cover
Contact Name
RR. Yunita Bayu Ningsih
Contact Email
y.bayuningsih@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
y.bayuningsih@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya,Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1 Kota Palembang, Sumatera
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pertambangan
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : 10.36706
Jurnal Pertambangan merupakan jurnal dengan topik dibidang pertambangan meliputi kegiatan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan dan pemurnian, K3 serta lingkungan pertambangan. Jurnal ini diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun (3 bulanan) . Jurnal Pertambangan dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
PERENCANAAN DESAIN DISPOSAL AREA SERTA SEQUENCE TIMBUNAN OVERBURDEN GUNA MENGAKOMODASI PRODUKSI BULAN JULI TAHUN 2020 DI PT X, KABUPATEN KUTAI BARAT S. Hardianti; M. S. Halim
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i2.185

Abstract

Disposal area merupakan daerah pada lokasi tambang terbuka yang dijadikan tempat untuk menimbun material yang tidak berharga. Oleh karenanya dalam perencanaan sequence penambangan harus diikuti dengan pembuatan disposal. Tujuan penelitian ini adalah membuat desain disposal bulan Juli 2020 di PT X, Kabupaten Kutai Barat berdasarkan parameter geoteknikal yang ditetapkan perusahaan dan menghitung volume overburden yang akan ditimbun pada desain disposal tersebut serta membuat perencanaan sequence timbunan overburden. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dimana penulis membuat desain disposal area untuk bulan Juli tahun 2020 di PT X, Kabupaten Kutai Barat berdasarkan parameter geoteknikal yang ditetapkan perusahaan. Dari hasil analisis diketahui rencana produksi bulan Juli tahun 2020 adalah sebesar 2.592.375 BCM. Dari rencana produksi tersebut, dibuatlah desain disposal area dan didapatkan penambahan volume sebesar 2.789.464,33 BCM, dimana terdapat deviasi sebesar 197.089,33 BCM atau volume desain disposal lebih besar 8% dari pada volume rencana produksi bulan Juli 2020 dengan mempertimbangankan swell factor material sekaligus memberikan opsi area alternatif dengan luasan yang cukup, jika terjadi isu geotek dan lainnya. Dari hasil desain disposal tersebut, dibuatlah sequence timbunan overburden untuk tiap elevasinya yang dimulai dari RL 70 sampai RL 120, dimana terbagi menjadi 6 sequence yaitu, RL 70 meter memiliki volume sebesar 282.966,21 BCM, sequence pada RL 80 meter memiliki volume sebesar 338.605,62 BCM, RL 90 meter yang memiliki volume sebesar 573.214,56 BCM, RL 100 meter memiliki volume sebesar 729.400,95 BCM, RL 110 meter memiliki volume 504.002,71 BCM dan sequence pada RL 120 meter memiliki volume sebesar 361.274,28 BCM.
EVALUASI AKTIVITAS PEMUATAN LUMPUR PADA KEGIATAN PENAMBANGAN BATUBARA R. Saweni; Y. S. Novianti; K. S. Putri
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i2.327

Abstract

Lumpur merupakan batuan sedimen berbutir halus yang memiliki kandungan utama berupa lempung dan lanau. Ukuran butirannya dapat mencapai 0.0625 mm (0.0025 inci). Pada umumnya proses pemindahan lumpur pada kegiatan penambangan dapat menggunakan slurry pump, namun untuk memanfaatkan ketersediaan alat mekanis perusahaan mencoba menggunakan metode load-haul-dump sebagai alternatif dalam melakukan pemindahan lumpur dari pit penambangannnya. Sehingga diharapkan kegiatan ini dapat membantu kegiatan pemindahan lumpur dan dapat bekerja dengan efektif dan ekonomis untuk dapat dipertimbangkan keberlanjutannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan aktual di lapangan untuk mendapatkan keserasian penggunaan alat angkut dan alat gali muat. Adapun metodologi yang digunakan adalah menghitung dan membandingkan produktivitas dari masing-masing alat gali. Proses pemuatan lumpur menggunakan 2 cara yaitu, single digger dan double digger, peralatan yang digunakan berupa alat gali muat excavator Hitachi EX1200 dengan kapasitas 6.7m³ dan alat angkut Komatsu HD465-7 dengan kapasitas 20m³. Dari hasil perhitungan produktivitas rata-rata aktual alat gali muat diperoleh yang terendah dengan metode double digger sebesar 288.10m³/jam pada tanggal 26 September 2019 dan yang tertinggi dengan metode single digger sebesar 495.80m³/jam pada tanggal 28 September 2019. Faktor yang paling berpengaruh pada kegiatan loading lumpur dan pembuatan tanggul pada produktivitas adalah delay time sebesar -0.997 berdasarkan nilai korelasinya. Dengan berbagai hambatan yang terjadi sehingga dapat memperkecil waktu kerja efektif yang mengakibatkan efisiensi kerja dan produktivitas rendah.
MULTI STAGE OPTIMIZATION PEMILIHAN METODE PENGIRIMAN DAN KAPAL ANGKUT UNTUK PEMASOKAN BATUBARA PLTU Hariono .; W. R. Awaliah
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i3.325

