cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
SEKTOR INFORMAL SEBAGAI KATUP PENGAMAN PENYERAPAN TENAGA KERJA TIDAK TERAMPIL (UNSKILLED WORKERS) (KASUS PEDAGANG ANGKRINGAN DI KOTA YOGYAKARTA) I Made Sarmita
Media Komunikasi Geografi Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i2.2199

Abstract

This study focuses on angkringan trader profile relationship as a safety valveunskilled workers in the city of Yogyakarta. This study is a fundamental anddescriptive survey of 45 angkringan trader in Yogyakarta. The data were collectedthrough structured interviews and observation is further analyzed using adescriptive. The results showed that the majority of angkringan trader is a middleagedin labor force and dominated by men. The Highest level of education theyare able to accomplish is a elementary school, senior high school and junior highschools. Angkringan trader mostly local workers from Yogyakarta, some aremigrant workers who come from Klaten, and Gunung Kidul. Income that could beobtained ranged between Rp 600,000 - Rp 1,500,000 per month. A small part ofangkringan trader have side jobs as laborers and becak with additional incomebetween Rp 300,000-Rp 500,000 per month. The main reason they chose theseefforts are not require special skills. Angkringan is a safety valve in the absorptionof unskilled workers. This fact supported by the responses of respondents said anangkringan trader because required of skill is not too special. The positive impactof angkringan trader visible presence in the social and economic consequences offavorable economic growth and reduce the unemployment rate in the city ofYogyakarta. This Small businesses have proven to be invisible hand for economicdevelopment in the city of Yogyakarta.Keywords: Angkringan Trader, Safety Valve, Unskilled Workers
POLA PERSEBARAN MANGROVE DI INDONESIA (Analisis Potensi dan Ancaman terhadap Populasinya) I Putu Ananda Citra
Media Komunikasi Geografi Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i2.2201

Abstract

Mongrove merupakan ekosistem hutan di pesisir yang memiliki fungsi ekologisyang sangat penting. Indonesia adalah Negara yang berbentuk kepulauan yang secaralangsung memiliki pantai terpanjang di dunia. Sebagai Negara yang berklim tropis,hampir di setiap pantai di Indonesia terdapat kawasan hutan mangrove khususnyapantai yang memiliki syarat tumbuh spesies ini. Potensi yang sangat besar darimangrove harus dilestarikan karena banyak manfaat yang diperoleh dari keberadaanmangrove. Pesatnya pembangunan di Indonesia khususnya di wilayah pesisirmerupakan ancaman bagi eksistensi populasi mangrove. Artikel ini akanmendeskripsikan potensi mangrove dan pola persebarannya di Indosesia serta ancamaneksistensi mangrove dalam pesatnya pembangunan di Indonesia. Berbagai fungsi danmanfaat baik terhadap lingkungan maupun sosial ekonomi, mewajibkan untuk adanyakonservasi dan menjaga dan mengembangkan kelestarian hutan mangrove.Kata kunci: mangrove, potensi, ancaman
EDUCATION REFORM IN THE ERA OF REGIONAL AUTONOMY ENTERING THE GLOBAL ERA Ida Bagus Made Astawa
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i2.8426

