cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BUNGAMPUTI
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Elektronik Prodi PG PAUD
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MEWARNAI GAMBAR DI KELOMPOK B TK AISYIYAH VIII KECAMATAN TATANGA Rahmatia, Rahmatia; Zuama, Shofiyanti Nur
Bungamputi Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.749 KB)

Abstract

ABSTRAKMasalah dalam penelitian ini, yaitu kemampuan motorik halus anak belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mewarnai gambar. Subjek dan setting penelitian adalah anak kelompok B berjumlah 20 anak, terdiri dari 10 anak perempuan dan 10 anak laki-laki yang terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggart, yang dilaksanakan secara bersiklus. Data yang dikumpulkan melalui observasi, pemberian tugas, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Data pra tindakan, kekuatan memegang alat mewarnai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) 10%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 25%, Mulai Berkembang (MB) 30%, dan Belum Berkembang (BB) 35%. Kelenturan menggerakkan pergelangan tangan kategori BSB 25%, BSH 25%, MB 30%, dan BB 20%. Kerapian dalam mewarnai gambar, BSB 10%, BSH 30%, MB 20%, dan BB 40%. Setelah dilakukan kegiatan mewarnai gambar dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan dari siklus I ke siklus II. Kekuatan memegang alat mewarnai kategori BSB, BSH, dan MB dari 85% menjadi 95% (10%). Kelenturan menggerakkan pergelangan tangan kategori BSB, BSH, dan MB dari 80% menjadi 95% (15%). Kerapian dalam mewarnai gambar kategori BSB, BSH, dan MB dari 80% menjadi 90% (10%). Secara umum, peningkatan rata-rata dari siklus I ke siklus II, yaitu 11,66 kategori BSB, BSH, dan MB. Walaupun masih ada yang belum meningkat kemampuan motorik halusnya 6,67% atau kategori BB. Hasil penelitian membuktikan bahwa kegiatan mewarnai gambar dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak kelompok B TK Aisyiyah VIII Kecamatan tatanga.Kata Kunci : Kegiatan Mewarnai Gambar, Kemampuan Motorik Halus
PENERAPAN NILAI AGAMA MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA SINDUE TOBATA OTI Nurhayati, Nurhayati; Wulanda, Sri
Bungamputi Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.785 KB)

