cover
Contact Name
I Ketut Resika Arthana, S.T., M.Kom
Contact Email
resika@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 23033142     EISSN : 25488570     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Sains dan Teknologi(JST) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Mathematic, Biology, Physic, Chemistry, Informatic, Electronic and Machine as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JST is managed to be issued twice in every volume.
Arjuna Subject : -
Articles 648 Documents
AN ANALYSIS AND DESIGN OF APPLIANCE SERVER PROTOTYPE IN MIDDLE INDUSTRY Santyadiputra, Gede Saindra
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.115 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v5i2.8868

Abstract

This is an initial research about development of appliance server prototype for middle industry. The main objective of this study is to analyze and design an alternative server as a solution to providing server device on a small industry. The prorotype used by small industry to implement their information system applications. This study uses ADDIE development method. ADDIE phase that has been used is analysis, design, and some evaluation of them (ADE). The result of analyze is user needs analysis, hardware requirements analysis and software requirement analysis. The result of design is network topology design, hardware architecture design, validation test instrument, feasibility testing instrument, performance testing instrument, evaluation of prototype feasibility instrument and evaluation of server performance instrument. In the future, the result of this study can be used as reference for development and implementation of appliance server in middle industry.
ANALISIS EKSTRAK TUMBUHAN REMPAH SEBAGAI PRESERVATIVES MAKANAN TAHU DIUJI SECARA IN VITRO widiyanti, ni luh putu manik; Mulyadiharja, Sanusi; Sukarta, I Nyoman
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.401 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v5i2.8979

