cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Pemahaman Budaya Maritim Masyarakat Pantai Depok Kabupaten Bantul Indira Chairunnisa; R Rijanta; Muhammad Baiquni
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i2.21216

Abstract

Kabupaten Bantul memiliki panjang garis pantai mencapai 17 km. Potensi perikanan yang ada di Pantai Depok tidak didukung kondisi geografi Pantai Selatan, sehingga pemanfaatan sumberdaya pesisir belum optimal. Mindset agraris yang mendarah daging dalam masyarakat juga menjadi salah satu faktor lemahnya pemanfaatan potensi laut khususnya perikanan tangkap, hal tersebut terbukti terjadi penurunan jumlah nelayan di Pantai Depok pada tahun 2018. Oleh karena itu pada penelitian ini mengeksplorasi pemahaman budaya maritim yang ada di Pantai Depok. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui indepth interview kepada masyarakat, pemerintah dan akademisi. Teori budaya maritim yang ditemukan di Pantai Depok merupakan suatu bentuk hasil interaksi masyarakat dengan laut yang didalamnya terdapat aktivitas yang mengarah kepada ekonomi pesisir, tradisi, strategi penghidupan dan kohesi sosial yang sudah memanfaatkan beberapa teknologi dengan dukungan dari institusi. Aktivitas budaya maritim yang telah terbentuk tidak terlepas dari waktu lampau atau sejarah masa lalu yang akan terus menerus berkembang seiring berjalannya waktu. Proses budaya maritim yang terus berjalan juga tidak luput dari beberapa hambatan yang dihadapi masyarakat yaitu kondisi fisik alamiah Pantai Depok yang tidak menguntungkan dan keterbatasan regenerasi nelayan.Kata kunci : Pemahaman Masyarakat; Budaya Maritim; Pantai Depok
Analisis Genesa Hidrogeokimia Airtanah Menggunakan Diagram Piper Segiempat di Wilayah Pesisir Mice Putri Afriyani; Langgeng Wahyu Santosa; TJahyo Nugroho Adji
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i2.21331

Abstract

Penelitian dilakukan di wilayah Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis genesa hidrogeokimia airtanah di wilayah kepesisiran dan menganalis  proses-proses  hidrogeokimia yang terjadi pada airtanah bebas  pada setiap bentuklahan di wilayah kepesisiran. Pengambilan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan variasi nilai Daya Hantar Listrik, aliran airtanah dan satuan bentuklahan. Data yang digunakan berupa kandungan ion mayor di dalam airtanah yang diperoleh berdasarkan analisis laboratorium. Analisis tipe hidrogeokimia airtanah  dilakukan dengan menggunakan  diagram piper segiempat. Berdasarkan hasil analisis diagram piper segiempat menunjukkan sebagian besar tipe hidrogeokimia pada daerah penelitian merupakan tipe airtanah semi-bikarbonat (III) yang tersebar merata pada bentuklahan fluviomarin, sementara pada bentuklahan karst, beting gisik muda dan beting gisik tua tipe airtanah semi bikarbonat (II) (tersebar mengelompok. Airtanah bikarbonat (I) terdapat pada bentuklahan karst. Airtanah evaporit (III) tersebar mengelompok pada bentuklahan beting gisik muda dan tanggul alam Selanjutnya, airtanah sulfat (IV) dapat ditemui pada bentuklahan beting gisik tua dan beting gisik muda.
Penilaian Tingkat Aktivitas Longsor di Sub-DAS Bompon Ramlah Ramlah; Danang Sri Hadmoko; M. Anggri Setiawan
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i2.21360

Abstract

Bencana yang menyebabkan tingginya angka kerusakan fasilitas dan korban jiwa adalah longsorlahan. Dampak longsorlahan mendorong parah peneliti melakukan penelitian longsorlahan guna mereduksi dampak bencana longsorlahan. Salah satu langkah pengurangan dampak longsorlahan yaitu dengan memahami aktivitas longsorlahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menilai aktivitas proses longsor di Sub-DAS Bompon, (2) Menentukan tingkat aktivitas longsor di Sub-DAS Bompon. Motode penelitian aktivitas longsor yaitu (1) Observasi lapangan langsung dan Pemotretan UAV (2) Data lapangan divisualisasi menjadi peta 2D dan 3D, (3) Peta 2D dan 3D dianalisis untuk menentukan tingkat aktivitas longsor. Daerah Aliran Sungai (DAS) Bompon menarik untuk dijadikan wilayan kajian aktivitas longsor karena lokasi ini secara umum merupakan bentuklahan perbukitan dan banyak dijumpai bekas longsor yang tersebar di sepanjang DAS. Hasil penelitian pada 2 bekas longsor objek penelitian menujukan bahwa Longsor Kwaderan (K2) merupakan a relict landslide dengan sudut lereng dominan teratur yaitu 17o dan terjadi perubahan morfologi akibat pembuatan terasering untuk pertanian. Sementara Longsor Salakan (Sa) merupakan a re-active landslide dengan longsor baru sebagai indikator. Longsor baru pada Sa terdapat pada badan longsor utama dengan sudut lereng 12o. Longsor baru dipicu oleh gully pada badan longsor ketika kedalaman gully mencapai >6,11 m dan lebar >6,55 m.
Environmental Conservation through Study Value of Bali Aga Tenganan Pegringsingan Community Culture Nyoman Wijana; I Gusti Agung Nyoman Setiawan; Sanusi Mulyadiharja; I Gede Astra Wesnawa; Putu Indah Rahmawati
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i2.21903

