cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
HUBUNGAN PERAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIT H. HUSIN II KOTA PONTIANAK ., Utari Martiningsih
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.364 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.29496

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu kondisi peningkatan tekanan dipembuluh darah yang terjadi secara terus-menerus dan tergolong penyakit yangtidak dapat disembuhkan namun harus selalu dikontrol dengan mengonsumsi obatantihipertensi secara teratur. Prevalensi hipertensi diperkirakan pada tahun 2025meningkat sebanyak 60%. Penggunaan terapi antihipertensi saja tidak cukupapabila tidak didukung dengan kepatuhan. Dalam pengobatan penyakit kronisseperti hipertensi yang memerlukan pengobatan jangka panjang umumnyaditemukan masalah ketidakpatuhan. Diperkirakan bahwa 50-70% orang tidakmenggunakan obat antihipertensi seperti yang telah ditentukan. Hubungan yangkurang baik antara pasien dengan petugas kesehatan dapat menjadi satu diantarafaktor penghalang yang mempengaruhi kepatuhan. Hal ini dikarenakan peran atausikap seorang petugas kesehatan berkontribusi sebanyak 50% terhadap kualitaspenerimaan perawatan oleh pasien.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran petugas kesehatan terhadapkepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi di Wilayah KerjaPuskesmas Parit H. Husin II Kota Pontianak.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desainpenelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan metode purposivesampling dengan jumlah sampel 44 responden. Pengumpulan data dilakukandengan melakukan pengukuran nilai peran petugas kesehatan dan kepatuhanminum obat antihipertensi kepada responden.Hasil: Berdasarkan karakteristik responden diperoleh 31,8% responden berusia65 tahun, berjenis kelamin perempuan (56,8%), pendidikan terakhir SMA(34,1%), status pekerjaan pensiunan (40,9%), peran petugas kesehatan baik(77,3%), dan kepatuhan minum obat rendah (84,1%). Analisis bivariat dengan ujiFisher didapatkan nilai p=0,649 (p0,05).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan peran petugas kesehatan terhadapkepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi di Wilayah KerjaPuskesmas Parit H. Husin II Kota Pontianak.Kata Kunci : Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Peran Petugas Kesehatan
EFEKTIVITAS ANTARA RELAKSASI GENGGAM JARI DENGAN RELAKSASI NAPAS DALAM PADA TINGKAT ANSIETAS PASIEN PRA BEDAH ORTHOPEDI DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK ., Nada Elize Nurlatifah
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.748 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34272

Abstract

Latar Belakang : Pasien dengan kondisi pra bedah sering kali mengalami ansietas,menimbulkan berbagai efek samping fisiologis dan psikologis sehingga memerlukanpenatalaksanaan lebih lanjut demi mencegah dampak yang lebih buruk. Relaksasi dengangenggam jari dan napas dalam adalah intervensi keperawatan yang dapat diberikan untukmengelola emosi agar dapat menurunkan ansietas. Tujuan: Penelitian ini untuk melihat efektivitas antara relaksasi genggam jari dengan napasdalam terhadap tingkat ansietas pasien pra bedah orthopedi di RSUD. Dr. SoedarsoPontianak. Metode: Penelitian kuantitatif yang menggunakan kelompok intervensi dan kelompokkontrol pada responden sebanyak 28 orang dengan menggunakan kuesioner AmsterdamPreoperative Anxiety and Information Scale dan SPO relaksasi genggam jari oleh Hill danrelaksasi napas dalam oleh Bourne. Penelitian ini menggunakan uji analisis T tidakberpasanganHasil : Tidak ada perbedaan antara relaksasi genggam jari dengan relaksasi napas dalam (p =0,602) pada tingkat ansietas pasien pra bedah orthopedi. Kesimpulan : Tidak adanya perbedaan antara kedua tehnik relaksasi dipengaruhi olehpenerapan komunikasi terapeutik. Sehingga dapat direkomendasikan dalam penurunanansietas semua jenis relaksasi dapat diberikan antara lain yaitu relaksasi dengan genggam jaridan napas dalam.Kata Kunci : Ansietas, Pre bedah, Relaksasi
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KECEMASAN TERHADAP TINGKAT KONTROL ASMA PADA PENDERITA ASMA DI KLINIK PARU RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK ., Rinda Farlina
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.152 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34465

