cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK AIR DAUN SIMPUR (Dillenia indica L.) PADA MENCIT GALUR SWISS YANG DIINFEKSI Plasmodium berghei ., Supriyanto
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan aktivitas antimalarial dan nalai persentase penghambatan parasit di eritrosit dari ekstrak air daun simpur (Dillenia indica L.) yang memiliki aktivitas sebagai antimalarial terhadap mencit yang di infeksi Plasmodium berghei. Metode: penelitian ini mengunakan metode peter test dengan 7 kelompok selama 3 hari, kontrol positif (DHP = dihydroartemisinin + piperakuine), kontrol negatif (aqua destilata), ekstrak air D.indica dosis 20, 40, 60, 80, 100mg / KgBW. Penetian dimulai dengan pembuatan mencit donor dengan parameter mencit tersebut telah terinfeksi Plasmodium berghei dengan persentase lebih dari 15%. Mencit yang digunakan utuk perlakuan dengan persentase parasitemia lebih dari 2% atau 2x24 jam setelah induksi. Hasil: Ektrak dengan dosis 20mg/KgBW tidak berbeda signifikansinya (P <0.05) dengan control positif. Hasil menunjukan dengan peningkatan aktivitas yang disertai peningkatan dosis ekstrak air daun simpur. Hasil dari penelitian ini dapat dilihat dari nilai persen penghambatan parasitemia dalam eritrosit. kesimpulan: dari penelitian ini mennunjukan nilai penghambatan parasitemia dari ekstrak air daun simpur sangat baik atau IC50<100mg / KgBB dimana dengan nilai 19.222mg / kgBW. Kata kunci: Antimalaria, Dillenia idica L., Eritrosit , IC50, Mencit , Plasmodium berghei .
STUDI EFEK SAMPING DAN PROFIL PENGOBATAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT ., Fransiska Devi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit kejiwaan berat dan kronis yang terjadi dalam jangka wangku yang signifikan. Menurut Riset Kesehatan Dasar (2018) bahwa penderita skizofrenia di Indonesia sebesar 7,1% dan di Kalimantan Barat 7,5% dari total jumlah penduduk. Upaya penatalaksanaan skizofrenia denggan menggunakan pengobatan antipsikotik dalam jangka panjang yang dapat memicu terjadinya efek samping yang tidak diinginkan yang mempengaruhi kondisi fisiologis pasien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengobatan, jenis efek samping dan besar persentase kejadian efek samping dari pengobatan pada pasien skizofrenia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Metode : Jenis penelitian ini termasuk penelitian observasional menggunakan rancangan studi potong lintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif menggunakan kuisioner algoritma Naranjo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil : Profil pengobatan yang digunakan yaitu golongan antipsikotik seperti Haloperidol, Trifluoperazin, Clozapin, dan Risperidon. Jenis efek samping yang terjadi berupa sindrom ekstrapiramidal, hipotensi, efek antikolinergik, sedasi, retensi urin, takikardi, mual/muntah, nafsu makan berkurang dan insomnia. Besar persentase kejadian efek samping berkisar antara 50-80%. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini yaitu semakin banyak penggunaan pengobatan antipsikotik secara kombinasi maka semakin banyak terjadinya efek samping pada pasien skizofrenia yang dapat membahayakan kondisi pasien. Kata Kunci : Skizofrenia, Antipsikotik, Pengobatan, Efek samping.
UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA SALEP KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) KONSENTRASI 10% PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR METODE DRESSING NON-DEBRIDEMENT ., Ananta Agung Ramadhan
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka merupakan rusaknya struktur dan fungsi anatomis normal akibat proses patologisyang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Proses penyembuhan luka dipengaruhitimbulnya infeksi. Infeksi dapat diminimalisir dengan pemberian nutrisi dan kondisi lingkunganyang lembab (dressing) untuk mengembalikan kontinuitas anatomi kulit. Non-debridementdilakukan bertujuan meminimalisir proses penyembuhan luka oleh faktor eksternal, karenadebridement adalah proses mengangkat jaringan dan benda asing dari luka untuk memaparkanjaringan sehat dibawahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhanluka sediaan salep kombinasi ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) dan minyak cengkeh(Syzgium aromaticum L.) konsentrasi 10% dengan berbagai variasi perbandingan dalammempercepat proses penyembuhan luka tikus stadium II metode dressing non-debridement.Sediaan salep diformulasikan menggunakan basis vaseling flavum dan cera flava dibuat dengantiga variasi perbandingan zat aktif, yaitu F1 (25:75), F2 (50:50) dan F3 (75:25). Sediaan salepkombinasi dioleskan pada luka dan dikuantifikasi luas area luka menggunakan programMacbiophotonic Image J untuk memperoleh nilai Area Under Curve (AUC) dan dianalisisstatistik menggunakan SPSS22. Hasil rata-rata nilai AUC paling tinggi yaitu, F1(25:75) sebesar 976,27% × hari. Hasil analisis menunjukan bahwa kelompok memberikan hasil yang berbedasignifikan. Hasil uji sifat fisik menujukan bahwa semua formula memiliki sifat fisik yang baik.Kata kunci: Uji Efek Penyembuhan Luka, Piper betle L., Syzygium aromaticum L., Dressing,Non-debridement.
ANALISIS KADAR ASAM LEMAK BEBAS DAN PENETAPAN BILANGAN ASAM MINYAK CINCALOK Deisberanda, Fortunata Saesarria; Nurbaeti, Siti Nani; Kurniawan, Hadi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cincalok merupakan udang fermentasi khas Kalimantan Barat yang memiliki banyak kandungan bermanfaat seperti astaxanthin, omega-3, dan omega-6. Cincalok yang diekstraksi menggunakan minyak VCO telah diuji keamanannya dan memiliki nilai LD50>5000 mg/kgBB (praktis tidak toksik) sehingga berpotensi dikembangkan sebagai suplemen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas minyak cincalok melalui penentuan kadar asam lemak bebas dan bilangan asam. Analisis mutu minyak diperlukan agar menjamin hasil produk minyak cincalok berkualitas, berkhasiat, dan tahan lama. Pengujian dilakukan menggunakan metode titrasi alkalimetri secara triplo. Hasil yang diperoleh yaitu kadar asam lemak bebas berturut-turut 1,031%; 0,807%; 1,031% dan bilangan asam berturut-turut 0,002; 0,002; 0,002. Menurut standar yang ditetapkan oleh IFOMA (International Fishmeal and Oil Manufacturers' Association) kandungan asam lemak bebas minyak hewani yang baik yaitu sebesar 1-7%, sehingga minyak cincalok tergolong baik.
PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI SAKIT GIGI MAHASISWA BARU FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA TAHUN 2019 Alifian, Ridho Firza; Yuswar, Muhammad Akib; Kurniawan, Hadi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebanyak 69,4% dari masyarakat yang terkena sakit gigi mengobati sendiri atau melakukan swamedikasi. Namun, kesalahan swamedikasi terjadi akibat kurangnya pengetahuan dalam swamedikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran dan mengevaluasi pengetahuan dan perilaku swamedikasi mahasiswa semester 1 Fakultas Kedokteran. Metode yang digunakan adalah purposive sampling menggunakan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa semester 1. Data yang didapat dianalasis menggunakan metode Kruskal Wallis. Hasil yang didapat adalah nilai rata-rata pengetahuan sebesar 52,36 dan perilaku sebesar 66. Hasil penelitian juga menemukan penggunaan golongan penisilin dalam swamedikasi sakit gigi.. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai rata-rata pengetahuan yang rendah (<60) dan perilaku yang cukup (60-75) dengan terjadi perbedaan signifikan pada pengetahuan namun tidak pada perilaku swamedikasi sakit gigi tiap program studi. Serta ditemukan kesalahan swamedikasi sakit gigi dalam jenis obat yang digunakan.
Pengaruh Konsentrasi Vaselin Album Terhadap Sifat Fisik Sediaan Lip Gloss Minyak Almond (Prunus dulcis) Dean Vuai, Felix Ryan; Desnita, Rise; Anastasia, Desy Siska
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaselin album adalah bahan yang berfungsi sebagai emolien dan basis yang digunakan dalam pembuatan kosmetik. Vaselin album diformulasi sebagai lip gloss dengan zat aktif minyak almond dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi vaselin album sebagai basis terhadap sifat fisik sediaan lip gloss. Lip gloss minyak almond dibuat dengan konsentrasi vaselin album 5% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3). Evaluasi sediaan lip gloss meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji stabilitas fisik sediaan, dan uji kesukaan. Data dianalisis menggunakan SPSS 22 dengan metode One Way ANOVA. Penelitian menunjukkan bahwa hasil formulasi sediaan lip gloss minyak almond dengan basis vaselin album memenuhi persyaratan uji homogenitas, memiliki pH yang sesuai, tidak terdapat perubahan warna, aroma dan tekstur namun terdapat perubahan pH yang signifikan. Sediaan lip gloss yang paling disukai adalah F2. Tidak terdapat perubahan warna, aroma dan tekstur namun terdapat perubahan pH yang signifikan pada sediaan lip gloss minyak almond dengan basis vaselin album selama penyimpanan 28 hari.
STUDY OF KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF HEALTH STUDENTS ABOUT PHARMACOGENOMICS Gamayanti, Tasiana Gisela; Rizkifani, Shoma; Untari, Eka Kartika
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pharmacogenomic studies in the field of pharmacy have a role in personalized medicine so they can guarantee the delivery of drugs with the correct dose, type, indication, time, and patient. Limited information about pharmacogenomics can affect the knowledge and attitude of health students. The knowledge that a personhas can influence their attitude. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge andattitude of health students towards Pharmacogenomics. Methods: This research method is an observational analysis. The sampling technique used was quota sampling by distributing questionnaires or a google form to health students at the Faculty of Medicine, University of Tanjungpura. Data analysis was performed using the ChiSquare test at confidence level of 95%. Results: Based on the responses of 360 participants (involving medical, pharmacy, and nursing study programs) at The Faculty of Medicine, University of Tanjungpura, the most frequency of participants' age was the range 19-20 years (53.33%) with the gender of female (77.50%) and male (22.50%), it was found that the level of knowledge was the best (8,89%), very good (26,39%), good (44,44%), quite good (17,50%), and not good (2,78%). The level of participants' attitude of the role of pharmacogenomics are those who have positive attitude (77,78%) and negative attitude (22,22%). Conclusions: With the highest frequency of participant characteristics are 53% at the age of 19-20 years and 77% female, it can be concluded that the health students of the Faculty of Medicine, University of Tanjungpura had a good level of knowledge and a positive attitude about pharmacogenomics.
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN B-IPQ VERSI INDONESIA PADA PASIEN ISPA DI WILAYAH KOTA PONTIANAK Rikalia, Rikalia; Rizkifani, Shoma; Purwanti, Nera Umilia
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

B-IPQ (Brief Illness Perception Questionnaire) merupakan instrumen yang digunakan untuk studi tentang persepsi penyakit pada pasien yang menggambarkan proses bagaimana pasien menanggapi ancaman (rasa sakit) kesehatan yang dirasakan pasien. Instrumen ini belum pernah digunakan pada pasien ISPA di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen B-IPQ versi Indonesia pada pasien ISPA diwilayah Kota Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan cara survei analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Jumlah sampel 40 orang pasien ISPA dengan teknik purposive sampling. Uji validitas dilakukan dengan metode Pearson correlation (nilai korelasi ? 0,3) dan uji reliabilitas menggunakan teknik Internal consistency (Cronbach alpha coefficient ? 0,7). Hasil: Hasil uji validitas menunjukkan nilai korelasi masing-masing item > 0.3 (0.05) dan hasil uji reliabilitas menunjukkan Cronbach alpha coefficient ialah 0.862 > 0.7 (0.05). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini ialah Instrumen B-IPQ versi Indonesia valid dan reliabel untuk mengukur persepsi penyakit pada pasien ISPA di wilayah Kota Pontianak.
Candelilla Wax Sebagai Basis Pada Sediaan Kosmetik Bibir Tamara, Olivia; Desnita, Rise; Anastasia, Desy Siska
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sediaan kosmetik bibir memiliki komposisi utama yaitu butter, lilin (wax) dan minyak. Candelilla wax merupakan salah satu wax yang dapat digunakan pada sediaan kosmetik bibir dengan mengekstraksi dari tanaman Euphorbia antisyphilitica Zucc. Candelilla wax merupakan wax yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan basis pada sediaan kosmetik dikarenakan tekstur nya yang keras dan titik leleh yang tinggi sehingga lebih stabil. Candelilla wax digunakan dalam sediaan riasan wajah, produk wewangian, sediaan perawatan rambut, kulit, produk tabir surya, krim pembersih, pelembab dan penghilang kerutan.
POTENSI MINYAK JARAK (Ricinus Oil) DALAM SEDIAAN KOSMETIK BIBIR Putri, Mutiara Dinda; Desnita, Rise; Anastasia, Desy Siska
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak jarak telah digunakan secara luas pada produk kosmetik, makanan, dan formulasi farmasetik. Pada bidang kosmetik khususnya kosmetik bibir, minyak jarak diketahui mengandung asam lemak yang menyebabkan minyak ini memiliki sifat emolien. Asam lemak tersebut antara lain adalah asam risinoleat, asam palmitat, asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, asam stearat, dan asam dihidrostearat. Emolien ini dapat digunakan sebagai pelembab untuk mempertahankan hidrasi, merehidrasi kulit, dan mencegah terjadinya penguapan air pada kulit agar tidak terjadi permasalahan bibir seperti bibir pecah-pecah, kering, dan warna yang kusam. Selain itu, minyak jarak juga digunakan pada sediaan kosmetik bibir untuk mendispersikan warna secara merata, dan berpengaruh pada kelenturan sediaan. Minyak jarak juga mampu membuat campuran wax mudah untuk dituangkan dan dapat memberikan daya kilap.