cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Analisis Kesesuaian Lahan Komoditas Unggulan Wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Purworejo Ismi Nuari Puspitaningrum; Sudrajat Sudrajat; Andri Kurniawan
Media Komunikasi Geografi Vol. 22 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i2.29948

Abstract

Keberagaman potensi unggulan yang ada di kawasan pesisir selatan Kabupaten Purworejo merupakan salah satu modal dasar dalam pembangunan ekonomi. Namun kenyataannya keragaman potensi komoditas unggulan dari sektor pertanian dan non pertanian belum menjadi basis dalam pengelolaan wilayah pesisir, salah satunya tercermin dalam kebijakan pengelolaan pesisir yang telah ditetapkan dan dilaksanakan di wialyah pesisir selatan Kabupaten Purworejo. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian difokuskan untuk memetakan berbagai jenis komoditas unggulan sebagai basis dalam pengelolaan wilayah pesisir selatan Kabupaten Purworejo berdasarkan kesesuaian lahan. Pada penelitian ini, data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara expert choice serta observasi lapangan, dan data sekunder yang diperoleh melalui survei institusional. Data-data tersebut diolah dengan metode analisis berupa analisis LQ, Shift share, dan overlay peta kesesuaian lahan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat berbagai jenis komoditas unggulan sektor pertanian berupa padi ladang, padi sawah, jagung, ketela rambat, kelapa deres, tebu, jambu mete, kambing, domba, ayam, itik entog, kelinci serta perikanan tambak. Beberapa komoditas unggulan tidak memiliki kelas kesesuaian lahan yang sesuai, namun dengan mengatasi faktor pembatas, memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.
Kapabilitas Masyarakat dalam Mengelola Kampoeng Heritage Kajoetangan Kota Malang Mufida Rahmawati; Agus Purnomo; Idris Idris
Media Komunikasi Geografi Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i1.30254

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu alternatif dalam memeratakan pembangunan wilayah. Kampoeng Heritage Kajoetangan baru dikembangkan sejak tahun 2018 telah menjadi salah satu prioritas pengembangan wisata budaya di Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kapabilitas masyarakat dalam mengelolanya. Hasil penelitian ini mengisi kekosongan dalam kajian kapabilitas masyarakat dalam mengelola daerah tujuan wisata. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik wawancara pada pengurus Kelompok Sadar Wisata dan warga setempat. Hasil pengumpulan data dianalisis menggunakan model interaktif dengan mengacu pada teori Inskeep tentang kapabilitas masyarakat. Hasil dari penelitian tentang kapabilitas digambarkan dalam bentuk kemampuan pengelolaan dan penyediaan fasilitas pariwisata. Namun temuan lapangan menunjukkan bahwa tingkat kapabilitas mereka masih relatif rendah karena belum seluruh masyarakat mau terlibat secara aktif. Oleh karena itu riset berikutnya disarankan untuk mengkaji terkait dampak sosial-ekonomi masyarakat dalam kegiatan pariwisata.
Analisis Ketersediaan Airtanah dengan Metode Statis di Pulau Pasaran Maryadi Budi Wiyono; Tjahyo Nugroho Adji; Langgeng Wahyu Santosa
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i2.30259

Abstract

Pulau Pasaran adalah sistem daratan terpisah yang minim sumberdaya airtanah. Jumlah airtanah yang sedikit menjadi sangat rentan hilang akibat konsentrasi unsur cemaran yang tinggi di lingkungan dan pengaruh air laut. Tujuan penelitian ini yaitu: menganalisis ketersediaan airtanah dan kebutuhan air domestik di Pulau Pasaran. Investigasi ketersediaan airtanah dikaji dengan metode ketersediaa air statis. Investigasi kebutuhan air domestik dikaji dengan metode berbasis data sekunder memanfaatkan data hasil survei Ditjen Sumberdaya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan airtanah di Pulau Pasaran sebesar 179359,74 liter per tahun, sementara hasil aman untuk airtanah yang dapat diambil per tahun adalah 14072,84 liter atau 38,5 liter per hari. Kebutuhan air domestik di Pulau Pasaran tahun 2020 berdasarkan hasil analisis ialah sebesar 74040 liter per hari, sehingga dapat disimpulkan bahwa potensi ketersediaan airtanah untuk mendukung kebutuhan air domestik di Pulau Pasaran ialah buruk. Upaya pengelolaan berbasis rainwater harvesting menjadi pilihan yang tepat dalam skala pulau kecil.
Evaluasi Kesesuaian dan Daya Dukung Lahan untuk Pengembangan Pariwisata di Wilayah Kepesisiran Pulau Breuh Hidayatullah Hidayatullah; Nurul Khakhim; Andri Kurniawan
Media Komunikasi Geografi Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i1.30502

