cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
THE EFFECT OF SNOWBALL THROWING TOWARDS STUDENTS’ SPEAKING COMPETENCE ., Putu Linda Ayu Pebriyanti; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan pada kemampuan berbicara siswa yang diajar menggunakan snowball throwing dan siswa yang diajar menggunakan konvensional strategi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan posttest-only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dengan sample berjumlah 52 siswa yang didapat menggunakan cluster random sampling. 26 orang siswa kelas XI IPB 1 terpilih sebagai kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan strategi snowball throwing dan 26 orang siswa kelas XI IPB 2 terpilih sebagai kelas control yang diajar menggunakan strategi konvensional. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa siswa yang diajar menggunakan snowball throwing mendapat hasil yang lebih baik. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil dari analisis deskriptif yaitu nilai rata-rata dari kelompok eksperimen adalah 83.53 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 79.53. Hasil dari uji hipotesis juga menunjukkan bahwa nilai dari tob lebih kecil dari dari tcv. Nilai dari tob adalah 3.019 sedangkan nilai dari tcv adalah 2.008. berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan dari snowball throwing terhadap kemampuan berbicara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan.Kata Kunci : kemampuan berbicara, snowball throwing This study aims to investigate whether or not there is significant effect in students’ speaking competence between students who were taught by using snowball throwing and those who were taught by using conventional strategy. The research design used in this study was experimental, post test only control group design. The population was eleventh grade students of SMA N 1 Sawan. The sample of research was 52 students determined by using Cluster Random Sampling. 26 students of XI IPB 1 was assigned as the experimental group which was taught by using snowball throwing and 26 students of XI IPB 2 as the control group which was taught by using conventional strategy. The data analyzed by using descriptive statistics analysis and inferential statistics analysis. The result of the data analysis showed that students in experimental group achieved better result than students in control group. It was proven by the result of descriptive statistics analysis that showed the mean score of the experimental group was 83.53 while the mean score of control group was 79.53. The result of the t-test also showed that the value of the tob was higher than the tcv. The value of tob was 3.019 while the value of tcv was 2.008. It means that there is significant effect in speaking competence of the eleventh grade students who are taught by using snowball throwing strategy. keyword : snowball throwing, speaking competence
A COMPARATIVE STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF DEFENDS AND PLEASE STRATEGIES TOWARD STUDENTS WRITING COMPETENCY IN SMP N 2 SINGARAJA ., Ni Luh Karisma Dewi; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.326 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13586

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang menginvestigasi perbedaan signifikan dalam kompetensi menulis siswa dengan membandingkan kelas dengan strategi DEFENDS dan kelas dengan strategi PLEASE. Untuk bisa menjalankan penelitian ini, siswa kelas 7 di SMPN 2 Singaraja dipilih untuk digunakan sebagai sample. 2 kelas diberikan perlakuan yang berbeda dengan mengimplementasikan DEFENDS and PLEASE strategy. Pre Test dan Post Test Non Group Design diimplementasikan dalam penelitian ini. Data mengenai kompetensi menulis siswa dikumpulkan melalui post test. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal kompetensi mengajar antara murid yang diajar dengan strategi DEFENDS dan kelas yang diajar dengan strategi PLEASE. Ini dapat dilihat dari Sig (2-tailed) yang dibawah 0.05 yang berarti kompetensi menulis siswa dengan strategi DEFENDS (76.35) lebih tinggi dari strategi PLEASE (70.27). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi DEFENDS lebih efektif digunakan dalam mengajar menulis, kususnya dalam menulis teks deskripsi. Kata Kunci : Strategi DEFENDS, Strategy PLEASE, Kemampuan Menulis This study was an experimental study investigated the significant difference in writing competency between the students taught by using DEFENDS and PLEASE strategies. To conduct this research the seventh grade students of SMP N 2 Singaraja in the academic year 2017/2018 were selected to be sample. Two classes were treated differently by implementing DEFENDS and PLEASE strategies. Pre Test-Post Test Non Control Group Design was implemented in this experiment. The data of students’ writing competency were collected by using post test. This research discovers that there is a significant difference in writing competency between the students’ taught by using DEFENDS strategy and those taught by PLEASE strategy. It is known from the probability value or Sig.(2-tailed) of 0.000 which is lower than 0.05. The mean score of the students writing competency taught by DEFENDS strategy (76.35) was higher than the mean score of the students writing competency (taught by using PLEASE strategy (70.27). This finding demonstrating that DEFENDS strategy is more effective for teaching writing, especially in the content of descriptive text.keyword : DEFENDS Strategy, PLEASE Strategy, Writing Competency
