cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI DESA NANGA KEMANGAI KECAMATAN AMBALAU KABUPATEN SINTANG ., Malisa Magdalena
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.807 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.28733

Abstract

Latar Belakang : Periode penting dalam tumbuh kembang anak terjadi pada masa anak dibawahumur 3 Tahun (batita), karena pada masa ini akan mempengaruhi dan menentukan pertumbuhandan perkembangan selanjutnya. Agar anak dapat mencapai pertumbuhan yang optimal, makadiperlukan perawatan yang lebih intensif diantaranya berupa melakukan pijat bayi. Pijat bayimerupakan upaya pemenuhan kebutuhan anak baik secara fisik, kasih sayang . perlu pengetahuanyang baik untuk melakukan pijat bayi tersebut. Tujuan :Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi di Desa NangaKemangai Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang. Metodologi Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan rancangancross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 72 responden. Alat ukur yang digunakan adalahkuisioner. Analisis statistik yang digunakan analisis chi square dengan nilai P 0,005 Hasil : Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi paling banyak pada kategori baik sebanyak 37responden (51.4%), kategori cukup baik sebanyak 24 responden (33.3%). Sedangkan pada kategorikurang baik sebanyak 11 responden (15.3%).Kesimpulan :Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat pada kategori baik sebanyak (51.4%), kategori cukup baik sebanyak (33.3%) dan pada kategori kurang baik sebanyak (15.3%).Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Pijat Bayi
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN KUALITAS TIDUR DENGAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMP NEGERI 22 PONTIANAK ., Ely Triyani
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.454 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.33858

Abstract

Latar belakang: Obesitas pada remaja merupakan masalah yang sangatmerugikan karena dapat berlanjut hingga usia dewasa. Prevalensi remaja obesitasdi Kalimantan Barat sekitar 2.295 kasus (2,94%) dari 946,045 jiwa yangmemeriksakan diri ke pelayanan kesehatan pada tahun 2015. Penyebab obesitaspada remaja dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan akibat ketidakseimbanganantara aktivitas fisik dan kualitas tidur.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitasfisik dan kualitas tidur dengan obesitas pada remaja.Metode: Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan crosssectional. Jumlah sampel 96 orang siswa/siswi kelas VII dan VIII berusia 12-15tahun. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen yangdigunakan adalah GPAQ, PSQI, dan pengukuran IMT. Data dianalisis dengan ujikorelasi Spearman dan regresi logistik dengan metode Forward.Hasil: Siswa/siswi remaja sebagian besar memiliki IMT tidak obesitas yaitu70,8%, aktivitas fisik aktif 85,4%, dan kualitas tidur baik 61,5%. Terdapathubungan dengan korelasi lemah antara aktivitas fisik dan obesitas p = 0,002 danantara kualitas tidur dan obesitas p = 0,000. Probabilitas remaja dengan aktivitasfisik tidak aktif dan kualitas tidur yang buruk dapat mengalami obesitas sebesar83,3%.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur denganobesitas dimana aktivitas fisik remaja obesitas dalam penelitian ini cenderungtidak aktif dan memiliki kualitas tidur buruk dibandingkan dengan kebutuhanaktivitas fisik atau kualitas tidur yang direkomendasikan pada usia remaja.Kata Kunci: Remaja, Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur 1Mahasiswi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura 2Dosen Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura 3Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Pontianak
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN METODE SEVEN JUMP PADA PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEPUASAN BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI KEPERAWATAN ., Fitri Ratnawati
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.124 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34463

Abstract

Latar Belakang: Untuk meningkatkan pembelajaran yang berkualitas diperlukan metode pembelajaran yangtepat. Hal ini dapat melalui penerapan metode seven jump pada problem based learning. Untuk memperolehkepuasan belajar yang baik dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti motivasi, kerja tim dan dinamikakelompok, serta lingkungan.Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan metode seven jump pada problembased learning terhadap kepuasan belajar mahasiswa Program Studi Keperawatan Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasinal analitik dengan pendekatan cross sectional.Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah 112 responden. Pengumpulan data denganmenggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi square.Hasil: Dalam pelaksanaan metode seven jump pada problem based learning terhadap kepuasan belajarmahasiswa Program Studi Keperawatan didapatkan bahwa variabel angkatan p= 0,566, jenis kelamin p= 0,815,dan frekuensi mengikuti metode seven jump p= 0,566 tidak terdapat hubungan. Sedangkan pada variabelmotivasi p= 0,004, kerja tim dan dinamika kelompok p= 0,000, dan variabel lingkungan p= 0,000 menunjukkan(p 0,05) sehingga terdapat hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Ada hubungan antara motivasi, kerja tim dan dinamika kelompok, lingkungan denganpelaksanaan metode seven jump pada problem based learning terhadap kepuasan belajar mahasiswa ProgramStudi Keperawatan.Kata kunci : Faktor-Faktor Metode Seven Jump, Kepuasan Belajar
HUBUNGAN GEJALA KLINIS PADA FASE MENOPAUSE TERHADAP KUALITAS HIDUP WANITA MENOPAUSE DI PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK BARAT ., Suci Ramadhanty
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.122 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34587

