cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (JISH) is a journal that uses a double-blind peer review model that can be accessed online. The purpose of JISH is to publish a journal containing quality articles that will be able to contribute thoughts from a theoretical and empirical perspective in society and humanities at a regional, national, and global scale. The writings at JISH will significantly contribute to critical thinking in the area of society and humanities. The scope of the fields contained in JISH covers the following areas: social work, social welfare, social change, and social policy; humanism and human rights; corporate governance, and community studies; crosscultural and multiculturalism studies; population, and development studies; ethics, and intergroup relations; war, conflict, and international relations; linguistics, literature, and media studies; performing arts (music, theatre, and dance); studies of inequality (class, race and gender studies); and other related areas. Articles published on research results and literature review with acceptable research methodologies, qualitative studies, quantitative studies, or a combination of both, statistical analysis, case studies, field research, and historical studies. JISH received manuscripts from various related circles, such as relevant researchers, professors, students, policy-makers, scientists, and others.
Articles 626 Documents
THE BATTLE BETWEEN ARJUNA AND KARNA IN MAHABHARATA COMICS BY R. A. KOSASIH AND KURUKSHETRA GAME: AN ADAPTATION STUDY Kriswanda Krishnapatria
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i2.10104

Abstract

This paper examined an adaptation study of the longest Sanskrit epic, Mahabharata, from a novel by C. Rajagopalachari to comics by R. A. Kosasih and an online game named Kurukshetra by 7Seas Technologies Ltd. This paper only focused on the battle between Arjuna and Karna in Bharatayuddha War. This Great War, a conflict that arose from a dynastic succession struggle between two groups of cousins, the Kauravs and Pandavs for the throne of Hastinapura, lasted eighteen day taking place in the famous battlefield: Kurukshetra. The framework used to analyse the media was taken from books and lecture notes, and the theory used is based on Ellestrom of modalities by analyzing the element changes in the adaptation study. The conclusion is that both comics and game are adapted differently from the original novel. The findings also show how the comic and the game made few changes due to their different media nature and purposes. Key Words: Arjuna and Karna, Mahabharata comics, online game, Kurukshetra, adaptation study
USAHA MEMPERTAHANKAN KELOMPOK: DINAMIKA INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM KEBERLANGSUNGAN KELOMPOK PENGUSUL HKM SEPAKAT, PANGKALAN BUN, KALIMANTAN TENGAH Risna Noviati Amalia; S. Abdulwahab Afiff
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i2.10605

Abstract

Tesis ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman tentang proses yang membuat suatu kelompok dapat terus bertahan. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif dan etnografi ini mengangkat studi kasus satu kelompok masyarakat di Kalimantan Tengah yang dibentuk untuk memperoleh ijin perhutanan sosial dengan skema Hutan Kemasyarakatan. Penelitian ini menelusuri dinamika internal dan eksternal yang berkontribusi nyata pada kemampuan kelompok untuk dapat bertahan, terlepas dari kenyataan tantangan kelompok ini untuk memperoleh dukungan dari pemerintah daerah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah faktor berperan penting untuk mempertahankan keberadaan kelompok seperti peran dari ketua kelompok, motivasi dan makna kelompok bagi anggota, serta bagaimana aktor-aktor di luar kelompok seperti lembaga swadaya masyarakat dan lembaga pemerintah terkait yang berkepentingan dengan keberadaan kelompok. Saya berharap hasil penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman pihak-pihak yang tertarik untuk mendukung kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan hutan.
STRATEGI PENINGKATAN LITERASI POLITIK PEMILIH PEMULA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Agus Sutisna
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i2.11771

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian literatur yang membahas isu peningkatan political literacy (melekpolitik)   sebagai   salah   satu   prasyarat   penting   untuk   menghasilkan   pemilu   yang   berkualitas dengan partisipasi yang juga berkualitas dalam konteks agenda besar mengkonsolidasikan dan mengembangkan kehidupan demokrasi, khususnya di kalangan pemilih pemula (pelajar danmahasiswa) melalui pendekatan pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Kajian dimaksudkan untuk mendeskripsikan secara kritis urgensi literasi politik dalam kontekspemilu   dan   demokratisasi,   serta   mempromosikan   gagasan-gagasan   konseptual   model pembelajaran   kontekstual   untuk   meningkatkan   derajat   kualitasnya   terutama   di   kalangan pemilih pemula. Metode kajian yang digunakan dalam tulisan ini adalah analisis kepustakaan.Melalui metode ini  rujukan konseptual,  data  dan informasi dihimpun dari pelbagai  sumberliteratur   seperti   jurnal   ilmiah,   buku,   laporan   penelitian   dan   dokumen   literatur   lainnya; kemudian   dianalisis   dengan   pendekatan   kualitatif.   Hasil   kajian   menunjukkan   bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual memiliki potensi sangat efektif untuk digunakan sebagai instrumen   pendidikan   kewarganegaraan   dalam   rangka   meningkatkan   literasi   politik   para pemilih pemula.Kata Kunci: political literacy, pembelajaran kontekstual, demokratisasi, pemilih pemula 
ANALISIS KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA PADA MASYARAKAT MULTIKULTUR DI UJUNG TIMUR PULAU JAWA (STUDI KASUS DI DESA PATOMAN, BLIMBINGSARI, BANYUWANGI, JAWA TIMUR) I Kadek Yudiana; Miskawi Miskawi; I Wayan Pardi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i2.12033