THE ANALYSIS OF TEACHERS' CODE SWITCHINGS BASED ON THE PERCEPTIONS OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 2 SAWAN ., I Gede Juliadnyana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi tipe dari rubahan bahasa dan untuk menyelidiki persepsi siswa terhadap penggunaan rubahan bahasa oleh guru bahasa Inggris kelas delapan di SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas delapan dan guru bahasa Inggris di kelas delapan. Instrumen yang digunakan dalam peneliian ini meliputi lembar observasi, kuisioner, pedoman wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga tipe rubahan bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Data menunjukan bahwa 31.7% intra sentential code switching, 54.8% inter sentential code switching, dan 13.4% inter personal code switching. Hasil dari kuisioner menunjukan respon rata – rata siswa adalah 70.74%, itu berarti siswa dikategorikan memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan rubahan bahasa oleh guru bahasa Inggris. Wawancara menunjukan bahwa siswa memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan rubahan bahasa oleh guru bahasa Inggris. Ada dua alasan berkenaan dengan jawaban positive siswa seperti: rubahan bahasa membuat siswa “mengerti” materi pelajaran lebih mudah, dan rubahan bahasa menurunkan “stres” siswa dalam belajar.Kata Kunci : Rubahan Bahasa, Tipe Rubahan Bahasa, Fungsi dari Rubahan Bahasa, Persepsi This research aimed to identify the types of code switching and the students’ perception about code switching used by the English teachers in the eighth grade students of SMP Negeri 2 Sawan. This research was conducted in descriptive qualitative design. The subjects of this research were the eighth grade students and the eighth grade English teachers. The instruments used in this study were observation sheet, questionnaire, and interview guide. The results of this research showed that there were three types of code switching used by the English teachers. The data showed there were (31.7%) of intra sentential code switching, (54.8%) of inter sentential code switching and (13.4%) of inter personal code switching.The results of the questionnaire showed that the average responses of the students were (70.74%), it means that students were categorized to have positive perception about the use of code switching by the English teachers. The interview shows that the students had positive response about the use of code switching by the English teachers. There were two reasons concerning the students’ positive answer, that is, code switchings that make the students understand the material more easily, and code switchings that reduce the students’ stress in learning.keyword : Code switching, type of code switching, function of code switching, perception
DEVELOPING CHARACTER BASED STORYBOOKS FOR TEACHING ENGLISH FOR THE FIFTH GRADE STUDENTS AT SDN 4 BANYUASRI IN THE ACADEMIC YEAR OF 2016/2017 ., Desi Nursari Andayani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9679

Abstract

The objectives of this study were (1) to develop character based storybooks to supplement the character education in English classes for the fifth grade students at SDN 4 Banyuasri and (2) to analyze the quality of the developed character based storybooks for teaching the fifth grade students at SDN 4 Banyuasri. The type of this study was developmental research which use Hannafin and Peck (1988) instructional design model. There were three phases in this study including need analysis, design, and development/implementation. In testing stages, the products were validated through a review by the experts. The instruments used to collect the data in this study were observation, interview guide, and questionnaire. The results of the study were (1) the developed storybooks were a simple cause and effect story which contained moral value messages which taught hard working and discipline character. (2) The mean score of the expert judgments for the developed storybooks was in range 4.73 – 4.95. According to quantitative data conversion which proposed by Suharto (2006), the quality of the product of the research could be categorized as very good. This means that the storybooks are ready for implementation in the classes.Kata Kunci : character education, media development, storybook Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan buku cerita berbasis karakter untuk melengkapi pendidikan karakter dalam pelajaran bahasa Inggris untuk kelas 5 di SDN 4 Banyuasri dan (2) mengevaluasi kualitas dari buku cerita yang dikembangkan untuk mengajar bahasa Inggris untuk kelas 5 di SDN 4 Banyuasri. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang model pengembangan dari Hannafin dan Peck (1988). Ada tiga fase dalam penelitian ini yaitu, need analysis, design, dan development/implemetation. Dalam tahap evaluasi, produk yang dikembangan divalidasi oleh para ahli. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian ini adalah (1) Buku cerita yang dikembangkan adalah cerita sebab dan akibat yang simple yang memiliki pesan tentang nilai moral yang dapat digunakan untuk mengajarkan karakter disiplin dan kerja keras. (2) nilai rata-rata dari penilaian para ahli untuk buku cerita yang dikembangkan berada di kisaran 4.20 – 5.00. Berdasarkan quantitative data conversion dari Suharto (2006), kualitas dari hasil dari penelitian ini bisa dikategorikan sebagai very good media. Ini berarti buku cerita yang dikembangkan bisa dimplementasikan di kelas.keyword : pendidikan karakter, pengembangan media, buku cerita
THE EFFECT OF TIME TOKEN STRATEGY IN LEARNING ENGLISH ON THE SPEAKING COMPETENCE OF THE ELEVENTH GRADE EFL STUDENTS IN SMA NEGERI 2 BANJAR ., Ni Wayan Widiarini; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dalam kompetensi berbicara antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi time token dan siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan desain penelitian posttest-only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Banjar yang terdiri dari 239 siswa. Sampel dari penelitian ini adalah kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3, dimana kelas XI IPS 2 yang terdiri dari 28 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 3 yang terdiri dari 28 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah speaking posttest. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 71.50, sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 67.86. Hasil uji hipothesis menunjukkan bahwa nilai dari thitung lebih besar dari nilai ttabel (2.581 > 2.018). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan strategi time token dan siswa yang diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Kata Kunci : Kompetensi Berbicara and Strategi Time Token. ABSTRACT This study aimed to investigate whether there was a significant difference of time token strategy on the speaking competence of the EFL senior high school students. The present study was an experimental research which used posttest-only control group design. The samples of this study were Class XI IPS 2 and Class XI IPS 3, where Class XI IPS 2 that consisted of 28 students is as the experimental group and Class XI IPS 3 that consisted of 28 students is as the control group. The instrument used for collecting the data in this study was speaking test in the form of performance test. The data were analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis. The result of the study showed that the mean score of experimental group was 71.50, while the mean score of control group was 67.86. Then, the result of hypothesis testing showed that tobserved was higher than tcritical value (2.581 > 2.004). It can be concluded that there is a significant difference of time token strategy in the learning English on the EFL students’ speaking competence. keyword : speaking, teaching speaking, time token strategy
REPRESENTATION OF A STRONG WOMAN IN THE LYRIC OF ROLLING IN THE DEEP BY ADELE ., Putu Yasamahadewi; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8547

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk menemukan representasi dari sosok seorang wanita tangguh yang dideskripsikan di dalam syair lagu yang berjudul Rolling in the Deep oleh Adele. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga representasi dari sesosok wanita tangguh yang digambarkan di dalam syair lagu Rolling in the Deep by Adele, yaitu, keberanian, kekayaan, dan harga diri. Keberanian dari sosok wanita tangguh di dalam syair tersebut digambarkan sebagai seseorang yang memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya. Representasi wanita tangguh selanjutnya digambarkan dalam sesosok wanita tangguh yang memiliki kekayaan. Dalam hal ini sosok wanita yang berada didalam lirik tersebut digambarkan memiliki kekayaan lebih banyak dibandingkan mantan kekasihnya. Sementara representasi yang terakhir, yaitu seorang wanita tangguh yang memiliki harga diri. Wanita ini digambarkan sebagai seseorang yang mencintai dirinya lebih dari siapapun yang membuat dia berjuang untuk membela dirinya sendiri agar tidak dimanfaatkan oleh orang lain.Kata Kunci : representasi wanita tangguh, feminisme, syair lagu This research aimed to find the representation of a strong woman in the lyric of Rolling in the Deep by Adele. This study was a qualitative study in which the data was described descriptively. The results of this study showed that there were three representations of strong woman in the lyric of Rolling in the Deep by Adele, namely, courage, wealth, and self-worth. The courage representation of a strong woman in the lyric was represented as someone who had the courage to express her feelings. The next representation was represented as someone who had wealth. In this case, the speaker of the poem was represented as someone who had better financial income than her ex lover. Meanwhile, the last representation of a strong woman was the one who had self-worth. The speaker of the poem was described as someone who loved herself more than anyone that made her stood up for herself to prevent the other people to harm her.keyword : representation woman, feminism, lyric
