cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Formulasi Sediaan Gummy Candies Ekstrak Herba Pegagan (Centella asiatica) menggunakan pektin dari Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers) Amaria, Egita Feby; Luliana, Sri; Isnindar, Isnindar
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gummy candies merupakan sediaan permen kenyal yang teksturnya dicapai dengan menggunakan gelling agent seperti gelatin dan pektin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gelatin dan air daun cincau hijau terhadap sifat fisik gummy candies ekstrak herba pegagan (Centella asiatica). Metode : Gummy candies ekstrak herba pegagan dibuat dalam 4 formula dengan perbandingan konsentrasi gelatin dan pektin dari air daun cincau hijau yang berbeda (F1=15%:35% F2=20%:30% F3=25%:25% F4=30%:20%). Hasil : penelitian menunjukkan bahwa formula 4 merupakan formula dengan nilai kekerasan dan kekenyalan yang paling mendekati produk kontrol. Kesimpulan : dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi gelatin dan air daun cincau hijau tidak berpengaruh terhadap kekerasan tetapi berpengaruh terhadap kekenyalan gummy candies. Kata Kunci : Herba pegagan (Centella asiatica), gummy candies, gelatin, pektin, analisis tekstur, sifat fisik
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Rimpang Jeringau Merah (Acorus Sp.) Sebagai Nefroprotektor Pada Tikus Putih Galur Wistar Yang Diinduksi Parasetamol Dosis Toksik Yustria, Mery; Susanti, Ressi; Purwanti, Nera Umilia
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeringau Merah (Acorus sp.) telah digunakan secara empiris oleh masyarakat suku Dayak Kalimantan Barat untuk menyembuhkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek nefroprotektor ekstrak etanol rimpang jeringau merah. Uji dilakukan dengan membagi 24 tikus putih galur wistar dalam 6 kelompok: kontrol normal (CMCNa 0,5%), kontrol positif (curcuma 54 mg/kgBB), kontrol negatif (parasetamol 1350 mg/kgBB), kelompok perlakuan ekstrak etanol rimpang jeringau merah (P): P1 (250 mg/kgBB), P2 (500 mg/kgBB), dan P3 (750 mg/kgBB). Kelompok kontrol normal diberikan CMC-Na 0,5% selama 10 hari sedangkan kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, dan kelompok perlakuan diberikan sediaan selama 10 hari dan diinduksi dosis tunggal parasetamol hari ke-5 secara oral setelah 1 jam pemberian sediaan. Efektivitas nefroprotektor diamati dari kadar ureum. Data dianalisis dengan One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Hasil analisis menunjukkan kadar ureum P1 dan P2 tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (p>0,05). Berdasarkan penelitian yang dilakukan ekstrak etanol rimpang jeringau merah berpotensi sebagai agen nefroprotektor dengan menurunkan kadar ureum. Dosis ekstrak etanol rimpang jeringau merah yang efektif sebagai nefroprotektor adalah 250 mg/kgBB. Kata kunci: Jeringau Merah (Acorus sp.), nefroprotektor, parasetamol, urea
UJI MIKROSKOPIK EKSTRAK ETANOL 96% HERBA CIPLUKAN (Physalis angulata L.) Istiqomah, Rifqi; Pratiwi, Liza; Luliana, Sri
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Physalis angulata L. is a plant whose extract or infusion has been used by many countries as a popular medicine for the treatment of diseases such as malaria, asthma, hepatitis, dermatitis and rheumatism. The ethanol extract of ciplukan herb has been studied to show non-toxic activity with an LC50 value of more than 1000 ?g / mL so that it is potential to be developed into a dosage form. This study aims to determine the correctness of a sample by identifying its distinctive fragments through microscopic testing. The research method begins with determining the sample to ensure that the plants to be used are appropriate. Then performed microscopic tests and extraction. The results showed that the typical fragments found in the ciplukan herbal simplicia were the transport files, while the yield value of 96% ethanol extract of ciplukan herbs obtained in this study was 2.04%. Keywords: Physalis angulata L., microscopic testing, extraction
EVALUASI PENGGUNAAN STATIN UNTUK PENCEGAHAN RISIKO KARDIOVASKULAR ATEROSKLEROSIS PADA PASIEN DISLIPIDEMIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 Isandora, Yesica; Nurmainah, Nurmainah; Riza, Hafrizal
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lini pertama pengobatan dislipidemia adalah statin untuk pencegahan risiko penyakit Atherosclerotic Cardiovascular Disease (ASCVD). Penggunaan statin pada pasien dislipidemia dengan komorbid diabetes melitus tipe 2 masih belum tepat, sehingga berisiko tinggi terjadinya ASCVD. Penelitian ini untuk mengetahui persentase ketepatan penggunaan statin berdasarkan perbedaan risiko ASCVD dan jenis statin yang digunakan pada penderita dislipidemia dengan diabetes melitus tipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak. Penelitian observasional menggunakan rancangan potong lintang bersifat deskriptif. Pengumpulan data cara retrospektif yaitu data rekam medik, data laboratorium, dan data resep obat pasien rawat jalan dislipidemia dengan diabetes melitus tipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak periode Januari – Juni 2019. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 47 pasien. Penelitian ini menunjukkan bahwa pasien dislipidemia dengan diabetes melitus tipe 2 yang memiliki risiko ASCVD < 7,5 % sebanyak 31,91 % dengan penggunaan statin 27,65 % tepat, 4,25 % tidak tepat. Pasien dengan risiko ASCVD ?7,5% sebanyak 68,08 %, penggunaan statin masih belum tepat. Jenis statin yang digunakan pada penelitian ini yaitu simvastatin 10 mg dan 20 mg, serta atorvastatin 20 mg. Kesimpulan dari penelitian ini pasien dengan risiko tinggi ASCVD mendapatkan statin dengan dosis yang tidak tepat berdasarkan pedoman ACC/AHA 2013.
