cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
DEVELOPING BILINGUAL CHILDREN STORYBOOK AS MEDIA FOR TEACHING READING FOR THE IV GRADE STUDENTS OF SDN 3 BANJAR JAWA IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Citra Dewi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui topik yang di butuhkan untuk mengembangkan buku cerita dwibahasa anak-anak yang dapat digunakan sebagai media pengajaran membaca di SDN 3 Banjar Jawa, (2) mengetahui nilai-nilai yang dibutuhkan dalam buku cerita dwibahasa anak-anak untuk mengembangkan karakter siswa dan (3) mengetahui kualitas dari buku cerita bilingual anak-anak yang di kembangkan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di SDN 3 Banjar Jawa. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan lembar observasi, wawancara, kuesioner, ceklis, rubrik, dan catatan. Penelitian ini adalah penelitian R & D (penelitian dan pengembangan) yang diikuti beberapa prosedur berdasarkan model dari Sugiyono (2009), yaitu mengidentifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, merancang produk, validasi desain produk, revisi produk desain, uji coba produk, dan revisi produk. Dengan demikian pada akhir penelitian ini, ada prototipe dari buku cerita dwibahasa anak-anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis buku cerita dwibahasa anak-anak yang dikembangkan dengan tema pengenalan, sekolah dan keluarga. Setiap buku cerita dwibahasa anak-anak terdiri dari empat belas sampai dengan lima belas halaman dan pendidikan karakter dimasukkan ke dalam cerita. Pada kualitas media, ditemukan bahwa buku cerita dwibahasa anak-anak yang dikembangkan dikategorikan sebagai media yang sangat baik. Dengan demikian, buku cerita dwibahasa anak-anak sangat tepat untuk digunakan sebagai media untuk mengajar membaca pada siswa kelas IV SD.Kata Kunci : buku cerita bilingual, pendidikan karakter, membaca, mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak This research aimed to (1) know the topic that are needed to develop a bilingual children storybook at SDN 3 Banjar Jawa, (2) know the values are needed to develop the student’s character in the bilingual children storybook and (3) know the qualities of the developed bilingual children storybook. The subject of this research was the fourth grade students of elementary school at SDN 3 Banjar Jawa. The data of this research were obtained by using observation sheet, interview guidelines, item of questionnaire, checklist, rubric, and notes. This research was R & D (research and development) which followed several procedures based on Sugiyono, (2009) model namely identifying potency and problem, collecting data, designing product, validating design product, revising design product, trying-out product, and revising product. Thus, there was a prototype of bilingual children storybook in the end of this research. The result of this research showed that there were three kinds of character bilingual children storybook developed with the theme introduction, school and family. Each bilingual children storybook consisted of fourteen up to fifteen pages and was inserted character education in its story. For the quality of the media, it was found that the bilingual children storybook developed was categorized as excellent media. Thus, it was proper to be used as a media for teaching reading at fourth grade students of elementary school. keyword : bilingual story book, character education, reading, teaching English for young learners
DEVELOPING A LOCAL CULTURE-BASED PICTURE STORYBOOK IN THE FORM OF FOLKTALE FOR YOUNG LEARNERS ., Ni Putu Eka Maryani Dewi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8748

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku cerita bergambar berbasis budaya lokal dalam bentuk cerita rakyat pelajar muda. Penelitian ini termasuk dalam penelitian dan pengembangan (R&D) yang menerapkan pola pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2014). Karakteristik dari pelajar muda dan kriteria buku cerita bergambar yang baik menjadi pertimbangan dalam mengembangkan produk. Data yang digunakan dikumpulkan melalui proses pengamatan, wawancara, dan tinjauan pustaka sebelum merancang produk. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) buku cerita bergambar yang berjudul Cupak dan Gerantang dan (2) kualitas dari produk penelitian ini dinilai sangat baik dengan nilai 4.63 (Sr ≥ 4.5 = sangat baik; skor total adalah lebih tinggi atau setara dengan 4.5) dan memiliki validasi isi yang sangat tinggi dengan nilai (cv=1.00). Dengan demikian, produk yang dikembangkan sesuai untuk pengajaran Bahasa Inggris sebagai materi tambahan dalam pengajaran Bahasa Inggris untuk pelajar muda.Kata Kunci : Budaya, Buku Cerita Bergambar, Cerita Rakyat Bali The purpose of this research was to develop a local culture-based picture storybook in the form of folktale for young learners. This research was a Research and Development (R&D) applying the model proposed by Sugiyono (2014). Both characteristics of young learners and criteria of good picture storybook were considered in designing the product. The data were collected by observation, interview, and literature review before designing the product. The results of research are: (1) picture storybook entitled Cupak and Gerantang and (2) the quality of the product which is judged excellent with the score 4.63 (Sr ≥ 4.5 = excellent; total score is more or equal as 4.5) and has very high content validity with the score (cv=1.00). Thus, this product developed is appropriate in teaching English as supplementary reading for pleasure material for teaching English for young learners (TEYL).keyword : Culture, Picture Storybook, Balinese Folktale
DISCREPANCY STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF SCIENTIFIC APPROACH IN SMP NEGERI 4 SINGARAJA BASED ON CURRICULUM 2013 ., Made Widi Darma Prasetya; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki (1) perbedaan implementasi pendekatan ilmiah di SMP Negeri 4 Singaraja berdasarkan Kurikulum 2013 dan (2) keyakinan guru bahasa Inggris pada pelaksanaan pendekatan ilmiah di SMP Negeri 4 Singaraja berdasarkan Kurikulum 2013. Subjek penelitian ini adalah dua guru bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Singaraja. Sedangkan objek penelitian ini adalah rencana pembelajaran yang dirancang oleh guru bahasa Inggris dan pelaksanaan pendekatan ilmiah berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang menggunakan Model Evaluasi Provus yang dikembangkan oleh Malcolm M. Provus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan checklist sebagai standar dan wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil evaluasi pelaksanaan pendekatan ilmiah tentang rencana pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Singaraja menunjukkan bahwa ada perbedaan yang kebanyakan ditemukan pada tahap menanya dan mengkomunikasikan dari pendekatan ilmiah berdasarkan kurikulum 2013. Selanjutnya, guru bahasa Inggris percaya bahwa pendekatan ilmiah tidak sesuai dilaksanakan dalam pembelajaran bahasa Inggris tetapi lebih tepat dalam Sains. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pada rencana pembelajaran yang dirancang serta pelaksanaan. Mungkin itu disebabkan oleh keyakinan guru pada kurikulum 2013.Kata Kunci : pendekatan ilmiah, kurikulum 2013, perbedaan This study aimed at investigating (1) discrepancy of scientific approach implementation in SMP Negeri 4 Singaraja based on Curriculum 2013 and (2) English teachers’ belief on the scientific approach implementation in SMP Negeri 4 Singaraja based on Curriculum 2013. The subjects of this study were two English teachers in SMP Negeri 4 Singaraja. While the objects of the research were the lesson plan designed by the English teachers and the scientific approach implementation based on curriculum 2013. This study was an evaluation study which used Provus Discrepancy Model developed by Malcolm M. Provus. The data was collected through observation by using checklist as the standard and interview by using interview guide. The results of evaluation of the scientific approach implementation on lesson plan and teaching English in SMP Negeri 4 Singaraja showed that there were discrepancies found mostly in questioning and communicating steps of scientific approach based on curriculum 2013. Furthermore, English teachers believed that scientific approach is not appropriate implemented in English but it is more appropriate in Science. It can be concluded that there were discrepancies on the lesson plans designed as well as the implementations. Possibly it was caused by the teachers’ beliefs on curriculum 2013. keyword : scientific approach, curriculum 2013, discrepancy
DEVELOPING A LOCAL CULTURE-BASED PICTURE STORYBOOK IN THE FORM OF LEGEND FOR YOUNG LEARNERS ., Luh Gede Puspayanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8750

