cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
AN ANALYSIS OF COMMUNICATION STRATEGY USED BY TEACHER TO TEACH ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE IN INCLUSIVE CLASSROOM AT AURA SUKMA INSANI BILINGUAL KINDERGARTEN ., Luh Eka Sumeningsih; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis strategi komunikasi, strategi komunikasi yang paling sering digunakan, dan alasan penggunaan strategi komunikasi oleh guru dalam mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing di kelas inklusif di Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen manusia, lembar observasi, pedoman wawancara, dan perekam audio - video. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat belas jenis strategi komunikasi yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Jenis-jenis itu adalah enam strategi strategi langsung yaitu penggantian pesan, terjemahan harfiah, pengalihan kode, sinyal non-linguistik / mime, self-rephrasing, dan self-repair. Dua strategi strategi tidak langsung, yaitu pengisi dan pengulangan. Enam strategi strategi interaktif yaitu: pemeriksaan pemahaman, permintaan pengulangan, permintaan konfirmasi, permintaan klarifikasi, ringkasan interpretasi, dan tanggapan. Strategi komunikasi yang paling sering digunakan oleh guru adalah terjemahan literal yang memperoleh 71,4% dan pengalihan kode yang mencapai 64,2%. Ada empat belas alasan mengapa guru menggunakan strategi komunikasi seperti membuat siswa menjadi lebih mudah dalam menangkap penjelasan guru, untuk membantu guru saat guru tidak tahu bagaimana mengucapkan kata tertentu dalam bahasa target, untuk membuat para siswa lebih memperhatikan instruksi, untuk memeriksa apakah pemahaman guru sama dengan makna yang dimaksudkan siswa, memberikan klarifikasi, untuk membuat siswa menerima pesan dengan benar, membuat rencana tentang kegiatan selanjutnya, untuk membantu siswa dalam menghafal, untuk mengetahui pemahaman siswa tentang konsep tersebut, untuk mendengarkan ucapan siswa dengan jelas, untuk mengkonfirmasi makna yang dimaksudkan siswa, untuk memberikan kesimpulan yang jelas tentang materi yang diberikan, untuk membantu siswa mengingat materi yang telah dipikirkan oleh guru dan untuk memberikan umpan balik kepada ucapan siswa. Kata Kunci : strategi komunikasi, kelas inklusif, bahasa Inggris sebagai bahasa asing This study aimed at analyzing the types of communication strategies, the most frequent communication strategies used, and the reasons for using the communication strategies by the teacher in teaching English as a foreign language in the inclusive classroom at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. This study used a qualitative research design. The subject of this study was English teacher. The instruments used in this study were human instrument, observation sheet, interview guide, and audio – video recorder. The result of this study showed that there were fourteen types of communication strategies used by English teacher. Those types were six strategies of direct strategy namely message replacement, literal translation, code switching, non-linguistics signal/mime, self-rephrasing, and self-repair. Two strategies of indirect strategy, they were fillers and repetition. Six strategies of interactional strategy namely: comprehension check, request for repetition, request for confirmation, request for clarification, interpretive summary, and responses. The most frequent communication strategies which used by the teacher were literal translation which gained 71,4 % and code switching which gained 64,2%. There were fourteen reasons why the teacher used the communication strategies such as to make the students became easier in catching the teacher’s explanation, to help the teacher when the teacher did not have any idea about how to say a certain word in target language, to make the students pay more attention to the instructions, to check whether the teacher comprehension was the same as students’ intended meaning, giving clarification, to make the students accept the message correctly, to make a plan about the next activity, to help the students in memorizing, to know the students’ comprehension about the concept, to listen the students’ utterance clearly, to confirm the students’ intended meaning, to give clear conclusion about the material given, to help the students in recalling the material that had been thought by the teacher and to give feedback to students’ utterances.keyword : communication strategies, inclusive classroom, English as a foreign language