Abstract

Latar Belakang : Tingkat kontrol Asma adalah kontrol manifestasi penyakitAsma yang terdiri dari terkontrol penuh, terkontrol sebagian dan tidak terkontrol.Tingkat kontrol Asma dipengaruhi oleh pengetahuan dan kecemasan. Pengetahuanmerupakan wawasan yang dapat berpengaruh terhadap perilaku penderita.Kecemasan dapat menjadi pencetus serangan Asma pada beberapa individu.Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan dan kecemasan terhadap tingkatkontrol Asma pada penderita Asma di Klinik Paru RSUD Dr. Soedarso Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian adalahdescriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian iniberjumlah 62 orang dengan teknik pengambilan sampling yaitu consecutivesampling. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji Kolmogorov Smirnov.Hasil : Hasil uji menunjukkan p=0,000 pada variabel pengetahuan dan p=0,004pada variabel kecemasan terhadap tingkat kontrol Asma.Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan dan kecemasan terhadap tingkatkontrol Asma pada penderita Asma di Klinik Paru RSUD Dr. Soedarso Pontianak.Kata Kunci : Pengetahuan, Kecemasan, Tingkat Kontrol AsmaReferensi : 47 (2008-2017)
EFEKTIVITAS ANTARA PEMBERIAN JUS MENTIMUN DAN REBUSAN SELEDRI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PERUMNAS II KECAMATAN PONTIANAK BARAT ., Febby Hardianti
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.37 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.28735

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang abnormal, seseorang dikatakan mengalamihipertensi apabila tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Terdapat sekitar 9,4% kematian di seluruh duniadisebabkan oleh timbulnya komplikasi dari hipertensi tak terkontrol seperti penyakit iskemik jantung dan stroke.Hipertensi dapat diatasi dengan pemberian terapi komplementer yang dapat menurunkan tekanan darah adalahpenggunaan jus mentimun dan rebusan seledri yang memiliki kandungan kalium dan pthalides.Tujuan : Untuk mengetahui keefektifan antara pemberian jus mentimun dan rebusan daun seledri untukmenurunkan tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Perumnas II Kecamatan Pontianak Barat.Metode : quasi eksperimen design dengan rancangan pre test and post test nonequivalent control group design.Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dengan cara memilih sampel sesuai dengan kriteria inklusidan eksklusi. Dengan jumlah sampel 32 responden. Teknik analisa data menggunakan Uji Wilcoxon.Hasil : Analisa Univariat rentang usia responden adalah 34-59 tahun dengan lansia awal sebanyak 17 orang.Jumlah responden terbanyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 orang (87,5%). Pekerjaan terbanyakyaitu ibu rumah tangga (84,4%). Analisa bivariat dengan menggunakan Uji Wilcoxon didapatkan nilai p value adalah 0,05 didapatkan hasil bahwa terdapat penurunan setelah diberikan intervensi pada kedua kelompok.Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan efektivitas antara jus mentimun dan rebusan daun seledri terhadappenurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Perumnas II Kecamatan Pontianak Barat.Kata Kunci : Hipertensi, rebusan seledri, jus mentimunReferensi : 38 ( 2006-2018)
PENGEMBANGAN PANDUAN MANAJEMEN RISIKO DIABETIC FOOT ULCER PADA PASIEN DIABETES MELITUS: LITERATURE REVIEWS DAN CONTENT VALIDITY ., Teguh Ayatullah
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.938 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34063

Abstract

Latar Belakang : DM merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak dapatmenggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Pada tahun 2013 terdapat 387 juta orang hidupdengan diagnosis DM di dunia dan di perkirakan akan meningkat sebanyak 642 juta orang pada tahun2040. DFU menempati urutan ke 5 komplikasi dari DM yaitu sebesar 8.7%, tetapi panduan manajemenrisiko DFU belum ada makanya penting untuk mengembangkan panduan manajemen risiko DFU padapasien DM.Tujuan : Mengembangkan panduan faktor risiko DFU pada pasien DM dengan literature reviews dancontent validity.Metodologi Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakanliterature reviews dan content validity. Pengembangan panduan ini di uji content validitymenggunakan 4 expert (ahli) dengan mengambil nilai I-CVI adalah 1. Metode penelitian menggunakan2 metode yaitu literature reviews dengan jurnal-jurnal yang sudah terindeks dan content validitydengan nilai I-CVI 1.Hasil : Hasil literature reviews didapatkan 12 faktor risiko DFU yaitu durasi diabetes, usia, sensasi,penyakit arteri perifer, perawatan kaki, riwayat ulkus, aktivitas fisik, hipertensi, merokok, penggunaanalas kaki, berat badan (Indeks Massa Tubuh) dan kontrol glikemik yang buruk. Hasil content validitydidapatkan nilai I-CVI 1 yaitu usia, penyakit arteri perifer, perawatan kaki tidak teratur, merokok,penggunaan alas kaki dan kontrol glikemik.Kesimpulan : Faktor risiko DFU pada pasien DM terdiri atas usia, penyakit arteri perifer, perawatankaki tidak teratur, merokok, penggunaan alas kaki dan kontrol glikemik.Kata Kunci : Panduan Manajemen Risiko Diabetic Foot Ulcer, Literature Reviews, Content Validity,Diabetes Melitus. Referensi : 70 (1981-2018)
PERBANDINGAN AROMATERAPI LEMON DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPK PUSKEMAS KHATULISTIWA PONTIANAK ., Utin Yuni Kartika
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1767.132 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26535

