cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021): Desember" : 24 Documents clear
STIMULASI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN: LITERATURE REVIEW Audina, Mia; Murtilita, Murtilita; Putri, Triyana Harlia
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.48037

Abstract

Latar Belakang : Stimulasi pada anak sangatlah penting terutama pada perkembangan bahasa anak. Panca indra dan sistim reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap, sehingga anak mampu belajar dengan baik serta keterlambatan perkembangan awal yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari dapat dihindari. Tujuan : Meninjau metode pemberian stimulasi terhadap perkembangan bahasa pada anak usia 1-5 tahun. Metode : Metode penelitian Literature Review, menggunakan framework SPIDER, dengan analisa content analysis. Hasil : Stimulasi perkembangan bahasa anak usia 1-3 tahun dapat dilakukan dengan 1) Parentese dan baby talk, 2) Demonstrasi (meniru dan memperagakan) 3) Label learning. Stimulasi perkembangan bahasa anak usia 3-5 tahun dapat dilakukan dengan 1) Membaca nyaring 2) Melibatkan anak dalam bercerita atau storytelling, 3) Bermain berbasis pembelajaran. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara stimulasi terhadap perkembangan anak dengan menggunakan berbagai metode.
PENCEGAHAN LUKA TEKAN DENGAN PERAWATAN KULIT TOPIKAL PADA PASIEN IMOBILITAS: A LITERATURE REVIEW Ibrahim, Marina
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.54380

Abstract

Luka tekan atau ulkus dekubitus adalah suatu kasus yang kerap kali dijumpai pada pasien yang mengalami gangguan mobilisasi fisik. Luka tekan yang telah berkembang cenderung sulit diobati dan dapat memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan. Penting dilakukan pencegahan luka tekan salah satunya melalui perawatan kulit dengan pengaplikasian agen topikal. Penelitian ini bertujuan memaparkan efektivitas intervensi pencegahan luka tekan dengan perawatan kulit topikal pada pasien imobilitas. Desain penelitian berupa literature review dengan penggunaan framework SPIDER sebagai strategi penelusuran artikel, artikel dikumpulkan melalui Search Engine Perpusnas dan database ProQuest, Science Direct, PubMed, Neliti serta Portal Garuda. Analisis artikel dilakukan dengan metode analisa konten. Hasil penelusuran literatur melalui proses seleksi studi didapatkan 19 artikel. Analisis artikel menunjukkan beragam penggunaan agen topikal berbasis herbal untuk pencegahan luka tekan pada pasien imobilitas diantaranya, Olive oil, virgin coconut oil, aloe vera, almond oil, peppermint gel, minyak wijen, gel tragacanth dan bubuk henna. Keseluruhan agen topikal menunjukkan pengaruh terhadap pencegahan luka tekan. Agen topikal yang berasal dari tumbuhan tidak menunjukkan efek samping. Agen topikal baik yang berasal dari minyak, gel ekstraksi maupun bubuk kering tumbuhan dengan berbagai macam manfaat kandungannya terhadap integritas kulit mampu mencegah terjadinya luka tekan.  Kata Kunci: Pencegahan luka tekan, perawatan kulit topikal, pasien imobilitas
Pengaruh Intervensi Expressive Writing Terhadap Skor Depresi ODHA Di RSUD. Dr. Soedarso Pontianak Fatah, Nur Al; Nurfianti, Arina; Herman, Herman
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.53641

