cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
RELAKSASI GENGGAM JARI DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALIANYANG ., Modesta Ferawati
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.443 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.29625

Abstract

Latar Belakang : Gout Arthritis (GA) merupakan gangguan metabolik yang ditandai denganpeningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Nyeri merupakan manifestasiyang sering timbul dan sangat mengganggu. Penatalaksanaan nyeri GA ini dapatmenggunakan terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi nonfarmakologis yang dapatdiberikan adalah relaksasi genggam jari dan kompres hangat.Tujuan : Mengetahui efektivitas relaksasi genggam jari dan kompres hangat terhadapintensitas nyeri pada penderita gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Alianyang.Metode : Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Quasi ExperimentPre and Post Test Control Group Design. Penelitian ini menggunakan teknik Non probabilitysampling dengan metode Accidental Sampling dengan jumlah sampel 40 responden yang dibagimenjadi 20 responden pada kelompok perlakuan dan 20 responden kelompok kontrol. Analisadata menggunakan uji Wilcoxon dan uji Regresi Linier Sederhana.Hasil : Karakteristik responden berdasarkan usia sebagian besar responden berusia 56-65 tahun dengan persentase 37,5%, jenis kelamin terbanyak perempuan, yaitu 87,5%, IMT terbanyakpada kategori overweight yaitu sebanyak 47,5%, budaya sebagian besar responden adalah sukuMelayu yaitu 60%, dan asupan purin sebagian besar responden mengkonsumsi makanan tinggipurin yaitu 45%. Analisis Bivariat wilcoxon sebelum dan setelah intervensi pada kelompokperlakuan diperoleh nilai p value 0,000 0,05 dan hasil uji regresi linier diperoleh hasil terjadipenurunan intensitas nyeri pada kelompok relaksasi genggam jari sebesar 0,549 dan padakompres hangat sebesar 0,243.Kesimpulan : Terjadi penurunan intensitas nyeri setelah dilakukan relaksasi genggam jaridan kompres hangat pada penderita GA. Pada penelitian ini, relaksasi genggam jari lebih efektif daripada kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri penderita GA. Kata Kunci : Relaksasi Genggam Jari, Kompres Hangat, Gout Arthritis, nyeriReferensi : 26 (2006-2018)
HUBUNGAN CARA MENGGOSOK GIGI TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGRI 06 KECAMATAN PONTIANAK UTARA ., Rizky Ananda Putri
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.286 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.22359

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia penyakit gigi dan mulut terutama karies, masih banyak diderita oleh anak-anak. Penyakit karies gigi menempati peringkat ke 6 dari penyakit yang sering diderita. Hal ini ditunjukan oleh data bahwa, 91,1% penduduk Indonesia sudan menyikat gigi namun hanya 7,3% yang berprilaku benar dalam menyikat gigi. Cara menggosok gigi yang tidak benar dapat mengakibatkan terjadinya karies gigi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cara menggosok gigi terhadap kejadian karies gigi pada anak usia sekolah.Metode: Desain yang digunakan adalah desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total Sampling. Jumlah responden 48 orang. Uji statistik yang digunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan cara menggosok gigi terhadap kejadian karies gigi pada anak usia sekolah (p0,05).Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini, terdapat hubungan cara menggosok gigi dengan kejadian karies gigi di SD Negeri 06 kecamatan Pontianak Utara. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam upaya pencegahan terjadianya karies gigi.  Kata Kunci: Karies Gigi ,menggosok gigi, anak usia sekolah. Referensi : 49 (2006-2015)  
PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROLEMIA DIWLAYAH KERJA UPK PUSKESMAS ALIANYANG ., Ade Windasari
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.862 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34276