Abstract

Angka pertumbuhan, sektor industri pengolahan mengalami pertumbuhan paling tinggi yakni 9,13% pada tahun 2019 atau sebesar 7,6% rata-rata tahun 2015-2019 lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan PDRB Sulawesi Tenggara (SULTRA). Investasi PMA di Sulawesi Tenggara didominasi oleh proyek peleburan logam (smelter) yang membutuhkan pasokan energi listrik yang tinggi. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2019-2028 telah memasukkan rencana pembangunan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara yang akan dibangun di Sulawesi Tenggara dengan total kapasitas sebesar 540 MW. Permasalahan klasik yang terjadi adalah bagaimana menjamin rantai pasokan batubara yang aman dan murah bagi PLTU baik yang telah beroperasi maupun yang akan dibangun tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memilih pemasok, kapal angkut, sekaligus metode pengiriman terbaik yang menghasilkan biaya total terendah dan selanjutnya dibuat jadwal pengiriman untuk memastikan jaminan pasokan batubara bagi PLTU di Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dalam proses optimasi adalah Metode Pemrograman Linear yang dilakukan secara bertahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan memasukkan variabel metode pengiriman ke dalam model maka terdapat pilihan solusi yang lebih banyak yang dapat menghasilkan fungsi tujuan yang optimum, penggunaan metode optimasi bertahap dapat mengurangi kerumitan dalam penyelesaian masalah dan iterasi dalam proses optimasi. Hasil optimasi menunjukkan bahwa metode pengiriman Milk Runs memberikan total biaya minimum dengan kapal angkut K3, serta pemasok yang terpilih adalah CS21.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL PADA PROSES PENINGKATAN KADAR DAN PEROLEHAN BIJIH BESI BONTOCANI MENGGUNAKAN DRY INTENSITY DRUM MAGNETIC SEPARATOR Muhammad Idris Juradi; Emi Prasetyawati Umar; Alimuddin .; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Suriyanto Bakri; Mubdiana Arifin
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i4.328