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk menganalisis latar belakang kerukunan antarumat beragama pada masyarakat multikultur di Desa Patoman, Rogojampi, Banyuwangi, 2) Menganalisis bentuk kerukunan antarumat beragama pada masyarakat multikultur di Desa Patoman, Rogojampi, Banyuwangi, 3) Menganalisis nilai-nilai karakter yang terkandung dalam kerukunan antarumat beragama pada masyarakat multikultur di Desa Patoman Rogojampi, Banyuwangi. Sedangkan Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu penentuan lokasi penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data, istrumen penelitian, metode pengujian keabsahan data, dan metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan latar belakang kerukunan antarumat beragama di Desa Patoman dapat dilihat dari perspektif agama Islam tentang toleransi; agama Hindu dengan ajaran Tat Twam Asi, Ahimsa, Tri Hita Karana, dan Desa Kala Patra; agama Kristen dengan ajaran cinta kasihnya. Sedangkan dalam perspektif ajaran agama Budha terdapat ajaran satu adalah semua dan semua adalah satu. Selain kemajemukan dan kemultikulturan masyarakat di Desa Patoman dapat terjaga berkat keberadaan ideologi pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. Adapun bentuk kerukunan antarumat beragama pada masyarakat multikultur di Desa Patoman meliputi: dialog lintas agama maupun etnik dan kerjasama antarumat beragama; meyakini agama sendiri dan menghargai agama orang lain; dan doa bersama. Sedangkan nilai yang terkandung dalam kemultikulturan masyarakat Desa Patoman meliputi: Nilai Social, Simpati, Toleransi dan Empati, Religious, Nasionalisme, Gotong Royong, Demokrasi, Bersahabat/komunikatif, kecintaan terhadap lingkungan, cinta damai, dan peduli sosial. Kata Kunci: Kerukunan,antar umat beragama,  Multikultural, dan Nilai Karakter
STRATEGI PEMANFAATAN KOMUNITAS LOKAL DALAM MENDUKUNG PENGELOLAAN EKOWISATA BAHARI PANTAI TEUPIN LAYEU IBOIH Dian Aswita; Suleman Samuda; Nurlena Andalia
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i2.12080

Abstract

Ekowisata merupakan suatu perpaduan dari keprihatinan terhadap lingkungan, ekonomi dan sosial. Pengembangan ekowisata yang berkelanjutan didasarkan pada perpaduan antara perspektif ekonomi dengan perspektif ekologi, dan masyarakat turut andil dalam terwujudnya hal tersebut. Ekowisata yang melibatkan masyarakat dalam segala aspek pengembangan dan pengelolaanya disebut dengan ekowisata berbasis masyarakat. Penelitian dilaksanakan di Pantai Teupin Layeu Iboih Sabang. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data yang dikumpulkan bersifat deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah indepth interview, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Data kualitatif yang telah terkumpul kemudian diolah secara induktif menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ekowisata bahari di Pantai Teupin Layeu Iboih berbasis masyarakat (community-based ecotourism) karena seluruh aktifitas ekowisata melibatkan masyarakat lokal baik sebagai pemilik (local ownership) ataupun sebagai pengelola dan pemandu wisata (guide), serta pemeliharaan obyek wisata menjadi tanggungjawab mereka, termasuk penentuan biaya untuk wisatawan. Pemanfaatan komunitas lokal untuk pengelolaan ekowisata bahari di Pantai Teupin Layeu Iboih yang berbasis community-based ecotourism diterapkan melalui strategi kemitraan dan kolaborasi
SISTEM PERKAWINAN NYENTANA DALAM KAJIAN HUKUM ADAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKOMODASI KEBIJAKAN BERBASIS GENDER Ni Ketut Sari Adnyani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i2.12113