Abstract

AbstrakMakanan tahu merupakan makanan tradisional dan sebagai sumber protein yang bermutu tinggi yang banyak mengandung asam amino esensial dan terbukti menurunkan kadar Low Density Lipoprotein. Tahu mudah mengalami pembusukan oleh bakteri, karena kadar protein dan kadar air yang tinggi. Tetapi banyak pengusaha nakal dengan menambahkan formalin dan pewarna methyl yellow yang dilarang penggunaaanya dalam makanan menurut peraturan Menkes  Nomor 1168/Menkes/PER/X/1999 untuk pengawet makanan tahu. Alternatifnya adalah tanaman rempah sebagai antibakteri dan dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami makanan antara lain tanaman Cymbopogon ciratus (sereh), Cucurma domestika (kunyit) dan Alpinia galanga (lengkuas) untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada makanan tahu. Tahu yang berhasil dibuat masih belum memenuhi standar penilaian SNI 01-3142-1992 yaitu pada bagian rasa, yaitu sebanyak 50% panelis yang menyatakan rasa tahu sedikit asam. Uji organoleptik makanan tahu pada hari pertama perendaman dengan preservatives alami, sebanyak 100% panelis menyatakan tahu yang direndam dengan ke-3 preservative alami beraroma dan berrasa harum preservatives alami (sereh, kunyit dan lengkuas). Karakteristik warna tahu, 100% panelis menyatakan putih bersih atau kekuningan bersih dan 100% panelis menyatakan penampakkan normal tidak berlendir dan berjamur.  Terjadi penurunan kualitas tahu dari uji organoleptik pada hari ke-tiga dan ke-enam baik pada aroma, rasa, warna dan penampakan tahu.  Gain Score menunjukkan bahwa tahu yang direndam dengan preservative alami sereh konsentrasi 20% yang menunjukkan peningkatan jumlah bakteri.  Pada hari ke-3 dan ke-6, tahu yang direndam dengan konsentrasi 40% dan 60% menghambat pertumbuhan bakteri. Hasil Gain Score pada makanan tahu yang direndam dengan preservatives alami kunyit pada hari ke-1  dan ke-6 dengan  konsentrasi 20%, 40% dan 60 % menunjukkan preservative kunyit pada semua konsentrasi tidak menghambat pertumbuhan bakteri yang hidup pada makanan tahu. Pada hari ke-3, hanya tahu yang direndam dengan konsentrasi 60% yang menghambat pertumbuhan bakteri.  Gain Score menunjukkan  makanan tahu yang direndam dengan preservatives alami lengkuas pada hari ke-1  hanya konsentrasi 40% yang menunjukkan penghambatan jumlah bakteri. Pada hari ke-3 dan ke-6, tidak ada konsentrasi preservatives lengkuas menghambat pertumbuhan bakteri. Jumlah SPC bakteri yang direndam dengan preservative sereh konsentrasi 40%  berbeda bermakna dengan preservatives kunyit konsentrasi 20% dan lengkuas 20%. Jumlah SPC bakteri yang direndam dengan preservatives sereh konsentrasi 60%  berbeda bermakna dengan preservatives kunyit konsentrasi 20%,  lengkuas 20% dan lengkuas 40%. Jumlah SPC bakteri yang direndam dengan preservatives kunyit 20%  berbeda bermakna dengan preservatives sereh 40% dan sereh 60%. Jumlah SPC bakteri yang direndam dengan preservative lengkuas 20%  berbeda bermakna dengan preservatives sereh 40% dan sereh 60%. Jumlah SPC bakteri yang direndam dengan preservatives lengkuas 40%  berbeda bermakna dengan preservatives sereh 60% dengan p<0,05. Zona hambatan oleh sereh konsentrasi 20% dan 40% berbeda bermakna dibandingkan dengan zona hambatan oleh kunyit 60% dan lengkuas 60% terhadap pertumbuhan bakteri. Zona hambatan oleh sereh konsentrasi 60% berbeda bermakna dibandingkan dengan zona hambatan oleh ketiga preservatives konsentrasi 20% dan  40% terhadap pertumbuhan bakteri. Zona hambatan oleh kunyit konsentrasi 20% berbeda bermakna dibandingkan dengan zona hambatan oleh ketiga preservatives konsentrasi 60% terhadap pertumbuhan bakteri. Zona hambatan oleh kunyit konsentrasi 40% berbeda bermakna dibandingkan dengan zona hambatan oleh ketiga preservatives konsentrasi 60% terhadap pertumbuhan bakteri. Zona hambatan oleh kunyit konsentrasi 60% berbeda bermakna dibandingkan dengan zona hambatan oleh ketiga preservatives konsentrasi 20% dan 40% terhadap pertumbuhan bakteri. Zona hambatan oleh lengkuas konsentrasi 20% dan 40% berbeda bermakna dibandingkan ketiga preservatives konsentrasi 60% terhadap pertumbuhan bakteri. Zona hambatan oleh lengkuas konsentrasi 60% berbeda bermakna dibandingkan dengan zona hambatan oleh ketiga preservatives konsentrasi 20% dan 40%  terhadap pertumbuhan bakteri. Adanya zona hambatan disebabkan karena bahan aktif yang terdapat pada ketiga preservatives. Uji koefisien phenol menunjukkan bahwa ke- 3 preservatives alami yang diekstrak dengan hidrodestilasi dengan nilai sama atau kurang efektif dibandingkan phenol. Kata kunci : tanaman rempah, pengawet alami, makanan tahu, uji in vitro  AbstractTofu is know as a traditional food and as a source of high quality protein that contains many essential amino acids and is proven to reduce levels of Low Density Lipoprotein. Tofu susceptible to decomposition by bacteria, because high of the protein content and water content.  