cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Prediksi Dampak Jalan Tol terhadap Situs Arkeologi di Kecamatan Kalasan Prariyadiyani, Janati; Kurniawan, Andri; Baiquni, M.
Media Komunikasi Geografi Vol 22, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i2.33704

Abstract

Seiring pesatnya kemajuan teknologi transportasi yang terjadi sejak abad ke-20, jalan tol menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. Di sisi lain, kebutuhan lahan untuk pembangunan jalur tol dan sarana pendukung lainnya, begitu pula perubahan pada jaringan jalan yang sudah ada, tidak dapat meniadakan dampak terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satu dampak yang harus diperhitungkan akibat pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta di wilayah Kecamatan Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada hubungannya dengan potensi arkeologi yang dimiliki kecamatan ini.Sejumlah tinggalan arkeologi Periode Klasik berupa candi Hindu atau Buddha yang sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya (CB) belum menggambarkan keseluruhan potensi yang ada. Banyak data yang masih terkubur mengingat bahwa setiap candi pasti memiliki komponen pendukung di dalam lingkungan binaan masa lalu. Komponen tersebut dapat berupa sisa bangunan lain struktur, maupun temuan lepas yang terkubur oleh material hasil erupsi Gunung Merapi selama ratusan tahun. Artikel ini berusaha memprediksi dampak positif dan negatif pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta terhadap seluruh potensi arkeologi berdasarkan tiga kriteria, yakni: terdampak langsung (oleh pembangunan jalan tol dan fasilitas pendukung), terdampak tidak langsung (oleh perkembangan jalan lain), dan tidak terdampak. Melalui analisis keruangan masing-masing kriteria tersebut dipetakan sebagai hasil penelitian yang bersifat prediktif. Beberapa rekomendasi dirumuskan sebagai masukan bagi pihak-pihak terkait yang bergerak di bidang penelitian, pelestarian warisan budaya, serta pemerintah daerah setempat.
Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Volume Runoff di Kawasan Perkotaan Yogyakarta Tahun 2008 – 2018 Jibran, Isham; Astuti, Sola Tri; Nucifera, Fitria
Media Komunikasi Geografi Vol 22, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i2.40571

Abstract

Kawasan Perkotaan Yogyakarta mencakup seluruh wilayah Kota Yogyakarta dan sebagian Kabupaten Sleman serta Bantul. Setiap tahunnya penggunaan lahan mengalami perubahan terutama pada Kawasan Perkotaan Yogyakarta, disertai dengan perubahan intensitas hujan. Penelitian ini berfokus pada hubungan perubahan penggunaan lahan dengan volume runoff. Perubahan penggunaan lahan diklasifikasikan menggunakan metode unsupervised berdasarkan citra Landsat 5 dan 8 dengan interval 5 tahunan (2008, 2013, dan 2018). Volume runoff maksimum dikalkulasi menggunakan metode SCS-CN. Hubungan kedua hasil tersebut dianalisis dengan metode korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama tahun 2008 – 2018 luas lahan terbangun meningkat sebanyak 19,5% dari 11.755,6 ha pada tahun 2008 menjadi 14.059,5 ha pada tahun 2018. Volume runoff mengalami peningkatan sebanyak 76,6% dari 7.268,68 m3 pada tahun 2008 menjadi 12.837,63 m3 pada tahun 2018.  Hal tersebut dibuktikan dengan tingginya signifikansi hasil nilai korelasi dibawah 5% dengan t- hitung lebih besar dari t-tabel. Korelasi Y menunjukkan jika lahan terbangun bertambah 100 ha maka terdapat kenaikan volume runoff sebanyak 76.09 m3. Korelasi Y untuk lahan terbuka jika bertambah 100 ha maka terdapat kenaikan volume runoff sebanyak 59.27 m3. Pada lahan vegetasi, jika luas lahan vegetasi bertambah 100 ha, volume runoff akan bertambah 54 m3. Hal ini menunjukkan bahwa semakin luas penggunaan lahan terbangun maka volume runoff juga semakin besar.
Analisis Pola Spasial dan Faktor Pemilihan Lokasi Minimarket di Kabupaten Klaten Hidayah, Bela; Amin, Choirul
Media Komunikasi Geografi Vol 22, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i2.36806

Abstract

Perilaku belanja sebagian besar masyarakat terus meningkat. Kenyamanan dan kepraktisan mampu membuat masyarakat memilih minimarket sebagai tempat pusat perbelanjaan. Minimarket merupakan pasar swalayan dengan ukuran antara 300-500 m2 dengan jumlah item barang yang dijual cukup besar dan menerapkan system pengambilan barang sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola spasial lokasi minimarket dan menganalisis faktor yang mempengaruhi lokasi persebaran minimarket melalui variabel demografi dan jangkauan pelayanan minimarket di Kabupaten Klaten. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga metode yakni observasi lapangan, observasi data sekunder dan dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini digunakan teknik analisis tetangga terdekat (ANN) dengan bantuan aplikasi Arc GIS 10,3. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pola spasial sebaran lokasi minimarket di Kabupaten Klaten adalah mengelompok. Adapun faktor pemilihan lokasi dilihat dari segi demografis dan jangkauan pelayanan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembangunan minimarket yang jaraknya berdekatan satu sama lain menyebabkan pola sebaran minimarket mengelompok (clustered). Faktor pemilihan lokasi minimarket dipengaruhi oleh variabel demografi dan jangkauan pelayanan. Faktor demografi yaitu semakin padat penduduknya maka peluang pembangunan minimarket semakin besar. Faktor jangkauan pelayanan belum mampu melayani daerah Kabupaten Klaten dengan radius 300 meter per unit minimarket.
Analisis Kesesuaian Lahan Komoditas Unggulan Wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Purworejo Puspitaningrum, Ismi Nuari; Sudrajat, Sudrajat; Kurniawan, Andri
Media Komunikasi Geografi Vol 22, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i2.29948

Abstract

Keberagaman potensi unggulan yang ada di kawasan pesisir selatan Kabupaten Purworejo merupakan salah satu modal dasar dalam pembangunan ekonomi. Namun kenyataannya keragaman potensi komoditas unggulan dari sektor pertanian dan non pertanian belum menjadi basis dalam pengelolaan wilayah pesisir, salah satunya tercermin dalam kebijakan pengelolaan pesisir yang telah ditetapkan dan dilaksanakan di wialyah pesisir selatan Kabupaten Purworejo. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian difokuskan untuk memetakan berbagai jenis komoditas unggulan sebagai basis dalam pengelolaan wilayah pesisir selatan Kabupaten Purworejo berdasarkan kesesuaian lahan. Pada penelitian ini, data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara expert choice serta observasi lapangan, dan data sekunder yang diperoleh melalui survei institusional. Data-data tersebut diolah dengan metode analisis berupa analisis LQ, Shift share, dan overlay peta kesesuaian lahan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat berbagai jenis komoditas unggulan sektor pertanian berupa padi ladang, padi sawah, jagung, ketela rambat, kelapa deres, tebu, jambu mete, kambing, domba, ayam, itik entog, kelinci serta perikanan tambak. Beberapa komoditas unggulan tidak memiliki kelas kesesuaian lahan yang sesuai, namun dengan mengatasi faktor pembatas, memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Ruang Terbuka Hijau terhadap RTRW Kota Bekasi Pambudi, Bayu Prasetyo; Tambunan, Mangapul Parlindungan
Media Komunikasi Geografi Vol 22, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i2.38729