A COMPARATIVE STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF VARIOUS SEATING ARRANGEMENT TECHNIQUES TOWARD TEACHING LEARNING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE IN SMA KARYA WISATA ., Komang Widia Helena Arisandi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengimplementasian bermacam teknik pengaturan tempat duduk terhadap pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris sebagai sebuah bahasa asing. Subjek dalam penelitian ini yaitu 41 siswa di kelas XI IPB 2. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Terdapat beberapa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini seperti: catatan, kuisioner, pedoman wawancara dan alat penelitian seperti: kamera dan perekam vidio. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbandingan yang penting antara bermacam teknik pengaturan tempat duduk (horseshoe, modular, dan circle) dengan teknik traditional. Perbandingan itu memberikan perubahan situasi pembelajaran yang membuat semua siswa ikut serta dalam pelajaran (2) pengimplementasian bermacam teknik pengaturan tempat duduk memberikan pengaruh terhadap pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris yang diimplementasikan oleh guru. Itu bisa dilihat dari mengobservasi siswa dalam mencapai indikator dari RPP guru. (3) Berdasarkan hasil data yang diperoleh dari wawancra dan menjawab kuisioner, terdapat 40 siswa (97%) menyukai dan menyetujui pengimplementasian pengaturan tempat duduk dalam bentuk horseshoe dan modular yang memberikan cara yang menarik dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. Sedangkan 38 siswa (92%) menyukai dan menyetujui pengimplementasian teknik pengaturan tempat duduk dalam bentuk circle.Kata Kunci : Bermacam Teknik Pengaturan Tempat Duduk (Horseshoe, Modular dan Circle), Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai sebuah Bahasa Asing This research aimed at describing the implementation of various seating arrangement techniques toward teaching learning English as a foreign language. The subjects of the study were 41 students of XI IPB 2 class. This research used descriptive qualitative research. There were several instruments used in this research such as: field note, questionnaire, interview guide and the research equipments; video recording and camera. The results of this research showed that: (1) there were crucial comparison between various seating arrangements (horseshoe, modular, and circle) and traditional seating arrangement. It gave the changes of learning situation which made all students involved to the lesson. (2) The implementation of the various seating arrangement techniques gave the effect on teaching learning process of English which were implemented by the teacher. It could be seen from observing the students in achieving the achievement of the indicator based on teacher’s lesson plan. (3) Based on the data gained through interviewing and answering the questionnaire, there were 40 students (97%) liked and agreed with the implementation of horseshoe and modular seating arrangement techniques which gave the interesting ways in learning process of English in classroom. Meanwhile, there were 38 students (92%) liked and agreed with the implementation of circle seating arrangement technique. keyword : Various Seating Arrangement Techniques (Horseshoe, Modular and Circle), Teaching Learning English as a Foreign Language.
A STUDY ON THE PHONOLOGICAL SYSTEMS OF KECICANG ISLAM DIALECT ., Made Arna Jyoti Sistadi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8630

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan 1) untuk mengetahui jumlah fonem, termasuk jumlah vokal, diftong, dan konsonan, 2) untuk menyelidiki proses fonologi dalam bahasa tersebut. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti, dan instrument lain yang digunakan adalah alat rekam, daftar kata, dan daftar kalimat. Pada penelitian ini ditemukan 28 fonem termasuk 6 vokal, 3 diftong dan 19 konsonan. Sebagai tambahan, peneliti juga menemukan 2 gugus konsonan dalam dialek yang digunakan di Kecicang Islam. Dari empat tipe proses fonologis berdasarkan teori Schane (1973), ditemukan 2 tipe proses fonologis dalam dilak Kecicang Islam, yaitu penambahan konsonan dan penambahan vokal. Sedangkan berdasarkan Jendra (1976), ditemukan 3 proses fonologis dalam dialek Kecicang Islam, yakni asimilasi regresif, struktur kata, dan variasi bebas.Kata Kunci : dialek, kecicang islam, sistem fonologis This study was a descriptive study which aimed 1) To find out the number of phonemes, including the vowels, diphthong, and consonant in Balinese language used in Kecicang Islam village, 2) To explore the phonological process within the language exists in Balinese language used in Kecicang Islam village. The main instrument was the researcher, and the researcher also used the other instruments namely, recorder, sentence list and word list. The researcher found that there are 28 phonemes, consist of 6 vowels, 3 diphthongs and 19 consonants. The researcher also found 2 consonant clusters in KID. Among the four types of phonological process according to Schane’s theory (1973) there are two types of phonological process found by the researcher in KID, that are consonant insertion and vowel insertion. Meanwhile, according to Jendra, there are three phonological processes found in KID, that are regressive assimilation, syllable structure, and free variation.keyword : dialect, kecicang islam, phonological system
AN ANALYSIS OF COMMUNICATION STRATEGIES USED BY ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT STUDENTS IN CLASSROOM LEARNING INTERACTION ., Vivien Hartini Laksmi Magga; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis-jenis strategi-strategi berkomunikasi yang digunakan oleh mahasiswa jurusan pendidikan bahasa inggris dalam interaksi pembelajaran di kelas dan menginvestigasi alasan-alasan mereka dalam menggunakan jenis-jenis strategi-strategi berkomunikasi tersebut. Subjek dari penelitian ini ada mahasiswa semester 6 jurusan pendidikan bahasa inggris, Universitas Pendidikan Ganesha. Data dari penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Temuan-temuan dari penelitian in menunjukkan mahasiswa jurusan pendidikan bahasa inggris menggunakan 6 jenis strategi-strategi berkomunikasi, yaitu: approximation, circumlocution, code-switching, clarification request, use of all-purpose words, dan use of fillers/hesitation devices. Dari keenam jenis strategi-strategi berkomunikasi yang digunakan oleh mahasiswa jurusan pendidikan bahasa inggris dalam interaksi pembelajaran di kelas, use of fillers/hesitation devices merupakan strategi yang paling sering digunakan oleh mahasiswa jurusan pendidikan bahasa inggris dengan jumlah persentasi yaitu 47.61%. sehubungan dengan wawancara yang dilakukan, temuan-temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan pendidikan bahasa inggris menggunakan jenis-jenis strategi-strategi berkomunikasi tersebut untuk membantu teman-temannya lebih mudah dalam memahami tentang apa yang sedang dikatakan atau menghindari kesalahpahaman dari teman-temannya dan karena kurangnya kemampuan berbahasa mereka. Kata Kunci : strategi-strategi berkomunikasi, interaksi kelas, pelajar bahasa inggris sebagai bahasa asing. The purposes of this study are to find out the types of communication strategies used by English Education Department students in classroom learning interaction and investigate their reasons in using those types of communication strategies. The subject of this study was the sixth semester students of English Education Department, Ganesha University of Education. The data were collected by using observation and interview method. The findings of this study showed that English Education Department students used six types of communication strategies, namely; approximation, circumlocution, code-switching, clarification request, use of all-purpose words, and use of fillers/hesitation devices. From the six types of communication strategies used by English Education Department students in classroom learning interaction, the use of fillers/hesitation devices was the most frequently used by English Education Department students with the total percentage of utterance 47.61%. In relation to the interview, the findings showed that English Education Department students used those types communication strategies in order to help their friends easier in understanding about what was being said or avoid misunderstanding of their friends and because of the lack of their language ability.keyword : communication strategies, classroom interaction, EFL learners.
