cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
EDUKASI KESEHATAN TERSTRUKTUR TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) ., Asti Pratiwi
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.891 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.31079

Abstract

Latar Belakang : Kurangnya informasi terkait Penyakit Jantung Koroner (PJK) menyebabkan kualitas hiduppenderitanya mengalami penurunan. Pemberian edukasi kesehatan terstruktur merupakan satu diantaraintervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pada pasien penyakit jantung koroner.Tujuan : Mengetahui perbedaan kualitas hidup pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) sebelum dan sesudahdiberikan edukasi kesehatan terstruktur pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Metode : Penelitian kuantitatif quasy experiment pre and post test control group design pada 38 respondenmenggunakan kuesioner World Health Organization"™s Quality of life (WHOQOL-BREF) dengan jenis analisisuji T berpasangan. Penelitian ini dilakukan di RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Pontianak.Hasil : Setelah pemberian edukasi kesehatan terstruktur pada pasien Penyakit Jantung Koroner menunjukanhasil uji T berpasangan dengan nilai signifikan p=0,0001. Kesimpulan : Ada perbedaan kualitas hidup pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) sebelum dan sesudahdiberikan edukasi kesehatan terstruktur pada kelompok intervensi dan kontrol di RSUD Sultan SyarifMohammad Alkadrie Pontianak. Berdasarkan penelitian ini, edukasi kesehatan terstruktur dapatdirekomendasikan sebagai intervensi keperawatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakitjantung koroner.Kata Kunci : Edukasi Kesehatan Terstruktur, Kualitas Hidup, Penyakit Jantung Koroner (PJK)Referensi : 47 ( 2005-2018)
KESESUAIAN ANTARA SPIRITUAL ASSESSMENT SCALE DAN SPIRITUALITY WELLBEING SCALE SEBAGAI INSTRUMEN PENGUKURAN SPIRITUALITAS PASIEN RAWAT INAP YARSI PONTIANAK ., Annissa Puspa Juwita
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.184 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34512

Abstract

Latar Belakang : Dalam praktiknya pemnuhan kebutuhan spiritual pada klien masing kurang dansering tidak menjadi fokus perhatian perawat, salah satunya karena faktor kurangnya pengetahuan danpelatihan mengenai asuhan keperawatan. Sebagian besar rencana perawatan didasarkan pada alatpenilaian standar, berupa instrumen pengkajian. Spirituality Well-Being Scale (SWBS) merupakaninstrumen yang telah banyak digunakan secara luas dalam berbagai penelitian mengenai spiritualitas,sedangkan instrumen Spiritual Assessment Scale (SAS) belum pernah diadaptasikan di Indonesia.Tujuan : Mengidentifikasi kesesuaian antara Spiritual Assessment Scale dan Spirituality Well-BeingScale sebagai instrumen pengukuran spiritualitas pasien rawat inap.Metode : Penelitian kuantitatif dengan jumlah responden 108 pasien rawat inap. Uji yang dilakukanadalah uji content dan construct untuk validitas dengan metode pearson product moment dan internalconsistency untuk reliabilitas dengan metode cronbach"™s alpha. Hasil : Didapatkan persentase kesesuaian antara SAS dan SWBS adalah 72,2% yang memilikikesesuaian atau persamaan pada tingkat spiritual dikedua instrumen. Uji validitas menunjukkan semuaitem pertanyaan pada kedua instrumen valid, dikarenakan r hitung r tabel. Nilai koefisiensi cronbach"™salpha instrumen SAS bernilai 0,899 dan instrumen SWBS 0,953 yang bermakna kedua instrumenreliabel.Kesimpulan : Kesesuaian antara SAS dan SWBS sebagai instrumen pengukuran spiritualitas pasienrawat inap bermakna kesesuaian sedang.Kata Kunci : Spiritual Assessment Scale (SAS), Spirituality Well-Being Scale (SWBS), instrumen,spiritualitas
Hubungan Beban Kerja Perawat Pelaksana terhadap Penerapan Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Dokter Soedarso Pontianak ., Agung Triputra
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2607.883 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34337