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk mengembangkan sebuah buku cerita bergambar berbasis budaya lokal untuk pelajar anak-anak. Budaya lokal yang dimaksudkan mengacu pada kesusastraan Bali dalam bentuk legenda yang berjudul “Asal Mula Selat Bali” Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono (2014). Data dalam penelitian ini diperoleh dari (1) wawancara, (2) pengamatan, dan (3) kajian pustaka. Kemudian, data tersebut dianalisa secara descriptif dalam bentuk narasi untuk produk yang dikembangkan dan validasi isi menggunakan rumus Gregory. Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh peneliti, produk ini sesuai untuk siswa sekolah dasar karena produk dikembangkan dengan mempertimbangkan kriteria dari buku cerita bergambar yang baik dan karakteristik dari pelajar anak-anak. Hasil validasi isi dari produk yang dikembangkan adalah 1.00 dengan kriteria sangat tinggi. Kemudian, kualitas dari produk diukur menggunakan skala Likert dengan hasil 4.75 yang dikatagorikan sangat baik. Validasi isi dan qualitas produk dinilai oleh ahli uji. Maka, produk dari penelitian ini direkomendasikan untuk pelajar anak-anak sebagai materi bacaan untuk kesenangan.Kata Kunci : legenda, budaya lokal, buku cerita bergambar This study focused on developing a local culture-based picture storybook for young learners. The local culture referred is Balinese literature in the form of legend entitled “The Legend of Bali Strait”. This study was conducted by using a Research and Development (R&D) model proposed by Sugiyono (2014). The data were obtained by (1) interview, (2) observation, and (3) literature review and were analyzed descriptively for the product developed and content validity using Gregory formula. Based on the analysis done by the researcher, the product is suitable for young learners since it is developed by considering the criteria of good picture storybook and the characteristics of young learners. The result of content validity of the product is 1.00 with very high criteria. Then, the quality of the product is measured by using Likert Scale with the result is 4.75 and categorized as excellent. Both content validity and quality of the product were judged by expert judges. Therefore, the product of this study is recommended for young learners as reading for pleasure material.keyword : legend, local culture, picture storybook
AFFIXATION OF KUTUH DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESSES ., Kadek Prajinggo Patrya; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8751

Abstract

Penelitian ini berbentuk kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran dalam dialek Kutuh yang mengalami proses infleksi and derivasi. Ada tiga informan dipilih berdasarkan kriteria yang ada. Tiga teknikdigunakan untuk mengumpulkan data yaitu: observasi, perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam awalan dan enam akhiran ada dalam dialek Kutuh. Awalannya adalah {N-}, {me-}, {ka-}, {pe-}, {a-} and {maka-}. Sedangkan akhirannya adalah {-ang}, {-in}, {-an}, {-o}, {-e} and {-nyo}. Awalan yang mengalami proses derivasi adalah {N-}, {me-}, {ka-} and {pe-} sedangkan akhirannya {-ang}, {-an} and {-in}. Jumlah imbuhan dalam dialek Kutuh yang mengalami proses infleksi adalah empat awalan dan enam akhiran. Awalan tersebut adalah {N-}, {me-}, {a-} and {maka-}. Sedangkan Akhirannya adalah {-ang}, {-an}, {-o}, {in}, {-e} and {- nyo}. Kata Kunci : awalan dan akhiran derivasi, awalan dan akhiran infleksi, dialek Kutuh This study was a descriptive qualitative research. The study aimed at describing the prefixes and suffixes in Kutuh dialect which undergo derivational and inflectional process. There were three informants chosen based on a set of criteria. Three techniques were used to collect the data, namely observation, recording, and interview technique (listening and note-taking). The results of the study show there are six prefixes and six suffixes exist in Kutuh dialect. Those are prefixes {N-}, {me-}, {ka-}, {pe-}, {a-} and {maka-}. Meanwhile, the suffixes were {-ang}, {-in}, {-an}, {-o}, {-e} and {-nyo}. The prefixes which undergo derivational process are {N-}, {me-}, {ka-} and {pe-} while, the suffixes are {-ang}, {-an} and {-in}. The number of affixes in Kutuh dialect undergo inflectional process are four prefixes and six suffixes. The prefixes are {N-}, {me-}, {a-} and {maka-}. Whereas, the suffixes are {-ang}, {-an}, {-o}, {in}, {-e} and {- nyo}.keyword : derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, Kutuh dialect