Abstract

Berdasarkan regulasi Nomor 27 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Sebuah wilayah perlu memiliki ruang terbuka hijau (RTH) dengan persentase minimal 30% dari total luas kota yang tersedia. Kota Bekasi merupakan salah satu wilayah yang saat ini dalam upaya meningkatkan luas ruang terbuka hijau. berdasarkan Rencana Tata Ruang Kota Bekasi yang diproyeksikan untuk 2011-2031. Kota Bekasi perlu menyediakan ruang terbuka hijau seluas 6710 ha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ruang terbuka hijau yang tersedia di kota Bekasi agar dapat memenuhi persyaratan penataan ruang yang mewajibkan setiap wilayah memiliki ruang terbuka hijau. Data yang digunakan adalah citra satelit Landsat 8, RDTR serta RTRW Kota Bekasi. metode analisis yang digunakan adalah indeks vegetasi dan overlay. hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat sebaran vegetasi di Kota Bekasi pada tahun 2021 mengalami penurunan untuk kategori tinggi dengan luas wilayah 6.889 ha khususnya di Bekasi bagian barat. Persentase RTH eksisting di Kota Bekasi juga mengalami penurunan dari tahun 2013 hingga 2021 sebesar 8% atau 1.728 ha pada Januari 2021 dan luas RTH yang telah dioptimalkan peruntukannya untuk penataan ruang baru mencapai 2,42% atau seluas 525 ha dengan tipe RTH yang dominan yaitu RTH Kota dan RTH TPU. Persentase ini menunjukkan bahwa belum terjadi peningkatan luas ruang terbuka hijau yang signifikan sejak rancangan RTRW Kota Bekasi diterbitkan pada tahun 2011. overlay antara peta RDTR Kota Bekasi dan RTRW Kota Bekasi dapat membantu untuk mengetahui ruang terbuka hijau yang telah dibangun dengan rancangan awal penyusunan ruang terbuka hijau.
PENGEMBANGAN KURIKULUM GEOGRAFI BERKEARIFAN LOKAL KEBUTUHAN BALI SEBAGAI EKOLOGI PULAU KECIL Ida Bagus Made Astawa
Media Komunikasi Geografi Vol. 14 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i1.1741

Abstract

Pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberi kewenangan pada satuan pendidikan dan guru sebagai pengembang kurikulum, dengan berpedoman pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), sehingga lokalitas daerah dapat terakomodasi dalam pengembangannya. Perkembangan pariwisata dan kemajuan perekonomian Bali, telah menjadikan sifat kosmosentris masyarakat dengan kearifan lokalnya yang selama ini telah menjaga ekologi Bali semakin ditinggalkan, sehingga memunculkan permasa-lahan sosial dan kerusakan lingkungan. Sebagai ekologi pulau kecil, Bali sangat membutuhkan masyarakat kosmosentris yang memiliki kesadaran akan arti dan makna hidup di pulau kecil, kesadaran akan arti dan makna identitas sebagai manusia Bali, dan kesadaran sebagai kapital humanitas yang mendorong berbagai bentuk revitalisasi kearifan lokal di tengah-tengah arus globalisasi. Salah satu usaha dalam menumbuhkan kesadaran tersebut adalah melalui pendidikan yang terimplementasikan dari kurikulum yang dikembangkan. Memperhatikan tujuan pembelajaran Geografi yang menjadi tuntutan KTSP, maka pengembangan kurikulumnya dipandang sangat relevan untuk mengakomodasi kearifan lokal Bali dalam menumbuhkan kesadaran-kesadaran yang dimaksud, sehingga siswa dapat bersikap dan berperilaku secara kosmosentris.Kata kunci: kearifan lokal, kosmosentris, kurikulum geografi
PERUBAHAN KONDISI FISIK PASCA ERUPSI GUNUNGAPI MERAPI TAHUN 2010 DI DESA GLAGAHARJO PROVINSI DIY I Putu Ananda Citra
Media Komunikasi Geografi Vol. 14 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i1.1744

Abstract

Perubahan Kondisi Fisik Pasca Erupsi Gunungapi Merapi Tahun 2010 di Desa Glagaharjo. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perubahan kondisi fisik Desa Glagaharjo pasca erupsi gunungapi merapi tahun 2010 di Kabupaten Sleman. Pengumpulan data kondisi fisik daerah penelitian yang berupa penggunaan lahan sebelum terdampak oleh erupsi Gunungapi Merapi sedangkan penentuan batas-batas daerah yang terdampak erupsi dilakukan dengan teknik tracking menggunakan GPS. Pengolahan data kondisi fisik dilakukan dengan overlay (penampalan) peta penggunaan lahan sebelum dan setelah terjadinya erupsi. Selanjutnya informasi tersebut digunakan sebagai pedoman dalam melakukan cek lapangan yang menghasilkan data primer yang berupa batas- batas daerah yang terdampak oleh luapan material vulkanik dan awan panas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan kondisi fisik sesuai dengan klasifikasi kawasan yang terkena dampak yaitu pertama adalah kawasan yang terdampak oleh awan panas dan endapan material vulkanik, kedua adalah kawasan yang hanya terdampak oleh awan panas, dan ketiga adalah kawasan yang tidak terdampak baik oleh awan panas maupun endapan material vulkanik. Kata kunci: Perubahan Kondisi Fisik, Erupsi, Gunungapi Merapi
PEMANFAATAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM DAN SURFER SEBAGAI MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI GURU-GURU SMP SE-KECAMATAN NUSA PENIDA I Wayan Treman
Media Komunikasi Geografi Vol. 14 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i1.1746

Abstract

Pelatihan penggunaan Global Positioning System (GPS) dan Surfer bagi guru-guru Geografi SMP se-kecamatan Nusa Penida dilaksanakan di SMP N 2 Nusa Penida. Kegiatan tersebut bertujuan  memberi pembekalan keterampilan tentang penggunaan GPS dan Surfer dan mengetahui nilai kebermanfaatan pelatihan  untuk pemetaan sebagai media digital bagi guru-guru Geografi. Pemecahan masalah dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu observasi, pemberian materi, pelatihan penggunaan GPS, analisis Surfer, pembuatan peta kontur 2 dimensi dan model medan 3 dimensi yang akhirnya digunakan sebagai media pembelajaran geografi. Berdasarkan hasil tes keterampilan menunjukkan bahwa  penggunaan alat GPS dan Surfer untuk pemetaan sebagai media digital bagi guru-guru Geografi dengan kualifikasi 25% sangat mampu dan 75% kategori mampu. Keterampilan pembuatan peta kontur 2 dimensi dan model medan 3 dimensi menggunakan GPS dan Surfer  sebagai media digital bagi guru-guru Geografi tergolong kategori mampu. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil dari lay out (komposisi) peta, perpaduan warna, pemilihan simbol dan pemanfaatan informasi peta dengan benar sesuai dengan kaidah kartografi. Kata kunci : Pelatihan, GPS, Surfer, media digital, geografi.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) SEBAGAI MEDIA PENGAJARAN GEOGRAFI Suatu Kasus Manfaat Media Pengajaran Geografi Pada Pendidikan Tinggi Made Suryadi
Media Komunikasi Geografi Vol. 14 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i1.1747

Abstract

SIG sebagai media pengajaran geografi membantu pengajaran dalam pemahaman konsep, generalisasi dan pemecahan masalah geografi. Dengan peta, fakta-fakta geografi secara realistis dengan mudah dapat dilihat. Untuk pemahaman konsep, generalisasi dan pemecahan masalah melalui pengamatan pada fakta-fakta geografi, pengajaran geografi membutuhkan sejumlah peta-peta yang relevan. Peta, dengan tumpang susun beberapa peta adalah SIG secara manual. Dalam SIG manual, pembuat peta dan penggunanya adalah terpisah. Pembuat dan pengguna peta melalui SIG dengan komputer oleh guru secara terpadu memudahkan penyediaan dan penggunaan peta sesuai dengan tujuan pengajaran geografi-pemahaman konsep, generalisasi, dan pemecahan masalah. Pengajaran geografi dapat dilakukan secara lebih efektif. Kata-kata kunci : SIG, media, pengajaran dan geografi.
APLIKASI GEOGRAFI DALAM PENANGANAN KEBENCANAAN LINGKUNGAN DI INDONESIA I Wayan Suarna
Media Komunikasi Geografi Vol. 14 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i1.1748

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kajian pustaka dan membahas tentang aplikasi geografi dalam penanganan  kebencanaan lingkungan di daerah Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan dan terdapat dua jalur gunung berapi (sirkum Meditterrania dan sirkum Pasifik) serta dikelilingi dua samudra dan dua benua, dengan demikian negara Indonesia rentan terhadap berbagai bencana alam. Fokus kajian dalam aplikasi geografi dalam penanganan  kebencanaan lingkungan ditekankan pada kebencanaan dalam arti bencana alami dan bencana artificial. Untuk bencana alami menekankan pada bencana seismic, bencana vulkanik, dan bencana tropic. Sedangkan bencana artificial diakibatkan oleh manusia dan perilakunya serta aplikasi teknologi yang berdampak langsung atau tak langsung pada lingkungan Kata-kata kunci: Bencana alami, Bencana artificial, Kebencanaan Lingkungan