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi disebut the silent killer karena tidak menunjukkan gejala yang dapat dilihat dari luar. Manajemen perawatan pasien hipertensi dilakukan dengan penatalaksanaan terapi farmakologi dan penatalaksanaan non farmakologi. Penatalaksanaan non farmakologi   diantaranya adalah aromaterapi. Aromaterapi yang dapat digunakan pada pasien hipertensi adalah aromaterapi lemon dan aromaterapi lavender.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas aromaterapi lemon dan aromaterapi lavender terhadap perubahan tekanan darah. Metode: Jenis penelitian ini pre test and post test nonequivalent control group pada 34 responden. Menggunakan uji analisis uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney karena distribusi data tidak normal.Hasil: Hasil uji Wilcoxom pada tekanan darah responden aromaterapi lemon menunjukkan nilai p = 0,001 (p 0,05) pada tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah intervensi dan nilai p = 0,001 (p 0,05), pada tekanan darah daistolik sebelum dan sesudah intervensi. Sedangkan aromaerapi lavender menunjukkan nilai p = 0,000 ( p 0,05) pada tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah intervensi dan nilai p= 0,139 ( p 0,05) pada tekanan darah diastolic sebelum dan sesudah intervensi.Kesimpulan: Aromaterapi lemon lebih efektif dibandingkan aromaterapi lavender dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Pemberian aromaterapi lemon berpengaruh terhadap tekanan darah sistolik.Kata Kunci: Aromaterapi lemon, Aromaterapi lavender, Tekanan darah
PENGARUH PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP PENGELUARAN AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK SELATAN ., Nurdella Artalia Utami
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.908 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34377

Abstract

Latar Belakang: ASI mengandung zat antibodi yang melindungi bayi dari berbagai infeksi. Namun,manfaat ASI tidak diimbangi oleh peningkatan pemberian ASI sehingga bayi tidak mendapatkan ASIdengan baik dikarenakan kurangnya dalam menjaga payudara yaitu dengan melakukan perawatanpayudara.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari perawatan payudaraterhadap pengeluaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.Metode: Jenis penelitian ini yaitu quasy eksperiment dengan non randomized control group pretestposttestdesign. Jumlah sampel yaitu 32 ibu nifas yang dilakukan dengan consecutive sampling.Analisa penelitian menggunakan uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney.Hasil: Berdasarkan analisa data terdapat perbedaan antara jumlah pengeluaran ASI setelah dilakukanperawatan payudara, dengan menggunakan uji Mann-Whitney didapatkan hasil nilai p value = 0,028dimana nilai p 0,05.Kesimpulan: Pada penelitian ini ada perbedaan antara jumlah pengeluaran ASI pada ibu nifas antarakelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah dilakukan perawatan payudara, 3Kata kunci : Perawatan Payudara, Pengeluaran ASI, Ibu Post Partum
FAKTOR "“ FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ROKOK ELEKTRIK DI WILAYAH KECAMATAN PONTIANAK BARAT ., Avelintina Brigida Cleopatra
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.19 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34589

Abstract

Latar Belakang : Rokok elektrik merupakan fenomena yang terjadi di era milenial di mana penggunaannyadianggap sebagai pengganti rokok tradisional. Bentuknya yang berupa device dengan tenaga baterai. Pada rokoktradisional, tembakau merupakan bahan utamanya, namun pada rokok elektrik liquid merupakan sebutan daribahan utama dengan berbagai rasa seperti permen karet, kopi, dan berbagai perisa makanan lainnya. Pontianakmerupakan salah satu kota yang juga mengalami fenomena tersebut. Banyak penelitian sudah meneliti tentangbahaya yang ada pada rokok elektrik, namun pengguna rokok elektrik semakin meningkat di Kota Pontianakterutama di Kecamatan Pontianak Barat di mana pengguna rokok elektrik lebih banyak di wilayah tersebut sejaktahun 2014. Berdasarkan fenomena yang terjadi peneliti ingin mengetahui lebih dalam tentang faktor-faktoryang berhubungan dengan penggunaan rokok elektrik di wilayah Kecamatan Pontianak Barat.Tujuan : Untuk mengidentifikasi fakor "“ faktor yang berhubungan dengan penggunaan rokok elektrik diwilayah kecamatan Pontianak Barat.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yaitu analtik korelasi denganpendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang dengan teknik pengambilan sampleyaitu consecutive sampling. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji chi-squareHasil : Berdasarkan uji chi-square didapatkan hasil pada faktor usia p = 0,384, faktor status ekonomi sosial p =0,715, faktor keterjangkauan sumber p = 0,013 (p 0,05), faktor pendidikan p = 0,926, faktor dukungan temanp = 0,026 (p 0,05), faktor dukungan keluarga p = 0,321, faktor pengetahuan p = 0,650, dan fakto sikap p =0,452 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan pada faktor keterjangkauan sumber dan faktor dukunganteman pada penggunaan rokok elektrik. Kesimplulan : Terdapat hubungan dari faktor keterjangkauan sumber dan dukungan teman pada penggunaanrokok elektrik di wilayah kecamatan Pontianak Barat.Kata Kunci : Penggunaan rokok elektrik, faktor keterjangkauan, faktor dukungan teman.Referensi : 58 (2010 "“ 2018)
PENGALAMAN IBU YANG TIDAK BERHASIL MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH UPK PUSKESMAS PARIT HAJI HUSEIN 2 ., Zakiyah
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.668 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34511