Abstract

Latar belakang: Banyak wanita menganggap bahwa menopause merupakan hal yang menakutkan, keluhan danrasa khawatir yang berlebihan menyebabkan mereka sulit melalui masa ini. Hal ini sangat mempengaruhikualitas hidup wanita menopause. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan gejala klinis pada fase menopauseterhadap kualitas hidup wanita menopause di Puskesmas Perumnas II Pontianak Barat.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yaitu analitikkorelasional denganpendekatancross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling yang melibatkan88orang wanita sebagai responden. Hasil penelitiandianalisa menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil ujiChi-Square menunjukkan bahwa pada kesehatan dan kualitas hidup secara umum didapatkanhasil nilai p = 0,345 (p0,05) tidak ada hubungan. Domain fisik didapatkan hasil nilai p = 0,007 (p0,05) adahubungan. Domain psikologis didapatkan hasil nilai p = 0,075 (p0,05) tidak ada hubungan. Domain sosialdidapatkan hasil nilai p = 0,927 (p0,05) tidak ada hubungan. Domain lingkungan didapatkan hasil p = 0,133 (p 0,05) tidak ada hubungan. Kesimpulan: Tidak ada hubungangejala klinis pada fase menopause terhadap kesehatan dan kualitas hidupsecara umum, domain psikologis, domain sosial, domain lingkungan. Terdapat hubungan gejala klinis pada fasemenopause terhadap domain fisik.Kata kunci: Gejala Menopause, Kualitas Hidup, MenopauseReferensi: 83 (1998-2018)
Hubungan Pemberian air susu ibu (ASI) dengan Kejadian Diare Pada Bayi 0-6 Bulan Di Puskesmas Kampung Dalam Pontianak Timur ., Gita Hamu Rizki
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.511 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.16486

Abstract

Latar Belakang : Diare merupakan penyakit yang sering dialami bayi usia dibawah 2 tahun yang dapat menyebabkan kematian karena mengalami dehidrasi. Diare dapat terjadi karena pemberian makanan tambahan sebelum bayi berusia 6 bulan karena pencernaan bayi belum dapat bekerja dengan baik. Pemberian ASI eksklusif sangat baik untuk bayi karena ASI mengandung banyak zat antibodi yang dapat melindungi bayi dari diare. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pemberian ASI dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Kampung Dalam Pontianak Timur. Metodologi Penelitian : Desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 57 responden dengan teknik non probability sampling dan metode consecutive sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Subjek penelitian berjumlah 57 bayi yang terdiri dari 28 bayi yang mendapatkan ASI eksklusif terdapat 5 (18%) bayi mengalami diare dan 23 (82%) bayi tidak mengalami diare, sedangkan 29 bayi yang diberikan ASI parsial sebanyak 20 (69%) mengalami diare dan 9 (31%) bayi tidak mengalami diare. Analisa dari Chi-Square menghasilkan p = 0,000 (p0,05). Kesimpulan : Ada hubungan pemberian ASI dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan. Pada bayi yang diberikan ASI parsial kejadian diare lebih banyak dibandingkan bayi yang diberikan ASI eksklusif.   Kata Kunci : Pemberian ASI, Kejadian Diare Referensi : 39 (2005-2015)
Pengaruh Edukasi Tentang Skrining (IVA Dan Pap Smear) Terhadap Perilaku Skrining Pada Wanita Usia Subur Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Kota ., Ulya Ulfah Amalia
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.591 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27532