Abstract

Latar Belakang : Hiperkolesterolemia merupakan keadaan ketika kadar kolesterol dalam darah ≥ 200mg/dl. Di Wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyang masih banyak penderita hiperkoleterolemia yangmasih belum mengetahui tentang pengobatan komplementer untuk menurunkan kadar koleterol yangtinggi. Pengobatan komplementer hiperkoleterolemia adalah terapi bekam basah. Kandungan darahyang dikeluarkan pada saat proses pembekaman mengadung darah kotor, plak-plak, zat toksik yangmenempel pada pembuluh darah yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh termasuk kolesterol.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol padapenderita hiperkoleterolemia di wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyang Kota Pontianak.Metode : Kuantitatif dengan desain Pre Eksperimen dengan rancangan One Group Pre-Test andPost-Test. Sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlahresponden 14 orang. Analisis statistik penelitian ini menggunakan Uji T berpasangan dan ujiWilcoxon, dengan tingkat signifikan kolesterol total p 0,05. Kolesterol Triglyserida, HDL dan LDLdengan tingkat signifikan 0,05.Hasil : Diketahui bahwa rerata usia responden yaitu 47,29 tahun, dengan usia termuda 45 tahun danusia tertua responden 57 tahun. Rerata IMT responden yaitu 23,86 dengan IMT terendah 17 dan IMTtertinggi responden 33. Berdasarkan uji statistik uji T berpasangan Koletesrol total, triglyserida danLDL didapatkan nilai p kolesterol total p = 0,612, triglyserida p = 0,242, LDL = 0,396. Berdasarkanuji Wilcoxon HDL didapatkan hasil p = 0,71.Kata kunci : Hiperkolesterolemia, Terapi Bekam, Penurunan Kadar Kolesterol.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER (Lavendula Angustifoila) TERHADAP NYERI KALA I PERSALINAN DI RUMAH SAKIT BERSALIN JEUMPA PONTIANAK ., Eni Sudarman
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.208 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27109

Abstract

Latar Belakang : Nyeri persalinan merupakan sensasi yang tidak menyenangkan danbersifat subjektif dan objektif. Secara objektif nyeri dapat diukur dengan pemantauantanda-tanda vital (Tekanan darah, nadi dan pernapasan). Manajemen nyeri secara nonfarmakologi untuk menurunkan sensasi nyeri salah satunya adalah aromaterapi lavender,dimana manajemen ini belum pernah dilakukan di Rumah Sakit Bersalin JeumpaPontianak. Tujuan : Mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi lavender terhadap nyeri kala Ipersalinan di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan pra-eksperimen dengan rancangan pre dan post satukelompok terhadap tanda-tanda vital pada 10 responden penelitian, yang dianalisismenggunakan 2 uji yaitu, Wilcoxon pada data tidak normal, dan metode T berpasanganpada didtribusi data normal.Hasil : Berdasarkan hasil uji analisis menunjukkan pada nilai tekanan darah sistolik dandiastolik didapatkan nilai p = 0,039 dan p = 0,014 (p value 0,05). Sedangkan pada nadidan pernapasan didapatkan nilai p = 0,158 dan p = 0,133 (p value 0,05).Kesimpulan : Aromaterapi Lavender efektif terhadap perubahan nilai tekanan darahsistolik dan diastolik, dan tidak efektif terhadap perubahan jumlah nadi dan pernapasan.Kata Kunci : Aromaterapi, nyeri persalinan, ibu primigravida, kala I
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT PADA PELAKSANAAN ORIENTASI PASIEN BARU DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ANTON SOEDJARWO BHAYANGKARA PONTIANAK ., Indri Tri Handayani
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.97 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34578

Abstract

Latar Belakang : Hubungan komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yangdilakukan seorang perawat untuk menciptakan hubungan Saling percaya danmerencanakan tindakan keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien sertauntuk mencapai kepuasan. Orientasi pasien baru adalah kesepakatan antaraperawat dan pasien atau keluarga dalam memberikan asuhan keperawatan.Tujuan : Untuk mengetahui "Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat PadaPelaksanaan Orientasi Pasien Baru Dengan Kepuasan Pasien Di Ruang RawatInap Rumah Sakit Anton Soedjarwo Bhayangkara Pontianak"Metode : Penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling dengan metodestrafied random sampling. Jumlah responden 82 orang. Uji statistik yangdigunakan adalah chi-square.Hasil : Didapatkan p value = 0,024 (p0,05) artinya terdapat hubungan antaraorientasi pasien baru dengan kepuasan pasien. Orientasi pasien baru yangdilakukan oleh peneliti menunjukan hasil sebanyak 57 orang (69,5%) menyatakanYa pada orientasi pasien baru. Pasien yang menjalani perawatan diruang rawatinap rumah sakit anton soedjarwo pontianak sebanyak 51 orang (62,2%)menyatakan puasKesimpulan : Terdapat Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat PadaPelaksanaan Orientasi Pasien Baru Dengan Kepuasan Pasien Di Ruang RawatInap Rumah Sakit Anton Soedjarwo Bhayangkara Pontianak.Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Orientasi Pasien Baru, Kepuasan PasienReferensi : 37 (2006-2018)
engaruh Terapi Musik Klasik terhadap Tingkat Depresi pada Pasien Skizofrenia di RuangRawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Kalimantan Barat ., Wisnu Prabowo
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.29 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34469