Abstract

Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi setelah lahiryang mengandung nutrisi paling lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASIjuga memiliki manfaat dalam mencegah terjadinya infeksi pada bayi. Namun, pemberian ASIEksklusif masih terbilang rendah. Rendahnya cakupan menyusui dipengaruhi oleh banyakfaktor, baik internal maupun eksternal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ibu yang tidak berhasilmemberikan ASI Eksklusif.Metode : Penelitian kualitatif menggunakan metode wawancara semistruktur denganpendekatan fenomenologi. Wawancara dilakukan kepada 5 orang partisipan yang memilikianak usia 6-12 bulan di Wilayah UPK Puskesmas Parit Haji Husein 2. Sampel diambilmenggunakan purposive sampling (variasi maksimal). Pernyataan peserta dicatat denganmenggunakan perekam suara, dan kemudian ditranskipkan, dikodekan, ditafsirkan, dandikategorikan, sehingga dapat membentuk tema.Hasil : Hasil penelitian ini di dapatkan lima tema, yaitu pengetahuan mengenai ASIEksklusif, faktor yang menghambat keberhasilan ASI Eksklusif, peran tenaga kesehatan, carayang dilakukan ibu untuk menambah produksi ASI dan makanan yang diberikan ibu untukMPASI dini.Kesimpulan : Ketidakberhasilan pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh banyak faktoryaitu pengetahuan ibu yang kurang, terjadinya rawat pisah, rendahnya frekuensi menyusui langsung, terjadinya sindrom ASI kurang, pemberian susu formula sebelum ASI, pemberianMPASI dini dan penggunaan KB.Kata Kunci : Ketidakberhasilan, ASI Eksklusif
PENGARUH TERAPI ORIGAMI TERHADAP SKOR STRES PADA LANSIA DI UPT PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MULIA DHARMA PROVINSI KALIMANTAN BARAT ., Hendrianus
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.202 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27789

Abstract

Latar Belakang: Stres merupakan suatu fenomena universal yang terjadi dalamkehidupan sehari-hari dan tidak dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap orang.Faktor yang mempengaruhi stres pada lansia, yaitu faktor internal dan eksternal. Untukmenghindari dampak dari stres, maka diperlukan adanya suatu pengelolaan stres yangbaik dengan terapi farmakologi meliputi penggunaan obat cemas dan anti depresi dannonfarmakologi meliputi, terapi origami, pendekatan perilaku, pendekatan kognitif, sertarelaksasi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik responden, skor stres sebelum dansetelah terapi origami dan mengetahui pengaruh terapi origami terhadap skor stress padalansia di UPT Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma Provinsi Kalimantan Barat.Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan desain penelitian pre andpost test without control. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Panti SosialTresna Wherda Mulia Dharma Provinsi Kalimantan Barat yang berjumlah 65 orang.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan metode Total samplingdimana jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 25 orang. Hasil setelah dianalisis dengan uji wilcoxon terdapat pengaruh terapi origami terhadapskor stres pada lansia di UPT Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma ProvinsiKalimantan Barat dimana diperoleh nilai p = 0,035 hasil ini berarti nilai p lebih kecildari (0,05) menunjukan terjadi pengaruh skor stres pada responden setelah diberikanterapi origami. Kesimpulan ada hubungan bermakna antara terapi origami terhadap skor stres padalansia di UPT Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma Provinsi Kalimantan Barat. Saran agar terapi origami dapat diterapkan untuk meminimalisasi tingkat stres yangdialami oleh lansia sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatannya.Kata Kunci : Terapi origami, lansia, stres