cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Pengaruh Tingkat Kepadatan Penduduk terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Bali Antara, I Gede Made Yudi; Suryana, I Gede Putu Eka
Media Komunikasi Geografi Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i1.22958

Abstract

Penduduk dalam suatu wilayah sangat menentukan pembangunan di suatu wilayah. Sumber daya manusia yang erat kaitannya kuantitas dan kualitas penduduk harus menjadi perhatian pemerintah demi lancarnya pembangunan. Kuantitas dapat dilihat dari jumlah dan kepadatan penduduk, sedangkan kualitas penduduk suatu wilayah dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dicapai suatu wilayah. Provinsi Bali dengan kepadatan penduduk 743 jiwa/km2  memiliki IPM dengan kategori tinggi berdasarkan klasifikasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kuantitas penduduk yaitu kepadatan penduduk berpengaruh terhadap kualitas penduduk yang dilihat dari capaian IPM. Data sekunder yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitaif dengan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh dari kepadatan penduduk terhadap capaian IPM dan divisualisasikan dengan pemetaan digital menggunakan Arcview GIS 3.3. Hasil yang diperoleh bahwa kepadatan penduduk berpengaruh secara siginifikan terhadap capaian IPM, sehingga menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang besar harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia. 
Environmental Conservation through Study Value of Bali Aga Tenganan Pegringsingan Community Culture Wijana, Nyoman; Setiawan, I Gusti Agung Nyoman; Mulyadiharja, Sanusi; Wesnawa, I Gede Astra; Rahmawati, Putu Indah
Media Komunikasi Geografi Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i2.21903

Abstract

This research aimed to know the implementation of environmental conservation in terms of cultural value orientation, including humanistic nature orientation, man-nature orientation, time orientation, activity orientation, and relational orientation. The population of this research was the entire community in traditional village Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali. This research sample amounted to 25 people, consisting of the conventional village apparatus, community leaders, and the general public. Methods of data collection were the method of observation, interview, questionnaire, and checklist. The collected data were analyzed descriptively. This research indicated that the orientation of cultural values of humanistic nature orientation and man-nature orientation had an excellent quality. The time orientation, activity orientation, and relational orientation parameters had good quality. Culture in the study community generally showed a positive thing, so the impact of culture on the quality of the environment, in general, was excellent. The results of observations in the field revealed that there were all community activities at Tenganan Pegringsingan that could not cause environmental pollution. Therefore, the role of traditional regulation or awig-awig to regulate environmental and social-culture.
Potensi Batu Kapur Bukit Pecatu sebagai Instrumen Pemanen dan Penampung Air Hujan Suryana, I Gede Putu Eka; Wijayanti, Ni Wayan Eka
Media Komunikasi Geografi Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i1.23089

Abstract

Bukit Pecatu memiliki karakteristik wilayah berupa bukit karst (batu gamping/kapur). Karst memiliki potensi yang sangat besar, maka dari itu batu kapur ditambang dan menimbulkan ceruk-ceruk yang dalam. Selain itu permasalahan ketersediaan air menjadi hal utama karena karakteristik batuan karst yang mudah meresap, melarutkan serta meloloskan air. Beberapa masyarakat memilih memanfaatkan air hujan dengan membangun sumur serta lapa  ngan pemanen air hujan. Kondisi adanya ceruk bekas penambangan yang dinilai tidak mengindahkan nilai konservatif serta sulitnya air merupakan dua permasalahan yang berbeda namun, disini penulis mencoba memberikan solusi dengan menggabungkan permasalahan tersebut menjadi sebuah tujuan dengan membuat eksperimen yang mampu membuat batu kapur dari Bukit Pecatu memiliki kemampuan menahan air dalam jangka waktu yang lama  dalam bentuk model miniatur. Model miniature ini untuk menguji kelolosan air yang diasumsikan genangan air hujan. Hasil dari pengujian tersebut adalah tanah liat memiliki kemampuan menahan laju penurunan penyusutan air hujan dibandingkan arang sekam dan tanpa perlakuan. Kesimpulannya pengujian kapur tanpa perlakuan tidak mampu menahan air. Tanah liat mampu menghambat laju resapan air pada batu kapur.
Penilaian Tingkat Aktivitas Longsor di Sub-DAS Bompon Ramlah, Ramlah; Hadmoko, Danang Sri; Setiawan, M. Anggri
Media Komunikasi Geografi Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i2.21360

