cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI SOLAR EVAPORATION BERMEDIASI PALUNGAN DALAM PEMBUATAN GARAM ARTISANAL PIRAMIDA UNTUK MENINGKATKAN POTENSI SUMBER DAYA MARITIM DESA PEMUTERAN I Kadek Purnamawan
Media Komunikasi Geografi Vol. 17 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v17i2.9029

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mendeskripsikan prosedur pembuatan garam artisanal piramida dengan menggunakan teknologi Solar Evaporation bermediasi Palungan; mendeskripsikan teknologi Solar Evaporation bermediasi Palungan dapat meningkatkan potensi sumber daya maritim desa Pemuteran khususnya dalam pembuatan garam artisanal piramida; dan mendeskripsikan hasil produksi garam artisanal piramida yang diperoleh melalui penerapan teknologi Solar Evaporation bermediasi Palungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif analitis untuk menentukan cara mencari, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data hasil penelitian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif karena  dalam  pelaksanaannya meliputi pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi tentang arti data yang diperoleh. Penelitian ini disusun sebagai penelitian induktif yakni mencari dan mengumpulkan data yang ada di lapangan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor, unsur-unsur bentuk, dan suatu sifat dari fenomena di tempat penelitian (Nazir, 1998: 51). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan meningkatkan hasil produksi garam artisanal piramida yang diperoleh melalui penerapan teknologi Solar Evaporation bermediasi Palungan. Subjek yang dipilih dalam penelitian ini adalah kelompok petani garam di desa Pemuteran. Alasan pengambilan data di dusun Lokasegara, desa Pemuteran, kecamatan Gerokgak, Buleleng. Adapun objek dalam penelitian ini adalah garam artisanal piramida sebagai potensi sumber daya maritim desa Pemuteran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil produksi garam artisanal piramida di dusun Lokasegara, desa Pemuteran, Buleleng dipengaruhi oleh suhu atau temperatur ruangan tempat kristalisasi. Pengaruh temperatur ditentukan dari kondisi cuaca, semakin tinggi temperature ruangan tempat kristalisasi garam maka semakin besar hasil produksi. Adanya peningkatan hasil produksi terlihat dari April-Oktober 2016, yaitu pada April jumlah produksinya sebesar 1200 kg, Mei jumlah produksinya sebesar 1300 kg, sampai Oktober sebesar 2000 kg. Kata Kunci: Teknologi Solar Evaporation, Garam Artisanal Piramida, Potensi Sumber Daya Maritim
IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH DESA SANGSIT SEBAGAI LABORATORIUM LAPANGAN GEOGRAFI UNTUK MENUNJANG MATA KULIAH KERJA LAPANGAN I Putu Ananda Citra; I Made Sarmita
Media Komunikasi Geografi Vol. 17 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v17i2.9030

Abstract

Identifikasi potensi wilayah merupakan hal pertama yang harus dilakukan dalam rangka mengetahui lebih dalam keadaan wilayah bersangkutan. Ketika potensi wilayah telah teridentifikasi, maka berbagai bidang studi bisa masuk kedalamnya untuk menerapkan segala teori, istilah, dalil, dan semacamnya yang telah diperoleh dalam buku-buku pelajaran. Salah satu ilmu yang berbasis pada potensi wilayah adalah geografi. Penerapan ilmu geografi di lapangan yang merupakan laboratorium sebenarnya dari ilmu ini akan lebih mudah dilakukan ketika potensi wilayah tersebut sudah diketahui. Untuk itu dalam penelitian ini akan dikaji terlebih dahulu potensi wilayah khususnya aspek fisik dan sosial Desa Sangsit, yang selanjutnya akan dianalisis mengenai kelayakan Desa tersebut sebagai laboratorium lapangan geografi guna kepentingan kuliah kerja lapangan (KKL) di masa yang akan datang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lokasi, dan wawancara terhadap Kepala Desa, dan Kelihan Banjar di Desa Sangsit. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa Potensi fisik wilayah Desa Sangsit batas dan luas wilayah, kondisi iklim, kondisi tanah, kondisi geologi, mineral dan bahan galian, sumberdaya air, dan sumberdaya pesisir.Potensi sosial wilayah Desa Sangsit meliputi keadaan penduduk, potensi pariwisata, dan tradisi masyarakat. Kelayakan Desa Sangsit sebagai laboratorium lapangan geografi dalam menunjang Kuliah Kerja Lapangan (KKL) berdasarkan perhitungan tingkat kelayakan secara umum kategori sedang atau cukup layak. Hal ini karena potensi fisik yang kategori rendah dan potensi sosial yang tinggi. Kata kunci: Potensi Wilayah, Laboratorium Lapangan, Geografi, KKL
VARIASI KOMPOSISI SAMPAH BERBASIS SOSIO EKONOMI PEMUKIM PADA KOMPLEKS PERUMAHAN DI KELURAHAN BANYUNING Putu Indra Christiawan
Media Komunikasi Geografi Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10095

Abstract

The accelerated of increase in the number of urban migrants adjoining the construction of unplanned housing. The construction of unplanned housing will produce pressure on the environment, especially the pressure of waste that is the outcome of the activity of the resident consumption. The aim of this study was to analyze the influence of resident characteristics with the waste composition in public housing in Banyuning Sub-district. The research method used is analytic survey. The analysis used in this research is descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that the number of family members, education level and income level partially and simultaneously had a significant effect on the waste composition, both organic and non-organic waste in public housing in Banyuning Sub-district. This study concludes that it is necessary to design a form of waste management that is more specialized in urban waste generated by residential.
DAMPAK STRATEGI PETANI DALAM MERUBAH ARAH PEMANFAATAN LAHAN SAWAH TERHADAP KENYAMANAN HIDUP DI KOTA DENPASAR Dewa Made Atmaja
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10167

Abstract

            Meningkatnya jumlah penduduk yang diiringi dengan peningkatan kebutuhan manusia dalam berbagai aspek menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan keruangan (spacial problems) yang berujung pada stres lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan adanya strategi dalam merubah arah pemanfaatan lahan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas ruang, sehingga kehidupan yang nyaman dan harmoni akan tercapai.             Arah perubahan pemanfaatan lahan yang dilakukan petani dapat dilihat dari dua bentuk perubahan yaitu  perubahan lahan secara vertkal dan perubahan lahan secara horisontal. Perubahan pemanfaatan lahan sawah secara vertikal merupakan perubahan bentuk intensitas dari pemanfaatan lahan sawah karena adanya perubahan pola tanam dari berbagai jenis komoditi yang diusahakan, frekuensi penanaman dan diversifikasi tanaman. Perubahan pemanfaatan lahan sawah secara horisontal pada dasarnya diarahkan untuk merubah lahan sawah menjadi lahan non pertanian.            dampak dari arah perubahan pemanfaatan lahan sawah di kota Denpasar menyebabkan suhu meningkat secara signifikan (0,7oC – 0,9oC) serta diiringi peningkatan kelembaban udara yang menyebabkan ketidaknyamanan hidup. Zonasi kenyamanan hidup di wilayah Denpasar secara umum tergolong tidak nyaman yang melebar dari daerah Nusadua sampai pusat kota Denpasar. Ketidaknyamanan hidup masyarakat Denpasar dapat berakibat pada gangguan psikis seperti mudah marah, malas karena kelelahan, bahkan terjadi perilaku yang menyimpang, seperti sikap tidak patuh dan cenderung memberontak bahkan sering terjadi pertengkaran.
MEMAHAMI KEWAJIBAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Ida Bagus Made Astawa
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10168