Abstract

Latar Belakang: Perawat merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan dirumah sakit, hingga saat ini masih mengalami beban kerja berat. Beban kerjaperawat merupakan unsur yang harus diperhatikan untuk mendapatkan keserasiandan produktifitas kerja yang tinggi. Ruang rawat inap penyakit dalam, paru-paru,bedah dan saraf RSUD Dokter Soedarso Pontianak mempunyai kesenjangan rasioantara perawat dengan pasien yang tidak ideal sehingga berdampak padapenerapan keselamatan pasien.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat pelaksana terhadappenerapan keselamatan pasien di ruang rawat inap Penyakit Dalam, Paru-paru,Bedah dan Saraf RSUD Dokter Soedarso Pontianak. Metodologi: Jenis Penelitian Kuantitatif dengan desain Observasional Analitikmelalui pendekatan Cross Sectional. Sampel berjumlah 62 responden yangdilakukan teknik probability sampling dengan stratified random sampling.Analisa data menggunakan uji korelasi Somers"™d dengan analisis p 0,05.Hasil: Hasil uji statistik karakteristik responden, jenis kelamin terbanyak yaituperempuan (66,1%), usia terbanyak 21-35 tahun (62,9%), pendidikan terbanyakDIII (64,5%), dan masa kerja paling banyak 5 tahun (43,5%). Data beban kerjaperawat masuk dalam kategori berat (51,6%), dan penerapan keselamatan pasiendengan kategori kurang (40,3%). Hasil uji statistik menggunakan uji korelasiSomers"™d didapatkan nilai p 0,033 (p 0,05), dengan nilai r -215.Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara beban kerja perawat pelaksanaterhadap penerapan keselamatan pasien di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam,Paru-paru, Bedah dan Saraf RSUD Dokter Soedarso Pontianak, arah korelasinegatif dengan kekuatan lemah. Diperlukan pendistribusian tenaga perawat secaraideal serta monitor dan evaluasi penerapan keselamatan pasien secara berkala.Kata Kunci : Perawat, Beban Kerja, Keselamatan Pasien.
HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN STATUS GIZI BERDASARKAN BB/U PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA SINGKAWANG ., Siti Indriyani Safitri
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.871 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27157

Abstract

Latar Belakang :Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki masalahkesehatan anak yaitu masalah gizi padaanak balita. Dari 35 Provinsi di Indonesia, KalimantanBarat merupakan salah satu Provinsi yang termasuk dalam lima peringkat tertinggi pada anakbalita yang berstatus gizi buruk dan sepuluh peringkat terendah pada anak balita yangberstatus gizi baik. Masalah gizi pada anak balita dipengaruhi oleh beberapa faktordiantaranya yaitu sikap dan pengetahuan ibu tentang gizi anak.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara sikap dan pengetahuan ibu dengan status giziberdasarkan BB/U pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Singkawang. Metode :Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif dengan desain analitikobservasional menggunakan pendekatan potong lintang. Tehnik pengambilan sampel dalampenelitian ini menggunakan tehnik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52responden. Uji statistik yang digunakan adalah fisher.Hasil :Hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji fisher didapatkan nilai p value P0,05,yaitu nilai P 0,04 dan 0,23.Kesimpulan : Ada hubungan antara sikap dan pengetahuan ibu dengan status giziberdasarkan BB/U pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Singkawang. Kata Kunci :Status Gizi Anak Balita, Sikap Ibu, Pengetahuan Ibu
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG PENCEGAHAN KANGKER SERVIKS DI UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK KOTA (PUSKESMAS JENDRAL URIP) ., Maida Riani
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.576 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27296

Abstract

-
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP INSOMNIA PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM YARSI PONTIANAK ., Widiyanto
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.486 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.29488