Abstract

Revolusi peradaban dunia dewasa ini telah memasuki era global. Indonesia sebagai negara dunia ketiga (the silent majority), untuk mampu bersaing di era global ini dituntut kesungguhan dan ketulusan menata dunia pendidikannya dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya, karena pendidikan pada hakekatnya merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu bangsa dan negara. Pemberlakuan UU No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), dan UU No. 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, yang kemudian ditindak lanjuti dengan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), telah membuka harapan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dengan otonomi pendidikannya. Realitanya permasalahan pendidikan di Indonesia dari Pelita pertama hingga saat ini masih relatif sama. Berkenaan dengan itu di era otonomi pendidikan dibutuhkan reformasi dengan melalui tujuh hal, yaitu (1) memprioritaskan pendidikan sebagai kebutuhan, (2) memaknai pendidikan secara utuh, (3) perimbangan penyelenggaraan pendidikan antara pusat-daerah, (4) pelibatan masyarakat dalam pendidikan, (5) memberikan posisi sentral kepada pendidik dan tenaga kependidikan, (6) menuju kepada paradigma pemberdayaan pendidikan, dan (7) menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menantang.Kata kunci: globalisasi, the silent majority, otonomi pendidikan, reformasi pendidikan
PROVINCIAL FUNDING PROGRAM POLICIES OF SUSTAINABLE DATI I VIEWED FROM BALI Act NO. 32 IN 2009 Dewa Made Atmaja
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i2.8427

Abstract

Bali memiliki empat buah danau alam yang terletak di tiga Kabupaten,  yakni: danau Beratan di Kabupaten Tabanan, danau Buyan dan Tamblingan di Kabupaten Buleleng dan danau Batur di Kabupaten Bangli. Keempat danau alam ini memiliki fungsi yang sangat vital sebagai sumber daya alam khususnya bagi masyarakat Bali dan memiliki fungsi yang strategis untuk menunjang pembangunan di Provinsi Bali. Ada fungsi-fungsi lain yang didalamnya terdapat nilai-nilai yang khas, yakni fungsi ekologis dan fungsi sosial budaya.Mengingat besarnya tekanan lingkungan sebagai akibat dari dampak aktivitas manusia, maka diperlukan upaya-upaya pelestarian lingkungan baik melalui kegiatan-kegiatan fisik maupun pemberdayaan peran serta dan peningkatan kesadaran masyarakat. Atas dasar kepentingan masing-masing, berbagai instansi pemerintah, swasta maupun LSM, telah melakukan upaya-upaya yang mengarah kepada pelestarian lingkungan danau. Namun demikian sejauh ini usaha-usaha tersebut belum terkoordinasi sehingga berjalan sendiri-sendiri yang terkadang mengakibatkan overlaping kegiatan dengan hasil yang berbeda.Pengelolaan danau dengan menerapkan suatu konsep terpadu dari berbagai disiplin ilmu merupakan pendekatan yang sangat konprehensip. Hal ini didasarkan atas teori bahwa pengelolaan suatu ekosistem lingkungan harus merupakan keterpaduan pengelolaan atas komponen-komponen pembentuk ekosistem lingkungan itu sendiri sesuai dengan Pasal 1 ayat 2 UU No. 32 Tahun 2009. Seirama dengan perkembangan dunia yang menyangkut semakin tajamnya isu-isu penyelamatan lingkungan hidup, maka lahirlah Undang-Undang Republik Indonesia  Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) dengan 127 pasal. Kebijakan program danau lestari yang dicanangkan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali yang terdiri dari: program fisik, program pengendalian kerusakan kawasan danau dan daerah tangkapannya, program pengendalian pencemaran, program pelestarian sumber daya alam dan plasma nutfah, program peningkatan pemberdayaan masyarakat, dan program khusus. Implementasi UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan kebijakan program danau lestari oleh Gubernur Provinsi Bali berjalan sesuai dengan norma-norma yang tekandung dalam pasal-pasal dan ayat UUPPLH. Kata-kata kunci: Danau lestari, Implimentasi UU No 32 Tahun 2009 
STAD MODEL APPLICATION TYPE OF COOPERATIVE IN EFFORTS TO INCREASE STUDENT LEARNING ACHIEVEMENT AND ACTIVITIES IN CLASS D VIII SUBJECT IN GEOGRAPHY LESSON SMP BHAKTIYASA SINGARAJA YEAR 2005/2006 I Made Suasta
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i2.8428