Abstract

Bencana yang menyebabkan tingginya angka kerusakan fasilitas dan korban jiwa adalah longsorlahan. Dampak longsorlahan mendorong parah peneliti melakukan penelitian longsorlahan guna mereduksi dampak bencana longsorlahan. Salah satu langkah pengurangan dampak longsorlahan yaitu dengan memahami aktivitas longsorlahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menilai aktivitas proses longsor di Sub-DAS Bompon, (2) Menentukan tingkat aktivitas longsor di Sub-DAS Bompon. Motode penelitian aktivitas longsor yaitu (1) Observasi lapangan langsung dan Pemotretan UAV (2) Data lapangan divisualisasi menjadi peta 2D dan 3D, (3) Peta 2D dan 3D dianalisis untuk menentukan tingkat aktivitas longsor. Daerah Aliran Sungai (DAS) Bompon menarik untuk dijadikan wilayan kajian aktivitas longsor karena lokasi ini secara umum merupakan bentuklahan perbukitan dan banyak dijumpai bekas longsor yang tersebar di sepanjang DAS. Hasil penelitian pada 2 bekas longsor objek penelitian menujukan bahwa Longsor Kwaderan (K2) merupakan a relict landslide dengan sudut lereng dominan teratur yaitu 17o dan terjadi perubahan morfologi akibat pembuatan terasering untuk pertanian. Sementara Longsor Salakan (Sa) merupakan a re-active landslide dengan longsor baru sebagai indikator. Longsor baru pada Sa terdapat pada badan longsor utama dengan sudut lereng 12o. Longsor baru dipicu oleh gully pada badan longsor ketika kedalaman gully mencapai >6,11 m dan lebar >6,55 m.
Analisis Pola Kebakaran Lahan di Kalimantan Timur dengan MODIS dan VIIRS Wibowo, Aditya Pranata; Papilaya, Frederik Samuel
Media Komunikasi Geografi Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i1.23253

Abstract

Kebakaran adalah suatu peristiwa timbulnya reaksi oksidasi saat adanya bahan bakar, oksigen, dan energi panas yang menyebabkan pembakaran yg tidak terkendali dan menyebabkan kerugian. Pemantauan secara spasial terhadap kebakaran menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah manakah yang paling banyak mengalami kebakaran dan juga pola dari kebakaran tersebut. Sumber data didapatkan dari website FIRMS yang merupakan data yang bersifat kuantitatif dan data primer. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis Spatial Autocorrelation, Average Nearest Neighbor, Optimized Hotspot, Directional Distribution (Standard Devitional Ellipse), dan Temporal Collect Event. Hasil yang telah didapatkan dari analisis bermetode Directional Distribution, Optimized Hotspot, dan Temporal Collect Event adalah terdapat banyak titik api yang berada di Kecamatan Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, dan Paser. Dalam analisis Spatial Autocorrelation ditemukan bahwa terdapat korelasi antara lokasi terjadinya titik api dan ukuran sejati dari titik api. Analisis Average Nearest Neighbor menunjukkan bahwa titik api terkumpul pada beberapa tempat dan tidak tersebar merata.
Evaluasi Kesesuaian dan Daya Dukung Lahan untuk Pengembangan Pariwisata di Wilayah Kepesisiran Pulau Breuh Hidayatullah, Hidayatullah; Khakhim, Nurul; Kurniawan, Andri
Media Komunikasi Geografi Vol 22, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i1.30502