Abstract

This research aimed to know the implementation of environmental conservation in terms of cultural value orientation, including humanistic nature orientation, man-nature orientation, time orientation, activity orientation, and relational orientation. The population of this research was the entire community in traditional village Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali. This research sample amounted to 25 people, consisting of the conventional village apparatus, community leaders, and the general public. Methods of data collection were the method of observation, interview, questionnaire, and checklist. The collected data were analyzed descriptively. This research indicated that the orientation of cultural values of humanistic nature orientation and man-nature orientation had an excellent quality. The time orientation, activity orientation, and relational orientation parameters had good quality. Culture in the study community generally showed a positive thing, so the impact of culture on the quality of the environment, in general, was excellent. The results of observations in the field revealed that there were all community activities at Tenganan Pegringsingan that could not cause environmental pollution. Therefore, the role of traditional regulation or awig-awig to regulate environmental and social-culture.
Pengembangan Mosaik Data Spot 6/7 Menggunakan Metode Tile Based Berdasarkan Haze Index D. Heri Sulyantara; Kurnia Ulfa; Randy Prima Brahmantara; Sukentyas Estuti Siwi; Yudhi Prabowo; Choirunnisaa Rangkuti
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i1.21908

Abstract

Citra resolusi tinggi SPOT 6/7 sangat bermanfaat untuk rencana tata ruang wilayah, monitoring, perencanaan dan pengawasan dalam suatu daerah. Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas. Untuk itu diperlukan suatu mosaik citra yang dapat digunakan untuk memantau wilayah yang cukup luas ini. Keberadaan citra SPOT 6/7 yang sangat banyak pada setiap tahun memungkinkan LAPAN untuk membuat citra mosaik seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan mosaik citra SPOT 6/7 dengan tutupan awan minimal sehingga banyak informasi yang dapat diperoleh untuk membantu pemerintah dalam mengambil suatu kebijakan. Dalam penelitian ini diperkenalkan metode yang disebut sebagai LAPAN 8-Steps. Metode ini dikembangkan berdasarkan model Mosaic Tile Based (MTB) dan menggunakan algoritma haze index sehingga dapat menghasilkan mosaik citra SPOT 6/7 dengan tutupan awan minimal. Ukuran tile yang digunakan pada penelitian ini adalah 0.1×0.1 degree. Selain dapat mempersingkat waktu pembuatan mosaik citra SPOT 6/7, metode ini juga efisien dalam penggunaan memori penyimpanan dan sumber daya manusia.
Persepsi Wisatawan terhadap Wisata Pedestrian Sudirman sebagai Tujuan Wisata Malam Kota Palembang Muhammad Subakti; Yasir Arafat; Budi Utomo
Media Komunikasi Geografi Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i1.22488

Abstract

Pedestrian Sudirman dijadikan sebagai wisata malam yang mampu menarik perhatian masyarakat untuk berwisata malam di Kota Palembang. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap Wisata Pedestrian Sudirman. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah wisatawan yang ada di Wisata Pedestrian Sudirman Kota Palembang yang berjumlah 10 orang secara snowball sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa persepsi wisatawan mengenai wisata pedestrian sudirman dalam kategori baik. Wisatawan merasa aman dan nyaman ketika berada di Wisata Pedestrian Sudirman meskipun di malam hari. Hal ini disebabkan panorama yang indah serta pertunjukan atraksi yang menarik dan unik bagi para pengunjung. Berdasarkan temuan tersebut, Wisata Pedestrian Sudirman dapat dikembangkan sebagai tujuan utama wisata malam di Kota Palembang dengan meningkatkan utilitas dan menambah ruang untuk atraksi wisata dari masyarakat lokal.
Pengaruh Tingkat Kepadatan Penduduk terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Bali I Gede Made Yudi Antara; I Gede Putu Eka Suryana
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i1.22958