Abstract

ABSTRACTThis research was held in SMP Bhaktiyasa Singaraja which it was aimed at investigates the students’ mastery and the students’ activity through cooperative method types Student Teams achievement Division (STAD). The data will be collected using test and observation sheet. Observation was used in investigation students’ mastery in Geography learning. And then the data will be analyzed uses descriptive qualitative method. The result of the investigation shown that students’ activity and the student’ mastery in cycle II was improved if comparing with cycle I. the results of the data analysis of the reflection scores for cycle I was 61.89 and 72.33 for cycle II, with the 82.22% students’ progress degree in cycle I and 95.56% students’ progress degree in cycle II. While the improving students’ activity who really not active 24.44% became 0%, students’ lack active from 31.11% became 15.56%, students’ active enough from 15.56% became 33.33%, active students’ from 15.56% became 22.22% and super active students’ from 13.33% became 28,89%.Keyword: cooperative learning type Student Teams Achievement Division, learning activity, learning achievement.
FEASIBILITY STUDY FOR NATURE TOURISM POTENTIAL ECOTOURISM DEVELOPMENT in Buleleng I Putu Ananda Citra
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i2.8429

Abstract

The research was conducted in natural tourism object Buleleng Regency with the aim 1) to describe the potential of ecotourism in natural tourism object Buleleng Regency, 2) Mapping the distribution of natural attractions that meet eligibility potential to be developed as ecotourism in Buleleng. The method used in this study is a survey supported by the observation method. Sampling by purposive sampling technique. Data was analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The results showed that 1) the potential of ecotourism in natural tourist attraction (Lovina and Git-Git) in Buleleng Regency have different levels of potency. Tourism object Lovina has ecotourism potential is high, while the attraction Git-Git Waterfall potential ecotourism including the middle category, 2) Distribution of natural tourism object that meet eligibility potential to be developed as ecotourism in Buleleng consists of two variations of the potential ecotourism. tourism object of Git-Git Waterfall have an appropriate level of ecotourism middle category, lack of facilities, community participation and contribution to the community is a factor that determines the appropriateness of the as ecotourism. While the attraction Lovina feasibility level to be developed as ecotourism were high, because all aspects of ecotourism already qualifies as ecotourism.Keywords: feasibility study, attractions, ecotourism
HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT PLANNING (LABOR) INDONESIA I Made Sarmita
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i2.8430

Abstract

Secara kuantitatif penduduk usia kerja di Indonesia adalah yang paling besar namun disertai dengan kualitas yang masih tergolong rendah. Untuk itu, pembahasan mengenai perencanaan sumber daya manusia khususnya tenaga kerja merupakan hal yang mendesak. Penulisan artikel ini memfokuskan pembahasan mengenai urgensi perencaanan tenaga kerja, faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan tenaga kerja, dan kebijakan dalam ketenagakerjaan yang dikaji menggunakan metode rasionalistik dengan pendekatan deskriptif kualititatif. Pentingnya perencanaan tenaga kerja karena merupakan fungsi manajemen SDM yang mengorientasi pada penyusunan langkah-langkah strategi menyiapkan tenaga kerja secara tepat dalam jumlah dan kualitas yang diperlukan, berangkat dari berbagai fakta dan data. Perencanaan tenaga kerja dipengaruhi faktor eksternal, internal dan persediaan tenaga kerja. Kebijakan tenaga kerja di Indonesia beranjak dari isu-isu ketenagakerjaan yang ada. Beberapa kebijakan yang sudah diterapkan seperti memperluas kesempatan kerja, menerapkan sistem padat karya, pembinaaan tenaga kerja mandiri, penerapan teknologi tepat guna, penciptaan wirausaha baru, penciptaan industri kreatif, serta pendayagunaan tenaga kerja penggerak perluasan kesempatan kerja.Kata Kunci: Perencanaan, Faktor-Faktor, Kebijakan, Tenaga Kerja
SEA WATER TREND AVERAGE IN THE WATERS WEST Buleleng, Bali BASED ON POST-PROCESSING OF SATELLITE DATA Envisat altimetry I Wayan Krisna Eka Putra
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i2.8431