Abstract

Ketersediaan bijih besi daerah Bontocani Kabupaten Bone belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Hal tersebut dipengaruhi oleh nilai kadar yang masih cukup rendah sehingga perlunya dilakukan peningkatan kadar bijih besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar bijih besi daerah Bontocani dengan XRF dan XRD serta mengetahui pengaruh ukuran fraksi terhadap peningkatan kadar besi dengan proses dry low intensity drum magnetic separator. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif berbasis percobaan laboratorium. Pada percobaan ini dilakukan variasi ukuran partikel -100 mesh, -150 mesh dan -200 mesh dengan kondisi percobaan intensitas magnet 0,5 T, umpan 500 gr, kecepatan putar drum 400 rpm dan waktu pemisahan 15 menit. Hasil analisis XRD (X-Ray Diffraction) mengindikasikan sampel bijih besi tersusun oleh mineral kuarsa, geotit, magnetit dan hematit sedangkan hasil analisis XRF (X-Ray Fluorescence) menunjukkan komposisi kimia bijih besi terdiri dari Fe2O3 70,098%, SiO2 18,678%, SO3 5,504%, CaO 3,389%, MnO 1,222%, CuO 0,090% dan Cr2O3 0,019%. Proses konsentrasi menggunakan magnetic separator tipe dry-low intensity drum dengan berat umpan 500 gr pada masing-masing fraksi ukuran -100 mesh, -150 mesh dan -200 mesh menghasilkan berat konsentrat 332,5 gr, 323,1 gr dan 341,5 gr dengan berat tailing 90 gr, 125,7 gr dan 30,3 gr. Kadar Fe2O3 dalam konsentrat tiap fraksi yaitu, 82,138%, 86,116% dan 90,098% dengan perolehan masing-masing 77,992%, 79,386% dan 87,787%. Berdasarkan hasil percobaan disimpulkan bahwa semakin kecil ukuran partikel, semakin meningkatkan persentase nilai kadar dan perolehan, dimana persentase kadar Fe2O3 dan perolehan yang paling optimal didapatkan pada fraksi ukuran butir -200 mesh.
ULASAN GASIFIKASI BATUBARA BAWAH TANAH PADA DAERAH YANG DIAJUKAN DI CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Elsa Dilla Hurnia Sari; Noor Kharismawan Akbar; Nigel Sylvastro Sacchie Lende
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i3.346

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya batubara yang mencapai 124,6 miliar ton dan cadangan hingga 26,2 miliar ton. Dalam melaksanakan kegiatan penambangan perlu dilakukan upaya untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan dengan menerapkan penambangan berkelanjutan. Underground Coal Gasification (UCG) adalah metode untuk mengekstrak syngas dari lapisan batubara bawah tanah in-situ yang tidak dapat diproses oleh penambangan konvensional. Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan informasi yang komprehensif tentang potensi metode UCG untuk memanfaatkan lapisan batubara di Cekungan Sumatera Selatan. Dengan membandingkan dan menganalisis data dari berbagai literatur, lapisan batubara di Sumatera Selatan berpotensi untuk dimanfaatkan dengan menggunakan metode UCG. Potensi risiko penerapan metode UCG terhadap lingkungan di antaranya penurunan lapisan tanah, kontaminasi udara dan air tanah, serta bahaya dari produk samping. Terdapat beberapa peraturan pemerintah yang harus dipenuhi untuk menjamin kualitas lingkungan dan sumber daya alam yang baik. Jika syngas langsung diolah untuk menghasilkan listrik di pembangkit listrik UCG maka dapat menghemat hingga sekitar 33% dari modal jika dibandingkan dengan IGCC. Kriteria pendukung untuk mengoptimalkan proses UCG meliputi zona jenuh air tanah pada batuan, desain saluran terbuka, serta pemodelan penurunan tanah dan perambatan panas. UCG merupakan teknologi batubara yang bersih karena penyebaran gas rumah kaca di atmosfer yang minim, tidak memerlukan fasilitas penampungan abu setelah pembakaran batubara, serta dapat diintegrasikan dengan penangkapan dan penyimpanan karbon untuk penangkapan CO2 lebih lanjut.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PEMBORAN UNTUK PEMBUATAN SLOT RAISE DI EXTRACTION LEVEL GBC PT. FREEPORT INDONESIA Y. D. G. Cahyono
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i3.377

Abstract

Salah satu Tambang Bawah Tanah di PT. Freeport Indonesia adalah Grasberg Block Cave (GBC), dengan salah satu metode yang digunakan PT. Freeport Indonesia adalah metode ambrukan. Tambang GBC telah memasuki tahap produksi sejak September 2018, namun dalam operasinya Tambang GBC masih terus mengembangkan area operasionalnya untuk memenuhi target produksi. Salah satu siklus pengembangan (cycle development) yang merupakan operasional utama yang dikerjakan yaitu pengeboran dan peledakan. Dalam proses peledakan di drawbell dibutuhkan satu bidang bebas (free face) yang berfungsi sebagai arah dari ambrukan batuan dalam proses peledakan. Pembuatan free face atau yang biasa disebut dengan slot raise mengunakan mesin rasiebore dari PT. Redpath untuk kegiatan pengeboran slot raise. Tujuan penelitian ini untuk menentukan tingkat efektifitas pemboran di drawbell untuk memenuhi target produksi. Hasil pemboran di 3 lokasi yaitu P32/33 DB20, P27/28E DP19 dan P31/32W DP37N memiliki rata-rata cycle time 2676 menit sedangkan dari kesediaan alat antara lain kesediaan mekanis, kesedian fisik, kesediaan penggunaan alat, dan penggunaan efektif berturut-turut 89,97%, 90,33%, 85,39%, dan 84,19%. Kondisi ini menunjukkan kesediaan alat dalam kondisi baik. Kemudian penggunaan waktu efektif menunjukkan hasil 79,50% dari total waktu yang dijadwalkan sehingga penggunaan waktu efektif disimpulkan baik dan sesuai dengan rencana yang diberikan oleh devisi perencanaan.
KAJIAN TEKNIS PEMBORAN DAN PELEDAKAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI GRANIT DI PT TRIMEGAH PERKASA UTAMA Juventa juventa; M. T. Toha; Bochori .
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i3.670