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya bentuk perkawinan matriarki yang umumnya terselenggara pada masyarakat Hindu Bali sering diidentikkan dengan istilah nyentana (nyeburin) apabila dikaji secara sekilas tampak seperti bentuk perkawinan matriarki yang dijumpai pada masyarakat Minang Kabau (Sumatra Barat). Secara proses memang serupa dengan bentuk perkawinan matriarki, namun secara esensi selaras dengan sistem purusa atau patriarki yang dikembangkan oleh masyarakat Hindu Bali. Jadi, terdapat akomodasi dari perpaduan dua unsur yang mengindikasikan ada peranan gender di dalamnya berbaur dan terintegrasi secara harmonis mendukung efektifitas keberlakuan hukum dalam masyarakat adat. Hal ini dapat ditinjau dari perspektif kajian mengenai gender dalam hukum adat bahwa berdasarkan teori struktural fungsional sistem perkawinan nyentana yang diidentikkan dengan bentuk perkawinan matriarki secara realita mengacu ke arah sistem pewarisan lempeng ke purusa.         Jenis penelitian yuridis normatif, dengan pengkajian hukum adat Hindu Bali dalam perkawinan nyentana.  Penguatan lembaga adat dari segi sanksi dan kepatuhan memberikan daya ikat tersendiri terhadap hukum yang berlaku, dan apabila perlu dikukuhkan melalui awig-awig adat sehingga memiliki daya ikat dari segi keberlakuannya. Bentuk perkawinan nyentana sebagai alternatif dalam suatu keluarha tidak memiliki keturunan laki-laki sehingga status perempuan dikukuhkan menjadi laki-laki (putrika) hal ini mengindikasikan adanya penghargaan pada peran gender yang harmonis sebagai pelanjut keturunan. Konsekwensinya adalah dimuatnya kebijakan berbasis gender yang mengakomodasi peran perempuan di dalammnya.
ENTITAS PERMUKIMAN KUMUH DI WILAYAH PESISIR Putu Indra Christiawan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i2.12512

Abstract

Permukiman kumuh di wilayah pesisir memiliki entitas tersendiri yang tidak terlepas dari kehidupan dan penghidupan masyarakat pesisir sebagai nelayan. Dalam rangka membedah entitas permukiman kumuh tersebut, maka kajian ini bertujuan untuk memahami kondisi permukiman kumuh masyarakat pesisir, serta mengkaji entitas sosial-ekonomi dan lingkungan fisik permukiman kumuh di Desa Sangsit. Teknik random sampling digunakan sebagai dasar pemilihan sampel subjek sebesar 100 masyarakat pesisir di 3 area sampel, dan dianalisis secara kualitatif. Secara sosio-ekonomi masyarakat pesisir memliki kelemahan dari sisi demografi dengan kepadatan penduduk dan jumlah anggota keluarga yang bersar, serta tingkat pendapatan, besaran tabungan dan tingkat pendidikan yang rendah. Dari aspek fisik, sebagian besar bangunan rumah masyarakat pesisir bersifat non-permanen ditinjau dari material bangunan, memiliki keterbatasan sarana prasarana kebersihan dan berbagai pelayanan publik serta lingkungan rumah dapat mengganggu kesehatan pemukim. Permukiman kumuh merupakan bentuk nyata dari kemiskinan masyarakat nelayan yang bertempat tinggal di wilayah pesisir
MEMBACA ULANG PEMIKIRAN GANDHI TENTANG KEMANUSIAAN I Ketut Wisarja; I Ketut Sudarsana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v7i1.12987

Abstract

Mohandas Karamchand Gandhi is a humanist fighter from India. The struggles of his life both in India and in South Africa have prompted him to become a humanitarian fighter with the "Nonviolent Movement". Gandhi, even though his people were gone hundreds of years ago, but his thoughts still leave interesting things to be studied in the present masses and in the upcoming masses. Gandhi's thoughts about humanity are profound and utopian, so they still have the appeal to be studied by the persecutors and observers of nonviolence. Every move Gandhi struggle always stressed the importance of respecting humanity, because humans can develop themselves and foster unity throughout the world with love. The ability to love enables human beings to change, evolves toward improvement and perfection. Gandhi's humanitarian thoughts, then branched out by seeing British atrocities in India, especially the "Amritsar Massacre" and other atrocities in Punyab by British colonials, brought him into the realm of politics he did not really want. Gandhi's efforts against British rule did not mean the destruction of the English, but a movement against the practice of colonialism with the movements of ahimsa, satyagraha, swadesi, and hartal (civil-disobedience, noncooperation and fasting). It means that Gandhi's struggle against the British colonial remains on the respect and respect of humanity, the enemy must be defeated not by humiliation, but by uplifting.
PEMERIKSAAN PSIKOLOGI TERHADAP ANGGOTA POLRI DI JAJARAN POLDA JAWA TIMUR YANG MELAKUKAN PELANGGARAN DISIPLIN Nophaz Hanggara Saputra
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v7i1.12999