Abstract

ABSTRAKMasalah yang ditemukan dalam penelitian ini adalah penerapan nilai agama belum berkembang sesuai harapan. untuk mengetahui penerapan nilai agama melalui metode demonstras. Metode penelitian ini adalah kualitatif sedangkan jenisnya deskriptif, subyeknya seluruh anak kelompok B TK Negeri Pembina Sindue Tobata Oti berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan dokumentasi. Pengolahan data dengan teknik presentase. Hasil penelitian minggu pertama kemampuan gerakan berwudhu kategori BSB 10%, BSH 15%, MB 15%, BB 60%, kemampuan gerakan sholat kategori BSB 10%, BSH 10%, MB 15%, BB 65%, kemampuan sikap berdo’a kategori BSB 15%, BSH 10%, MB 10%, BB 65%, dan kemampuan menghafal ayat-ayat pendek kategori BSB 20%, BSH 10%, MB 15%, BB 55%.Selanjutnya penelitian minggu keempat mengalami perkembangan yang signifikan, kemampuan gerakan berwudhu kategori BSB 45%, BSH 40%, MB 10%, BB 5%, kemampuan gerakan sholat kategori BSB 50%, BSH 35%, MB 10%, BB 5%, kemampuan sikap berdo’a kategori BSB 50%, BSH 40%, MB 5%, BB 5%, dan kemampuan menghafal ayat-ayat pendek kategori BSB 45%, BSH 40%, MB 10%, BB 5% Kata Kunci:Metode Demonstrasi, Nilai-Nilai Agama
PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B TK PGRI PURNAMA KEL. BAMBALAMOTU KEC. BAMBALAMOTU KAB. PASANGKAYU Safitri, Ilmi; Mursanib, Muraeni
Bungamputi Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.818 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemberian tugas terhadap kemampuan motorik halus anak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Adapun subjek seluruh anak dikelompok B TK PGRI PURNAMA yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, data dianalisis dengan teknik persentase. Data sebelum menggunakan metode pemberian tugas pada Kelenturan mewarnai gamabar, terdapat 1 anak (7%) kategori (BSB), 3 anak (20%) kategori (BSH), 3 anak (20%) kategori (MB), dan 8 anak (53%) kategori (BB). Kemampuan menggunting gambar 1 anak (7%) kategori (BSB), 2 anak (13%) kategori (BSH), 3 anak (20%) kategori (MB), dan 9 anak (60%) kategori (BB). Ketepatan menempel gambar 1 anak (7%) kategori (BSB), 3 anak (20%) kategori (BSH), 5 anak (33%) kategori (MB), dan 6 anak (40%) kategori (BB). Sesudah menggunakan metode pemberian tugas ada peningkatan kemampuan motorik halus anak pada kelenturan mewarnai gambar 5 anak (33%) kategori (BSB), 8 anak (53%) kategori (BSH), 1 anak (7%) kategori (MB), dan ada 1anak (7%) kategori (BB). Kemampuan menggunting gambar 5 anak (33%) kategori (BSB), 7 anak (47%) kategori (BSH), dan 2 anak (13%) kategori (MB), dan 1 anak (7%) kategori (BB). Ketepatan menempel gambar 5 anak (33%) kategori (BSB), 8 anak (53%) kategori (BSH), 1 anak (7%) kategori (MB), dan ada 1 anak (7%) kategori (BB). Disimpulkan bahwa ada pengaruh metode pemberian tugas terhadap kemampuan motorik halus anak terbukti ada peningkatan rata-rata 40% kategori (BSB), 69% kategori (BSH), 33% kategori (MB), 58% kategori (BB).Kata Kunci : Metode Pemberian Tugas, Kemampuan Motorik Halus Anak
PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI Baan, Addriana Bulu; Rejeki, Hendriana Sri; Nurhayati, Nurhayati
Bungamputi Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.714 KB)

Abstract

ABSTRAKPendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun melalui pemberian rangsangan atau stimulus pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research). Maka data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan dokumentasi yang meliputi dokumen perundanng undangan atau peraturan pemerintah, artikel, jurnal, yang memiliki relevansi dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perkembangan motorik anak usia dini terbagi menjadi a) keterampilan motorik kasar, dan b) keterampilan motorik halus; 2) karakteristik perkembangan anak usia dini terdiri dari a) sistem syaraf, yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi, b) otot-otot, yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik, c) kelenjar endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada usia remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan, yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis, dan d) struktur fisik/tubuh, yang meliputi tinggi, berat dan proporsi; 3) perkembangan motorik kasar anak usia dini memperkenalkan gerakan kasar, melatih gerakan kasar, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan dan cara hidup sehat dimaksudkan a) memperkenalkan gerakan kasar, melatih gerakan kasar, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan dan cara hidup sehat, b) faktor makanan, faktor pemberian stimulus, kesiapan fisik, jenis kelamin, dan faktor budaya merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik kasar, c) untuk mengoptimalkan perkembangan motorik kasar anak usia dini, yaitu melalui aktivitas bermain seperti bermain bola, menari, bermain perang-perangan, berolahraga, termasuk senam.
MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK NEGERI PEMBINA PALU UTARA Fatmin, Fatmin; Agusniatih, Andi
Bungamputi Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.95 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah perilaku sosial anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui metode bermain peran. Subjek penelitian anak kelompok B TK Negeri Pembina Palu Utara berjumlah 20 anak, terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, pemberian tugas dan dokumentasi, data dianalisa dengan teknik persentase. Data pra tindakan kerjasama, terdapat 2 anak (10%) kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 2 anak (10%) kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 2 anak (10%) kategori Mulai Berkembang (MB) dan 14 anak (70%) kategori Belum Berkembang (BB). Tanggung jawab, terdapat 1 anak (5%) kategori BSB, 2 anak (10%) kategori BSH, 2 anak (10%) kategori MB dan 15 anak (75%) kategori BB. Sopan santun, 2 anak (10%) kategori BSH, 2 anak (10%) kategori MB dan 16 anak (80%) kategori BB. Pada siklus II. Kerjasama kategori BSB, BSH, dan MB dari 40% meningkat 90%. Tanggung jawab kategori BSB, BSH, dan MB dari 55% meningkat 90%. Sopan santun kategori BSB, BSH, dan MB dari 40% meningkat 85%. Rata-rata peningkatan kategori BSB, BSH, dan MB dari siklus I ke siklus II yaitu 43,33%, namun terdapat 11,67% kategori BB. Dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran dapat meningkatkan perilaku sosial anak di kelompok B TK Negeri Pembina Palu Utara. Kata Kunci: Perilaku Sosial; Metode Bermain Peran
MENINGKATKAN NILAI-NILAI AGAMA MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK PUDJANANTI INDONESIA KALUKUBULA Nurhayati Nurhayati; Amrullah Amrullah; Siti Umrauni
Bungamputi Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.048 KB)