Abstract

Pengembangan pariwisata terutama di wilayah kepesisiran dan pulau kecil akan membawa pengaruh besar terhadap kondisi lingkungan alami di sana karena kawasan pesisir dikenal dikenal sangat dinamis serta rawan terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya degradasi dan disfungsi lahan di kawasan pesisir Pulau Breuh akibat dari pengembangan wisata, maka perlu dilakukan suatu kajian untuk pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan. Kajian ini meliputi evaluasi kesesuaian pemanfaatan lahan dengan potensi sumberdaya dan daya dukung yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian serta daya dukung lahan untuk pengembangan pariwisata di wilayah kepesisiran Pulau Breuh, Kecamatan Pulo Aceh. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan di tiga lokasi penelitian yaitu Pantai Lambaro, Pantai Balu dan Pantai Rinon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan penentuan titik sampel secara purposive sampling. Sedangkan untuk metode analisisnya menggunakan analisis indeks kesesuaian wisata (IKW) dan daya dukung kawasan (DKK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah kepesisiran Pulau Breuh khususnya Pantai Lambaro, Balu dan Rinon sangat sesuai (S1) dikembangkan sebagai kawasan wisata pesisir untuk aktivitas rekreasi pantai. Untuk daya dukung kawasan untuk kegiatan wisata rekreasi di Pantai Lambaro adalah 4469 orang/hari. Pantai Balu memiliki DDK 4250 orang/hari sedangkan DDK untuk Pantai Rinon yaitu 3.335 orang/hari.
Peranan Badan Usaha Milik Desa dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarkat Perdesaan Gayo, Syamsul Bahri; Erlina, Erlina; Rujiman, Rujiman
Media Komunikasi Geografi Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i2.29805

Abstract

Pengembangan basis ekonomi pedesaan dijalankan pemerintah desa melalui berbagai program dengan tujuan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk unit usaha BUMDes, kontribusi BUMDes dalam perekonomian perdesaan, dan hambatan dalam pengelolaan BUMDes di di Desa Paya Kumer, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif berbasis data primer dan sekunder, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa:  (1) Bentuk unit usaha BUMDes yang terdapat di Desa Paya Kumer yakni  (a) Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UEDSP). (b) Pengelolaan Air Bersih (c) Bank Sampah (d) Budidaya Ternak Kambing (e) Perdagangan Produk Hasil Olahan (f) Penyedia Jaringan WIFI dan (g) Pangkalan Penjualan Tabung Gas Elpiji, (2) BUMDes Paya Kumer memberikan kontribusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan melalui berbagai jenis bentuk unit usaha, antara lain: (a) Peminjaman Modal, (b) Membuka Lapangan Pekerjaan, dan (c) Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADesa) (3) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Paya Kumer belum dapat dijalankan seperti pada maksud pendirian dan tujuannya. Hal ini tersebut terjadi karena masih banyaknya kendala yang terjadi dalam lembaga tersebut seperti: (a) Kurangnya modal yang dimiliki oleh BUMDes, (c) Kurangnya keterampilan dan kecakapan sumber daya manusia dalam kepenggurusan BUMDes, dan (c) kurangnya pengetahuan masyarakat tentang BUMDes dan masih minimnya partisifasi masyarakat dalam memajukan unit usaha yang dikelola masyarakat.  
Analisis Geospasial Perubahan Penggunaan Lahan Sawah Berbasis LP2B Kecamatan Pagelaran Utara Miswar, Dedy; Sugiyanta, I Gede; Yasta, Reno Deri
Media Komunikasi Geografi Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i2.27760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan sawah berbasis Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), faktor penyebab dan arah perubahan lahan di Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu Propinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan metode survei dan tumpang susun. Objek dalam penelitian ini adalah lahan sawah yang berubah menjadi permukiman. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik observasi, studi literatur, wawancara, dan dokumentasi yang didukung dengan data dari dinas-dinas terkait. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan geospasial. Hasil dalam penelitian, yaitu: (1) Adanya perubahan lahan sawah seluas 16,08 ha menjadi permukiman; (2) Faktor penyebab terjadinya perubahan penggunaan lahan sawah di Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu terdiri dari faktor fisik dan non fisik; dan (3) Arah perubahan lahan sawah menjadi permukiman di Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu mengarah ke Timur, dengan pola permukiman memanjang yaitu mengikuti jalan raya.
Kajian Tipologi Pesisir Di Muara Sungai Pemali Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah Saputro, Eko Ali; Gunawan, Totok; Suprayogi, Slamet
Media Komunikasi Geografi Vol 22, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i1.32645