Abstract

Latar belakang: Salah satu diagnosis gangguan jiwa yang sering dijumpai adalahSkizofrenia. Penderita ini mengalami gangguan emosi yang dapat berupaketakutan, kecemasan, depresi dan kegembiraan yang berlebihan. Depresi yangterjadi pada pasien skizofrenia akan mengalami konflik kejiwaan yang biasanyabersumber dari konflik internal maupun eksternal. Sebagian besar pasienskizofrenia akan mengalami depresi dan untuk menangani masalah depresi dapatmenggunakan salah satu terapi nonfamakologi yaitu terapi musik seperti musikklasik.Tujuan: Mengetahui bagaimana pengaruh musik klasik dalam menurunkan skordepresi pada pasien skizofrenia di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa DaerahSungai Bangkong.Metodologi Penelitian: Menggunakan metode kuantitatif dengan desainpenelitian satu kelompok subjek yang dilakukan observasi sebelum dilakukanintervensi kemudian diobservasi lagi setelah intervensi dengan rancanganpenelitian pre eksperimen dalam kategori satu kelompok (one group pretestpostest).Sampel sebanyak 9 responden dengan teknik pengambilan sampelmenggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner BDI(Beck Depression Inventory).Hasil: Uji hipotesis dengan menggunakan uji t berpasangan menunjukkan bahwaterdapat pengaruh terapi musik klasik terhadap tingkat depresi pada pasienskizofrenia di ruang rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkongdengan perbedaan nilai yang bermakna antara pre test dan post test tingkat depresi(p= 0,000).Kesimpulan: Pemberian terapi musik klasik memiliki pengaruh terhadap tingkatdepresi. Hal ini menunjukkan pentingnya peran perawat dalam intervensikeperawatan jiwa berupa musik klasik untuk mengurangi kejadian depresi.Kata kunci: Skizofrenia, Depresi, Musik Klasik
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP TINGKAT DEPRESI ANAK DIDIK DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II B KABUPATEN KUBU RAYA ., Bella Afriyanti
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.143 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27262

Abstract

Latar Belakang : Anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) akan merasakan cemas akibatproses hukum yang dijalani, yang apabila tidak diatasi dapat menimbulkan depresi. Depresimerupakan suatu kondisi dimana manusia mengalami gangguan alam perasaan (mood) yangditandai dengan kemurungan, kelesuan, tidak adanya gairah hidup, sampai perasaan putus asa.Depresi yang terjadi pada ABH yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) belummendapatkan penanganan khusus. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membantumengatasi depresi adalah dengan terapi tertawa. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada anak didik diLembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II B Kabupaten Kubu Raya.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi eksperiment dengan metode pretest andposttest without control group, yang dilakukan pada 14 anak didik yang mengalami depresi.Tingkat depresi diketahui dengan mengisi kuesioner Beck Depression Inventory II (BDI-II).Hasil : Sebelum diberikan terapi diketahui tingkat depresi paling tinggi adalah depresi sedangsebanyak 57,1% dan paling rendah pada tingkat depresi berat sebanyak 7,1%, kemudian setelahdiberikan terapi diketahui tingkat depresi paling tinggi adalah depresi ringan dan normal denganmasing-masing 42,9% dan paling rendah pada tingkat depresi sedang yaitu 14,3%. Hasil ujimarginal homogeneity menunjukkan nilai p = 0,006 (0,05).Kesimpulan : Terdapat pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada anak didik diLembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II B Kabupaten Kubu Raya. Sehinggadirekomendasikan menggunakan terapi tertawa sebagai terapi rutin.Kata Kunci : Depresi, tertawa, remaja
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP NYERI BERULANG PADA PASIEN LANSIA DENGAN OSTEOARTHTRITIS DIWILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS ALIANYANG ., Diani
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.283 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.29183