Abstract

Otonomi pendidikan melalui UU Sisdiknas telah memberikan kewenangan pada guru sebagai pengembang kurikulum. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan salah satu wujud dari pengembangan kurikulum yang wajib disusun oleh guru dan digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran. Namun, realitanya masih banyak guru yang belum melaksanakan kewajiban tersebut. Paling tidak terdapat tiga faktor yang dipandang sebagai penyebab guru belum melaksa-nakan kewajiban tersebut. Pertama, karena sudah terlalu lama menjadi ”tukang mengajar” (kurikulum 1950 – 1994), sehingga belum tumbuhnya kesadaran bahwa menyusun RPP adalah kewajiban guru; kedua, karena belum dipahaminya makna sebuah RPP dalam pembelajaran; dan ketiga dengan sistem rekrutmen guru dan sifat terbukanya profesi guru, bisa jadi sebagian guru belum memiliki kompetensi untuk menyusun RPP.
BENTANG BUDAYA PEDAGANG DITINJAU DARI KONSEPTRI WARA DI PASAR TRADISIONAL DESA MENANGA Putu Indra Christiawan; Ni Wayan Selfi Lestari
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10169

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Menanga, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi aktivitas pedagang berdasarkan Tri Wara di pasar tradisionalDesa Menanga dan (2) mengkaji hubungan tempat tinggal dengan aktivitas berdagang pedagang dipasar tradisionalDesa Menanga.Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa pedagangmenerapkanTri Wara sejak berdirinya pasar tradisional di Desa Menanga.Aktivitas hari Kajeng dimulai saat Tengah Lemeng (01.00-02.00 wita) sedangkan aktivitas hari Beteng dimulai saat Das Ngelemahang (02.00-03.00 wita). Penerapan Tri Wara dilakukan atas kesepakatan pedagang dan tidak ada aturan secara tertulis. Perbedaan tempat tinggal menunjukkan adanya variasi budaya terhadap aktivitas, yaitu pedagang yang bertempat tinggal di dalam Desa Menanga memulai aktivitas saat Tengah Lemeng (01.00-02.00 wita) dan yang bertempat tinggal di luar Kabupaten Karangasem saat Das Ngelemahang (02.00-03.00 wita). Dengan kata lain, semakin dekat jarak tempat tinggal dengan lokasi pasar, maka semakin awal pedagang memulai aktivitas perdagangan di pasar tradisional Desa Menanga.
PERAN METADATA DALAM PENCARIAN DATA GEOSPASIAL MELALUI INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL NASIONAL (IDSN) I Wayan Krisna Eka Putra
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10170

Abstract

Asas keterbukaan yang tertuang pada asas UU No. 4 Tahun 2011 serta perkembangan teknologi dan komunikasi memberikan akses yang mudah kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi geospasial. Terlebih lagi dengan adanya IDSN akan memberikan kemudahan layanan pertukaran dan penyebarluasan  data geospasial melalui jaringan internet. Tetapi kenyataannya sering kali data yang dibutuhkan user tidak bisa diakses dan user disarankan untuk memperoleh informasi data yang diinginkan pada metadata. Peran metadata dalam hal ini akan menjadi kunci penting, karena melalui metadata akan mengarahkan user bagaimana cara memperoleh data serta informasi detail dari data yang dimaksud.
LOKIKA SANGGRAHA : PENGARUHNYA TERHADAP ABORSI DAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PEREMPUAN BALI I Made Sarmita
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10171

Abstract

Salah satu bentuk pergeseran perilaku yang ditimbulkan oleh berkembangnya pariwisata di Bali adalah munculnya perilaku lokika sanggraha. Istilah ini sangat kental dalam Agama Hindu yang menggambarkan perilaku seorang laki-laki ketika menghendaki layanan pemuas nafsu birahi seorang perempuan bebas, baik muda maupun janda hingga ia hamil, kemudian tidak mengawininya. Penulisan artikel ini meletakkan permasalahan tersebut pada efek bagi si wanita yang kehamilannya tidak diakui oleh si laki-laki yang menghamilinya. Perilaku lokika sanggraha akan membawa efek lanjutan utamanya bagi si wanita, salah satunya adalah tekanan psikologis yang tinggi, yang jika sudah tidak dapat ditoleransi lagi ia akan mengambil jalan pintas yaitu menggugurkan kandungannya (aborsi). Perilaku wanita seperti ini selain bertentangan dengan ajaran agama, juga sangat berbahaya bagi kesehatan reproduksinya apalagi tidak ditangani secara medis. Terlalu kompleks risiko yang akan dihadapi si wanita yang melakukan aborsi, secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan kesehatan reproduksinya hingga mengalami kematian.
KRISIS PETANI BERDAMPAK PADA KETAHANAN PANGAN DI INDONESIA I Ketut Suratha
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10172