DEVELOPING BIG BOOK AS MEDIA FOR TEACHING ENGLISH AT THE THIRD GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL IN SD LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Ketut Andi Wiraprasta; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.639 KB)

Abstract

Wiraprasta, K. A1, Nitiasih, P. K2, Mahayanti, N. W. S3 123English Education Department Ganesha University of Education Singaraja, Indonesia andiwiraprasta94@gmail.com, titiekjegeg@gmail.com, mahayantisurya@yahoo.co.id Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengembangkan big book sebagai media pemeblajaran untuk kelas tiga sekolah dasar di SD Laboratorium UNDIKSHA Singaraja, (2) mengetahui kulitas big bookyang dikembangkan. Subjek dari penelitian ini adalah 35 siswa kelas tiga sekolah dasar di SD Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Data dari penelitin ini didapat menggunakan lembar observasi, panduan wawancara, kuesioner, ceklist, rubric, catatan, dan test. Research ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan Sugiyono sebagai model, ada beberapa prosedur dalam Sugiyono yaitu identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, mendisain produk, revisi produk, iji coba produk, dan revisi produk. Ada empat big book yang dikembangkan sebagai media untuk mengjar bahasa Inggris dengan tema makanan & Minuman, buah & sayuran, Keluarga, dan anggota tubuh. Masing-masing big book terdiri dari 13 sampai 15 halaman dan mengandung karakter pendidikan di masing-masing buku. Dan kualitas produk, ditemukan bahwa big book dikategorikan sebagai media yang sangat bagus dari dua ahli, dan dikategorikan sebagai media yang baik dari kuesioner guru. Sehinggga big book cocok digunkan untuk mengajar bahasa inggris untuk kelas tiga sekolah dasar. Kata Kunci : big book, pendidikan karakter, anak-anak Abstract The aim of this research was to (1) developed big book as media for teaching English at the third grade students in SD Laboratorium UNDIKSHA Sinagaraja, and (2) find out the quality of big book developed. The subject of this research was thirty-five students at third grade students of elementary school at SD Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. The data of this research were obtained by using observation sheet, interview guide, questionnaire, checklist, rubric, notes and test. The research was Research and Development research which was used Sugiyono as model of the research, there are several procedure on Sugiyono model namely identifying potency and problem, collecting data, designing product, revising product, validating product, trying-out product, and revising product. There were four big book developed as media for teaching English with the theme food & drink, fruit & vegetables, my family, and body part. Each book consisted of thirteen up to fifteen pages and was inserted character education in each big book. And the quality of the product, it was found that the big book was categorized as excellent media from the two expert judgements and was categorized as good media from the teacher questionnaire. It means, big book was proper to be used as media for teaching English at the third grade students of elementary school. keyword : big book, character education, young learners
THE USE OF THINK TALK WRITE AND MIND MAPPING TECHNIQUE OF TEACHING DESCRIPTIVE WRITING (A COMPARATIVE STUDY) ., Putu Adelina Kartika Dewi; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi penggunaan tehnik Think Talk Write dan Mind Mapping dalam menulis paragraf deskriptif untuk kelas delapan di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian perbandingan. Penelitian ini menggunakan sampling acak sebagai tehnik menentukan sampel. Kelompok 1 diajarkan dengan menggunakan tehnik Think Talk Write dan Kelompok 2 diajarkan menggunakan tehnik Mind Mapping. Data dari penelitian ini didapat dari melakukan tes tulis. Nilai rata-rata kelompok 1 = 86.0, sedangkan kelompok 2 = 75.6. Kemudian data terseut di analisis menggunakan formula uji t. Hasil test menunjukkan bahwa nilai Sig. = 0.605, lebih tinggi dari 0.05. Sig. (2-tailed) = 0.000 (tobs = 7.375). Ini menunjukkan Sig. (2-tailed) kurang dari tingkat alpha standar yaitu 0.05. Jadi, hipotesa alternatif diterima. Ada perbedaan yang signifikan pada penggunaan tehnik Think Talk Write dan Mind Mapping tehnik dalam menulis paragraf deskriptif. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kolaboratif memberikan efek yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa.Kata Kunci : mind mapping, pembelajaran kolaboratif, think talk write This study aimed to investigate the use of Think Talk Write and Mind Mapping technique of teaching writing descriptive text to the eighth-grade students of SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. The study was a comparative study. This study uses cluster random sampling as the sampling technique. The group 1 was taught by using Think Talk Write technique and the group 2 was taught by using Mind Mapping technique. The data of the test were collected by administering a written test. The mean score of group 1 = 86.0, while the group 2 = 75.6. The data were analyzed by using t-test formula. The result of the analysis shows that Sig. value is 0.605, it was higher than 0.05. The sig. (2-tailed) was 0.000 (tobs = 7.375). It indicated that the observed level of significance (sig. (2-tailed)) was less than standard alpha level (p
Politeness Strategies Used by the Second-Grade Students at SDN 1 Pemaron ., Pande Ayu Cintya Ningrum; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe-tipe maksim kesopanan yang digunakan dan mendeskripsikan penggunaan maksim kesopanan oleh siswa-siswi kelas dua di SDN 1 Pemaron. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam tipe maksim kesopanan yang di gunkan oleh siswa-siswi kelas dua di SDN 1 Pemaron. Selanjutnya, tipe maksim kesopanan yang paling sering di gunakan oleh siswa-siswi kelas dua di SDN 1 Pemaron adalah maksim pemufakatan/kecocokan dimana muncul sebanyak 53 kali (35%). Tipe yang kedua adalah maksim kesederhanaan yang muncul sebanyak 40 kali (27%). Tipe maksim yang ketiga adalah maksim kesimpatian yang muncul sebanyak 19 kali (13%). Tipe maksim yang keempat adalah maksim kedermawanan yang muncul sebanyak 18 kali (12%). Tipe maksim yang kelima adalah maksim kebijaksanaan yang muncul sebanyak 12 kali (8%). Tipe maksim yang terakhir adalah maksim penghargaan yang muncul sebanyak 8 kali (5%). Maksim tersebut digunakan untuk memaksimalkan persetujuan dengan lawan bicaranya terlebih dahulu sebelum mengungkapkan perasaan atau opini mereka, menunjukkan rasa rendah hati ketika mereka berbuat kesalahan atau tidak bisa melakukan sesuatu yang di minta, menunjukkan rasa peduli dan simpati, menunjukkan keramahan mereka, untuk membuat teman mereka diam ketika mereka membuat kesalahan atau masalah, dan untuk memuji temannya sebelum mereka meminta bantuan. Kata Kunci : Maksim Kesopanan, Siswa-siswi kelas dua, Strategi Kesopanan. This study aimed at identifying types of politeness maxim use and describe the use of politeness maxim by the second-grade students in SDN 1 Pemaron. This study is descriptive qualitative research. The results of this study reveals that there are six types of politeness maxim used by second-grade students in SDN 1 Pemaron. Then the most frequently used type of politeness maxim by second-grade students in SDN 1 Pemaron was agreement maxim which occurred 53 times (35%). The second type was modesty maxim which occurred 40 times (27%). The third type was sympathy maxim which occurred 19 times (13%). The fourth type was generosity maxim which occurred 18 times (12%). The fifth type was tact maxim which occurred 12 times (8%). The last type was approbation maxim which occurred 8 times (5%). Those maxims use for maximize the agreement between the interlocutor first before revealed their feeling or opinion, dispraise themselves when they make a mistake or cannot do something that have been told, show their care and sympathy, show their friendliness, to make their friends keep silent when they made a mistake or problem and to praise their friends before asked for a help.keyword : Politeness Maxims, Politeness Strategies, Second-grade Students.