Abstract

Pengembangan pariwisata terutama di wilayah kepesisiran dan pulau kecil akan membawa pengaruh besar terhadap kondisi lingkungan alami di sana karena kawasan pesisir dikenal dikenal sangat dinamis serta rawan terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya degradasi dan disfungsi lahan di kawasan pesisir Pulau Breuh akibat dari pengembangan wisata, maka perlu dilakukan suatu kajian untuk pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan. Kajian ini meliputi evaluasi kesesuaian pemanfaatan lahan dengan potensi sumberdaya dan daya dukung yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian serta daya dukung lahan untuk pengembangan pariwisata di wilayah kepesisiran Pulau Breuh, Kecamatan Pulo Aceh. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan di tiga lokasi penelitian yaitu Pantai Lambaro, Pantai Balu dan Pantai Rinon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan penentuan titik sampel secara purposive sampling. Sedangkan untuk metode analisisnya menggunakan analisis indeks kesesuaian wisata (IKW) dan daya dukung kawasan (DKK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah kepesisiran Pulau Breuh khususnya Pantai Lambaro, Balu dan Rinon sangat sesuai (S1) dikembangkan sebagai kawasan wisata pesisir untuk aktivitas rekreasi pantai. Untuk daya dukung kawasan untuk kegiatan wisata rekreasi di Pantai Lambaro adalah 4469 orang/hari. Pantai Balu memiliki DDK 4250 orang/hari sedangkan DDK untuk Pantai Rinon yaitu 3.335 orang/hari.
Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Limpasan Menggunakan Multidata Iklim Satelit di Sub DAS Samin Endi Ramadhani; Slamet Suprayogi; Mohammad Pramono Hadi
Media Komunikasi Geografi Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i1.30589

Abstract

Sub DAS Samin sebagai bagian dari DAS Bengawan Solo, termasuk dalam 15 DAS kritis prioritas nasional. Banyak kajian hidrologi yang telah menunjukkan adanya perubahan respon hidrologi akibat perubahan penggunaan lahan. Salah satu pendekatan dalam menilai tingkat kekritisan dan respon hidrologi DAS adalah dengan mengkaji kondisi limpasan dengan pemodelan hidrologi SWAT. Namun di sisi lain, dari banyak kajian pemodelan hidrologi yang ada, masih terbatas pada penggunaan data iklim observasi; sedangkan pemanfaatan multidata iklim satelit dengan model hidrologi SWAT, telah menunjukkan potensi akurasi kajian hidrologi DAS yang baik. Tiga dasar tujuan penelitian di Sub DAS Samin antara tahun 2004 dan 2013 yaitu menganalisis persebaran dan perubahan penggunaan lahan, menganalisis akurasi hasil simulasi limpasan menggunakan data grid iklim satelit dan menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap limpasan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pemodelan SWAT, identifikasi kondisi lapangan, serta analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe penggunaan lahan di Sub DAS Samin antara tahun 2004 dan 2013, memiliki persebaran yang beragam dan bersifat heterogen, dengan hasil interpretasi menunjukkan tren perubahan vegetasi rapat berukuran besar ke vegetasi rendah berukuran sedang, yang dipicu oleh adanya pemanfaatan lahan intensif. Dari lima jenis dataset curah hujan satelit, data TRMM memiliki akurasi terbaik, karena kecocokan spesifikasi data dengan tipologi Sub DAS Samin sebagai kawasan DAS beriklim tropis. Tidak signifikannya pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap limpasan di Sub DAS Samin, secara teknis pemodelan disebabkan oleh adanya ketidakpastian hasil analisis model dan secara teoritis hidrologi disebabkan oleh perbedaan tata perlakuan/sistem manajemen pada masing-masing tipe penggunaan lahan dalam satuan lahan yang sama.
Perbedaan Tingkat Perkembangan Karst Daerah Peralihan antara Basin Wonosari dan Karst Gunungsewu Husna Diah; Tjahyo Nugroho Adji; Eko Haryono
Media Komunikasi Geografi Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i1.30885