Abstract

PT Trimegah Perkasa Utama merupakan kontraktor penambangan batu granit dengan sistem tambang terbuka metode quarry, yang menggunakan peledakan untuk memberaikan batuan. Produksi sampai dengan November tahun X, hanya mencapai 83,44 % dari target, sedangkan untuk tahun berikutnya target produksi adalah 3.640.000 ton, yang mengalami peningkatan dari target produksi tahun X sebesar 3.340.000 ton. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rencana peledakan dan jumlah lubang bor produksi agar target dapat dipenuhi. Kajian produktivitas alat bor, pola pemboran, kecepatan pemboran dan volume ekuivalen akan dikombinasikan dengan geometri peledakan untuk analisis hasil peledakan menggunakan persamaan Kuznetsov dan Roslin-Ramler. Berdasarkan hasil penelitian, untuk mencapai target produksi tersebut, diperlukan 750 lubang ledak per bulan dan modifikasi geometri peledakan dari burden awal 3 m menjadi 3,5 m, spasi awal 3,9 m menjadi 5,25 m, tinggi jenjang awal 14,032 m menjadi 15 m, dan kedalaman lubang ledak awal 15,034 m menjadi 16 m serta peningkatan jumlah bahan peledak menjadi 250 kg (naik 46% dari bahan peledak yang dipakai sebelumnya).
PENINGKATAN KADAR KASITERIT SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN TIN CHEMICAL DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PAN AMERICAN JIG DALAM SKALA LABORATORIUM Putri Indriyani S; Mukiat .; RR Yunita Bayu Ningsih
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i3.950

Abstract

Timah adalah sumberdaya pertambangan Indonesia yang memiliki berbagai macam pemanfaatan, salah satunya sebagai tin chemical. Syarat untuk membuat tin chemical setidaknya memiliki kandungan kadar Sn sebesar 45%. Pada umumnya, timah yang berasal dari kegiatan penambangan memiliki kadar yang belum memenuhi persyaratan sebagai bahan baku tin chemical, sehingga timah harus ditingkatkan kadarnya terlebih dahulu. Peningkatan kadar dapat dilakukan dengan alat pan american jig. Variabel yang berpengaruh atas kinerja alat pan american jig yaitu ketebalan bed dan frekuensi pukulan. Adapun tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh dari ketebalan bed dan frekuensi pukulan dalam meningkatkan kadar timah untuk memenuhi standar pembuatan tin chemical. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan melakukan percobaan secara langsung menggunakan alat pan american jig dengan menambahkan variasi ketebalan bed dan frekuensi pukulan serta menggunakan pasir timah sebagai feed. Ketebalan bed yang digunakan yaitu 7 mm, 12 mm dan 17 mm. Frekuensi pukulan yang digunakan adalah 100.Hz,150 Hz.dan.200 Hz. Kemudian sampel melalui proses pengolahan dan dianalisa untuk mengetahui kadar dan recoverynya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan bed dan frekuensi pukulan akan mempengaruhi kadar dan recovery. Semakin tebal ketebalan bed dan semakin besarnya frekuensi pukulan yang digunakan maka kadar Sn akan cenderung meningkat dengan recovery yang cenderung menurun. Pada variasi ketebalan bed 17 mm dan frekuensi pukulan 200 Hz diperoleh kadar 45,41% dengan recovery 85,91%. Sebaliknya, pada ketebalan bed 7 mm dan frekuensi pukulan jig sebesar 100 Hz diperoleh recovery 91,11% dengan kadar 41,85%.
ANALISIS INVESTASI BIAYA PENGADAAN ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT DI PT XYZ Sartika Sartika; Syarifah Aqla; Firman .
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i3.958