PHONOLOGICAL SYSTEM OF BALINESE LANGUAGE USED IN KUSAMBA DISTRICT, KLUNGKUNG REGENCY, BALI ., Ni Kadek Meina Andriani; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subjek penelitian ini adalah orang-orang yang berasal dari Desa Kusamba, Klungkung, Bali. Sampel penelitian berjumlah 42 orang. Subjek diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Orang-orang yang menjadi subjek dalam penelitian ini memiliki karakteristik mampu menggunakan Dialek Kusamba dengan baik. Data dikumpulkan berdasarkan tiga domain yang berbeda yaitu, domain keluarga, domain pertemanan, dan domain tetangga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan sistem fonologi Bahasa Bali Dialek Kusamba. Data dianalisis menggunakan teori Milles dan Huberman. Data-data dikumpulkan melalui teknik observasi dan teknik perekaman. Hasil dari penelitian ini adalah (1) ada 24 fonem yang ditemukan pada Dialek Kusamba. Fonem-fonem tersebut adalah /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ǝ/, /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y/, /ŋ/, and /ñ/, (2) ada 6 geminate yang ditemukan pada Dialek Kusamba yaitu: /ʌʌ/, /əə/, /oo/, /ii/, /ee/, dan /uu/, (3) ada 10 konsonan kluster yang ditemukan pada Dialek Kusamba, yaitu: /kl/, /pl/, /ml/, /kr/, /bl/, /tr/, /br/, /pr/, /cr/, dan /gr/Kata Kunci : sistem fonologi, dialek kusamba, Fonem The subjects of this study were the people of Kusamba village, Klungkung Bali. The samples of this study were 42 people. The subjects were taken through purposive sampling technique. They who became the subject of this study had characteristic that they could use Kusamba dialect greatly. The data were collected in three different domains i.e., family domain, friendship domain, and neighborhood domain. This kind of research was qualitative descriptive study that describes Kusamba Balinese phonological system. The data were analyzed by using Miles and Huberman, (1984) theory.The data was gathered by conducting observation technique and recording technique. The result of this research were (1) there were 24 phonemes found in Kusamba dialect. Those phonemes were / ʌ /, / i /, / u /, / e /, / o /, / ǝ /, / b /, / c /, / d /, / g /, / h /, / j /, / k /, / l /, / m /, / n /, / p /, / r /, / s /, / t /, / w /, / y /, / ŋ /, and / ñ /, (2) There were 6 geminates found in Kusamba dialect which were : / ʌʌ /, / əə /, / oo /, / ii /, / ee /, and / uu /, (3) there were 10 consonant clusters found in Kusamba dialect which were / kl /, / pl /, / ml /, / kr /, / bl /, / tr /, / br /, / pr /, / cr /, and / gr /keyword : The Phonological System, Kusamba Dialect, Phoneme
AN ANALYSIS OF TEACHERS' NON-VERBAL COMMUNICATION IN EFL CLASSROOM AT SMP NEGERI 3 BANJAR ., I Putu Indrawan; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12051

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk, (1) menganalisa jenis-jenis komunikasi non-verbal yang digunakan oleh guru bahasa inggris ketika proses belajar dan mengajar, (2) mengungkapkan tentang jenis – jenis komunikasi non-verbal yang mempengaruhi motivasi siswa ketika proses pembelajaran di kelas berlangsung, (3) mengungkapkan tentang kontribusi komunikasi non-verbal dalam pembelajaran bahasa inggris. Peneleitian berikut ini merupakan penelitian deskritif kualitatif yang dilaksanakan di SMPN 3 Banjar. Data pada penelitian berikut dengan cara rekaman video, penyebaran kuisioner, dan interview. Terdapat 2 guru bahasa Inggris yang diikutsertakan dalam penelitian ini, dan 40 siswa kelas delapan dari kelas yang berbeda diikutsertakan dalam penelitian berikut ini. Sebelum analisis data, hasil dari penelitian berikut dianalisa secara deskriptip dengan cara mencari phenomena komunikasi non-verbal guru yang terlihat pada rekaman video, menganalisis hasil interview dan mencari perentasi dari hasil kuisioner. Hasil dari analisis data yaitu komunikasi non-verbal guru di SMPN 3 Banjar sudah memenuhi kriteria komunikasi non-verbal yang diusulkan oleh ahli, terdapat beberapa jenis komunikasi non-verbal guru yang berpengaruh terhadap motivasi siswa yaitu ekspresi wajah, gestur, proxcemics (kedekatan), haptics (sentuhan), kontak mata, dan paralanguage. Temuan yang terakhir yaitu, gestur dan paralanguage dianggap sebagai komunikasi non-verbal yang memberikan kontribusi terhadap pemberlajaran bahasa inggris. Kata Kunci : Guru, Komunikasi non-verbal, Motivasi siswa This study aimed at (1) analyzing kinds of non-verbal communication used by English teacher during the teaching and learning process, (2) revealing what kinds of teacher’s