Developing a Computer Game as a Learning Media to Learn English Vocabulary for Young Learners ., I Putu Surya Pratama; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah permainan komputer sebagai media belajar untuk mempelajari kosakata Bahasa Inggris untuk anak usia dini. Penelitian ini menggunakan model penelitian Hannafin dan Peck. Subjek penelitian ini adalah 5 guru Bahasa Inggris dan 160 siswa kelas empat dari 5 sekolah dasar yang berbeda di Singaraja, Bali. Sekolah tersebut adalah SDN 1 Paket Agung, SDN 2 Paket Agung, SDN 1 Banjar Jawa, SDN 3 Banjar Jawa, dan SD Lab UNDIKSHA. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi panduan interview, kuisioner, dan lembar penilaian. Topik yang diselipkan dalam permain komputer ini adalah binatang, warna, dan angka. Dalam hal kualitas produk, nilai rata-rata menunjukkan angka 4.67 di mana permainan komputer ini dikategorikan sangat baik. Hal itu menunjukkan bahwa produk ini dapat membantu siswa kelas empat SD dalam mempelajari kosakata Bahasa Inggris.Kata Kunci : Anak usia dini, kosakata Bahasa Inggris, media belajar, permainan komputer This study was aimed to develop a computer game as a learning media to learn English vocabulary for young learners. This study used Hannafin and Peck design model. The subjects of this study were five English teachers and 160 fourth-grade students of five different elementary schools in Singaraja, Bali. The schools were SDN 1 Paket Agung, SDN 2 Paket Agung, SDN 1 Banjar Jawa, SDN 3 Banjar Jawa, and SD Lab UNDIKSHA. The instruments used in this study were an interview guide, a questionnaire, and evaluation sheets. The topics inserted in the computer game were animals, colors, and numbers. In term of product quality, the mean score was 4.67 in which the computer game was categorized excellent. It showed that this product was able to help four-grade students of elementary school to learn English vocabulary.keyword : Computer game, English vocabulary, learning media, young learners
Prefixes and Suffixes of Balinese Language Spoken in Penyabangan Village ., Nyoman Erlina; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.95 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13607

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran dari bahasa Bali lisan di desa Penyabangan yang memiliki proses derivasi dan infleksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dua contoh informan dipilih berdasarkan kriteria. Data dikumpulkan berdasarkan tiga tehnik, yaitu: observasi, tehnik perekaman, dan tehnik wawancara. Beberapa instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu peneliti itu sendiri, alat perekam digital, kamera, list pertanyaan. Ada tiga proses dalam menganalisis data, diantaranya data reduction, data display dan conclusion drawing.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada dua jenis awalan di bahasa Bali lisan di desa Penyabangan: awalan {me-} dan {N-}. Ada tiga jenis akhiran di bahasa Bali lisan di desa Penyabangan: akhiran {-ang}, {-in} dan {-e}. Awalan dan akhiran di bahasa Bali lisan di desa Penyabangan yang memiliki proses derivasi yaitu awalan {me-}, {N-}, dan akhiran {-ang} dan {-in}. Awalan dan akhiran di bahasa Bali lisan di desa Penyabangan yang mempunyai proses infleksi adalah awalan {N-} dan akhiran {-e}, {-ang} dan {-in}. Kata Kunci : Awalan dan akhiran, Bahasa Bali lisan di Penyabangan, Morfologi derivasi,Morfologi infleksi Abstract The study aimed at describing the kinds of prefixes and suffixes of Balinese language spoken in Penyabangan village which has derivational and inflectional process. This research is a descriptive qualitative research. There are two informant samples chosen based on a set of criteria. The obtained data are collected based on three techniques, namely: observation, recording, and interview techniques. The instruments used to collect the data are the researcher, digital recorder, camera, and question list. There are three steps of analyzing the data, those are: data reduction, data display, and conclusion drawing/verifying. The results of this study show that there are two kinds of prefixes of Balinese language spoken in Penyabangan village; prefix {me-} and {N-}. There are three kinds of suffixes of Balinese language spoken in Penyabangan village; suffix {-ang}, {-in} and {-e}. Prefixes and suffixes Balinese language spoken in Penyabangan village that have derivational process are prefix {me-}, {N-} and suffix {-ang} and {-in}. Prefixes and Suffixes of Balinese language spoken in Penyabangan village that have inflectional process are prefix {-N} and suffix {-e}, {-ang}, and {-in}.keyword : Prefixes and Suffixes, Balinese language in Penyabangan, Morphological derivational, Morphological Inflectional