Abstract

Latar Belakang : Osteoarthtritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitandengan kerusakan kartilago sendi, vertebra, panggul, lutut dan pergelangan kaki. Pasienbiasanya mengeluh nyeri pada waktu melakukan aktivitas atau jika ada pembebanan padasendi yang terkena. Pada derajat yang lebih berat nyeri dapat dirasakan terus menerussehingga sangat mengganggu mobilitas pasien. Di Wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyangmasih banyak penderita yang belum mengetahui tentang peran dukungan keluarga terhadapkesehatannya, dukungan keluarga memainkan peran penting dalam moderat efek nyeri danketerbatasan fungsional. Padahal dalam proses penyembuhan dukungan keluarga sangatpenting. Tujuan : tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadaplansia dengan nyeri berulang di wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyang Kota Pontianak.Metode : Kuantitatif dengan Desain yang digunakan desain Cross Sectional. Jumlahresponden 37 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuisioner dukungankeluarga dan kuisioner nyeri berulang. Uji statistik dilakukan secara bivariat menggunakanUji Chi Square. Hasil : Hasil yang didapatkan adalah tidak terdapatnya hubungan yang signifikan antaradukungan keluarga terhadap nyeri berulang pada lansia dengan osteoarthtritis dengan p =0,823. Kesimpulan : Tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan nyeri berulang pada lansiadengan nyeri osteoarthtritis di wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyang.Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Osteoarthtritis, Nyeri Berulang. Referensi : 95 (2007-2018). *Mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
STUDI KUALITATIF PERSEPSI WARIA PEKERJA SEKS KOMERSIL TERHADAP INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI KOTA PONTIANAK ., Rika Rohani
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.503 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34148

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah berbagai infeksi yang dapatmenular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual, Penderita penyakitHIV/AIDS pertama di Indonesia ditemukan pada laki-laki homoseksual pada tahun 1987,sehingga waria mendapat sorotan tajam sebagai kelompok yang rawan dalam menularkan danditularkan.Tujuan : Untuk mengekplorasi Persepsi Waria Terhadap IMS di Kota PontianakMetode : Desain kualitatif deskriptif pendekatan fenomenologi, diambil dengan wawancaramendalam dengan 6 waria di kota Pontianak. Hasil penelitian dianalisis menggunakanmetode Miles dan huberman.Hasil : penelitian ini teridentifikasi lima tema yaitu Pengetahuan tidak sejalan dengan prilakuwaria terhadap IMS, persepsi yang sama terhadap penggunaan kondom, kerentanan yangdirasakan dan keseriusan waria terhadap keparahan IMS, hambatan penggunaan kondomdalam upaya pencegahan IMS, dan prilaku terhadap penggunaan skrinning IMS.Kesimpulan : persepsi waria terhadap IMS baik namun hal tersebut tidak berpengaruhterhadap prilaku waria terhadap IMS, maka dari itu diharapkan tenanga kesehatan lebihmengutamakan layanan konseling dan menambah pengetahuan waria mengenai IMS.Kata Kunci : Persepsi, IMS, Pekerja Seks Komersial, WariaReferensi : 51 (2008-2018)
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT TERHADAP PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN SPIRITUAL PADA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RST KARTIKA HUSADA KUBU RAYA ., Hotmian Christine Naibaho
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.726 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26539

Abstract

Latar Belakang : Asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat dituntut memperhatikan individu sebagai makhluk bio-psiko-sosio-spiritual. Asuhan keperawatan spiritual penting agar dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Motivasi yang baik dapat memampukan perawat untuk memberikan asuhan keperawatan spiritualTujuan : Mengetahui hubungan motivasi perawat terhadap pemberian asuhan keperawatan spiritual pada pasien di ruang rawat inap RST Kartika Husada Kubu Raya.Metodologi Penelitian : Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik menggunakan design cross-sectional pada 52 perawat yang diukur menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji korelasi spearmen.Hasil : Mayoritas responden memiliki motivasi yang tinggi (55,8%) dan mayoritas responden memberikan asuhan keperawatan spiritual dengan baik (63,5%).   Terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi sedang antara motivasi perawat terhadap pemberian asuhan keperawatan spiritual pada pasien di ruang rawat inap RST Kartika Husada Kubu Raya dengan nilai p= 0,000 (0,05) dan r= 0,509Kesimpulan : Terdapat hubungan antara motivasi perawat terhadap pemberian asuhan keperawatan spiritual pada pasien di ruang rawat inap Dahlia, Sambiloto, Melati, Paviliun, dan Kenanga RST Kartika Husada Kubu Raya sehingga hendaknya perawat meningkatkan motivasi kerja untuk memberikan asuhan keperawatan spiritual pada pasien                                                                                                                                                                                Kata kunci : Motivasi Perawat, Asuhan Keperawatan Spiritual