non-verbal communications affect students’ motivation during the learning process in the classroom, (3) revealing the contribution of non-verbal communications in English education. This study was a descriptive qualitative study conducted at SMPN 3 Banjar. The data were collected by video recording, questionnaire administration, and interviewing. There were 2 English teachers involved as the subject of this research, and 40 students of eighth grade in different classes were involved. the results of the study analyzed descriptively by finding out the phenomenon of teachers’ non-verbal communication in the video recording, analyzing the interview results, and finding out the percentage of questionnaire administration. The result of data analysis showed that, teachers’ non-verbal communication in SMPN 3 Banjar already fitted with the seventh kinds of non-verbal communication proposed by Burgoon, Buller, and Woodall, (1994) as cited in Birjandi and Nushi (2014), and there are some kinds of non-verbal communication that affect students' motivation, namely facial expression, body movement, gestures, proxemics (proximity), haptics (touch), eye contact, and paralanguage. Gestures and paralanguage are considered as non-verbal communication that gives the contribution to English education. keyword : Teacher, Non-verbal communication, Students motivation
The Use of ICT Based Teaching Media by English Teachers at Junior High Schools in Singaraja: Age and Gender Analysis ., I Kadek Febriandikayasa; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.466 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media yang digunakan oleh guru bahasa inggris SMP di singiraja. Penelitian ini adalah penelitian Mix-method dan self-checklist serta panduan interview adalah instrument yang digunakan. Total ada 39 guru terlibat dalam penelitian ini. 13 diantaranya laki-laki dan 26 adalah wanita, 23 diantara mereka dikategorikan sebagai Generation-X dan 16 Generation-Y. hasl dari penelitian ini adalah guru laki-laki mendominasi penggunaan media berbasis ICT dengan 100% menggunakan gambar sebagai media. sebagai alasannya 76.92% berpendapat bahwa media berbasis ICT dapat merangsang minat belajar mereka, membuat mereka lebih fokus dan juga dapat menarik perhatian mereka. Tetapi pada guru wanita, skor yang rendah terlihat dari point yang diperoleh dari penggunaan media berbasis ICT. hanya 10 guru (38.46%) menggunakannya dan alasan yang sama mereka tunjukan untuk penggunaannya. Selain itu, Generation-X juga menunjukan poin yang rendah dimana hanya ada 7 guru menggunakan media berbasis ICTsisanya setuju untuk tidak menggunakanya karena alasan kurangnya dukungan secara teknis, sedikitnya jam mengajar, dan juga tidak memiliki waktu untuk mempelajarinya. Tapi disisi lain, Generation-Y lebih memilih untuk menggunakan media berbasis ICT mereka juga percaya kalau ICT mampu memberi dampak positif terhadap siswa dan juga guru itu sendiri. Kata Kunci : Media pembelajaran berbasis ICT, jenis kelamin dan umur di dalam penggunaan ICT This study aimed to investigate the use of ICT based teaching media by English teachers at junior high schools in Singaraja in terms of age and gender, and their reasons for using and not using it in the English teaching and learning process. A mixed methods design was used on this study. Self-checklist and interview guide were used as the instruments. Totally there were 39 teachers who participated in this study. 13 teachers were males and 26 were females; 23 of them were categorized as Generation-X and 16 were Generation-Y. The result was that the male teachers took the domination in using ICT based media with 100% of them used pictures. In terms of the reasons of using ICT, 76.92% agreed that ICT based media can stimulate the students, make them more focused and get their attention during the lesson. But on the female teachers, lower point was shown in the types of ICT media used. Only 10 (38.64%) female teachers used media, and similar reasons to the male ones’ were expressed in using ICT-based media. On the other hand, Generation-X teachers also showed the low number with only 7 teachers used ICT based media, the rest of them agreed to not use it because of technical support, shortage class-time, and need time to learn it. But Generation-Y teachers preferred to use ICT based because they also believed that it can give positive impacts to the students in teaching and learning process. keyword : Age and Gender in ICT usage, ICT based Teaching media.

Page 59 of 188 | Total Record : 1873