THE EFFECT OF TALKING CHIPS TECHNIQUE TOWARD SPEAKING ACHIEVEMENT OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 4 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Desak Ayu Made Pradnya Iswari; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi berbicara antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik talking chips dan mereka yang menggunkan teknik konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 4 Singaraja dengan sample 64 siswa yang dipilih melalui Cluster Random Sampling. 32 siswa dari kelas VIIIB2 sebegai kelas experimen dimana teknik talking chips diterapkan dan 32 siswa dari kelas VIIIB1 sebagai kelas kontrol dimana teknik konvensional diterapkan. Data diambil melalu tes berbicara dengan menggunakan rubric penilaian dan dianalisis menggunakan t-test. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan dalam prestasi berbicara yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik talking chips dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan teknik konvensional (tobs= 2,415, P
DEVELOPING CHARACTER BASED BILINGUAL STORYBOOK FOR TEACHING ENGLISH TO 5TH GRADE STUDENTS IN SDN 3 BANJAR JAWA IN CADEMIC YEAR 2015/2016 ., I Gusti Putra Jnana Yoga; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengembangkan topic yang dibutuhkan dalam buku cerita dwibahasa anak-anak untuk siswa kelas 5 di SDN 3 Banjar Jawa Singaraja (2) menjelaskn nilai moral yang dibutuhkan untuk mengembangkan pendidikan karakter dalam buku cerita dwibahasa anak-anak untuk siswa kelas 5 di SDN 3 Banjar Jawa Singaraja (3) menjelaskan kualitas dari buku cerita dwibahasa anak-anak untuk siswa kelas 5 di SDN 3 Banjar Jawa Singaraja. Penelitian ini adalah (Penelitian dan Pengembangan) yang berdasarkan pada model Sugiyono. Terdapat beberapa prosedur yang perlu diikuti yakni mengidentifikasi masalah dan potensi, pengumpulan data, mendisain produk, memvalidasi disain produk, merevisi disain product, mencoba desain product dan merevisi produk. Dalam penelitian ini terdapat dua puluh delapan siswa kelas lima sekolah dasar sebagai subyek penelitian. Peneliti menggunakan enam instrument seperti lembar observasi, panduan wawancara, kuisioner, ceklist, rubric dan catatan untuk mendapatkan data dalam penelitian ini. Pada akhir penelitian ini terdapat lima contoh dari buku cerita dwibahasa anak-anak yang mengandung beberapa tema dan pendidikan karakter berdasarkan silabus kurikulum 2013. Terdapat beberapa tema yakni identitas, keluarga, rumah, lingkungan sekolah dan kegiatan sehari-hari. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kualitas dari buku cerita dibahasa anak-anak dapat dikategorikan sebagai media yang sangat bagus. Demikian hasil dari penelitian ini bahwa media yang di kembangkan pantas untuk di gunakan sebagai media dalam mengajar bahasa inggris untuk siswa kelas lima.Kata Kunci : buku cerita dwibahasa, pengajaran bahasa inggris untuk anak usia dini, pendidikan karakter This research aimed to (1) Develop topics that were needed for bilingual children story book for 5th grade students of SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja (2) to describe the values that were needed to develop the students’ character in bilingual children storybook for 5th grade students of SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja (3) to describe the qualities of the bilingual children story book for 5th grade students of SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja. This research was R & D (Research and Development) which based on Sugiyono model. There were several procedure that need to be follow namely identifying potency and problem, collecting data, designing product, validating design product, revising design product, trying-out product, and revising product .In this research there were twenty-eight students of fifth grade students of elementary school as the subject of the study. The researcher used six instruments such as observation sheet, interview guide, questionnaire, checklist, rubric, and notes to obtain the data in this research. At the end of this research there were five prototypes of bilingual children storybooks which consist of several themes and character education according to syllabus of curriculum 2013. The themes were identity, family, house, school environment and daily activity. The result of this research showed that the quality of bilingual children storybook developed was categorized as excellent media. Thus, it was proper to be used as a media for teaching English at fifth grade students.keyword : bilingual storybook, teaching English to the young learner, character education
ANALYZING ENGLISH TEXTBOOK ENTITLED “BAHASA INGGRIS SMA/MA/SMK/MAK KELAS X SEMESTER 1” USING LITTLEJOHN’S FRAMEWORK ., Ni Wyn Deni Apriani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8754

Abstract