Abstract

Buleleng merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang berpotensi mengalami ancaman peningkatan muka air laut. Kenyataan ini membutuhkan tersedianya peta genangan wilayah pesisir sebagai data dasar untuk mitigasi bencana wilayah pesisir. Salah satu data utama yang dapat digunakan sebagai manifestasi data potensi ancaman yaitu trend muka air laut rata-rata dari data satelit altimetri Envisat. Penyediaan data satelit altimetri dengan kualitas yang lebih baik, perlu dilakukan post-processing. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi trend muka air laut rata-rata berdasarkan hasil post-processing data satelit altimetri Envisat. Penelitian ini dilakukan melalui 4 tahap, yaitu: (1) identifikasi masalah dan menetapkan lokasi penelitian, (2) pengumpulan data, (3) pengolahan data, dan (4) penyajian hasil. Hasil dari penelitian ini memperoleh trend muka air laut rata-rata di perairan barat Kabupaten Buleleng cenderung mengalami peningkatan, dengan hubungan fungsional y = 0,051x + 1,612.Kata kunci : Hasil post-processing data satelit altimetri Envisat, trend muka air laut
VEGETATION SUCCESSION DYNAMICS STUDIES IN MOUNTAIN AREAS AFFECTED ERUPTION API Kelud REMOTE SENSING DATA BASED ON THE YEAR 2013 - 2016 Siti Nurin Nuzulah; Purwanto - -; Syamsul - Bachri
Media Komunikasi Geografi Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v17i1.8434

Abstract

Investigate of this research shows that on January 4th 2014 vegetation density in Impact Eruption Area of Kelud Volcano 10 km has vegetation index value 0,64 – 0,34. On February 17th, 2014 the vegetation succession dynamic happens a decreasing vegetation succession dynamics with vegetation index value between 0,52 – 0,01. In 2014 towards 2015 there was an increase vegetation succession with vegetation index values between 0,87 – 0,1. On wet dry month 2015 towards a decline in vegetation succession dynamics caused by the influence of the dry season with vegetation index values between 0,7 – 0,06. In 2016 there was an increase in wet secondary vegetation succession in the Sumberasri village Ngleggok district is the climax of the process of succession with vegetation index values 0,89. The dynamics of vegetation succession have not run optimally on a five kilometer radius with vegetation index value 0,1 in Sugihwaras village Ngancar District. Perhutani can support of temperature constant at 5 km by planting a plant hard. The kinds of this plant hard is Kaliandra dan Pines that can to plant in coordinate 49 M 0641939 9123036. Constant temperature will support the condition of succession vegetation until in condition before happen an eruption by referral addiction 0,24 vegetation index.Keywords: succession, vegetation, eruption, remote sensing.
Relationship Between Learning Motivation and Learning Method Against Learning Achievement Student Semester Subjects Meteorology and Climatology at the University of PGRI Palembang 2015 Deni Puji Hartono
Media Komunikasi Geografi Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v17i1.8435

Abstract

Advanced Research aims to determine the relationship between learning motivation and learning on student achievement. The method used in this study is correlational method. The results showed that: (1) there is a very strong positive relationship between learning motivation and achievement of students. By calculating the correlation r arithmetic learning motivation is bigger than r table (rhitung 0,812> rtabel 0.213); (2) there is a strong positive relationship between learning and academic achievement of students. By calculating the correlation of r count how learning is bigger than r table (rhitung 0.851> 0.213 rtabel); and (3) there is a strong positive relationship between learning motivation and learning with the achievement of students. By calculating the correlation r arithmetic learning motivation and learning styles of students is greater than r table (rhitung 0.895> 0.213 rtabel) and (Fhitung = 162.7> Ftabel 3.11). Keywords: Motivation, How to Learn and Learning Achievement