jumlah makna. Adapaun diantaranya adalah: prefix (awalan) {N-} memiliki dua makna, {ma-} memiliki empat makna, {pa-} memiliki tiga makna, dan {ka-} memiliki dua makna. Suffix (akhiran): {-in} memiliki satu makna, {-ang} memiliki satu makna, dan {-ne} memiliki dua makna. Circumstance (awalan-akhiran): {N-in} memiliki tiga makna, {N-ang} memiliki satu makna, dan {ma-an} memiliki dua makna. Pada bab diskusi, juga dijelaskan tentang proses derivation (imbuhan yang mengubah kelas kata) dan inflection (imbuhan yang tidak mengubah kelas kata) serta proses morphophonemic dari Imbuhan (Affix).Kata Kunci : Dialek Galungan, imbuhan (affix), awalan (prefix), akhiran (suffix), awalan-akhiran (circumstance), derivation, inflection dan proses morphophonemic This study aimed at describing kinds of prefixes, suffixes and circumstances, how affixes construct the words and what kinds of affixation meaning occur in Galungan Dialect. This research is a descriptive qualitative research. Two informant samples of Galungan Dialect were chosen based on set criteria. The data were collected based on two techniques, namely: observation and interview technique. The results of the study show that there are four prefixes, three suffixes, and three circumstances existed in Galungan Dialect. The prefixes are {N-}, {ma-}, {pa-}, and {ka-}. The suffixes are {-in}, {-ang}, and {-ne}. The circumstance are {N-in}, {N-ang} and {ma-an}. Prefixes, suffixes, and circumstance have total 21 meanings. Prefixes: {N-} have two meanings, {ma-} have four meanings, {pa-} have three meanings, and {ka-} have two meanings. Suffixes: {-in} has one meaning, {-ang} has one meaning and {-ne} have two meanings. Circumstances: {N-in} have three meanings, {N-ang} has one meanings and {ma-an} have two meanings. On the discussion also talk about derivational and inflectional and also morphophonemic process of the affixes. keyword : Galungan dialect, Affixation, prefixes, suffixes, circumstances, derivational, inflectional, and Morphophonemic Process.
An Analysis of a Textbook Entitled “Step into the English World: A Character-Based English Textbook for Junior High School Grade VIII” Used in the Teaching English at the Eight Grade Students of SMP Negeri 2 Singaraja ., Wayan Cherrie Hana Melati; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5454

Abstract

Perubahan kurikulum di Indonesia memberi dampak yang signifikan pada sistem pendidikan serta pengembangan materi. Kurikulum 2013 yang mendasari perkembangan buku teks dalam pendidikan di Indonesia terlibat dalam polemik. Meski demikian terdapat banyak penelitian tentang pengembangan bahan ajar berdasarkan kurikulum ini, khususnya buku teks. Sebagai contoh, buku berjudul “Step into the English World: A Character-based Textbook for Junior High School Grade VIII” yang dikembangkan oleh seorang mahasiswa dari Universitas Pendidikan Ganesha berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini, sama halnya dengan penelitian sejenis terkait analisis buku teks bertujuan untuk mengetahui masalah yang guru dan siswa hadapi dalam pelaksanaan buku pelajaran, kualitas umum buku teks dan kesesuaiannya dengan penerapan kurikulum 2013. Penelitian ini menunjukkan bahwa buku teks yang berkualitas harus menekankan pada kelebihannya dan membatasi kekurangan berdasar teori Richards (2001). Selanjutnya, buku teks harus memenuhi kriteria buku teks yang baik untuk setiap aspek evaluasi yang tersaji pada checklist yang telah divalidasi oleh beberapa evaluator ahli. Temuan penelitian ini menentukan apakah buku teks yang dikembangkan berdasarkan kurikulum 2013 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap masalah pelaksanaan pada kurikulum ini. Hasil penelitian ini akan membawa beberapa kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia secara umum, dan khususnya dalam pengembangan buku teks berdasarkan kurikulum 2013.Kata Kunci : kurikulum 2013, analisis buku teks, kualitas buku teks, checklist The curriculum reform in Indonesia gave a significant effect on the education system as well as the material development. Although the latest change into the Curriculum 2013 which provides the blue print for the development of the textbooks nationally in Indonesian education is caught in polemic, there are many books designed in accordance with this curriculum. One of the examples was a textbook entitled “Step into the English World: A Character-based Textbook for Junior High School Grade VIII” which was written by a student of Ganesha University of Education. The recent study was aimed at finding out the problems that the teacher and students encountered in the implementation of the textbook, the textbook’s general quality and its suitability to the recently applied curriculum 2013. This research found out that there were still many problems in the implementation of the textbook, even though the textbook’s general quality was classified as good and was relevant with the curriculum 2013. This study suggests that in order to bring out a quality textbook, the advantages of the textbook should be strengthened and the disadvantages should be limited. Furthermore, textbook should meet the criteria of good textbook for each the evaluated aspects presented on checklist which had been validated by some judges. The findings of this research will be significant in determining whether or not the textbook developed laid down by the curriculum 2013 contributes a significant effect to the current issues of the curriculum 2013 implementation problems. The result will bring out some significant contributions on the development of the Indonesian education in general, the textbook development in regard to the curriculum 2013 in particular.keyword : curriculum 2013, textbook analysis, quality textbook, checklist