Abstract

PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bauksit yang memulai kegiatan pertambangannya sejak tahun 2009. Kegiatan pengangkutan bauksit dari area penambangan ke washing plant maupun ke stockpile menggunakan rangkaian kerja alat muat dan alat angkut. Alat yang digunakan pada kegiatan pengangkutan bauksit khususnya di Pit A menggunakan 2 unit Excavator Kobelco SK330 dan 37 unit alat angkut Dump Truck Marcedez Benz Axor 2528 C dimana pengadaan alat muat dan angkut tersebut dengan skema sewa alat. Salah satu konsep dalam pengelolaan industri pertambangan adalah memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, mengingat pentingnya hal tersebut maka perlu untuk mengetahui biaya kepemilikan dan operasional agar dapat mengendalikan biaya yang dikeluarkan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi biaya kepemilikan (owning cost) dan biaya operasional alat (operation cost) untuk skema beli dan sewa alat menggunakan analisa Net Present Value (NPV). Berdasarkan hasil perhitungan dengan asumsi umur pakai alat lima tahun, diperoleh bahwa Nilai NPV untuk beli alat muat yaitu Rp. 16.945.147.370 dan biaya sewa sebesar Rp 30.041.150.318. Sedangkan NPV untuk skema beli alat angkut yaitu Rp 215.892.393.567 dan biaya sewa sebesar Rp 303.142.516.855. Sehingga pemilihan skema beli alat lebih menguntungkan karena biaya pengadaan alat muat dan alat angkut yang lebih rendah.
COAL LOSSES PADA KEGIATAN PENAMBANGAN BATUBARA DI PT X SUMATERA SELATAN AR. Saputra; YB. Bayu Ningsih; FR. Suwardi
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i4.951

Abstract

Pada Bulan Januari hingga Mei 2021 di PT X terjadi perbedaan antara tonase insitu dengan tonase batubara tertambang. Hal ini mengindikasikan di PT X sering kali mengalami kehilangan (losses) batubara. Tujuan penelitian ini untuk menghitung potensi coal losses pada kegiatan penambangan bulan Juni 2021 di PT X dan faktor-faktor penyebabnya serta upaya untuk meminimalisir terjadinya coal losses. Perhitungan dilakukan menggunakan perbandingan tonase insitu yang didapat dengan aplikasi Minescape 5.7 dan tonase aktual tertambang berdasarkan tonase batubara by truck count. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase coal losses keseluruhan sebesar 5,17% (13.339,10 ton). Keseluruhan coal losses tersebut terbagi di beberapa bagian kegiatan, yaitu pada kegiatan coal cleaning sebesar 3,84% (9.914,607 ton), pada front penambangan (coal getting) sebesar 1,23% (3.173,89 ton), dan pada kegiatan pengangkutan (hauling) batubara sebesar 0,1% (250,6 ton). Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya coal losses tersebut yaitu coal cleaning melebihi batas kedalaman yang ditentukan, pemuatan melebihi kapasitas vessel, sistem drainase yang kurang baik di area front penambangan, batubara tertinggal di area floor dan final wall yang masih tebal, terjatuhnya batubara di sepanjang jalan angkut akibat jalan yang kurang baik, serta kinerja yang kurang dari operator, driver, dan pengawas. Upaya untuk meminimalisir terjadinya coal losses ialah pemanfaatan hasil cleaning batubara untuk dijual, pemuatan batubara tidak melebihi kapasitas vessel, pembuatan sistem drainase yang baik, area front penambangan yang telah mencapai final wall dan floor perlu dilakukan trimming, perbaikan jalan angkut, serta pelatihan dan pengawasan terhadap operator dan driver.

Page 7 of 16 | Total Record : 154