Abstract

Penduduk dalam suatu wilayah sangat menentukan pembangunan di suatu wilayah. Sumber daya manusia yang erat kaitannya kuantitas dan kualitas penduduk harus menjadi perhatian pemerintah demi lancarnya pembangunan. Kuantitas dapat dilihat dari jumlah dan kepadatan penduduk, sedangkan kualitas penduduk suatu wilayah dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dicapai suatu wilayah. Provinsi Bali dengan kepadatan penduduk 743 jiwa/km2  memiliki IPM dengan kategori tinggi berdasarkan klasifikasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kuantitas penduduk yaitu kepadatan penduduk berpengaruh terhadap kualitas penduduk yang dilihat dari capaian IPM. Data sekunder yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitaif dengan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh dari kepadatan penduduk terhadap capaian IPM dan divisualisasikan dengan pemetaan digital menggunakan Arcview GIS 3.3. Hasil yang diperoleh bahwa kepadatan penduduk berpengaruh secara siginifikan terhadap capaian IPM, sehingga menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang besar harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia. 
Potensi Batu Kapur Bukit Pecatu sebagai Instrumen Pemanen dan Penampung Air Hujan I Gede Putu Eka Suryana; Ni Wayan Eka Wijayanti
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i1.23089

Abstract

Bukit Pecatu memiliki karakteristik wilayah berupa bukit karst (batu gamping/kapur). Karst memiliki potensi yang sangat besar, maka dari itu batu kapur ditambang dan menimbulkan ceruk-ceruk yang dalam. Selain itu permasalahan ketersediaan air menjadi hal utama karena karakteristik batuan karst yang mudah meresap, melarutkan serta meloloskan air. Beberapa masyarakat memilih memanfaatkan air hujan dengan membangun sumur serta lapa  ngan pemanen air hujan. Kondisi adanya ceruk bekas penambangan yang dinilai tidak mengindahkan nilai konservatif serta sulitnya air merupakan dua permasalahan yang berbeda namun, disini penulis mencoba memberikan solusi dengan menggabungkan permasalahan tersebut menjadi sebuah tujuan dengan membuat eksperimen yang mampu membuat batu kapur dari Bukit Pecatu memiliki kemampuan menahan air dalam jangka waktu yang lama  dalam bentuk model miniatur. Model miniature ini untuk menguji kelolosan air yang diasumsikan genangan air hujan. Hasil dari pengujian tersebut adalah tanah liat memiliki kemampuan menahan laju penurunan penyusutan air hujan dibandingkan arang sekam dan tanpa perlakuan. Kesimpulannya pengujian kapur tanpa perlakuan tidak mampu menahan air. Tanah liat mampu menghambat laju resapan air pada batu kapur.
Analisis Pola Kebakaran Lahan di Kalimantan Timur dengan MODIS dan VIIRS Aditya Pranata Wibowo; Frederik Samuel Papilaya
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i1.23253

Abstract

Kebakaran adalah suatu peristiwa timbulnya reaksi oksidasi saat adanya bahan bakar, oksigen, dan energi panas yang menyebabkan pembakaran yg tidak terkendali dan menyebabkan kerugian. Pemantauan secara spasial terhadap kebakaran menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah manakah yang paling banyak mengalami kebakaran dan juga pola dari kebakaran tersebut. Sumber data didapatkan dari website FIRMS yang merupakan data yang bersifat kuantitatif dan data primer. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis Spatial Autocorrelation, Average Nearest Neighbor, Optimized Hotspot, Directional Distribution (Standard Devitional Ellipse), dan Temporal Collect Event. Hasil yang telah didapatkan dari analisis bermetode Directional Distribution, Optimized Hotspot, dan Temporal Collect Event adalah terdapat banyak titik api yang berada di Kecamatan Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, dan Paser. Dalam analisis Spatial Autocorrelation ditemukan bahwa terdapat korelasi antara lokasi terjadinya titik api dan ukuran sejati dari titik api. Analisis Average Nearest Neighbor menunjukkan bahwa titik api terkumpul pada beberapa tempat dan tidak tersebar merata.
Analisis Perubahan Luasan Hutan Mangrove Menggunakan Citra Landsat 8 OLI di Desa Lubuk Kertang Langkat M. Taufik Rahmadi; Ayu Suciani; Nia Auliani
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i2.24197

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem yang hidup di daerah pesisir pantai dan memiliki substrat yang berlumpur. Mangrove memiliki peranan penting dalam pemeliharaan produktivitas perairan dan menunjang kehidupan wilayah pesisir. Hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang Lengkat merupakan salah satu hutan mangrove terluas di Sumatera Utara. Pada tahun 2005 hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang Langkat mengalami kerusakan yang cukup parah karena hutan mangrove dikonversi menjadi lahan tambak dan perkebunan kelapa sawit.Penelitian ini bertujuan untuk menguji akurasi citra dalam pemetaan hutan mangrove, mengetahui perubahan luasan hutan mangrove, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan luasan hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang Langkat. Penelitian ini menggunakan metode klasifikasi multispektral algoritma maximum likelihood. Hasil penelitian adalah tingkat akurasi citra Landsat 8 OLI dalam pemetaan luasan hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang Langkat yaitu sebesar 95%, hutan mangrove mengalami pertambahan luasan sebesar 41,4 Ha pada tahun 2014-2016 dan 27,9 Ha pada tahun 2016-2018. Perubahan (penambahan) luasan hutan mangrove dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pH air dan tanah yang netral serta peran manusia dalam penanaman kembali hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang Langkat.