Abstract

Latar Belakang : Pada tahun 2013 sebanyak 22.115 pasien yang menjalanihemodialisis. Hemodialisis merupakan terapi alternatif pasien gagal ginjal kronikyang dilakukan selama seumur hidup, yang mengakibatkan perubahan biologis,psikologis, sosial dan spiritual. Selama proses hemodialisis pasien mengalamigangguan tidur insomnia. Insomnia dapat diatasi dengan terapi farmakologi dannon farmakologi, salah satu terapi non farmakologi yaitu dengan teknik relaksasiyang efektif dan mudah digunakan untuk mengatasi insomnia. Relaksasi bensonmerupakan kombinasi relaksasi dengan sistem kepercayaan individu kepadaTuhan dengan berbicara berulang kali secara reguler.Tujuan : Mengetahui pengaruh teknik relaksasi benson terhadap insomnia padapasien yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasieksperimen menggunakan pendekatan pre test dan post test dengan control groupdesign. Teknik sampling yang digunakan yaitu non probability sampling denganpendekatan consecutive sampling. Penelitian dilakukan selama 10 hari (24 April "“3 Mei 2018) dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Instrumenyang digunakan yaitu Pittsburgh Insomnia Rating Scale-20 Item Version(PIRS_20) dan standar prosedur operasional relaksasi benson. Analisis datamenggunakan paired t-test, Wilcoxon dan Independent Sample t-test.Hasil : Karakteristik responden adalah rentang umur 46-55 tahun (37,5%), perempuan (59,4%), pendidikan SMA (50%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga(43,8%), status menikah (87,5%) dan telah lama menjalani hemodialisis (46,9%).Analisis bivariat dengan uji Independent Sample t-test skor insomnia padakelompok kontrol dan kelompok perlakuan didapatkan nilai p= 0,000 (0,05).Kesimpulan : Terdapat pengaruh teknik relaksasi benson terhadap insomnia padapasien yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak.Kata Kunci: Insomnia, Hemodialisis, Relaksasi Benson
BREATHING EXERCISES TERHADAP KUALITAS HIDUP DAN PEAK EXPIRATORY FLOW RATE PADA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DI UPT. PELAYANAN KESEHATAN PARU KALIMANTAN BARAT ., Ericha Rizki Ridhowati
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34269

Abstract

Latar Belakang: PPOK diproyeksikan menjadi penyebab kematian ke-3 padatahun 2020. PPOK mengakibatkan penderita mengalami keterbatasan aliran udarayang menyebabkan penderita menjadi sesak napas ini dapat dibuktikan denganpenurunan nilai peak expiratory flow rate dan menyebabkan penurunan kualitashidup jadi breathing exercises akan sangat membantu untuk meningkatkan kualitashidup dan PEFR. Tujuan: Menganalisis pengaruh breathing exercises terhadap kualitas hidup danpeak expiratory flow rate pada pasien PPOK.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan quasy experiment dengan pre test andpost test nonequivalent control group pada 30 responden dengan teknik purposivesampling. Instrumen kualitas hidup menggunakan kuesioner COPD assessment test(CAT) dan pengukuran peak flow meter untuk mengukur PEFR. Uji menggunakanPaired T Test, uji Wilcoxon dan uji Regresi Linier Sederhana.Hasil: Paired T test kualitas hidup (p=0,000) dan PEFR (p=0,000). Uji MannWhitneyTestkualitashidup (p=0,088)danPEFR(p=0,603).Kesimpulan:TidakadapengaruhbreathingexercisesterhadapkualitashidupdanpeakexpiratoryflowratepadapasienPPOK.  KataKunci:PPOK,breathingexercises,kualitashidup, PEFR.
EFEKTIFITAS SENAM AEROBIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN REMAJA PUTRI SAAT PRE MENSTRUAL SYNDROME (PMS) DI MADRASAH ALIYAH NEGERI MEMPAWAH ., Fitriani
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.732 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26948