THE IMPLEMENTATION OF PARENTAL INVOLVEMENT IN SUPPORTING THE STUDENTS' ENGLISH LITERACY ACHIEVEMENT OF THE FOURTH GRADE STUDENTS AT NBBS SINGARAJA ., Ni Putu Ayu Surya Utari Dewi; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan keterlibatan orangtua dalam mendukung prestasi literasi bahasa Inggris siswa di NBBS Singaraja dan faktor yang mendukung suksesnya penerapan keterlibatan orangtua tersebut. Analisis keterlibatan orangtua dalam penelitian ini didasari oleh enam kerangka keterlibatan orangtua oleh Epstein (2009). Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian yaitu siswa kelas IV di North Bali Bilingual School (NBBS) Singaraja, sementara obyek penelitian ini adalah keterlibatan orangtua yang diterapkan melalui program-program sekolah untuk mendukung prestasi literasi bahasa Inggris siswa di NBBS Singaraja. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa: (1) keterlibatan orangtua di NBBS diterapkan melalui beberapa strategi yaitu melalui perseorangan (konseling dan parent’s conference) dan pertemuan (English Day Camp). Beberapa usaha juga dilakukan sekolah untuk melibatkan orangtua dalam mendukung literasi siswa yaitu dengan adanya Book Week, Memo Book, Class News, Reading Log Book dan Studi Lapangan. (2) faktor yang mempengaruhi suksesnya penerapan keterlibatan orangtua dalam mendukung prestasi literasi bahasa Inggris siswa di NBBS Singaraja adalah konsistensi orangtua dalam mengikuti sistem/aturan sekolah sehingga terbentuk suatu kebiasaan bagi siswa. Kata Kunci : Keterlibatan Orangtua, Literasi Bahasa Inggris, Prestasi Literasi Bahasa Inggris Siswa. This study aimed at analyzing the implementation of parental involvement in supporting the students’ English literacy achievement of the fourth grade students at NBBS Singaraja and factors that support the success of the implementation of parental involvement in supporting the students’ English literacy achievement at NBBS Singaraja. Parental involvement activities in this study was analyzed based on Epstein’s six types of parental involvement framework (2009). This study used a descriptive qualitative research design by involving the fourth grade students at NBBS Singaraja. The object of this study was parental involvement which is practiced through the school’s programs. The data were collected by conducting an interview and document analysis. Based on the result of the data analysis, it was found that (1) parental involvement in NBBS is practiced through many strategies like in person (counseling and parents’ conference) and in gathering (English Day Camp). Some efforts were also done to get parents involved in their children’s literacy activities through the existence of Book Week event, Memo book, Memo Book, Class News, Reading Log Book, and Field Study. (2) Factor that supports the success of the implementation of parental involvement in supporting the students’ English literacy achievement at NBBS Singaraja was the parents’ consistency in following the school’s system, so that the students’ habit can be built. keyword : Parental Involvement, English Literacy, Students’ English Literacy Achievement.
A COMPARATIVE STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF VARIOUS SEATING ARRANGEMENT TECHNIQUES TOWARD TEACHING LEARNING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE IN SMA KARYA WISATA ., Komang Widia Helena Arisandi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengimplementasian bermacam teknik pengaturan tempat duduk terhadap pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris sebagai sebuah bahasa asing. Subjek dalam penelitian ini yaitu 41 siswa di kelas XI IPB 2. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Terdapat beberapa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini seperti: catatan, kuisioner, pedoman wawancara dan alat penelitian seperti: kamera dan perekam vidio. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbandingan yang penting antara bermacam teknik pengaturan tempat duduk (horseshoe, modular, dan circle) dengan teknik traditional. Perbandingan itu memberikan perubahan situasi pembelajaran yang membuat semua siswa ikut serta dalam pelajaran (2) pengimplementasian bermacam teknik pengaturan tempat duduk memberikan pengaruh terhadap pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris yang diimplementasikan oleh guru. Itu bisa dilihat dari mengobservasi siswa dalam mencapai indikator dari RPP guru. (3) Berdasarkan hasil data yang diperoleh dari wawancra dan menjawab kuisioner, terdapat 40 siswa (97%) menyukai dan menyetujui pengimplementasian pengaturan tempat duduk dalam bentuk horseshoe dan modular yang memberikan cara yang menarik dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. Sedangkan 38 siswa (92%) menyukai dan menyetujui pengimplementasian teknik pengaturan tempat duduk dalam bentuk circle.Kata Kunci : Bermacam Teknik Pengaturan Tempat Duduk (Horseshoe, Modular dan Circle), Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai sebuah Bahasa Asing This research aimed at describing the implementation of various seating arrangement techniques toward teaching learning English as a foreign language. The subjects of the study were 41 students of XI IPB 2 class. This research used descriptive qualitative research. There were several instruments used in this research such as: field note, questionnaire, interview guide and the research equipments; video recording and camera. The results of this research showed that: (1) there were crucial comparison between various seating arrangements (horseshoe, modular, and circle) and traditional seating arrangement. It gave the changes of learning situation which made all students involved to the lesson. (2) The implementation of the various seating arrangement techniques gave the effect on teaching learning process of English which were implemented by the teacher. It could be seen from observing the students in achieving the achievement of the indicator based on teacher’s lesson plan. (3) Based on the data gained through interviewing and answering the questionnaire, there were 40 students (97%) liked and agreed with the implementation of horseshoe and modular seating arrangement techniques which gave the interesting ways in learning process of English in classroom. Meanwhile, there were 38 students (92%) liked and agreed with the implementation of circle seating arrangement technique. keyword : Various Seating Arrangement Techniques (Horseshoe, Modular and Circle), Teaching Learning English as a Foreign Language.