cover
Contact Name
RR. Yunita Bayu Ningsih
Contact Email
y.bayuningsih@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
y.bayuningsih@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya,Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1 Kota Palembang, Sumatera
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pertambangan
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : 10.36706
Jurnal Pertambangan merupakan jurnal dengan topik dibidang pertambangan meliputi kegiatan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan dan pemurnian, K3 serta lingkungan pertambangan. Jurnal ini diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun (3 bulanan) . Jurnal Pertambangan dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
RANCANGAN PENGOLAHAN BATU ANDESIT UNTUK MEMENUHI STANDAR INDUSTRI INDONESIA M. Amdi; Mukiat .; YB. Ningsih
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i1.58

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang terus meningkat memberi pengaruh pada kebutuhan material konstruksi. Material konstruksi yang dibutuhkan salah satunya batu split. Batu split dapat berasal dari andesit. Cadangan andesit di daerah Tanjung Enim, perlu dimanfaatkan sebagai material konstruksi. Akan tetapi, berdasarkan penelitian sebelumnya, produk pengolahan dari pabrik peremukan batuan andesit di PT Bukit Asam, Tbk. belum memenuhi standar sebagai material konstruksi beton. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain alur pengolahan baru sehingga kualitas hasil pengolahan dapat memenuhi kualitas standar industri Indonesia serta menganalisis biaya yang akan dikeluarkan dari alur baru tersebut. Penelitian dimulai dengan melakukan perancangan serta menghitung persentase ukuran produk hasil pengolahan dari unit crushing plant yang dilakukan menggunakan kurva closed side setting jaw crusher. Selanjutnya dihitung total biaya pengolahan dan memperkirakan akibat yang akan diperoleh perusahaan apabila menginvestasikan alat crushing plant baru. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa ukuran produk pemecahan sangat beragam, sehingga pada alur pengolahannya diperlukan secondary crusher. Batuan andesit akan direduksi ukurannya dari 700 mm menjadi 200 mm dengan menggunakan primary jaw crusher. Kemudian direduksi kembali menjadi 70 mm menggunakan secondary jaw crusher. Penambahan deck pada vibrating screen juga diperlukan agar dihasilkan produk dengan empat fraksi yakni 0-10mm, 10-20mm, 20-50mm, dan 50-70mm. Biaya pengolahan yang akan dikeluarkan dari alur tersebut adalah Rp 1.490.018,74/jam. Apabila perusahaan melakukan investasi alat crushing plant baru maka, perusahaan akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 2.271.582.678/bulan. Hasil penelitian menunjukkan perlunya pembangunan unit crushing plant baru agar produk hasil pengolahan memenuhi standar. Pembangunan unit crushing plant ini juga dinyatakan layak secara ekonomi.
PENGARUH AKTIVITAS RIPPING-DOZING TERHADAP PRODUKTIVITAS PENGUPASAN OVERBURDEN DI PT BUKIT ASAM BY. Baklaes; M.T. Toha; Azwardi .
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i1.59