Abstract

ABSTRAK           Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan anak melakukan gerakan berwudhu, shalat dan membaca doa di kelompok B Taman Kanak-kanak Pudjananti Indonesia Kalukubula. Tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan nilai-nilai agama anak di kelompok B Taman Kanak-kanak Pudjananti Indonesia Kalukubula. Metode penelitian adalah kualitatif karena peneliti memaparkan data sesuai dengan apa yang terjadi pada saat penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart. Alur pelaksanaan dimulai dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan (3) observasi dan (4) refleksiSubjek penelitian anak kelompok B Taman Kanak-kanak  Pudjananti  Indonesia  Kalukubula yang berjumlah 16 anak, terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Hasil penelitian menunjukkan demonstrasi berwudhu kategori BSB, BSH dan MB dari 43,75% meningkat menjadi 81,25%. Demonstrasi gerakan shalat kategori BSB, BSH dan MB dari 31,25% meningkat menjadi 75%. Demonstrasi sikap berdoa kategori BSB, BSH dan MB dari 43,75% meningkat menjadi 81,25%. Rata-rata peningkatan kategori BSB, BSH dan MB sebesar 39,59%, namun masih terdapat 20,83% kategori belum berkembang. Dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan nilai-nilai agama di kelompok B Taman Kanak-kanak Pudjananti  Indonesia  Kalukubula.                                                                                                                                      Kata Kunci: Nilai-nilai Agama; Metode Demonstrasi
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PERILAKU MORAL ANAK DI KELOMPOK B2 TK AL-IQRO KELURAHAN DUYU Sari, Fitra; Agusniatih, Andi
Bungamputi Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.457 KB)

Abstract

ABSTRAKPermasalahan dalam penelitian ini adalah perilaku moral anak belum berkembang sesuai harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pola asuh orangtua dengan perilaku moral anak. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B2 TK Al-Iqro Kelurahan Duyu, berjumlah 20 orang anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Pengolaan data menggunakan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 12 anak (60%) dengan pola asuh demokratis, ada 2 anak (10%) dengan pola asuh permisif, dan ada 6 anak (30%) dengan pola asuh otoriter. Dari 12 anak yang dikualifikasikan pola asuh Demokratis terdapat (49,99%) kategori BSB, (36,10%) kategori BSH, (13,88%) kategori MB dan tidak ada anak dalam kategori BB. Selanjutnya presentase rata-rata dari 2 anak yang dikualifikasikan pola asuh permisif terdapat (66,66%) kategori BSB, (33,33%) kategori BSH, tidak ada anak dalam kategori MB dan BB. Kemudian, presentase rata-rata dari 6 anak yang dikualifikasikan pola asuh otoriter terdapat kategori BSB (44,44%), kategori BSH (38,88%), kategori MB (16,66%) dan tidak ada anak dalam kategori BB. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pola asuh orangtua terhadap perilaku moral anak terbukti dengan melihat hasil pengamatan beberapa kategori perilaku moral anak dengan beberapa kategori pola asuh orangtua, berkembang sesuai harapan. Kata Kunci: Pola Asuh Orangtua, Perilaku Moral Anak.
PERANAN METODE BERCAKAP-CAKAP TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK DI KELOMPOK B TK NURJANNAH Miftahul Jannah; Fitriana Fitriana
Bungamputi Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.199 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbahasa anak di kelompok B TK Nurjannah Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripsi. Adapun subjek penelitian yaitu seluruh anak di kelompok B TK Nurjannah yang berjumlah 16 anak. Terdaftar pada tahun akademik 2018-2019. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan data hasil penelitian pada minggu pertama pada aspek menjawab pertanyaan (12,5%) kategori BSB, (18,75%) kategori BSH, (31,25%) kategori MB, (37,5%) kategori BB, aspek menyebutkan simbol-simbol huruf (12,5%) kategori BSB, (18,75%) kategori BSH, (31,25%) kategori MB, (37,5%) kategori BB, aspek menyebutkan kosa (12,5%) kategori BSB, (18,75%) kategori BSH, (25%) kategori MB, (43,75%) kategori BB. Setelah menggunakan metode bercakap-cakap pada minggu ketiga peningkatan yang signifikan, aspek menjawab pertanyaan (18,75%) kategori BSB, (37,5%) kategori BSH, (31,25%) kategori MB, (12,5%) kategori BB, aspek menyebutkan simbol-simbol huruf (25%) kategori BSB, (31,25%) kategori BSH, (25%) kategori MB, (18,75%) kategori BB, aspek menyebutkan kosa (18,75%) kategori BSB, 6 anak atau (37,5%) kategori BSH, (31,25%) kategori MB (12,5%) kategori BB. Maka dapat disimpulan bahwa kemampuan berbahasa anak dapat ditingkatkan melalui metode bercakap-cakap.Kata Kunci : Metode Bercakap-cakap, Berbahasa
MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMOK DI KELOMPOK B TK ALKHAIRAAT IV BESUSU Maryati, Maryati; Fitriana, Fitriana
Bungamputi Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.051 KB)