Absrak Penelitian analisis deskriptif ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan fitur eksplisit buku ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’ (2) menjelaskan nilai pedagogik buku tersebut dan (3) meneliti kelebihan dan kekurangannya dilihat dari fitur explicit dan nilai pedagogiknya. Objek penelitian ini adalah buku ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’ yang merupakan materi pembelajaran dipersiapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu langkah implementasi Kurikulum 2013. Teori analysis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Littlejohn (1992). Teori ini terdiri dari analisis aspek fisik dan tugas-tugas yang ada dalam buku. Physical Analysis Sheet dan Task Analysis Sheet digunakan sebagai instrument dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku yang dianalisis dalam penelitian ini (1) merupakan buku bilingual yang memiliki fitur eksplisit seperti full color printing, daftar isi, halaman, serta delapan jenis aktivitas umum yang dimuat dalam setiap bab dan petunjuk penggunaan yang dijabarkan dalam buku guru (2) memiliki tiga nilai pedagogik yaitu: (a) fokus pada tugas tertulis berupa kata-kata, kalimat, atau frasa yang berhubungan dengan penggunaan, arti, maupun struktur bahasa (b) lebih memfokuskan kegiatan yang menekankan arti bahasa yang digunakan daripada aturan bahasanya (c) lebih menekankan pada tugas-tugas yang membutuhkan siswa untuk bekerja sendiri daripada kelompok ataupun sebangku, dan (3) memiliki tujuh kekurangan (tiga dari segi fitur eksplisit, 4 dari nilai pedagogik) dan 7 kelebihan (4 dari segi fitur eksplisit, 3 dari nilai pedagogik). Kata Kunci : Kata Kunci: Analisis buku, Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’, Teori Littlejohn Abstract This descriptive analysis study aimed at (1) describing the explicit nature of the English textbook ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’ (2) explain its pedagogic values, and (3) examine its strengths and weaknesses viewed from its explicit nature and pedagogic values. The object of this study is the English textbook ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’ which is a prepared materials for English class of tenth grade Senior High School students from the Ministry of Education and Culture as one step implementation of Kurikulum 2013. The analysis framework used in this study was proposed by Littlejohn (1992). The framework consists of the analysis of physical aspect and tasks in the textbook. Physical Analysis Sheet and Task Analysis Sheet were used as the instruments. The result of the analysis showed that the textbook under study (1) is a bilingual book which has some explicit features like full color printing, content list, page number, and eight kinds of activities used in every chapter (2) has three pedagogic values: (a) mostly focuses on written tasks in form of individual words, sentence, or phrases which are related to language use, meaning, or structure (b) focus on tasks that emphasize meaning rather than form or structure (c) emphasizes more on individual tasks than pair or group work and (3) has seven strength (3 from explicit nature, 4 from pedagogic values) and seven weaknesses (4 from explicit nature, 3 from pedagogic values). keyword : Keywords: ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’, Littlejohn Framework, Textbook analysis
The Correlation Between Perceptual Learning Style and Students’ Reading Comprehension of Twelfth grade Students at SMA N 2 Amlapura Academic Year 2016/2017 ., I Putu Era Agustrawan; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan yang terjadi antara preferensi gaya belajar persepsi dan pemahaman bacaan siswa dari siswa kelas dua belas di SMA N 2 Amlapura. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang menjelaskan korelasi antara dua variabel, gaya belajar perspsi sebagai variabel bebas dan pemahaman membaca siswa sebagai variabel terikat. Populasi dari penelitian ini adalah semua siswa kelas dua belas di SMAN N 2 Amlapura yang terdiri dari 278 siswa. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik random sampling dan mendapatkan 72 siswa sebagai sampel. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Rerata pemahaman siswa membaca yang diambil dari nilai tes membaca mereka adalah 79,86. Analisis statistik inferensial dalam penelitian ini adalah menggunakan Point-Biserial koefisien korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua Sig. dari gaya belajar persepsi yaitu 0,289 (Visual), 0,906 (Auditory), 0,546 (Kinestetik), 0.271 (Tactile), 0.382 (Group) dan 0,057 (Individual) dan semuanya lebih rendah dari tingkat signifikan (0,05). Nilai Sig. menunjukkan tidak adanya korelasi yang signifikan antara preferensi gaya belajar persepsi dan pemahaman membaca siswa dari siswa kelas dua belas di SMA N 2 Amlapura. Hasil juga menunjukkan bahwa hanya gaya belajar individu yang memiliki hubungan positif lemah (r = 0,226). gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar yang banyak digunakan oleh siswa (30,5%).Kata Kunci : korelasi, preferensi gaya belajar persepsi, pemahaman membaca siswa This study aimed at investigating the correlation between perceptual learning style preference and student’s reading comprehension of twelfth grade students in SMA N 2 Amlapura. This study was descriptive quantitative which described on the correlation between two variables, perceptual learning style as the independent variable and students’ reading comprehension as the dependent variable. The population of this study was all of twelfth grade students in SMAN N 2 Amlapura which were consisted of 278 students. The sample was determined by using random sampling technique and got 72 students as sample. The data was analysed by using descriptive and inferential statistical analysis. The mean of student reading comprehension which was taken from their reading test score was 79.86. The inferential statistical analysis in this study used Point-Biserial Correlation coefficient. The results of this study shows that all Sig. of learning style were 0.289 (Visual), 0.906 (Auditory), 0.546 (Kinesthetic), 0.271 (Tactile), 0.382 (Group) and 0.057 (Individual) and all of Sig. values were over than level of significant (0.05). The value of Sig. shows there is no significant correlation perceptual learning style preference and students’ reading comprehension of twelfth grade students at SMA N 2 Amlapura. The result also shows that there was only individual learning style which has weak positive relationship (r = 0.226). Kinesthetic learning style was the mostly used learning style by the students (30.5%).keyword : Correlation, Perceptual Learning Style, Students’ Reading Comprehension
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION IN THE PROCESS OF ENGLISH TEACHING AND LEARNING IN THE TENTH GRADE EFL CLASSES IN SMK NEGERI 1 SUKASADA 2016 ., Dedy Kusdianto Klau; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis-jenis interaksi kelas dan jenis-jenis tindakan yang digunakan oleh seorang guru bahasa Inggris dan siswa. Penelitian ini menggunakan model interaksi kelas teori I-R-F oleh Sinclair dan Choulthad dengan subjek penelitian guru bahasa Inggris dan siswa kelas sepuluh SMK Negeri 1 Sukasada. Teknik pengumpulan data menggunakan rekaman video, lembar observasi, dan wawancara yang akan dijelaskan secara kualitatif berdasarkan teori IRF. Hasil dari penelitian menunjukan ada sembilan jenis interaksi kelas yang digunakan oleh guru dan siswa, yaitu: Question, Direction, Response, Prompt, Ignore, Encouragement, Criticize, Inform, dan acknowledgement. Comment dan invitation tidak ditemukan dari jenis-jenis interaksi kelas. Ada sepuluh jenis tindakan dalam interaksi kelas yang digunakan oleh guru dan siswa yaitu: Elicitation, Check, Directives, Reply, Prompt, Informative, Comment, Clue, Nomination, Accept.kan oleh guru dan siswa, yaitu: Question, Direction, Response, Prompt, Ignore, Encouragement, Criticize, Inform, dan acknowledgement. Comment dan invitation tidak ditemukan dari jenis-jenis interaksi kelas. Ada sepuluh jenis tidakan dalam interaksi kelas yang digunakan oleh guru dan siswa yaitu: Elicitation, Check, Directives, Reply, Prompt, Comment, Clue, Nomination, dan Accept. Kata Kunci : Interaksi kelas, Teori IRF This study aims to describe the types of classroom interaction and types of act used by an English teacher and students at SMK Negeri 1 Sukasada. In analyzing the data I-R-F model of classroom interaction study by Sinclair and Choulthard theory was used. The subjects of this study were the English teacher and the tenth grade students of SMK Negeri 1 Sukasada. The data were collected by using video recording, observation sheet and also interview guide. The data were described qualitatively based on IRF theory. The study found nine types of classroom interaction used by the English teacher and students, namely: Question, Direction, Response, Prompt, Ignore, Encouragement, Criticize, Inform, and acknowledgment. Comment and invitation were not found in types of classroom interaction. Besides, ten types of act used by the English teacher and the students, namely: Elicitation, Check, Directives, Reply, Prompt, Informative, Comment, Clue, Nomination, and Accept. keyword : Classroom Interaction, IRF theory