Abstract

Tahapan penambangan yang dilakukan sebelum mengambil mineral berharga atau batubara adalah pengupasan tanah penutup (overburden). Metode yang biasa dilakukan untuk mengupas tanah penutup yang memiliki kekuatan batuan tingkat sedang adalah dengan menggunakan metode penggaruan (ripping). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh aktivitas Ripping-Dozing terhadap produktivitas pengupasan overburden di area penambangan Pit 1 Utara Banko barat. Hal ini dikarenakan pada periode Juni – Agustus 2020 produktivitas excavator komatsu PC 2000 setiap bulan secara berurutan sebesar 514,92 BCM/jam, 514,92 BCM/jam, dan 508.9 BCM/jam, sementara target produksi perusahaan adalah 640 BCM/jam. Data primer berupa waktu edar alat gali-muat (excavator komatsu PC 2000) dan angkut (dumptruck komatsu HD 785), waktu edar bulldozer komatsu D375, kedalaman penetrasi ripper, faktor pengembangan (swell factor). Data sekunder terdiri dari peta lokasi, spesifikasi peralatan excavator, bulldozer, dumptruck. Pengolahan data dilakukan dengan menghitung produktivitas alat gali-muat, produktivitas alat angkut saat dilakukan kegiatan ripping dan saat kombinasi ripping-dozing, dan produktivitas ripping, poduktivitas dozing proses pengupasan material overburden. Hasil pengolahan data menunjukkan hasil bahwa produktivitas alat angkut meningkat dari 415 BCM/jam saat dilakukan ripping menjadi 640 BCM/jam saat dilakukan aktivitas Ripping-Dozing. Hal ini menyebabkan produkivitas dari alat angkut juga meningkat dari 101,62 BCM/jam menjadi 113,57 BCM/jam. Produktivitas bulldozer menurun dari 864 BCM/jam menjadi 413 BCM/jam. Artinya, aktivitas Ripping-Dozing lebih efektif digunakan dalam kegiatan pemberaian material overburden ditunjukkan dengan meningkatnya produktivitas dari alat gali-muat dan angkut, sehingga target produksi dapat dicapai.
DESAIN TEKNIS PELEDAKAN BATU KAPUR UNTUK MEREDUKSI EFEK GETARAN TANAH Bochori .; A. Suherman; D. Purbasari
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i1.60

Abstract

Kegiatan peledakan di PT Semen Baturaja (Persero), Tbk., menggunakan bahan peledak Dabex dan penyalaan dengan non electric detonator (nonel). Permasalahan muncul karena lokasi peledakan relatif dekat dari lokasi pemukiman sehingga sering kali ada keluhan dari masyarakat terhadap getaran peledakan. Oleh karena itu, dampak getaran tanah merupakan salah satu fokus perhatian dari operasi penambangan pada perusahaan ini. Penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk meminimalisir dampak getaran tanah agar dapat memenuhi baku tingkat getaran berdasarkan SNI 7571 : 2010. Penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data peledakan dan tingkat getarannya. Kemudian dilakukan analisis scaled distance untuk mengetahui jumlah bahan peledak per delay yang menghasilkan tingkat getaran yang masih memenuhi baku tingkat getaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bahan peledak maksimum 19 kg per delay dan untuk jarak 100 m masih menghasilkan tingkat getaran yang memenuhi baku tingkat getaran (3 mm/s). Jumlah bahan peledak yang cukup aman tiap lubang ledak adalah sekitar 12 – 15 kg. Usulan perbaikan geometri peledakan dalam penelitian ini adalah pengurangan geometri peledakan dari semula burden 3 meter dan spasi 5 meter menjadi masing-masing 3 meter dan 4 meter dengan tetap mempertahankan berat bahan peledak per lubang 12 – 15 kg/lubang. Perbaikan ini diharapkan dapat mempertahankan tingkat getaran yang memenuhi baku tingkat getaran sekaligus memperbaiki kualitas hasil peledakan karena jumlah lubang ledak yang meledak bersamaan tetap sedangkan jarak antar lubang ledak semakin dekat.
KAJIAN KARAKTERISTIK MASSA BATUAN TERHADAP KECEPATAN PEMBORAN ALAT BOR SANDVIK RANGER DX800 DBA. Andris; Guskarnali .; H. Oktarianty
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i1.61