AN ANALYSIS OF CODES USED BY THE BALINESE FAMILIES OF NUSASARI VILLAGE, MELAYA, JEMBRANA ., I Gede Andre Agasi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kode yang digunakan dan bagaimana kode yang digunakan oleh keluarga Bali di desa Nusasari. Data dikumpulkan dalam tiga domain dari penggunaan bahasa. Domain penggunaan bahasa dalam penelitian ini adalah keluarga, lingkungan, dan persahabatan. Peneliti mewawancarai 2 keluarga untuk mendapatkan data tentang kode yang digunakan di desa. Para peserta ditanya tentang apa bahasa berbicara mereka didasarkan pada tiga domain dari penggunaan bahasa. Observasi, wawancara, dan dokumentasi dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan data yang diperlukan. Data yang dikumpulkan adalah trancribed dan dianalisis. Data dikumpulkan melalui wawancara dan alat perekam dan beberapa instrumen juga disiapkan, seperti catatan lapangan dan kamera. Dalam tiga domain yang dianalisis, mereka menggunakan kode yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kode yang digunakan di desa. Kedua kode yang bahasa Bali dan Bahasa Indonesia. Keunikan Bahasa Bali di Nusa Penida dialek terjadi di beberapa kata dalam pengucapan seperti; [Məhʌnʌʔ], [pəsɛlɛh], [oŋkʌbʌn], [ʌnonə], [bʌbuʌnʌn], [gələŋʌn], [wʌrʌsʌn], [jʌpə], [jʊlon], [bʌŋkag], [ŋrəbes], [Kʌuʔ], dan [ əndok] . Alih kode dan campur kode juga digunakan oleh penduduk desa dalam percakapan sehari-hari.Kata Kunci : campur kode, alih kode, penggunaan kode, domain penggunaan kode This qualitative study aimed to analyze codes used and how the codes were used by the Balinese families in Nusasari village. The data were collected in three domains of language use. The domains of language use in this research were family, neighborhood, and frienship. The researcher interviewed 2 families to get the data about codes used in the village. The participants were asked about what language they speak based on the three domains of language use. Observation, interview, and documentation were done by the researcher to get the data needed. The data gathered were trancribed and analyzed. The data were collected by interview and recorder tool and some instruments also prepared, such as field note and camera. In the three domains that were analyzed, they were used the same codes. The results showed that there two codes used in the village. Those two codes were Balinese language and Bahasa Indonesia. The uniqueness of Balinese language in Nusa Penida dialect occurred in several words in term of utterance such; [məhʌnʌʔ], [pəsɛlɛh], [oŋkʌbʌn], [ʌnonə], [bʌbuʌnʌn], [gələŋʌn], [wʌrʌsʌn], [jʌpə], [jʊlon], [bʌŋkag], [ŋrəbes], [Kʌuʔ], and [əndok].Code switching and code mixing are also used by the villagers in their daily conversation. keyword : code mixing, code switching, code used, domains of language use
An Analysis of Strategies Used in Translating the Metaphorical expressions in Harry Potter and Goblet of Fire movie ., Ni Made Pastiyari; ., Drs.Gede Batan,MA; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9694

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan ekspresi metafora yang terdapat dalam filem Harry Potter and the Goblet of Firei. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana data tersebut dijelaskan secara deskriptif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan kuesioner dan analisis dokumen. Dalam menganalisis strategi yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan ekspresi metaforis, peneliti menggunakan teori Larson (1984). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat strategi yang diterapkan oleh penerjemah dalam menerjemahkan metafora. Mereka Metafora diterjemahkan kedalam metaphora, (10 data), metafora diterjemahkan kedalam Simile (1 data). Metafora diterjemahkan kedalam term yang sama dengan bahasa target (1 data) and metafora diterjemahkan kedalam non-kiasan(7 data). Kata Kunci : metafora, penerjemahan, strategi penerjemahan. The aim of this study is to find the strategies used by the translator in translating the metaphorical expressions in Harry Potter and Goblet of Fire movie. This study is qualitative study in which the data were analyzed descriptively. In collecting the data, the researcher used questionnaire and document analysis. In analyzing the strategies used by the translator in translating the metaphorical expression, the researcher used Larson’s theory (1984). The result shows that there are four strategies applied by the translator in translating the metaphorical expressions. They are The Metaphor is maintained (10 data), Translating the Metaphor as Simile (1 data) 3). Substitute the Metaphor with Similar Term in Target Language (1 data), Translating the Metaphor without Keeping the Metaphorical Imagery (7 data). keyword : metaphor, translation strategies, translation.

Page 58 of 188 | Total Record : 1873