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka kejadian gangguan reproduksi pada wanita menyebabkanwanita harus lebih sadar terhadap ksesehatan. Adapun cara untuk melakukan pendeteksian dinipada organ reproduksinya dapat dilakukan dengan pemeriksaan IVA dan Pap Smear.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang skrining(IVA dan Pap Smear) terhadap perilaku skrining pada wanita usia subur di wilayah kerja UPTDPuskesmas Kecamatan Pontianak Kota. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah WUS yang pernah menikah yang datang ke UPTD PuskesmasKecamatan Pontianak Kota diketahui tahun 2016 sebanyak 8.070 orang wanita usia subur. Sampelpada penelitian sebanyak 53 orang pasangan usia subur di Puskesmas Kecamatan Pontianak Kota(Puskesmas Kampung Bali), teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisadata di lakukan dengan perangkat lunak atau software analysis. Hasil: Sebelum dilakukan edukasi sebanyak 51 orang responden dengan presentase (96,2%) tidakmelakukan skrining IVA dan Pap Smear dan 2 orang responden dengan presentase (3,8%)melakukan melakukan skrining IVA dan Pap Smear dan setelah dilakukan edukasi sebanyak 4orang responden dengan presentase (7,59%) melakukan skrining IVA dan Pap Smear dan sebanyak49 orang responden dengan presentase (92,5%) tidak melakukan skrining IVA dan Pap Smear.Kesimpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah eduksi tentang Skrining (IVA dan PapSmear) terhadap perilaku skrining pada Wanita Usia Subur di wilayah kerja UPTD PuskesmasKecamatan Pontianak Kota.Kata Kunci: Skrining, IVA and Pap Smear, Perilaku SkriningDaftar Pustaka: 65 (2007-2015)
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT TERHADAP PENERAPAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN PADA TAHAP ADMINISTRASI OBAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK ., Aulia Safitri
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.091 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.33086

Abstract

Latar belakang: Perawat paling sering terlibat dalam tahap administrasi obat danmemainkan peran kunci dalam mencegah kesalahan dalam kolaborasi pemberianobat dengan menerapkan sasaran keselamatan pasien pada tahap adminstrasi obatsesuai dengan prinsip enam benar dalam pemberian obat. Salah satu faktor yangdapat mempengaruhi penerapan sasaran keselamatan pasien pada tahapadministrasi obat adalah motivasi kerja. Motivasi kerja perawat dapat dipengaruhifaktor internal dan eksternal. Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan motivasi kerja perawat terhadappenerapan sasaran keselamatan pasien pada tahap administrasi obat di ruang rawatinap rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.Teknik pengambilan sampel total sampling dengan sampel 48. Instrumen yangdigunakan lembar kuesioner dan observasi. Hasil penelitian dianalisamenggunakan uji Chi-Square.Hasil: Mayoritas responden memiliki motivasi kerja rendah (56,3%) dan sasarankeselamatan pasien pada tahap administrasi obat baik (54,2%). Hasil uji ChiSquaredidapatkan nilai p = 0,715 (p 0,05) yang menunjukkan tidak adahubungan motivasi kerja perawat terhadap penerapan sasasaran keselamatanpasien pada tahap administrasi obat di ruang rawat inap rumah sakit UniversitasTanjungpura Pontianak.Kesimpulan: Tidak ada hubungan motivasi kerja perawat terhadap penerapansasasaran keselamatan pasien pada tahap administrasi obat di ruang rawat inaprumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Disarankan untuk meningkatkansupervisi oleh kepala ruangan dan perlu ditetapkannya SPO pemberian obat.Kata kunci: Motivasi, perawat, sasaran keselamatan pasien, pemberian obatReferensi: 129 (2009-2018)
PENGARUH OPEN SUCTION TERHADAP TIDAL VOLUME PADA PASIEN YANG MENGGUNAKAN VENTILATOR DI RUANG ICU RSUD dr. SOEDARSO PONTIANAK ., Riri Fitri Sari
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.166 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34375