Abstract

Analisa perbedaan karakteristik massa batuan terhadap kecepatan pemboran alat bor Sandvik Ranger DX800 dengan parameter berupa penentuan sifat fisik dan nilai Rock Mass Rating (RMR) yang akan dibandingkan dengan kecepatan pemboran untuk pencapaian target produktivitas. Tujuan penelitian ini ialah memberi solusi dan rekomendasi untuk pencapaian target produktivitas berdasarkan kecepatan pemboran dari masing-masing front penambangan. Kecepatan pemboran pada penambangan batu granit di PT Vitrama Properti memiliki kecepatan yang berbeda karena karakteristik massa batuan pada front penambangan blok A berada di kelas II sebesar 62-72 dengan analisa karakteristik massa batuan berupa batuan bagus, sehingga kecepatan pemboran sebesar 28,18–31,12 meter/jam dengan produktivitas 108-120 lubang/minggu. Sedangkan, pada karakteristik massa batuan pada front penambangan blok B berada di kelas II sebesar 77 dengan karakteristik massa batuan bagus, sehingga kecepatan pemboran sebesar 24,13 meter/jam dengan produktivitas 84 lubang/minggu. Solusi untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan meningkatkan waktu kerja efektif (WKE) dan pembagian target produksi dengan alat bor Furukawa PCR200, sehingga meningkatkan produksi pada front penambangan blok A sebesar 144 -146 lubang/minggu dan front penambangan blok B 146 lubang/minggu.
TINGKAT KEEKONOMIAN KEGIATAN PENAMBANGAN BATUBARA PT. CITRA TOBINDO SUKSES PERKASA BERDASARKAN METODE DISCOUNTED CASH FLOW A. Fizarro; Mukiat .; Syarifuddin .
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i1.62

Abstract

PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa melakukan kegiatan penambangan batubara sejak tahun 2010 sampai dengan sekarang, akan tetapi pada tahun 2016 pernah berhenti produksi untuk sementara waktu dikarenakan oleh harga batubara pada saat itu berada di titik terendah. Untuk menghindari adanya perubahan-perubahan pada kondisi yang sensitif, maka perlu dilakukannya analisis keekonomian penambangan yang berada di tingkat ekonomi rendah, sedang, ataupun tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan ekonomi penambangan dinyatakan layak untuk dilaksanakan atau tidak berdasarkan tingkat keekonomiannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode discounted cash flow yang berprinsip menghitung dan menganalisis kelayakan ekonomi dengan hasil keputusan yang jelas dan konsisten berupa layak atau tidak layak untuk diimplementasikan. Hasil penelitian dari parameter investasi dinyatakan layak untuk ditambang dengan net present value (NPV) sebesar Rp 17.492.288.670,07, internal rate of return (IRR) bernilai 22,07%, payback period (PBP) selama 3,70 tahun, present value rasio (PVR) bernilai 0,35, gross benefit cost ratio (Gross B/C) bernilai 1,35. Harga jual batubara dan biaya operasional sangat berdampak terhadap parameter ekonomi yaitu pada tingkat ekonomi tinggi dinyatakan layak untuk ditambang sedangkan pada tingkat ekonomi rendah dinyatakan tidak layak untuk ditambang berdasarkan pengaruh terhadap kelayakan investasi. Sedangkan pada Biaya kapital dan umur proyek juga mempengaruhi kelayakan ekonomi dilihat dari tingkat ekonomi yang tinggi dinyatakan layak untuk ditambang sedangkan pada tingkat ekonomi yang rendah dinyatakan masih layak untuk ditambang tetapi dengan nilai ekonomis yang rendah.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LINGKAR TAMBANG MELALUI UMKM EKONOMI KREATIF DI PROVINSI SUMATERA SELATAN M. Puspita; Mukiat .; M. Ibrahim
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i2.87