Abstract

Depresi adalah gangguan mental yang paling sering dilaporkan. ODHA berisiko lebih tinggi mengalami gangguan mental, terutama depresi. Depresi pada ODHA dapat dipicu oleh stres, peristiwa kehidupan yang sulit, efek samping obat-obatan, atau efek HIV pada otak dan bahkan dapat mempercepat perkembangan HIV menjadi AIDS. Depresi dapat mengurangi kepatuhan dan kualitas hidup, melemahkan fungsi fisik dan efek terapi antiretroviral dan memberi tingkat komorbiditas medis yang lebih tinggi. Expressive writing merupakan intervensi yang dapat digunakan sebagai intervensi untuk menangani depresi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra experimen dalam kelompok kategori (one group pretest-posttest design) dengan 15 ODHA yang menderita depresi. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner BDI-II, jenis uji analitik yang digunakan adalah uji T Berpasangan. Hasil: Setelah diberikan intervensi expressive writing pada ODHA menunjukkan penurunan skor BDI-II seperti yang ditunjukan oleh uji T Berpasangan dengan nilai p 0,001, nilai mean dari 23,60 menurun ke 10,73. Kesimpulan: Ada pengaruh intervensi expressive writing terhadap skor depresi pada ODHA di RSUD. dr. Soedarso Potianak. Sehingga direkomendasikan bahwa intervensi expressive writing dapat membantu mengurangi skor depresi ODHA
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI BEBAN KERJA PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP: LITERATURE REVIEW Wahyuningsih, Sri; Maulana, Muhammad Ali; Ligita, Titan
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.55509

Abstract

Latar Belakang: Beban kerja perawat merupakan banyaknya pekerjaan yang harus dilaksanakan melebihi batas kemampuan perawat. Beban kerja yang dirasakan perawat timbul karena adanya faktor yang memengaruhinya, faktor tersebut dapat muncul dari dalam tubuh pekerja yang disebut dengan faktor internal dan dapat muncul dari luar tubuh pekerja yang disebut dengan faktor eksternal. Metode: Jenis penelitian literature review. Artikel diperoleh dari database dan mesin pencari yaitu Google Scholar, PubMed, ResearchGate dan Neliti. Dengan rentang tahun publikasi 2015-2021. Hasil: Faktor-faktor yang yang memengaruhi beban kerja perawat seperti faktor internal yang dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, ukuran tubuh, dan kondisi kesehatan dan faktor eksternal yang terdiri dari beban kerja fisik, mental dan sosial, yang temasuk beban kerja fisik seperti ketidakseimbangan antara jumlah tenaga perawat dengan jumlah pasien dan tambahan tugas, beban kerja mental seperti perbedaan kegiatan pada tiap shift, bersifat sosial berupa adanya masalah dengan rekan kerja satu ruangan dengan adanya perubahan jadwal dinas. Kesimpulan: Dalam literature review ini terdapat dua jenis faktor yang dapat memengaruhi beban kerja perawat diantaranya faktor internal yang dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan sedangkan faktor selanjutnya yaitu faktor eksternal yang bersifat fisik, mental dan sosial.
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DINITERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA : LITERATURE REVIEW Handayani, Utari; Fujiana, Fitri; Murtilita, Murtilita
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.49470

Abstract

PemberianMPASI terlalu dini merupakan faktor penyebab terjadinya kejadian stunting. Stunting adalah permasalahan gizi kronik pada balita, memiliki status gizi berdasarkan panjang badan/usia dantinggi badan/usia memiliki nilai z-score nya kurang -2 standar deviasi (SD) atau kurang dari -3standar deviasi (SD) dikatagorikan sebagai balita sangat pendek. Tujuan: Menganalisis pemberian MPASI dini terhadap kejadian stunting. Metode: Jenis penelitian mengunakan Literatur Review. Artikel di peroleh menggunakan database dengan penelusuran elektronik pada Google Scolar, Pubmed, Scindirect, dan Portal Garuda yang di publikasikan pada tahun 2016-2020. Hasil: Dari hasil Literature Review 8 artikel yang di analisis di peroleh Makanan Pendamping ASI dini (MPASI) pada balita 6 bulan terdapat hubungan signifikan terhadap kejadian stunting. Makanan pendamping ASI secara langsung jika diberikan sejak dini memiliki resiko stunting daripada balita yang diberi MPASI 6 bulan. Kesimpulan: Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan pemberian MPASI dini terhadap keadian stunting pada balita. Pemberian MPASI yang kurang tepat pada waktunya dapat mempengaruhi angka kejadian stunting sehingga diperlukan praktik pemberian MPASI secara tepat untuk menurunkan angka kasus stunting.
PENGGUNAAN MEDIA EDUKASI AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) : LITERATURE REVIEW Mardianti, Dessy; Fahdi, Faisal Kholid; ., Mita
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.53925