Abstract

ABSTRAKMasalah dalam kajian artikel ini adalah interaksi sosial anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut, telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan interaksi social anak dengan menggunakan metode Kerja Kelompok. Desain yang digunakanmodel alur Kemmis dan Mc. Taggart yang dilakukan secarabersiklus melalui 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Setting dan subjekanak kelompok Setting dan subjek penelitian adalah anak kelompok B TK Alkhairaat IV Besusu berjumlah 14 anak yang terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data melalui observasi, pemberian tugas dan dokumentasi. Jenis data adalah data kualitatif yang dianalisis melalui teknik persentase. Data pra tindakan kemampuan berkomunikasibelum ada masuk kategori BSB 0%, kategori BSH 7,14%, kategori MB 14,28%, dan kategori BB 78,57%. Kerjasama belum ada masuk kategori BSB 0%, kategori BSH 7,14%, kategori MB 7,14%, dan kategori BB 85,71%. Tolong menolong belum ada masuk kategori BSB 0%, kategori BSH 14,28%, kategori MB 7,14%, dan kategori BB 78,57% Setelah dilakukan tindakan, dapat disimpulkan bahwa metode kerja kelompok dapat meningkatkan interaksi sosial anak. Terbukti adanya peningkatan siklus I ke siklus II. Kemampuan berkomunikasi kategori BSB, BSH dan MB dari 42,7% meningkat menjadi 92,84%. Kerjasama kategori BSB, BSH dan MB dari 35,7% meningkat menjadi 92,84%. Tolong menolong kategori BSB, BSH dan MB dari 42,84% meningkat menjadi 92,85%. Rata-rata peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 52,39 % Namun masih ada 7,14% kategori belum berkembang.Kata Kunci: Interksi Sosial Anak; Metode Kerja Kelompok
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI METODE DEMONSTRASI DI TK ANATA PURA PETIMBE Meiske, Meiske; Suwika, I Putu
Bungamputi Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.793 KB)

Abstract

ABSTRAKPermasalahan pokok dalam penelitian ini adalah masih kurangnya kemampuan motorik kasar anak. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak di TK Anata Pura Petimbe Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Setting penelitian ini yaitu anak di TK Anata Pura Petimbe Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi yang berjumlah 20 anak terdiri dari laki-laki 12 anak dan 8 anak perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dengan 4 kali tindakan dalam 2 siklus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun murid. Selanjutnya dianalisa secara persentasi untuk menarik kesimpulan.Kata Kunci : Meningkatkan Motorik kasar, Metode Demonstrasi Anak Usia Dini