Abstract

Kelangsungan industri pertambangan sangat bergantung pada ketersediaan cadangan bahan galian yang ada di alam. Alih fungsi lahan menjadi area tambang membuat masyarakat lingkar tambang beralih profesi. Namun profesi atau usaha yang timbul akibat adanya aktivitas penambangan terancam keberadaannya saat tambang berakhir. Dengan terbatasnya sumberdaya, UMKM (usaha mikro kecil menengah) ekonomi kreatif merupakan salah satu usaha yang mungkin bisa diterapkan untuk pemberdayaan masyarakat lingkar tambang. Dalam rangka mengkaji potensi pengembangan UMKM berbasis ekonomi kreatif pada masyarakat lingkar tambang, penelitian ini akan fokus pada tiga tujuan yaitu menganalisis kesiapan perusahaan dan masyarakat terkait kemandirian ekonomi saat pascatambang, persepsi masyarakat setempat mengenai UMKM ekonomi kreatif sebagai mata pencaharian saat pascatambang, serta pendapat pasar di wilayah Sumatera Selatan terkait produk UMKM kreatif lokal. Data-data primer yang diperoleh melalui kuisioner, wawancara, dan diskusi dengan pihak terkait akan diolah dan dilakukan analisis menggunakan analisis deskriptif untuk merumuskan potensi pengembangan UMKM berbasis ekonomi kreatif pada masyarakat lingkar tambang. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa baik perusahaan maupun masyarakat belum memiliki persiapan terkait kemandirian ekonomi saat pascatambang dan mayoritas responden berminat untuk mengikuti pelatihan jahit dan kerajinan tangan, serta sebesar 80,6% responden di Kota Palembang lebih memilih produsen UMKM lokal jika harga dan kualitas produknya sama.
ANALISIS INVESTASI PENGGANTIAN ALAT MEKANIS DALAM KEGIATAN PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP Y. Megasukma; B. Adhitya; J. Wiratama; MI. Lagowa; Sartika .
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i2.96

Abstract

Dengan adanya ketersediaan alat gali muat Hitachi ZX 350 sebesar 42% dan alat angkut Scania P380 sebesar 70% yang artinya penggunaan alat mekanis tidak optimal karena sering mengalami kerusakan menyebabkan target pengupasan overburden tidak tercapai. Pada perencanaan kegiatan operasi produksi, performa alat mekanis menjadi salah satu variabel penentu dalam tingkat keberhasilan pencapaian produksi. Dalam mengatasi masalah tersebut PT Mega Bara Semesta harus mempertimbangkan keputusan investasi dengan mengganti alat mekanis yang ada dalam upaya keberlanjutan proyek mengingat umur proyek memiliki sisa waktu operasional 3 tahun. Pertimbangan dalam analisis investasi diberikan dua alternatif yaitu dengan sewa atau membeli alat mekanis yang baru. Penelitian dilakukan dengan tujuan menguji faktor finansial dengan analisis investasi menggunakan metode NPV, lalu hasil tersebut dianalisis dengan metode CBA membandingkan antara nilai ekuivalen dari semua potensi benefit dan biaya yang dibebankan kepada perusahaan. Hasil pada metode NPV menunjukkan bahwa pada alternatif beli akan bernilai –3,3 miliar rupiah dan alternatif sewa bernilai 3,17 miliar rupiah. Hasil pada metode CBA didapatkan nilai BCR pada alternatif sewa proyek bernilai 1,11 dan alternatif beli nilai BCR sebesar 0,92. Berdasarkan kriteria analisis NPV dan CBA menunjukkan hasil yang sama yang artinya jika perusahaan memilih investasi baru untuk sewa alat, maka proyek ini dapat diterima karena melewati titik balik dan mengalami keuntungan dibandingkan dengan investasi beli alat-alat mekanis yang baru.
UPGRADING BATUBARA SUB-BITUMINOUS MENGGUNAKAN COATING CONDENSATE NATURAL GAS I. Safriza; H.E. Eko Handayani; D. Bahrin
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i2.104

Abstract

Batubara di Indonesia pada umumnya memiliki kandungan air cukup tinggi rata-rata antara 30-50%. Apabila nilai kalornya dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi tertentu sehingga dapat mengurangi jumlah kandungan airnya secara signifikan, batubara jenis ini akan sangat diminati pasar karena masuk kategori batubara bersih (clean coal). Salah satu zat yang dapat ditambahkan ke dalam batubara adalah Condensate Natural Gas. Condensate Natural Gas merupakan hasil pemisahan dari Natural Gas yang merupakan bahan bakar alternatif sangat potensial untuk dimanfaatkan. Nilai kalori dari Condensate Natural Gas sekitar 10.000-12.000 kalori/gram. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknologi upgrading batubara yang menggunakan jenis batubara sub-bituminous. Hasil analisis menunjukkan batubara setelah proses upgrading dan diberikan coating condensate natural gas, kadar air bawaan mengalami mengalami penurunan menjadi 15,19%, abu 7,23%, zat terbang 34,81%, karbon padat 42,77%. Hasil analisis ultimat batubara Tanjung Enim sesudah diberikan coating condensate natural gas, yaitu karbon dengan nilai 54,09%, hidrogen 7,73%, nitrogen 0,81%, dan sulfur 0,52%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa batubara yang diberikan coating condensate natural gas mengalami kenaikan kalori dari nilai 5253 kal/gr menjadi 6291 kal/gr. Kata kunci: Batubara sub-bituminous, proses upgrading, nilai kalor
ANALISIS POTENSI RESOURCE CURSE DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA DENGAN METODE VECTOR AUTOREGRESSION R. Amalia; A. V. Anas
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i2.150