Abstract

Abstract. In the police scope, the police psychologist is typical in relation to case disclosure or case investigation, so there are some professional competences required on the psychology profession within the police. This research uses qualitative approach. The role of psychologists in the Police in terms of psychological examination related members of the police problem (violation discipline) in the East Java Police ranks is to help identify problems that lead to disciplinary action of members of the Police and assist in the form of counseling so as to reduce the disciplinary action of the Police. Where the implementation is in accordance with the Telegram Chief of Police No: Pol 292 / III / 2009 on instructions to the clauses psi pro-actively carry out guidance and counseling on a regular basis, which by examination methods through observation and in-depth interviews using humanistic approach And behavioristic. Then, the constraints of the implementation of police psychologists in terms of psychological examination related members of the police who have problems (disciplinary violations) that the lack of psychological personnel in East Java Police and personnel in the ranks still not all understand the existence of a counselor as a consultant and counselor attitudes of personnel behavior. The purpose of this study is to know and describe the role of psychologists in the police in terms of psychological examination related members of the troubled police (disciplinary offenses). Keywords: Psychologist, Counseling, Discrimination Violation Abstrak. Pada lingkup kepolisian, psikolog kepolisian bersifat khas dalam kaitannya dengan pengungkapan kasus atau penyidikan perkara, sehingga terdapat beberapa kompetensi profesi yang dipersyaratkan terhadap profesi psikologi di lingkungan kepolisian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peran psikolog di Kepolisian dalam hal pemeriksaan psikologi terkait anggota Polri yang bermasalah (pelanggaran disiplin) di jajaran Polda Jawa Timur yaitu membantu mengidentifikasi masalah yang menyebabkan tindakan indisipliner anggota Polri dan membantu dalam bentuk konseling sehingga mengurangi tindakan indisipliner anggita Polri. Dimana penyelenggaraan sudah sesuai dengan SOP yang diatur dalam Telegram Kapolri No : Pol 292/III/2009 tentang instruksi kepada para kabag psi secara pro aktif melaksanakan giat bimbingan dan Konseling secara berkala,dimana dengan metode pemeriksaan melalui observasi dan wawancara secara mendalam dengan menggunakan pendekatan humanistik dan behavioristik. Kemudian, kendala penyelenggaraan psikolog kepolisian dalam hal pemeriksaan psikologi terkait anggota polri yang bermasalah (pelanggaran disiplin) yaitu minimnya tenaga Psikolog di Polda Jatim dan personil di Jajaran masih belum semuanya memahami keberadaan konselor sebagai konsultas dan pembimbing sikap perilaku personil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan peran psikolog di kepolisian dalam hal pemeriksaan psikologi terkait anggota polri yang bermasalah (pelanggaran disiplin). Kata Kunci: Psikolog, Konseling, Pelanggaran Disiplin
MEMBERDAYAKAN KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN LITERASI DI SEKOLAH DASAR Ni Nyoman Padmadewi; Luh Putu Artini; Putu Kerti Nitiasih; I Wayan Swandana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v7i1.13049

Abstract

Literasi memegang peranan sangat penting bagi setiap orang. Keberhasilan dalam literasi siswa terutama anak-anak memerlukan peran orang tua. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran orang tua dalam mendukung program sekolah terutama dalam meningkatkan literasi siswa. Penelitian dilakukan di sekolah bilingual Bali Utara yang berbasis literasi dan memiliki program melibatkan orang tua. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, dan data dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada 6 jenis keterlibatan orang tua yang mencakup keterlibatan dalam bentuk  parenting,  komunikasi, sukarelawan, pemberdayaan belajar di rumah, kolaborasi dengan masyarakat dan pengambilan keputusan.  Meskipun keterlibatan orang tua memiliki tantangan tersendiri tetapi telah terbukti membantu peningkatan tidak hanya literasi siswa, dalam membaca dan menulis tetapi juga literasi dalam bidang lain yang mencerminkan literasi dunia nyata. Diharapkan hasil penelitian ini bisa menginspirasi pihak terkait tentang bagaimana memberdayakan peran orang tua untuk meningkatkan literasi siswa.Kata kunci: Keterlibatan Orang Tua, Literasi