But many food entrepreneurs that naughty by adding formalin and methanyl yellow dye that banned its use in food regulation by Minister of Health Num. 1168/Menkes/PER/X/1999 for the food preservatives of tofu. The alternative is an antibacterial plants and used as a natural food preservatives including Cymbopogan ciratus (lemongrass), Cucurma domestica (turmeric) and Alpinia galanga (galangal) to inhibit bacterial growth in tofu.  Tofu that has been created is still not meet the assessment standards of SNI 01-3142-1992 in aroma part, whereas 50% panelists who stated aroma tofu is slightly acidic. Organoleptic test of tofu in first day of soaked with natural preservatives, 100% panelists who stated tofu that soaked with three kinds natural preservatives with aroma and taste of Cymbopogon ciratus (lemongrass), Cucurma domestica (turmeric) and Alpinia galanga (galangal) extracts. The characteristic color  of tofu, 100% panelists expressed that tofu with pure white color or pure yellowish and 100% panelists who stated normal of tofu in performance without slimy and moldy. In fact characteristic of tofu is decrease of quality result from organoleptic test on day three and six both in aroma, taste, color and performance of tofu. Gain score result show that tofu soaked with natural preservatives lemongrass concentration 20% that show increase bacteria in number. On third and six days, tofu soaked with 40% and 60% concentrations of lemongrass inhibit growth of bacteria. Result gain score indicates  tofu that soaked with tumeric extract on first and sixth days soaked with 20%, 40% and 60% concentrations   show all of tumeric extract concentrations didn’t inhibit growth of bacteria. On the third day tofu that soaked with only 60% concentration capable to inhibit growth of bacteria.   Result gain score  indicates tofu that soaked with extract of galangal in first day, only concentration 40% show inhibit growth of bacteria. On third and sixth days, all of concentrations of galangal extract didn’t capable inhibit growth of bacteria. Number of SPC bacteria in tofu soaked with preservatives lemongrass with concentration 40% was significantly different with tofu that soaked extract of 20% concentrations of turmeric and galangal.  Number of SPC bacteria in tofu soaked with lemongrass concentration 60% was significantly different with 20% concentrations of both turmeric  and galangal, and 40% concentration of galangal. Number SPC of bacteria in tofu soaked with 20% concentration of turmeric was significantly different with 40%  and 60% concentrations of  lemongrass. Number SPC of bacteria in tofu soaked with 20% concentration of galangal, was significantly different with 40% and 60% concentrations of lemongrass. Number SPC of bacteria in tofu soaked with 40% concentration of galangal was significantly different with 60% concentration of preservatives lemongrass with p<0,05. Inhibition zone by 20% and 40% concentration of lemongrass was significantly different compared with inhibition zone by both 60% concentrations of turmeric and galangal toward growth of bacteria. Inhibition zone by 60% concentration of lemongrass was  significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 20% and 40% concentrations toward growth of bacteria. Inhibition zona by 20% concentration of tumeric was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 60% concentration toward growth of bacteria. Inhibition zone by 40% concentration of tumeric was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 60% concentration toward growth of bacteria. Inhibition zone by 60% concentration of tumeric was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 20% and 40% concentrations toward growth of bacteria. Inhibition zone by 20% and 40% concentrations of galangal was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 60% concentration toward growth of bacteria. Inhibition zone by 60% concentration of galangal was significantly different compared with inhibition zone by three kinds of preservatives in 20% and 40% concentrations toward growth of bacteria. Inhibiton zone was present in growth of bacteria caused by active substances in three kinds of natural preservatives. Coeffisient phenol test was done that show three kinds  of natural preservatives was extracted by hydrodestillation with value equal or less effective than pure phenol. Key words : spices plants, natural preservatives, tofu, in vitro test. 
KAJIAN KARAKTERISTIK PURE KERING UBI JALAR DENGAN PERLAKUAN SUHU DAN LAMA ANNEALING SEBAGAI SEDIAAN PANGAN DARURAT Sunyoto, Marleen; Andoyo, R.; Radiani A., H.; Nurmalinda, Rista
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.995 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v6i1.9047