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya informasi pada remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi salah satu penyebab kurangnya pengetahuan untuk melakukan SADARI pada usia remaja. Penggunaan media pendidikan kesehatan memiliki pengaruh terhadap pengetahuan. Salah satu medianya adalah media audiovisual. Tujuan:  Mengetahui efektif atau tidaknya penggunaan media audiovisual terhadap pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Metode:Jenis penelitian literature review dengan kerangkakerja SPIDER. Database yaitu Science Direct, ProQuest, Neliti dan Google scholar, dan 13.041 artikel. Hasil: Dari 8 artikel hasil literature review menyatakan bahwa pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan menggunakan media audiovisual tentang SADARI efektif atau memiliki pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Penyampaian informasi melalui media audiovisual membuat seseorang lebih fokus terhadap pesan yang disampaikan, unsur suara dan unsur gambar memberikan informasi yang lebih baik danmenarik serta mudah untuk dipahami. Kesimpulan: Penggunaan media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sebanyak 70% pengetahuan seseorang diperoleh dari apa yang mereka dengar dan lihat.
Penggunaan Madu Dalam Perawatan Untuk Penyembuhan Luka Pada Pasien Diabetes Mellitus: Literature Review fatini, enny; ligita, titan; fauzan, suhaimi
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.53027

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik ditandai dengan hiperglikemia akibat penurunan sekresi insulin dan/ atau berkurangnya sensitifitas insulin. Sehingga dapat menimbulkan komplikasi berupa luka diabetik. Untuk mempercepat penyembuhan luka pada diabetes dapat dengan mengoleskan madu. Tujuan: Mengetahui tentang penggunaan madu untuk penyembuhan luka pada penderita diabetes melitus. Metode: Jenis penelitian adalah literature review. Ditemukan tujuh artikel, enam diantaranya ditulis dalam Bahasa Indonesia. Beberapa database untuk pencarian artikel tenang madu dalam penyembuhan luka DM yaitu menggunakan Google Scholar, Proquest, Science Direct dan Perpusnas dari tahun 2014 sampai 2021. Menggunakan strategi PICOT dan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Jenis madu campuran dan Kaliandra efektif untuk penyembuhan luka Diabetes. Selain itu, perawatan dengan mengoleskan madu kearea luka yang diberikan pada semua derajat (I, II dan III) efektif dan menunjukkan adanya perubahan pada jumlah, warna, dan pertumbuhan granulasi. Kesimpulan: Perawatan luka menggunakan madu sebagai terapi alternatif untuk pasien ulkus kaki diabetik bermanfaat dalam proses penyembuhan luka. Diharapkan penggunaan madu dapat dijadikan alternatif dalam perawatan luka diabetik dan bisa diterapkan oleh pasien dan keluarga.  Kata Kunci: Madu, Perawatan Luka, Diabetes Mellitus.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA BIDIKMISI S1 KEPERAWATAN UNTAN DALAM MENJALANI PERKULIAHAN Wulandari, Purnita; Priyono, Djoko; Herman, Herman
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.48006