Abstract

Pasien yang terpasang ventilasi mekanik dan endotrachealtube (ETT) menghambat mekanisme batuk alamiuntuk membantu pasien dalam mengeluarkan sekret perlu di lakukan tindakan suction mempengaruhi tidalvolume maka dalam penelitian ini peneliti melihat open suction terhadap tidal volume.Tujuan :Untuk mengetahui pengaruh Open Suction terhadap tidal volume pada pasien yang menggunakanventilator di ruang ICU RSUD dr. Soedarso Pontianak. Metode :Desain penelitian ini adalah quasi ekperimendengan rancangan penelitian "uji pre dan post tanp kontrol" metode pengambilan sampel yang di gunakandalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan instrumen penelitian menggunakan lembar observasi.Analisa data yang di lakukan dengan uji-t berpasangan Hasil :analisis uji-t berpasangan menunjukkan adapengaruh terhadap tidal volume pasien di ruang ICU RSUD dr. Soedarso Pontianak dengan nilai p= 0,0001 Kesimpulan :Terdapat pengaruh open suction terhadap perubahan tidal volume sehingga tindakan suctionsebagai upaya membersihkan jalan napas pasien yang dilakukan secara berkala oleh perawat, sesuai denganindikasi pasien. Kata Kunci :Open Suction, Tidal Volume, Ventilator
EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN DISMENOREA PADA SISWI-SISWI DI KELAS X SMA NEGERI 5 PONTIANAK ., Detariani
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.053 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27332

Abstract

Latar Belakang: Rata-rata siswi yang mengalami dismenore mengeluh sakit perut disertai pusing,lemas dan bahkan ada beberapa siswi yang sampai pingsan ketika benar-benar tidak kuat menahanrasa sakit tersebut, ada pula yang terpaksa izin untuk pulang karena dismenorea.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efektifitas teknikrelaksasi nafas dalam terhadap penurunan Dismenorea pada siswi-siswi di XI SMA Negeri 5Pontianak. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah eskperimen. Populasi dalam penelitian iniadalah siswi-siswi kelas X SMA Negeri 5 Pontianak sebanyak 81 orang siswi yang mengalamidisminorea, sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 29 orang siswi kelas X SMA Negeri 5Pontianak yang mengalami disminorea (nyeri haid ringan dan sedang). Analisa data di lakukandengan perangkat lunak atau software analysis (SPSS versi 16.0). Hasil: Tingkat dismenorea sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam, diketahuibahwa nyeri haid responden sebelum dilakukan teknik relaksasi nafas dalam sebagian besar(86,2%) adalah nyeri sedang, sedangkan nyeri haid responden setelah dilakukan teknik relaksasinafas dalam diketahui sebagian besar (82,8%) responden merasakan nyeri ringan. Efektifitasteknik relaksasi nafas dalam pada remaja yang mengalami dismenorea, diketahui bahwa adapengaruh pemberian teknik relaksasi nafas dalam terhadap nyeri haid pada pada siswa kelas XSMA Negeri 5 Pontianak yang artinya teknik relaksasi nafas dalam efektif menurunkandismenorea ringan dan sedang. Kesimpulan: Teknik relaksasi nafas dalam efektif menurunkan dismenorea ringan dan sedang danefektifitas teknik relaksasi nafas dalam pada remaja yang mengalami dismenorea diketahui bahwasesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam skala nyeri haid responden mengalami penurunan.Kata Kunci: Teknik Relaksasi Nafas Dalam, Desminorea
PENGARUH TERAPI MUROTTAL TERHADAP PENURUNAN TINGKAT GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIANTAN HULU KECAMATAN PONTIANAK UTARA ., Tri Darsih
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.753 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21328

Abstract

Latar Belakang : Diabetes adalah penyakit yang dtandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang dapat menyebabkan komplikasi. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk merelaksasi tubuh adalah Terapi Murottal.Tujuan : mengetahui terapi murottal terhadap penurunan tingkat gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Siantan Hulu. Metode : Desain penelitian dengan metode quasi eksperiment Pre and Post Test dengan nonequivalent control group design.  Terapi murottal dilakukan selama 1 minggu. Jumlah sampel 34 responden yang terdiri dari 17 responden pada kelompok intervensi dan 17 responden pada kelompok kontrol dengan teknik consecutive sampling. Uji wilcoxon dan uji t tidak berpasangan digunakan dalam menganalis data penelitian.Hasil : uji statistik dengan uji wilcoxon pada kelompok intervensi pretest dan posttest didapatkan nilai p 0,234 dan kelompok kontrol 0,687. Hasil uji t tidak berpasangan pada kelompok intervensi dan kontrol pretest adalah 0,888 dan posttest adalah 0,134.Kesimpulan : Tidak ada pengaruh terapi murottal terhadap tingkat gula darah puasa pretest dan posttest pada kelompok intervensi dan kontrol, serta tidak ada pengaruh terapi murottal pada kelompok intervensi terhadap penurunan tingkat gula darah puasa yang dibandingkan dengan kelompok kontrol.  Kata Kunci : Terapi Murottal, Diabetes Melitus Tipe 2, Gula Darah Puasa1Mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura2Dosen Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura