cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
KARAKTERISTIK INDUSTRI TAHU DI KECAMATAN PEKALONGAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Edi Haryono; Dian Utami
Media Komunikasi Geografi Vol. 19 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v19i2.15588

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini mengkaji karakteristik industri tahu di Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur. Populasi yang digunakan sebanyak 25 industri. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, dokumentasi dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan:1) Besar rata-rata modal yang digunakan pada sekali produksi tahu Rp 283.200, 2) Asal modal yaitu modal sendiri, 3) Rata-rata bahan mentah pada satu kali proses produksi adalah 33 Kg, 4) Bahan mentah yang digunakan berasal dari pembelian di Pasar Pekalongan dan Pasar Kota Metro, 5) Rata-rata jumlah tenaga kerja adalah 2 orang, 6) Asal tenaga kerja yaitu 72,13% merupakan anggota keluarga, 7) Rata-rata pengeluaran pembelian bahan bakar kayu dan solar sebulan yaitu Rp 748.800, 8) Pembelian bahan bakar kayu berasal dari Desa Sidodadi, Pekalongan, Adijaya, dan Tulusrejo. Pembelian bahan bakar solar berasal dari Pertamina dan Warung, 9) Rata-rata produksi tahu setiap satu kali produksi sebanyak 938 buah, 10) Transportasi yang digunakan untuk mengangkut kedelai adalah truk dan sepeda motor. Pemasaran hasil produksi tahu menggunakan sepeda motor, 11) Sistem pemasaran adalah dengan cara dijual sendiri oleh pengusaha dan dibeli oleh pedagang. Daerah pemasaran produksi tahu adalah pasar Kecamatan Pekalongan dan Pasar Kota Metro, 12) Rata-rata pendapatan industri tahu perbulan sebesar Rp 1799600. Kata Kunci: Karakteristik industri, industri tahu
KAJIAN KERUSAKAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KREO AKIBAT PEMBANGUNAN PEMUKIMAN DI SEKITAR WADUK JATIBARANG KOTA SEMARANG Wahyu Setyaningsih; Sriyono Sriyono; Andi Benardi
Media Komunikasi Geografi Vol. 19 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v19i2.16027

Abstract

Bertambahnya kebutuhan akan lahan menyebabkan ekspansi manusia ke area-area hijau untuk melakukan pembangunan pemukiman. Kegiatan pembangunan tersebut akan memberikan dampak terhadap kerusakan lahan di wilayah DAS Kreo Kota Semarang. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui dampak pembangunan pemukiman di sekitar kota Semarang kerusakan lahan DAS Kreo; (2) Mengetahui cara mengkonservasi lahan di DAS Kreo supaya tidak rusak. Metode penelitian dilakukan metode survei. Lokasi penelitian dilakukan di DAS Kreo Kota Semarang dan sekitarnya. Teknik pengumpulan data observasi, pengukuran lapangan, dokumentasi, pemetaan sistem informasi geografis. Teknik analisis data analisis spasial berbasis SIG, analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis metode tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan lahan yang ada di DAS Kreo termasuk dalam kriteria tinggi. Hal ini disebabkan karena pembangunan Waduk Jatibarang selain itu juga faktor geofisik seperti kemiringan lereng, geologi, tanah, penggunaan lahan, dan curah hujan yang tinggi. Kata Kunci : Kerusakan Lahan, Geofisik Lahan, DAS Kreo
PENGELOLAAN TATA AIR LAHAN PERTANIAN RAWA PASANG SURUT SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN LINGKUNGAN DI DESA MULYA SARI KECAMATAN TANJUNG LAGO KABUPATEN BANYUASIN Helfa Septinar; Mega Kesuma Putri
Media Komunikasi Geografi Vol. 19 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v19i2.16499

Abstract

Rawa pasang surut merupakan lahan yang berpotensi dikelolah sebagai lahan pertanian Desa Mulya Sari merupakan desa yang berada wilayah pasang surut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan tata air  lahan pertanian rawa pasang surut sebagai upaya untuk melestasikan lingkungan di desa Mulya Sari  kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus tahun 2018. metode  yang digunakan adalah Observasi Lapangan yaitu  pengukuran langsung dilapangan. Data di sajikan dengan bentuk grafik dan narasi serta dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan tata air dilahan pertanian rawa pasang surut sebagai upaya melestarikan lingkungan adalah : pengelolaan tata air melalui saluran   SPD (saluran pedesaan), Tersier, Kuarter, dengan pengukuran muka air  tanah, muka air saluran dan  pengaturan tata air selama preode tanam. Hasil perhitungan tinggi muka air saluran dan muka air tanah tidak pernah melebihi dasar elevasi muka air, maka ketersedian air petak lahan sesuai dengan kebutuhan dan pola tanam disesuaikan dengan periode  waktu ketersedian air. Dengan pengelolaan tersebut lahan rawa pasang surut di desa Mulya Sari dapat meningkatkan produktifitasnya juga dapat melestarikan kesuburan tanah sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agricultural) dapat dicapai. Kata Kunci : Pengelolaan Tata Air, Lahan Pasang Surut, Upaya Pelestarian Lingkungan
ANALISIS KAWASAN MINAPOLITAN DI DESA PENGAMBENGAN, KECAMATAN NEGARA, KABUPATEN JEMBRANA-BALI Aprilia Riszi Indah Dewi Shara
Media Komunikasi Geografi Vol. 19 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v19i2.16562

Abstract

ABSTRAK Sektor perikanan budidaya dan tangkap merupakan salah satu sektor padat karya yang dapat menyerap banyak tenaga kerja di kawasan pesisir. Pengembangan kawasan minapolitan di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana dapat dijadikan sebagai salah satu contoh konkrit pengembangan wilayah kepulauan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi potensi Desa Pengambengan sebagai desa minapolitan, (2) mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi Desa Pengambengan sebagai desa minapolitan, dan (3) menganalisis strategi pengembangan kawasan minapolitan Pengambengan. Metode yang dipergunakan dalam tugas ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang dipergunakan berupa data sekunder seperti Profil Desa Pengambengan, RTRW Kabupaten Jembrana, dan berbagai dokumen lain yang mendukung. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Sektor basis potensi wilayah di Desa Pengambengan adalah pada sektor perikanan. Potensi jenis ikan yang ada di Desa Pengambengan didominasi oleh ikan lemuru dan ikan layur. (2) Permasalahan-permasalahan yang terdapat di Desa Pengambengan terbagi menjadi beberapa hal, yaitu: paceklik ikan, pencemaran lingkungan, konflik antar industri pengolah ikan dan masyarakat di Desa Pengambengan, sistem lelang, dan kualitas hasil tangkap ikan. (3) Strategi pengembangan kawasan minapolitan Pengambengan yang paling utama adalah dengan meningkatkan unit usaha, investasi, dan memperluas pasar. Kata Kunci: kawasan minapolitan, potensi, strategi pengembangan ABSTRACT The aquaculture and capture fisheries sector is one of the labor-intensive sectors that can absorb many workers in the coastal area. The development of the Minapolitan area in Pengambengan Village, Negara District, Jembrana Regency can be used as a concrete example of the development of the archipelago.  The objectives of this study were: (1) to identify the potential of Pengambengan Village as a Minapolitan village, (2) to identify the problems faced by Pengambengan Village as Minapolitan villages, and (3) to analyze the Minapolitan area development strategy Pengambengan. The method used in this task is a qualitative descriptive method. The data used are secondary data such as the profile of Pengambengan Village, Jembrana Regency RTRW, and various other supporting documents. The results of the study show: (1) The potential base sector of the area in Pengambengan Village is in the fisheries sector. The potential of fish species in Pengambengan Village is dominated by lemuru and layur fish.  (2) The problems found in Pengambengan Village are divided into several things, namely: fish famine, environmental pollution, conflicts between fish processing industries and communities in Pengambengan Village, the auction system, and the quality of fishing results. (3) The development strategy of the Minapolitan area The most important pengambingan is by increasing business units, investment and expanding markets. Keywords: minapolitan area, potency, development strategy
Analisis Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap STIKI Ditinjau Asal Mahasiswa Berbasis SIG I Kadek Adiana Putra
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i1.16747