Abstract

Terjadinya Abrasi dan Akresi di Muara Sungai Pemali Menandakan Pesisir Kabupaten Brebes sangat dinamis, Dimana penggunaan lahan menjadi sangat kompleks terkait dengan dinamika perubahan pesisir. Aktivitas di daratan dan lautan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu akan membentuk jenis pesisir yang berbeda-beda tergantung pada proses genetik dan material penyusunnya. Sehingga tiap tipologi pesisir akan memberikan ciri-ciri pada bentanglahan dan berbagai macam sumberdaya yang ada di wilayah pesisir tersebut. Bentuk pengelolaan dan pemanfaatannya pun akan berbeda disesuaikan dengan bentuk tipologi wilayah kepesisiran yang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipologi wilayah pesisir, menganalisis potensi dan permasalahan hingga merumuskan alternatif pemecahan permasalahan di Muara Sungai Pemali Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, deskriptif-kuantitatif, deskriptif-komparatif dan metode analisis korelatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tipologi fisik pesisir daerah penelitian merupakan area pesisir pengendapan laut dan pesisir pengendapan darat. Tipologi yang terbentuk memiliki potensi dan permasalahan sehingga dirumuskan alternatif pengelolaan berdasarkan permasalahan. Rumusan alternatif pengelolaannya antara lain melakukan rehabilitasi Mangrove, membangun struktur pelindung pantai, membuat peraturan daerah tentang sepadan pantai, melakukan inventarisasi kepemilikan lahan, penetapan kawasan lindung dan konservasi, serta melakukan pengelolaan lahan secara menyeluruh di wilayah pesisir pantai.
Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Limpasan Menggunakan Multidata Iklim Satelit di Sub DAS Samin Ramadhani, Endi; Suprayogi, Slamet; Hadi, Mohammad Pramono
Media Komunikasi Geografi Vol 22, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i1.30589

Abstract

Sub DAS Samin sebagai bagian dari DAS Bengawan Solo, termasuk dalam 15 DAS kritis prioritas nasional. Banyak kajian hidrologi yang telah menunjukkan adanya perubahan respon hidrologi akibat perubahan penggunaan lahan. Salah satu pendekatan dalam menilai tingkat kekritisan dan respon hidrologi DAS adalah dengan mengkaji kondisi limpasan dengan pemodelan hidrologi SWAT. Namun di sisi lain, dari banyak kajian pemodelan hidrologi yang ada, masih terbatas pada penggunaan data iklim observasi; sedangkan pemanfaatan multidata iklim satelit dengan model hidrologi SWAT, telah menunjukkan potensi akurasi kajian hidrologi DAS yang baik. Tiga dasar tujuan penelitian di Sub DAS Samin antara tahun 2004 dan 2013 yaitu menganalisis persebaran dan perubahan penggunaan lahan, menganalisis akurasi hasil simulasi limpasan menggunakan data grid iklim satelit dan menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap limpasan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pemodelan SWAT, identifikasi kondisi lapangan, serta analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe penggunaan lahan di Sub DAS Samin antara tahun 2004 dan 2013, memiliki persebaran yang beragam dan bersifat heterogen, dengan hasil interpretasi menunjukkan tren perubahan vegetasi rapat berukuran besar ke vegetasi rendah berukuran sedang, yang dipicu oleh adanya pemanfaatan lahan intensif. Dari lima jenis dataset curah hujan satelit, data TRMM memiliki akurasi terbaik, karena kecocokan spesifikasi data dengan tipologi Sub DAS Samin sebagai kawasan DAS beriklim tropis. Tidak signifikannya pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap limpasan di Sub DAS Samin, secara teknis pemodelan disebabkan oleh adanya ketidakpastian hasil analisis model dan secara teoritis hidrologi disebabkan oleh perbedaan tata perlakuan/sistem manajemen pada masing-masing tipe penggunaan lahan dalam satuan lahan yang sama.