Abstract

Pada tahun 2018, sektor pertambangan menyumbang 18,59 triliyun atau sekitar 20,90% dari total PDRB Sulawesi Tenggara. Persentase kontribusi yang tinggi mengindikasikan bahwa peranan sektor pertambangan pada perekonomian daerah cukup signifikan. Namun, tidak selamanya sektor pertambangan dapat diandalkan untuk menopang perekonomian. Komoditas mineral memiliki cadangan yang terbatas dan sewaktu-waktu akan habis. Oleh sebab itu, dibutuhkan sektor pengganti agar Provinsi Sulawesi Tenggara dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Fenomena resource curse dapat terjadi apabila keberadaan sektor pertambangan tidak memberikan dampak positif pada sektor hulu dan hilirnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar potensi terjadinya fenomena resource curse di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penentuan potensi resource curse dilakukan dengan menganalisis dampak sektor pertambangan terhadap pertumbuhan sektor pengolahan dan pembentukan modal tetap, menggunakan metode Vector Autoregressive (VAR). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat potensi terjadinya resource curse pada daerah Sulawesi Tenggara. Keberadaan sektor pertambangan memberikan dampak positif, namun tidak signifikan pada sektor pengolahan dan pembentukan modal tetap. Sektor pertambangan hanya berkontribusi sebesar 0.9% hingga 1% pada perubahan di sektor pengolahan dan pembentukan modal tetap. Pemerintah harus tetap berupaya untuk meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap sektor yang berpotensi untuk menggantikan peranan sektor pertambangan di masa mendatang.
ANALISIS KEBUTUHAN UDARA UNTUK MERANCANG SISTEM VENTILASI AMAN Riyamizard Z.; M. T. Toha; S. Komar
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i2.134

Abstract

Tambang bawah tanah (Underground Mining) adalah suatu sistem penambangan yang kegiatannya dilakukan di bawah permukaan bumi. Sistem ventilasi yang digunakan CV. Bara Mitra Kencana adalah ventilasi hembus, bertujuan untuk menyediakan dan mengalirkan udara segar ke dalam tambang bagi pernafasan pekerja dan proses lain yang memerlukan udara. Pada lokasi lubang tambang BMK 35 lori 4 pernah terjadi kecelakaan kerja akibat kurangnya suplai oksigen menyebabkan kematian dua orang pekerja. Dari hasil pengukuran gas menggunakan alat multigas detector didapatkann kandungan gas methan CH4 sebesar 7 LEL dan gas CO 36 PPM. Sistem forcing (hembus) menggunakan blower 14 Inch dan 12 Inch, debit udara yang dihasilkan sudah melebihi standar (2 m2/menit) akan tetapi gas-gas berbahaya belum dapat terurai dengan baik. Oleh karena itu, re-design ventilasi diperlukan dengan menerapkan sistem ventilasi forcing overlap, yaitu perpaduan sistem hembus dengan hisap dengan menempatkan blower pada lokasi 8 meter sebelum cabang C6 pada saluran udara masuk. Selanjutnya pada dekat lokasi kerja dipasang exhaust untuk menarik udara segar yang tersirkulasi ke lokasi Front kerja (FK). Pada lokasi front kerja ditambahkan satu (1) exhaust agar membantu menarik udara keluar menuju pintu masuk.

Page 6 of 16 | Total Record : 154