Abstract

Petani memiliki peranan penting dalam perkembangan suatu bangsa. Oleh karena setiap manusia hidup memerlukan berbagai kebutuhan hidupnya, petani berperan penting bagi penyedia berbagai keperluan tersebut. Di dalam suatu negara, petani membantu memenuhi kebutuhan pangan bagi kebutuhan negaranya. Indonesia merupakan  negara agraris. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani di Indonesia tahun 2013 mencapai 31, 70 juta orang yang terbagi ke dalam sektor tanaman pangan, holtikultural, perkebunan, peternakan, budidaya ikan,  penangkapan ikan dan kehutanan. Indonesia sebagai negara agraris, yang sebagaian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian, tergantung pada keberhasilan petaninya untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia. Petani yang ada di Indonesia membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh penduduk yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, petani yang ada di Indonesia harus diperhatikan dengan baik agar Indonesia yang sebagai negara agraris dapat terus memasok pangan yang bersumber dari petani dalam negeri.
STUDI KEMITRAAN DESA ADAT DENGAN PELAKU USAHA WISATA UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA LOVINA DI KABUPATEN BULELENG Made Arie Wahyuni
Media Komunikasi Geografi Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10551

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kawasan Lovina Kabupaten Buleleng dengan tujuan: (1) Mengidentifikasi potensi wisata yang dimitrakan untuk pengembangan ekowisata Lovina, (2) Mendeskripsikan bentuk kemitraan yang dilakukan desa adat dalam pengembangan ekowisata Lovina (3) Menganalisis kontribusi dari bentuk kemitraan dalam pengembangan ekowisata Lovina. Rancangan penelitian menggunakan rancangan deskriptif. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive area sampling dan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan dokumen. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Potensi wisata mencakup 4 aspek yang wajib dikelola. Pengelolaan tersebut akan lebih mudah jika dimitrakan dengan pihak lain. Adapun aspek yang dimitrakan yaitu atraksi wisata berupa atraksi lumba-lumba dan kegiatan budaya, akomodasi wisata berupa hotel dan restauran, akses berupa jalan dan kelembagaan; (2) Terdapat empat bentuk kemitraan yaitu Kontrak Kelola dengan aspek yang dikontrakkan adalah jabatan dalam suatu organisasi/ manajemen saja, Kontrak Sewa terjadi karena lahan yang ditempati oleh pelaku usaha wisata milik pemerintah daerah, maka pelaku usaha wisata menyewa lahan dan minta izin usaha kepada pihak manajemen operasional DTW Lovina, Hak Guna Bangunan (HGB) terjadi karena lahan yang ditempati oleh pelaku usaha wisata adalah milik desa adat, bangunan kios/ toko dibangun oleh pemerintah, dan pelaku usaha wisata membeli/ menyewa kios/ toko saja, Kontrak Konsesi terjadi karena pelaku usaha wisata memiliki lahan sendiri, maka dapat membuka usaha sesuai dengan kemampuannya; (3) Bentuk kemitraan berkontribusi positif dalam pengembangan ekowisata Lovina. Terdapat tiga bentuk kemitraan yang berkontribusi tinggi terhadap pengembangan ekowisata yaitu bentuk kemitraan kelola, HGB, dan konsesi. Bentuk kemitraan kontrak sewa kontribusinya sedang terhadap pengembangan ekowisata. Faktor lokasi dan kepemilikan lahan sangat mempengaruhi interaksi dengan seluruh aspek kepariwisataan. Khusunya tentang penerimaan pendapatan yang rendah dibandingkan dengan pelaku usaha yang berlokasi di dekat situs obyek wisata.