Abstract

Pemanfaatan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis dan memetakan jumlah dan pola distribusi mahasiswa angkatan 2015/2016 sampai 2017/2018. Teknlogi SIG digunakan dalam tabulasi, analisis, overlay dan menyajikan data dalam bentuk peta, statistic dan grafik, sehingga dapat dengan mudah mengetahui pola distribusi dan jumlah mahasiswa pada masing-masing angkatan. Pola distribusi mahasiswa baru menunjukan bahwa asal mahasiswa teraglomerasi pada beberapa wilayah yaitu Bali, Jawa, NTT, dan NTB.Provinsi Bali sebagai tempat berkembanya lembaga berada pada peringkat yang paling tinggi dari masing-masingt provinsidengan rata-rata jumah mahasiswa mencapai 60%. Tingginya kepercayaan masyarakat dipengaruhi Besarnya derajat konsistensi dan peningkatan jumlah mahasiswa tidak lepas dari pengaruh alumnus yang memberikan kontribusi yang cukup tinggi sebagai media informasi dan promosi secara tidak langsung.
MENGGALI NILAI-NILAI PELESTARIAN LINGKUNGAN GEOGRAFIS PADA BEBERAPA DESAIN SENI PEWAYANGAN BALI I Gede Putu Eka Suryana; I Gede Made Yudi Antara
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i1.17257

Abstract

Lingkungan merupakan tempat yang menyediakan berbagai sumberdaya sekaligus permasalahan dalam menghadapi pembangunan yang berkelanjutan. Perspektif global mengajarkan kita berpikir secara global dan bertindak secara lokal. Pelajaran yang dapat kita petik dari hal tersebut adalah nilai-nilai kearifan lokal yang beberapa berasal dari warisan budaya yang diperoleh secara turun temurun dapat dijadikan bahan, pedoman yang mungkin saja relevan untuk diterapkan saat ini. Adapun metodologi yang dirancang terdiri dari pengumpulan data terkait data produk seni dalam pewayangan Bali. Pewayangan Bali dipilih karena sangat karena seagai penyampaian pesan yang kaya makna. Setelah data terkumpul maka dilanjutkan identifikasi dan analisis. Analisis yang dilakukan melibatkan analisis hermeneutik.  Hasil analisis yang diperoleh adalah dalam salah satu parwa cerita pewayangan yakni Adi Parwa yang mengisahkan adanya pencarian tirta amerta, memperoleh konsep saat ini yang kita kenal sebagai Padmasana. Padmasana ini yang dikenal sebagai bangunan religious oleh umat hindu menggunakan metode analisis hermeneutic coba diabstraksi kembali secara fungsionalitas untuk menginspirasi tindakan kitaKata Kunci : Nilai, Pelestarian Lingkungan, Seni, Wayang  
KAJIAN INFLOW, OUTFLOW DAN WATER BALANCE DANAU BERATAN DI DATARAN TINGGI BEDUGUL BALI Dewa Made Atmaja
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i1.17261