Abstract

Proses karstifikasi memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan bentuklahan karst. Pengetahuan tingkat perkembangan karst merupakan tolak ukur dalam suatu upaya pengelolaan karst. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan karst di daerah peralihan antara Basin Wonosari dan Perbukitan Karst Gunungsewu. Metode pengumpulan data dilakukan secara tidak langsung dengan interpretasi visual terhadap DEMNAS (Digital Model Elevation), foto udara tahun 1993 dan citra landsat dilakukan untuk memperoleh semua informasi morfologi dan data morfometri bentuklahan karst yang meliputi dolina, bukit karst, dan lembah karst. Hasil interpretasi tersebut disesuaikan dengan hasil pemotretan Unmanned Aerial Vehicel (UAV) dengan drone dan validasi lapangan dengan pengukuran morfometri dolina, bukit karst, lembah karst pada beberapa lokasi dengan teknik purposive sampling. Tingkat perkembangan karst dinilai dengan indeks cekungan, orde dolina dan tahapan perkembangan karst. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan tingkat perkembangan karst di daerah peralihan karst dan Perbukitan Karst Gunungsewu. Tingkat perkembangan karst pada daerah peralihan dikategorikan sebagai kawasan karst dengan perkembangan tahap muda atau dapat dikategorikan sebagai fluviokarst, sedangkan Kawasan Karst Gunungsewu sudah mengalami perkembangan karst dewasa atau dapat dikategorikan polygonal karst. Pemanfaatan dan pengelolaan karst harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya alam dan keberlangsungan proses karstifikasi.
Aplikasi Teknik Fusi dengan Metode Pansharpening untuk Analisis Penggunaan Lahan pada Wilayah Bali Selatan I Kadek Adiana Putra; I Made Dedy Setiawan
Media Komunikasi Geografi Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i1.30978

Abstract

Wilayah Bali selatan merupakan wilayah pusat pariwisata khususnya pada wilayah Kecamatan Kuta Utara, Kecamatan Kuta, dan Kecamatan Kuta Selatan.  Pesatnya perkembangan pariwisata didukung juga dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur sehingga banyak terjadi alih fungsi lahan. Perlu dilakukan pemantauan dan analisis dari perubahan penggunaan lahan tersebut. Untuk analisis penggunaan lahan menggunakan citra fusi dengan metode HSV dari kombinasi citra AVNIR-2 dan PRISM tahun 2008. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akurasi citra fusi dan selanjunya dapat dilakukan untuk analisis penggunaan lahan pada wilayah Bali selatan. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa fase yaitu: (1) identifikasi masalah, (2) pengumpulan data, (3) identivikasi dan analisis data, (4) serta pelaporan. Hasil analisis menujukan bahwa citra hasil fusi dapat menghasilkan citra berwarna dengan resolusi 2.5 m sama dengan citra PRISM. Hasil uji akurasi dengan data pembanding Google Earth menunjukan penggunan lahan hasil fusi memiliki akurasi yang tinggi dengan overall akurasi sebesar 84.848%, sehingga layak digunakan dasar untuk analisis penggunaan lahan. Hasil perbandingan analisis penggunaan lahan antara citra fusi dengan AVNIR-2, ternyata citra fusi mampu menginterpretasi objek lebih detail karena memiliki resolusi lebih tinggi, selain itu pada citra fusi dapat mengidentifikasi kelas baru yaitu jalan.
Tingkat Bahaya Longsorlahan di Sub DAS Ngrancah Kabupaten Kulonprogo Wildhan Dayu Hardhoni; Suratman Suratman; Djati Mardiatno
Media Komunikasi Geografi Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i1.31099