Abstract

Latar Belakang: Pre menstrual syndrome (PMS) merupakan salah satu keadaan yang dapatmenimbulkan kecemasan. Remaja putri yang mengalami kondisi ini bisa mengalami cemas ringan,sedang atau berat. Kecemasan pada saat PMS yang tidak ditangani dengan baik mengakibatkan remajaputri mengalami gangguan aktifitas sehari-hari, selain itu remaja putri akan mengalami tanda-tandakecemasan yaitu jantung berdebar-debar, pusing, dan perasaan khawatir. Salah satu pencegahan yangdapat menurunkan tingkat kecemasan adalah dengan melakukan senam aerobik, sehingga penting untukmencegah terjadinya kecemasan khususnya bagi remaja yang mengalami PMS.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas senam aerobik terhadap tingkat kecemasanremaja putri saat pre menstrual syndrome (PMS) kelas X dan XI di Madrasah Aliyah Negeri Mempawah Metode: Penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan one grup pre test-posttest design, pada 24 orangresponden remaja putri kelas X dan XI, sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Uji analisisyang digunakan adalah Marginal homogeneity.Hasil: Hasil analisis uji Marginal homogeneity diperoleh hasil p value sebesar 0,011 (p0,05).Kesimpulan: Senam aerobik efektif terhadap penurunan tingkat kecemasan remaja putri saat PMS kelasX dan XI di Madrasah Aliyah Negeri Mempawah. Sehingga dapat di berikan edukasi senam aerobiksebagai media pencegahan kejadian kecemasan khususnya bagi remaja yang mengalami pre menstrualsyndrome.Kata Kunci: Senam aerobik, kecemasan, pre menstrual syndrome, remaja.
GAMBARAN TINGKAT STRES PERAWAT DI RUANGAN ICU (INTENSIVE CARE UNIT) DAN ICCU (INTENSIVE CARDIAC CARE UNIT) RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK ., Selly Malisa
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.088 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34473

Abstract

Latar Belakang : Stres muncul apabila sesorang mengalami beban kerja atau tugas berat yang tidak mampudiatasi. Stres yang terjadi pada perawat diakibatkan beban kerja yang berlebihan dan kurangnya istirahat terlebihperawat yang bekerja di Intensive Care Unit dan Intensive Cardiag Care Unit yang beban kerjanya lebih tinggidari ruangan-ruangan lain.Tujuan : Mengetahui gambaran tingkat stres perawat yang bekerja di ruangan Intensive Care Unit dan IntensiveCardiag Care Unit di RSUD Dr. Soedarso PontianakMetode : Kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif, penelitian ini menggambarkanfenomena yang terjadi pada responden penelitian. Penelitian ini diambil dalam satu waktu sehinngamenggunakan pendekatan cross sectional.Hasil : Hasl univariat menunjukkan bahwa rentang usia terbanyak ialah 23 "“ 33 (55,6%), jenis kelaminterbanyak perempuan (72,2%), lama bekerja terbanyak 4 "“ 13 tahun (44,4), dan pendidikan terkahir terbanyakialah DIII (86,1%). Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan hasil gambaran tingkat stres perawat ICU dan ICCU denganrentang usia 23 "“ 33 tahun terbanyak 14 responden mengalami tingkat stres normal, tingkat stres menurutkarakteristik jenis kelamin terbanyak perempuan dengan 16 responden yang memiliki tingkat normal, sedangkanuntuk pendidikan terbanyak DIII dengan 19 responden dengan tingkat stres normal dan lama bekerja terbanyak4 "“ 13 tahun dengan 6 responden yang mengalami stres normal.Kata Kunci : Referensi : (2007-2017)
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA MUDA HIJAU TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK ., Riki Sulindra Ramadhan
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.273 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34661

Abstract

Latar Belakang : Epidemi hipertensi terus meningkat di negara maju dan berkembang. Hipertensimerupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Pravelensi hipertensi di KotaPontianak meningkat drastis pada tahun 2017 dengan jumlah 154.338 kasus. Pengobatanhipertensi salah satunya dengan pengobatan herbal minum air kelapa muda hijau. Air kelapa mudahijau mengandung kalium dan magnesium yang diduga dapat menurunkan tekanan darah.Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian air kelapa muda hijau terhadap tekanan darah padapenderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas Perumnas II Pontianak.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian Quasy Experiment denganrancangan pre test and post test nonequivalent control group. Sampel 20 kelompok intervensi dan20 kelompok kontrol. Uji t berpasangan digunakan untuk melihat pengaruh intervensi. Analisauntuk mengetahui perbedaan menggunakan uji t tidak berpasangan dan Mann Whitney.Hasil : Hasil analisis didapatkan nilai p untuk sistolik dan diastolik kelompok intervensi yaitu0,001 (p 0,05) yang menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian air kelapa muda hijauterhadap tekanan darah pada penderita hipertensiKesimpulan : Air kelapa muda hijau dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik padapenderita hipertensi.Kata Kunci : Tekanan Darah, Hipertensi, Air Kelapa muda Hijau Referensi : 66 (2009-2017)