Abstract

Pengetahuan tentang imbangan air merupakan suatu komponen yang tidak dapat dipisahkan antara lain: pengaliran masuk (inflow), pengaliran keluar (outflow), dan timbunan air. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui variasi inflow (curah hujan, limpasan), 2)  mengetahui variasi aliran outflow (evaporasi, pemakaian air), 3) mengetahui water balance yang terjadi di Danau Beratan. Objek penelitian ini adalah kuantitas air Danau Beratan, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode interview/wawancara, dan metode studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini seluruhnya menggunakan metode deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, variasi pengaliran masuk (inflow) Danau Beratan rata-rata bulanan terendah selama 5 tahun terdapat pada bulan September sebesar 3,18 x 106 m3 dan rata-rata bulanan tertinggi terdapat pada bulan Januari sebesar 269,63 x 106 m3. Besar pengaliran masuk (inflow) tahunan rata-rata sebesar 107,50 x 106 m3. Adanya variasi pengaliran masuk (inflow) tersebut disebabkan oleh faktor vegetasi penutup lahan (land cover vegetation); topografi serta kemiringan lereng. Variasi pengaliran keluar (outflow) Danau Beratan rata-rata bulanan terendah selama 5 tahun terdapat November sebesar 27,3 x 106 m3 dan rata-rata bulan tertinggi terdapat pada bulan Maret sebesar 27,4 x 106 m3. Pengaliran ke luar (outflow) tahunan rata-rata sebesar 328,32 x 106 m3. Imbangan air periode tahun 2013-2017 memiliki nilai pengaliran masuk (inflow) bulanan lebih besar daripada pengaliran ke luar (outflow), yaitu sebesar 961,64 x 106 m3 atau dengan imbangan rata-rata tiap bulannya sebesar 80,14 x 106 m3. Berdasarkan analisa debit perubahan timbunan air selama 5 tahun dari tahun 2013-2017, menunjukan rata-rata imbangan air bulanan tertinggi terdapat pada bulan Januari dan Desember sebesar 312,22 x 106 m3 (positif), sedangkan terendah terdapat pada bulan Agustus sebesar -24,14 x 106 m3 (negatif). 
Analisis Pola Persebaran Lokasi Perdagangan dan Jasa di Kota Tebing Tinggi Indra Rachmat Setiawan; LuthfiMuta’ali LuthfiMuta’ali; Sudrajat Sudrajat
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i1.17340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi jenis pemanfaatan ruang yang berada di jalan arteri sekunder Kota Tebing Tinggi, Menganalisis pola persebaran lokasi perdagangan dan jasa di jalan arteri sekunder Kota Tebing Tinggi. Jenis penelitian ini deskriptif dengan kuantitatif.Teknik analisis deskriptif dan analisis tetangga terdekat dengan bantuan software ArcGIS 10.2. Hasil penelitian menunjukan kondisi jalan arteri sekunder yang tergolong baik dengan material pengerasan aspal dan beton, jalur pederstrian hanya terdapat disebagian dari jalan arteri sekunder dan pemanfaatan ruang didominasi permukiman dan perdagangan dan jasa. Pola persebaran lokasi perdagangan dan jasa tergolong mengelompok dan terdapat 2 pusat pengelompokan.
Aplikasi SIG untuk Pemetaan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Dumai Ria Viviyanti; Tamima Azri Adila; Riki Rahmad
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i2.17399

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan terjadi oleh peningkatakan suhu dan Karbon Dioksida, peningkatan suhu dipengaruhi oleh fenomena EL Nino di Indonesia berdampak terhadap musim kemarau yang berkepanjangan sehingga rentan terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Dumai berdasarkan parameter-parameter kebakaran hutan dan lahan; (2) Mendeskripsikan Pemanfaatan Penggunaan SIG untuk melakukan pemetaan tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai. Data yang digunakan yaitu peta curah hujan Kota Dumai dari tahun 2008-2018 yang diambil dari dua titik stasiun, peta jenis tanah Kota Dumai, dan peta penggunaan lahan Kota Dumai yang diambil dari citra landsat 8, dan di input dengan sofwere ArcGIS 10.4. Secara keseluruhan di Kota Dumai jenis lahan yaitu lahan terbuka (Tegalan, semak) dengan luas 170648753 atau 75,08%, kemudian hutan dengan luas 43606288 atau 19,19%, dan kebun/perkebunan dengan luas 13024469 atau 5,73%. Tingkat bahaya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kota Dumai dengan skor kelas yang digunakan bahwa terdapat 19,20% wilayah di Kota Dumai termasuk kedalam kelas sedang bahaya kebakaran hutan dan lahan, sementara terdapat 80,20% luas wilayahnya termasuk kedalam kelas tinggi bahaya kebakaran hutan dan lahanKata kunci : Sistem Informasi Geografis; Pemetaan; Kebakaran Hutan dan Lahan
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBENTUK PERMAINAN ULAR TANGGA BERBANTUAN LEAFLET DI SMA DWIJENDRA DENPASAR P.Md.Desy Dwisukamsurya; I Wayan Lasmawan; I Putu Sriartha
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i1.17465

Abstract

This research aimed to develop geography learning media in the form of snake ladder game assisted by leaflet, analyzing the effectiveness to activity and students learning achievement. This research used development (R&D) research design with analysis, design, development, implementation, evaluation (ADDIE). The students learning activity data were collected through observation, besideds, the students learning achievement were collected through multiple choice test. The data collected then analyzed descriptively and quantitatively. The final design of geography learning media in the form of snake ladder game assisted by leaflet was geography learning media based on the evaluation : 1) material and media expert valid average score 3,18; 2) small grup trials valid average score 3,69 the data were reasonably used. The geography learning media in the form of snake ladder game assisted by leaflet effectively improved the learning activity equal to 15,36% and effectively improved the students learning achievement with the level of completeness of student learning achievement at 91,43% with fine category.