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki intensitas kebencanaan yang tergolong tinggi, termasuk bencana alam seperti longsorlahan. Dalam catatan BNPB diketahui bahwa selama tahun 2020 tercatat 573 kejadian longsorlahan. Pada wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya wilayah Sub DAS Ngrancah yang terletak di Kabupaten Kulon Progo juga terjadi beberapa kejadian longsorlahan. Oleh karena itu untuk meminimalisir kejadian maupun kerugian akibat longsorlahan perlu dilakukan penelitian yang membahas tentang tingkat bahaya longsorlahan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis tingkat bahaya longsorlahan dan persebaran tingkat bahaya longsorlahan berdasarkan zonasi Sub DAS Ngrancah. Data yang digunakan adalah data skunder yang diperoleh dari beberapa instansi pemerintahan sedangkan metode untuk analisis menggunakan tumpeng tindih antar layer parameter dan skoring pada setiap parameter yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tingkat bahaya yang tersebar di wilayah Sub DAS Ngrancah yaitu sedang (74 satuan lahan), cukup tinggi (380 satuan lahan) dan tinggi (155 satuan lahan). Sedangkan persebaran tingkat bahaya longsorlahan cukup tinggi dan tinggi sebagian besar tersebar di wilayah zona hulu (upper stream) dan zona tengah (middle stream). Diharapkan hasil penelitian ini dijadikan sebagai salah satu referensi semua stakeholders dalam pengelolaan wilayah Sub DAS Ngrancah sesuai dengan kemampuan lahan itu sendiri.
Pemanfaatan Pleiades untuk Penyusunan Sistem Informasi Penggunaan Tanah Berbasis Bidang Feris Adisca Nugraha; Westi Utami
Media Komunikasi Geografi Vol. 22 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i2.31264

Abstract

Tanah sebagai aset krusial memerlukan pengelolaan yang transparan, berkelanjutan, dan terintegrasi. Untuk mendukung pengelolaan tersebut dibutuhkan sistem informasi agar memberikan kemudahan dalam mengelola basis data pertanahan. Penelitian ini bertujuan menyusun sistem informasi penggunaan tanah berbasis bidang sebagai salah satu unsur penting dalam tata pengelolaan guna perencanaan, perancangan dan pengambilan keputusan. Metode penelitian dilakukan secara spasial untuk memetakan bidang tanah dan penggunaan tanah, sementara research and development digunakan untuk membangun Sistem Informasi penggunaan tanah berbasis bidang. Data bidang tanah diperoleh melalui Geo-KKP dan data persil PBB, sementara data penggunaan tanah diperoleh melalui interpretasi citra Pleiades. Hasil penelitian menunjukkan citra Pleiades mampu memberikan kemudahan dalam menyajikan peta bidang tanah secara lengkap, menjadi basemap/kontrol dalam menyusun peta bidang tanah dan menyediakan informasi penggunaan tanah secara detail.  Hasil kajian juga menunjukkan sistem informasi yang dibangun mampu mempermudah penyajian data penggunaan tanah berbasis bidang serta informasi lain terkait obyek dan subyek tanah. Sistem informasi ini dapat dimanfaatakan sebagai dasar dalam menyusun kebijakan berbasis persil seperti penyusunan Zona Nilai Tanah berbasis bidang, penyusunan Rencana Detail Tata Ruang maupun penyusunan Lahan Pertanian Berkelanjutan (LP2B).
Kearifan Lokal (Ruwat Petirtaan Jolotundo) dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup Alif Putra Lestari; Sri Murtini; Bambang Sigit Widodo; Nugroho Hari Purnomo
Media Komunikasi Geografi Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i1.31419

Abstract

Kekayaan alam Indonesia harus dijaga keberadaannya sebagai sumber kehidupan manusia. Tetapi saat ini banyak terjadi kerusakan lingkungan hidup di Indonesia akibat ulah manusia. Lingkungan hidup yang memberikan penghidupan justru menjadi ancaman untuk masyarakat karena kerusakannya. Beberapa kelompok masyarakat daerah ada yang terus berupaya menjaga lingkungan hidup mereka, salah satunya melalui kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak kearifan lokal Ruwat Petirtaan Jolotundo pada kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Seloliman Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Penelitian dilaksanakan selama  6 bulan, diawali dari persiapan, studi pendahuluan, wawancara, observasi serta mengikuti kegiatan Ruwat, hingga pengolahan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ruwat Petirtaan Jolotundo memberikan dampak yang baik terhadap kelestarian sumber air, flora dan fauna di kawasan Jolotundo. Sumber air sangat terjaga kuantitas dan kualitasnya, tumbuhan pinus, mahoni, sengon, jati dan fauna seperti kera,anjing liar, dan babi hutan (celeng) dengan mudah dapat ditemukan. Ruwat Jolotundo mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Kearifan lokal ini harus dijaga dan diturunkan kepada anak cucu sebagai penerus bangsa agar lingkungan kita tetap terjaga. Penelitian ini dapat dikembangkan pada tema urgensi Ruwat atau kearifan lokal sebagai alternatif menjaga lingkungan hidup.