Abstract

Latar Belakang: Bidikmisi merupakan program bantuan berupa biaya pendidikan dari pemerintah untuk mahasiswa di Perguruan Tinggi. Mahasiswa penerima diikat oleh beberapa syarat yang harus dipenuhi hingga pendidikan selesai. Sebagian mahasiswa dapat menjalani hal ini dengan baik, namun sebagian yang lain ada yang merasa cemas dengan tingkat kecemasan yang berbeda-beda. Efikasi diri berperan penting dalam menentukan seberapa besar keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam melakukan sesuatu, termasuk mengendalikan rasa cemas yang dialami individu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan bersifat korelasional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 41 orang mahasiswa Bidikmisi S1 Keperawatan UNTAN yang terdiri dari angkatan 2017, 2018, 2019 dan 2020. Pengambilan data menggunakan kuesioner ZSAS dan GSE. Uji statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil analisis univariat didapatkan 92,7% responden mengalami cemas ringan dan 7,3%   cemas sedang. Kemudian 97,6% responden memiliki efikasi diri tinggi dan 2,4% efikasi diri rendah. Hasil uji bivariat didapatkan nilai p=0,000 dan Correlation Coefficient (ρ) = -0,563. Kesimpulan: Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kuat negatif antara efikasi diri dengan tingkat kecemasan mahasiswa Bidikmisi S1 Keperawatan UNTAN dalam menjalani perkuliahan. Semakin tinggi efikasi diri, maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami.
PERBANDINGAN KEMANDIRIAN ANTARA PASIEN STROKE HEMORAGIK DAN NON HEMORAGIK: STUDI LITERATUR Ryan, Ludovikus Ryo Aprilius
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.48897

Abstract

Latar Belakang: Stroke menimbulkan ketidakmampuan dan kelemahan yang berakibat pada penurunan kemampuan fungsional yang membuat pasien bergantung pada orang. Kemandirian aktivitas hidup sehari-hari pasien pasca stroke sangat penting karena dapat membuat pasien merasa berguna dan bersemangat yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup pada penderita stroke. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kemandirian aktivitas hidup sehari-hari bagi pasien pasca stroke.  Metode: Jenis penelitian ini narrative review, artikel diperoleh dari mesin pencari Google Scholar dan pangkalan data (database) Pubmed, NEJM, JAMA, Sciencedirect, Scopus Proquest, Directory of Open Access Journals (DOAJ) dan Portal Garuda. Teknik analisis data menggunakan content analsis. Dari hasil literature review ditemukan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa rata-rata pasien pasca stroke mandiri dalam aktivitas hidup sehari-hari seperti makan, berpakaian, mandi, eliminasi, mobilitas, dan hygiene. Beberapa aktivitas pasien pasca stroke membutuhkan bantuan dan dukungan keluarga seperti melakukan aktivitas berpakaian, eliminasi, hygiene, pengetahuan dalambelajar melakukan segala kegiatan kemandirian. Kesimpulan: perbedaan kemandirian pada pasien stroke hemoragik dan non hemoragik yaitu pada aktivitas mandi, makan dan mobilitas. Sedangkan persamaan pasien stroke hemoragik dan non hemoragik yaitu sama "“ sama memerlukan bantuan dalam melakukan aktivitas berpakaian, eliminasi dan hygiene.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI: LITERATURE REVIEW Megawatie, Septy
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.54376

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi sangatlah penting karena dengan minum obat antihipertensi tekanan darah dapat dikontrol dan dalam waktu jangka panjang resiko terjadinya kerusakan organ-organ dapat dikurangi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat antihipertensi baik faktor yang mendukung maupun faktor yang menghambat kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi. Metode: Jenis penelitian ini adalah literature review dimana metode pencarian artikel menggunakan SPIDER. Artikel diperoleh dari pangkalan data ProQuest, Pubmed, ScienceDirect, Sage, Research Gate, EBSCO, Garuda dan Neliti dengan mesin pencarian Google Scholar dari tahun 2015-2021. Teknik analisa data yang digunakan yaitu analisa konten. Hasil: Hasil literature review didapatkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi yaitu usia, hidup sendiri, komorbiditas, pendidikan, pengetahuan, kepribadian, motivasi, persepsi, sikap, tindakan, stigma, dukungan keluarga, hubungan pasien dan tenaga kesehatan, peran tenaga kesehatan, komunikasi dokter, biaya pengobatan, pemahaman terkait resep, durasi meminum obat, ketersedian obat, jumlah jenis obat yang dikonsumsi dan penggunaan obat analgesik sendiri. Kesimpulan: Komorbiditas, sikap dan dukungan keluarga merupakan faktor yang paling banyak muncul dalam memengaruhi kepatuhan minum obat antihipertensi.  Kata Kunci : Kepatuhan, Minum Obat Antihipertensi, Penderita Hipertensi

Page 2 of 3 | Total Record : 24