Abstract

Klon ubi jalar unggulan Awachy 5 memiliki kandungan pati tinggi dan ketahanan hama yang lebih baik dibandingkan ubi jalar lokal. Namun pengolahannya menjadi pure kering dengan menggunakan suhu tinggi menyebabkan kerusakan granula pati karena kurang stabil terhadap pemanasan dan berdampak pada  tekstur produk yang menjadi lengket. Masalah ini dapat diperbaiki melalui proses modifikasi annealing.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perlakuan suhu dan lama annealing yang menghasilkan  pure kering ubi jalar dengan karakteristik yang berbeda. Metode penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 ulangan, yaitu kontrol, annealing 40oC selama 4 jam; 40oC, 8 jam; 50oC, 4 jam; dan  50oC, 8 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa pure kering ubi jalar dengan perlakuan annealing 50oC selama 4 jam menghasilkan karakteristik terbaik dengan kadar air 4,88%, suhu awal gelatinisasi 54,30oC, viskositas puncak 850,5 cP, viskositas breakdown 29,37 cP, viskositas setback 395 cP, hardness 108,54 gf, adhesiveness -69,774 gf, kesukaan panelis terhadap warna 3,311, daya rehidrasi 3,216 ml/g, rendemen sebesar 23,11%%, serta memiliki kandungan protein 1,76%, lemak 1,89%, abu 0,76%, dan karbohidrat 90,88%. Karakteristik tersebut menunjukan bahwa pure kering dapat menjadi sediaan pangan darurat dalam bentuk basah dan semi basah seperti sup dan produk siap konsumsi dengan direhidrasi.
RANCANG BANGUN APLIKASI PENGUMPULAN DONASI MASSAL BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS HOMELESS STORY) Adhyatmika, I Putu Dede Tulus
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v6i2.9060

Abstract

Donasi merupakan salah satu cara untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Kebenaran dari status seorang fakir miskin, kesesuaian kebutuhannya dan kepercayaan terhadap lembaga penyalur donasi merupakan masalah yang muncul dalam donasi. Ketiga hal ini merupakan contoh yang dipertimbangkan oleh seorang donatur untuk memberikan donasi. Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan penggunaan mobile development untuk menangani permasalahan dan membuat suatu media yang dapat digunakan untuk menyalurkan donasi dengan transparan dan terpercaya. Maka, muncul solusi untuk merancang dan membangun aplikasi Homeless Story. Aplikasi ini berbasis Android. Metode pengembangan software menggunakan metode Waterfall. Pembayaran donasi dilakukan secara aman melalui payment gateway. Hasil akhir tugas akhir menyimpulkan bahwa aplikasi Homeless Story dapat digunakan sebagai media pengumpulan donasi dengan menampilkan informasi secara transparan dan meningkatkan kepercayaan donatur melalui fitur update, notifikasi dan penjelasan kegiatan donasi yang dilakukan. Langkah yang diperlukan untuk dapat merancang dan membangun aplikasi ini yakni pertama, analisis dan desain sistem untuk menghasilkan fitur yang dibutuhkan. Kedua, implementasi sistem dalam bentuk program dan melakukan deploy ke playstore. Ketiga melakukan uji coba kepada pengguna. Terakhir melakukan maintenance terhadap sistem untuk mencegah error atau bug yang muncul. Hasil pengujian manfaat yang dilakukan dari segi fungsionalitas dan manfaatnya, 90% responden merasa terbantu dalam melakukan donasi melalui aplikasi ini. Kata kunci: mobile development, transparansi, kepercayaan donatur, android, donasi
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENJADWALAN PENGEMUDI DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA ROUND ROBIN (STUDI KASUS: ZENA TRAVEL) P, yogi ariyanto; wicaksono, soetam rizky
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.44 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v6i1.9061