ANALISIS HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DAN KARAKTERISTIKNYA DENGAN RISIKO JATUH PADA PASIEN LANSIA DI KLINIK PENYAKIT DALAM RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK Sindarela, Sindarela
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat antihipertensi diketahui dapat menyebabkan efek samping. Efek samping yang sering terjadi yaitu hipotensi orthostatik yang merupakan penyebab jatuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, jenis kelamin dan komorbid terhadap risiko jatuh pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional bersifat analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah lansia pengguna antihipertensi berisiko jatuh pada bulan Januari hingga Desember 2019. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan basis data resep dan rekam medik elektronik. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna antihipertensi berisiko jatuh dominan digunakan pada lansia muda (60-69 tahun) sebanyak 70,5%; wanita sebanyak 54,4%; dan lansia yang disertai komorbid sebanyak 83,1%. Hasil analisis uji chi square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur (p value = 1,00), jenis kelamin (p value = 0,450), dan komorbid ((p value = 0,085) terhadap risiko jatuh. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur, jenis kelamin dan komorbid terhadap risiko jatuh pada pasien lansia pengguna antihipertensi di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak.
Kajian Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi Batuk Pada Mahasiswa Kesehatan Saputra, Pinsensius Boni; Rizkifani, Shoma; Nurmainah, Nurmainah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi biasanya dilakukan oleh mahasiswa untuk mengatasi penyakit ringan yang sering dialami contohnya batuk. Tingkat pengetahuan swamedikasi pada mahasiswa kesehatan tergolong dalam kategori baik. Namun masih terdapat penelitian yang menunjukkan pengetahuan yang baik belum tentu mempunyai perilaku yang baik dalam melakukan swamedikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi batuk pada mahasiswa kesehatan. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional bersifat deskriptif. Pengambilan sampel dengan teknik quota sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dalam bentuk google form kepada mahasiswa kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Sampel yang digunakan sebanyak 302 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2020. Hasil dan kesimpulan : responden paling banyak berjenis kelamin perempuan (79,470 %) dengan usia 19 tahun (35,430%) dan semester III (34,437 %). Pada penelitian ini responden memperoleh obat batuk paling banyak dari apotek tanpa resep dokter (59,934 %) dengan obat OBH Combi® menjadi pilihan obat yang paling sering dikonsumsi (34,437 %). Selanjutnya, dari 302 responden terdapat 213 (70,529 %) responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan 295 (97,682 %) responden memiliki perilaku yang positif.
Pengaruh Pemberian Serbuk Cangkang Telur Terhadap Bobot Badan dan Indeks Organ Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Galur Wistar dalam 28 Hari Khalishah, Hana; Kurniawan, Hadi; Nugraha, Fajar; Nurbaeti, Siti Nani; Fajriaty, Inarah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cangkang telur merupakan hasil limbah yang melimpah di Indonesia yang komposisinya memiliki fungsi di dunia kesehatan yaitu kalsium karbonat, apabila ingin dikembangkan menjadi sediaan farmasi harus diuji keamanannya dengan melihat pengaruh pemberian cangkang telur terhadap bobot badan dan indeks organ dari hewan uji. Penelitian ini untuk menganalisis perubahan bobot badan dan indeks organ pada tikus putih (Rattus norvegicus L.) galur Wistar dengan pemberian serbuk cangkang telur selama 28 hari. Metode: Analisis kuantitatif pada bobot badan dan indeks organ tikus putih (Rattus norvegicus L.) galur Wistar menggunakan Microsoft excel dan SPSS uji One Way Anova. Hasil: Tidak adanya pengaruh serbuk cangkang telur terhadap kenaikan bobot badan tikus jantan dan betina. Efek penurunan indeks organ terjadi di kelompok tikus betina pada organ ginjal-anak ginjal, hati, limpa, pankreas, dan uterus-ovarium, sedangkan di kelompok tikus jantan terjadi pada organ hati dan testis. Efek peningkatan indeks organ juga terjadi di kelompok tikus betina pada organ limpa, dan uterus-ovarium, sedangkan pada kelompok tikus jantan di organ ginjal-anak ginjal, hati, pancreas, vesikula seminalis, dan testis. Kesimpulan: Tidak terjadi perubahan pada bobot badan, sedangkan pada indeks organ terjadi efek peningkatan dan penurunan tikus jantan dan betina.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN OBAT BEBAS TERBATAS UNTUK SWAMEDIKASI BATUK PADA MAHASISWA NON KESEHATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE TO THE BEHAVIOR OF USING OVER THE COUNTER DRUGS AND FREE DRUGS IS LIMITED TO SELF-MEDICATION COUGH IN NON-HEALTH STUDENTS AT THE UNIVERSITY OF TANJUNGPURA Meilita, Dewi; Untari, Eka Kartika; Yuswar, M. Akib
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi dapat menjadi permasalahan kesehatan akibat keterbatasan pengetahuan mengenai obat sehingga akan mempengaruhi perilaku seseorang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku swamedikasi batuk serta hubungan pengetahuan terhadap perilaku penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi batuk pada mahasiswa non kesehatan Universitas Tanjungpura. Rancangan penelitian observasional dengan metode cross sectional yang bersifat analitik. Subjek penelitian adalah mahasiswa non kesehatan semester 1 angkatan 2018 di Universitas Tanjungpura. Jumlah sampel 87 orang dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling. Pengambilan data melalui kuesioner. Analisis data yang di gunakan analisis regresi linear sederhana dengan alat bantu spss versi 22. Pengetahuan swamedikasi batuk pada mahasiswa non kesehatan Universitas Tanjungpura termasuk kriteria tinggi 72,53 % yang menjawab benar. Perilaku swamedikasi batuk termasuk kriteria tepat sebanyak 58,62 %. Hasil uji regresi linear di dapat nilai signifikansi sebesar 0,028. Simpulan penelitian ini menunjukan pengetahuan tinggi serta perilaku tepat. Pengetahuan berpengaruh terhadap perilaku penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas mahasiswa non kesehatan dalam melakukan swamedikasi batuk. Hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku adalah signifikan.
PENGARUH MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) TERHADAP STABILITAS PROTEIN SEDIAAN SALEP FASE AIR EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) DENGAN PENETAPAN KADAR PROTEIN MENGGUNAKAN METODE LOWRY ., Rahmawati; Taurina, Wintari; Andrie, Mohamad
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gabus memiliki kandungan protein dan albumin yang tinggi, yaitu 70% protein dan 21% albumin. Salah satu minyak atsiri yang diproduksi di Indonesia adalah minyak cengkeh. Senyawa tanin yang terkandung dalam minyak cengkeh merupakan penghambat enzim yang kuat sehingga tidak mudah terdegradasi. Berdasarkan aktivitas yang dimiliki ikan gabus (Channa striata) dan minyak cengkeh (Syzygium aromaticum L.) perlu dikembangkan menjadi suatu sediaan farmasi yang ditujukan untuk pemakaian luar dalam bentuk sediaan salep. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui stabilitas protein fase air ekstrak ikan gabus dan minyak cengkeh (Syzygium aromaticum L.) yang digunakan sebagai antibakteri alami dalam sediaan salep dengan penetapan kadar menggunakan metode Lowry. Metode Lowry merupakan metode yang lebih sensitif dari pada metode Biuret sehingga memerlukan sampel protein yang lebih sedikit. Hasil penelitian ini kadar protein sediaan salep fase air ekstrak ikan gabus tanpa cengkeh dan salep fase air ekstrak ikan gabus dengan minyak cengkeh ada beda secara nyata p<0,05. Kadar protein tertinggi pada salep fase air ekstrak ikan gabus dan minyak cengkeh pengukuran hari ke 28 dengan nilai 655,767.
Evaluasi Penggunaan Obat Triheksifenidil sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Skizofrenia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Pontianak Musdalifah, Wiranti; Susanti, Ressi; ., Robiyanto
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Schizophrenia is a chronic and severe mental disorder that affects how a person thinks, feels, and behaves. The main therapy for schizophrenia is anti-psychotic medication. A variety of side effects arise from the use of antipsychotic drugs including extrapyramidal syndrome. Trihexyphenidyl is an anticholinergic drug which is commonly use in preventing and treating extrapyramidal symptoms caused by antipsychotic. This study aims to know the patterns of trihexyphenidyl usage and rationality of trihexyphenidyl usage in Inpatient Installation of Sungai Bangkong Psychiatric Hospital Pontianak. The method of this study was a observational method with descriptive cross sectional study design. Data were taken from patients medical record by purposive sampling technique. Samples in this study were 165 patients. Based on results, combination therapy of the most widely prescribed was trihexyphenidyl with risperidone - clozapine - trifluoperazine (35,76%). Trihexyphenidyl dose of the most widely prescribed was 2 x 2 mg/day (93,94%). Antidepressants were the most commonly used class of drugs (38,64%). Percentage of appropriate indication, appropriate drug, appropriate dose, appropriate route, appropriate frequency of administration and beware of the side effects of drugs in the use of trihexyphenidyl were respectively 64,25%, 100%, 100%, 100%, 100%, and 100%. Based on the results of study there are 109 patients (64,25%) that comply all of the medication rationality criteria.