Abstract

Penjadwalan merupakan aspek umum dalam suatu perusahaan travel.  Dalam proses bisnisnya selain pengaturan reservasi pelanggan, pengaturan jadwal beban kerja pada pengemudi juga merupakan faktor yang penting.  Pada travel komuter (dalam kasus ini dengan jadwal rutin harian) yang masih mengadaptasi sistem penjadwalan manual, akan menimbulkan masalah pada saat pembagian jadwal pengemudi sering tidak berimbang.  Hal ini akan mengakibatkan beban kerja dan gaji setiap pengemudi juga tidak imbang.  Selain itu, sering terjadi kesalahan dari operator dalam melakukan proses penjadwalan yang masih manual. Sehingga perlu dibuat solusi berupa sistem penjadwalan pengemudi dengan memanfaatkan algoritma round robin atau sering disebut RR.  RR adalah algoritma yang dalam prosesnya dapat disela oleh proses lain dan tidak berprioritas karena adanya quantum.  Hal ini tentu merupakan keunggulan RR dalam kriteria penjadwalan yaitu fairness. Hasil ujicoba algoritma RR telah terbukti meningkatkan efisiensi dalam proses penjadwalan dan dapat dihandalkan sebagai solusi untuk meingkatkan kinerja operator serta sesuai dengan kriteria penjadwlan yaitu fairness.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INVENTARIS BPJS KETENAGAKERJAAN CABANG PEKALONGAN Subhiyakto, Egia Rosi; Safina, Nabila
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.273 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v6i1.9064

Abstract

BPJS (Social Security Provider) Employment Branch Pekalongan has the Information Technology division that having  responsibilities to implement data recapitulation such as  incoming goods data, outgoing goods data, and inventory data. Currently the data management still uses conventional methods that is manual system resulting some problems, these are; really takes time in searching data and less effective in doing the job. The aim of this study are to design and to build a system inventory information on BPJS Employment Branch Pekalongan supported by waterfall method. In the information system has the features of good data management items of incoming and outgoing goods. Continued to make the reports that can be printed in pdf format. The evaluation was done to measure several parameters such as the usefulness of the application parameters, usability and user satisfaction. Based on the results of the evaluation in the user environment involving four respondents obtained positive results. This indicates that the information system has the benefit value, usefulness and help in improving the performance of the relevant sections.
SISTEM PENCARIAN PROGRAM STUDI PADA PERGURUAN TINGGI DI BALI BERBASIS SEMANTIK Novianti, Kadek Dwi Pradnyani; Diaz, Ricky Aurelius Nurtanto
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.686 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v6i1.9111

Abstract

Pendidikan di Indonesia berlangsung secara berjenjang, dimulai dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi diselenggarakan oleh berbagai satuan penyelenggara, seperti Akademi, Sekolah Tinggi, Institut, dan Universitas. Calon mahasiswa sebelum menentukan pilihan program studi dari sebuah perguruan tinggi harus melakukan pencarian informasi berkaitan dengan program studi. Pencarian informasi dapat diselesaikan dengan membangun sebuah sistem pencarian berbasis semantik. Ontologi menjadi dasar dari penerapan web semantik karena dapat merepresentasikan konten menjadi basis pengetahuan yang dapat dipahami oleh mesin, sehingga mesin dan pengguna memiliki pemahaman makna kata kunci yang sama. Sistem ini membantu calon mahasiswa untuk mendapatkan deskripsi informasi program studi yang diinginkan. Pada tahapan pengujian sistem, diperoleh hasil nilai recall sebesar 0.95 dan nilai precision sebesar 0.93, yang menunjukan bahwa sistem memiliki tingkat relevansi dan ketepatan pengembalian informasi yang tinggi. Selanjutnya diharapkan bahwa sistem ini mampu mengakomodasi detail informasi program studi dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
ADSORPSI ION EMAS MENGGUNAKAN ASAM HUMAT TANAH GAMBUT DI BAWAH RADIASI SINAR UV Lestari, Puji
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.839 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v6i1.9179

Abstract

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mendulang kembali (recovery) emas dari limbah elektronik, salah satunya adalah melalui proses adsorpsi. Salah satu adsorben yang dapat digunakan untuk proses adsorpsi ion emas di dalam larutan adalah asam humat (AH) hasil isolasi dari tanah gambut. Proses adsorpsi ion emas menggunakan AH tanah gambut diikuti dengan proses reduksi ion emas menjadi logam emas. Proses adsorpsi reduktif ini dapat ditingkatkan dengan penyinaran menggunakan sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses adsorpsi ion emas menggunakan asam humat tanah gambut dengan adanya radiasi sinar UV. Proses adsorpsi ion emas dilakukan dengan metode batch dan parameter yang dipelajari antara lain pH, waktu interaksi, serta variasi konsentrasi ion emas dalam larutan.  pH optimum proses adsorpsi adalah 2. Proses adsorpsi ion emas pada AH tanah gambut di bawah radiasi UV mengikuti model kinetika adsorpsi yang diajukan oleh Santosa (2007) serta mengikuti model isotermal adsorpsi Langmuir. Radiasi sinar UV dapat membuat proses adsorpsi reduktif ion emas menggunakan AH tanah gambut menjadi lebih efektif. Kapasitas adsorpsi ion emas pada AH tanah gambut adalah 90,91 mg/g. Penambahan 2-propanol akan menurunkan efektivitas proses adsorpsi ion emas pada AH tanah gambut.  
RANCANG BANGUN PROTOTYPE SISTEM KENDALI LENGAN ROBOT PEMINDAH BARANG MENGGUNAKAN INTERFACE WIRELESS 2.4Ghz Ekayana, Agung Gde; P, Gusti Ngurah Kade Ary
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.546 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v6i1.9185

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin maju, terutama dalam bidang sistem kendali, Sistem kendali lengan robot merupakan robot yang bisa menggantikan peran manusia seperti melakukan perkerjaan berat. Lengan robot yang dirancang dalam bentuk prototipe dengan sistem kerjanya yang dapat dikendalikan menggunakan wireless joystick, sehingga robot dapat memindahkan objek dan dikendalikan dari jarak jauh. Perancangan sistem kendali ini menggunakan beberapa komponen yaitu Mikrokontroler ATmega 8 Motor Servo, Driver Motor, Weireless Joystik PS2, dan Baterai. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah rancangan bangun sistem kendali lengan robot pemindah barang mengunakan interface wireless 2.4Ghz. Hasilnya robot dapat dikendalikan dan merespon perintah yang diberikan melalui joystik
UJI EFEKTIVITAS LARVASIDA DAUN MIMBA (Azadirachta indica) TERHADAP LARVA LALAT Sarcophaga PADA DAGING UNTUK UPAKARA YADNYA DI BALI karta, i wayan; Nirmala Dewi, Anak Agung Lidya; Wati, Ni Luh Candra; Dewi, Ni Made Andini
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.448 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v6i1.9233

Abstract

Cara mengusir lalat daging pada sarana upacara yadnya di Bali belum efektif, sehingga diperlukan cara alternatif menggunakan daun mimba (Azadirachta indica). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan efektivitas larvasida daun mimba terhadap larva lalat Sarchopaga pada daging yang digunakan sebagai sarana upakara di Bali. Kelompok perlakuan ini yaitu penggunaan daun mimba 25% sebagai larvasida, kelompok kontrol positif yaitu penggunaan minuman bersoda, dan kelompok kontrol negatif yaitu tidak mendapat perlakuan. Hasil uji Kruskal Wallis diperoleh hasil nilai probabilitas p (0,000) < α (0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan jumlah kematian larva pada perlakuan rebusan daun mimba 25 %, kontrol negatif dan kontrol positif. Perlakuan daun mimba konsentrasi 25% memberikan jumlah kematian larva yang lebih tinggi dibandingkan terhadap kontrol positif dengan perbedaan persentase sebesar 60%. Daun mimba lebih efektif sebagai larvasida jika dibandingkan dengan minuman bersoda.  Perebusan daging dengan menambahkan daun mimba dapat digunakan untuk menghindari pembusukan yang disebarkan oleh lalat daging (Sarchopaga).